Search Header Logo
Pendekatan dalam Karya Sastra

Pendekatan dalam Karya Sastra

Assessment

Presentation

Other

University

Practice Problem

Easy

Created by

Syaripuddin Syaripuddin

Used 7+ times

FREE Resource

13 Slides • 4 Questions

1

Pendekatan dalam Karya Sasta

Syarif​

2

Perbedaan antara apresiasi, kajian, dan kritik prosa fiksi

Apresiasi ialah kegiatan mengenal dan meberi penilaian pada karya sastra prosa.

Kajian ialah kegiatan menelaah atau meneliti karya sastra prosa.

Kritik ialah kegiatan mengupas dan memberikan pendapat baik buruk karya sastra prosa.

Subject | Subject

Syarif

3

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

1. Pendekatan Mimetik

Pendekatan yang dalam mengkaji karya sastra berupa memahami hubungan karya sastra dengan realitas atau kenyataan. Kata mimetik berasal dari kata mimesis (bahasa Yunani) yang berarti tiruan. Dalam pendekatan ini karya sastra dianggap sebagai tiruan alam atau kehidupan (Abrams, 1981).

Syarif

4

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

2. Pendekatan Ekspresif

Pendekatan yang dalam mengkaji karya sastra memfokuskan perhatiannya pada sastrawan selaku pencipta karya sastra. Pendekatan ini memandang karya sastra sebagai ekspresi sastrawan, sebagai curahan perasaan atau luapan perasaan dan pikiran sastrawan, atau sebagai produk imajinasi sastrawan yang bekerja dengan persepsi-persepsi, pikiran atau perasaanya.

Syarif

5

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

3. Pendekatan Pragmatik

Pendekatan yang memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Dalam hal ini tujuan tersebut dapat berupa tujuan politik, pendidikan, moral, agama, maupun tujuan yang lain. Dalam praktiknya pendekatan ini cenderung menilai karya sastra menurut keberhasilannya dalam mencapai tujuan tertentu bagi pembacannya (Pradopo, 1994).

Syarif

6

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

4. Pendekatan Objektif

Pendekatan yang memfokuskan perhatian kepada karya sastra itu sendiri. Pendekatan ini memandang karya sastra sebagai struktur yang otonom dan bebas dari hubungannya dengan realitas, pengarangnya maupun pembaca. Pendekatan ini juga disebut oleh Welek & Waren (1990) sebagai pendekatan intrinsik karena kajian difokuskan pada unsur intrinsik karya sastra yang dipandang memiliki kebulatan, koherensi, dan kebenaran sendiri.

Syarif

7

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

5. Pendekatan Struktural

Pendekatan struktural ini memandang dan memahami karya sastra dari segi struktur karya sastra itu sendiri. Karya sastra dipandang sebagai sesuatu yang otonom, berdiri sendiri, bebas dari pengarang, realitas maupun pembaca (Teeuw, 1984).

Dalam penerapannya pendekatan ini memahami karya sastra secara close reading. Atau mengkaji tanpa melihat pengarang dan hubunga dengan realitasnya. Analisis terfokus pada unsur intrinsik karya sastrra. Dalam hal ini setiap unsur dianalisis dalam hubungannya dengan unsur yang lain.

Syarif

8

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

6. Pendekatan Semiotik

Dalam kajian sastra, pendekatan semiotik memandang sebuah karya sastra sebagai sebuah sistem tanda. Secara sistematik, semiotik mempelajari tanda-tanda dan lambang-lambang, sistem lambang, dan proses-proses perlambangan.

Syarif

9

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

7. Pendekatan Sosiologi Sastra

Pendekatan sosiologi sastra merupakan perkembangan dari pendekatan mimetik. Pendekatan ini memahami karya sastra dalam hubungannya dengan realitas dan aspek sosial kemasyarakatannya. Pendekatan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa keberadaan karya sastra tidak dapat lepas dari realitas sosial yang terjadi di suatu masyarakat (Sapardi Djoko Damono 1979).

Syarif

10

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

8. Pendekatan Resepsi Sastra

Resepsi berarti tanggapan. Dari pengertian tersebut dapat kita pahami makna resepsi sastra adalah tanggapan dari pembaca terhadap sebuah karya sastra. Pendekatan ini mencoba memahami dan menilai karya sastra berdasarkan tanggapan para pembacanya.

Syarif

11

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

9. Pendekatan Psikologi Sastra

Wellek & Waren (1990) mengemukakan empat kemungkinan pengertian. Pertama adalah studi psikologi pengarang sebagai tipe atau pribadi. Kedua studi proses kreatif. Ketiga studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan dalam karya sastra.

Pengertian keempat menurut Wellek & Waren (1990) terasa lebih dekat pada sosiologi pembaca. 

Syarif

12

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

10. Pendekatan Moral

Sejauh manakah sebuah karya sastra menawarkan refleksi moralitas kepada pembacanya. Yang dimaksudkan dengan moral adalah suatu norma etika, suatu konsep tentang kehidupan yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnnya. Moral berkaitan erat dengan baik dan buruk. Pendekatan ini masuk dalam pendekatan pragmatik

Syarif

13

Berbagai Pendekatan dalam Karya Sasta

11. Pendekatan Feminisme

Pendekatan feminisme dalam kajian sastra sering dikenal dengan nama kritik sastra feminis. Pendekatan feminisme ialah salah satu kajian sastra yang mendasarkan pada pandangan feminisme yang menginginkan adanya keadilan dalam memandan eksistensi perempuan, baik sebagai penulis maupun dalam karya sastra (Djananegara, 2000:15).

Syarif

14

Multiple Choice

Pendekatan yang dalam mengkaji karya sastra berupa memahami hubungan karya sastra dengan realitas atau kenyataan.

Pendekatan sastra tersebut merupakan pendekatan

1

Feminisme

2

Mimetik

3

Ekspresif

4

Pragmatik

15

Multiple Choice

Pendekatan yang memandang karya sastra sebagai sarana untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca.

Pendekatan sastra tersebut merupakan pendekatan

1

Feminisme

2

Mimetik

3

Ekspresif

4

Pragmatik

16

Multiple Choice

Pendekatan yang memandang sebuah karya sastra sebagai sebuah sistem tanda.

Pendekatan sastra tersebut merupakan pendekatan

1

Feminisme

2

Mimetik

3

Ekspresif

4

Semiotik

17

Open Ended

Apa yang dimaksud dengan pendekatan sosiologi sasta?

Pendekatan dalam Karya Sasta

Syarif​

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE