
presentasi masyarakat indonesia pada awal kemerdekaan
Presentation
•
Social Studies
•
9th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
titoes wong
Used 7+ times
FREE Resource
48 Slides • 0 Questions
1
KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA SEJAK AWAL
KEMERDEKAAN HINGGA MASA REFORMASI
2
KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA SEJAK AWAL
KEMERDEKAAN HINGGA MASA REFORMASI
Masa Awal Kemerdekaan (1945-1950)
Masa Demokrasi Parlementer (1950-1959)
Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Masa Orde Baru (1965-1998)
Masa Reformasi (1998-Sekarang)
3
Masa Kemerdekaan (1945-1950)
Proklamasi Kemerdekaan
Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia
Perkembangan Politik Indonesia pada Masa Kemerdekaan
Perkembangan Ekonomi Indonesia pada Masa
Kemerdekaan
Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa Kemerdekaan
Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
4
Peristiwa
Rengasdengklok
✓Soekarno
✓Moh. Hatta
✓Ahmad
Soebardjo.
Penyusunan naskah proklamasi
di rumah Laksamana Maeda
Pembacaan naskah proklamasi
Pembentukan
BPUPKI dan PPKI
Sambutan Rakyat Terhadap Proklamasi Kemerdekaan
• Rapat Raksasa di Lapangan Ikada
• Tanggapan di Berbagai Daerah Terhadap Proklamasi
Proklamasi Kemerdekaan
5
Persiapan
Proklamasi
Kemerdekaan
Indonesia
1.
Pembentukan BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai)
•
Pada
tanggal
1
Maret
1945,
Kumakici
Harada
menyatakan
pembentukan BPUPKI
•
Tujuan
pembentukan
BPUPKI
adalah
untuk
mempersiapkan
hal-hal
yang berkaitan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia
•
Pada tanggal 28 Mei 1945, BPUPKI dilantik dan diresmikan dengan susunan
pengurus terdiri dari:
Ketua
: dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat
Ketua muda
: Shucokan Icibangase
Sekretariat
: R.P. Suroso dibantu dengan Mr. A.G.
Pringgodigdo dan Toyohito Masuda
6
Sidang BPUPKI
1.
29 Mei – 1 Juni 1945 dengan agenda merumuskan rancangan dasar negara
• Ada 3 tokoh yang memberikan pandangan/ ide gagasan mereka tentang
dasar negara Indonesia:
Mr. Muh. Yamin (29 Mei 1945)
1. Peri Kebangsaan.
2. Peri Kemanusiaan.
3. Peri Ketuhanan.
4. Peri Kerakyatan.
5. Kesejahteraan Rakyat
Mr. Supomo (31 Mei 1945)
1. Persatuan.
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan
batin.
4. Musyawarah.
5. Keadilan rakyat
7
•Sidang
mengalamai
masa
reses
(penundaan) selama kurang lebih 1
bulan
karena
pada
saat
itu
belum
mencapai kata sepakat mengenai
rumusan dasar negara
•Pada tanggal 21 Juni 1945, dibentuklah
panitia sembilan karena terdiri dari 9 tokoh
Indonesia. Pada hari yang sama mereka
juga
mengadakan
rapat
yang
menghasilkan
ketetapan
mengenai
maksud
dan
tujuan Indonesia
merdeka
yang
dikenal
dengan
Piagam
Jakarta
(Jakarta Charter )
Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
Hari Lahirnya Pancasila
1.
Kebangsaan Indonesia
2.
Internasionalisme
atau
perikemanusiaan
3.
Mufakat atau demokrasi
4.
Kesejahteraan sosial
5.
Ketuhanan yang Maha
Esa
8
Rumusan dasar negara menurut Piagam Jakarta
1. Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syari’at Islam bagi pemeluk-
pemeluknya,
2. (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab,
3. Persatuan Indonesia,
4. (dan)
kerakyatan
yang
dipimpin
oleh
hikmat
kebijaksanaan
dalam
permusyawaratan perwakilan,
5. (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
b. 10 – 16 Juli 1945 dengan agenda merumuskan UUD
1. Pernyataan Indonesia merdeka
2. Pembukaan/ preambule UUD 1945
3. Batang tubuh/ isi UUD 1945
9
2. Pembentukan PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai)
•Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan dan pada hari yang sama
digantikan dengan PPKI dengan anggota 27 orang
•Pada tanggal 9 Agustus 1945, 3 orang tokoh Indonesia yang dipanggil ke
Dalat (Vietnam) oleh Marsekal Terauchi adalah
1. :Ir. Soekarno
2.
