

bismillah
Presentation
•
Mathematics
•
9th - 12th Grade
•
Hard
Nisa Ulfalah
Used 1+ times
FREE Resource
64 Slides • 0 Questions
1
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
1
Kegiatan Belajar 1
Mengenal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
Mari kita mulai pembelajaran ini dengan mengamati permasalahan berikut.
Uraian Materi
Pada Masalah 1.1, kita diminta untuk menentukan harga satuan dari
nasi kuning, pundut nasi, dan lapat. Tahukah kamu bagaimana
menyelesaikan masalah tersebut?
Warung Acil Idah menjual berbagai kue dan makanan khas
Banjar. Ia biasanya berjualan dari pagi sampai siang hari. Saat pagi,
makanan yang banyak dicari orang untuk sarapan adalah nasi kuning,
pundut nasi, dan lapat, seperti pada Gambar 1.1, 1.2, dan 1.3 berikut.
Seorang pembeli membeli 1 bungkus nasi kuning, 2 buah pundut nasi,
dan 2 buah lapat dan membayar Rp30.000. Pembeli berikutnya
membeli 2 bungkus nasi kuning, 1 buah pundut nasi, dan 3 buah lapat
dan membayar Rp37.000. Pembeli yang lain membeli 1 bungkus nasi
kuning, 3 buah pundut nasi, dan 4 buah lapat dan membayar Rp46.000.
Tentukan harga satuan masing-masing makanan tersebut.
2
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
2
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita perlu membuat model
matematikanya. Lalu bagaimana cara membuat model matematika dari
suatu permasalahan?
Baik, pertama-tama mari kita analisis Masalah 1.1 di atas. Kita
identifikasi informasi apa saja yang diketahui, informasi apa yang
tidak diketahui, dan apa yang ditanyakan.
Diketahui:
▪Harga 1 bungkus nasi kuning, 2 buah pundut nasi, dan 2 buah lapat
adalah Rp30.000.
▪Harga 2 bungkus nasi kuning, 1 buah pundut nasi, dan 3 buah lapat
adalah Rp37.000.
▪Harga 1 bungkus nasi kuning, 3 buah pundut nasi, dan 4 buah lapat
adalah Rp46.000.
Tidak diketahui dan ditanyakan:
▪Harga 1 bungkus nasi kuning
▪Harga 1 buah pundut nasi
▪Harga 1 buah lapat
Pada permasalahan tersebut, terdapat 3 nilai yang tidak diketahui,
yaitu harga satuan nasi kuning, pundut nasi, serta lapat. Jika kamu ingat
kembali materi bentuk aljabar, nilai yang tidak diketahui tersebut dapat kita
simbolkan dengan satu huruf tertentu, seperti 𝑎, 𝑏, 𝑥, atau 𝑦, yang disebut
variabel. Nah, karena ada 3 nilai yang tidak diketahui, maka kita perlu 3
huruf untuk mewakili ketiga nilai yang tidak diketahui tersebut. Misalkan
kita pilih:
𝑥 untuk mewakili harga 1 bungkus nasi kuning,
𝑦 untuk mewakili harga 1 buah pundut nasi,
𝑧 untuk mewakili harga 1 buah lapat.
Oke, sekarang informasi yang diberikan pada soal dapat kita konversi
ke dalam bentuk aljabar. Diketahui:
3
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
3
harga 1 nasi kuning + harga 2 pundut nasi + harga 2 lapat = Rp30.000
harga 2 nasi kuning + harga 1 pundut nasi + harga 3 lapat = Rp37.000
harga 1 nasi kuning + harga 3 pundut nasi + harga 4 lapat = Rp46.000
Jika kita konversi pernyataan di atas ke dalam bentuk aljabar dan ruas
kanan kita ubah ke ribuan, maka didapatkan:
𝑥 + 2𝑦 + 2𝑧 = 30
2𝑥 + 𝑦 + 3𝑧 = 37
𝑥 + 3𝑦 + 4𝑧 = 46
Perhatikan bahwa bentuk aljabar di atas menggunakan tanda sama
dengan, artinya bentuk tersebut merupakan persamaan. Perhatikan juga
pangkat dari variabelnya tidak ada yang lebih dari satu dan tidak ada
perkalian variabel, artinya persamaan tersebut adalah persamaan linear.
Kemudian, karena ada tiga variabel dan ada lebih dari satu persamaan yang
saling berkaitan, maka disebut sistem persamaan linear tiga variabel.
Jadi Masalah 1.1 dapat kita modelkan ke dalam sistem persamaan
linear tiga variabel (SPLTV) seperti berikut.
{
𝑥 + 2𝑦 + 2𝑧 = 30
2𝑥 + 𝑦 + 3𝑧 = 37
𝑥 + 3𝑦 + 4𝑧 = 46
Penulisan kurung kurawal buka untuk menunjukkan bahwa bentuknya
adalah suatu sistem persamaan, bukan tiga persamaan yang saling terpisah.
Dari uraian di atas, kamu pasti sudah dapat mengetahui ciri-ciri dari
sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV). Secara singkat, sistem
persamaan linear tiga variabel adalah suatu sistem persamaan
linear dengan tiga variabel.
Bentuk umumSPLTV yaitu:
{
𝑎1𝑥 + 𝑏1𝑦 + 𝑐1𝑧 = 𝑑1
𝑎2𝑥 + 𝑏2𝑦 + 𝑐2𝑧 = 𝑑2
𝑎3𝑥 + 𝑏3𝑦 + 𝑐3𝑧 = 𝑑3
4
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
4
dengan 𝑎1, 𝑎2, 𝑎3, 𝑏1, 𝑏2, 𝑏3, 𝑐1, 𝑐2, 𝑐3, 𝑑1, 𝑑2, 𝑑3, 𝑥, 𝑦, dan𝑧 ∈ ℝ (himpunan
bilangan real); 𝑎1, 𝑏1, dan 𝑐1 tidak sekaligus ketiganya 0; 𝑎2, 𝑏2, dan 𝑐2 tidak
sekaligus ketiganya 0; 𝑎3, 𝑏3, dan 𝑐3 tidak sekaligus ketiganya 0; dan 𝑥, 𝑦, 𝑧
suatu variabel.
Untuk lebih memahami definisi SPLTV, perhatikan contoh berikut.
Dari dua contoh di atas, diharapkan kamu sudah mampu
membedakan antara SPLTV dan yang bukan. Mari kita kembali lagi ke
permasalahan yang kita hadapi di awal. Kita sudah mendapatkan model
matematika dari permasalahan tersebut, yaitu sebuah sistem persamaan
linear tiga variabel. Tentu tujuan utama kita adalah menemukan pemecahan
Diketahui tiga persamaan 2𝑥 + 5𝑦 − 3𝑧 = 8; 𝑥 − 3𝑦 = −4; 𝑧 = 2.
Ketiga persamaan linear tersebut membentuk SPLTV, karena dapat
kita tuliskan dalam bentuk
{
2𝑥 + 5𝑦 − 3𝑧 = 8
𝑥 − 3𝑦 + 0𝑧 = −4
0𝑥 + 0𝑦 + 𝑧 = 2
Misal diberikan tiga persamaan 2𝑥 + 3𝑦 + 𝑧 = 0; 𝑥2+ 𝑦3= 4; 2𝑥𝑦 + 𝑧 =
3. Ketiga persamaan tersebut tidak dapat membentuk SPLTV, karena
persamaan
kedua
dan
ketiga
bukanlah
persamaan
linear.
Perhatikan pada persamaan kedua, pangkat𝑥 dan 𝑦lebih dari 𝟏.
Adapun pada persamaan ketiga, dalam satu suku ada perkalian dua
variabel𝑥𝑦, sehingga bukan termasuk persamaan linear.
5
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
5
dari permasalahan tersebut. Namun pada bab ini, kita hanya membahas
mengenai
pengertian
SPLTV serta
bagaimana
memodelkan
suatu
permasalahan ke dalam bentuk SPLTV. Cara menyelesaikan SPLTV akan
kita bahas pada bab berikutnya.
Di atas sudah dipaparkan mengenai cara mendapatkan model
matematika dari suatu permasalahan. Agar kamu lebih memahami cara
membuat model matematika dari suatu masalah, perhatikan contoh berikut.
Acil Nisa merupakan seorang produsen kue tradisional khas
Kalimantan Selatan. Salah satu kue yang sering ia buat adalah kue
bingka. Bingka adalah kue atau wadai khas suku Banjar, Kalimantan
Selatan, yang memiliki cita rasa manis dan legit serta bertekstur
lembut. Bingka biasanya dimasak dengan cara dipanggang pada
cetakan berbentuk bunga, seperti terlihat pada Gambar 1.4 berikut,
Suatu hari Acil Nisa mendapat pesanan 50 buah bingka. Bingka yang
dipesan terdiri dari 3 jenis, yaitu bingka kentang, bingka tapai (tape),
dan bingka waluh (labu).
6
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
6
Banyak bingka kentang yang dipesan 2 buah lebih banyak daripada
banyak bingka tapai, tetapi 4 buah lebih sedikit daripada 2 kali banyak
bingka waluh. Buatlah model matematika dari permasalahan tersebut
untuk menentukan banyaknya pesanan dari masing-masing jenis
bingka tersebut.
Penyelesaian:
Untuk membuat model matematika dari masalah di atas,
langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah memisalkan nilai
yang tidak diketahui dengan variabel. Pada masalah di atas, nilai
yang tidak diketahui yaitu banyak bingka kentang, bingka tapai, dan
bingka waluh yang dipesan. Sehingga dapat kita misalkan seperti
berikut:
𝑥 untuk banyak bingka kentang,
𝑦 untuk banyak bingka tapai,
𝑧 untuk banyak bingka waluh.
Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi informasi yang
diberikan
pada
masalah,
dan
menuliskannya
dengan
notasi
matematika.
Diketahui:
Banyak bingka kentang + banyak bingka tapai + banyak bingka
waluh = 50
Banyak bingka kentang = banyak bingka tapai + 2
Banyak bingka kentang =2 × banyak bingka waluh– 4
Setelah itu, kita ubah bentuknya ke dalam bentuk aljabar
menggunakan variabel yang sudah kita tentukan.
7
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
7
Rangkuman
Maka kita dapatkan tiga buah persamaan:
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 50
𝑥 = 𝑦 + 2
𝑥 = 2𝑧 − 4
Lebih lanjut, model matematika dari masalah di atas dapat kita
tuliskan sebagai berikut.
{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 50
𝑥 − 𝑦 = 2
𝑥 − 2𝑧 = −4
❖ Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) adalah suatu
sistem persamaan linear dengan tiga variabel. SPLTV memiliki
bentuk umum:
{
𝑎1𝑥 + 𝑏1𝑦 + 𝑐1𝑧 = 𝑑1
𝑎2𝑥 + 𝑏2𝑦 + 𝑐2𝑧 = 𝑑2
𝑎3𝑥 + 𝑏3𝑦 + 𝑐3𝑧 = 𝑑3
dengan 𝑎1, 𝑎2, 𝑎3, 𝑏1, 𝑏2, 𝑏3, 𝑐1, 𝑐2, 𝑐3, 𝑑1, 𝑑2, 𝑑3, 𝑥, 𝑦, dan𝑧 ∈ ℝ
(himpunan bilangan real); 𝑎1, 𝑏1, dan 𝑐1 tidak sekaligus ketiganya
0; 𝑎2, 𝑏2, dan 𝑐2 tidak sekaligus ketiganya 0; 𝑎3, 𝑏3, dan 𝑐3 tidak
sekaligus ketiganya 0; dan 𝑥, 𝑦, 𝑧 suatu variabel.
❖ Sistem persamaan artinya terdapat lebih dari satu persamaan
(SPLTV biasanya terdiri atas tiga persamaan). Linear artinya
variabelnya
berpangkat
1. Tiga
variabel
artinya
dalam
keseluruhan sistem terdapat tiga variabel.
8
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
8
Latihan 1
Jawablah semua soal berikut dengan menyertakan langkah-langkah
penyelesaiannya!
1.Tentukanlah apakah persamaan-persamaan yang diberikan berikut
dapat membentuk suatu sistem persamaan linear tiga variabel. Berikan
alasanmu.
(a)2𝑥 + 𝑦 = 5; 3𝑥 − 𝑧 = −4; 𝑦 + 2𝑧 = 3
(b)𝑥2+ 𝑥 = 1; 𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 7; 𝑥 − 𝑧 = 1
(c)2𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10; 𝑥 − 𝑦 + 2𝑧 = 6
(d)
2
𝑥−1+ 𝑦 = 𝑧; 2𝑥𝑦 + 𝑧 = 1; 2𝑥 + 4√𝑥 = 𝑦𝑧
2.Pisang merupakan salah satu buah yang sering dijadikan berbagai olahan
kue di Indonesia, termasuk di daerah Kalimantan Selatan. Salah satu
jenis pisang yang sering digunakan masyarakat suku Banjar di
❖ Banyak permasalahan kontekstual yang dapat dimodelkan ke
dalam bentuk SPLTV. Untuk memodelkan masalah yang
berkaitan dengan SPLTV, langkah-langkah yang dapat dilakukan
yaitu:
(1) mengidentifikasi nilai-nilai yang tidak diketahui,
(2) memisalkan nilai-nilai yang tidak diketahui ke dalam variabel,
(3) Mengidentifikasi pernyataan dalam soal yang berupa sebuah
persamaan.
(4) Mengonversi persamaan dalam soal yang dinyatakan dalam
kalimat sehari-hari menjadi sebuah kalimat matematika,
yakni persamaan linear.
(5) Menyusun persamaan-persamaan linear menjadi sistem
persamaan linear tiga variabel.
9
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
9
Kalimantan Selatan untuk membuat berbagai jenis kue adalah pisang
talas, yang ditunjukkan pada Gambar 1.5. Pisang talas dapat diolah
menjadi berbagai kue khas Banjar, seperti amparan tatak, pais pisang,
dan lempeng pisang, seperti pada Gambar 1.6, 1.7, dan 1.8 berikut.
