
agama
Presentation
•
Religious Studies
•
10th - 12th Grade
•
Hard
Rizal Zal
Used 1+ times
FREE Resource
43 Slides • 0 Questions
1
Modul 1.4 Budaya Positif
Angkatan 4
2
SALAM & BAHAGIA
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom, Damai Sejahtera, Om Swastyastu,
Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu
untuk kita semua di ruang virtual ini"
3
cokanre@gmail.com
0817 562 138
Kak.cok
Cokorda Agung Anre Juniana
Kepala Akreditasi SPK Dyatmika, Bali
Seluruh Jenjang (PAUD, SD, SMP, SMA)
S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha, Singaraja, Bali
S2 Pendidikan Bahasa Inggris, Pasca, Undiksha, Denpasar, Bali
Instruktur - Program Pendidikan Guru Penggerak
Pelatih Ahli - Program Sekolah Penggerak
Master Trainer - Pearson Edexcel UK
Wakil Ketua - Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia
Wakil Ketua Alumni - Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha
4
KOMITMEN BELAJAR
5
Capaian Umum Modul 1.4
●
Memahami konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dihubungkan
dengan konsep budaya dan lingkungan positif di sekolah yang berpihak pada
murid.
●
Melakukan evaluasi dan refleksi tentang praktik disiplin dalam pendidikan
Indonesia secara umum untuk mendapatkan pemahaman baru mengenai
konsep disiplin positif untuk menciptakan murid dengan profil pelajar Pancasila.
●
Memahami peran sebagai guru untuk membangun budaya positif dengan
menerapkan konsep disiplin positif dalam berinteraksi dengan murid.
6
Capaian Khusus Modul 1.4
●Mendemonstrasikan pemahaman CGP mengenai konsep Budaya Positif yang di dalamnya
terdapat konsep perubahan paradigma stimulus respons dan teori kontrol, 3 teori motivasi
perilaku manusia, motivasi internal dan eksternal, keyakinan kelas, hukuman dan
penghargaan, 5 kebutuhan dasar Manusia, 5 posisi kontrol guru dan segitiga restitusi.
●Menerapkan strategi disiplin positif yang memerdekaan murid untuk menciptakan ekosistem
sekolah aman dan berpihak pada anak.
●Menyusun langkah-langkah dan strategi aksi nyata yang efektif dalam mewujudkan
kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sekolah agar tercipta budaya positif yang
dapat mengembangkan karakter murid.
●Bersikap reflektif dan kritis terhadap budaya di sekolah dan senantiasa mengembangkannya
sesuai kebutuhan sosial dan emosional murid.
7
“…kita ambil contoh perbandingannya dengan hidup
tumbuh-tumbuhan seorang petani (dalam hakikatnya
sama kewajibannya dengan seorang pendidik) yang
menanam padi misalnya, hanya dapat menuntun
tumbuhnya padi, ia dapat memperbaiki kondisi tanah,
memelihara tanaman padi, memberi pupuk dan air,
membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu
hidup tanaman padi dan lain sebagainya.” (Ki Hadjar
Dewantara, Lampiran 1. Dasar-Dasar Pendidikan.
Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des 1936., Jan, Febr. 1937
Budaya Positif atau Ekosistem Positif
8
1. Perubahan Paradigma-Stimulus Respon lawan
Teori Kontrol
2. Arti ‘Disiplin’ dan 3 Motivasi Perilaku Manusia
3. Keyakinan Kelas, Hukuman dan Penghargaan
4. Kebutuhan Dasar Manusia
5. Posisi Kontrol
6. Segitiga Restitusi
Eksplorasi Konsep
9
Perubahan Paradigma Teori Kontrol
(Ilusi Kontrol)
● Ilusi guru mengontrol murid.
● Ilusi bahwa kritik dan membuat orang merasa
bersalah dapat menguatkan karakter.
