
KARAKTERISTIK DAN PERBEDAAN INDIVIDU
Presentation
•
Physical Ed
•
University
•
Easy
Nurfadilah Nurfadilah
Used 1+ times
FREE Resource
30 Slides • 1 Question
1
ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAH_
2
UNTUK PERTEMUAN HARI INI, KITA AKAN MEMBAHAS TOPIK TENTANG
KARAKTERISTIK DAN PERBEDAAN INDIVIDU
3
Multiple Choice
SIAP YAA
SIAP
SIAP, LANJUTKAN
T
4
Setiap individu memiliki karateristik yang berbeda-beda. Perbedaan secara umum disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor bawaan dan faktor lingkungan.
Faktor bawaan merupakan faktor biologis yang diturunkan melalui pewarisan genetik oleh orang tua.
Faktor lingkungan yang menyebabkan terjadinya perbedaan individual diantaranya status sosial ekonomi orangtua, pola asuh orangtua, budaya, dan urutan kelahiran.
Perbedaan-perbedaan individual yang nampak diantaranya adalah perbedaan jenis kelamin dan gender, perbedaan kemampuan, perbedaan kepribadian, serta perbedaan gaya belajar.
5
Pada masa lalu ada keyakinan, kepribadian terbawa pembawaan (heredity) dan lingkungan merupakan dua faktor yang terbentuk karena faktor terpisah, masing-masing mempengaruhi kepribadian dan kemampuan individu bawaan dan lingkungan dengan caranya sendiri-sendiri. Namun kemudian makin disadari bahwa apa yang dipikirkan dan dikerjakan seseorang, atau apa yang dirasakan oleh seorang anak, remaja atau dewasa, merupakan hasil perpaduan antara apa yang ada di antara faktor-faktor biologis yang diturunkan dan pengaruh lingkungan.
6
Natur dan nurture merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Sejauh mana seseorang dilahirkan menjadi seorang individu seperti ‘dia’ atau sejauh mana seorang individu dipengarui subjek penelitian dan diskusi. Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung bersifat tetap, sedang karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
7
Pengertian Indivividu
Manusia adalah mahluk yang dapat dipandang dari berbagai sudut pandang . Sejak ratusan tahun sebelum masehi, manusia telah menjadi obyek filsafat, baik obyek formal yang mempersoalkan hakikat manusia maupun obyek material yang mempersoalkan manusia sebagai apa adanya manusia dengan berbagai kondisinya.
8
Dari aspek perkembangan individu, dikenal ada dua fakta yang menonjol, yaitu:
Semua manusia mempunyai unsur-unsur kesamaan di dalam pola perkembangannya
Di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia secara biologis dan sosial, tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda.
9
Individu menunjukkan kedudukan seseorang sebagai orang perorangan atau perseorangan. Sifat individual adalah sifat yang berkaitan dengan orang perseorangan, berkaitan dengan perbedaan individual perseorangan. Ciri dan sifat orang yang satu berbeda dengan yang lain. Perbedaan ini disebut perbedaan individu atau perbedaan individual. Maka “perbedaan” dalam “perbedaan individual” menurut Landgren (1980: 578) menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis.
10
Upaya pertama yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan individu, sebelum dilakukan pengukuran kapasitas mental yang mempengaruhi penilaian sekolah, adalah menghitung umur kronologi. Seorang anak memasuki sekolah dasar pada umur 6 tahun dan ia diperkirakan dapat mengalami kemajuan secara teratur dalam tugastugas sekolahnya dilihat dalam kaitannya dengan faktor umur.
11
Selanjutnya ada anggapan bahwa semua anak diharapkan mampu menangkap/ mengerti bahan-bahan pelajaran yang mempunyai kesamaan materi dan penyajiannya bagi semua siswa pada kelas yang sama. Ketidakmampuan yang jelas tampak pada siswa untuk menguasai bahan pelajaran umumnya dijelaskan dengan pengertian faktor-faktor seperti kemalasan atau sikap keras kepala. Penjelasan itu tidak mendasarkar, kenyataan bahwa para siswa memang berbeda dalam hal kemampuan mereka untuk menguasai satu atau lebih bahan pelajaran dan mungkin berada dalam satu tingkat perkembangan.