Moh. Hatta
3. dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat
•Tujuan pemanggilan tersebut adalah :
1. Pelantikan pengurus PPKI
2. Kepastian kemerdekaan Indonesia
3. Batas wilayah Indonesia
10
3. Peristiwa Rengasdengklok
• Kekalahan Jepang, diketahui oleh sebagian golongan muda melalui radio siaran luar
negeri. Oleh karena itu, golongan muda mengadakan rapat yang dipimpin oleh
Chairul Saleh dan menghasilkan, ”Kemerdekaan Indonesiaadalah hak dan soal
rakyat Indonesia sendiri, tak dapat digantungkan pada orang dan negara lain. Segala
ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang harus diputuskan dan
sebaliknya diharapkan adanya perundingan dengan golongan muda agar mereka
diikutsertakan dalam pernyataan kemerdekaan
• Keputusan rapat itu disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada Ir. Soekarno
di rumahnya. Tuntutan Wikana disertai dengan ancaman bahwa akan terjadi
pertumpahan darah jika Ir. Soekarno tidak menyatakan proklamasi esok hari.
• Golongan muda kembali mengadakan rapat dini hari tanggal 16 Agustus 1945 dan
keputusannya ”menyingkirkan Ir. Soekarno dan Drs. Hatta ke luar
kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang.
11
• Pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30 waktu Jawa sekelompok pemuda
membawa Ir. Soekarno dan Drs. Hatta ke Rengasdengklok (cudan/ kompi tentara
Peta).
• Anggota PPKI berkumpul atas undangan Ir. Soekarno dan Drs. Hatta tetapi rapat ini
tidak dihadiri pengundangnya. Peserta merasa heran dan terjadi perbincangan antara
Mr. Ahmad Soebardjo dengan Wikana yang menghasilkan kesepakatan bahwa
Proklamasi Kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta.
• Jusuf Kunto mengantarkan Mr. Ahmad Soebardjo dan sekretarisnya Mbah Soediro ke
Rengasdengklok. Ahmad Soebardjo memberikan jaminan dengan taruhan nyawa
bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya tanggal 17
Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00.
4. Perumusan Teks Proklamasi
• Berlangsung di rumah Laksamana Tadashi Maeda karena ia menjamin
keselamatan mereka selama berada di rumahnya;
12
•Kalimat pertama dari naskah proklamasi merupakan saran dari Mr. Ahmad Soebardjo
sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran dari Drs. Moh. Hatta
• Naskah tersebut diketik oleh Sajuti Melik dan mengalami beberapa perubahan.
5. Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan
• Proklamasi kemerdekaan dilaksanakan di rumah Ir. Sukarno Jl.Pegangsaan Timur no.
56 pada pukul 10.00. sebelumnya ada usulan untuk melaksanakan pembacaan
proklamasi kemerdekaan di lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta), namun kemudian
urung disebabkan pertimbangan keamanan dan dikhawatirkan terjadi bentrokan antara
rakyat Indonesia dengan tentara Jepang.
• Peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia berlangsung dengan singkat dan
sederhana. Adapun susunan acara proklamasi yaitu:
1)
Pidato pembukaan oleh Ir. Soekarno.
2)
Pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno
3)
Pengibaran Bendera merah putih oleh Suhud dan Latif Hendraningrat diiringi
menyanyikan lagu Indonesia Raya.
4)
Sambutan wali kota Suwiryo dan dr. Muwardi selaku pimpinan barisan pelopor
13
Penyebaran Berita Proklamasi
• Penyebaran dilakukan melalui Kantor Berita Domei yang dikepalai Waidan B.
