
Cerita
Presentation
•
Education
•
5th Grade
•
Practice Problem
•
Easy
yus roni
Used 1+ times
FREE Resource
50 Slides • 1 Question
1
Penulisan Cerita Anak
Ary Nilandari
2
Fill in the Blanks
Type answer...
3
Ary Nilandari
Penulis, penerjemah, dan editor dengan total karya terbit lebih dari 150 judul.
Creative writing coach dan narasumber sejak 2003. IKAPI Writer of the Year 2022.
IBBY Honour List 2022 for the High Quality in Writing.
Penulis Gerakan Literasi Nasional 2019-2022.
Peraih anugerah kepenulisan nasional dan internasional.
Ikuti: Instagram @arynilandari
4
Anak dan Buku Bacaan
○ Anak Bukan Tabula Rasa
○ Jenis-jenis Bacaan Anak
○ Cerita Anak yang Baik dan Living Book
Materi
1
2
3
Proses Kreatif Menulis Cerita Anak
○
Eksplorasi Ide Cerita
○
Unsur Fiksi: Tema, Genre, Karakter, Plot, Setting
○
Self Edit Revise Rewrite
Mengajari Anak Menulis Cerita
5
Anak dan Buku Bacaan
Bagian Ke-1
6
Anak Bukan Tabula Rasa
Mindset tentang anak akan
memengaruhi konten dan cara
penulis menyampaikannya.
Anggapan bahwa anak tidak
tahu apa-apa dan perlu
dibentuk menghasilkan tulisan
yang menggurui, meremehkan,
mendikte anak dalam
berimajinasi, berpikir, dan
merasa.
Bukan kertas kosong yang
bebas dicoreti dan diwarnai,
bukan plastisin yang bebas
dibentuk. Bayi lahir dengan
built-in basic
knowledge/program: intuisi,
bahasa, matematis, emosi.
Diperkuat atau dilemahkan
oleh pengasuhan, dan buku
yang mereka baca.
Sampaikan pesan secara
tersamar. Sajikan premis-
premis yang mendorong
pembaca mengambil
kesimpulan sendiri. Lebih
baik anak membaca buku
yang menantang daripada
terlalu mudah untuk level
mereka.
7
Bacaan
anak
Target
pembaca
Format
Genre
Tema
Fiksi
Nonfiksi
Puisi
Hibrida
Jenis-Jenis Bacaan Anak
8
9
Format Bacaan Anak
➢ Novelty book: buku kain/plastik, pop-up, buku berjendela, berbentuk akordion, mengandung
tekstur, aroma, bunyi, dll.,
➢ Picturebook: buku bergambar, cerita bergambar (?) → gambar bercerita (70-100 persen
ilustrasi → silent books),
➢ Illustrated book: cerita bergambar → teks lebih banyak, ilustrasi melengkapi,
➢ Short story / cerita pendek: biasanya di majalah, atau berupa kumpulan (antologi),
➢ Chapter book: novel pendek, cerita dibagi dalam bab-bab, kadang disertai ilustrasi,
➢ Novel; fiksi yang lebih panjang, dengan satu plot utama, terstruktur
➢ Verse novel/novel-puisi: novel dalam format puisi, hibrida antara novel dan puisi.
➢ Graphic novel/novel grafis: novel dalam format seperti komik.
10
Novelty Books
11
Picturebook
▪
Beragam jenis, genre, tema, dan style,
▪
Simbiosis sempurna antara teks dan ilustrasi, kedua unsur mendukung, memperdalam,
memperkaya, dan memperluas cerita.
▪
Didominasi ilustrasi yang bercerita. Teks seperlunya, kadang dihilangkan jika ilustrasi sudah
mewakili,
▪
Penulis membuat konsep picturebook secara keseluruhan: naskah+rancangan ilustrasi. Penulis
dan ilustrator merancang tata letak teks dan ilustrasi agar tidak saling membeo (redundan),
▪
Meski untuk anak, picturebook bisa dinikmati semua usia; tema tidak dibatasi, hanya ada
pertimbangan penyajian, bahasa, dan pesan yang disampaikan,
▪
Cerita menjadi multilayer lewat ilustrasi dan metafora visual → sarana mengembangkan visual
literacy.
12
13
“Where Are You, Beloved Lions?” oleh Marta Koshulinska
14
Staright Into Circle
by Ary Nilandari
and Hezky Kurniawan
Right for sale
by Oyez Book, Malaysia
“Straight into Circles”
oleh Ary Nilandari
15
Illustrated book
Ilustrasi membantu pemahaman, kalaupun dihilangkan, teks sudah cukup bercerita.
