Search Header Logo
ILMU DALAM ISLAM

ILMU DALAM ISLAM

Assessment

Presentation

Social Studies

University

Hard

Created by

Mahmud Yunus Mustofa UIN Walisongo

FREE Resource

19 Slides • 11 Questions

1

media

​Hakikat Ilmu dalam Islam

​Mahmud Yunus Mustofa

2

​Hakikat Ilmu dalam Islam

​A. Pengertian Ilmu

Istilah ilmu pengetahuan diambil dari bahasa Arab ‘alima, ya’malu,‘ilman yang

berarti mengerti atau memahami benar-benar. Dalam Bahasa Inggris istilah ilmu berasal darikata science, yang berasal dari Bahasa Latin scienta dari bentuk kata kerja scire, yang berarti mempelajari dan mengetahui

3

​Hakikat Ilmu dalam Islam

​.... lanjutan

Kata 'ilm (ilmu pengetahuan) menurut al-Ghazali adalah bentuk kata yang ambiguis(musytarak: mempunyai banyak arti) yang meliputi penglihatan dan perasaan. ilmupengetahuan adalah mengetahui (al-ma'rifah). Maka ilmu pengetahuan adalah ilustrasi akal(tashwîr) yang valid tentang hakekat sesuatu,yang terlepas dari unsur aksiden dengan segalademensi, kualitas, kuantitas, substansi dan zatnya. Ilustrasi akal tersebut meliputi segalaaktifitas jiwa dalam memperoleh dan memproduksi pengetahuan. Jadi kata tashwîr inimeliputi pengetahuan aksiomatis (‘ilmal-dlarûriy), pengetahuan intelektual (‘ilm alkasbiy) dan pengetahuan intuitif (‘ilm al-ladunniy). Adapun pengetahuan hishshiyyah (indrawi) tidak termasuk dalam definisi ini karena tashwîrnya belum terlepas dari materi.

4

​Hakikat Ilmu dalam Islam

​.... lanjutan

Definisi di atas menunjukkan luasnya obyek ilmu pengetahuan dalam islam. Ia mencakup alam kasat mata (‘alam al-mulki wa al-syahâdah) dan alam metafisika (‘alam almalakût wa al-jabarût). Dari sini telihat begitu luasnya wilayah kajian dalam epistemologiIslam yang tidak hanya bekerja pada tataran empiris-fenomenologis tetapi menusuk sampaipada wilayah transendental. Wilayah-wilayah itu tidak pernah dipandang sebagai sesuatuyang terpisah karena pada hakekatnya ia adalah satu yakni wilayah ketuhanan (hadlrah Rubûbiyyah)

Some text here about the topic of discussion

5

Hakikat Ilmu dalam Islam

​B. Perbedaan Ilmu dan Pengetahuan

Pengetahuan lebih bersifat umum. Ia merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu yang belum teruji secara ilmiah. MenurutJujun S. Suriasumantri pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa yang kitaketahui tentang objek tertentu, termasuk di dalamnya ilmu. Jadi, ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya,seperti seni dan agama. Sebab secara ontologis ilmu membatasi diri pada pengkajian objek yang berada dalam lingkup pengalaman manusia, sedangkan agama menjelajah daerah yang bersifat transendental yang berada di luar pengalaman manusia

6

Hakikat Ilmu dalam Islam

​C. Hakikat Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan dalam Islam bukan merupakan sesuatu di luar af’al Allah. Seluruh jenis pengetahuan makhluk adalah setitik air dari samudera pengetahuan Allah. Al-Ghazali menjelaskan tentang tiga demensi pengenalan (ma'rifah) manusia kepada Allah dari sudut perbuatan-Nya (al-af'al), sifat (al-sifat) dan dzatNya (al-dzat), ia mengatakan bahwa seluruh pengetahuan manusia (dalam bentuk science) itu diambil dari samudera al-af'al. Yakni representasi perbuatan Allah yang begitu luas terbentang ke penjuru semesta yang takterarungi. Suatu kawasan pengetahuan yang jika seluruh lautan di dunia ini dijadikan tintauntuk menuliskan kalimat-kalimatNya, niscaya ia akan habis sebelum kalimat itu tuntas dituturkan.

7

Multiple Choice

Dibawah ini adalah pengertian ilmu menurut bahasa Arab. Kecuali...

1

'Alima

2

'Ilman

3

'Aqlan

4

Ya'lamu

8

Multiple Choice

Menurut Al-Ghazali Ilmu pengetahuan adalah ilustrasi akal (tashwîr) yang valid tentang hakekat sesuatu. Kata tashwîr ini meliputi beberapa pengetahuan. Kecuali...

1

'ilmu al-ladunni

2

'ilmu al-hissy

3

'ilmu al-kasby

4

'ilmu ad-dharuri

9

Multiple Choice

Pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa yang kitaketahui tentang objek tertentu, termasuk di dalamnya ilmu. Jadi, ilmu merupakan bagian dari pengetahuan adalah pendapat dari...

1

Sugiyono

2

Jajan Sudrajat

3

Jujun S Sumantri

4

Suharsimi Arikunto

10

Multiple Choice

Dibawah ini adalah tiga demensi pengenalan (ma'rifah) manusia kepada Allah yang dijelaskan oleh Al-Ghazali. Kecuali...

1

Al-Af'al

2

Al-Shifat

3

Al-Dzat

4

Al-Sirr

11

​Sumber Ilmu dalam Islam

​A. Perdebatan Sumber Ilmu

Dalam epistemologi modern sumber pengetahuan dibedakan atas empat hal yaitu:empiris, rasionalitas, Intuisi dan Otoritas. Namun demikian Jujun mengatakan bahwa padadasarnya, hanya ada dua cara pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.Pertama, mendasarkan pada rasio (rasionalisme). Kedua, mendasarkannya pada pengalaman(empirisme). Disamping kedua sumber tersebut masih ada satu cara lagi yang disinyalirsebagai jenis pengetahuan yang datang dengan tiba-tiba yaitu intuisi.

12

​Sumber Ilmu dalam Islam

...lanjutan

Sebagai agama yang rasional Islam tentu mengakui adanya keempat sumber pengetahuan yang diakui oleh epistemologi modern. Maka dalam Islam pengetahuan empiris, rasional, intuitif dan otoritatif diabsahkan sebagai sumber pengetahuan. Sumber-sumberpengetahuan tersebut itu dipandang sebagai sesuatu yang berkaitan. Tidak seperti empirisme yang menafikan pengetahuan rasional, atau rasionalisme yang menafikan pengetahuan empiris

13

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

  1. Pengetahuan Empiris adalah ngetahuan yang didapatkan melaluipengalaman indrawi dan akal mengolah bahan-bahan yang diperoleh dari pengalaman denga cara induksi. Jhon lock, bapak empiris Britana mengemukakan teori tabula rasa (sejenis bukucatatan kosong). Maksudnya ialah bahwa manusia pada mulanya kosong dari pengetahuan, lantas pengalamannya mengisis jiwa yang kosong itu, lantas ia memiliki pengetahuan.

    DavidHume, salah satu tokoh empirisme mengatakan bahwa manusia tidak membawa pengetahuanbawaan dalam hidupnya

14

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

Islam mengakui adanya empiris sebagai sumber penegtahuan tetapi ia bukan satusatunya dan dalam batas-batas tertentu. Al-Ghazali misalnya, selalu membagi alam dalam duakategori besar yaitu alam al-mulki wa al-syahâdah (semesta) dan alam al-malakût wal-Jabarût(metafisika). Adapun yang menjadi obyek bagi pengetahuan empiris adalah alam semesta. Alam ini oleh al-Ghazali dalam konsep metafisikanya diletakkan sebagai wujud terendah

15

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

Menurut al-Farabi, Ibnu Sina dan al-Ghazali pengetahuan empiris ini merupakan hasil dari aktivitas jiwa sensitif (al-nafs al-hayawâniyah) yang dalam batas-batas tertentu juga dimiliki oleh binatang Jiwa sensitif selanjutnya dibagi menjadi dua yaitu: daya tangkap dari luar (persepsi dan daya tangkap dari dalam otak. Adapun daya tangkap dari luar itu kesemuanya terdapat pada panca indera yang masing-masing indera bertugas menangkap informasi yangkhusus. Jadi yang mencerap informasi empiris itu sesungguhnya bukanlah organ fisik akan tetapi jiwa sensitif.

16

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

Informasi dari indera tersebut selanjutnya dikirim ke daya tangkap dari dalam yang terdiri atas lima bagian yaitu: al-hish al-musytarak, al-khayâliyyah, al-wahmiyyah, aldzâkirah, dan al-mutakahayyilah. Informasi dari indera itu untuk kali pertamanya diterima oleh al-hish al-musytarak (common sense) kemudian disimpan di dalam al-khayâliyyah (representasi) dan selanjutnya al-wahmiyyah (estimasi) membuat abstraksi, mengambil maknadari obyek tertentu. Kelima daya tangkap pengetahuan dari batin tersebut bertempat diotak. Karena seluruhdaya ini menggunakan organ fisik maka al-Ghazali menyebutnya sebagai daya jasmani (qiwâjasmaniyyah) yang bekerja secara reflektif alami

17

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

2. Pengetahuan Rasional

​Daya rasional (al-rûh al-aqliy) adalah substansi manusia yang hanya ada pada manusiadewasa, tidak pada anak, terlebih pada binatang. Daya ini menyerap makna-makna di luarindera dan imajinasi. Adapun jangkauan pencerapannya adalah pengetahuanpengetahuandlarûriy(aksiomatis) dan universal. Eksistensinya sebagai pencerap makna-maknaitu dalam bahasa metafora al-Qur`an adalah pelita (mishbâh)​.

18

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

Al-Ghazali membagi jiwa rasional itu kedalam dua bagian besar yaitu: akal praktis (al-'amilah) dan akal teoritis(al-'âlimah). Kedua akal tersebut bukanlah dua hal yang benar-benarterpisah, akan tetapi lebih merupakan dua sisi dari substansi yang sama. Sisi yang menghadap ke bawah adalah akal praktis sedangkan yang menghadap ke atas adalah akal teoritis. Jika akal praktis berfungsi untuk menyempurnakan penampilan lahir manusia maka akal teoritis lebih berfungsi untuk menyempurnakan substansinya yang bersifat immaterial dan ghaib. Akal kedua ini berhubungan dengan pengetahuan yang abstrak dan universal. Iamempunyai empat tingkatan evolutif yaitu: al-'aql al-hayulaniy, al-'aql bi al-malakah, al-'aqlbi al-fi'il dan al-'aql al-mustafad.

19

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

Al-'Aql al-Hayulaniy (Akal Material). Pada fase ini akal masih berupa potensi karenanya ia merupakan tingkatan terendah dari dinamika intelektual manusia. Kondisi akal pada tahap ini diumpamakanseperti adanya kemampuan menulis pada anak kecil yang belum dapat menulis.Potensimenulis itu ada tapi belum aktual.

20

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

Al-'Aql bi al-Malakah (Akal Habitual). Akal ini disebut juga al-'aqlbi al-mumkin karena pada fase ini akal telah dimungkinkan untuk mengetahui pengetahuan aksiomatis (al-'ulûm al-dlarûriyyat) secara reflektif.Pengetahuan ini disebut sebagai pengetahuan rasional pertama (alma'qûlah al-ûlâ). Dalam al-Qisthâs al-Mustaqîm akal ini disebut dengan gharîzah al-'aql (insting akal)

21

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

Al-'Aql bi al-Fi'il (Akal Aktual). Pada fase ketiga ini akal telah bisa menggunakan pengetahuan pertama sebagai premis mayor dalam silogisme untuk memperoleh pengetahuan rasional kedua (alma'qûlah al-tsâniyah). Pengetahuan pertama sebagai modal dan pengetahuan kedua sebagai hasil pemikiran. Kegiatan berfikir pada fase inibukansemata-mata merupakan aktifitas akal murni tetapi juga menggunakan daya al-mutakhayyilah yang ada pada jiwa sensitif. Jadi informasi dari al-mutakhayyilah yang berfungsi untuk menyusun danatau memisahkan pengetahuan- diambil kesimpulannya oleh akal tersebut. Kegiatan berfikir pada tahap ini merupakan kegiatan bersama antara al-mutakhayyilah dengan akal.

