
Pencemaran Lingkungan 22-23
Presentation
•
Science
•
7th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Steryl Rambing
Used 2+ times
FREE Resource
55 Slides • 0 Questions
1
ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS VII
SMP KATOLIK ST. FRANSISKUS XAVERIUS PINELENG
Steryl Rambing, S.Pd
2
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
1. Menjelaskan pengertian Pencemaran Lingkungan
2. Menjelaskan macam-macam Pencemaran
3
Kesepakatan Kelas
1.
4
Manusia mempunyai keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup
5
Bagaimanakah caranya?
6
Bahan pangan dan
sandang
Diantaranya dengan mendirikan
pabrik-pabriky ang dapat mengolah
hasil alam
Menjadi
Pesatnya kemajuan
teknologi dan
industrialisasi
berpengaruh
terhadap kualitas
lingkungan.
Munculnya pabrik-pabrik yang menghasilkan
asap dan limbah buangan dapat mengakibatkan
pencemaran lingkungan.
7
Terjadinya perubahan lingkungan akan memengaruhi
keberadaan kelangsungan makhluk hidup yang ada di dalamnya
8
Makhluk hidup pada suatu lingkungan selalu tergantung antara
satu dengan yang lain.
Oleh karena itu, apabila ada
satu komponen yang
berubah, maka akan
menyebabkan perubahan
pada makhluk hidup lain
yang tidak mampu
beradaptasi dengan
perubahan yang terjadi.
9
Perhatikan kedua gambar berikut!
Daun yang jatuh ke sungai
Seseorang yang membuang
sampah ke sungai
Apa perbedaan dari kedua
gambar?
Carilah perbedaan mengenai akibat yang
ditimbulkan dari dua kejadian tersebut?
10
Pada gambar pertama beberapa daunjatuhdari pohon
ke sungai. Daun-daun tersebut akan terbawa air sungai
dan tidak menyebabkan bau dan air tetap jernih
Pada gambar kedua sampah-sampah yang dibuang
ke sungai akan menghambat arus sungai dan dapat
menyebabkan bau yang tidak sedap dan
menyebabkan air menjadi keruh.
Hal ini akan mempengaruhi kehidupan makhluk
hidup yang berada di sungai.
11
12
13
14
Apa itu Pencemaran
Lingkungan?
15
Pencemaran lingkungan merupakan satu dari beberapa factor yang dapat
mempengaruhi kualitas lingkungan.
Pencemaran Lingkungan (environmental pollution) merupakan
segala sesuatu baik berupa bahan-bahan fisika maupun kimia
yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
16
Menurut UU RI Nomor 23 Tahun 1997,
pencemaran lingkungan adalah
masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat energi, dan/atau
komponen lain ke dalam lingkungan
hidup oleh kegiatan manusia sehingga
kualitasnya turun sampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan lingkungan
hidup tidak dapat berfungsi sesuai
dengan peruntukannya
17
Jadi, Pencemaran lingkungan terjadi akibat dari kumpulan
kegiatan manusia (populasi) dan bukan dari kegiatanperorangan
(individu).
18
Selain itu, pencemaran dapat diakibatkan oleh factor alam,
contohnya gunung meletus yang menimbulkan abu vulkanik.
Seperti meletusnya Gunung Merapi
19
Zat yang dapat mencemari
lingkungan dan dapat mengganggu
kelangsungan hidup makhluk hidup
disebut POLUTAN.
Polutan dapat berupa :
- Zat Kimia
- Debu
- Suara
- Radiasi
- Panas
Yang masuk ke dalam lingkungan
20
Kapan suatu zat
dikatakan sebagai
polutan?
-
Kadarnya melebihi batas kadar
normal atau diambang batas;
-
Berada pada waktu yang tidak
tepat;
-
Berada pada tempat yang tidak
semestinya
21
Manusia tidak dapat mencegah pencemaran
lingkungan yang diakibatkan oleh factor
alam.
Tetapi manusia, hanya dapat mengendalikan
pencemaran yang diakibatkan oleh faktor
kegiatannya sendiri. Seperti :
- Limbah rumah tangga
- Industri
- Zat-zat kimia berbahaya
- Tumpahan minyak
- Asap hasil pembakaran hutan
- Minyak bumi
- Limbah nuklir
22
23
24
25
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat :
1. Menjelaskan pengertian pencemaran air
2. Mengidentifikasi faktor-faktor pencemaran air
3. Mengidentifikasi dampak pencemaran air
4. Menjelaskan cara penanggulangan air
26
Dalam kehidupan sehari-hari, makhluk hidup selalu membutuhkan
air, termasuk manusia. Kita sangat membutuhkan air bersih untuk
berbagai kegiatan
Minum
Memasak
Mandi
Mencuci
27
Salah satu ciri air bersih adalah tidak tercemar
28
Bagaimana air dikatakan
tercemar?