16
Cerpen
Mulai 1000-1500 kata
17
Chapter Book
Ilustrasi hanya pelengkap, kalaupun dihilangkan, teks tetap utuh menyampaikan sesuatu.
Teks panjang dibagi dalam bab-bab pendek.
18
Verse-Novel
19
Graphic Novel
Novel grafis hampir sama
dengan komik, karena sama-
sama menggunakan sequential
arts untuk bercerita. Bedanya,
komik terdiri atas banyak seri
yang diterbitkan reguler.
Sementara novel grafis adalah
stand alone yang komplit
dengan plot kompleks.
20
Genre
Tema
•Tradisional: dongeng,
fabel, legenda,
•Realistik kontemporer
•Fiksi sejarah
•Fantasi
•Fiksi iilmiah
•Slice of life
•Petualangan
•Misteri
•Detektif
•Humor
•Dll.
•STEAM
•Sekolah
•Keluarga
•Tumbuh kembang
•Karakter
•Gender
•Religi
•Budaya, tradisi, dll.
•Gelap: kematian, perceraian, penyakit, bencana
•Difabilitas
•Keberagaman
•Nilai-nilai
•Dll.
21
○ Menghibur (relaksasi, penghilang stress),
○ Merangsang berpikir kritis,
○ Membantu memprediksi konsekuensi sebuah
keputusan/perilaku. Cerita utuh mengandung sebab
akibat yang selesai. (Logika cerita),
○ Menggerakkan hati (simpati),
○ Membantu memahami perspektif berbeda (empati),
○ Menyuarakan isi hati yang sulit terkatakan (kosakata
dan ungkapan),
○ Mendorong lebih banyak membaca, dan menulis juga
(reseptif dan produktif),
○ Membuat ingin membacanya lagi dan lagi, dan
memberikan sesuatu yang baru setiap kalinya.
Cerita Anak yang Baik
Ilustrasi
dari
Menunggu Ibu
, Ary Nilandari dan Aira Rumi
22
21
Living Books / Pustaka Hidup
Mengandung gagasan yang mempunyai daya hidup;
berkembang biak, menggandakan diri, menghasilkan gagasan baru.
Buku terbaik untuk anak merupakan
persembahan dengan totalitas penulis.
23
22
Pustaka Hidup
1. Ditulis oleh penulis
yang mempunyai
passion untuk topik
yang diangkatnya,
2. Ditulis dengan baik;
kepiawaian dalam
segala aspek penulisan,
baik fiksi maupun
nonfiksi,
3. Menyentuh emosi, memicu
imajinasi, mendorong
kreativitas pembaca,
4. Mengandung gagasan,
bukan sekadar fakta-fakta
kering. Gagasan adalah
nutrisi otak dan hati,
membentuk seseorang, dan
memantik gagasan baru.
24
Bagian Ke-2: Proses Kreatif
Menulis yang Sebenarnya
25
1. Menulis sedikit kata tidak lebih mudah daripada menulis panjang,
2. Hargai anak, jangan anggap inferior, niatkan berbagi bukan
menggurui,
3. Pesan moral disampaikan dengan halus/implisit, lewat perubahan
sikap tokoh cerita,
4. Anak-anak mempunyai cara sendiri/kecepatan berbeda-beda
dalam memaknai cerita dan visual; penulis/orang dewasa tidak
perlu menyediakan kesimpulan eksplisit,
5. Dalam tema-tema gelap sekalipun, perlu ada harapan di akhir
cerita.
Poin-Poin Penting
26
1. Siapa pun bisa mencetuskan ide menarik/unik yang bersumber dari
pengalaman pribadi, pengamatan, dan hasil membaca (analisis),
2. Setiap orang bisa menulis, kalau mau (sintesis),
3. Membaca dan menulis menjadi kebutuhan. Belajar tiada henti.
27
Komponen Utama Cerita Anak
Konflik dan Penyelesaian
• Anak dan dunianya
• Menunjukkan kemandirian
• Kecerdasan
• Kreativitas
• Imajinasi
• Logika
Setting, World Building
• Lokasi
• Waktu
• Budaya dan tradisi
• Sosial ekonomi
• Pola asuh
Bahasa
• Mudah dipahami
• Kaya kosakata dan
makna
• Metafora segar dan
dipahami dari konteks
Lainnya
• Pesan implisit
• Dialog bernas
• Humor itu penting
• Kejutan jadi nilai
tambah
Tema
Kebaruan atau unsur tak terduga.
