Search Header Logo
gempa

gempa

Assessment

Presentation

Professional Development

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Novia Gracia

FREE Resource

12 Slides • 1 Question

1

media

GEMPA BUMI

Gempabumi adalah getaran/guncangan yang terjadi pada bumi sebagai akibat

tumbukan antar lempeng, patahan/sesar aktif, aktivitas gunungapi, dan runtuhan

batuan. Ilmu yang mempelajari tentang gempabumi ialah SEISMOLOGI, alat yang

digunakan untuk mendeteksi getaran gempa disebut SEISMOGRAF, dan hasil

catatan gempa dinamakan SEISMOGRAM.

1. Jenis Gempabumi

Gempabumi dapat dibagi berdasarkan penyebabnya :

1. Gempabumi Vulkanik, bersumber dalam tubuh gunungapi aktif, pada

umumnya berkekuatan kecil (maksimal 2 SR).

2. Gempabumi Runtuhan, diakibatkan oleh runtuhan batuan di daerah kapur

karena adanya stalaktit yang jatuh dalam gua kapur. Runtuhan di daerah

tambang (runtuhnya terowongan tambang). Kekuatan gempa berkisar antara 2-

3 SR.

3. Gempabumi Tektonik, terjadi akibat aktivitas tektonik di zona batas antar

lempeng dan patahanyang menagkibatkan sebaran getaran ke segala arah.

Kekuatan gempa dapat mencapai skala besar hingga 9 SR (gempa di Aceh, 20

Desember 2004).

2. Sebaran Gempabumi

Gempabumi dapat terjadi dimana saja, tapi hampir 80 % daerah di bumi ini yang

sering terkena gempa ialah di daerah DAERAH CIRCUM-PACIFIC(circum-pacific

belt). Daerah ini meliputi Cili (sepanjang batas sebelah barat Amerika Utara dan

Selatan), ke arah utara di Aleutians, Alaska, Jepang, Pilipina, Indonesia, New

Zealand, dan beberapa pulau tertentu di Kepulauan Pasifik.

Daerah lain yang juga kerap mengalami gempabumi (sekitar 15 % bumi ini) ialah

MEDITERANIAN & TRANSASIATIC, meliputi daerah Karibia, Himalaya, Alpen,

2

Multiple Choice

Alat pencatat gempa adalah..........

1

seismograf

2

anemometer

3

anemograf

4

higrograf

3

media

Spanyol, Itali, Yunani, dan India utara. Sisa yang 5 % tersebar di seluruh belahan

bumi ini.

Daerah yang paling sering mengalami gempa ialah daerah Pantai Pasifik (Amerika

Serikat), terutama di Kalifornia, dimana di daerah tersebut terdapat sebuah sesar

aktif yang sangat terkenal ialah Sesar San Andreas, membentang sepanjang

ratusan km melewati daerah Kalifornia, Montana, Utah, dan Nevada.

3. Jenis Gelombang Gempabumi

Para ahli seismologi membedakan jenis gelombang gempabumi berdasarkan

kecepatan rambatan dan arah getaran :

1. Gelombang P (Pressure wave), disebut juga gelombang tekanan, dapat,

merambat di media padat dan cair, rambatan gelombangnya paling cepat.

2. Gelombang S (Shear wave), gelombang geser, merambat dengan cara

menembus batuan.

4. Sumber / Pusat Gempabumi

Sumber gempabumi dapat dijumpai di darat dan di bawah dasar laut.

1. Hiposenter, tempat trerjadinya gempabumi yang berada di bawah permukaan

bumi.

2. Episenter, adalah proyeksi hiposenter di permukaan bumi dinyatakan dalam

koordinat geografis, biasanya ada keterangan jarak dan arah.

3. Kedalaman gempabumi adalah jarak tegak lurus episenter ke sumber

gempabumi. Gempa dangkal (kedalaman < 33 km), gempa menengah (33-90

km), gempa dalam (> 90 km).

5. Intensitas dan Kekuatan Gempabumi

Tingkat kerusakan yang terasa pada lokasi terjadi gempabumi disebut INTENSITAS

GEMPABUMI. Angkanya ditentukan dengan menilai kerusakan yang dihasilkan,

pengaruh

pada

benda,

bangunan,

tanah,

dan

akibat

pada

manusia.