Palenewen, ia memerintahkan F.Wuz untuk menyiarkan tiga kali dan baru dua kali
masuklah orang Jepang ke ruangan radio dengan marah-marah dana akhirnya kantor
itu disegel.Tokoh pemuda tak kehilangan akal, mereka membuat pemancar baru
dengan alat-alat pemancar radio yang mereka ambil bagian-demi bagian dari Kantor
Berita Domei sehingga terciptalah pemancar baru di Jalan Menteng 31.
6. Sambutan Rakyat terhadap Proklamasi Kemerdekaan
• Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pada tanggal 19 September 1945
Menegaskan kemerdekaan RI dihadapan rakyatnya. Tujuan pertemuan
tersebut adalah mempertemukan rakyat dengan pemerintahannya (presiden dan
wapres). Pemerintah RI (Soekarno) meminta dukungan rakyat agar senantiasa
mematuhi kebijakan-kebijakan pemerintah RI.
14
• Tanggapan di berbagai daerah terhadap Proklamasi
✓ Sultan HB IX dari Kesultanan Yogyakarta menyatakan dukungan
terhadap RI.
Sultan HB IX menegaskan bahwa negeri Ngayogyakarta Hadiningrat
yang bersifat kerajaan menjadi bagian dalam negara RI.
✓ Daerah lain yang menanggapi proklamasi kemerdekaan antara lain Aceh,
Bali, dan Sulawesi Selatan.
7. Reaksi Rakyat terhadap Proklamasi Kemerdekaan
• Perebutan kekuasaan, baik dengan cara kekerasan maupun dengan cara
perundingan.
15
Pembentukan Pemerintahan Republik Indonesia
a) Sidang PPKI 18 agustus 1945
1. Pengesahan UUD 1945
Rancangan ini disahkan sebagai konstitusi negara pada sidang pertama PPKI pada
18
Agustus 1945. Disepakati piagam Jakarta menjadi pembukaan UUD 1945
dengan perubahan terkait sila pertama dasar negara
2. Pemilihan Presiden dan wakil Presiden
✓Pada sidang pertama PPKI pada 18 Agustus 1945 dilakukan pemilihan presiden
dan wakil presiden secara aklamasi.
✓Otto Iskandardinata mengusulkan Soekarno dan Moh. Hatta sebagai pasangan
presiden dan wakil presiden.
✓Soekarno dan Moh. Hatta ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden Republik
Indonesia.
3. Tugas Presiden sementara dibantu oleh Komite Nasional Indonesia Pusat
sebelum dibentuknya MPR dan DPR.
A. Pembentukan Kelengkapan Negara
Terbentuknya Negara Kesatuan Republik
Indonesia
16
b). Sidang PPKI 19 Agustus 1945
1. Menetapkan delapan provinsi di Republik Indonesia yang dikepalai seorang
gubernur.
Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sunda Kecil, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi,
dan Kalimantan/Borneo
2. Menetapkan 12 Departemen dengan menterinya yang mengepalai departemen
dan 4 menteri agama.
Departemen Dalam Negeri.,Departemen Luar Negeri.,Departemen
Kehakiman.,Departemen Keuangan,Departemen Kemakmuran,Departemen
Kesehatan.Departemen Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan,Departemen
Sosial, Departemen Pertahanan, Departemen Penerangan,Departemen
Perhubungan,Departemen Pekerjaan Umum.
3. Membentuk Komite Nasional
17
c). Sidang PPKI 22 Agustus 1945
1. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNPI) yang berpusat di Jakarta
➢KNIP dilantik 29 Agustus 1945 di gedung Kesenian Jakarta
dengan ketua Kasman Singodimejo dan Suwirjo ( sekretaris)
➢ Pembentukan Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) di setiap propinsi
Tugas KNID: membantu tugas pemerintah daerah
2. Menetapkan partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai satu-satunya partai politik di
Indonesia.
3. Membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR).
18
Pembentukan BKR
•22 Agustus 1945 dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR dipimpin oleh
Kolonel Soedirman.
•5 Oktober 1945 BKR berganti nama menjadi Tentara Keamanan Raktyat (TKR).
