Search Header Logo
MATERI PROFIL PELAJAR PANCASILA

MATERI PROFIL PELAJAR PANCASILA

Assessment

Presentation

Religious Studies

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Irawati Irawati

Used 1+ times

FREE Resource

63 Slides • 0 Questions

1

media

PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK & TENAGA

KEPENDIDIKAN JENJANG SMP

Th. Ajaran 2022 / 2023

Dinas Pendidikan Kota Bekasi

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

2

media
media
media
media

Merancang Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila

Jenjang SMP

3

media
media
media
media

5

No. 5 Tahun 2022

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan
Menengah

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia
Nomor 21 Tahun 2022 Tentang
Standar Penilaian Pendidikan Pada Pendidikan
Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Jenjang Pendidikan Menengah

4

media
media
media
media
media

“Pendidikan

nasional

berfungsi

mengembangkan

kemampuandan

membentuk

watak

serta

peradaban

bangsa

yang

bermartabat

dalam

rangka

mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.”

Profil Pelajar Pancasila adalah
profil lulusan yang bertujuan
menunjukkan karakter dan
kompetensi yang diharapkan
diraih dan menguatkan nilai-nilai
luhur Pancasila peserta didik dan
para pemangku kepentingan.

CP adalah serangkaian
Kompetensi dan konten pada
mata pelajaran yang disusun dalam
satu fase

Struktur Kurikulum terdiri :

1.Struktur Kurikulum Intrakurikuler

2.Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila

5

media
media
media
media
media

6

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

SMP Kelas VII-VIII

Asumsi 1 Tahun = 36 minggu; 1 JP=40 menit

Alokasi pertahun

(minggu)

Alokasi Projek

per tahun

TOTAL JP PER

TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

72 (2)

36

108

Pendidikan Pancasila

72 (2)

36

108

Bahasa Indonesia

180 (5)

36

216

Matematika

144 (4)

36

180

IPA

144 (4)

36

180

IPS

108 (3)

36

144

Bahasa Inggris

108 (3)

36

144

PJOK

72 (2)

36

108

Informatika

72 (2)

36

108

Seni dan Prakarya**:

o Seni Musik
o Seni Rupa
o Seni Teater
o Seni Tari
o Prakarya

72 (2)

36

108

Muatan Lokal***

72 (2)

-

72

Total****: 1044 (29)

360

1404

* Diikuti oleh peserta didik sesuai
dengan agama/kepercayaan
masing-masing.

** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1
(satu) jenis seni atau
prakarya (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater,

Seni Tari, dan/atau

Prakarya). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni
atau prakarya
(Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari,
atau
Prakarya)

*** Maksimal 2 JP per minggu atau 72 JP per
tahun.

**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran
Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan
yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

7

media
media
media
media

Dokumen Acuan

Dokumen-dokumen berikut perlu dipelajari terlebih dahulu agar dapat
mengikuti pelatihan ini dengan optimal.

Nama

Isi

Tautan

Profil Pelajar Pancasila

Pemetaan dimensi, elemen, dan sub-elemen
profil pelajar Pancasila berserta rumusan
kompetensi sesuai fase peserta didik.

https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-
content/unduhan/Dimensi_PPP.pdf

Panduan Pengembangan Projek
Penguatan Profil Pelajar
Pancasila

Panduan perencanaan dan pengembangan
projek penguatan profil pelajar Pancasila di
satuan pendidikan.

https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-
content/unduhan/PP5_2021.pdf

Struktur Kurikulum

Penjabaran konteks projek penguatan profil
pelajar Pancasila di dalam kurikulum.

https://jdih.kemdikbud.go.id/sjdih/siperpu/dokume
n/salinan/salinan_20220215_093900_Salinan%2
0Kepmendikbudristek%20No.56%20ttg%20Pedo
man%20Penerapan%20Kurikulum.pdf

8

media
media
media
media
media

Profil Pelajar Pancasila

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten,

berkarakter, dan berperila ku sesuai nila i-nila i Pa nca sila .”

9

media
media
media

Definisi Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila adalah
profil lulusan yang bertujuan
menunjukkan karakter dan
kompetensi yang diharapkan
diraih dan menguatkan nilai-nilai
luhur Pancasila peserta didik dan
para pemangku kepentingan.

Terdiri dari 6 dimensi dengan
penjabaran elemen di masing-
masing dimensinya.

*Dimensi adalah karakter dan kompetensi fondasi yang perlu
dikembangkan pendidik.

10

media
media
media
media

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan

Berakhlak Mulia

Pelajar Indonesia yang menghayati
keberadaan Tuhan dan selalu
berupaya mentaati perintah serta
menjauhi larangan sesuai dengan
ajaran agama dan kepercayaan yang
dianutnya.
Beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa diwujudkan
ke dalam akhlak yang mulia, baik
dalam beragama, akhlak yang baik
kepada diri sendiri, kepada sesama
manusia, kepada alam dan kepada
negara Indonesia.

11

media
media
media
media

2. Berkebinekaan Global

Pelajar Indonesia yang berkebinekaan global
memiliki identitas diri yang matang, mampu
menunjukan dirinya sebagai representasi
budaya luhur bangsanya, sekaligus memiliki
wawasan serta keterbukaan tentang eksistensi
ragam budaya daerah, nasional dan global.

Pelajar Indonesia memiliki sikap menghormati
keberagaman dan toleransi terhadap
perbedaan.

Untuk mencapai Berkebinekaan Global, pelajar
Indonesia harus dapat mengenal dan
menghargai budaya, dapat berkomunikasi dan
berinteraksi antar budaya, berefleksi dan
bertanggung jawab terhadap pengalaman
kebinekaan serta berkeadilan sosial.