4

media

Ukuran/parameter yang digunakan untuk mengetahui tingkat kerusakan ialah MMI

(Modified Mercalli Intensity), diperkenalkan pada th. 1902 oleh Giuseppe Mercalli,

atau WOOD-NEUMANN SCALE (digunakan di Amerika Serikat). Kisaran angka

yang digunakan mulai dari I—XII, angka I berarti ringan, dapat dideteksi oleh alat,

XII menunjukkan kerusakan sangat parah.

MAGNITUDA adalah parameter gempa yang diukur berdasarkan yang terjadi di

daerah tertentu akibat goncangan pada sumbernya. Satuan yang digunakan ialah

SKALA RICHTER (SR), diperkenalkan oleh Charles F. Richter pada th. 1934.

Gempabumi dengan kekuatan 8 skala richter setara dengan kekuatan bahan

peledak TNT seberat 1 gigaton (1 milyar ton).

Sumber : Gempabumi dan Tsunami, Direktorat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana

Geologi; Geology Made Simple, 1967, Doubleday & Company, Inc., Garden City,

New York.



6. Mekanisme Terjadinya Gempabumi

Teori yang dapat menjelaskan tentang energi elastik yang dapat diterima adalah

pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis (elastic rebound theory) dari H.F

Rheid (1906). Teori ini menjelaskan jika permukaan bidang sesar saling

bergesekan batuan akan mengalami deformasi (perubahan wujud) jika perubahan

tersebut melampaui batas elastisitas/regangannya. maka batuan akan patah

(rupture) dan akan kembali ke bentuk asalnya (reboud).

5

media

Perambata

transv

atan gelombang Longitudinal gelombang

sversal dan gelombang permukaan

6

media

7. Dampak Gempabumi

Kerusakan akibat adanya gempabumi :

Tembok bangunan retak, bahkan runtuh

Bergesernya jalan raya, jalan kereta api

Runtuhnya jembatan

Retakan yang besar di tanah/daratan

Pergerakan/perubahan muka air laut

Pada th. 1556 terjadi gempabumi yang sangat hebat di Cina yang menelan korban

jiwa sekitar 830.000 orang. Gempabumi selain menelan korban jiwa, bangunan,

jalan raya, juga mengakibatkan dampak pada tatanan geologi seperti longsor,

gerakan tanah, aliran lumpur, gangguan/kekacauan pada sirkulasi airtanah,

amblasan dan pecahnya daratan. Gempabumi yang sumbernya di laut sering

menyebabkan terjadinya TSUNAMI(gelombang (gempa) laut, seismic sea waves).

8. Kesetaraan Energi Kekuatan Gempa Bumi Dengan Keketan Sejumlah Energi

Bahan Peledak

SKALA
RIHTER

SETARA
BAHAN

PELEDAK

CONTOH

-1,5

3 kg

Granat

1,0

15 kg

Ledaka pada konstruksi

1,5

160 kg

Bom Konvensional PD II

2,5

4,6 ton

Bom Rakitan PD II

3,0

29 ton

Ledakan MOAB.2003

3,5

73 ton

Kecelakaan Chelyabinsk 1957

4,0

1 kiloton

Bom aton kecil

4,5

5 kiloton

Rata – rata Tornado(Energi total)

5,0

32 kiloton

Bom Atom Nagasaki

5,5

80 kiloton
Gempabumi little Skull Amerika
Serikat 1992

6,0

1 megaton
Gempabumi Doble Spring Flat
Amerika Serikat 1994

6,5

5 megaton

Gempabumi Nortgridge 1994

7,0

32 megaton

Senjata termonuklir terbesar

7,5

160 megaton

Gempabumi Landers Amerika Serikat 1992

8,0

1 gigaton
Gempabumi San fransisco Smerika Serikat
1906

8,5

5 gigaton

Gempabumi Anchorage Amerika Serikat 1964

9,0

32 gigaton

Gempa NAD-Sumut 2004

Sumber : (United State Geological Survey, 2005)

7

media

9. SKALA INTENSITAS MODIFIED MERCALLI

ITidak dapat dirasakan orang, kecuali dalam keadaan luar biasa.

IITerasa oleh orang yang sedang beristirahat atau yang berada di lantai
atas gedung bertingkat.

IIITerasa di dalam gedung. Alat-alat gantung bergoyang. Getaran tanah
seperti efek truk keci lewat. Lama getarannya dapat ditaksir. Tidak
disadari bahwa itu adalah gempa.

IVAlat gantung bergoyang. Getaran seperti efek truk besar lewat, atau
seperti dinding tiba-tiba ditabrak sebuah massa besar. Mobil-mobil
bergoyang. Jendela, piring, pintu geme-rincing.

VTerasa di luar bangunan. Arah goncangan dapat ditaksir. Orang tidur
terbangun. Alat-alat kecil yang labil berpindah tempat atau roboh. Pintu
bergoyang, gantungan potret dan jendela yang tertutup gemerincing.
Bandul jam berhenti dan berjalan lagi dengan berubah kecepatannya.

VITerasa oleh semua orang. Banyak yang takut dan mencari jalan ke luar.
Orang tidak dapat berjalan denga tetap. Jen-dela, piring, barang dari
kaca pecah. Perkakas berpindah tempat atau jatuh. Alat-alat dan buku
terlempar dari raknya, potret terlepas dari gantungannya. Plester
bermutu rendah dan tembok retak. Lonceng gereja berbunyi. Terlihat
goncangan pohon dan dedaunan.

VIIOrang sulit berdiri, goncangan terasa oleh supir mobil. Per-kakas rumah
tangga rusak. tembok rusak, cerobong asap mutu rendah pecah pada
bagian atasnya, plester berjatuhan, genting dan hiasan arsitek lepas.
Tembok sedikit retak, air kolam menjadi keruh, tanah longsor kecil,pasir
dan kerikil runtuh pada bagian tepi. Bel besar berbunyi, parit dan
ierighasi rusak

VIIISulit mengemudikan mobil. Tembok rusak dan sebagian runtuh. Sedikit
kerusakan terhadap tembok, sedangkan tidak rusak. Cerobong,
monumen dan menara terpuntir atau jatuh. Fondasi bermutu jelek
terpisah. Cabang sobek dari pohonnya, bila tidak ada hubungan rumah
bergeser dari fon-dasinya.

IXKegugupan umum. tembok hancur, tembok rusak berat dan sering
runtuh sama sekali, tembok rusak cukup berat. Umumnya fondasi
bangunan rusak. rangka struktur bangunan terpuntir. Permukaan tanah
retak cukup besar. Bangunan rangka terpisah dari fondasinya bila tidak
memiliki hubungan. di dekat sungai terjadi letusan pasir dan lumpur.

XBangunan tembok dan rangka hancur beserta fondasinya. Beberapa
bangunan kayu dan jembatan bermutu baik runtuh. Tanggul besar dan
dam rusak berat. Tanah longsor besar, pada daerah yang rata pasir dan
lumpur bergeser. Rel kereta api sedikit membengkok.

XIRel kereta api bengkok, pipa saluran rusak berat tidak dapat digunakan.

XIIKerusakan hampir menyeluruh. Batu besar bergeser, penglihatan kabur.

8

media

10. HUBUNGAN KEKUATAN GEMPABUMI DAN FREKWENSI KEJADIAANYA

Penamaan
Skala
Richter
Dampak gempa bumi
Jumlah
kejadian

Mikro

< 2.0

Gempabumi mikro, tak terasa

8.000 per hari

Sangat minor

2.0 – 2,9

Umumnya tak terasa,tapi tercatat peralatan 1.000 per hari

Minor
3,0 – 3,9

Umumnya

terasa,jarang mengakibatkan

kerudakan
49,000 per thn

Penamaan
Skala
Richter
Dampak gempa bumi
Jumlah
kejadian

Lemah

4.0 – 4,9
Teramati di dlm umah, ada Suara berderik
tdk ada kerusakan
6.200 per
tahun