•7 Januari 1945 berbah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat (TKR).
•5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI)
B.Perubahan Otoritas KNIP dan Lembaga Kepresidenan pada masa awal
kemerdekaan
1. Maklumat Pemerintah No X Tanggal 16 Oktober 1945
➢ Isi:
a) KNIP sebelum MPR dan DPR terbentuk diberikan kewenangan sebagai
lembaga legislatif dengan tugas menyusun GBHN
b) Dibentuk Badan Pekerja (BP KNIP) yang bertanggung jawab terhadap KNIP
19
.
Alasan KNIP untuk mengajukan usul tentang dikeluarkannya Maklumat Pemerintah No X
Tanggal 16 Oktober 1945 adalah
a)
Adanya kesan politik kekuasaan presiden tak terbatas dan dikhawatirkan menjadi
diktator
b)
Propaganda Belanda (NICA) dengan membuat isu politik bahwa Indonesia
menganut paham fasisme warisan Jepang agar tidak disukai oleh dunia
Internasional
c)
Menunjukkan pada dunia internasional bahwa indonesia adalah negara demokratis,
bukan fasis
2. Maklumat Pemerintah Tanggal 3 November 1945
• Isi maklumat adalah pembentukan banyak partai (multipartai)
3. Maklumat Pemerintah Tanggal 14 November 1945
• Isi maklumat adalah perubahan dari kabinet presidensil menjadi kabine parlementer
20
Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
• Insiden Hotel Yamato
• Pertemburan Surabaya
• Pertempuran Lima Hari di
Semarang
• Pertempuran Ambarawa
• Bandung Lautan Api
• Pertempuran Medan Area
• Pertempuran Puputan Margarana
• Serangan Umum 1 Maret 1949
Fisik
• Perundingan Linggajati
• Perundingan Renville
• Perundingan Roem-Royen
• Konferensi Meja Bundar
Diplomasi
• Hasil KMB Indonesia berbentuk
RIS
• 27 Desember 1949 : Pengakuan
kedaulatan
Pengakuan kedaulatan
21
Perkembangan Politik Indonesia pada Masa
Kemerdekaan
Republik Indonesia Serikat
Proses Kembali Menjadi Negara Kesatuan
• Pemberontakan PKI di Madiun 1948
• Pemberontakan DI/TII (Daarul
Islam/Tentara Islam Indonesia)
Gangguan Keamanan
22
a. Republik Indonesia Serikat
➢Hasil KMB 23 Agustus 1949
Indonesia berbentuk RIS (RI, 6
negara bagian, 9 daerah otonom )
➢14 Desember 1949 disepakati :
▪ UUD RIS
▪ Presiden RIS : Ir. Soekarno (16
Desember 1949 )
▪Perdana Menteri RIS: Moh. Hatta
▪Pemangku jabatan (acting)
Presiden RI : Mr. Assaat Datuk
Bundo 27 Desember 1949 dilakukan
di Yogyakarta.
23
b. Proses Kembali Menjadi Negara Kesatuan
▪ Ketidakpuasan terhadap negara RIS
▪ 4 Januari 1950 Presiden RIS menunjuk 3 orang (Mr.
Soesanto Tirtoprojo,
M.Natsir, Dr. Halim ) untuk membentuk kabinet dengan program yaitu melanjutkan
perjuangan membentuk negara kesatuan sesuai amanat proklamasi kemerdekaan
17 Agustus 1945
▪ 3 April 1950 dikeluarkan Mosi Integral Natsir, meminta pemerintah dan seluruh
elemen bangsa menyelesaikan masalah secara integral. Mosi ini sebagai
momentum sejarah yang mengantarkan Indonesia kembali ke NKRI.
▪ 8 Maret dikeluarkan UU darurat No.11 Tahun 1950 tentang tata cara perubahan
susunan kenegaraan RIS.