22

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

Al-Aql al-Mustafâd (Akal perolehan).Akal pada tingkatan ini telah mempunyai pengetahuan-pengetahuan secara aktual dan menyadari kesadarannya secara faktual. Berbeda dengan aktifitas berfikirsebelumnya di mana akal secara aktif menciptakan bentuk-bentuk pengetahuan baru dengan menggunakan informasi pada tahapan sebelumnya; pada tahap ini akal hanyabersifat pasif. Pengetahuan-pengetahuan itu telah hadir dengan sendirinya tanpa memerlukan kegiatan berfikir. Oleh karena itu ia disebut dengan al-mustafâd(perolehan). Akal ini juga sering disebut dengan al-aql al-qudsiy (akal suci). Pengetahuan tersebut merupakan limpahan dari akal yang selamanya aktual yaitu AkalAktif. Dalam Mi'yâr al-'Ilm al-Ghazali menyata kan bahwa Akal Aktif itu adalah malaikat yang bertugas untuk memberi pengetahuan kepada manusia

23

​Sumber Ilmu dalam Islam

B. Ragam Sumber Pengetahuan

  1. Pengetahuan Laduni

Apa yang dimaksud dengan intuisi dalam Islam sangat berbeda dengan wacana Barat, baik di bidang psikologi maupun filsafat. Intuisi di Barat merupakan bentuk perkembangan lebih lanjut dari intelektual dan masih dalam kawasan rasional. Intuisi difahami oleh ilmuan dan filosof Barat sebagai bentuk pemunculan ide-ide terpendam dibawah sadar. Di dalam wacana Islam intuisi merupakan bentuk pencapaian ilmu hudluriy yang didapatkan seseorang dengan cara pasif baik itu secara langsung dari Allah atau melalui perantara. Perantara di sini dapat berupa malaikat (Akal Aktif), bisa juga melalui Lauh Mahfuzh (Jiwa Universal) ataupun al-Qalamatau Nur Muhammad (Akal Universal).

24

Multiple Choice

Dibawah ini merupakan sumber pengetahuan dalam epistemologi modern. Kecuali...

1

Empiris

2

Rasional

3

Orisinal

4

Intuisi

25

Multiple Choice

Teori tabula rasa merupakan teori yang mengatakan bahwa manusia lahir dengan tidak membawa pengetahuan apapun. Teori ini dikemukakan oleh...

1

Al-Ghazali

2

John Locke

3

Albert Bandura

4

Howard gardner

26

Multiple Choice

Menurut al-Farabi, Ibnu Sina dan al-Ghazali pengetahuan empiris ini merupakan hasildari aktivitas jiwa sensitif. Jiwa ini disebut dengan...

1

An- Nafs al-hayawaniyah

2

An- Nafs al-Insaniyah

3

An- Nafs al-nabatiyah

4

An- Nafs al-Muthmainnah

27

Multiple Choice

Alghazali mengatakan bahwa Informasi dari indera dikirim ke daya tangkap dari dalam yang terdiri atas lima bagian yaitu: al-hish al-musytarak, al-khayâliyyah, al-wahmiyyah, aldzâkirah, dan al-mutakahayyilah. Kelima daya tangkap pengetahuan dari batin tersebut bertempat di...

1

Dada

2

Hati

3

Jiwa

4

Otak

28

Multiple Choice

Berikut ini merupakan bagian dari jiwa rasional menurut Al-Ghazali dalam Misykat al- Anwar. Kecuali...

1

Al-ruuh al 'aqly

2

Al-Ruu alnadhari

3

Al-ruuh al 'Aqly

4

Al-ruuh al Qusy

29

Multiple Choice

Al-Ghazali membagi jiwa rasional itu kedalam dua bagian besar yaitu: akal praktis (al-'amilah) dan akal teoritis (al-'âlimah). Akal teoritis berhubungan dengan pengetahuan yang abstrak dan universal. Ia mempunyai empat tingkatan evolutif yaitu: al-'aql al-hayulaniy, al-'aql bi al-malakah, al-'aqlbi al-fi'il dan al-'aql al-mustafad

1

al-'aql al-mustafad

2

al-'aql bi al-malakah

3

al-'aql al-hayulaniy

4

al-'aql al-mutakh

30

Multiple Choice

Di dalam wacana Islam intuisi merupakan bentuk pencapaian ilmu yang disebut dengan ilmu...

1

ilmu insani

2

ilmu hudhury

3

ilmu muktasab

4

ilmu laduni

media

​Hakikat Ilmu dalam Islam

​Mahmud Yunus Mustofa

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 30

SLIDE