● Ilusi bahwa semua penguatan positif efektif dan
bermanfaat
● Ilusi bahwa orang dewasa memiliki hak untuk
memaksa.
10
Perubahan Paradigma-Stimulus Respon Teori Kontrol
Bisakah kita mengontrol seseorang?
Stimulus Respons
Teori Kontrol
Kita mencoba mengubah orang agar
berpandangan sama dengan kita.
Kita berusaha memahami pandangan orang
lain tentang dunia.
Perilaku buruk dilihat sebagai suatu kesalahan
Semua perilaku memiliki tujuan.
Orang lain bisa mengontrol saya.
Hanya Anda yang bisa mengontrol diri Anda.
Saya bisa mengontrol orang lain.
Anda tidak bisa mengontrol orang lain.
Pemaksaan ada pada saat bujukan gagal.
Kolaborasi dan konsensus menciptakan
pilihan-pilihan baru.
Model Berpikir Menang/Kalah
Model Berpikir Menang-menang.
11
• Berasal dari bahasa Latin, ‘disciplina’, yang artinya belajar.
• Makna asal dari kata ini berkonotasi dengan disiplin diri dari
murid-murid Socrates dan Plato.
• Disiplin diri membuat orang menggali potensinya menuju
sebuah tujuan, apa yang dia hargai.
• Namun dalam budaya kita, makna kata disiplin telah berubah
menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain
untuk mendapatkan kepatuhan. Kecenderungan umum
adalah menghubungkan kata disiplin dengan
ketidaknyamanan, bukan dengan apa yang kita hargai, atau
pencapaian suatu tujuan mulia.
Apakah makna ‘Disiplin’?
Hak Cipta @ 2005 Yayasan Pendidikan Luhur
DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT
12
Motivasi Internal
Tujuan Disiplin
Positif
3.
Untuk menghargai diri sendiri, menjadi insan sesuai
harapan kita.
“Saya akan menjadi orang yang seperti apa bila saya
melakukannya?”
Teori Motivasi Perilaku Manusia
Motivasi Eksternal
2. Untuk mendapatkan imbalan dari orang lain/institusi
“Apa yang akan saya dapatkan apabila saya
melakukannya?”
Motivasi Eksternal
1.
Untuk menghindari ketidaknyamanan/hukuman
“Apa yang akan terjadi apabila saya tidak
melakukannya?”
13
“Merdeka”
menurut
Ki
Hajar
Dewantara
“...merdeka itu artinya; tidak
hanya terlepas dari perintah;
akan tetapi juga cakap buat
memerintah diri sendiri.”
(Ki
Hajar
Dewantara,
pemikiran,
Konsepsi,
Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan Kelima, 2013,
Halaman 469)
14
Apakah saya sudah merdeka?
Kemerdekaan Sejati Vs. Kemerdekaan Kanak-kanak
15
Budaya Positif
Lingkungan Positif
Keyakinan Kelas
Peraturan Kelas
16
Keyakinan Kelas, Hukuman, dan Penghargaan
Mengapa tidak peraturan saja, mengapa harus Keyakinan
Kelas?
●
Mengapa kita memiliki peraturan harus menggunakan helm bila
mengendarai kendaraan roda dua?
●
Mengapa kita memiliki peraturan 3M, menggunakan masker, mencuci
tangan dan menjaga jarak 1.5 meter?
●
Mengapa kita memiliki peraturan harus datang tepat waktu pada saat
mengikuti pelatihan?
Untuk mendukung motivasi intrinsik, kembali ke nilai-nilai/keyakinan-keyakinan
lebih menggerakkan seseorang dibandingkan mengikuti serangkaian
peraturan-peraturan.
17
A
B
Yang mana yang merupakan keyakinan kelas, mengapa?
18
Kegiatan Pendalaman Keyakinan Kelas - Tabel T & Y
HORMAT
Kami meyakini bahwa sangat
penting untuk menghormati
semua orang dan barang milik
orang lain
BEKERJA
Kami meyakini bahwa sangat
penting untuk mengerjakan
segala pekerjaan atau
mengikuti kegiatan yang telah
ditugaskan.
