Search Header Logo
agama

agama

Assessment

Presentation

Religious Studies

10th - 12th Grade

Hard

Created by

Rizal Zal

Used 1+ times

FREE Resource

43 Slides • 0 Questions

1

media

Modul 1.4 Budaya Positif

Angkatan 4

2

media

SALAM & BAHAGIA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom, Damai Sejahtera, Om Swastyastu,
Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu
untuk kita semua di ruang virtual ini"

3

media

cokanre@gmail.com

0817 562 138

Kak.cok

Cokorda Agung Anre Juniana

Kepala Akreditasi SPK Dyatmika, Bali

Seluruh Jenjang (PAUD, SD, SMP, SMA)

S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha, Singaraja, Bali

S2 Pendidikan Bahasa Inggris, Pasca, Undiksha, Denpasar, Bali

Instruktur - Program Pendidikan Guru Penggerak

Pelatih Ahli - Program Sekolah Penggerak

Master Trainer - Pearson Edexcel UK

Wakil Ketua - Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia

Wakil Ketua Alumni - Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Undiksha

4

media

KOMITMEN BELAJAR

5

media

Capaian Umum Modul 1.4

Memahami konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara dihubungkan

dengan konsep budaya dan lingkungan positif di sekolah yang berpihak pada

murid.

Melakukan evaluasi dan refleksi tentang praktik disiplin dalam pendidikan

Indonesia secara umum untuk mendapatkan pemahaman baru mengenai

konsep disiplin positif untuk menciptakan murid dengan profil pelajar Pancasila.

Memahami peran sebagai guru untuk membangun budaya positif dengan

menerapkan konsep disiplin positif dalam berinteraksi dengan murid.

6

media

Capaian Khusus Modul 1.4

Mendemonstrasikan pemahaman CGP mengenai konsep Budaya Positif yang di dalamnya

terdapat konsep perubahan paradigma stimulus respons dan teori kontrol, 3 teori motivasi

perilaku manusia, motivasi internal dan eksternal, keyakinan kelas, hukuman dan

penghargaan, 5 kebutuhan dasar Manusia, 5 posisi kontrol guru dan segitiga restitusi.

Menerapkan strategi disiplin positif yang memerdekaan murid untuk menciptakan ekosistem

sekolah aman dan berpihak pada anak.

Menyusun langkah-langkah dan strategi aksi nyata yang efektif dalam mewujudkan

kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sekolah agar tercipta budaya positif yang

dapat mengembangkan karakter murid.

Bersikap reflektif dan kritis terhadap budaya di sekolah dan senantiasa mengembangkannya

sesuai kebutuhan sosial dan emosional murid.

7

media
media

“…kita ambil contoh perbandingannya dengan hidup
tumbuh-tumbuhan seorang petani (dalam hakikatnya
sama kewajibannya dengan seorang pendidik) yang
menanam padi misalnya, hanya dapat menuntun
tumbuhnya padi, ia dapat memperbaiki kondisi tanah,
memelihara tanaman padi, memberi pupuk dan air,
membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu
hidup tanaman padi dan lain sebagainya.” (Ki Hadjar
Dewantara, Lampiran 1. Dasar-Dasar Pendidikan.
Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des 1936., Jan, Febr. 1937

Budaya Positif atau Ekosistem Positif

8

media

1. Perubahan Paradigma-Stimulus Respon lawan

Teori Kontrol

2. Arti ‘Disiplin’ dan 3 Motivasi Perilaku Manusia
3. Keyakinan Kelas, Hukuman dan Penghargaan
4. Kebutuhan Dasar Manusia
5. Posisi Kontrol
6. Segitiga Restitusi

Eksplorasi Konsep

9

media

Perubahan Paradigma Teori Kontrol

(Ilusi Kontrol)

Ilusi guru mengontrol murid.
Ilusi bahwa kritik dan membuat orang merasa

bersalah dapat menguatkan karakter.

Ilusi bahwa semua penguatan positif efektif dan

bermanfaat

Ilusi bahwa orang dewasa memiliki hak untuk

memaksa.

10

media

Perubahan Paradigma-Stimulus Respon Teori Kontrol

Bisakah kita mengontrol seseorang?

Stimulus Respons

Teori Kontrol

Kita mencoba mengubah orang agar
berpandangan sama dengan kita.

Kita berusaha memahami pandangan orang
lain tentang dunia.

Perilaku buruk dilihat sebagai suatu kesalahan

Semua perilaku memiliki tujuan.