Untuk membuat 1 loyang amparan tatak, 10 pais pisang, dan 5 lempeng
pisang diperlukan 17 buah pisang talas. Adapun untuk membuat 1 loyang
amparan tatak, 15 pais pisang, dan 8 buah lempeng pisang diperlukan 22
buah pisang talas. Sementara untuk membuat 2 loyang amparan tatak,
25 pais pisang, dan 10 lempeng pisang diperlukan 36 buah pisang talas.
Tentukan model matematika dari permasalahan tersebut untuk
menentukan banyak pisang masing-masing yang diperlukan untuk
membuat 1 loyang amparan tatak, 1 pais pisang, dan 1 lempeng pisang.
3.Pak Herman sehari-hari bekerja sebagai pembuat kalalapon (klepon).
Kalalapon merupakan penganan khas Martapura yang berbahan dasar
ketan yang diberi isian gula merah dan ditaburi parutan kelapa.
10
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
10
Kalalapon biasanya berbentuk bulat-bulat kecil berwarna hijau, seperti
terlihat pada Gambar 1.9 berikut.
Pak Herman memasarkan kalalapon buatannya dalam kemasan kotak
dengan tiga ukuran berbeda. Hari ini ia membuat 500 buah kalalapon,
yang dikemas menjadi 15 kotak ukuran kecil, 10 kotak ukuran sedang,
dan 8 kotak ukuran besar. Banyak kalalapon dalam 1 kotak ukuran kecil,
1 kotak ukuran sedang, dan 1 kotak ukuran besar berjumlah 50 buah.
Sementara jumlah kalalapon dalam 4 kotak ukuran kecil sama dengan
jumlah kalalapon dalam 1 kotak ukuran sedang dan 1 kotak ukuran
besar. Tentukan model matematika dari permasalahan tersebut untuk
menentukan banyaknya kalalapon dalam masing-masing kemasan.
11
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
11
Tes Formatif 1
Berilah tanda silang pada pilihan jawaban yang menurutmu paling
tepat!
1.Di antara pilihan berikut, yang merupakan sistem persamaan linear tiga
variabel adalah ....
A.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 3
𝑥 + 𝑧 + 𝑤 = −2
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 0
B.{
𝑎 − 𝑏 + 𝑐 = 10
2𝑎 − 𝑏 = 6
𝑏2+ 4𝑐 = −2
C.{
𝑥 − 𝑥𝑦 − 𝑧 = 1
−𝑥 + 4𝑦 + 2𝑧 = 5
3𝑥 − 𝑦 + 𝑧 = −2
D.{
𝑝 + 𝑞 − 𝑟 = 8
𝑝 − 𝑟 + 𝑟 = −4
2𝑝 + 3𝑟 = 0
E.{
2𝑝 + 𝑟 = 12
𝑝 − 𝑟 = 5
3𝑝 − 2𝑟 = 2
2.Sistem persamaan berikut yang merupakan sistem persamaan linear tiga
variabel adalah ....
A.{
2√𝑥 + 𝑦 = 𝑧
2
𝑥−1+
𝑥
𝑦+ 𝑧 = 2
𝑥 + 𝑦 = 3
B.൜10𝑥 − 𝑦 = 6
3𝑥 + 4𝑦 = 8
C.{
2𝑥 − 3𝑦 + 𝑧 = 9
−4𝑥 + 2𝑧 = 11
𝑥 = 2𝑦 − 𝑧
D.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = −5
𝑥𝑦 + 2𝑦 − 𝑧 = 1
𝑥2𝑦 = 𝑧
E.{
𝑥 + 𝑦 = 2
𝑦 + 𝑧 = −3
𝑧 − 𝑤 = 1
12
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
12
3.Di antara pilihan berikut, yang bukan merupakan sistem persamaan
linear tiga variabel adalah ....
A.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 4
𝑥 − 𝑦 + 2𝑧 = 7
2𝑥 = 5
B.൜
𝑥 − 𝑦 − 𝑧 = 0
𝑥 + 2𝑦 + 3𝑧 = 10
C.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = −6
−𝑥 + 2𝑧 = 3
√3𝑦 = −5
D.{
𝑥 + 𝑦 = 2𝑧
𝑥 + 2𝑥2= 𝑦𝑧
2
𝑥− 𝑦 = 𝑧 + 1
E.{
1
2𝑥 − 𝑦 + 2𝑧 = 5
𝑥 − 𝑦 = 2
𝑥 + 3𝑧 = 7
4.Bu Ani menjual berbagai macam wadai khas Banjar di warungnya, di
antaranya yaitu wadai untuk, wadai cincin, dan wadai cucur, seperti pada
Gambar 1.10, 1.11, dan 1.12 berikut.
Sari membeli 2 wadai untuk, 2 wadai cincin, 1 wadai cucur seharga
Rp10.000 di warung Bu Ani. Di warung yang sama, Desi membeli 1 wadai
untuk, 3 wadai cincin, dan 2 wadai cucur seharga Rp13.000. Di situ juga
ada Doni yang membeli 2 wadai untuk, 1 wadai cincin, dan 1 wadai cucur
seharga Rp7.500. Model matematika yang sesuai dengan deskripsi di atas
adalah ....
A.{
𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 10000
𝑥 + 2𝑦 + 3𝑧 = 13000
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 7500
13
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
13
B.{
2𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 13000
𝑥 + 3𝑦 + 2𝑧 = 10000
2𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 7500
C.{
𝑥 + 2𝑦 + 2𝑧 = 13000
2𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 10000
2𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 7500
D.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 7500
3𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 10000
2𝑥 + 3𝑦 + 2𝑧 = 13000
E.{
𝑥 + 3𝑦 + 2𝑧 = 13000
2𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 10000
2𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 7500
5.Pak Harun adalah seorang pedagang buah-buahan lokal. Jenis buah yang
ia jual biasanya berbeda-beda tergantung ketersediaannya. Hari ini ia
menjual tiga jenis buah, yaitu buah kapul, mundar, dan maritam, seperti
terlihat pada Gambar 1.13, 1.14, dan 1.15 berikut.
Total berat buah yang ia jual adalah 18 kg dan jika terjual semua maka
ia akan mendapat pemasukan sebesar Rp450.000. Diketahui harga 1 kg
kapul adalah Rp20.000, harga 1 kg mundar adalah Rp25.000, sementara
harga 1 kg maritam adalah Rp35.000. Total berat kapul yang dijual sama
dengan 2 kali berat maritam. Model matematika yang sesuai berdasarkan
cerita tersebut adalah ....
A.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 18
4𝑥 + 5𝑦 + 7𝑧 = 180
𝑥 = 2𝑧
B.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 18
4𝑥 + 5𝑦 + 7𝑧 = 90
2𝑥 = 𝑧
14
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
14
C.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 18
4𝑥 + 5𝑦 + 7𝑧 = 90
𝑥 = 2𝑧
D.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 18
4𝑥 + 5𝑦 + 7𝑧 = 180
2𝑥 = 𝑧
E.{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 18
4𝑥 + 5𝑦 + 7𝑧 = 150
𝑥 = 2𝑧
Cocokkan jawaban kamu dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang
terdapat pada bagian akhir modul ini. Hitunglah tingkat penguasaan
kamu berdasarkan rumus berikut.
Tingkat Penguasaan =banyak jawaban benar
5
× 100%
Jika tingkat penguasaan kamu mencapai 80% atau lebih, kamu dapat
melanjutkan ke Kegiatan Belajar 2. Namun jika tingkat penguasaan
kamu di bawah 80%, kamu harus mempelajari kembali materi
Kegiatan Belajar 1.
15
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
15
Kegiatan Belajar 2
Cara Menyelesaikan Persamaan Linear Tiga Variabel
Pada bab sebelumnya kamu sudah mempelajari apa itu SPLTV dan
bagaimana menentukan model matematika dari masalah yang berkaitan
dengan SPLTV. Pada bab ini kita akan belajar bagaimana cara
menyelesaikan SPLTV. Mari kita mulai dengan mencermati masalah
berikut.
Soto Banjar adalah salah satu makanan khas Kalimantan
Selatan yang sangat terkenal. Soto Banjar merupakan soto ayam yang
bumbunya diperkaya dengan rempah-rempah seperti biji pala,
cengkih, dan kayu manis. Soto Banjar biasanya disajikan bersama
potongan ketupat, irisan telur rebus, suwiran ayam, irisan wortel,
potongan perkedel, bihun, irisan daun seledri, bawang goreng, serta
irisan jeruk nipis/jeruk purut, seperti terlihat pada Gambar 2.1
berikut.
Di warung soto Bang Ardi, satu porsi soto Banjar dihargai Rp15.000.
Pelanggan dapat pula memesan lauk tambahan seperti sate ayam,
tambahan telur rebus, atau tambahan perkedel.
16
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
16
Uraian Materi
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka langkah pertama kita
adalah membuat model matematikanya. Didapat model matematika dari
masalah tersebut yaitu:
{
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧 = 8000
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000
di mana 𝑥 adalah harga 1 tusuk sate, 𝑦 adalah harga 1 butir telur rebus, dan
𝑧 adalah harga 1 buah perkedel.
Perhatikan bahwa pada Masalah 2.1 kita diminta untuk menentukan
harga masing-masing 1 tusuk sate, 1 butir telur rebus, dan 1 buah perkedel.
Artinya kita diminta menentukan nilai 𝑥, 𝑦, dan 𝑧 yang memenuhi sistem
persamaan yang kita dapat dari soal, yakni SPLTV.
Penyelesaian dari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
berupa triplet bilangan berurutan, dapat ditulis (𝒙, 𝒚, 𝒛), dengan 𝑥, 𝑦, dan
𝑧 secara berurutan adalah nilai untuk variabel pertama, kedua, dan ketiga
sehingga setiap persamaan pada SPLTV bernilai benar. Suatu sistem
persamaan linear tiga variabel, memiliki tiga kemungkinan penyelesaian: (1)
satu penyelesaian, (2) banyak penyelesaian, atau (3) tidak ada penyelesaian.
Harga soto ditambah 5 tusuk sate, 1 butir telur rebus, dan 2 buah
perkedel adalah Rp27.500. Harga soto ditambah 3 tusuk sate, ½ butir
telur rebus, dan 2 buah perkedel adalah Rp23.000. Adapun harga soto
ditambah 4 tusuk sate, 1 butir telur rebus, dan 1 buah perkedel adalah
Rp25.000. Tentukan harga masing-masing 1 tusuk sate, 1 butir telur
rebus, dan 1 buah perkedel.
17
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
17
Setelah memahami bagaimana bentuk penyelesaian dari SPLTV,
selanjutnya kita akan belajar metode-metode yang dapat digunakan untuk
menentukan penyelesaian tersebut.
Untuk menentukan penyelesaian SPLTV, ada tiga metode yang
dapat digunakan: (1) metode eliminasi, (2) metode substitusi, dan (3)
metode gabungan eliminasi-substitusi. Pada praktiknya, metode
gabungan lebih sering digunakan karena lebih cepat dan efisien. Namun
untuk paham metode gabungan, tentu kamu harus paham dulu masing-
masing metode eliminasi dan substitusi dalam menyelesaikan SPLTV.
Berikut akan dijabarkan bagaimana langkah-langkah metode
eliminasi dan substitusi serta gabungan untuk menyelesaikan SPLTV.
Metode Eliminasi
Metode eliminasi pada SPLTV dasarnya sama saja dengan metode
eliminasi pada SPLDV. Bedanya hanya pada SPLTV, umumnya diperlukan
dua tahap eliminasi untuk mendapatkan satu nilai variabel, karena kita
harus mengeliminasi 2 variabel.
Prinsip utama pada metode eliminasi adalah mengeliminasi atau
menghilangkan variabel dari sistem persamaan, sehingga akhirnya
didapat nilai satu variabel yang tersisa.
Untuk lebih jelasnya, kita kembali pada masalah 2.1. Kita sudah
mendapatkan model matematika dari permasalahan tersebut, yaitu:
{
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧 = 8000
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000
Jika kalian masih ingat, pada SPLDV kita dapat langsung melakukan
eliminasi karena (pada umumnya) hanya ada dua persamaan. Namun pada
SPLTV umumnya terdapat 3 persamaan. Oleh karena itu kita pilih dua
18
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
18
pasang persamaan berbeda dari sistem. Kita bisa memilih sembarang
pasangan, misalnya persamaan pertama dan kedua, kemudian persamaan
kedua dan ketiga, dan sebagainya. Tujuannya adalah membentuk sebuah
SPLDV dari SPLTV.
Mari kita lakukan eliminasi pada SPLTV di atas. Agar lebih mudah
dalam penyebutan, kita beri nomor masing-masing persamaan seperti
berikut.
{
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500
(1)
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧 = 8000
(2)
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000
(3)
Langkah 1: Pilih variabel yang akan dieliminasi dan pasangan persamaan
yang akan dilakukan proses eliminasi.
▪Pertama, kita tentukan variabel yang ingin dieliminasi. Misalkan kita
eliminasi variabel 𝑧, sehingga nanti akan kita dapat SPLDV dengan
variabel 𝑥 dan 𝑦.
▪Setelah itu, kita tentukan pasangan persamaan yang akan dilakukan
proses eliminasi. Kita dapat memilih secara acak, namun akan lebih
efisien jika kita memperhatikan koefisien dari variabel yang akan
dieliminasi. Pilih pasangan persamaan dengan koefisien 𝑧 yang sama.
Jika tidak ada koefisien yang sama, maka pilih sembarang saja.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, dipilih pasangan persamaan (1) dan
(2) serta persamaan (1) dan (3).
Catatan:Pada langkah 1 ini kamu tidak harus memilih variabel dahulu
baru memilih pasangan persamaan yang akan dilakukan proses
eliminasi. Kamu dapat langsung memilih pasangan persamaan
yang akan dieliminasi salah satu variabelnya, asalkan variabel
yang dieliminasi pada kedua pasangan persamaan itu sama.
19
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
19
Langkah 2: Lakukan eliminasi salah satu variabel pada salah satu
pasangan persamaan yang telah dipilih.
▪Kita eliminasi variabel 𝑧 dari persamaan (1) dan (2). Perhatikan koefisien
dari variabel 𝑧 pada persamaan (1) dan (2), karena sudah sama maka
dapat langsung kita eliminasi. Jika koefisiennya tidak sama, maka salah
satu atau kedua persamaan dikalikan dengan suatu bilangan agar
koefisiennya sama.