▪ 19 Mei 1950 M. Hatta mempersiapka kembali ke NKRI
▪ 14 Agustus 1950 Parlemen dan Senat RIS mengesahkan Rancangan UUD
Sementara RI menjadi UUD Sementara NKRI
▪ 15 Agustus 1950 Presiden Soekarno membacakan piagam terbentuknya NKRI
dalam rapat gabungan parlemen dan senat
▪ 17 Agustus 1950 Indonesia RIS dibubarkan dan kembali ke bentuk NKRI
24
c. Gangguan Keamanan
1. Pemberontakan PKI di Madiun 1948
a)
18 September 1948 Muso memproklamirkan berdirinya Pemerintah
Soviet Indonesia di Madiun, tujuannya mengganti Pancasila dengan
ideologi komunis
b)
Tindakan ::
▪ Mendirikan pemerintahan Soviet di Indonesia
▪ Mempersenjatai orang-orang yang tersingkir akibat kebijakan
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan perang (RERA)
a)
Pemerintah melakukan opersai militer
▪ Tokoh2 PKI D.N. Aidit dan H M.Lukman melarikan diri ke Tiongkok dan
Vietnam
▪ Muso terbunuh dan Amir Syarifudin tertangkap.
▪ 30 September 1948 pasukan Divisi Siliwangi berhasil merebut koa
Madiun.
25
2. Pemberontakan DI/TII/ Darul Islam/Tentara Islam Indonesia
A. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat
a)Tujuan awal untuk menentang Belanda
b)Latar belakang :
▪ Kekecewaan terhadap hasil perundingan Renville ( pemerintah Indonesia menarik
pasukannya yang yang berada di jangkauan demarkasi Van Mook)
▪ Kekecewaan terhadap Presiden Soekarno tentang faham komunis
▪ Keinginan DII mendirikan Negara Islam indonesia
c)7 Agustus 1949 SM. Kartosuwirjo mendirikan DI/TII dengan tujuan mendirikan negara islam
Indonesia di Tasikmalaya ,Jawa Barat.
d)Pemerintah Indonesia meredam gerakan DI/TII :
▪Perundingan/cara damai.dan Operasi militer :
1)Pagar Betis
2)Bharatayuda (4 Juni 1962) Kartosuwirjo tertangkap dan dijauthi hukuman mati )
26
B. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah
▪ Gerakan DI/TII di Jawa Tengah di pimpin Amir Fatah. Bekerjasama dengan
Kartosuwirjo.Daerah operasinya di daerah Pekalongan Tegal dan Brebes.
▪ Kebumen muncul pemberontakan DI/TII yang dilancarkan oleh Angkatan Umat Islam
(AUI) yang dipimpin oleh Moch. Mahfudz Abdurahman /Romo Pusat/ Kyai
Somalangu.
▪ Tahun 1957 pemerintah melakukan operasi militer yang disebut Operasi Gerakan
Banteng Nasional dari Divisi Diponegoro. Gerakan DI/TII itu pernah menjadi kuat
karena pemberontakan Batalion 426 di Kedu dan Magelang/ Divisi Diponegoro
▪ Didaerah Merapi- Merbabu juga telah terjadi kerusuhan-kerusuhan yang dilancarkan
oleh Gerakan Merapi-Merbabu Complex
(MMC).Gerakan ini juga dapat
dihancurkan. Untuk menumpas gerakan DI/TII di daerah tersebut Gerakan Banteng
Nasional melancarkan operasi Banteng Raiders.
27
C. Pemberontakan DI/TII di Aceh
▪ DI/TII Aceh Pemimpin : Tengku Daud Beureueh
▪ Latar Belakang : adanya berbagai masalah antara lain masalah otonomi daerah,
pertentangan antargolongan, serta rehabilitasi dan modernisasi daerah yang tidak
lancar menjadi penyebab meletusnya pemberontakan DI/TII di Aceh.
▪ 20 September 1953 Tengku Daud Beureueh memproklamasikan daerah Aceh
sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan Kartosuwiryo.
▪ Pemberontakan DI/TII di Aceh diselesaikan dengan kombonasi operasi militer dan
musyawarah (Musyawarah kerukunan Rakyat Aceh)
▪ Hasil nyata dari musyawarah tersebut ialah pulihnya kembali keamanan di daerah
Aceh.