DITERIMA DAN DIMILIKI
Kami meyakini bahwa sangat
penting untuk merasa diterima
pada suatu kelompok dan
saling peduli satu dengan yang
lain.
Hormat
Bekerja
Diterima dan dimiliki
Terdengar
Terlihat
Berperilaku
Terdengar
Terlihat
Berperilaku
HORMAT
BEKERJA
Tampak Seperti
Tidak Tampak Seperti
Tampak Seperti
Tidak Tampak Seperti
Tampak Seperti
Tidak Tampak Seperti
19
Peraturan
Keyakinan kelas/nilai kebajikan yang dituju
Selalu kembalikan buku ke tempatnya
Dilarang Mengganggu Orang Lain
Hadir di sekolah 15 menit sebelum
pembelajaran dimulai
Dilarang Melakukan Kekerasan
Dilarang Menggunakan Narkoba
Bergantian atau menunggu giliran
Gunakan masker
Jangan berlari di kelas atau koridor
20
Peraturan
Keyakinan kelas/nilai kebajikan yang dituju
Selalu kembalikan buku ke tempatnya
Tanggung jawab
Dilarang Mengganggu Orang Lain
Menghormati Orang Lain dan Diri Sendiri
Hadir di sekolah 15 menit sebelum
pembelajaran dimulai
Menghormati Orang Lain, Komitmen pada
Tujuan (Berkomitmen)
Dilarang Melakukan Kekerasan
Keselamatan, Menghormati Orang Lain.
Dilarang Menggunakan Narkoba
Kesehatan
Bergantian atau menunggu giliran
Menghormati orang lain, Kesabaran
Gunakan masker
Kesehatan, Keselamatan
Jangan berlari di kelas atau koridor
Keselamatan, Keamanan
21
DIHUKUM OLEH PENGHARGAAN
Pengaruh Jangka Pendek dan
Jangka Panjang
Penghargaan menghukum
Penghargaan mengurangi
ketepatan
Penghargaan tidak efektif
Penghargaan merusak hubungan
22
TINDAKAN GURU
HUKUMAN ATAU
KONSEKUENSI
Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat, “Saya tidak akan terlambat
lagi”, karena terlambat ke sekolah.
Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di
sekolah.
Murid diminta untuk ‘push up’ 15 kali karena tidak menggunakan
masker ke sekolah
Menggantikan kertas tugas teman yang telah dicoret-coret.
Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada saat
belajar.
Meminta murid tidak mengenakan sepatu seharian di sekolah karena
tidak mengenakan sepatu hitam.
Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat 10 menit
untuk pelajaran PJOK.
23
TINDAKAN GURU
HUKUMAN ATAU
KONSEKUENSI
Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat, “Saya tidak akan terlambat
lagi”, karena terlambat ke sekolah.
Hukuman
Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di
sekolah.
Hukuman
Murid diminta untuk ‘push up’ 15 kali karena tidak menggunakan
masker ke sekolah.
Hukuman
Menggantikan kertas tugas teman yang telah dicoret-coret.
Konsekuensi
Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada saat
belajar.
Konsekuensi
Murid disuruh untuk mengenakan sepatu seharian di sekolah, karena
tidak mengenakan sepatu hitam.
Hukuman
Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat 10 menit
untuk pelajaran PJOK.