▪Untuk
melakukan
eliminasi,
kita
dapat
menjumlahkan
atau
mengurangkan kedua persamaan. Perhatikan tanda dari koefisien 𝑧 pada
kedua persamaan. Jika tandanya sama, baik negatif keduanya ataupun
positif keduanya, maka kedua persamaan harus kita kurangkan. Jika
tandanya berbeda, maka kedua persamaan harus kita jumlahkan.
Perhatikan bahwa koefisien 𝑧 pada persamaan (1) dan (2) sama-sama
positif, artinya kedua persamaan harus kita kurangkan.
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧= 12500
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧= 8000
−
2𝑥 + 1
2 𝑦= 4500
...(4)
▪Maka kita memperoleh sebuah persamaan baru dengan dua variabel, kita
beri nama persamaan (4).
Langkah 3: Lakukan eliminasi variabel yang sama pada pasangan
persamaan kedua.
▪Selanjutnya kita eliminasi variabel 𝑧 dari persamaan (1) dan (3). Karena
koefisiennya berbeda, maka harus disamakan terlebih dahulu. Untuk itu,
persamaan (3) kita kalikan semua sukunya dengan 2. Kemudian karena
koefisien 𝑧 bertanda sama maka kedua persamaan kita kurangkan.
20
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
20
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500× 15𝑥 + 𝑦 + 2𝑧= 12500
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000× 28𝑥 + 2𝑦 + 2𝑧= 20000
−
−3𝑥 − 𝑦= −7500
3𝑥 + 𝑦= 7500...(5)
▪Maka kita memperoleh persamaan linear dua variabel yang lain, kita beri
nama persamaan (5).
Langkah 4: Lakukan eliminasi salah satu variabel pada kedua persamaan
yang baru didapat.
▪Langkah selanjutnya adalah mengeliminasi salah satu variabel dari
kedua persamaan ini sehingga akan didapat nilai dari variabel yang
tersisa. Misalkan kita eliminasi variabel 𝑦 dari persamaan (4) dan (5).
Karena koefisien variabel 𝑦 berbeda, maka kita akan mengalikan
persamaan (4) dengan 2 agar koefisiennya sama.
2𝑥 + 1
2 𝑦 = 4500× 2
4𝑥 + 𝑦= 9000
3𝑥 + 𝑦 = 7500
× 1
3𝑥 + 𝑦= 7500
−
𝑥= 1500
▪Kita sudah berhasil menemukan nilai variabel 𝑥 yang memenuhi, yakni
𝑥 = 1500.
Langkah 5: Lakukan eliminasi variabel yang lain pada kedua persamaan
yang baru didapat.
▪Eliminasi variabel 𝑥 dari persamaan (4) dan (5) untuk mendapatkan nilai
𝑦. Coba kerjakan dengan mengikuti Langkah 4 di atas, nanti akan kamu
dapatkan nilai 𝑦 yang memenuhi, yakni 𝑦 = 3000.
Langkah 6: Masukkan nilai kedua variabel yang telah didapat ke salah satu
persamaan awal.
21
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
21
▪Untuk mendapatkan nilai variabel terakhir, yaitu 𝑧, langsung saja
masukkan nilai 𝑥 dan 𝑦 yang telah didapat ke persamaan (1), (2), atau (3).
Misalkan kita masukkan nilai 𝑥 = 1500 dan 𝑦 = 3000 ke persamaan (3).
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000 → 4 ⋅ 1500 + 3000 + 𝑧 = 10000
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000 → 9000 + 𝑧 = 10000
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000 → 𝑧 = 1000
▪Maka didapat nilai 𝑧 yang memenuhi adalah 1000.
▪Jadi, penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah (1500, 3000, 1000).
Catatan:Sebenarnya Langkah 6 ini termasuk metode substitusi. Namun
jika kita hanya menggunakan metode eliminasi, maka untuk
mendapatkan nilai variabel ketiga kita harus mengulangi
Langkah 1 sampai 4, yang akan mempersulit dan memperpanjang
pekerjaan kita.
Kamu telah belajar bagaimana langkah-langkah menyelesaikan
SPLTV dengan metode eliminasi. Agar kamu lebih paham langkah-langkah
metode eliminasi, perhatikan contoh berikut.
Perhatikan sistem persamaan berikut.
{
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9
(1)
2𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 8
(2)
3𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 7
(3)
Tentukan penyelesaian SPLTV di atas menggunakan metode eliminasi.
Penyelesaian:
Langkah 1: Kita akan mengeliminasi variabel 𝑦 dari persamaan (1) dan
(2) serta dari persamaan (1) dan (3).
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧= 9
3𝑥 − 𝑦 + 3𝑧= 7
−
−2𝑥 − 5𝑧= 2...(5)
22
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
22
Langkah 2: Lakukan eliminasi variabel 𝑦 dari persamaan (1) dan (2).
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9
× 22𝑥 − 2𝑦 − 4𝑧= 18
2𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 8× 12𝑥 + 2𝑦 − 𝑧= 8
+
4𝑥 − 5𝑧= 26
...(4)
Langkah 3: Lakukan eliminasi variabel 𝑦 dari persamaan (1) dan (3).
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧= 9
3𝑥 − 𝑦 + 3𝑧= 7
−
−2𝑥 − 5𝑧= 2...(5)
Langkah 4: Eliminasi variabel 𝑧 dari persamaan (4) dan (5).
4𝑥 − 5𝑧= 26
−2𝑥 − 5𝑧= 2
−
6𝑥= 24
𝑥= 4
Jadi, didapat nilai 𝑥 yang memenuhi yaitu 𝒙 = 𝟒.
Langkah 5: Eliminasi variabel 𝑥 dari persamaan (4) dan (5)
4𝑥 − 5𝑧 = 26
× 1
4𝑥 − 5𝑧= 26
−2𝑥 − 5𝑧 = 2
× 2−4𝑥 − 10𝑧= 4
+
−15𝑧
𝑧
= 30
= −2
...(4)
Didapat nilai 𝑧 yang memenuhi yaitu 𝒛 = −𝟐.
Langkah 6: Substitusi nilai 𝑥 dan 𝑧 ke persamaan (1)
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9 → 4 − 𝑦 + 4 = 9 ⇔ 𝒚 = −𝟏
Jadi, penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah (𝟒, −𝟏, −𝟐).
23
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
23
Metode Substitusi
Metode substitusi dilakukan dengan mengganti suatu variabel
dengan bentuk lainnya yang senilai. Untuk itu, kita harus menyatakan
suatu variabel ke dalam bentuk yang memuat variabel lain. Misalnya
pada SPLTV dengan variabel 𝑥, 𝑦, 𝑧, kita perlu menyatakan salah satu
variabel, misalkan 𝑥, ke dalam variabel lainnya, yakni 𝑦 dan/atau 𝑧. Untuk
lebih jelasnya, perhatikan kembali SPLTV yang didapat dari masalah 2.1.
{
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500
(1)
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧 = 8000
(2)
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000
(3)
Langkah 1: Pilih variabel yang akan disubstitusi atau diganti dan
persamaan yang akan diubah bentuknya.
▪Pilihlah variabel dengan koefisien 1 jika ada, agar lebih mudah bagi kita
untuk menyatakannya ke dalam variabel yang lain. Misalnya, kita pilih
variabel 𝑧 pada persamaan (3).
Langkah 2: Ubah bentuk persamaan yang dipilih sehingga di ruas kiri
hanya tersisa variabel yang telah dipilih saja.
▪Kita ubah bentuk persamaan (3) sehingga di ruas kiri hanya tersisa 𝑧.
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000 ⇔ 𝑧 = 10000 − 4𝑥 − 𝑦
Catatan:Andaikan koefisien variabel di ruas kiri tidak 1, maka kita dapat
mengalikan atau membagi kedua ruas persamaan dengan suatu
bilangan agar koefisiennya menjadi 1.
Langkah 3: Substitusi nilai variabel yang telah dipilih pada dua persamaan
lainnya.
▪Pada persamaan (1) dan (2), variabel 𝑧 kita substitusi dengan 10000 −
4𝑥 − 𝑦.
24
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
24
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500 ⇔ 5𝑥 + 𝑦 + 2(10000 − 4𝑥 − 𝑦) = 12500
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500 ⇔ 5𝑥 + 𝑦 + 20000 − 8𝑥 − 2𝑦 = 12500
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500 ⇔ 3𝑥 + 𝑦 = 7500 … (4)
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧 = 8000 ⇔ 3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2(10000 − 4𝑥 − 𝑦) = 8000
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧 = 8000 ⇔ 3𝑥 + 1
2 𝑦 + 20000 − 8𝑥 − 2𝑦 = 8000
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧 = 8000 ⇔ 5𝑥 + 3
2 𝑦 = 12000 … (5)
▪Didapat dua persamaan linear dua variabel, yaitu 3𝑥 + 𝑦 = 7500 dan 5𝑥 +
3
2𝑦 = 12000, sebutlah persamaan (4) dan (5).
Langkah 4: Ubah bentuk salah satu persamaan baru sehingga di ruas kiri
hanya tersisa satu variabel.
▪Kita lakukan seperti Langkah 1 dan 2. Misalnya kita pilih variabel 𝑦
untuk disubstitusi dan kita pilih persamaan (4) untuk diubah sehingga di
ruas kiri hanya tersisa satu variabel.
3𝑥 + 𝑦 = 7500 ⇔ 𝑦 = 7500 − 3𝑥
Langkah 5: Substitusi nilai variabel yang telah dipilih pada persamaan baru
lainnya.
▪Kita substitusi variabel 𝑦 pada persamaan (5) dengan 7500 − 3𝑥.
Kemudian kita selesaikan persamaan linear satu variabel yang diperoleh
sehingga didapat nilai variabel yang tersisa.
5𝑥 + 3
2 𝑦 = 12000 ⇔ 5𝑥 + 3
2 (7500 − 3𝑥) = 12000
5𝑥 + 3
2 𝑦 = 12000 ⇔ 5𝑥 + 22500
2
− 9𝑥
2 = 12000
5𝑥 + 3
2 𝑦 = 12000 ⇔ 10𝑥 + 22500 − 9𝑥 = 24000
5𝑥 + 3
2 𝑦 = 12000 ⇔ 𝑥 = 1500
25
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
25
▪Maka didapat nilai 𝑥 yang memenuhi adalah 1500.
Langkah 6: Substitusi nilai variabel yang telah didapat ke persamaan-
persamaan yang ada untuk mendapat nilai variabel yang lain.
▪Substitusi 𝑥 = 1500 ke persamaan (4) untuk mendapat nilai 𝑦.
𝑦 = 7500 − 3𝑥 → 𝑦 = 7500 − 3 ⋅ 1500 = 7500 − 4500 = 3000
▪Maka didapat nilai 𝑦 yang memenuhi adalah 3000.
▪Substitusi 𝑥 = 1500 dan 𝑦 = 3000 ke persamaan (3) untuk mendapat nilai
𝑧.
𝑧 = 10000 − 4𝑥 − 𝑦
𝑧 = 10000 − 4 ⋅ 1500 − 3000 = 10000 − 6000 − 3000 = 1000
▪Maka didapat nilai 𝑧 yang memenuhi adalah 1000.
▪Jadi, penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah (1500, 3000, 1000).
Agar kamu lebih memahami langkah-langkah metode substitusi
untuk menyelesaikan SPLTV, perhatikan contoh berikut.
Perhatikan sistem persamaan berikut.
{
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9
(1)
2𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 8
(2)
3𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 7
(3)
Tentukan penyelesaian SPLTV di atas menggunakan metode
eliminasi.
Penyelesaian:
Langkah 1: Kita akan melakukan substitusi variabel 𝑧 dan kita pilih
persamaan (2) untuk diubah bentuknya.
26
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
26
Langkah 2: Kita ubah bentuk persamaan (2) sehingga hanya tersisa
𝑧 di ruas kiri.
2𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 8 ⇔ 𝑧 = 2𝑥 + 2𝑦 − 8
Langkah 3: Kita substitusi 𝑧 pada persamaan (1) dan (3) dengan 2𝑥 +
2𝑦 − 8.
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9 ⇔ 𝑥 − 𝑦 − 2(2𝑥 + 2𝑦 − 8) = 9
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9 ⇔ 𝑥 − 𝑦 − 4𝑥 − 4𝑦 + 16 = 9
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9 ⇔ 3𝑥 + 5𝑦 = 7 … (4)
3𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 7 ⇔ 3𝑥 − 𝑦 + 3(2𝑥 + 2𝑦 − 8) = 7
3𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 7 ⇔ 3𝑥 − 𝑦 + 6𝑥 + 6𝑦 − 24 = 7
3𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 7 ⇔ 9𝑥 + 5𝑦 = 31 … (5)
Didapat 2 persamaan baru dengan dua variabel, 𝑥 dan 𝑦.
Langkah 4: Kita ubah bentuk persamaan (4) sehingga hanya tersisa
variabel 𝑦 di ruas kiri.
3𝑥 + 5𝑦 = 7 ⇔ 5𝑦 = 7 − 3𝑥
Perhatikan bahwa koefisien 𝑦 adalah 5, tetapi pada contoh ini kita
tidak perlu membagi persamaannya dengan 5 karena pada
persamaan (5) koefisiennya juga 5.
Langkah 5: Substitusi variabel 𝑦 pada persamaan (5). Di sini kita
langsung substitusi 5𝑦 dengan 7 − 3𝑥.
9𝑥 + 5𝑦 = 31 ⇔ 9𝑥 + (7 − 3𝑥) = 31
9𝑥 + 5𝑦 = 31 ⇔ 6𝑥 = 24
9𝑥 + 5𝑦 = 31 ⇔ 𝑥 = 4
Didapat nilai 𝑥 yang memenuhi adalah 4.
Langkah 6: Substitusi nilai 𝑥 = 4 ke persamaan (4) untuk
mendapatkan nilai 𝑦. Kemudian substitusi nilai 𝑥 dan 𝑦 yang didapat
ke persamaan (2) untuk mendapatkan nilai 𝑧.