28
D. Pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan
▪ DI/TII Sulawesi Selatan dipemimpin : Kahar Muzakar
▪ Pemerintah berencana membubarkan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS)
dan anggotanya disalurkan ke masyarakat. Tenyata Kahar Muzakar menuntut agar
Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan dan kesatuan gerilya lainnya dimasukkan delam
satu brigade yang disebut Brigade Hasanuddin di bawah pimpinanya. Tuntutan itu
ditolak karena banyak diantara mereka yang tidak memenuhi syarat untuk dinas
militer
▪ Pada saat dilantik sebagai Pejabat Wakil Panglima Tentara dan Tetorium VII, Kahar
Muzakar beserta para pengikutnya melarikan diri ke hutan dengan membawa
persenjataan lengkap dan mengadakan pengacauan. Kahar Muzakar mengubah
nama pasukannya menjadi Tentara Islam Indonesia dan menyatakan sebagai bagian
dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 Agustus 1953.
▪ Tanggal 3 Februari 1965, Kahar Muzakar tertembak mati oleh pasukan TNI.
29
E. Pemberontakan DI/TII Kalimantan Selatan
▪ DI/TII Kalimantan Selatan Pemimpin : Ibnu Hajar
(bekas Letnan dua TNI)
▪ Di
daerah
Kalimantan
Selatan,
Ibnu
Hajar
beserta dengan pasukan yang diberi nama
Kesatuan
Rakyat
yan
Tertindas,
melakukan
berbagai aksi penyerangan terhadap pos-pos TNI
di daerah tersebut.
▪ Pada
Tahun
1959
dilakukan
penyelesaian
pemberontakan Ibnu Hajar dengan jalan damai
dan operasi militer.
▪ Pada tahun 1963, pasukan Ibnu Hajar dapat
ditumpas dan Ibnu hajar dijatuhi hukuman mati.
30
Perkembangan Ekonomi Indonesia pada Masa
Kemerdekaan
31
Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa
Kemerdekaan
Sosial
• Diskriminasi sosial dalam masyarakat dihapuskan.
• Semua lapisan masyarakat memiliki kesamaan hak dan kewajiban
Pendidikan
• Mengangkat Ki Hajar Dewantara sebagai Menteri Pendidikan
• Membentuk Panitia Penyelidik Pengajaran Republik Indonesia
• Memberlakukan sistem pendidikan merdeka
Budaya
• Lahir Ejaan Republik dan ditetapkannya lima ribu istilah baru
• Muculnya karya sastra angkatan ’45
• Organisasi Seniman Indonesia Muda (SIM)
32
Masa Demokrasi Parlementer (1950-1959)
Perkembangan Politik
Perkembangan Ekonomi
Kehidupan Masyarakat Indonesia
pada Masa Demokrasi
Parlementer
33
Perkembangan Politik
1. Sistem pemerintahan
a. Menganut sistem pemerintahan
Parlementer
b. Kedudukan presiden sebagai
kepala negara.
c. Kepala
pemerintahan
dipegang
perdana
menteri
sekaligus memimpin kabinet
d. Terjadi
tujuh
kali
pergantian
kabinet
34
2. Sistem kepartaian
a. Menganut
sistem
multipartai
misalnya Masyumi, PNI, PSI, PKI,
PBI, PRJ, Parkindo, PRS, Permai,
dan PKRI.
b. Terjadi persaingan antarpartai.
c. Pemicu sering terjadinya pergantian
kabinet sehingga program kerja tidak
berjalan baik.
d. Stabilitas politik, ekonomi, sosial,
ekonomi, dan keamanan terganggu
35
3. Pemilu 1955
a. Pemilu diikuti multipartai misalnya Masyumi,
PNI, PSI, PKI, PBI, PRJ, Parkindo, PRS,
Permai, dan PKRI.
b. 4 partai sebagai pemenang (PNI, Masyumi,
NU, PKI )
c. Pemilu tahun 1955 sebagai pemilu pertama di
Indonesia dilaksanakan dalam dua tahap.
❖ Pertama, tanggal 29 September 1955 untuk
memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat
atau Parlemen.