Orang lain bisa mengontrol saya.

Hanya Anda yang bisa mengontrol diri Anda.

Saya bisa mengontrol orang lain.

Anda tidak bisa mengontrol orang lain.

Pemaksaan ada pada saat bujukan gagal.

Kolaborasi dan konsensus menciptakan
pilihan-pilihan baru.

Model Berpikir Menang/Kalah

Model Berpikir Menang-menang.

11

media

• Berasal dari bahasa Latin, disciplina, yang artinya belajar.
• Makna asal dari kata ini berkonotasi dengan disiplin diri dari

murid-murid Socrates dan Plato.

• Disiplin diri membuat orang menggali potensinya menuju

sebuah tujuan, apa yang dia hargai.

• Namun dalam budaya kita, makna kata disiplin telah berubah

menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain
untuk mendapatkan kepatuhan. Kecenderungan umum
adalah menghubungkan kata disiplin dengan
ketidaknyamanan, bukan dengan apa yang kita hargai, atau
pencapaian suatu tujuan mulia.

Apakah makna ‘Disiplin’?

Hak Cipta @ 2005 Yayasan Pendidikan Luhur

DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT

12

media

Motivasi Internal
Tujuan Disiplin
Positif

3.

Untuk menghargai diri sendiri, menjadi insan sesuai
harapan kita.

“Saya akan menjadi orang yang seperti apa bila saya

melakukannya?”

Teori Motivasi Perilaku Manusia

Motivasi Eksternal

2. Untuk mendapatkan imbalan dari orang lain/institusi

“Apa yang akan saya dapatkan apabila saya
melakukannya?”

Motivasi Eksternal

1.

Untuk menghindari ketidaknyamanan/hukuman
Apa yang akan terjadi apabila saya tidak
melakukannya?”

13

media
media

“Merdeka”

menurut

Ki

Hajar

Dewantara


“...merdeka itu artinya; tidak
hanya terlepas dari perintah;
akan tetapi juga cakap buat
memerintah diri sendiri.”

(Ki

Hajar

Dewantara,

pemikiran,

Konsepsi,

Keteladanan, Sikap Merdeka, Cetakan Kelima, 2013,
Halaman 469)

14

media
media
media
media

Apakah saya sudah merdeka?

Kemerdekaan Sejati Vs. Kemerdekaan Kanak-kanak

15

media

Budaya Positif

Lingkungan Positif

Keyakinan Kelas

Peraturan Kelas

16

media

Keyakinan Kelas, Hukuman, dan Penghargaan

Mengapa tidak peraturan saja, mengapa harus Keyakinan
Kelas?

Mengapa kita memiliki peraturan harus menggunakan helm bila
mengendarai kendaraan roda dua?

Mengapa kita memiliki peraturan 3M, menggunakan masker, mencuci
tangan dan menjaga jarak 1.5 meter?

Mengapa kita memiliki peraturan harus datang tepat waktu pada saat
mengikuti pelatihan?

Untuk mendukung motivasi intrinsik, kembali ke nilai-nilai/keyakinan-keyakinan
lebih menggerakkan seseorang dibandingkan mengikuti serangkaian
peraturan-peraturan.

17

media
media
media

A

B

Yang mana yang merupakan keyakinan kelas, mengapa?

18

media

Kegiatan Pendalaman Keyakinan Kelas - Tabel T & Y

HORMAT

Kami meyakini bahwa sangat
penting untuk menghormati

semua orang dan barang milik

orang lain

BEKERJA

Kami meyakini bahwa sangat
penting untuk mengerjakan

segala pekerjaan atau

mengikuti kegiatan yang telah

ditugaskan.

DITERIMA DAN DIMILIKI

Kami meyakini bahwa sangat
penting untuk merasa diterima

pada suatu kelompok dan

saling peduli satu dengan yang

lain.