12

media
media
media
media

3. Mandiri

Pelajar Indonesia memiliki prakarsa
atas pengembangan dirinya yang
tercermin dalam kemampuan untuk
bertanggung jawab, memiliki
rencana strategis, melakukan
tindakan dan merefleksikan proses
dan hasil pengalamannya.
Untuk itu, pelajar Indonesia perlu
memiliki kesadaran akan diri dan
situasi yang dihadapi serta memiliki
regulasi diri.

13

media
media
media
media

4. Bergotong Royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan untuk
melakukan kolaborasi dengan sukarela agar
kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar
dan mencapai tujuan untuk kebaikan
bersama.

Pelajar Indonesia selalu berusaha melihat
kekuatan-kekuatan yang dimiliki setiap orang
di sekitarnya, yang dapat memberi manfaat
bersama. Mencegah terjadinya konflik dan
tidak memaksakan kehendak pada orang lain.

Hal-hal yang harus dilakukan pelajar Indonesia
untuk mewujudkan gotong royong adalah
melakukan kolaborasi, memiliki kepedulian
yang tinggi, dan berbagi dengan sesama.

14

media
media
media
media

5. Bernalar Kritis

Pelajar Indonesia yang bernalar kritis
berpikir secara objektif, sistematik dan
saintifik dengan mempertimbangkan
berbagai aspek berdasarkan data dan fakta
yang mendukung, sehingga dapat membuat
keputusan yang tepat dan berkontribusi
memecahkan masalah dalam kehidupan,
serta terbuka dengan penemuan baru.

Untuk bernalar kritis, pelajar Indonesia perlu
memperoleh dan memproses informasi
serta gagasan dengan baik, lalu
menganalisa dan mengevaluasinya,
kemudian merefleksikan pemikiran dan
proses berpikirnya.

15

media
media
media
media

6. Kreatif

Pelajar Indonesia mampu memodifikasi
dan menghasilkan sesuatu yang orisinal,
bermakna, bermanfaat, dan berdampak,
dalam bentuk gagasan, tindakan, dan
karya nyata secara proaktif dan
independen untuk menemukan cara-cara
lain dan berbeda untuk bisa berinovasi.

Pelajar Indonesia yang kreatif adalah
pelajar yang bisa menghasilkan gagasan,
karya dan tindakan yang orisinil, memiliki
keluwesan berpikir dalam mencari
alternatif solusi permasalahan.

16

media
media

Ringkasan Dimensi dan Elemen
Profil Pelajar Pancasila

Beriman,
bertakwa
kepada Tuhan
YME, dan
berakhlak mulia

• Akhlak beragama
• Akhlak pribadi
• Akhlak kepada

manusia

• Akhlak kepada alam
• Akhlak bernegara

Berkebinekaan
global

• Mengenal dan

menghargai budaya

• Komunikasi dan

interaksi antar
budaya

• Refleksi dan

tanggung jawab
terhadap
pengalaman
kebinekaan

• Berkeadilan soial

Bergotong
royong

• Kolaborasi
• Kepedulian
• Berbagi

Mandiri

• Pemahaman diri

dan situasi

• Regulasi diri

Bernalar kritis

• Memperoleh dan

memproses
informasi dan
gagasan

• Menganalisis dan

mengevaluasi
penalaran

• Merefleksi dan

mengevaluasi
pemikirannya
sendiri

Kreatif

• Menghasilkan

gagasan yang
orisinal

• Menghasilkan karya

dan tindakan yang
orisinal

• Memiliki keluwesan

berpikir dalam
mencari alternatif
solusi
permasalahan

17

media

Info Grafis Pembelajaran Projek

Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

( Struktur Kurikulum Ko-Kurikuler 360 JP )

PROFIL PELAJAR PANCASILA

6 DIMENSI

Profil Lulusan menunjukan Karakter & Kompetensi

sesuai dengan Pancasila

Melaksanakan P5

(Struktur Kurikulum Ko-Kurikuler 360 JP )

Kegiatan diluar pembelajaran

Intrakurikuler

Alur Projek P5

1. Membentuk tim fasilitator projek
penguatan profilpelajar Pancasila

2. Mengidentifikasi tingkat kesiapan
satuan pendidikan

3. Merancang dimensi, tema, dan alokasi
waktu projekpenguatan profil pelajar Pancasila

4. Menyusun modul projek

5. Merancang strategi pelaporan hasil projek

100 JP (P5.1) ; 120 JP (P5.2) ; 140 JP (P5.3)

Total 360 JP per Tahun

18

media
media
media
media
media

Capaian fase dari dimensi
Berkebinekaan Global,
elemen Mengenal dan
Menghargai Budaya, sub-
elemen Mendalami
Budaya dan Identitas
Budaya.

Rumusan kompetensi di
fase D adalah tujuan
pembelajaran projek untuk
jenjang SMP.

Contoh alur perkembangan kompetensi Profil Pelajar Pancasila yang
menjadi tujuan pembelajaran projek

19

media
media
media
media

Pengertian projek penguatan profil pelajar Pancasila

Berdasarkan Kepmendikbudristek No.56/M/2022, Projek penguatan profil pelajar
Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projekyang dirancang untuk
menguatkan pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila
yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan
profil pelajar Pancasiladilakukan secara fleksibe,l dari segi muatan, kegiatan, dan waktu
pelaksanaan.