❖ Kedua, tanggal 15 Desember 1955 untuk
memilih
anggota
Dewan
Konstituante
(Dewan
Pembentuk
Undang-Undang
Dasar).
36
4.
Gangguan
Keamanan
(Gerakan
Disentigrasi Bangsa )
a. Angkatan Perang Ratu Adil ( APRA )
❖ 23 Januari 1955 di Bandung. Pimpinan Kapten
Westerling
❖ Latar belakang ::
✓Pembentukan
Angkatan
Perang
Republik
Indonesia ( APRIS )
✓Pertentangan
politik
antara
golobngan
federalis
yang
ingin
mempertahankan
keberadaan negara bagian dengan golongan
unitaris yang menginginkan negara kesatuan.
❖ Tindakan pemerintah :
✓ Mengirim bantuan kesatuan polisi dari
Jawa Tengah dan Jawa Timur.
✓ Perundingan dengan Belanda.
✓ Hasil : Mayjen Engels mendesak Kapten
Westerling meninggalkan kota Bandung
.
37
4. Gangguan Keamanan
b. Republik Maluku Selatan ( RMS )
❖ Diproklamasikan
tanggal
25
April
1950
di
Ambon
oleh
Dr.
Chris
Soumokil. (mantan Jaksa Agung NIT)
❖ Latar belakang : tidak meratanya
pembagian
dana
pembangunan
daerah
❖ Tujuan : menginginkan kemerdekaan
dan lepas dari wilayah
❖ Tindakan pemerintah : melaksanakan
operasi militer pimpinan kolonel A.E.
Kawilarang.
38
4. Gangguan Keamanan
c. Pemberontakan Andi Azis (5 April
1950 ) di Makasar
❖ Kapten Andi Azis merupakan mantan
perwira KNIL dan baru diterima masuk
ke dalam APRIS.
❖ Latar belakang:
✓ Mempertahankan Negara Indonesia
Timur.
✓ Penolakan
terhadap
masuknya
anggota TNI ke dalam bagian APRIS.
❖ Membentuk
’’Pasukan
Bebas’’
menduduki markas TNI di Makasar dan
menahan Letkol A.J. Mokoginta .
39
c. Pemberontakan Andi Azis
(5 April 1950) di Makasar
❖ .Ultimatum pemerintah 8 April 1950
dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis
harus datang ke Jakarta
untuk
mempertanggungjawabkan
perbuatannya.
❖ Pemerintah
mengirim
pasukan
dipimpin Kol. A.E Kawilarang .
❖ 15 april Andi Azis datang ke Jakarta
atas desakan Sukawati (Presiden NIT)
dan di jatuhi hukuman 15 tahun
penjara.
40
4. Gangguan Keamanan
d. Pemberontakan PRRI dan
Permesta
❖ PRRI (Pemerintah Revolusioner
Republik Indonesia)
Permesta (Perjuangan Semesta
atau
Perjuangan
Rakyat
Semesta.)
❖ Latar belakang :karena adanya
kecemburuan pemerintah daerah
terhadap pemerintah pusat.
41
d.Pemberontakan PRRI dan
Permesta
❖ 15 Februari 1956 Letkol Ahmad
Husein
memproklamirkan
berdirinya PRRI di Bukittinggi.
Perdana menteri Syafruddin
Prawiranegara
❖ Permesta menyatakan
bergabung dengan PRRI.
❖ Tindakan pemerintah :
✓ Perundingan
✓ Operasi militer
42
Operasi Militer Penumpasan
Pemberontakan PRRI
1. Operasi Tegas di bawah pimpinan Kolonel
Kaharuddin Nasution untuk menguasi daerah
Riau.
2. Operasi 17 Agustus di bawah pimpinan Kolonel
Ahmad
Yani
untuk
mengamankan
daerah
Sumatera Tengah.
3. Operasi
Saptamarga
di
bawah
pimpinan
Brigadir
Jenderal
Jatikusumo
untuk
mengamankan
daerah
Sumatra
Utara
dan
Sumatra Timur.