Hormat

Bekerja

Diterima dan dimiliki

Terdengar

Terlihat

Berperilaku

Terdengar

Terlihat

Berperilaku

HORMAT

BEKERJA

Tampak Seperti

Tidak Tampak Seperti

Tampak Seperti

Tidak Tampak Seperti

Tampak Seperti

Tidak Tampak Seperti

19

media

Peraturan

Keyakinan kelas/nilai kebajikan yang dituju

Selalu kembalikan buku ke tempatnya

Dilarang Mengganggu Orang Lain

Hadir di sekolah 15 menit sebelum
pembelajaran dimulai

Dilarang Melakukan Kekerasan

Dilarang Menggunakan Narkoba

Bergantian atau menunggu giliran

Gunakan masker

Jangan berlari di kelas atau koridor

20

media

Peraturan

Keyakinan kelas/nilai kebajikan yang dituju

Selalu kembalikan buku ke tempatnya
Tanggung jawab

Dilarang Mengganggu Orang Lain
Menghormati Orang Lain dan Diri Sendiri

Hadir di sekolah 15 menit sebelum

pembelajaran dimulai
Menghormati Orang Lain, Komitmen pada

Tujuan (Berkomitmen)

Dilarang Melakukan Kekerasan
Keselamatan, Menghormati Orang Lain.

Dilarang Menggunakan Narkoba
Kesehatan

Bergantian atau menunggu giliran
Menghormati orang lain, Kesabaran

Gunakan masker

Kesehatan, Keselamatan

Jangan berlari di kelas atau koridor
Keselamatan, Keamanan

21

media

DIHUKUM OLEH PENGHARGAAN

Pengaruh Jangka Pendek dan
Jangka Panjang

Penghargaan menghukum

Penghargaan mengurangi
ketepatan

Penghargaan tidak efektif

Penghargaan merusak hubungan

22

media

TINDAKAN GURU

HUKUMAN ATAU

KONSEKUENSI

Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat, “Saya tidak akan terlambat
lagi”, karena terlambat ke sekolah.

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di
sekolah.

Murid diminta untuk ‘push up’ 15 kali karena tidak menggunakan
masker ke sekolah

Menggantikan kertas tugas teman yang telah dicoret-coret.

Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada saat
belajar.

Meminta murid tidak mengenakan sepatu seharian di sekolah karena
tidak mengenakan sepatu hitam.

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat 10 menit
untuk pelajaran PJOK.

23

media

TINDAKAN GURU

HUKUMAN ATAU

KONSEKUENSI

Mencatat 100 kali di dalam buku kalimat, “Saya tidak akan terlambat
lagi”, karena terlambat ke sekolah.

Hukuman

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat hadir di
sekolah.

Hukuman

Murid diminta untuk ‘push up’ 15 kali karena tidak menggunakan
masker ke sekolah.

Hukuman

Menggantikan kertas tugas teman yang telah dicoret-coret.

Konsekuensi

Membersihkan tumpahan air di meja tulis karena tersenggol pada saat
belajar.

Konsekuensi

Murid disuruh untuk mengenakan sepatu seharian di sekolah, karena
tidak mengenakan sepatu hitam.

Hukuman

Lari mengelilingi lapangan basket 2 kali karena terlambat 10 menit
untuk pelajaran PJOK.

Konsekuensi

24

media

Perbedaan Hukuman dan Konsekuensi

Hukuman

Konsekuensi

Sesuatu yang menyakitkan harus terjadi

Sesuatu harus terjadi

Membuat anak sakit (fisik maupun hati) untuk jangka

waktu lama

Membuat anak merasa tidak nyaman dalam

jangka waktu pendek

Anak membenci kedisiplinan

Anak menghargai disiplin

Paksaan

Stimulus-tanggapan

Mendorong anak menyakiti diri sendiri

Mendorong anak agar mudah menyesuaikan diri

Konsep diri yang buruk

Konsep diri yang baik

Anak belajar untuk menyembunyikan kesalahan

Anak belajar untuk mematuhi peraturan

Marah, rasa bersalah, dipermalukan, merasa tak

dihargai

Kehilangan hak, dibuat tidak nyaman, diasingkan

untuk sementara (time out)

Disadur dari Restitution, Diane Gossen, The Five Positionsof Control, Yayasan Pendidikan Luhur, 2005

25

media
media

Kebutuhan Dasar Manusia

PENGUASAAN

KEBEBASAN

KESENANGAN

CINTA KASIH/DITERIMA

26

media
media

“Ibu guru bilang, aku tidak boleh bersenandung sewaktu
mengerjakan tugas, katanya kelas harus tenang, tidak ada suara.
Padahal kan aku suka dan senang menyanyi.”
Kebutuhan: ___________________________________________________

“Ibu guru tidak menyapaku hari ini, padahal aku pakai jepit
rambut baru”.
Kebutuhan: ___________________________________________________

“Aku bosen, masa belajarnya cuma gitu-gitu aja..dengerin Ibu
Guru aja.”
Kebutuhan: ___________________________________________________