Projek penguatan profil pelajar Pancasiladirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan,
muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi
pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapatmelibatkan masyarakatdan/atau dunia
kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

20

media
media
media
media

Budaya Sekolah
yang Mendukung
Penerapan Projek
Penguatan Profil
Pelajar Pancasila

KOLABORATIF

Kegiatan pembelajaran berbasis projek yang dinamis membutuhkan lingkar sosial yang mendukung dalam
pelaksanaannya. Dalam hal ini budaya kolaboratif menjadi hal yang penting untuk dibangun dibandingkan dengan
budaya kompetitif. Diharapkan budaya kolaboratif dapat mendorong semangat senang bekerja sama, saling
mengapresiasi, dan saling memberikan dukungan satu sama lain. Lebih jauh, upaya kolaboratif juga perlu
dilakukan antar berbagai elemen kunci dalam tri sentra pendidikan (keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat)
sehingga pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila akan berlangsung secara menyeluruh dan
optimal.

12

BERPIKIRAN TERBUKA

Pembelajaran yang inovatif seringkali terhambat oleh adanya budaya kontraproduktif seperti tidak senang menerima
masukan atau menutup wawasan terhadap berbagai bentuk perbedaan. Budaya negatif tersebut tidak akan
mendukung terselenggaranya kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang efektif dan berdampak. Oleh
karenanya, satuan pendidikan diharapkan dapat menghidupkan budaya senang menerima masukan, terbuka
terhadap perbedaan, serta berkomitmen terhadap setiap upaya perbaikan untuk perubahan ke arah yang lebih baik.

SENANG MEMPELAJARI HAL BARU

Pada dasarnya perkembangan setiap individu sebagai seorang pembelajar akan terhenti jika ia tidak lagi senang
mempelajari hal baru. Oleh karenanya, kemampuan memelihara rasa ingin tahu dan menemukan kepuasan saat
menemukan hal baru adalah bagian dari budaya yang perlu dihidupkan di lingkungan satuan pendidikan. Kegiatan
projek penguatan profil pelajar Pancasila akan berjalan secara optimal jika setiap individu memiliki kesenangan untuk
mempelajari hal baru dan mengembangkan diri secara terus menerus. Harapannya, kegiatan projek ini pada akhirnya
dapat membantu tercapainya karakter pelajar sepanjang hayapt ada setiap individu yang terlibat di dalamnya.

21

media
media
media
media
media
media
media

Peran pemangku
kepentingan
dalam
pelaksanaan
projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

Kepala satuan pendidikan
1. Membentuk tim projek dan turut merencanakan projek
2. Mendampingi jalannya projek dan melakukan pengelolaan sumber daya satuan pendidikan

secara transparan dan akuntabel

3. Membangun komunikasi untuk kolaborasi antara orang tua peserta didik, warga satuan

pendidikan, dan narasumber pengaya projek: masyarakat, komunitas, universitas, praktisi, dsb.

4. Mengembangkan komunitas praktisi di satuan pendidikan untuk peningkatan kompetensi

pendidik yang berkelanjutan

5. Melakukan coaching secara berkala bagi pendidik
6. Merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, dan mengevaluasi pengembangan aktivitas dan

asesmen projek yang berpusat pada peserta didik.

Pendidik
(Peran ini khususnya perlu diampu oleh pendidik yang menjadi Tim Fasilitator Projek)
1. Perencana projek - Melakukan perancangan tujuan, alur kegiatan, strategi pelaksanaan, dan

asesmen projek secara berkelanjutan.

2. Fasilitator - Memfasilitasi peserta didik dalam menjalankan projek yang sesuai dengan

minatnya, dengan pilihan cara belajar dan produk belajar yang sesuai dengan preferensi
peserta didik.

3. Pendamping - Membimbing peserta didik dalam menjalankan projek, menemukan isu yang

relevan, dan mengarahkan peserta didik dalam merencanakan aksi yang berkelanjutan.

4. Supervisor dan konsultan - Mengawasi dan mengarahkan peserta didik dalam pencapaian

projek, memberikan saran dan masukan secara berkelanjutan untuk peserta didik, dan
melakukan asemen performa peserta didik selama projek berlangsung.

5. Moderator - Memandu peserta didik dalam berbagai aktivitas diskusi.

Peserta Didik
1. Mengasah komitmen untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati.
2. Mengembangkan kemandirian untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran sesuai

minat dan kemampuan yang dimiliki.

3. Melakukan refleksi secara konsisten dan berkelanjutan untuk memahami potensi diri dan

mengoptimalkan kemampuan.
13

Peran-peran ini dapat
dioptimalkan secara
bertahap sesuai dengan
kebutuhan dan
kesiapan satuan
pendidikan.

22

media
media
media
media
media
media
media

Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota

1. Berkoordinasi dengan satuan pendidikan, memastikan tersedianya sumber daya, sarana dan prasarana yang

cukup memadai untuk pelaksanaan kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

2. Memberikan dukungan untuk peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan.
3. Memastikan hasil asesmen dipergunakan sebagai umpan balik dalam pelaksanaan projek,
4. Memastikan keterlibatan dan sinergi antar pemangku kepentingan berjalan dengan baik untuk mendukung projek.
5. Mengawasi apakah projek sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Pengawas
1. Memberikan pendampingan dan pembinaan kepada satuan pendidikan dengan strategi coaching atau

komunikasi yang memberdayakan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki satuan pendidikan.

2. Memberikan informasi terbaru berkaitan dengan kebijakan pendidikan khususnya yang berhubungan dengan

kurikulum dan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

3. Memberikan bantuan ketika satuan pendidikan mengalami kendala dalam menjalankan projek.

4. Menghubungkan sekolah dengan mitra di luar sekolah yang dapat mendukung pelaksanaan projek (Opsional).Komite Sekolah
Memberikan dukungan terkait pelaksanaan projek di satuan pendidikan.

Masyarakat/Orang tua peserta didik/Mitra

1. Menjadi sumber belajar yang bermakna bagi peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan projek.
2. Membantu menemukan atau mengidentifikasi isu atau masalah yang ada serta memberikan informasi sebagai

narasumber terkait dengan isu tersebut

3. Memberikan dukungan berupa pendampingan, khususnya dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar

Pancasila di luar lingkungan satuan pendidikan.