27
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
27
Metode Gabungan
Metode gabungan merupakan metode yang paling sering digunakan
untuk menyelesaikan SPLTV. Umumnya, metode ini diawali dengan
metode eliminasi sehingga didapat nilai salah satu variabel. Setelah
itu, kita tinggal substitusi nilai variabel yang sudah ditemukanuntuk
mendapatkan nilai variabel lainnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan
lagi SPLTV yang didapat dari Masalah 2.1.
{
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500
(1)
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧 = 8000
(2)
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000
(3)
Langkah 1: Lakukan proses eliminasi hingga didapat nilai salah satu
variabel.
▪Pada tahap ini, yang harus kalian lakukan adalah persis seperti Langkah
1 sampai 4 metode eliminasi.
▪Perhatikan kembali proses eliminasi yang sudah dijabarkan pada bagian
metode eliminasi. Dari situ kita dapat nilai 𝑥 yang memenuhi yaitu 𝑥 =
1500.
Langkah 2: Substitusi nilai variabel yang telah didapat ke salah satu
persamaan yang didapat pada proses eliminasi.
5𝑦 = 7 − 3𝑥 → 5𝑦 = 7 − 12 = −5
5𝑦 = 7 − 3𝑥 → 5𝑦 = −1
𝑧 = 2𝑥 + 2𝑦 − 8 → 𝑧 = 8 − 2 − 8
𝑧 = 2𝑥 + 2𝑦 − 8 → 𝑧 = −2
Jadi, penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah (𝟒, −𝟏, −𝟐).
28
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
28
▪Substitusi nilai 𝑥 = 1500 ke persamaan (5), yaitu 3𝑥 + 𝑦 = 7500, maka
didapat 𝑦 = 3000.
Langkah 3: Substitusi nilai kedua variabel yang telah didapat ke salah satu
persamaan awal.
▪Substitusi 𝑥 = 1500 dan 𝑦 = 3000 ke persamaan (3), yaitu 4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 =
10000, maka didapat 𝑧 = 1000.
▪Jadi penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah (1500, 3000, 1000).
Jika kita tidak begitu yakin dengan hasil yang didapatkan, kita dapat
mengecek hasil yang kita peroleh dengan memasukkan nilaiyang
didapat ke setiap persamaan pada sistem. Jika hasilnya benar untuk
setiap persamaan, maka dapat dipastikan jawaban kita sudah benar.
Namun jika salah satu saja tidak memenuhi, maka jawaban kita belum
tepat. Proses pengecekan kembali ini dapat dilakukan baik pada metode
eliminasi, substitusi, ataupun gabungan.
Mari kita coba mengecek hasil yang kita dapat dengan memasukkan
nilai 𝑥 = 1500, 𝑦 = 3000, dan 𝑧 = 1000 ke persamaan (1), (2), dan (3).
5𝑥 + 𝑦 + 2𝑧 = 12500 → 7500 + 3000 + 2000 = 12500 ✓
3𝑥 + 1
2 𝑦 + 2𝑧 = 8000 → 4500 + 1500 + 2000 = 8000 ✓
4𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 10000 → 6000 + 3000 + 1000 = 10000 ✓
Karena setiap persamaan menjadi bernilai benar, maka hasil yang kita dapat
sudah
benar.
Jadi
penyelesaian
dari
SPLTV
tersebut
adalah
(1500, 3000, 1000).
Ingat kembali bahwa 𝑥 adalah harga 1 tusuk sate, 𝑦 adalah harga 1
butir telur rebus, dan 𝑧 adalah harga 1 buah perkedel. Artinya, harga 1 tusuk
sate adalah Rp1.500, harga 1 butir telur rebus adalah Rp3.000, dan harga 1
buah perkedel adalah Rp1.000.
29
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
29
Catatan:
➢Dapat kamu lihat pada uraian materi dan contoh bahwa ketiga metode
yang kita gunakan menghasilkan penyelesaian yang sama. Jadi, kamu
Perhatikan sistem persamaan berikut.
{
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9
(1)
2𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 8
(2)
3𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 7
(3)
Tentukan penyelesaian SPLTV di atas menggunakan metode gabungan.
Penyelesaian:
Langkah 1: Kita lakukan proses eliminasi seperti Langkah 1 sampai 4
pada Contoh 2.1.
Dari hasil eliminasi pada Contoh 2.1, didapat nilai 𝑥 yang memenuhi
yaitu 𝒙 = 𝟒.
Langkah 2: Substitusi nilai 𝑥 = 4 ke persamaan (4) pada Contoh 2.1
untuk mendapatkan nilai 𝑧.
4𝑥 − 5𝑧 = 26 → 16 − 5𝑧 = 26 ⇔ 5𝑧 = −10
4𝑥 − 5𝑧 = 26 → 16 − 5𝑧 = 26 ⇔ 𝒛 = −𝟐
Langkah 3: Substitusi nilai 𝑥 = 4 dan 𝑧 = −2 ke persamaan (1) untuk
mendapatkan nilai 𝑦.
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9 → 4 − 𝑦 + 4 = 9 ⇔ 𝒚 = −𝟏
Jadi, penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah (𝟒, −𝟏, −𝟐).
30
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
30
bebas memilih metode apa yang ingin digunakan untuk menyelesaikan
SPLTV (selama tidak ada perintah khusus).
➢Saat menggunakan metode gabungan, secara umum urutan langkah-
langkahnya adalah seperti yang telah dijelaskan di atas. Namun pada
beberapa kasus, langkah-langkahnya akan sedikit berbeda, tergantung
bentuk SPLTV yang ingin diselesaikan. Kamu akan melihat contoh kasus
tersebut pada Kegiatan Belajar 3.
Rangkuman
❖ Penyelesaian dari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel berupa
triplet bilangan berurutan, dapat ditulis (𝑥, 𝑦, 𝑧), dengan 𝑥, 𝑦, dan 𝑧
secara berurutan adalah nilai untuk variabel pertama, kedua, dan
ketiga sehingga setiap persamaan pada SPLTV bernilai benar.
❖ Untuk menentukan penyelesaian SPLTV, ada tiga metode yang
dapat digunakan: (1) metode eliminasi, (2) metode substitusi, dan (3)
metode gabungan eliminasi-substitusi.
❖ Langkah-langkah metode eliminasi pada SPLTV yaitu:
(1) Tentukan pasangan persamaan dan variabel yang ingin
dieliminasi.
(2) Pastikan koefisien dari variabel yang akan dieliminasi sudah
sama pada kedua persamaan. Caranya dengan mengalikan
persamaan dengan suatu bilangan sehingga koefisien variabel
yang akan dieliminasi sama.
(3) Eliminasi variabel dengan mengurangkan atau menjumlahkan
kedua persamaan. Kurangkan jika koefisiennya bertanda sama
dan jumlahkan jika bertanda berbeda. Maka didapat satu
persamaan baru dengan 2 variabel.
31
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
31
(4) Lakukan langkah (2) dan (3) pada pasangan persamaan yang
berbeda. Maka didapat satu lagi persamaan baru dengan 2
variabel.
(5) Lakukan eliminasi salah satu variabel pada kedua persamaan
baru sehingga didapat nilai satu variabel yang tersisa.
(6) Lakukan eliminasi variabel yang lain pada kedua persamaan
baru sehingga didapat nilai variabel yang lain.
(7) Substitusi saja kedua nilai yang sudah didapat ke salah satu
persamaan awal untuk mendapatkan nilai variabel terakhir.
❖ Langkah-langkah metode substitusi pada SPLTV yaitu:
(1) Tentukan salah satu persamaan dan variabel yang ingin
disubstitusi.
(2) Ubah persamaan tersebut sehingga di ruas kiri hanya tersisa
variabel yang telah dipilih saja.
(3) Substitusi variabel yang dipilih pada kedua persamaan lainnya.
(4) Didapat dua persamaan linear dua variabel. Ubah salah satunya
sehingga hanya tersisa satu variabel di ruas kiri.
(5) Substitusi variabel tersebut pada persamaan satunya.
(6) Sederhanakan persamaan yang didapat sehingga didapat nilai
satu variabel yang tersisa.
(7) Substitusi nilai variabel yang sudah didapat untuk mendapat
nilai dari variabel lainnya.
❖ Langkah-langkah metode gabungan pada SPLTV yaitu:
(1) Lakukan eliminasi hingga didapatkan nilai satu variabel.
(2) Substitusi nilai variabel yang sudah didapat pada salah satu
persamaan dua variabel yang diperoleh dari eliminasi awal,
sehingga didapat nilai variabel kedua.
(3) Substitusi nilai kedua variabel yang sudah didapat pada salah
satu persamaan awal, sehingga didapat nilai variabel terakhir.
32
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
32
Latihan 2
Jawablah semua soal berikut dengan menyertakan langkah-langkah
penyelesaiannya!
1.Perhatikan SPLTV berikut.
{
2𝑥 − 𝑦 + 𝑧 = 2
(1)
𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = − 3
2
(2)
3𝑥 + 1
2 𝑦 − 2𝑧 = 1
(3)
(a)Lakukan eliminasi variabel 𝑧 pada persamaan (1) dan (2).
(b)Lakukan eliminasi variabel 𝑧 pada persamaan (1) dan (3).
(c)Lakukan eliminasi variabel 𝑦 pada persamaan yang didapat dari poin
(a) dan (b).
(d)Tentukan penyelesaian dari SPLTV tersebut.
2.Perhatikan SPLTV berikut.
{
𝑥 − 2𝑦 + 𝑧 = −5
(1)
−𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 1
(2)
2𝑥 + 3𝑦 − 𝑧 = 0
(3)
(a)Ubah persamaan (3) sehingga hanya tersisa satu variabel di ruas kiri.
(b)Substitusi hasil poin (a) ke persamaan (1) sehingga didapat persamaan
(4). Substitusi juga ke persamaan (2) sehingga didapat persamaan (5)
(c)Ubah persamaan (4) sehingga hanya tersisa satu variabel di ruas kiri.
Substitusi hasilnya ke persamaan (5).
(d)Tentukan penyelesaian dari SPLTV tersebut.
3.Perhatikan kembali SPLTV yang diperoleh dari Masalah 1.1 pada
Kegiatan Belajar 1. Tentukan penyelesaian dari SPLTV tersebut.
33
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
33
Tes Formatif 2
Berilah tanda silang pada pilihan jawaban yang menurutmu paling
tepat!
1.Jika kita mengeliminasi variabel 𝑧 dari persamaan 2𝑥 − 2𝑦 + 𝑧 = 11
dan 𝑥 + 𝑦 −
1
3𝑧 = −1, maka hasil yang tepat adalah ....
A.5𝑥 + 5𝑦 = 8
B.5𝑥 + 𝑦 = 8
C.𝑥 − 𝑦 = 8
D.𝑥 + 5𝑦 = 14
E.𝑥 − 5𝑦 = 14
2.Sistem persamaan berikut yang akan menghasilkan persamaan 𝑥 +
4𝑦 = 2 jika variabel 𝑧 dieliminasi adalah ....
A.൜ 𝑥 − 2𝑦 + 𝑧 = 8
2𝑥 − 3𝑦 − 2𝑧 = 3
B.൜2𝑥 − 𝑦 + 2𝑧 = 12
2𝑥 + 3𝑦 + 3𝑧 = 5
C.൜𝑥 + 3𝑦 − 2𝑧 = 10
2𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = −4
D.൜ 2𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 10
−𝑥 + 2𝑦 − 2𝑧 = −6
E.൜2𝑥 − 3𝑦 + 𝑧 = −3
−𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = −2
3.Perhatikan sistem persamaan berikut.
൜
𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 4
(1)
−𝑥 + 2𝑦 + 3𝑧 = −1
(2)
Jika kita substitusi nilai 𝑧 dari persamaan (1) ke persamaan (2), maka
hasil yang sesuai adalah ....
A.2𝑥 + 5𝑦 = 11
B.2𝑥 − 5𝑦 = 9
C.−2𝑥 + 5𝑦 = 3
34
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
34
D.5𝑥 − 2𝑦 = 13
E.5𝑥 + 2𝑦 = −3
4.Di antara persamaan berikut, yang akan menghasilkan 5𝑦 + 5𝑧 = 5
jika kita substitusi dengan 𝑥 = 2𝑦 + 𝑧 − 1 adalah ....
A.𝑥 − 2𝑦 + 3𝑧 = 6
B.2𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 3
C.3𝑥 − 𝑦 + 2𝑧 = 2
D.4𝑥 + 𝑦 − 3𝑧 = 1
E.5𝑥 − 𝑦 − 𝑧 = 0
5.Perhatikan SPLTV berikut.
{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 5
−𝑥 + 2𝑦 + 𝑧 = 15
𝑥 − 3𝑦 + 2𝑧 = 15
Penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah ....
A.(−5, 5, −10)
B.(0, 5, 10)
C.(−5, 0, 10)
D.(5, 5, 10)
E.(10, −5, 0)
Cocokkan jawaban kamu dengan kunci jawaban Tes Formatif 2 yang
terdapat pada bagian akhir modul ini. Hitunglah tingkat penguasaan
kamu berdasarkan rumus berikut.
Tingkat Penguasaan =banyak jawaban benar
5
× 100%
Jika tingkat penguasaan kamu mencapai 80% atau lebih, kamu dapat
melanjutkan ke Kegiatan Belajar 3. Namun jika tingkat penguasaan
kamu di bawah 80%, kamu harus mempelajari kembali materi
Kegiatan Belajar 2.
35
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
35
Kegiatan Belajar 3
Memecahkan Masalah yang Berkaitan dengan SPLTV
Pada Kegiatan Belajar 2 kita sudah belajar bagaimana menggunakan
metode
eliminasi,
substitusi,
serta
gabungan
untuk
menentukan
penyelesaian SPLTV. Pada bab ini, kita akan mempelajari lebih lanjut
mengenai cara menyelesaikan SPLTV serta cara memecahkan masalah yang
berkaitan dengan SPLTV.
Mari kita perhatikan permasalahan berikut.
Kai Basri merupakan seorang pedagang buah-buahan lokal di
pasar terapung Lok Baintan. Hari ini ia membawa 95 biji buah yang
terdiri dari tiga jenis buah, yaitu buah kasturi, kuini, dan ramania,
yang ditunjukkan pada Gambar 3.1, 3.2, dan 3.3 berikut.