Konsekuensi
24
Perbedaan Hukuman dan Konsekuensi
Hukuman
Konsekuensi
Sesuatu yang menyakitkan harus terjadi
Sesuatu harus terjadi
Membuat anak sakit (fisik maupun hati) untuk jangka
waktu lama
Membuat anak merasa tidak nyaman dalam
jangka waktu pendek
Anak membenci kedisiplinan
Anak menghargai disiplin
Paksaan
Stimulus-tanggapan
Mendorong anak menyakiti diri sendiri
Mendorong anak agar mudah menyesuaikan diri
Konsep diri yang buruk
Konsep diri yang baik
Anak belajar untuk menyembunyikan kesalahan
Anak belajar untuk mematuhi peraturan
Marah, rasa bersalah, dipermalukan, merasa tak
dihargai
Kehilangan hak, dibuat tidak nyaman, diasingkan
untuk sementara (time out)
Disadur dari Restitution, Diane Gossen, The Five Positionsof Control, Yayasan Pendidikan Luhur, 2005
25
Kebutuhan Dasar Manusia
PENGUASAAN
KEBEBASAN
KESENANGAN
CINTA KASIH/DITERIMA
26
●
“Ibu guru bilang, aku tidak boleh bersenandung sewaktu
mengerjakan tugas, katanya kelas harus tenang, tidak ada suara.
Padahal kan aku suka dan senang menyanyi.”
Kebutuhan: ___________________________________________________
●
“Ibu guru tidak menyapaku hari ini, padahal aku pakai jepit
rambut baru”.
Kebutuhan: ___________________________________________________
●
“Aku bosen, masa belajarnya cuma gitu-gitu aja..dengerin Ibu
Guru aja.”
Kebutuhan: ___________________________________________________
●
“Aku sebel, gambarku tidak rapi, malah Ibu guru nunjukin ke
teman-temanku di depan kelas”.
Kebutuhan:
___________________________________________________
27
5 POSISI KONTROL
MOTIVASI:
IDENTITAS GAGAL
(Kontrol dari Luar)
IDENTITAS BERHASIL/SUKSES
(Kontrol dari Luar)
IDENTITAS BERHASIL/SUKSES
(Kontrol Diri)
Menghindari Hukuman
Mengharapkan Imbalan atau
Ketergantungan pada Orang Lain
Menghargai Diri Sendiri
PENGHUKUM
PEMBUAT MERASA
BERSALAH
TEMAN
PEMANTAU
MANAJER
Guru Berbuat:
Menghardik
Menunjuk-nunjuk
Menyakiti
Menyindir
Berceramah dan
mengatakan,
“Seharusnya…”
“Ibu kecewa…”
Membuatkan alasan-alasan
untuk muridnya.
Menghitung dan mengukur
Mengajukan pertanyaan-pertanyaan
Guru Berkata:
“Kalau kamu tidak
melakukannya, awas ya!
Rasakan!”
“Kamu seharusnya
kamu sudah tahu. Ibu
lelah sekali
mengatakannya. Ibu
stress…”
“Ayolah, lakukan demi
Ibu…”
“Masa kamu tidak mau,
ingat tidak Ibu pernah
bantu…”
“Apa peraturannya?”
“Apa yang kita yakini?
Apa yang bisa kau kerjakan untuk
memperbaiki masalah ini?”
Hasil:
Memberontak
Menyalahkan orang lain
Berbohong
Menyembunyikan
Menyangkal
Berbohong
Ketergantungan
Menyesuaikan diri, bila
diawasi
Menguatkan pribadi
Kaitan dengan
Dunia
Berkualitas
Murid meletakkan guru di
luar Dunia Berkualitas
Murid meletakkan
guru di dalam Dunia
Berkualitas
Murid meletakkan guru di
sebagai orang yang
sangat penting di Dunia
Berkualitas
Murid meletakkan guru
peraturan dan hukum di
dunia Berkualitas
Murid meletakkan dirinya sebagai
individu yang positif dalam Dunia
Berkualitas
Murid Berkata:
“Ah, biarkan saja. Nanti
juga marah-marah lagi.”
“Maafkan saya.”
“Saya pikir Bapak/Ibu teman
saya. Ternyata begitu.”
“Berapa banyak bintang
yang saya harus peroleh?”
“Berapa halaman yang
harus saya tulis?”
“Bagaimana caranya saya bisa
memperbaiki keadaan?”