Sedang

5,0 – 5,9

Kerusakan

pada

bangunan

dengan

kontruksi buruk pada daerah yg tdk luas.
Bangunan dengan kontruksi baik rusak
sedikit

8.00 per tahun

Kuat

6,0 – 6,9

Dapat mengakibatkan kerusakan pada
daerah padat penduduk sepanjang 150
km2

120 pertahun

Sangat kuat

7,0 – 7,9
Kerusakan pada daerah
Lebih dari 150 km 2
18 per tahun

Besar

8,0 – 8,9
Kerusakan pada daerah
Lebih beberapa ratus km
1 per tahun

Besar dan
langka
> 9,0

1 per 20 tahun

(sumber : United State Geological Survey.2005)

11. Gempabumi Yang Terkenal

Beberapa data yang tercatat tentang daerah-daerah yang mengalami gempabumi

hebat ialah :

a) Lisbon, Portugal (1755), Terjadi pada tg. 1 November 1755, menghancurkan

hampir 1/2 dari kota Lisbon, luas area yang terkena dampak 2.000.000 km2.

Biaya kerusakan yang ditimbulkan sekitar $ 100.000.000, korban jiwa meninggal

70.000.

b) New Madrid, Missouri (1811-1812), Guncangan pertama terasa pada tg, 16

Desember 1811, jam 2 pagi, beberapa hari kemudian terjadi beberapa gempa

susulan. Di akhir Januari 1812 terjadi kembali gempa, dan gempa ke tiga terjadi

awal Februari 1812. Selama 3 bulan itu telah terjadi 1874 guncangan/gempa,

terekam di Louisville, Kentucky (320 km jaraknya dari New Madrid), kekuatan

gempa

antara

8,4-8,8.

Gempa

ini menyebabkan

terjadinya

gerakan

9

media

tanah/longsor, perubahan topografi, beberapa daerah mengalami pengangkatan,

beberapa daerah tenggelam membentuk rawa dan danau baru, dan alur S.

Mississipi berubah. Danau Reelfoot yang terletak di baratlaut Tennesse

merupakan danau yang terbentuk sebagai akibat gempa tersebut. Danau ini

mempunyai panjang 28 km dan lebar beberapa km.

c) Charleston, Carolina Selatan (1886), Terjadi pada tg. 31 Agustus, kerusakan

yang dialami sebagai akibat gempabumi ini tidak jauh berbeda dengan yang

terjadi di New Madrid, korban jiwa meninggal 60 orang. Kekuatan gempa 7,3 SR.

d) San Francisco, California (1906), Merupakan gempabumi paling terkenal,

terjadi pagi-pagi sekali pada tg. 18 April 1906, gempa hanya berlangsung 67

detik, tapi telah menyebabkan terbelahnya, bergesernya bumi/daratan

sepanjang sesar San Andreas. Dalam waktu yang singkat itu 700 orang

meninggal, bangunan hancur, kebakaran, longsor di pegunungan, jalan kereta

api bergeser hingga 7 m. Sebagian besar kota San Francisco hancur, kerugian

mencapai jutaan dolar.

e) Teluk Sagami, Jepang (1923), Merupakan salah satu gempa terhebat di zaman

modern ini, lebih dari 140.000 jiwa meninggal, kerugian mencapai milyaran dolar.

Walau gempa berasal dari Teluk Sagami (112 km dari Tokyo, 80 km dari

Yokohama), tapi kedua kota besar ini mengalami kerusakan yang parah. Gempa

ini juga menimbulkan tsunami yang besar, dan kerusakan akibat kebakaran

yang timbul menghabiskan hampir 70 % kota Tokyo, sedangkan kota Yokohama

(hampir) total musnah. Kekuatan gempa 7,9 SR.

f) Danau Hebgen, Montana (1959), Pada tg. 17 Agustus 1959, serangkaian

gempa menghantam Danau Hebgen di Montana-Wyoming, berbatasan dengan

Yellowstone National Park. Kerusakan yang terjadi berupa longsoran yang

mengubur 28 perkemahan di ngarai Sungai Madison. Longsoran batuan yang

diperkirakan mencapai 50 juta kubik membentuk dam dan menciptakan sebuah

danau baru kira-kira 11 km dibawah Danau Hebgen.