“Aku sebel, gambarku tidak rapi, malah Ibu guru nunjukin ke
teman-temanku di depan kelas”.
Kebutuhan:
___________________________________________________

27

media

5 POSISI KONTROL

MOTIVASI:

IDENTITAS GAGAL
(Kontrol dari Luar)

IDENTITAS BERHASIL/SUKSES

(Kontrol dari Luar)

IDENTITAS BERHASIL/SUKSES

(Kontrol Diri)

Menghindari Hukuman

Mengharapkan Imbalan atau

Ketergantungan pada Orang Lain

Menghargai Diri Sendiri

PENGHUKUM

PEMBUAT MERASA

BERSALAH

TEMAN

PEMANTAU

MANAJER

Guru Berbuat:

Menghardik

Menunjuk-nunjuk

Menyakiti
Menyindir

Berceramah dan

mengatakan,
“Seharusnya…”
“Ibu kecewa…”

Membuatkan alasan-alasan

untuk muridnya.

Menghitung dan mengukur

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan

Guru Berkata:

“Kalau kamu tidak

melakukannya, awas ya!

Rasakan!”

“Kamu seharusnya

kamu sudah tahu. Ibu

lelah sekali

mengatakannya. Ibu

stress…”

“Ayolah, lakukan demi

Ibu…”

“Masa kamu tidak mau,
ingat tidak Ibu pernah

bantu…”

“Apa peraturannya?”

“Apa yang kita yakini?

Apa yang bisa kau kerjakan untuk

memperbaiki masalah ini?”

Hasil:

Memberontak

Menyalahkan orang lain

Berbohong

Menyembunyikan

Menyangkal
Berbohong

Ketergantungan

Menyesuaikan diri, bila

diawasi

Menguatkan pribadi

Kaitan dengan

Dunia

Berkualitas

Murid meletakkan guru di

luar Dunia Berkualitas

Murid meletakkan

guru di dalam Dunia

Berkualitas

Murid meletakkan guru di

sebagai orang yang

sangat penting di Dunia

Berkualitas

Murid meletakkan guru
peraturan dan hukum di

dunia Berkualitas

Murid meletakkan dirinya sebagai
individu yang positif dalam Dunia
Berkualitas

Murid Berkata:

“Ah, biarkan saja. Nanti
juga marah-marah lagi.”

“Maafkan saya.”

“Saya pikir Bapak/Ibu teman

saya. Ternyata begitu.”

“Berapa banyak bintang

yang saya harus peroleh?”

“Berapa halaman yang

harus saya tulis?”

“Bagaimana caranya saya bisa

memperbaiki keadaan?”

Dampak pada

Murid:

Mengulangi kesalahan

Merasa rendah diri

Lemah, tidak mandiri,

tergantung

Menitikberatkan pada

sanksi atau hadiah untuk

dirinya.

Mengevaluasi diri, bagaimana cara

memperbaiki diri?

28

media

Diskusi- 5 Posisi Kontrol

Dimana posisi Anda sebelum belajar modul disiplin

positif?

Bagaimana perasaan Anda saat itu?
Dimana posisi Anda saat ini?
Bagaimana perasaan Anda saat ini?

29

media

Bergerak antara

Peraturan

Pemantau

Konsekuensi/Hadiah

Nilai-nilai

Manajer

Memperbaikinya

Peraturannya apa? Kamu tahu sanksinya?/Jika kamu melakukan
hal tersebut kamu akan mendapatkan _____________
Kamu perlu melakukan _______________
Kamu akan mendapatkan poin ______________

(Diberi sanksi/konsekuensi atau hadiah ___________)

Apa yang kamu yakini? Bagaimana memperbaiki masalah ini?
_______________

(Memperbaikinya. Kiat berdua mendapatkan apa yang kita
butuhkan )

30

media

Nada Suara

Apa yang tersampaikan dari sebuah pesan?

Kata-kata

10%

Nada Suara

35%

Non verbal/bahasa tubuh

55%

Hak Cipta @ 2007 Yayasan Pendidikan Luhur

DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT

31

media

Kegiatan Nada Suara

Tugas Anda:

Bersama-sama pada hitungan ketiga mempraktikkan nada
suara kelima posisi kontrol dengan pasangan Anda, yaitu:

Penghukum
Pembuat Orang Lain Merasa Bersalah
Teman
Pemantau/Manajer

Hak Cipta @ 2007 Yayasan Pendidikan Luhur

DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT

32

media

Apa yang kamu mau?