Contoh pertanyaan untuk
komunikasi yang
memberdayakan antara
pengawas dan kepala satuan
pendidikan/Tim Fasilitator
Projek:

1.Apa harapan atau tujuan yang

ingin dicapai oleh satuan
pendidikan dalam pelaksanaan
projek penguatan profil pelajar
Pancasila?

2.Bagaimana kondisi kesiapan

sekolah saat ini? Apa sumber
daya yang dapat dioptimalkan
untuk melaksanakan projek
dan mencapai tujuan yang
diharapkan? Apa saja dimensi
profil pelajar Pancasila yang
perlu dikuatkan? Bagaimana
mengidentifikasi isu yang
relevan untuk dikembangkan
menjadi tema projek?

3.Apa langkah-langkah yang

perlu dilakukan? Apa
tantangan yang mungkin
dihadapi dan bagaimana cara
menanggulanginya?

23

media
media
media
media

Prinsip pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila

Holistik

Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan
menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks
perancangan projek penguatan profil pelajar Pancasila,
kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah
sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari
berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam.

Kontekstual

Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan
kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi
dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidik dan
peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan
realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama
pembelajaran.

Berpusat pada Peserta Didik

Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan
skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk
menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses
belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan
memilih dan mengusulkan topik projek sesuai minatnya.

Eksploratif

Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk
membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri
dan inkuiri.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak berada dalam
struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema
formal pengaturan mata pelajaran. Oleh karenanya, projek ini
memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan
materi, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan
pembelajaran.

24

media
media
media
media

Contoh tahapan perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila
di satuan pendidikan

Merancang strategi pelaporan hasil projek

Tim fasilitator merencanakan strategi pengolahan dan

pelaporan hasil projek

Membentuk tim fasilitator projek penguatan profil

pelajar Pancasila

Kepala satuan pendidikan menyusun tim fasilitator projek. Tim

ini berperan merencanakan dan melaksanakan kegiatan projek

untuk seluruh kelas.

Merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu projek

penguatan profil pelajar Pancasila

Tim Fasilitator menentukan fokus dimensi profil pelajar Pancasila

dan tema projek serta merancang jumlah projek beserta alokasi

waktunya. (Dimensi dan tema dipilih berdasarkan kondisi dan

kebutuhan satuan pendidikan).

Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan

Kepala satuan pendidikan bersama tim fasilitator
merefleksikan dan menentukan tingkat kesiapan satuan
pendidikan.

ALUR PERENCANAAN PROJEK

Menyusun modul projek

Tim fasilitator menyusun modul projek sesuai tingkat
kesiapan satuan pendidikan dengan tahapan umum:
Menentukan sub-elemen (tujuan projek); Mengembangkan
topik, alur, dan durasi projek, serta; Mengembangkan
aktivitas dan asesmen projek.

2

3

4

5

Perencanaan ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan

dan kondisi satuan pendidikan.

1

25

media
media
media
media

1. Membentuk Tim Fasilitator
Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila

Pimpinan satuan pendidikan menentukan seorang koordinator projek, bisa dari
wakil kepala satuan pendidikan atau pendidik yang mempunyai pengalaman
mengembangkan dan mengelola projek.

Apabila mempunyai SDM yang cukup, koordinator projek sekolah dapat membentuk
koordinator di level kelas. Misalnya satu orang koordinator kelas 1, satu orang koordinator
kelas 2, dan seterusnya. Untuk pendidikan khusus, koordinator dapat dipilih berdasarkan jenis
kekhususan.

1

2

Pimpinan satuan pendidikan bersama koordinator projek memetakan pendidik dari
setiap kelas (atau apabila SDM terbatas, perwakilan dari masin-gmasing fase)
untuk menjadi tim fasilitator projek.

Koordinator mengumpulkan dan memberikan arahan kepada timfasilitator
projek untuk merencanakan dan membuat modul projek bagi setiap kelas atau
fase.

3

4

Tim fasilitator projek terdiri dari sejumlah pendidik
yang berperan merencanakan, menjalankan, dan
mengevaluasi projek. Tim fasilitator dibentuk dan
dikelola oleh kepala satuan pendidikan dan
koordinator projek. Jumlah tim fasilitator projek
dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan
satuan pendidikan, dilihat dari:

● jumlah peserta didik dalam satu satuan

pendidikan,

● banyaknya tema yang dipilih dalam satu tahun

ajaran,

● jumlah jam mengajar pendidik yang belum

terpenuhi atau dialihkan untuk projek,

● atau pertimbangan lain sesuai kebutuhan

masing-masing satuan pendidikan.

Langkah pembentukan tim fasilitator projek

26

media
media
media
media

Seberapa banyak

pendidik yang PERNAH

melaksanakan

pembelajaran berbasis

projek?

<50%

50%

Apakah pembelajaran
berbasis projek sudah

menjadi kebiasaan
satuan pendidikan?

Sudah

Belum

Apakah projek sudah
terjadi lint as disiplin

ilmu?

Belum

Sudah

Apakah satuan

pendidikan memiliki

sistem*)yang mendukung

pelaksanaan

pembelajaran berbasis

projek?

Belum
punya
Punya

Ya

Tidak

Apakah sudah ada
keterlibat an mit ra?

TAHAP AWAL

TAHAP BERKEMBANG

TAHAP LANJUTAN

TAHAP LANJUTAN DAN

DIREKOMENDASIKAN MENJADI

MENTOR UNTUK SATUAN

PENDIDIKAN TAHAP
AWAL/BERKEMBANG

2. Mengidentifikasi Tingkat Kesiapan Satuan Pendidikan

*) satuan pendidikan yang memiliki sistems:at uan pendidikan memiliki evaluasi
berkala serta pengayaan pendidik untuk menyelenggarakan pembelajaran berbasis
projek yang memberikan otonomi lebih besar kepada peserta didik.