Karakter
•Anak seusia pembaca
•Hewan atau alam
•Tanaman
•Benda mati
•Makhluk fantasi
Plot dan Alur
•Tunggal
•Twist
•Maju
28
Dari Percikan Ide
Menjadi Cerita Unik
• Masa kecil dan pengasuhan
• Peristiwa yang mengubah
hidup
• Luka dan trauma
• Hal-hal kecil / fragmen
• Orang, objek, dan lokasi
• Sebagai pengamat
• Pemaknaan dari membaca
• Imajinasi
• Karakter
• Plot
• Setting
• Dialog/frase
• Quote
• Adegan
• Dll.
• Digali dengan “bagaimana
kalau”
• Dikembangkan di atas pondasi
4W+H.
• Dikuatkan dengan riset
secukupnya di awal dan sambil
jalan.
• Dibongkar pasang sampai
mendapatkan konsep matang.
• Dieksekusi, dan diselesaikan.
• Swasunting
29
Terbaik yang Dapat Diberikan Penulis
Imajinasi, kreativitas,
riset
Penguasaan teknis /craft
Pengalaman pribadi
dan pemaknaannya
yang membedakan
antarpenulis.
Self Edit-Revise-Rewrite
4
1
2
3
30
Eksplorasi Ide dengan
BAGAIMANA KALAU
dan MINDMAP
31
Eksplorasi Ide
Bolos Sekolah
Si Tukang Bolos dan Murid Teladan
Cerita tentang perbandingan kontras.
Guru yang membanding-bandingkan dan
memperlakukan murid secara tidak adil.
Aku Harus Pulang Sekarang Juga,
atau Nek Ijah dalam bahaya
Tokoh utama ingin pulang untuk
menunggui nenek tetangga, tetapi tidak
diizinkan guru apa pun alasannya.
Bagaimana
Kalau
Si Tukang Bolos jadi Pahlawan
Bolos dengan alasan logis dan luar
biasa dan tidak bisa dihindari. Misalnya
ia harus menunggui nenek tetangga
yang sakit dan dementia setiap pk.10-
11. Menyelamatkan si nenek dari
kebakaran.
32
Bolos sekolah
Si Tukang
Bolos
Karakterisasi
Bisma, 11
tahun
Yatim
Tinggal di panti
Mengumpulkan
uang
Plot
Setiap pk.10-11
bekerja
Dihambat guru
yang tidak mau
mengerti
Nekat bolos
Menyelamatkan
orang dari
kebakaran
Guru
Karakterisasi
Plot
Si Rajin
Karakterisasi
Plot
MINDMAP
33
Filosofi Martabak
BIASA
SUPER
• Cerita tentang murid
suka bolos dan murid
yang rajin,
• Pembolos tertangkap
basah, mendapatkan
akibat dari
perbuatannya,
• Guru menasihati,
menjadikan murid yang
rajin sebagai teladan,
• Pembolos berjanji tidak
mengulang lagi.
• Happily ever after.
ISTIMEWA
SPESIAL
• Beri alasan logis kenapa
membolos,
• Tunjukkan sisi lain murid
yang rajin,
• Hapus guru sebagai
penyelesai masalah,
• Perubahan sikap
pembolos tidak dadakan
• Twist: guru meminta
maaf karena tidak
masuk tanpa
pemberitahuan
• Karakter yang hidup,
ada kelemahan dan
kelebihan.
• Sudut pandang segar,
dari si pembolos atau
si rajin.
• Tambahkan elemen
ketegangan, misalnya
menyelamatkan orang
dari kebakaran rumah
• Ending tak terduga.
• Pengayaan dari segi budaya,
tradisi, kearifan lokal
• Pengakuan bahwa setiap
manusia, meskipun guru, ada
kelemahan
• Ketegangan dan humor
• Gaya bahasa yang mendukung
• Ending memuaskan.
34
Merancang
Karakter
Karakter yang hidup memiliki suara masing-
masing, berkesan, tak terlupakan, dari fisik,
sikap, cara berpikir, berbicara, bertindak, dan
mengambil keputusan.
Pembaca dapat mengidentifikasikan diri
dengan tokoh karena kesamaan mereka, atau
keunikan tokoh yang tidak dimiliki pembaca.
35
Emosi
36
Setting dan Deskripsi
MAINSTREAM
●Ombak memecah pantai
●Matahari terbit/tenggelam di ufuk
●Anak-anak berenang
●Nelayan melaut.