Harga kasturi adalah Rp2000/biji, harga kuini adalah Rp3000/biji, dan
harga ramania adalah Rp1000/biji. Kai Basri berhasil menjual semua
buah yang dibawanya dan mendapatkan uang sebesar Rp165.000. Ia
lupa berapa jumlah masing-masing kasturi, kuini, dan ramania yang
ia bawa hari ini. Namun ia ingat bahwa jumlah kasturi dan kuini 5 biji
lebih banyak daripada banyak ramania. Berapakah jumlah masing-
masing buah yang dijual Kai Basri hari ini?
36
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
36
Uraian Materi
Untuk dapat memecahkan masalah tersebut, hal pertama yang perlu
kita lakukan adalah menentukan model matematikadari masalahnya.
Untuk menentukan model matematika, kita harus menganalisis masalah
dan mengidentifikasi informasiapa yang diberikan dan informasi apa
yang tidak diketahui.
Mari kita mulai dari hal-hal yang diketahui, yaitu sebagai berikut.
(1)Terdapat tiga jenis buah: kasturi, kuini, ramania.
(2)Jumlah semua buah adalah 95 biji.
(3)Harga kasturi Rp2.000/biji; harga kuini Rp3.000/biji; harga ramania
Rp1.000/biji.
(4)Semua buah terjual dengan jumlah pendapatan Rp165.000.
(5)Jumlah kasturi dan kuini 5 biji lebih banyak daripada banyak
ramania.
Sementara hal-hal yang tidak diketahui yaitu banyak masing-masing buah
kasturi, kuini, dan ramania.
Langkah
berikutnya
yaitu
menentukan
variabel. Variabel
merupakan simbol untuk kuantitas yang tidak diketahui, artinya yang harus
kita misalkan dengan variabel adalah banyaknya masing-masing buah
kasturi, kuini, dan ramania.
Misalkan:
𝑥 adalah banyak buah kasturi;
𝑦 adalah banyak buah kuini;
𝑧 adalah banyak buah ramania.
Selanjutnya kita harus mengubah informasiyang diketahui dan
melibatkan kuantitas menjadi bentuk aljabar.
37
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
37
▪Jumlah semua buah adalah 95, artinya banyak kasturi + banyak kuini +
banyak ramania = 95. Maka didapat persamaan 𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 95.
▪Hasil penjualan semua buah adalah Rp165.000, artinya hasil penjualan
kasturi + hasil penjualan kuini + hasil penjualan ramania = 165.000.
Karena harga kasturi, kuini, dan ramania berturut-turut adalah Rp2.000,
Rp3.000, dan Rp1.000 per biji, maka:
2000 × banyak kasturi + 3000 × banyak kuini + 1000 × banyak ramania
= 165000
Maka didapat persamaan: 2𝑥 + 3𝑦 + 𝑧 = 165.
▪Jumlah kasturi dan kuini 5 biji lebih banyak daripada banyaknya
ramania, artinya:
banyak kasturi + banyak kuini = banyak ramania + 5.
Maka didapat persamaan: 𝑥 + 𝑦 = 𝑧 + 5 ⇔ 𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5.
Jadi, kita sudah mendapatkan 3 buah persamaan linear dengan tiga
variabel. Karena ketiga persamaan ini saling berkaitan, artinya membentuk
sistem, maka didapat model matematika dari masalahdi atas berupa
SPLTV berikut.
{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 95
(1)
2𝑥 + 3𝑦 + 𝑧 = 165
(2)
𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5
(3)
Selanjutnya, kita tinggal mencari nilai 𝒙, 𝒚, dan 𝒛 yang memenuhi
sistem persamaan tersebut. Pada bab 2 kita sudah belajar bagaimana
penggunaan metode eliminasi dan substitusi pada SPLTV. Pada umumnya,
metode yang paling efisien dan sering digunakan dalam menyelesaikan
SPLTV adalah metode gabungan eliminasi dan substitusi, sehingga kita
akan menggunakan metode tersebut.
Biasanya langkah awaldilakukan dengan metode eliminasi
karena relatif lebih mudah. Untuk memilih persamaan mana yang
dieliminasi
terlebih
dahulu,
perhatikan
persamaanmana
yang
mempunyai kesamaandan mudah untuk dieliminasi. Jika kita
38
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
38
perhatikan, ternyata pada persamaan (1) dan (3), sama-sama terdapat suku-
suku 𝑥 + 𝑦, sehingga kita dapat melakukan eliminasi 2 variabel sekaligus
dengan mengurangkan kedua persamaan.
𝑥 + 𝑦 + 𝑧= 95
𝑥 + 𝑦 − 𝑧= 5
−
2𝑧= 90
𝑧= 45
Jadi, didapat nilai 𝑧 yang memenuhi yaitu 45.
Setelah didapat nilai 𝒛, kita dapat melakukan substitusi pada
persamaan (1) dan (2) sehingga didapat 2 persamaan dengan 2 variabel.
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 95 → 𝑥 + 𝑦 + 45 = 95 ⇔ 𝑥 + 𝑦 = 50 … (4)
2𝑥 + 3𝑦 + 𝑧 = 165 → 2𝑥 + 3𝑦 + 45 = 165 ⇔ 2𝑥 + 3𝑦 = 120 … (5)
Eliminasi salah satu variabel dari persamaan (4) dan (5). Misalnya
kita eliminasi variabel 𝑥 untuk mendapatkan nilai 𝑦.
𝑥 + 𝑦 = 50× 2
2𝑥 + 2𝑦= 100
2𝑥 + 3𝑦 = 120× 1
2𝑥 + 3𝑦= 120
−
𝑦= 20
Jadi, didapat nilai 𝑦 yang memenuhi adalah 20.
Setelah didapat nilai 2 variabel, maka kita tinggal substitusi nilai ini
ke salah satu persamaan untuk memperoleh nilai variabel terakhir.
Misalkan kita substitusi 𝑧 = 45 dan 𝑦 = 20 ke persamaan (1).
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 95 → 𝑥 + 20 + 45 = 95 ⇔ 𝑥 = 30
Maka didapat penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah 𝑥 = 30, 𝑦 = 20, dan
𝑧 = 45 atau dapat ditulis (30, 20, 45). Jika ditulis dalam bentuk himpunan
penyelesaian, maka 𝐻𝑃 = {(30, 20, 45)}.
39
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
39
Andaikan kamu kurang yakin dengan hasil yang didapat, kamu dapat
mengecek kembali jawabannya seperti yang kita lakukan di akhir uraian
materi Kegiatan Belajar 2.
Terakhir, kita tafsirkan kembalipenyelesaian yang kita dapat ke
dalam konteks permasalahan. Karena 𝑥 adalah banyak buah kasturi, 𝑦
adalah banyak buah kuini, dan 𝑧 adalah banyak buah ramania, maka dapat
disimpulkan bahwa banyak buah kasturi, kuini, dan ramaniayang
dijual Kai Basri berturut-turut adalah 30, 20, dan 45 biji.
Dapat disimpulkan, langkah-langkah menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan SPLTV secara umum adalah sebagai berikut.
Langkah 1: Buat model matematika (SPLTV) dari masalah
Langkah 2: Selesaikan model matematika (SPLTV) yang didapat
Langkah 3: Cek kembali jawaban (jika kurang yakin)
Langkah 4: Tafsirkan hasil penyelesaian ke dalam konteks permasalahan
dan buat kesimpulan.
Catatan:Seperti yang kamu lihat, langkah penyelesaian yang diuraikan di
atas sedikit berbeda dari langkah-langkah yang kita pelajari di
Kegiatan
Belajar
2. Pada
beberapa
kasus,
kita
perlu
menyesuaikan langkah yang dilakukan agar lebih mudah dalam
menyelesaikan SPLTV. Namun intinya tetap sama, yaitu
bagaimana sistem persamaan dengan tiga variabel, kita
manipulasi sehingga diperoleh persamaan dengan variabel yang
lebih sedikit agar kita bisa menentukan nilai masing-masing
variabel yang memenuhi SPLTV tersebut.
Agar
pemahaman
kamu
lebih
mendalam
mengenai
cara
menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan SPLTV, kita bahas
satu lagi contoh permasalahan berikut.
40
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
40
Di daerah Gambut, terdapat warung makan yang sangat
terkenal yang menjual nasi itik khas Gambut. Nasi itik tersebut berupa
nasi putih dengan lauk itik yang dimasak dengan bumbu habang khas
Banjar dan dibungkus dengan daun pisang, seperti terlihat pada
Gambar 3.4 berikut.
Selain nasi itik, juga tersedia pilihan lauk lain seperti haruan dan
ayam yang juga dimasak habang. Sebungkus nasi itik dijual dengan
harga Rp20.000, sementara sebungkus nasi haruan dan nasi ayam
masing-masing dijual dengan harga Rp18.000 dan Rp15.000. Dalam
sehari, warung tersebut berhasil menjual total 500 bungkus nasi itik,
haruan, dan ayam dengan pemasukan sebesar Rp9.300.000. Nasi itik
merupakan favorit pelanggan, sehingga pemasukan dari nasi itik sama
dengan 4 kali lipat pemasukan dari nasi ayam. Tentukan banyak
masing-masing nasi itik, haruan, dan ayam yang dijual warung
tersebut dalam sehari.
Penyelesaian:
Misalkan:
𝑥 = 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑛𝑎𝑠𝑖 𝑖𝑡𝑖𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑢𝑎𝑙 (𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑘𝑢𝑠)
𝑦 = 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑛𝑎𝑠𝑖 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑢𝑎𝑙 (𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑘𝑢𝑠)
𝑧 = 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑛𝑎𝑠𝑖 𝑎𝑦𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑢𝑎𝑙 (𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑘𝑢𝑠)
41
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
41
Diketahui:
▪Jumlah semua nasi bungkus adalah 500 bungkus, artinya 𝑥 + 𝑦 +
𝑧 = 500.
▪Harga nasi itik Rp20.000, harga nasi haruan Rp18.000, harga
nasi ayam Rp15.000. Total pemasukan dari nasi itik, haruan, dan
ayam adalah Rp9.300.000, artinya 20𝑥 + 18𝑦 + 15𝑧 = 9300.
▪Pemasukan dari nasi itik sama dengan 4 kali lipat pemasukan
nasi ayam, artinya 20𝑥 = 4 ⋅ 15𝑧 ⇔ 𝑥 = 3𝑧.
Maka model matematika dari masalah tersebut adalah:
{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 500
(1)
20𝑥 + 18𝑦 + 15𝑧 = 9300
(2)
𝑥 = 3𝑧
(3)
Substitusi 𝑥 = 3𝑧 ke persamaan (1) dan (2).
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 500 → 3𝑧 + 𝑦 + 𝑧 = 500 ⇔ 𝑦 + 4𝑧 = 500 ...(4)
20𝑥 + 18𝑦 + 15𝑧 = 9300 → 60𝑧 + 18𝑦 + 15𝑧 = 9300
20𝑥 + 18𝑦 + 15𝑧 = 9300 → ⇔ 18𝑦 + 75𝑧 = 9300
20𝑥 + 18𝑦 + 15𝑧 = 9300 → ⇔ 6𝑦 + 25𝑧 = 3100 ...(5)
Eliminasi 𝑦 dari persamaan (4) dan (5).
𝑦 + 4𝑧 = 500× 66𝑦 + 24𝑧= 3000
6𝑦 + 25𝑧 = 3100× 16𝑦 + 25𝑧= 3100
−
𝑦= 𝟏𝟎𝟎
Substitusi 𝑦 = 100 ke persamaan (4).
𝑦 + 4𝑧 = 500 → 100 + 4𝑧 = 500 ⇔ 4𝑧 = 400
𝑦 + 4𝑧 = 500 → 100 + 4𝑧 = 500 ⇔ 𝑧 = 𝟏𝟎𝟎
Substitusi 𝑧 = 100 ke persamaan (3).
𝑥 = 3𝑧 → 𝑥 = 3(100) = 𝟑𝟎𝟎
42
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
42
Rangkuman
Latihan 3
Jawablah semua soal berikut dengan menyertakan langkah-langkah
penyelesaiannya!
1.Pisang merupakan salah satu buah yang sering dijadikan berbagai olahan
kue di Indonesia, termasuk di daerah Kalimantan Selatan. Salah satu
jenis pisang yang sering digunakan masyarakat suku Banjar di
Kalimantan Selatan untuk membuat berbagai jenis kue adalah pisang
Didapat penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah (𝟑𝟎𝟎, 𝟏𝟎𝟎, 𝟏𝟎𝟎).
Jadi, warung tersebut menjual nasi itik sebanyak 𝟑𝟎𝟎 bungkus,
serta nasi haruan dan ayam masing-masing sebanyak 100
bungkus.
❖ Langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan SPLTV adalah sebagai berikut.
(1) Analisis masalah dan buat model matematikanya. (Lihat lagi
Kegiatan Belajar 1)
(2) Cari penyelesaian dari model SPLTV yang didapat. Gunakan
metode yang paling memudahkan.
(3) Cek lagi penyelesaian yang didapat dengan melakukan
substitusi pada setiap persamaan jika kurang yakin dengan
hasil yang didapat.
(4) Perhatikan kembali permasalahan dan tafsirkan penyelesaian
yang didapat sesuai konteks masalah dan apa yang ditanyakan.
43
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
43
talas, yang ditunjukkan pada Gambar 3.5. Pisang talas dapat diolah
menjadi berbagai kue khas Banjar, seperti amparan tatak, pais pisang,
dan lempeng pisang, seperti pada Gambar 3.6, 3.7, dan 3.8 berikut.
Untuk membuat 1 loyang amparan tatak, 10 pais pisang, dan 5 lempeng
pisang diperlukan 17 buah pisang talas. Adapun untuk membuat 1 loyang
amparan tatak, 15 pais pisang, dan 8 buah lempeng pisang diperlukan 22
buah pisang talas. Sementara untuk membuat 2 loyang amparan tatak,
25 pais pisang, dan 10 lempeng pisang diperlukan 36 buah pisang talas.
Tentukan banyak pisang masing-masing yang diperlukan untuk
membuat 1 loyang amparan tatak, 1 pais pisang, dan 1 lempeng pisang.