27

media
media
media
media

3. Merancang Dimensi, Tema, dan Alokasi Waktu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pemilihan Dimensi

Tim fasilitator dan kepala satuan pendidikamn enentukan dimensi profil pelajar Pancasila yang akan menjadi fokus
untuk dikembangkan pada tahun ajaran berjalan.

Pemilihan dimensi dapat merujuk pada visi misi satuan pendidikan atau program yang akan dijalankan di tahun ajaran tersebut.

Disarankan untuk memilih 2-3 dimensi yang paling relevan untuk menjadi fokus yang sasaran projek pada satu tahun ajaran.

Sebaiknya jumlah dimensi profil pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam suatu projek tidak terlalu banyak agar tujuan
pencapaian projek jelas dan terarah.

Penentuan dimensi sasaran ini akan dilanjutkan dengan penentuan elemen dan-esluebmen yang sesuai dengan kondisi
dan kebutuhan peserta didik di tahap pengembangan modul projek.

Apabila pimpinan satuan pendidikan sudah berpengalaman menjalankan kegiatan berbasis projek, jumlah dimensi yang dipialiht
dap ditambah sesuai dengan kesiapan tingkat satuan pendidikan.

28

media
media
media
media

Tema projek penguatan profil pelajar Pancasila di jenjang SMP

Kearifan Lokal
(SD-SMA)

Membangun rasa ingin tahu dan
kemampuan inkuiri melalui eksplorasi
tentang budaya dan kearifan lokal
masyarakat sekitar atau daerah
tersebut, serta perkembangannya.

Rekayasa dan Teknologi
(SD-SMA)

Berkolaborasi dalam melatih daya
pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus
kemampuan berempati untuk
berekayasa membangun produk
berteknologi yang memudahkan
kegiatan dirinya dan juga sekitarnya.

Kewirausahaan
(SD-SMA)

Mengidentifikasi potensi ekonomi di
tingkat lokal dan masalah yang ada
dalam pengembangan potensi
tersebut, serta kaitannya dengan
aspek lingkungan, sosial dan
kesejahteraan masyarakat.

Bhinneka Tunggal
Ika(SD- SMA)

Mengenal belajar membangun dialog
penuh hormat tentang keberagaman
kelompok agama dan kepercayaan
yang dianut oleh masyarakat sekitar
dan di Indonesia serta nila-ni ilai
ajaran yang dianutnya.

Gaya Hidup Berkelanjutan
(SD-SMA)

Memahami dampak dari aktivitas
manusia, baik jangka pendek maupun
panjang, terhadap kelangsungan
kehidupan di dunia maupun
lingkungan sekitarnya.

Bangunlah Jiwa dan Raganya
(SD-SMA)

Membangun kesadaran dan
keterampilan untuk memelihara
kesehatan fisik dan mental, baik untuk
dirinya maupun orang sekitarnya.

Suara Demokrasi
(SMP-SMA)

Merefleksikan makna demokrasi dan
memahami implementasi demokrasi
serta tantangannya dalam konteks
yang
berbeda, termasuk dalam organisasi
sekolah dan/atau dalam
dunia kerja.

Tema-tema projek sudah ditentukan

oleh pemerintah. Berangkat dari

tema yang ada, tim fasilitator projek

dapat mengembangkan topik

spesifik yang sesuai dengan konteks

dan kebutuhan sekolah.

29

media
media
media
media
media
media

Contoh jumlah total JP ini untuk SMP kelas 9, yang
akan dibagi ke sekurang-kurangnya 3 projek. Jumlah ini
berbeda di setiap fase/ jenjangnya.

320 JP ini t idak perlu dibagi rata ke masing-masing
projek, namun bisa disesuaikan dengan tujuan dan
kebutuhan masing-masing projek.

Jumlah berkisar 25 % dari total JP

(Sudah ditetapkan dalam struktur)

Tot al alokasi waktu projek di jenjang SMP
adalah sekitar 25% dari keseluruhan total JP
dalam satu tahun:

- Kelas 7&8 = 360 JP
- Kelas 9 = 320 JP

Setelah mengidentifikasi total alokasi jam
projek, langkah berikutnya adalah
menentukan pembagian durasi projek
sejumlah tema yang dipilih di kelas
tersebut. Durasi setiap tema projek dapat
dirancang berbeda-beda tergantung
tujuan dan kedalaman eksplorasi tema
tersebut.

Alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila di
jenjang SMP

30

media
media
media
media

Pilihan Waktu
Pelaksanaan
Projek

a. Menentukan satu hari
dalam seminggu untuk
pelaksanaan projek
(misalnya hari Jumat).
Seluruh jam belajar pada
hari itu digunakan untuk
projek.

M A R E T 2 0 2 1

Minggu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1
UPACARA

2

3

4

5
Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

6

7

8
UPACARA

9

10

11

12
Isra Mi'raj

13
CUTI BERSAMA

14
HARI RAYA
NYEPI

15
UPACARA

16

17

18

19
Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

20

21

22
UPACARA

23

24

25

26
Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

27

28

29
UPACARA

30

31

Catatan:
Contoh pilihan waktu berikut hanya simulasi pilihan waktu pelaksanaan projek. Untuk periode
waktu belajar dapat disesuaikan dengan jenjang masing-masing.

Pilihan waktu pelaksanaan berikut dapat dipilih sesuai dengan kesiapan satuan pendidikan, tidak
terikat pada tahapan kesiapan satuan pendidikan.