OLAH IMAJINASI + RISET
●Keadaan dan cuaca setempat
●Lokalitas
●Sebagai tempat kegiatan tradisional
●Sebagai habitat alami yang unik
PEMAKNAAN DARI PENGALAMAN PRIBADI
●Pandangan berbeda dari sudut pandang penulis.
●Melibatkan emosi dan reaksinya yang autentik.
●Penggambaran unik yang hidup dan fresh.
●Ada kedalaman makna.
37
Penyebab Cerita Anak
Begitu-Begitu Saja
38
•
Copas atau meniru,
•
Menggunakan cara mudah menyampaikan sesuatu,
•
Berasumsi tanpa riset,
•
Penyelesaian cerita terburu-buru dengan solusi terlalu mudah
→ Kebetulan dan meminjam mulut orang dewasa
•
Terlalu mengandalkan pengetahuan pembaca,
•
Tanpa Self-ERR.
Lazy Writing
(Menggampangkan)
39
➢
Menggunakan trope/tema usang tanpa kebaruan plot.
➢
Menggunakan stereotip untuk karakter, tidak ada kedalaman.
➢
Setting di lokasi yang sudah terlalu biasa (rumah, sekolah, rumah sakit, dll.).
dengan terlalu mengandalkan deskripsi yang sangat umum.
➢
Plot dan alur normatif, awal-tengah-akhir dapat ditebak.
➢
Style (diksi dan teknik penyampaian) biasa saja, tidak khas.
Weak Crafting (Asal Jadi)
40
Tropes
➢ Tema atau plot device (penggerak kemacetan) yang terlalu sering digunakan,
nyaris klise.
➢ Kadang trope menjadi klasik yang tetap disukai.
➢ Perlu diolah lagi menjadi sesuatu yang segar.
41
Tropes Cerita Anak
1.Kemandirian
2.Baik vs Jahat
3.Anak tertindas
4.Jadi murid baru
5.Teman baru
6.Pindah ke desa
7.Berlibur
8.Detektif cilik
9.Salah paham
10. Perbedaan
11. Persamaan
12. Kecurangan dalam lomba
13.
Ibu/kakak tiri jahat.
14.
Hantu jadi-jadian
15.
Tuduhan palsu
16.
Prasangka
17.
Keterasingan
18.
Minder dan olok-olok
19.
Verbal abuse
20.
Putri tertukar
21.
From zero to hero
22.
Miskin vs. kaya
23.
Menemukan benda ajaib
24.
Melawan orangtua
25.
Ingin menjadi seperti orang lain
26.
Cara berhemat
27.
Tidak suka makanan tertentu
28.
Melakukan sesuatu pertama kali
29.
Persaingan
30.
Malu dengan orangtua
31.
Stereotip
32.
Mimpi
33.
Kena batunya
34.
Kebohongan
35.
Persahabatan pecah oleh orang
ketiga
36.
Peliharaan mati
37.
Fabel dengan hewan + nama
overexploited
42
Setelah Naskah Ditulis
Self Edit-Revise-Rewrite adalah bagian tak terpisahkan dari proses kreatif.
Bagian Ke-3
43
Mengapa Harus
SELF-ERR?
• Status tulisan tamat adalah draf 1, jauh dari siap/sempurna,
• Penulis lebih mengenal detail naskahnya,
• Menguatkan karakter, memastikan kelogisan cerita, dan setiap unsur
lainnya terjalin baik, bermanfaat,
• Agar pesan penulis tersampaikan efektif.
44
Cakupan S-ERR
Substansi
Crafting
Line + Mekanikal
• Konten dan pesan
• Struktur
• Informasi dan fakta
Komponen fiksi teranyam baik: Karakter, plot, deskripsi setting,
dialog, konflik dan penyelesaian, pilihan POV, dll.
•Paragraf: padu, koheren, berisi
•Kalimat: efektif
•Kata: tepat
45
Kaku, tidak enak dibaca, monoton, atau
susah dipahami bukan tanda-tanda
baku, melainkan kurangnya
keterampilan menulis.
Baku Itu Tidak Kaku
46
Mengajari Anak Menulis Cerita
47
1. Sediakan tempat yang nyaman dan perlengkapan untuk menulis (termasuk menggambar)
2. Jelaskan manfaat dan tujuan menulis,
3. Jadilah model/teladan; pengalaman menulis dan mengatasi hambatan menjadikan seorang
guru empatik terhadap muridnya,
4. Dorong anak agar memiliki buku catatan untuk merekam ide-ide dll.
5. Bacakan buku setiap hari,
6. Tunjukkan menulis itu asyik; praktik menyenangkan curah gagasan, mengembangkan ide,
menentukan setting, merancang tokoh utama, dll.