2.Pak Herman sehari-hari bekerja sebagai pembuat kalalapon (klepon).
Kalalapon merupakan penganan khas Martapura yang berbahan dasar
ketan yang diberi isian gula merah dan ditaburi parutan kelapa.
Kalalapon biasanya berbentuk bulat-bulat kecil berwarna hijau, seperti
terlihat pada Gambar 3.9 berikut.
44
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
44
Pak Herman memasarkan kalalapon buatannya dalam kemasan kotak
dengan tiga ukuran berbeda. Hari ini ia membuat 500 buah kalalapon,
yang dikemas menjadi 15 kotak ukuran kecil, 10 kotak ukuran sedang,
dan 8 kotak ukuran besar. Banyak kalalapon dalam 1 kotak ukuran kecil,
1 kotak ukuran sedang, dan 1 kotak ukuran besar berjumlah 50 buah.
Sementara jumlah kalalapon dalam 4 kotak ukuran kecil sama dengan
jumlah kalalapon dalam 1 kotak ukuran sedang dan 1 kotak ukuran
besar. Tentukan banyaknya kalalapon dalam masing-masing kemasan.
3.Rumah makan “Kaganangan” menyediakan berbagai menu ikan bakar
khas Banjar. Menu andalan rumah makan ini adalah patin bakar, haruan
bakar, serta papuyu bakar, seperti pada Gambar 3.10, 3.11, dan 3.12
berikut.
Suatu hari terdapat beberapa keluarga yang mengunjungi rumah makan
tersebut. Keluarga pertama memesan 2 porsi patin bakar, 2 porsi haruan
bakar, serta 1 porsi papuyu bakar, dan harus membayar sebesar
Rp125.000. keluarga kedua memesan 1 porsi patin bakar, 3 porsi haruan
bakar, serta 2 porsi papuyu bakar, dan harus membayar sebesar
45
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
45
Rp160.000. Keluarga ketiga memesan 3 porsi patin bakar, 1 porsi haruan
bakar, serta 1 porsi papuyu bakar, dan harus membayar sebesar
Rp115.000. Keluarga keempat memesan masing-masing 1 porsi patin
bakar, haruan bakar, dan papuyu bakar. Berapakah keluarga tersebut
harus membayar?
46
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
46
Tes Formatif 3
Berilah tanda silang pada pilihan jawaban yang menurutmu paling
tepat!
1.Iwak haruan (ikan gabus) adalah jenis ikan yang sangat digemari oleh
masyarakat Banjar. Banyak olahan makanan khas Banjar yang
menggunakan iwak haruan, salah satunya adalah rabuk (abon) haruan,
seperti pada Gambar 3.13 berikut.
Salah satu produsen rabuk haruan di Banjarmasin adalah Acil Aluh.
Dalam sekali produksi, ia dapat membuat 5 kg rabuk haruan, yang
kemudian dikemas menjadi 30 buah kemasan kecil, 15 buah kemasan
sedang, dan 10 buah kemasan besar. Diketahui total berat bersih dari 1
buah kemasan kecil, 1 buah kemasan sedang, dan 1 buah kemasan besar
adalah 350 g. Adapun berat bersih dari 2 buah kemasan kecil dan 1 buah
kemasan sedang sama dengan berat bersih dari 1 buah kemasan besar.
Jika kamu membeli 3 kemasan kecil, 2 kemasan sedang, dan 1 kemasan
besar rabuk haruan Acil Aluh, total berat bersih yang kamu dapat adalah
....
A.400 g
B.450 g
C.500 g
D.550 g
E.600 g
47
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
47
2.Bu Ipah sehari-hari bekerja sebagai penjual kue-kue khas Banjar. Salah
satu jenis kue yang ia jual adalah kue lapis. Ia menjual kue lapis dengan
tiga varian, yaitu lapis cokelat, lapis hijau, dan lapis merah, seperti
terlihat pada Gambar 3.14 dan 3.15 berikut.
Suatu hari, ia berhasil menjual total 80 potong kue lapis. Jumlah lapis
cokelat dan lapis hijau yang terjual sama dengan tiga kali lipat banyak
lapis merah yang terjual. Adapun banyak lapis merah yang terjual 5
potong lebih sedikit dari lapis hijau yang terjual. Keesokan harinya,
penjualan lapis cokelat meningkat 20% dari kemarin, tetapi penjualan
lapis hijau turun 20% dan lapis merah turun 10% dari kemarin. Total
penjualan kue lapis pada hari itu adalah ....
A.82
B.81
C.80
D.79
E.78
3.Ketupat Kandangan adalah salah satu makanan khas Kalsel yang sangat
terkenal. Salah satu warung makan yang menyediakan ketupat
Kandangan adalah warung H. Udin. Satu porsi ketupat Kandangan
terdiri dari ketupat dengan lauk ikan haruan yang diberi kuah santan
dengan bumbu khas. Di sana juga disediakan telur asin serta sate telur
ikan sebagai pelengkap ketupat Kandangan, seperti terlihat pada
Gambar 3.16 berikut.
48
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
48
Pagi ini warung H. Udin ramai dikunjungi pembeli yang ingin sarapan.
Rian dan keluarganya memesan 4 porsi ketupat Kandangan ditambah 2
butir telur asin serta 5 tusuk sate telur ikan dan harus membayar sebesar
Rp80.000. Adapun Rahma bersama ibu dan ayahnya memesan 3 porsi
ketupat Kandangan ditambah 3 butir telur asin serta 5 tusuk sate telur
ikan dan harus membayar sebesar Rp70.000. Ada juga Rais dan adiknya
yang memesan 2 porsi ketupat Kandangan ditambah 1 butir telur asin
serta 3 tusuk sate telur ikan dan harus membayar sebesar Rp41.000. Jika
Rudi memesan 1 porsi ketupat Kandangan ditambah 1 butir telur asin
dan 2 tusuk sate telur ikan, maka ia harus membayar sebesar ....
A.Rp22.000
B.Rp24.000
C.Rp26.000
D.Rp28.000
E.Rp30.000
4.Acil Saudah adalah seorang pembuat wadai-wadai khas Banjar. Suatu
hari ia mendapat pesanan tiga jenis wadai, yaitu apam gula habang, pais
waluh, dan dadar gulung, seperti pada Gambar 3.17, 3.18, dan 3.19
berikut.
49
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
49
Total kue yang dipesan sebanyak 100 buah. Banyak apam yang dipesan
lebih banyak 5 buah dari pais. Sementara banyak pais yang dipesan lebih
banyak 10 buah dari dadar gulung. Jika harga jual apam, pais, dan dadar
gulung per buahnya berturut-turut adalah Rp2.000, Rp1.500, dan
Rp1.000, maka pendapatan Acil Saudah dari pesanan tersebut adalah ....
A.Rp143.500
B.Rp147.000
C.Rp150.500
D.Rp153.000
E.Rp157.500
5.Selain terkenal dengan ketupatnya, Kandangan juga terkenal dengan
dodol asli Kandangan, seperti pada Gambar 3.20 berikut.
Pak Bahri sedang berkunjung ke Kandangan dan ia ingin membeli dodol
Kandangan sebagai oleh-oleh. Ia membeli 30 bungkus dodol dengan tiga
varian, yaitu original, kelapa muda, dan durian. Diketahui jumlah dodol
50
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
50
original dan kelapa muda sama dengan dua kali banyak dodol durian.
Banyak dodol original yang dibeli 4 bungkus lebih banyak dari dodol
kelapa muda. Jika harga dodol original Rp2.000/bungkus sementara
harga dodol kelapa muda dan durian masing-masing Rp2.500/bungkus,
maka biaya yang dikeluarkan Pak Bahri untuk membeli dodol adalah ....
A.Rp69.000
B.Rp67.000
C.Rp65.000
D.Rp63.000
E.Rp61.000
Cocokkan jawaban kamu dengan kunci jawaban Tes Formatif 3 yang
terdapat pada bagian akhir modul ini. Hitunglah tingkat penguasaan
kamu berdasarkan rumus berikut.
Tingkat Penguasaan =banyak jawaban benar
5
× 100%
Jika tingkat penguasaan kamu mencapai 80% atau lebih, artinya kamu
telah menguasai kompetensi utama yang diajarkan. Selanjutnya kamu
dapat mempelajari kegiatan Pengayaan. Namun jika tingkat
penguasaan kamu di bawah 80%, kamu harus mempelajari kembali
materi Kegiatan Belajar 3.
51
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
51
Pengayaan
Menyelesaikan SPLTV dengan Metode Determinan
Kamu telah menguasai cara menyelesaikan sistem persamaan linear
tiga variabel (SPLTV) dengan metode eliminasi, substitusi, serta gabungan
eliminasi-substitusi. Selain ketiga metode tersebut, ada cara lain untuk
menyelesaikan SPLTV.
Pada kegiatan pengayaan ini, kita akan menemukan metode lain
untuk menyelesaikan SPLTV. Metode tersebut sebenarnya bermula dari
bentuk umum SPLTV. Kamu tentu masih ingat bentuk umum SPLTV yang
telah kita pelajari pada Kegiatan Belajar 1, yaitu:
{
𝑎1𝑥 + 𝑏1𝑦 + 𝑐1𝑧 = 𝑑1
(1)
𝑎2𝑥 + 𝑏2𝑦 + 𝑐2𝑧 = 𝑑2
(2)
𝑎3𝑥 + 𝑏3𝑦 + 𝑐3𝑧 = 𝑑3
(3)
Kita akan menentukan penyelesaian dari bentuk umum SPLTV di
atas menggunakan metode eliminasi.
▪Pertama, kita eliminasi variabel 𝑧 dari persamaan (1) dan (2).
𝑎1𝑥 + 𝑏1𝑦 + 𝑐1𝑧 = 𝑑1× 𝑐2𝑎1𝑐2𝑥 + 𝑏1𝑐2𝑦 + 𝑐1𝑐2𝑧= 𝑐2𝑑1
𝑎2𝑥 + 𝑏2𝑦 + 𝑐2𝑧 = 𝑑2× 𝑐1𝑎2𝑐1𝑥 + 𝑏2𝑐1𝑦 + 𝑐1𝑐2𝑧= 𝑐1𝑑2−
(𝑎1𝑐2 − 𝑎2𝑐1)𝑥 + (𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)𝑦 = 𝑐2𝑑1 − 𝑐1𝑑2...(4)
▪Lalu kita eliminasi variabel 𝑧 dari persamaan (1) dan (3).
𝑎1𝑥 + 𝑏1𝑦 + 𝑐1𝑧 = 𝑑1× 𝑐3𝑎1𝑐3𝑥 + 𝑏1𝑐3𝑦 + 𝑐1𝑐3𝑧= 𝑐3𝑑1
𝑎3𝑥 + 𝑏3𝑦 + 𝑐3𝑧 = 𝑑3× 𝑐1𝑎3𝑐1𝑥 + 𝑏3𝑐1𝑦 + 𝑐1𝑐3𝑧= 𝑐1𝑑3−
(𝑎1𝑐3 − 𝑎3𝑐1)𝑥 + (𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1)𝑦 = 𝑐3𝑑1 − 𝑐1𝑑3...(5)
52
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
52
▪Langkah selanjutnya adalah mengeliminasi variabel 𝑦 dari persamaan (4)
dan (5).
(𝑎1𝑐2 − 𝑎2𝑐1)𝑥 + (𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)𝑦 = 𝑐2𝑑1 − 𝑐1𝑑2× (𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1)
(𝑎1𝑐3 − 𝑎3𝑐1)𝑥 + (𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1)𝑦 = 𝑐3𝑑1 − 𝑐1𝑑3× (𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)
(𝑎1𝑐2 − 𝑎2𝑐1)(𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1)𝑥 + (𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)(𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1)𝑦 = (𝑐2𝑑1 − 𝑐1𝑑2)(𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1)
(𝑎1𝑐3 − 𝑎3𝑐1)(𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)𝑥 + (𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)(𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1)𝑦 = (𝑐3𝑑1 − 𝑐1𝑑3)(𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)
▪Dengan mengurangkan kedua persamaan di atas, diperoleh persamaan
[(𝑎1𝑐2 − 𝑎2𝑐1)(𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1) − (𝑎1𝑐3 − 𝑎3𝑐1)(𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)]𝑥
= (𝑐2𝑑1 − 𝑐1𝑑2)(𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1) − (𝑐3𝑑1 − 𝑐1𝑑3)(𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1).