Dampak pada
Murid:
Mengulangi kesalahan
Merasa rendah diri
Lemah, tidak mandiri,
tergantung
Menitikberatkan pada
sanksi atau hadiah untuk
dirinya.
Mengevaluasi diri, bagaimana cara
memperbaiki diri?
28
Diskusi- 5 Posisi Kontrol
● Dimana posisi Anda sebelum belajar modul disiplin
positif?
● Bagaimana perasaan Anda saat itu?
● Dimana posisi Anda saat ini?
● Bagaimana perasaan Anda saat ini?
29
Bergerak antara
Peraturan
Pemantau
Konsekuensi/Hadiah
Nilai-nilai
Manajer
Memperbaikinya
Peraturannya apa? Kamu tahu sanksinya?/Jika kamu melakukan
hal tersebut kamu akan mendapatkan _____________
Kamu perlu melakukan _______________
Kamu akan mendapatkan poin ______________
(Diberi sanksi/konsekuensi atau hadiah ___________)
Apa yang kamu yakini? Bagaimana memperbaiki masalah ini?
_______________
(Memperbaikinya. Kiat berdua mendapatkan apa yang kita
butuhkan )
30
Nada Suara
Apa yang tersampaikan dari sebuah pesan?
❖ Kata-kata
10%
❖ Nada Suara
35%
❖ Non verbal/bahasa tubuh
55%
Hak Cipta @ 2007 Yayasan Pendidikan Luhur
DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT
31
Kegiatan Nada Suara
Tugas Anda:
Bersama-sama pada hitungan ketiga mempraktikkan nada
suara kelima posisi kontrol dengan pasangan Anda, yaitu:
❖ Penghukum
❖ Pembuat Orang Lain Merasa Bersalah
❖ Teman
❖ Pemantau/Manajer
Hak Cipta @ 2007 Yayasan Pendidikan Luhur
DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT
32
Apa yang kamu mau?
Hak Cipta @ 2007 Yayasan Pendidikan Luhur
DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT
33
Apa yang sedang
kamu kerjakan?
34
Kapan saya bisa
harapkan ini selesai?
35
Di mana Anda sewaktu
kami mengadakan
lokakarya pada hari
Selasa lalu?
36
Apa itu ‘Restitusi’?
Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid
untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga
mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan
karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)
37
9 Ciri-ciri Restitusi
1. Bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari
kesalahan.
2. Memperbaiki hubungan.
3. Tawaran, bukan paksaan.
4. Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri.
5. Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari tindakan.
6. Restitusi diri adalah cara yang paling baik untuk memperbaiki diri.
7. Restitusi fokus pada karakter bukan tindakan.
8. Restitusi fokus pada solusi.
9. Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada
kelompoknya.
38
Segitiga Restitusi
39
Menstabilkan Identitas
Guru Berkata:
Berbuat salah itu hal yang manusiawi
Tidak ada manusia yang sempurna
Bapak/Ibu juga buat salah
Kita pasti bisa menyelesaikan permasalahan ini
Bapak/Ibu tidak tertarik untuk mencari tahu siapa yang benar, siapa yang
salah, Bapak/Ibu lebihtertarik untuk menyelesaikan masalah.
Kalau kamu menyalahkan dirimu sendiri terus menerus, apakah kamu
bersikap baik pada dirimu sendiri?
Untuk membuat murid yang merasa
gagal karena berbuat salah menjadi
positif terhadap dirinya.
40
Validasi Tindakan
Yang Salah
Guru Berkata:
• Kamu bisa saja kan melakukan hal yang lebih buruk, tapi kamu tidak melakukannya kan?
• Kamu pasti punya alasan mengapa melakukannya
• Apa yang penting bagi kamu?
• Kamu boleh tetap berusaha menjaga sikap itu, tapi tambahkan sikap yang lain, yang baru,
• Maukah kamu belajar cara lain untuk mendapat yang kamu butuhkan tanpa harus
memukul?