12
Inteligensi mempengaruhi penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungannya, orang lain dan dirinya sendiri. Semakin tinggi taraf intreligensinya semakain baik penyesuaian dirinya dan lebih mampu bereaksi terhadap rangsangan lingkungan atau orang lain dengan cara yang dapat diterima.
Intelegensi itu sendiri adalah Kata inteligensi adalah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu “ inteligensia “. Sedangkan kata “ inteligensia “ itu sendiri berasal dari kata inter dan lego, inter yang berarti diantara, sedangkan lego berarti memilih. Sehingga inteligensi pada mulanya mempunyai pengertian kemampuan untuk memilih suatu penalaran terhadap fakta atau kebenaran.
13
Faktor-Faktor yang Memengauhi Perbedaan Individu
Keturunan/ Hereditas
Faktor lingkungan meliputi lingkungan statis/keadaan tempat dan dinamis / pengaruh sosial atau manusia. Selain itu juga dipengaruhi; Status sosial, Pola asuh orang tua, Budaya, Urutan Kelahiran, Macam-macam perbedaan individu ( Perbedaan jenis kelamin, Perbedaan kemampuan, Kepribadian, Perbedaan dari segi motorik)
14
Menurut Lee Cronbach (1975) menyatakan perbedaan nyata mengenai tingkah laku manusia yaitu:
15
Psikologi Eksperimen adalah cabang Psikologi yang mengkaji proses sensing, perceiving, learning, and thinking about the world. Dalam konteks positivisme, atau empiricism, pengamatan/observasi atas proses-proses itu dilakukan dengan metode eksperimen sebagai a method or logic inquiry yang diandalkan untuk merinci (description), menjelaskan (explanation), meramalkan (prediction), dan mengendalikan (control) secara semakin akurat/precise proses-proses itu sendiri sebagai realitas.
16
Psikologi diferensial
Psikodiagnostik termasuk kedalam Psychology-Differensial
Psikologi umum mempelajari masalah, proses psikis, hukum-hukum, psikis secara umum psikologi akademis hukum umum empirik (pengamatan) dengan umum.
Psikologi diferensial keadaan ‘psyche’ dari macam kepribadian, bangsa, tipe (stern) bervariasi hukumnya pengamatan psikoterapik.
17
Implikasi Perbedaan Individual dalam Proses Pembelajaran
18
Perbedaan individu sangat menarik perhatian para ilmuawan.Termasuk DePetter dan Hearchi. Ia menjelaskan berbagai macam tipe orang dalam belajar. Setiap orang memiliki cara dan metode belajarnya sendiri. Ada yang lebih senang belajar sendiri, belajar berkelompok, belajar dengan melihat, mendengar atau mengerjakan sesuatu agar sesuatu yang ia pelajari dapat diingat dan dipahaminya dengan baik. Untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita, tentu ada baiknya kita terlebih dulu mengerti dan mengetahui bagaimana sebenarnya tipe belajar kita sendiri.
19
Menurut DePetter dan Hearchi, 2003, tipe belajar merupakan gaya belajar yang dimiliki oleh setiap individu yang merupakan cara termudah dalam menyerap, mengatur dan mengolah informasi.
20
Sutanto, 2006, membagi tipe belajar seseorang menjadi tiga hal:
Manusia visual, dimana ia akan secara optimal menyerap informasi yang dibacanya/dilihatnya.
Manusia auditori, dimana informasi yang masuk melalui apa yang didengarnya akan diserap secara optimal.