29
Air dikatakan
tercemar apabila
air itu sudah
berubah, baik
warna, bau,
maupun rasanya.
Air yang tercemar
memiliki keasaman
yang berbeda
dengan air yang
tidak tercemar
30
Pencemaran air?
Yaitu, masuknya makhluk
hidup, zat, energi atau
komponen lain ke dalam air.
Akibatnya, kualitas air turun
sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan air tidak
berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukannya.
31
32
Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawa-rawa,
danau dan laut. Bahan pencemaran air dapat berasal dari limbah industri,
limbah rumah tangga danlimbah pertanian
33
Air limbah industri cenderung
mengandung zat berbahaya. Oleh
karena itu kita harus mencegahnya
agar tidak membuang air limbah
industri ke saluran umum. Kegiatan
industri selain menghasilkan produk
utama (bahan jadi), juga
menghasilkan produk sampingan
yang tidak terpakai, yaitu limbah.
A. LIMBAH INDUSTRI
Jenis limbah yang berasal dari industri dapat berupa limbah organik yang bau seperti
limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas. Selain itu, limbah anorganik berupa cairan
panas, berbuih dan berwarna, serta mengandung asam belerang, berbau menyengat.
Seperti limbah pabrik baja, limbah pabrik emas, limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk
organik, limbah pabrik farmasi, dll. Jika limbah industri tersebut dibuang ke saluran air
atau sungai, akan menimbulkan pencemaran air dan merusak atau memusnahkan
organisme di dalam ekosistem.
34
Limbah industri yang berupa logam berat sering
dialirkan ke sungai, sehingga sungai menjadi
tercemar. Jenis-jenis logam berat adalah :
-Raksa
-Timbal, dan
-Kadmium
Dimana ketiganya sangat berbahaya bagi
manusia apabila mengonsumsinya.
35
Misalnya, pencemaran raksa yang terjadi di Minamata, Jepang.
Para nelayan di sekitar teluk Minamata memakan ikan yang
tercemar raksa. Akibatnya, mereka mengalami kerusakan saraf
yang disebut penyakit Minamata. Lebih dari delapan puluh orang
yang meninggal akibat penyakit ini
36
Limbah rumah tangga merupakan limbah yang
berasal dari hasil samping kegiatan perumahan.
Seperti limbah rumah tangga, pasar,
perkantoran, rumah penginapan (hotel), rumah
makan dan puing-puing bahan bangunan serta
besi-besi tua bekas mesin-mesin atau kendaraan.
Limbah rumah tangga dapat berasal dari bahan
organik, anorganik maupun bahan berbahaya
dan beracun.
B. LIMBAH RUMAH TANGGA
Limbah organik adalah limbah seperti kulit sayuran, sisa makanan, kertas, kayu, daun dan
berbagai bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah yang berasal dari
bahan anorganik, antara lain besi, aluminium, plastik, kaca, kaleng bekas cat, dan minyak
wangi.
37
Di perairan, sampah mengalami proses penguraian oleh mikroorganisme. Akibat
penguraian tersebut, kandungan oksigen dalam perairan juga menurun. Menurunnya
kandungan oksigen dalam perairan akan merugikan biota di dalamnya
38
Air limbah pertanian sebenarnya tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Namun
dengan digunakan fertilizer sebagai pestisida yang kadang-kadang dilakukan secara berlebihan,
sering menimbulkan dampak negatif pada keseimbangan ekosistem air. Pada sector pertanian
juga dapat terjadi pencemaran air. Terutama akibat penggunaan pupuk dan bahan kimia
pertanian tertentu, seperti indektisida dan herbisida
C. LIMBAH PERTANIAN
39
Limbah bahan berbahaya dan beracun, antara lain timbul akibat adanya kegiatan pertanian.
Kegiatan pertanian biasanya menggunakan obat-obatan pembasmi hama penyakit seperti pestisida,
misalnya insektisida. Selain itu, kegiatan pertanian menggunakan pupuk, misalnya urea. Penggunaan
pupuk yang berlebihan juga dapat menyebabkan suburnya ekosistem di perairan kolam, sungai,
waduk, atau danau. Pupuk yang tidak terserap ke tumbuhan akan terbuang menuju perairan.