31

media
media
media
media

b, Mengalokasikan 1-2
jam pelajaran di akhir
hari, khusus untuk
mengerjakan projek. Bisa
digunakan untuk
eksplorasi di sekitar
satuan pendidikan
sebelum peserta didik
pulang.

No/

Kelas

Waktu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1

I

07.15-07.50

Upacara

2

07.50-08.25

Upacara

3

08.25-09.00

09.00-09.15

I S T I R A H A T

4

09.15-09.50

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

5

09.50--10.25

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

-

6

10.25-11.00

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

-

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

7

11.00-11.35

-

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

-

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

-

Projek penguatan
profil pelajar
Pancasila

32

media
media
media
media

c. Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan
- tergantung jumlah jam tatap muka projek yang dialokasikan pada setiap projeknya), di mana semua Tenaga
Pendidik berkolaborasi mengajar projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan.

M A R E T 2 0 2 1

Minggu

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

1
UPACARA

2

3

4

5

6

7

8
UPACARA

9

10

11

12
Isra Mi'raj

13
CUTI BERSAMA

14
HARI RAYA NYEPI

15 UPACARA
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

16
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

17
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

18
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

19
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

20
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

21

22 UPACARA
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

23
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

24
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

25
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

26
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

27
Pelaksanaan projek
penguatan profil
pelajar Pancasila

28

29
UPACARA

30

31

33

media
media
media
media

Contoh pemetaan dimensi, tema, dan alokasi waktu
projek.

Di sebuah SMP, kepala satuan pendidikan dan t im fasilitator memutuskan bahwa di tahun ajaran berjalan
dimensi profil pelajar Pancasila yang akan difokuskan adalah Berkebinekaan Global, Bergotong-Royong, dan
Bernalar Kritis. Sementara tema projek pilihannya adalah Bhinneka Tunggal Ika, Kearifan Lokal, dan
Kewirausahaan. Pemilihan dimensi dan tema tersebut berangkat dari kondisi dan kebutuhan sekolah.

Berangkat dari hal tersebut, t im fasilitator yang bertugas di kelas 7 kemudian memetakan kegiatan projek di
kelasnya sebagai berikut:

Projek 1

Projek 2

Projek 3

Dimensi

Berkebinekaan Global
Bergotong-Royong

Berkebinekaan Global
Bergotong-Royong
Bernalar Krit is

Bergotong-Royong
Bernalar Krit is

Tema*

Kearifan Lokal

Bhinneka Tunggal Ika

Kewirausahaan

Alokasi Waktu**

100 JP

120 JP

140 JP

*Tingkat SMP/ MTs dan sederajat wajib memilih minimal 3 tema dalam satu tahun ajaran.
**Tot al alokasi waktu projek di kelas 7 SMP dalam satu tahun ajaran adalah 360 JP.

Total 360 JP

34

media
media
media
media

Mengadaptasi Modul

yang Sudah Ada

Mengadaptasi modul yang sudah
tersedia adalah pilihan awal bagi

sekolah yang belum terbiasa
melaksanakan pembelajaran
berbasis projek yang integratif

dan kolaboratif.

Membuat Modul secara

Mandiri

Membuat modul secara mandiri

adalah pilihan lanjutan bagi
sekolah yang sudah terbiasa
melaksanakan pembelajaran
berbasis projek yang integratif

dan kolaboratif.

4. Menyusun Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pemerintah menyediakan
beragam contoh modul
projek. Pada tahap awal
guru diharapkan dapat
mengadaptasi modul
tersebut sesuai dengan
kondisi dan kebutuhan
sekolah, sementara pada
tahap lanjutan guru
diharapkan dapat
merancangnya secara
mandiri.

35

media
media
media
media

Komponen modul projek penguatan profil pelajar Pancasila
Modul projek dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalam proses penyusunannyaserta dibutuhkan
untuk kelengkapanpelaksanaanpembelajaran. Modul projek setidaknya memiliki komponen sebagaiberikut :

Profil Modul

Tujuan

Aktivitas

Asesmen

● Tema dan topik atau judul

modul

● Fase atau jenjang sasaran
● Durasi kegiatan

● Pemetaan dimensi, elemen,

sub elemen Profil Pelajar
Pancasila yang menjadi tujuan
projek

● Rubrik pencapaian berisi

rumusan kompetensi yang
sesuai dengan fase peserta
didik (Untuk Pendidikan Dasar
dan Menengah)

● Alur aktivitas projek secara

umum

● Penjelasan detail tahapan

kegiatan dan asesmennya

● Instrumen pengolahan hasil

asesmen untuk
menyimpulkan pencapaian
projek

Tim fasilitator memiliki kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul projek, untuk
menyesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan peserta didik. Modul dapat diperkaya
dengan menambahkan komponen berikut:
● Deskripsi singkat projek
● Pertanyaan pemantik untuk memancing diskusi atau proses inkuiri peserta didik
● Alat, bahan, serta media belajar yang perlu disiapkan
● Referensi pendukung

36

media
media
media
media

Sub-elemen yang disasar

Memahami Keterhubungan
Ekosistem Bumi

Menjaga Lingkungan Alam

Sekitar

Kerja sama

Koordinasi Sosial

Mengajukan pertanyaan

Mengidentifikasi,
mengklarifikasi, dan
mengolah informasi dan
gagasan

Modul Projek Fase D
Tema: Gaya Hidup
Berkelanjutan
Topik: Sampahku, Tanggung
Jawabku
Total waktu: 57 JP

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

Beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha
Esa

Gotong royong

Bernalar kritis

Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap
perubahan iklim

1.

Perkenalan:Perubahan

Iklim dan Masalah

Pengelolaan Sampah

2.

Eksplorasi Isu

3.

Refleksi awal

4.

Kunjungan ke TPA/

Komunitas Peduli

Sampah

5.

Diskusi Kritis Masalah

Sampah

Tahap Kontekstualisasi.

mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat

6.

Pengumpulan,

Pengorganisasian, dan

Penyajian Data

7.

Trash Talk:

Sampah di Sekolahku

8.

Pengorganisasian Data

Secara Mandiri

9.

Asesmen Formatif

Presentasi: Sampah di

Sekolahku

Tahap aksi . bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata

10.

Poster Aksi Nyata

Sayangi

Sekolahku:

Eksplorasi program
pengelolaan sampah

yang ada

11.

Poster Aksi Nyata

Sayangi Sekolahku:

Peranku dan Solusiku

12.

Poster Aksi Nyata

Sayangi Sekolahku:

Menentukan

Karakteristik Poster

yang Baik

13.

Poster Aksi Nyata

Sayangi Sekolahku:

Membuat Poster

14.

Asesmen Formatif
Simulasi Pameran
Poster Aksi Nyata
Sayangi Sekolahku

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis

15.

Asesmen Sumatif

Pameran Poster Aksi

Nyata Sayangi

Sekolahku

16.

Asesmen Sumatif

Evaluasi Solusi Yang

Ditawarkan

17.

Mari Beraksi Sambil

Refleksi

Mengelola Sampah di

Sekolah

Contoh Alur Aktivitas Modul Projek - SMP

37

media
media
media
media

Hal-hal yang perlu diketahui mengenai asesmen projek penguatan Profil Pelajar
Pancasila

Memiliki variasi bentuk asesmen (formatif dan sumatif) serta instrumen asesmen (lembar

ceklis, rubrik, catatan pengamatan, tes, dan sebagainya).

Penekanan pada asesmen performa/kinerja.

Asesmen akhir berupa rubrik dengan 4 kriteria: Mulai Berkembang, Berkembang,

Berkembang sesuai Harapan, Sangat Berkembang

Rumusan kompetensi yang menjadi tujuan (fase D) ditempatkan dalam kriteria

“Berkembang Sesuai Harapan”.

Perlu diperhatikan keselarasan antara tujuan, aktivitas, dan asesmen projek.

Pelaporan hasil belajar terpisah dengan rapor intrakurikuler, diberikan 1 kali dalam

setahun.

38

media
media
media
media

4. Merancang Strategi Pelaporan Hasil Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila

Alur Rencana Pembelajaran dan Asesmen Projek

Menentukan tujuan pembelajaran
Apa kompetensi yang akan dicapai oleh
peserta didik?

Merancang indikator kemampuan
Apa yang perlu dipahami atau dilakukan
peserta didik untuk menunjukkan
kemampuannya?

Menyusun strategi asesmen
Dengan cara apa peserta didik dapat menunjukkan
kemampuannya dan pendidik dapat
mengukur kemampuan tersebut?

Mengolah hasil asesmen
Bagaimana hasil asesmen yang diperoleh?
Apa bukti pencapaiannya?

Menyusun pelaporan
Sejauh mana peserta didik mencapai tujuan
pembelajaran? Bagaimana catatan
prosesnya?

Mengembangkan topik dan alur aktivitas
pembelajaran
Aktivitas belajar apa saja yang dapat dilakukan peserta
didik untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai
dengan topik projek yang dikembangkan?

39

media
media
media
media

Alur Rencana Pembelajaran dan Asesmen Projek

1.

Menentukan tujuan pembelajaran
- Apa kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik?
(Memilih tujuan kompetensi dari alur perkembangan dimensi profil pelajar Pancasila yang sesuai dengan fase peserta didik)

1.

Merancang indikator kemampuan
- Apa yang perlu dipahami atau dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kemampuannya?
(Merumuskan tujuan pembelajaran dengan kalimat yang lebih kontekstual dan mudah diukur)

1.Menyusun strategi asesmen

-Dengan cara apa peserta didik dapat menunjukkan kemampuan & perilaku yang sesuai dengan tujuan?
(Mengembangkan bentuk asesmen: Mengerjakan tes/Menyajikan informasi/Membuat produk/Melakukan sesuatu/Menunjukkan
sikap, dsb)
-Dengan cara apa pendidik bisa mengukur kemampuan peserta didik tersebut?
(Mengembangkan instrumen asesmen: Soal tertulis, kuis, jurnal, lembar ceklis/observasi, rubrik, portofolio, dsb.

1.

Mengembangkan topik dan alur aktivitas pembelajaran
- Aktivitas belajar apa saja yang dapat dilakukan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tema projek
yang dipilih?
(Merancang ragam aktivitas pembelajaran sesuai tema yang dipilih dan menentukan pada bagian mana asesmen perlu dilakukan untuk
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.)

1.

Mengolah hasil asesmen dan bukti pencapaian
- Bagaimana hasil asesmen yang diperoleh? Apa bukti pencapaiannya?
(Membuat inferensi (kesimpulan) mengenai pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran. Hasil asesmen bisa didapatkan
dari skor tes, isian lembar ceklis/observasi, identifikasi rubrik, dsb. Bukti pencapaian dapat berupa produk belajar seperti catatan,
lembar jawaban, hasil karya, foto/rekaman saat melakukan pekerjaan, dsb.)

1.

Menyusun rapor

- Sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Bagaimana catatan prosesnya?
(Menentukan pencapaian peserta didik (berupa pencapaian standar fase: mulai berkembang, sedang berkembang, berkembang
sesuai harapan sangat berkembang) dan mendeskripsikan catatan prosesnya dalam satu paragraf.)

*dijadikan infografis

40

media
media
media
media

Prinsip Rancangan Rapor

Rapor Projek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila

Tidak menjadi beban administrasi yang berat

Aspirasinya, penulisan rapor akan lebih sederhana, terlebih
apabila dibantu teknologi.

Teknologi "Report generator" di mana pendidik memasukkan judul
projek, deskripsi singkat, dan seluruh elemen Profil Pelajar
Pancasila, dan hanya memberikan penilaian pilihan elemen profil
yang berkaitan dengan projek tanpa harus menuliskannya.
Penulisan deskripsi proses peserta didik benar-benar fokus pada hal
unik dan istimewa yang layak direfleksikan, misalnya situasi di mana
peserta didik mengambil keputusan yang bijak, perkembangan
suatu karakter yang sangat nyata dalam kurun waktu tertentu, dsb.

Menunjukkan keterpaduan

Rapor terdiri dari hasil penilaian
terhadap performa peserta didik dalam
projek.

Meskipun ada beberapa disiplin ilmu
terintegrasi dalam projek, namun bagian
projek fokus pada keterpaduan
pembelajaran dan perkembangan
karakter dan kompetensi sesuai profil
pelajar Pancasila

Kompetensi utuh

Penilaian dalam rapor projek
memadukan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan sebagai satu
komponen. Deskripsi juga
disampaikan secara utuh tanpa
membedakan aspek tersebut.

Rapor bersifat informatif dalam menyampaikan perkembangan
peserta didik, namun t idak merepotkan pendidik dalam
pengerjaannya.

32

Menyusun Rapor Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

41

media
media
media
media
media
media
media

33

Format rapor projek
penguatan profil pelajar
Pancasila

42

media
media
media
media
media

Deskripsi singkat projek berisi
penjelasan mengenai konteks dan
tujuan projek serta gambaran umum
proses pelaksanaannya.

34

43

media
media
media
media
media
media
media

Rapor mencantumkan dimensi, sub-
elemen, dan rumusan kompetensi sesuai
fase peserta didik dari profil pelajar
Pancasila sesuai dengan tujuan projek
yang sudah dit entukan.

35

44

media
media
media
media
media

Penilaian individual anak. Berisi
capaian sub-elemen profil pelajar
Pancasila berdasarkan 4 kriteria:
Mulai Berkembang, Berkembang,
Berkembang Sesuai Harapan, dan
Sangat Berkembang. Sementara di
bagian akhir terdapat deskripsi
satu paragraf singkat mengenai
pencapaian peserta didik yang
menggambarkan proses yang
paling berkembang dan proses
yang masih perlu mendapat
perhatian.

45

media
media

Tujuh Tema untuk Dipilih Satuan Pendidikan

Perubahan Iklim

Global

Kearifan Lokal
Bhinneka Tunggal

Ika

Bangunlah Jiwa

dan Raganya

Suara Demokrasi

Berekayasa dan

Berteknologi untuk
Membangun NKRI
Kewirausahaan

*TK dan SD wajib memilih min. 2 tema per tahun
**SMP, SMA, dan SMK wajib memilih min. 3 tema per tahun
***Sekolah menentukan tema dan mengembangkannya untuk setiap kelas/angkatan

46

media
media
media

47

media
media
media

48

media
media
media

49

media
media
media

50

media
media
media

51

media
media
media

52

media
media
media

53

media
media
media

54

media
media
media

55

media
media
media
media
media

Ruang
Kolaborasi

Pembahasan Instruksi 10’
Praktik Kelompok 50’

56

media
media
media
media

Aktivitas Sesi Ruang Kolaborasi

Bentuk kelompok peserta berjumlah 3-5 orang
Upayakan setiap kelompok terdiri atas

unsur yang beragam

Buka lembar kerja pada tautan berikut:
https://docs.google.com/document/d/1ZvUGsgYQJCTPib3Lmab6x1p98

kcblSiTvYN_iHsLRcQ/copy

57

media
media
media
media
media

Demonstrasi
Kont ekstual

Pembahasan Instruksi 10’
Praktik Kelompok 80’

58

media
media
media
media

Aktivitas Sesi Demonstrasi Kontekstual

Bapak/ Ibu dapat memilih salah satu dari kedua lembar kerja berikut sesuai dengan
kesiapan kelompok Anda. (Perhatikan kembali slide 18)

Tautan Lembar Kerja 1 Memodifikasi Modul:

https://docs.google.com/document/d/1fRsaoRCIX7Hstip58ijMSdEk3po9ouHLzancK
noiFCI/copy

Tautan Lembar Kerja 2 Merancang Projek:

https://docs.google.com/document/d/1zy_DjYzzJpBBOBJrmta5zzDEfpA_b0Mr/copy

59

media
media
media
media
media

Elaborasi
Pemahaman

Berbagi dan Diskusi 60’

60

media
media
media
media

Elaborasi Pemahaman

• Perwakilan peserta dari masing-masing kelompok memaparkan hasil

modifikasi modul projek yang telah dibuat.

• Peserta yang lain memberikan umpan balik terhadap hasil model projek yang

dipaparkan.

• Diskusi tentang kendala-kendala yang dihadapi dalam melakukan modifikasi.

61

media
media
media
media
media

Refleksi

Refleksi Akhir 30’

62

media
media
media
media

Refleksi

1. Apa hal baru yang Bapak/Ibu pelajari tentang Projek Penguatan Profil Pelajar

Pancasila?

2. Adakah bagian dari pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

yang perlu Bapak/Ibu pelajari lebih lanjut

3. Apakah Bapak/Ibu sudah memiliki gambaran umum/kerangka rencana terkait

pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan
Bapak/Ibu nanti?

4. Kendala apa yang mungkin muncul dalam pelaksanaan Projek Penguatan

Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan Bapak/Ibu?

63

media
media
media
media
media
media
media
media

Terimakasih

media

PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK & TENAGA

KEPENDIDIKAN JENJANG SMP

Th. Ajaran 2022 / 2023

Dinas Pendidikan Kota Bekasi

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 63

SLIDE