▪Dari persamaan ini, kita peroleh rumus untuk menentukan nilai variabel
𝑥, yaitu:
𝑥 =
(𝑐2𝑑1 − 𝑐1𝑑2)(𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1) − (𝑐3𝑑1 − 𝑐1𝑑3)(𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)
(𝑎1𝑐2 − 𝑎2𝑐1)(𝑏1𝑐3 − 𝑏3𝑐1) − (𝑎1𝑐3 − 𝑎3𝑐1)(𝑏1𝑐2 − 𝑏2𝑐1)
𝑥 = 𝑏1𝑐2𝑐3𝑑1 − 𝑏3𝑐1𝑐2𝑑1 − 𝑏1𝑐1𝑐3𝑑2 + 𝑏3𝑐1𝑐1𝑑2 − 𝑏1𝑐2𝑐3𝑑1 + 𝑏2𝑐1𝑐3𝑑1 + 𝑏1𝑐1𝑐2𝑑3 − 𝑏2𝑐1𝑐1𝑑3
𝑎1𝑏1𝑐2𝑐3 − 𝑎1𝑏3𝑐1𝑐2 − 𝑎2𝑏1𝑐1𝑐3 + 𝑎2𝑏3𝑐1𝑐1 − 𝑎1𝑏1𝑐2𝑐3 + 𝑎1𝑏2𝑐1𝑐3 + 𝑎3𝑏1𝑐1𝑐2 − 𝑎3𝑏2𝑐1𝑐1
𝑥 = −𝑏3𝑐1𝑐2𝑑1 − 𝑏1𝑐1𝑐3𝑑2 + 𝑏3𝑐1𝑐1𝑑2 + 𝑏2𝑐1𝑐3𝑑1 + 𝑏1𝑐1𝑐2𝑑3 − 𝑏2𝑐1𝑐1𝑑3
−𝑎1𝑏3𝑐1𝑐2 − 𝑎2𝑏1𝑐1𝑐3 + 𝑎2𝑏3𝑐1𝑐1 + 𝑎1𝑏2𝑐1𝑐3 + 𝑎3𝑏1𝑐1𝑐2 − 𝑎3𝑏2𝑐1𝑐1
𝑥 = 𝑐1(−𝑏3𝑐2𝑑1 − 𝑏1𝑐3𝑑2 + 𝑏3𝑐1𝑑2 + 𝑏2𝑐3𝑑1 + 𝑏1𝑐2𝑑3 − 𝑏2𝑐1𝑑3)
𝑐1(−𝑎1𝑏3𝑐2 − 𝑎2𝑏1𝑐3 + 𝑎2𝑏3𝑐1 + 𝑎1𝑏2𝑐3 + 𝑎3𝑏1𝑐2 − 𝑎3𝑏2𝑐1)
𝑥 = −𝑏3𝑐2𝑑1 − 𝑏1𝑐3𝑑2 + 𝑏3𝑐1𝑑2 + 𝑏2𝑐3𝑑1 + 𝑏1𝑐2𝑑3 − 𝑏2𝑐1𝑑3
−𝑎1𝑏3𝑐2 − 𝑎2𝑏1𝑐3 + 𝑎2𝑏3𝑐1 + 𝑎1𝑏2𝑐3 + 𝑎3𝑏1𝑐2 − 𝑎3𝑏2𝑐1
𝑥 = (𝑏3𝑐1𝑑2 + 𝑏2𝑐3𝑑1 + 𝑏1𝑐2𝑑3) − (𝑏3𝑐2𝑑1 + 𝑏1𝑐3𝑑2 + 𝑏2𝑐1𝑑3)
(𝑎2𝑏3𝑐1 + 𝑎1𝑏2𝑐3 + 𝑎3𝑏1𝑐2) − (𝑎1𝑏3𝑐2 + 𝑎2𝑏1𝑐3 + 𝑎3𝑏2𝑐1)
𝑥 = (𝑑1𝑏2𝑐3 + 𝑏1𝑐2𝑑3 + 𝑐1𝑑2𝑏3) − (𝑑3𝑏2𝑐1 + 𝑏3𝑐2𝑑1 + 𝑐3𝑑2𝑏1)
(𝑎1𝑏2𝑐3 + 𝑏1𝑐2𝑎3 + 𝑐1𝑎2𝑏3) − (𝑎3𝑏2𝑐1 + 𝑏3𝑐2𝑎1 + 𝑐3𝑎2𝑏1)
Mengapa rumus untuk nilai 𝑥 kita susun sedemikian rupa seperti di
atas? Coba kamu perhatikan kembali bentuk umum SPLTV. Misalkan kita
ambil koefisien-koefisien dari 𝑥, 𝑦, dan 𝑧, lalu kita susun seperti berikut.
53
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
53
|
𝑎1
𝑏1
𝑐1
𝑎1
𝑏1
𝑎2
𝑏2
𝑐2
𝑎2
𝑏2
𝑎3
𝑏3
𝑐3
𝑎3
𝑏3
|
Selanjutnya kita buat garis-garis diagonal pada susunan bilangan di
atas seperti berikut.
Sekarang coba kalikan bilangan-bilangan yang segaris. Lalu
jumlahkan hasil perkalian bilangan-bilangan pada garis biru dan hasilnya
dikurangi dengan jumlah hasil perkalian bilangan-bilangan pada garis
hitam. Maka kita dapatkan hasilnya sebagai berikut.
(𝑎1𝑏2𝑐3 + 𝑏1𝑐2𝑎3 + 𝑐1𝑎2𝑏3) − (𝑎3𝑏2𝑐1 + 𝑏3𝑐2𝑎1 + 𝑐3𝑎2𝑏1)
Ya, hasilnya sama persis dengan penyebut pada rumus nilai 𝑥.
Kemudian, seperti yang mungkin telah kamu sadari, jika kita ganti setiap
koefisien 𝑥, yakni 𝑎1, 𝑎2, dan 𝑎3, dengan konstanta 𝑑1. 𝑑2, dan 𝑑3, seperti
berikut.
Maka kita dapatkan hasilnya sebagai berikut.
(𝑑1𝑏2𝑐3 + 𝑏1𝑐2𝑑3 + 𝑐1𝑑2𝑏3) − (𝑑3𝑏2𝑐1 + 𝑏3𝑐2𝑑1 + 𝑐3𝑑2𝑏1)
Hasilnya sama persis dengan pembilang pada rumus nilai 𝑥. Dengan
ini, kita menemukan cara mudah untuk menghafal rumus nilai 𝑥. Rumus
nilai 𝒙 dapat kita tuliskan sebagai berikut.
|
𝑎1
𝑏1
𝑐1
𝑎1
𝑏1
𝑎2
𝑏2
𝑐2
𝑎2
𝑏2
𝑎3
𝑏3
𝑐3
𝑎3
𝑏3
|
|
𝑑1
𝑏1
𝑐1
𝑑1
𝑏1
𝑑2
𝑏2
𝑐2
𝑑2
𝑏2
𝑑3
𝑏3
𝑐3
𝑑3
𝑏3
|
54
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
54
Dengan cara yang sama seperti menemukan rumus nilai 𝑥, kita dapat
menemukan rumus untuk nilai 𝒚 dan 𝒛. Hasilnya adalah sebagai berikut.
Jadi, dengan menggunakan rumus untuk nilai 𝑥, 𝑦, dan 𝑧 di atas, kita
dapat menentukan penyelesaian dari suatu SPLTV hanya dengan
memasukkan koefisien-koefisien dan konstanta-konstanta pada SPLTV ke
dalam rumus.
Metode yang kita temukan di atas disebut metode determinan.
Determinan merupakan suatu bilangan yang berkaitan dengan suatu
matriks. Operasi hitung yang kita lakukan di atas sesungguhnya merupakan
salah satu cara menghitung determinan dari suatu matriks berukuran 3 × 3.
Matriks sendiri adalah susunan bilangan yang diatur menurut aturan baris
dan kolom dalam suatu jajaran berbentuk persegi atau persegi panjang,
susunan bilangan itu biasanya diletakkan dalam kurung biasa “( )” atau
kurung siku “[ ]”. Adapun tanda mutlak “| |” menandakan determinan
matriks. Konsep matriks baru akan kalian pelajari di kelas XI nanti. Namun,
metode
ini tetap
dapat
kamu
gunakan
dengan
mengikuti
pola
pengerjaannya.
𝑥 =
|
𝑑1
𝑏1
𝑐1
𝑑1
𝑏1
𝑑2
𝑏2
𝑐2
𝑑2
𝑏2
𝑑3
𝑏3
𝑐3
𝑑3
𝑏3
|
|
𝑎1
𝑏1
𝑐1
𝑎1
𝑏1
𝑎2
𝑏2
𝑐2
𝑎2
𝑏2
𝑎3
𝑏3
𝑐3
𝑎3
𝑏3
|
𝑧 =
|
𝑎1
𝑏1
𝑑1
𝑎1
𝑏1
𝑎2
𝑏2
𝑑2
𝑎2
𝑏2
𝑎3
𝑏3
𝑑3
𝑎3
𝑏3
|
|
𝑎1
𝑏1
𝑐1
𝑎1
𝑏1
𝑎2
𝑏2
𝑐2
𝑎2
𝑏2
𝑎3
𝑏3
𝑐3
𝑎3
𝑏3
|
𝑦 =
|
𝑎1
𝑑1
𝑐1
𝑎1
𝑑1
𝑎2
𝑑2
𝑐2
𝑎2
𝑑2
𝑎3
𝑑3
𝑐3
𝑎3
𝑑3
|
|
𝑎1
𝑏1
𝑐1
𝑎1
𝑏1
𝑎2
𝑏2
𝑐2
𝑎2
𝑏2
𝑎3
𝑏3
𝑐3
𝑎3
𝑏3
|
55
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
55
Sekarang
mari
kita
terapkan
metode
determinan
untuk
menyelesaikan SPLTV yang diperoleh dari Masalah 3.1 pada Kegiatan
Belajar 3. Sistem persamaannya sebagai berikut.
{
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 95
(1)
2𝑥 + 3𝑦 + 𝑧 = 165
(2)
𝑥 + 𝑦 − 𝑧 = 5
(3)
Dari SPLTV di atas, pastinya kamu sudah dapat menentukan bahwa:
𝑎1 = 1
𝑏1 = 1
𝑐1 = 1
𝑑1 = 95
𝑎2 = 2
𝑏2 = 3
𝑐2 = 1
𝑑2 = 165
𝑎3 = 1
𝑏3 = 1
𝑐3 = −1𝑑3 = 5
Sehingga, nilai 𝑥, 𝑦, dan 𝑧 ditentukan sebagai berikut.
𝑥 =
|
9511951
165
31165
3
51−151
|
|
11111
23123
11−111
|
𝑥 =
(95 ⋅ 3 ⋅ (−1) + 1 ⋅ 1 ⋅ 5 + 1 ⋅ 165 ⋅ 1) − (5 ⋅ 3 ⋅ 1 + 1 ⋅ 1 ⋅ 95 + (−1) ⋅ 165 ⋅ 1)
(1 ⋅ 3 ⋅ (−1) + 1 ⋅ 1 ⋅ 1 + 1 ⋅ 2 ⋅ 1) − (1 ⋅ 3 ⋅ 1 + 1 ⋅ 1 ⋅ 1 + (−1) ⋅ 2 ⋅ 1)
𝑥 =
(−285 + 5 + 165) − (15 + 95 − 165)
(−3 + 1 + 2) − (3 + 1 − 2)
= −115 + 55
0 − 2
= −60
−2 = 𝟑𝟎.
𝑦 =
|
195
1195
2165
12165
15−115
|
|
11111
23123
11−111
|
𝑦 =
(1 ⋅ 165 ⋅ (−1) + 95 ⋅ 1 ⋅ 1 + 1 ⋅ 2 ⋅ 5) − (1 ⋅ 165 ⋅ 1 + 5 ⋅ 1 ⋅ 1 + (−1) ⋅ 2 ⋅ 95)
−2
𝑦 =
(−165 + 95 + 10) − (165 + 5 − 190)
−2
= −60 + 20
−2
= −40
−2 = 𝟐𝟎.
𝑧 =
|
119511
23165
23
11511
|
|
11111
23123
11−111
|
56
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
56
𝑧 = (1 ⋅ 3 ⋅ 5 + 1 ⋅ 165 ⋅ 1 + 95 ⋅ 2 ⋅ 1) − (1 ⋅ 3 ⋅ 95 + 1 ⋅ 165 ⋅ 1 + 5 ⋅ 2 ⋅ 1)
−2
𝑍 =
(15 + 165 + 190) − (285 + 165 + 10)
−2
= −90
−2 = 𝟒𝟓.
Jadi, penyelesaian dari SPLTV tersebut adalah (𝟑𝟎, 𝟐𝟎, 𝟒𝟓). Hasil ini
sama dengan hasil yang didapat menggunakan metode eliminasi-substitusi.
Langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk menyelesaikan
SPLTVdengan metode determinanadalah sebagai berikut.
(1)Buat susunan bilangan dari koefisien-koefisien pada SPLTV membentuk
baris dan kolom. Kolom pertama untuk koefisien 𝑥, kolom kedua untuk
koefisien 𝑦, kolom ketiga untuk koefisien 𝑧, kolom keempat untuk
koefisien 𝑥 lagi, dan kolom kelima untuk koefisien 𝑦 lagi. Adapun susunan
barisnya berdasarkan urutan persamaan pada SPLTV.
(2)Rumus untuk nilai 𝑥, 𝑦, dan 𝑧 hanya berupa pembagian dua unsur, yakni
pembilang dan penyebut. Susunan bilangan yang didapat pada langkah
(1) kita tempatkan sebagai penyebut bagi rumus nilai 𝑥, 𝑦, dan 𝑧.
(3)Pembilang untuk rumus nilai 𝑥 didapat dari susunan bilangan pada
langkah (1) dengan mengganti koefisien 𝑥 dengan konstanta, sesuai
dengan urutan persamaannya.
(4)Pembilang untuk rumus nilai 𝑦 didapat dari susunan bilangan pada
langkah (1) dengan mengganti koefisien 𝑦 dengan konstanta, sesuai
dengan urutan persamaannya.
(5)Pembilang untuk rumus nilai 𝑧 didapat dari susunan bilangan pada
langkah (1) dengan mengganti koefisien 𝑧 dengan konstanta, sesuai
dengan urutan persamaannya.
(6)Operasikan setiap susunan bilangan mengikuti pola berikut.
▪Kalikan bilangan-bilangan yang segaris.
57
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
57
▪Jumlahkan hasil perkalian bilangan pada garis biru, kurangkan
hasilnya dengan jumlah hasil perkalian bilangan pada garis hitam.
(7)Selesaikan operasi perhitungan pada setiap variabel, maka didapat
penyelesaian dari SPLTV yang dikerjakan.
Metode determinan ini dapat pula kamu kombinasikan dengan metode
eliminasi ataupun substitusi.
Untuk menguji pemahaman kamu mengenai cara menyelesaikan SPLTV
dengan metode determinan, coba kerjakan soal-soal latihan berikut,
Latihan
Jawablah semua soal berikut dengan menyertakan langkah-langkah
penyelesaiannya!
1.Tentukan penyelesaian dari SPLTV berikut menggunakan metode
determinan.
{
𝑥 − 𝑦 − 2𝑧 = 9
(1)
2𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 8
(2)
3𝑥 − 𝑦 + 3𝑧 = 7
(3)
2.Sari membeli 3 wadai untuk, 2 wadai cincin, 1 wadai cucur seharga
Rp8500 di sebuah warung. Di warung yang sama, Desi membeli 2 wadai
untuk, 2 wadai cincin, dan 1 wadai cucur seharga Rp7.000. Di situ juga
ada Doni yang membeli 1 wadai untuk, 2 wadai cincin, dan 1 wadai cucur
seharga Rp6.500. Tentukan harga wadai untuk, cincin, dan cucur per
buah dengan menggunakan metode determinan.