Akibatnya, terjadi blooming algae atau tumbuh suburnya ganggang di atas permukaan air. Tanaman
ganggang ini dapat menutupi seluruh permukaan air, sehingga mengurangi kadar sinar matahari
yang masuk ke dalam perairan tersebut. Akibatnya, proses fotosintesis fitoplankton terganggu dan
kadar oksigen yang terlarut dalam air menurun sehingga merugikan makhluk hidup lain yang berada
di dalamnya.
40
41
Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak yang tidak
menguntungkan bagi lingkungan
42
1. Penurunan Kualitas Lingkungan
Pembuangan bahan tercemar secara
langsung ke dalam perairan dapat
menyebabkan terjadinya pencemaran
pada perairan tersebut. Misalnya,
pembuangan limbah organik dapat
menyebabkan peningkatan
mikroorganisme atau kesuburan
tanaman air, sehingga menghambat
masuknya cahaya matahari ke dalam
air. Hal ini menyebabkan berkurangnya
kandungan oksigen terlarut dalam air,
sehingga mengganggu keseimbangan
ekosistem di dalamnya.
43
2. Gangguan Kesehatan
Air limbah yang tidak dikelola
dengan baik akan menimbulkan
berbagai penyakit. Tidak menutup
kemungkinan di dalam air limbah
tersebut mengandung virus dan
bakteri yang menyebabkan
penyakit. Air limbah juga bisa
digunakan sebagai sarang nyamuk
dan lalat yang dapat membawa
(vektor) penyakit tertentu. Berikut
dijabarkan beberapa penyakit yang
disebabkan oleh pencemaran air.
44
3. Pemekatan Hayati
Apabila suatu perairan tercemar oleh
bahan beracun. Bahan beracun itu dapat
meresap ke dalam tubuh alga, atau
mikroorganisme lainnya. Selanjutnya,
hewan-hewan kecil (zooplankton) akan
memakan alga tersebut, kemudian
zooplankton akan dimakan oleh ikan ikan
kecil dan ikan besar akan memakan ikan
yang kecil. Apabila ikan-ikan besar
tersebut ditangkap oleh manusia dan
dimakan, maka bahan beracun tersebut
akan masuk ke dalam tubuh manusia.
45
4. Mengganggu Pemandangan
Kadang-kadang air limbah mengandung polutan yang tidak
mengganggu kesehatan dan ekosistem, tetapi mengganggu pemandangan
kota. Meskipun air yang tercemar tidak menimbulkan bau, perubahan
warna air mengganggu pandangan mata kita. Hal ini tentu
mengganggu kenyamanan dan keasrian kota.
46
5. Mempercepat Proses Kerusakan Benda
Ada sebagian air limbah yang
mengandung zat yang dapat diubah oleh
bakteri menjadi gas yang dapat merusak
seperti H2S. Gas ini dapat mempercepat
proses perkaratan pada besi. Agar
terhindar dari hal-hal di atas, sebaiknya
sebelum dibuang, air limbah harus diolah
terlebih dahulu dan memenuhi ketentuan
Baku Mutu Air Limbah.
47
48
Pengolahan limbah bertujuan untuk menetralkan air dari bahan-
bahan tersuspensi dan terapung, menguraikan bahan organik
biodegradable (yakni bahan organik yang dapat terurai oleh aktivitas
makhluk hidup), meminimalkan bakteri patogen, serta
memerhatikan estetika dan lingkungan. Pengolahan air limbah
dapat dilakukan sebagai berikut (Sulistyorini, 2009)
49
a. Pembuatan Kolam Stabilisasi
Dalam kolam stabilisasi, air limbah diolah secara alamiah untuk menetralisasi zat-
zat pencemar sebelum air limbah dialirkan ke sungai. Kolam stabilisasi yang
umum digunakan adalah kolam anaerobik , kolam fakultatif (pengolahan air
limbah yang tercemar bahan organik pekat), dan kolam maturasi (pemusnahan
mikroorganisme patogen). Kolam stabilisasi ini dapat digunakan oleh semua
kalangan karena mudah memilikinya dan murah harganya.