Hak Cipta @ 2007 Yayasan Pendidikan Luhur

DIIZINKAN UNTUK DIPERBANYAK OLEH PELATIH BERSERTIFIKAT

33

media

Apa yang sedang
kamu kerjakan?

34

media

Kapan saya bisa
harapkan ini selesai?

35

media

Di mana Anda sewaktu
kami mengadakan
lokakarya pada hari
Selasa lalu?

36

media

Apa itu ‘Restitusi’?

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid
untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga
mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan
karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)

37

media

9 Ciri-ciri Restitusi

1. Bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari

kesalahan.

2. Memperbaiki hubungan.
3. Tawaran, bukan paksaan.
4. Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri.
5. Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari tindakan.
6. Restitusi diri adalah cara yang paling baik untuk memperbaiki diri.
7. Restitusi fokus pada karakter bukan tindakan.
8. Restitusi fokus pada solusi.
9. Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada

kelompoknya.

38

media
media

Segitiga Restitusi

39

media

Menstabilkan Identitas

Guru Berkata:
Berbuat salah itu hal yang manusiawi
Tidak ada manusia yang sempurna
Bapak/Ibu juga buat salah
Kita pasti bisa menyelesaikan permasalahan ini
Bapak/Ibu tidak tertarik untuk mencari tahu siapa yang benar, siapa yang
salah, Bapak/Ibu lebihtertarik untuk menyelesaikan masalah.
Kalau kamu menyalahkan dirimu sendiri terus menerus, apakah kamu
bersikap baik pada dirimu sendiri?

Untuk membuat murid yang merasa
gagal karena berbuat salah menjadi
positif terhadap dirinya.

40

media

Validasi Tindakan

Yang Salah

Guru Berkata:
• Kamu bisa saja kan melakukan hal yang lebih buruk, tapi kamu tidak melakukannya kan?
• Kamu pasti punya alasan mengapa melakukannya
• Apa yang penting bagi kamu?
• Kamu boleh tetap berusaha menjaga sikap itu, tapi tambahkan sikap yang lain, yang baru,
• Maukah kamu belajar cara lain untuk mendapat yang kamu butuhkan tanpa harus

memukul?

• Apakah kamu bisa melakukan dengan lebih baik besok lagi?

Membantu murid mengenali basic need/kebutuhan
yang ingin dipenuhinya ketika melakukan kesalahan
itu.

Pada dasarnya setiap tindakan manusia tujuannya
adalah memenuhi basic needs (kebutuhan dasar),
apakah itu power (penguasaan), freedom
(kebebasan), love and belonging (diterima), fun
(kesenangan) atau survival (bertahan hidup)

41

media

Menanyakan Keyakinan

Guru Berkata

Apa nilai yang kita percaya di kelas/sekolah kita?
Nilai-nilai kebajikan/Keyakinan apa yang telah kita sepakati?
Kelas yang ideal itu seperti apa sih?
Kamu ingin jadi anak seperti apa?

Apa yang kamu rasakan? Ketika kamu melakukan itu, kamu menjadiorang yang
seperti apa?

Murid melihat kesalahannya
dihubungkan dengan nilai-nilai
kebajikan yang diyakininya,
mendasari manusia berinteraksi
dengan orang lain.

42

media

Intervensi 30 detik

Intervensi ini bisa membantu murid kembali ke tujuan semula, dengan cukup singkat dan dengan cara non-konfrontatif.

Apakah kamu ingin berbuat lebih baik?

Apakah saat ini kamu sedang menjadi orang yang sedang kamu inginkan?

Apakah kamu bisa mengubah kegiatan/perilaku kamu saat ini menjadi sikap yang lebih
membantu?

Apakah wajar membuat kesalahan? Bisakah kita memperbaikinya?

Apa yang kamu lakukan saat ini sesuai (ok)?

Kapan kamu siap untuk mulai?

Kesepakatannya apa?

Sepertinya kamu punya masalah, saya bisa bantu apa?

Saat ini kamu seharusnya berbuat apa?

Apa yang bisa saya bantu agar kamu bisa melakukannya?

Apakah saya bisa bantu kamu agar dapat segera mulai?

Apakah tugas kamu saat ini?

Bagaimana kamu ingin diperlakukan pada kegiatan ini? Bisakah kamu melakukannya?

Apa yang kamu inginkan, apa keyakinan kita?

43

media
media
media

Modul 1.4 Budaya Positif

Angkatan 4

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 43

SLIDE