4. Operasi Sadar di bawah pimpinan Letkol Dr.
Ibnu
Sutowo
untuk
mengamankan
daerah
Sumatra Selatan
43
. Operasi Militer Untuk Mengatasi Pemberontakan Permesta
1.
Operasi Saptamarga 1 dibawah pimpinan Letnan Kolonel Soemarsono dengan
daerah sasaran Sulawesi Utara.
2.
Operasi Saptamarga 2 dibawah pimpinan Letnan Kolonel Agus Prasmono
dengan sasaran Sulawesi Utara bagian Selatan
3.
Operasi Saptamarga 3 dibawah pimpinan Letnan Kolonel magenda dengan
daerah kepulauan sebelah utara Manado
4.
Operasi Saptamarga 1V di bawah pimpinan Letnan Kolonel Rukmito
Hendradiningrat dengan daerah sasaran Sulawesi Utara
5.
Operasi Mena 1 dibawah pimpinan Letnan Kolonel Pieters dengan daerah
sasaran Jailolo:
6.
Operasi Mena 2 dibawah pimpinan Letnan Kolonel KKO Hunholz untuk
merebut lapangan udara Morotai disebelah Utara Halmahera.
44
5. Konferensi Asia Afrika ( KAA )
a. KAA dilaksanakan tanggal 18–24 April
1955 di Bandung, Indonesia yang dihadiri
29
negara
(sebagian
besar
baru
merdeka).
b. Hasil keputusan KAA ; Dasasila Bandung /
Spirit Bandung
c. KAA
menjadi
awal
terbentuknya
organisasi
Gerakan
Non-Blok
(GNB).
Keberhasilan
KAA
menyebabkan
Indonesia
memperoleh
dukungan
pembebasan Irian Barat dari Belanda.
45
7. Deklarasi Djuanda
• Sebelum Deklarasi Djuanda, wilayah negara
Republik Indonesia mengacu pada Ordonansi
Hindia Belanda 1939 (Ordonantie 1939). Laut
teritorial Indonesia lebarnya tiga mil dari garis
pantai.
• Berdasarkan Deklarasi Djuanda, Indonesia
menganut prinsip-prinsip negara kepulauan
(archipelago
state).
Lautan
di
sekitar
Indonesia menjadi bagian wilayah Republik
Indonesia dan bukan kawasan bebas.
46
Kehidupan Masyarakat Indonesia pada Masa
Demokrasi Parlementer
47
48
Terima kasih, sampai jumpa pada
pembelajaran berikutnya
KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA SEJAK AWAL
KEMERDEKAAN HINGGA MASA REFORMASI
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 48
SLIDE
Similar Resources on Wayground
44 questions
Mechatronics RBT
Presentation
•
9th Grade
43 questions
Struktur Teks Laporan Percobaan
Presentation
•
9th Grade
40 questions
Materi IPS K-13 Kelas 8 Bab 3
Presentation
•
8th Grade
43 questions
Andiamo a fare la spesa
Presentation
•
9th Grade
44 questions
10.3B Fenomena dan aplikasi pantulan gelombang bunyi
Presentation
•
9th Grade
41 questions
World War I Review
Presentation
•
10th Grade
41 questions
World War I
Presentation
•
10th Grade
45 questions
WH Vietnam
Presentation
•
9th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
Main Idea and Supporting Details
Quiz
•
3rd - 6th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
25-26 SY 8th Grade EOY Benchmark
Quiz
•
8th Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
21 questions
EOY Grade 6 Benchmark Assessment - Content Skills
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
Discover more resources for Social Studies
8 questions
Writing Equations from Verbal Descriptions
Quiz
•
9th - 12th Grade
60 questions
FLACS Checkpoint A Review
Quiz
•
7th - 9th Grade
25 questions
Biology Regents Review
Quiz
•
9th Grade
15 questions
Cal High Campus Tour Quizizz
Quiz
•
9th Grade
20 questions
Algebra 1 Review
Quiz
•
9th Grade
30 questions
Biology Final Exam Vocabulary
Quiz
•
9th Grade
60 questions
2026 Biology Final Exam Review
Quiz
•
9th Grade
14 questions
Attributes of Linear Functions
Quiz
•
9th - 12th Grade