50
b. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
Pengolahan air limbah ini menggunakan alat-alat khusus. Pengolahan ini
dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu Primary treatment (pengolahan pertama),
secondary treatment (pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan
lanjutan). Primary treatment merupakan pengolahan pertama yang bertujuan
untuk memisahkan zat padat dan zat cair dengan menggunakan filter (saringan)
dan bak sedimentasi. Secondary treatment merupakan pengolahan kedua yang
bertujuan untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan menstabilisasikan
zat organik dalam limbah. Tertiary treatment merupakan lanjutan dari pengolahan
kedua, yaitu penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan fosfat, serta
penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen.
51
c. Pengelolaan Excreta
Excreta banyak terkandung
dalam air limbah rumah tangga.
Excreta banyak mengandung
bakteri patogen penyebab
penyakit. Jika tidak dikelola
dengan baik, Excreta dapat
menimbulkan berbagai penyakit.
Pengelolaan Excreta dapat
dilakukan dengan menampung
dan mengolahnya pada jamban
atau yang ada di sekitar tempat
tinggal, dialirkan ke tempat
pengelolaan, atau dilakukan
secara kolektif.
52
Untuk mencegah meresapnya air limbah Excreta ke sumur atau
resapan air, jamban yang dibuat harus sehat. Syaratnya, tidak
mengotori permukaan tanah, permukaan air dan air tanah di
sekitarnya, tidak menimbulkan bau, sederhana, jauh dari jangkauan
serangga (lalat, nyamuk, atau kecoa), murah, dan diterima oleh
pemakainya. Pengelolaan Excreta dalam sptictank dapat diolah
secara anaerobik menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai
sumber gas untuk rumah tangga. Selain itu, pengelolaan Excreta
dengan tepat akan menjauhkan kita dari penyakit bawaan air.
53
Dalam meminimalisasi sampah
hasil limbah rumah tangga
khususnya, dapat dilakukan
upaya pengurangan sampah. Hal
ini sebagaimana disebutkan oleh
Kistinnah (2009) bahwa cara
menangani limbah cair dan padat
diharapkan tidak menyebabkan
polusi dengan prinsip ekologi
yang dikenal dengan istilah 4R,
yaitu recycle, reuse, reduce, dan
repair
54
Adalah melakukan pengurangan
bahan/penghematan. Contohnya jika
akan berbelanja ke pasar atau
supermarket, sebaiknya dari rumah
membawa tas. Janganlah meminta tas
plastik dari toko atau supermarket
kalau akhirnya hanya dibuang saja.
Atau penggunaan ulang. Proses
Reuse dilakukan untuk sampah
yang tidak dapat terurai dan
dapat dimanfaatkan ulang.
Misalnya botol bekas sirop dapat
digunakan lagi untuk menyimpan
air minum.
Atau Pendaurulangan. Proses
recycle misalnya untuk sampah
yang dapat terurai dijadikan
kompos. Kompos ini dipadukan
dengan pemeliharaan cacing
tanah, sehingga dapat diperoleh
hasil yang baik. Cacing tanah
dapat menyuburkan tanah dan
kompos digunakan untuk pupuk
artinya melakukan pemeliharaan.
Contohnya membuang sampah tidak
sembarangan, terutama tidak
membuang sampah di perairan.
55
ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS VII
SMP KATOLIK ST. FRANSISKUS XAVERIUS PINELENG
Steryl Rambing, S.Pd
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 55
SLIDE
Similar Resources on Wayground
49 questions
vocab
Lesson
•
7th Grade
51 questions
Organisasi kehidupan
Lesson
•
7th Grade
49 questions
Gravity and the Solar system
Lesson
•
7th Grade
50 questions
Waves Unit Review
Lesson
•
6th Grade
51 questions
Hurricanes and El Nino
Lesson
•
8th Grade
50 questions
Thermal Energy Transfer
Lesson
•
7th Grade
48 questions
OBYEK IPA DAN PENGAMATAN 7
Lesson
•
7th Grade
50 questions
Sistem Ekskresi
Lesson
•
7th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
29 questions
Alg. 1 Section 5.1 Coordinate Plane
Quiz
•
9th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
FOREST Effective communication
Lesson
•
KG
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for Science
10 questions
Exploring the Rock Cycle
Interactive video
•
6th - 8th Grade
20 questions
Flow of Energy
Quiz
•
7th Grade
12 questions
Ecological Succession
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Waves and Wave Properties
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
Understand Ecosystem Roles and Energy Flow
Interactive video
•
6th - 8th Grade
10 questions
Exploring the Rock Cycle: Types and Formation
Interactive video
•
6th - 8th Grade
15 questions
Independent and Dependent Variables
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Natural Selection and Selective Breeding
Quiz
•
7th Grade