58
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
58
Glosarium
Acil
: Saudara perempuan dari ayah/ibu; bibi.
Amparan tatak
: Kue khas Banjar berwarna putih yang terbuat dari
adonan tepung beras dan santan dengan potongan pisang
di tengahnya yang dimasak dengan cara dikukus di
dalam loyang. Kue ini kadang juga dibuat dari tepung
terigu dan pisang juga dapat diganti dengan nangka.
Apam
: Kue tradisional yang terbuat dari adonan tepung beras
atau tepung terigu dengan campuran santan dan gula
merah atau gula putih yang dimasak dengan cara
dikukus. Apam dikenal di banyak daerah di Indonesia
dan setiap daerah memiliki kekhasan tersendiri. Di
Kalimantan Selatan, apam yang terkenal adalah apam
Barabai.
Bingka
: Kue khas Banjar dengan cita rasa manis dan bertekstur
lembut yang terbuat dari campuran tepung terigu,
santan, telur, dan gula. Bingka biasanya dimasak dengan
cara dipanggang dalam cetakan berbentuk bunga, namun
ada pula yang berbentuk bulat. Ada berbagai macam
varian bingka yang biasa dibuat, seperti bingka kentang,
tapai, labu, pandan, dan gula merah.
Bumbu Habang
: Bumbu masak khas Banjar yang berwarna merah
(habang) karena terbuat dari cabai merah kering yang
sudah dihaluskan dicampur bumbu-bumbu lain seperti
bawang merah, bawang putih, kayu manis, gula merah,
dan sebagainya. Meskipun terbuat dari cabai, umumnya
bumbu habang bercita rasa agak manis.
Cincin (kue)
: Kue khas Banjar yang berbentuk bundar dan gepeng
serta memiliki empat lubang seperti kancing baju. Kue
ini terbuat dari adonan tepung beras, pisang, serta gula
merah yang dimasak dengan cara digoreng.
Cucur
: Kue tradisional yang juga dikenal di berbagai daerah di
Indonesia yang berbentuk bundar dan agak pipih dengan
bagian pinggirnya agak melengkung. Kue ini terbuat dari
campuran tepung terigu, tepung beras, serta gula merah
dan dimasak dengan cara digoreng serta memiliki tekstur
agak berminyak dan berserat.
Dadar gulung
: Kue tradisional yang dikenal di Indonesia dan Malaysia
berupa panekuk yang digulung dengan isian kelapa yang
dicampur gula merah. Di Kalsel, isian tersebut disebut
59
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
59
inti. Adapun kulit dadar gulung terbuat dari adonan
tepung terigu serta garam dan dapat pula diberi pewarna
makanan kemudian dimasak di atas wajan.
Dodol kandangan
: Dodol yang berasal dari daerah Kandangan, Kabupaten
Hulu Sungai Selatan. Bahan utama dodol ini adalah
beras ketan dan gula merah, namun ada juga varian rasa
lain seperti kacang, durian, nangka, kelapa muda, wajik,
dan kasirat (parutan kelapa muda).
Gambut
: Salah satu kecamatan di Kabupaten Banjar, Provinsi
Kalimantan Selatan.
Gula Habang
: Gula merah; gula aren.
Haruan
: Salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki kepala
besar agak gepeng mirip kepala ular dan tubuh yang
bulat memanjang. Di Indonesia lebih dikenal dengan
nama ikan gabus. Nama ilmiahnya adalah Channa
striata.
Kai
: Ayah dari orang tua kita; kakek.
Kalalapon
: Kue khas Banjar berbentuk bulat-bulat kecil berwarna
hijau yang terbuat dari ketan dengan isian gula merah
dan biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut;
klepon
Kandangan
: Ibu kota kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi
Kalimantan Selatan.
Kapul
: Sejenis buah lokal Kalimantan yang berbentuk bulat
mirip manggis namun dengan warna kulit buah kuning
kecokelatan hingga jingga kemerahan. Daging buahnya
berwarna putih dan ada juga yang kuning dengan rasa
campuran manis dan asam. Nama ilmiahnya adalah
Baccaurea borneensis.
Kasturi
: Sejenis
mangga
lokal
Kalimantan
Selatan
yang
berukuran kecil. Kulitnya berwarna hijau kemerahan
dengan bintik-bintik cokelat gelap. Daging buahnya
berserat dan beraroma harum. Nama ilmiahnya adalah
Mangifera casturi.
Ketupat Kandangan : Makanan khas Kandangan berupa ketupat yang
disajikan dengan kuah santan yang dimasak dengan
bumbu khas dilengkapi lauk ikan gabus yang diasap
kemudian dimasak bersama kuah santan.
Kuini
: Sejenis mangga yang memiliki rasa dan aroma harum
yang khas. Kulit buahnya berwarna hijau tua dengan
bintik-bintik cokelat. Sementara daging buahnya yang
60
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
60
sudah matang berwarna kuning cerah, cukup tebal
dengan rasa asam manis dan agak berserat. Nama
ilmiahnya Mangifera odorata; kweni.
Lapat
: Makanan khas Banjar yang terbuat dari beras yang
dimasak dengan santan dan dibungkus menggunakan
daun pisang. Lapat biasanya dimakan dengan sambal
kacang khas Banjar.
Lapis (kue)
: Kue tradisional yang memiliki warna berlapis-lapis yang
terbuat dari adonan tepung beras atau terigu. Warna
yang umumnya digunakan yaitu cokelat, hijau, putih,
serta merah.
Lempeng
: Kue khas Banjar berupa panekuk yang terbuat dari
campuran tepung terigu, pisang, serta parutan kelapa.
Lok Baintan
: Sebuah desa di kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten
Banjar. Desa ini terkenal dengan pasar terapung Lok
Baintan.
Maritam
: Sejenis buah khas Kalimantan yang masih kerabat buah
rambutan. Bentuk dan ukuran buahnya sangat mirip
dengan rambutan. Bedanya kulit buah maritam tidak
memiliki rambut, tetapi memiliki tonjolan seperti duri
tumpul, dan berwarna merah kehitaman. Daging
buahnya juga mirip rambutan dengan rasa yang beragam
mulai dari manis hingga asam. Nama ilmiahnya adalah
Nephelium mutabile.
Mundar
: Sejenis buah khas Kalimantan yang masih kerabat buah
manggis. Buahnya berbentuk bulat dengan kulit
berwarna merah cerah dan berukuran lebih kecil dari
manggis. Daging buahnya berwarna putih dengan rasa
campuran asam dan manis. Nama ilmiahnya Garcinia
forbesii.
Pais (kue)
: Kue khas Banjar yang terbuat dari tepung terigu atau
tepung beras, santan, serta pisang yang dibungkus daun
pisang dan dimasak dengan cara dikukus. Selain pais
pisang, ada pula pais waluh yang terbuat dari tepung
terigu, santan, labu, serta gula merah.
Papuyu
: Salah satu jenis ikan air tawar berukuran relatif kecil
dengan ciri terdapat garis-garis gelap agak samar pada
bagian sampingnya. Bagian atas tubuhnya berwarna
gelap
kehitaman
sementara
bagian
bawah
agak
kekuningan. Ikan ini umumnya hidup di rawa-rawa,
sawah, sungai kecil, ataupun kolam-kolam bekas banjir.
Dikenal juga dengan nama ikan betok dengan nama
ilmiah Anabas testudineus.
61
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
61
Pundut nasi
: Makanan khas Banjar yang terbuat dari beras yang
dimasak dengan santan dan dibungkus daun pisang
kemudian
dikukus,
namun
cara
membungkusnya
berbeda dengan lapat. Ciri khas lainnya yaitu sebelum
dibungkus, bagian atas nasi disiram dengan santan.
Pundut nasi biasanya dimakan dengan sambal habang
khas Banjar.
Rabuk
: Abon khas Banjar, biasanya terbuat dari ikan haruan
dengan tambahan santan serta rempah-rempah.
Ramania
: Sejenis buah berbentuk bulat kecil berwarna hijau saat
muda dan kuning saat sudah matang serta bijinya
berwarna ungu. Dikenal juga dengan nama gandaria
atau jatake dengan nama ilmiah Bouea macrophylla.
Soto Banjar
: Soto ayam khas Banjar yang dimasak dengan tambahan
rempah-rempah serta berwarna agak keruh karena
ditambah
susu
atau
kentang
rebus
yang
telah
dilumatkan.
Biasanya
disajikan
dengan
potongan
ketupat, irisan telur rebus, suwiran ayam, irisan wortel,
potongan perkedel, bihun, irisan daun seledri, bawang
goreng, serta irisan jeruk nipis/jeruk purut.
Tapai/Tape
: Makanan hasil fermentasi beras ketan atau singkong
yang telah diberi ragi. Tapai beras biasanya diberi
pewarna hijau dari daun katuk dan dibentuk bulat-bulat
kecil. Di Kalsel, tapai beras sering menjadi campuran kue
seperti bingka.
Untuk (kue)
: Kue khas Banjar berbentuk bulat yang terbuat dari
tepung terigu yang diuleni serta diberi ragi dan dimasak
dengan cara digoreng. Umumnya diberi isian berupa inti
(campuran kelapa parut dan gula merah), kacang hijau,
kacang tanah, ataupun pisang.
Wadai
: Penganan atau makanan ringan yang bukan makanan
utama, biasanya berbahan dasar tepung dengan cita rasa
manis, gurih, ataupun asin; kue.
Waluh
: Istilah Banjar untuk labu, merujuk pada labu kuning
yang biasa dijadikan sayur serta campuran makanan
seperti kolak dan berbagai jenis kue.
62
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
62
Kunci Jawaban Latihan
Latihan 1
1.Poin (a) dan (c) dapat membentuk SPLTV, poin (b) dan (d) tidak.
2.{
𝑥 + 10𝑦 + 5𝑧 = 17
𝑥 + 15𝑦 + 8𝑧 = 22
2𝑥 + 25𝑦 + 10𝑧 = 36
3.{
15𝑥 + 10𝑦 + 8𝑧 = 500
𝑥 + 𝑦 + 𝑧 = 50
4𝑥 − 𝑦 − 𝑧 = 0
Latihan 2
1.(a) 3𝑥 + 𝑦 =
1
2
(b) 7𝑥 −
3
2𝑦 = 5
(c) 𝑥 =
1
2
(d) (
1
2, −1, 0)
2.(a) 𝑧 = 2𝑥 + 3𝑦
(b) Persamaan (4): 3𝑥 + 𝑦 = −5; Persamaan (5): −3𝑥 − 2𝑦 = 1
(c) 𝑦 = −3𝑥 − 5; 𝑥 = −3
(d) (−3, 4, 6)
3.(8, 6, 5)
Latihan 3
1.1 loyang amparan tatak memerlukan 8 buah pisang, 1 buah pais pisang
memerlukan
2
5 buah pisang, dan 1 buah lempeng pisang memerlukan 1
buah pisang.
2.1 kotak kecil berisi 10 buah kalalapon, 1 kotak sedang berisi 15 buah
kalalapon, dan 1 kotak besar berisi 25 buah kalalapon.
3.Keluarga keempat harus membayar sebesar Rp75.000.
Latihan Pengayaan
1.(4, −1, −2)
2.Harga wadai untuk Rp1.000, harga wadai cincin Rp2.000, harga wadai
cucur Rp1.500.
63
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
63
Kunci Jawaban Tes Formatif
Tes Formatif 1
1.D
2.C
3.D
4.E
5.C
Tes Formatif 2
1.B
2.D
3.A
4.C
5.C
Tes Formatif 3
1.D
2.C
3.B
4.E
5.A
64
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
64
Daftar Pustaka
Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Matematika Untuk
SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Matematika Untuk
SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Matematika Untuk
SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Edisi Revisi: Buku Guru. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Matematika Untuk
SMP/MTs Kelas VIII Semester 1 Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Modul Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
1
Kegiatan Belajar 1
Mengenal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
Mari kita mulai pembelajaran ini dengan mengamati permasalahan berikut.
Uraian Materi
Pada Masalah 1.1, kita diminta untuk menentukan harga satuan dari
nasi kuning, pundut nasi, dan lapat. Tahukah kamu bagaimana
menyelesaikan masalah tersebut?
Warung Acil Idah menjual berbagai kue dan makanan khas
Banjar. Ia biasanya berjualan dari pagi sampai siang hari. Saat pagi,
makanan yang banyak dicari orang untuk sarapan adalah nasi kuning,
pundut nasi, dan lapat, seperti pada Gambar 1.1, 1.2, dan 1.3 berikut.
Seorang pembeli membeli 1 bungkus nasi kuning, 2 buah pundut nasi,
dan 2 buah lapat dan membayar Rp30.000. Pembeli berikutnya
membeli 2 bungkus nasi kuning, 1 buah pundut nasi, dan 3 buah lapat
dan membayar Rp37.000. Pembeli yang lain membeli 1 bungkus nasi
kuning, 3 buah pundut nasi, dan 4 buah lapat dan membayar Rp46.000.
Tentukan harga satuan masing-masing makanan tersebut.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 64
SLIDE
Similar Resources on Wayground
58 questions
BUMI DAN ANTARIKSA
Presentation
•
10th Grade
61 questions
Pseudocode, Variabel, Konstanta, Type Data
Presentation
•
10th Grade
56 questions
materi geografi
Presentation
•
KG
62 questions
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Presentation
•
10th - 12th Grade
53 questions
Tugas Kolonialisme
Presentation
•
11th Grade
56 questions
Untitled Presentatiosejarah peradaban islam di dunian
Presentation
•
12th Grade
62 questions
Belum Berjudul
Presentation
•
12th Grade
61 questions
Asesmen Diagnostik Bilangan Berpangkat bulat dan akar
Presentation
•
7th Grade - University
Popular Resources on Wayground
11 questions
Hallway & Bathroom Expectations
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Assessment 2
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
12 questions
2026 TAP Technology in the Classroom
Presentation
•
Professional Development
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 2 Review
Quiz
•
5th Grade
15 questions
HCS SCI 04 Summer School Review 2
Quiz
•
4th Grade
59 questions
Geometry Unit 3 Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
14 questions
FAST ELA READING SMAPLE TEST MATERIALS
Passage
•
3rd Grade