g) Chili (1960), Pada tg. 22 Mei 1960 serangkaian gempa terjadi di sepanjang

pantai Chili, merupakan gempa yang banyak menimbulkan kerusakan yang

pernah tercatat di abad ini, kekuatan gempa 9,5 SR. Kerusakan dialami oleh

10

media

bangunan di sekitar daerah tersebut, pohon dan tiang telepon patah dengan

mengeluarkan bunyi berderak-derak, rekahan besar muncul di permukaan bumi.

Kerusakan selanjutnya terjadi sebagai akibat munculnya tsunami yang

menghancurkan

perkampungan

dan

membinasakan

ratusan

orang

di

perkampungan itu. Kerugian akibat gempa secara keseluruhan mencapai

miliaran dolar, lebih dari 5000 orang meninggal.

h) Alaska (1964), Terjadi tg. 28 Maret 1964, merupakan gempa terhebat (9,2 SR)

di Amerika Utara yaitu di sekitar Anchorage, Alaska, terjadi pada jum’at sore hari,

27 Maret 1964. Akibat gempa yang terjadi, permukaan tanah naik sekitar 10 m,

menimbulkan tsunami yang menyapu bangunan di sepanjang garis pantai di

daerah tersebut, jutaan dolar diderita sebagai kerugian akibat gempa tersebut.

Gempabumi yang terjadi pada hari jum’at itu dinamakan ‘Gempa Jum’at yang

baik’ (Good Friday earthquake), karena dibandingkan dengan magnituda dan

enerji gempa yang dikeluarkan hanya mengakibatkan 115 orang yang hilang

(mati ?). Emmh .. keterlaluan juga ya masa 115 orang hilang disebut HANYA

komentar kita …?

i) Yunnan, Cina, Terjadi pada tanggal 5 Jan, 1970, kekuatan gempa 7,5 SR,

korban jiwa lebih dari 10.000 orang.

j) Peru, Terjadi pada tg. 31 Mei 1970, kekuatan gempa 7,9 SR, korban meninggal

sebanyak 66.000 orang.

k) Mexico City , Terjadi pada tg. 19-20 Sept. 1985, gempa dengan kekuatan 8,0

SR menghancurkan sebagina kota Mexico City dan 3 pantai, 25.000 orang

meninggal, 15.000 terluka, dan 400.000 orang kehilangan tempat tinggal.

l) Iran, Terjadi pada tg. 21 Juni 1990, gempa dengan kekuatan 7,7

menghancurkan kota dan perkampungan di sekitar Laut Caspia, 50.000 orang

meningal, lebih dari 60.000 terluka, dan 400.000 orang kehilangan tempat

tinggal.

m) Filipina Utara, Terjadi pada tg. 16 Juli 1990, kekuatan gempa 7,7, hampir 2000

orang meninggal.

n) Jepang, Terjadi pada tg. 17 Januari 1995, di Osaka, Kyoto, dan Kobe. Gempa

berkekuatan 6,9 SR, menyebabkan 5.500 orang meninggal, 36.800 terluka.

11

media

o) Indonesia, Terjadi pada tg. 24 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam,

kekuatan

gempa

9,0 SR,

merupakan

gempa

terparah di

Indonesia,

menyebabkan tsunami, menghancurkan sebagian besar daerah Aceh, dan

menyebabkan lebih dari 250.000 orang meninggal. Gempa ini juga menghantam

12 negara Asia lainnya (Singapura, Malaysia, Thailand).

p) Indonesia, Terjadi pada tg. 28 Maret 2005, gempa dengan kekuatan 8,7

menghantam pantai barat Sumatera (Nias dan sekitarnya), menghancurkan 1313

bangunan. Pusat gempa berasal dari sumber yang sama seperti yang terjadi di

Aceh (24 Des 2004).

q) Indonesia, Terjadi pada tg. 27 Mei 2006, di Jawa Tengah, kekuatan gempa 6,3

SR, menghancurkan 127.000 rumah dan bangunan di Yogyakarta dan

sekitarnya, lebih dari 5000 orang meninggal. Gempa ini berhubungan dengan

letusan G Merapi di Jawa Tengah. Pada tg. 17 Juli kembali terjadi gempa yang

menimbulkan tsunami di Pangandaran, Jawa Barat, korban meninggal sebanyak

262 orang.