Manusia kinestetik, dimana ia akan sangat senang dan cepat mengerti bila informasi yang harus diserapnya terlebih dahulu “dicontohkan” atau ia membayangkan orang lain melakukan hal yang akan dipelajarinya
21
Sejalan dengan hal tersebut, DePetter dan Hearchi, 2003, mendeskripsikan ciri-ciri tipe belajar seseorang menjadi sebagai berikut:
22
Tipe Visual
Orang visual akan lebih memahami melalui apa yang mereka lihat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Adapun beberapa ciri orang dengan tipe belajar visual, yaitu :
Rapi, teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan
Berbicara dengan cepat
Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka
Lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
Mengingat dengan asosiasi visual
23
Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan sering meminta orang lain untuk mengulangi ucapannya.
Lebih suka membaca daripada dibacakan dan pembaca yang cepat
Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon atau dalam rapat
Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato
Lebih menyukai seni gambar daripada musik
Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban yang singkat ya atau tidak
Mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata yang tepat
Biasanya tidak terganggu dengan keributan
24
Tipe auditori
Orang dengan tipe ini akan lebih memahami sesuatu melalui apa yang mereka dengar. Modalitas ini mengakses segala jenis bunyi dan kata. Musik, irama, dialog internal dan suara menonjol pada tipe auditori. Seseorang yang sangat auditori memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Suka berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
Perhatiannya mudah terpecah dan mudah terganggu oleh keributan
Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
25
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, perubahan dan warna suara
Merasa kesulitan untuk menulis dan lebih suka mengucapkan secara lisan
Berbicara dalam irama yang terpola
Lebih suka musik daripada seni gambar
Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
26
Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
Biasanya pembicara yang fasih
27
Kinestetik
Orang dengan tipe kinestetik belajar malalui gerak, emosi dan sentuhan. Modalitas ini mengakses pada gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional, dan kenyamanan fisik. Ciri-ciri orang dengan tipe belajar kinestetik yaitu :
Berbicara dengan perlahan
Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka saat berbicara
Berdiri berdekatan saat berbicara dengan orang
Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
Belajar melalui memanipulasi dan praktik
Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
28
Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
Banyak menggunakan isyarat tubuh
Tidak dapat diam untuk waktu yang lama
Tidak dapat mengingat geografis, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu.
Menyukai permainan yang menyibukkan
Mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca, suka mengetuk-ngetuk pena, jari, atau kaki saat mendengarkan
Ingin melakukan segala sesuatu
Kemungkinan tulisannya jelek
29
Selain ketiga tipe belajar tersebut, DePetter juga menambahkan bahwa ada tipe campuran dari tiga tipe belajar diatas, misalnya Auditori-visual atau Visual-kinestetik atau bisa ketiga-tiganya tapi biasanya satu tipe belajar lebih mendominasi.
30
CATAT DENGAN BAIK!
TUGAS MANDIRI.
CARILAH MODEL-MODEL PEMBELAJARAN YANG EFESIEN DAN EFEKTIF DITERAPKAN PADA TIAP-TIAP TIPE BELAJAR SESEORANG.
DIKUMPUL MELALUI GROUP WA
BENTUK FILE PDF
JUM'AT PUKUL 13:00-15:00 WITA
31
SEKIAN DAN TERIMA KASIH_
ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAH_
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 31
SLIDE
Similar Resources on Wayground
24 questions
UPAYA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
Presentation
•
University
25 questions
MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Presentation
•
University
22 questions
Tenosynovitis
Presentation
•
University
24 questions
STRATEGI UNTUK ANAK
Presentation
•
University
24 questions
SPM SPEAKING 2021
Presentation
•
University
26 questions
Ukuran Gejala Pusat dan Tata Letak
Presentation
•
University
24 questions
PPKn_Sistem HUkum
Presentation
•
KG
26 questions
Desain Survei (Pertemuan ke-6)
Presentation
•
University
Popular Resources on Wayground
24 questions
PBIS-HGMS Day 10
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 3
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 3 Review
Quiz
•
5th Grade
35 questions
Lufkin Road Middle School Student Handbook & Policies Assessment
Quiz
•
7th Grade
18 questions
Geo 11.3 Area of Circles and Sectors
Quiz
•
9th - 11th Grade