• Apakah kamu bisa melakukan dengan lebih baik besok lagi?
Membantu murid mengenali basic need/kebutuhan
yang ingin dipenuhinya ketika melakukan kesalahan
itu.
Pada dasarnya setiap tindakan manusia tujuannya
adalah memenuhi basic needs (kebutuhan dasar),
apakah itu power (penguasaan), freedom
(kebebasan), love and belonging (diterima), fun
(kesenangan) atau survival (bertahan hidup)
41
Menanyakan Keyakinan
Guru Berkata
Apa nilai yang kita percaya di kelas/sekolah kita?
Nilai-nilai kebajikan/Keyakinan apa yang telah kita sepakati?
Kelas yang ideal itu seperti apa sih?
Kamu ingin jadi anak seperti apa?
Apa yang kamu rasakan? Ketika kamu melakukan itu, kamu menjadiorang yang
seperti apa?
Murid melihat kesalahannya
dihubungkan dengan nilai-nilai
kebajikan yang diyakininya,
mendasari manusia berinteraksi
dengan orang lain.
42
Intervensi 30 detik
Intervensi ini bisa membantu murid kembali ke tujuan semula, dengan cukup singkat dan dengan cara non-konfrontatif.
●Apakah kamu ingin berbuat lebih baik?
●Apakah saat ini kamu sedang menjadi orang yang sedang kamu inginkan?
●Apakah kamu bisa mengubah kegiatan/perilaku kamu saat ini menjadi sikap yang lebih
membantu?
●Apakah wajar membuat kesalahan? Bisakah kita memperbaikinya?
●Apa yang kamu lakukan saat ini sesuai (ok)?
●Kapan kamu siap untuk mulai?
●Kesepakatannya apa?
●Sepertinya kamu punya masalah, saya bisa bantu apa?
●Saat ini kamu seharusnya berbuat apa?
●Apa yang bisa saya bantu agar kamu bisa melakukannya?
●Apakah saya bisa bantu kamu agar dapat segera mulai?
●Apakah tugas kamu saat ini?
●Bagaimana kamu ingin diperlakukan pada kegiatan ini? Bisakah kamu melakukannya?
●Apa yang kamu inginkan, apa keyakinan kita?
43
Modul 1.4 Budaya Positif
Angkatan 4
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 43
SLIDE
Similar Resources on Wayground
37 questions
Struktur teks Anekdot
Lesson
•
10th - 12th Grade
41 questions
Adjective Order
Lesson
•
10th - 12th Grade
37 questions
Projek kearifan lokal bali kelas 9
Lesson
•
9th - 12th Grade
37 questions
Ahlak Tercela (Nafsu Ghadab)
Lesson
•
10th Grade
35 questions
Organografia. Rădăcina.
Lesson
•
KG
40 questions
Berlomba-lomba dalam kebaikan dan etos kerja
Lesson
•
10th Grade
36 questions
Kedatangan Bangsa Eropa Ke Indonesia
Lesson
•
10th Grade
39 questions
Ghadhab (BAB VIII)
Lesson
•
9th - 12th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Religious Studies
15 questions
Making Inferences
Quiz
•
7th - 12th Grade
23 questions
TSI Math Vocabulary
Quiz
•
10th - 12th Grade
20 questions
-AR -ER -IR present tense
Quiz
•
10th - 12th Grade
10 questions
Cell Organelles and Their Functions
Interactive video
•
6th - 10th Grade
10 questions
Plotting Points on a Coordinate Plane: Quadrant 1 Essentials
Interactive video
•
6th - 10th Grade
15 questions
ACT Reading Practice
Quiz
•
11th Grade
80 questions
ACT Math Important Vocabulary
Quiz
•
11th Grade
10 questions
Exploring Abiotic and Biotic Factors in Ecosystems
Interactive video
•
6th - 10th Grade