Sesar San Andreas Calofornia

12

media

11. Gempa Terhebat sejak tahun 1990

No.

Lokasi

Waktu
Magnituda

(SR)

1 Chili

22 Mei 1960

9,5

2 Alaska

28 Maret 1964

9,2

3 Kep. Aleutian

9 Maret 1957

9,1

4 Kamchatka

4 November 1952

9,0

5 Nanggroe Aceh
Darussalam
26 Desember 2004

9,0

6 Equador

31 januari 1906

8,8

7 Kep. Rat, Aleutian

4 Februari 1965

8,7

8 Sumatera Utara (Nias)

28 Maret 2005

8,7

9 Perbatasan India-Cina

15 Agustus 1950

8,6

10 Kamchatka

3 Februari 1923

8,5

12. Ring Of Fire

Adalah zona sebaran gunungapi dan gempabumi yang mengelilingi cekungan

samudera Pasifik, membentuk tapal kuda sepanjang 40.000 km. Ring of Fire

(terjemahan bebas ‘Lingkaran Api’) ini berhubungan dengan rangkaian palung

samudera, busur kepulauan, rangkaian gunungapi, pergerakan lempeng. Rangkaian

ini disebut juga Circum-Pacific belt atau Circum-Pacific seismic belt.

90 % gempabumi yang terjadi di dunia, dan 81 % gempa terbesar di dunia

berasal/terdapat sepanjang Lingkaran Api tersebut.

13

media

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Pacific Ring Of Fire

Hot Spot

Hotspot (titik api) adalah lokasi dimana terdapat aktivitas magma / gunungapi yang

telah berlangsung dalam waktu yang sangat lama.

Indonesia

media

GEMPA BUMI

Gempabumi adalah getaran/guncangan yang terjadi pada bumi sebagai akibat

tumbukan antar lempeng, patahan/sesar aktif, aktivitas gunungapi, dan runtuhan

batuan. Ilmu yang mempelajari tentang gempabumi ialah SEISMOLOGI, alat yang

digunakan untuk mendeteksi getaran gempa disebut SEISMOGRAF, dan hasil

catatan gempa dinamakan SEISMOGRAM.

1. Jenis Gempabumi

Gempabumi dapat dibagi berdasarkan penyebabnya :

1. Gempabumi Vulkanik, bersumber dalam tubuh gunungapi aktif, pada

umumnya berkekuatan kecil (maksimal 2 SR).

2. Gempabumi Runtuhan, diakibatkan oleh runtuhan batuan di daerah kapur

karena adanya stalaktit yang jatuh dalam gua kapur. Runtuhan di daerah

tambang (runtuhnya terowongan tambang). Kekuatan gempa berkisar antara 2-

3 SR.

3. Gempabumi Tektonik, terjadi akibat aktivitas tektonik di zona batas antar

lempeng dan patahanyang menagkibatkan sebaran getaran ke segala arah.

Kekuatan gempa dapat mencapai skala besar hingga 9 SR (gempa di Aceh, 20

Desember 2004).

2. Sebaran Gempabumi

Gempabumi dapat terjadi dimana saja, tapi hampir 80 % daerah di bumi ini yang

sering terkena gempa ialah di daerah DAERAH CIRCUM-PACIFIC(circum-pacific

belt). Daerah ini meliputi Cili (sepanjang batas sebelah barat Amerika Utara dan

Selatan), ke arah utara di Aleutians, Alaska, Jepang, Pilipina, Indonesia, New

Zealand, dan beberapa pulau tertentu di Kepulauan Pasifik.

Daerah lain yang juga kerap mengalami gempabumi (sekitar 15 % bumi ini) ialah

MEDITERANIAN & TRANSASIATIC, meliputi daerah Karibia, Himalaya, Alpen,

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 13

SLIDE