7. Sediakan prompt kreatif, atau kalimat pembuka,
8. Berikan instruksi yang jelas dan terarah,
9. Berfokuslah pada perkembangan positif, tunda kritik/sampaikan dengan cara yang baik,
10.Rayakan keberhasilan dengan membukukan/membuat pameran karya.
10 Kiat Mengajari Anak Menulis
48
1. Siapa (tokoh fiksi/orang dalam kehidupan nyata) yang
menjadi favoritmu dan mengapa?
2. Siapa teman terdekatmu? Bagaimana cerita kalian bisa
menjadi sahabat? Apa saja yang kalian lakukan bersama?
3. Apa cita-citamu? Apa yang ingin kamu lakukan setelah
dewasa?
4. Tempat/kota/negara apa yang ingin kamu kunjungi?
Mengapa?
5. Pernahkah kamu memasak? Ceritakan pengalamanmu
memasak? Apa saja bahan dan bagaimana cara
membuatnya?
Prompt
49
Tahapan Pembelajaran Menulis
• Pra-menulis:
• Guru: Membacakan cerita, memperkenalkan unsur cerita, membuka wawasan, memberikan
motivasi, membantu curah gagasan, mengajarkan mindmapping,
• Murid: menggali ide, mengumpulkan informasi, dan merencanakan tulisan (mindmapping)
• Menulis:
• Guru: Memberikan instruksi yang jelas, memberikan waktu yang cukup, memberikan prompt,
membantu mengembangkan ide dengan pertanyaan yang terarah,
• Murid: menuangkan gagasan secara tertulis, kalimat demi kalimat,
• Revisi: Memasukkan kalimat-kalimat tambahan, mengoreksi kata-kata yang salah,
• Proofread: Membaca ulang, memastikan tanda baca sudah ditambahkan dengan benar.
50
• Beri waktu: Penulis yang berpengalaman sekalipun perlu waktu untuk memikirkan ide dan
melakukan riset sebelum mulai menulis. Anak mungkin akan melakukan hal-hal yang
sepertinya tidak penting: Menatap langit-langit, meraut pensil, dll. Sabarlah — mungkin itu
bagian dari proses persiapan.
• Bagaimana merespons tulisan anak? Berikan tanggapan terhadap ide-ide yang disampaikan
anak secara lisan atau tertulis. Tunjukkan Anda tertarik, focus pada “apa” yang coba
diungkapkannya alih-alih “bagaimana” ia menuliskannya. Abaikan minor errors, terutama
pada tahapan mengumpulkan dan mengembangkan ide.
• Pujilah tulisannya: Gunakan pendekatan positif, temukan hal-hal baik dari tulisannya.
Apakah ia menggunakan kata yang tepat, orisinal, menarik?
• Jangan mengambil alih: Jangan menuliskan atau merombak tulisan anak. Merasakan
kepemilikan terhadap sebuah karya adalah bagian penting proses menulis.
• Bantu dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terarah untuk memperjelas atau
mengembangkan ide dengan lebih mendetail
Hal-Hal Penting
51
Untuk tips menulis dan informasi coaching:
Instagram @arynilandari
Facebook @AryNilandari
Kontak Manajer Pelatihan
Kak Betty WA 0896 3741 2741
Terima Kasih
ARY NILANDARI
Penulisan Cerita Anak
Ary Nilandari
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 51
SLIDE
Similar Resources on Wayground
50 questions
SOAL ULANGAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
Presentation
•
KG
50 questions
IPS Kelas 5 Tema 8 Subtema 2 Jenis Usaha Ekonomi Masyarakat
Presentation
•
5th Grade
44 questions
Past Forms of the Verb (Simple & Progressive) Pt. 2
Presentation
•
4th Grade
46 questions
Indah Nian Gerak Tari (Tahun 6IS)
Presentation
•
6th Grade
48 questions
Tugasan jawi Persatuan Agama Islam
Presentation
•
5th Grade
47 questions
TEMA 8 BUMIKU
Presentation
•
6th Grade
47 questions
Pembelajaran kelas 5 tema 6 sub tema 2 pembelajaran 5
Presentation
•
5th Grade
45 questions
Try Out 1
Presentation
•
6th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
STAAR Review Quiz #3
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Marshmallow Farm Quiz
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade