Search Header Logo
SOAL KERAAAN ISLAM DI SUMATERA

SOAL KERAAAN ISLAM DI SUMATERA

Assessment

Presentation

History

9th - 12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Rengganis Ayuningtyas

Used 2+ times

FREE Resource

30 Slides • 1 Question

1

media

Kerajaan Islam di Sumatera

Sejarah Wajib

RENGGANIS ERLANGGA AYUNINGTYAS

2

Multiple Choice

Pendirian kerajaan Samudera Pasai oleh Merah Silu dapat diketahui dari ......

1

Hikayat Raja-Raja

2

Catatan Ibnu Batutah

3

Catatan Marcopolo

4

Sultanus Salatin

3

media
media

4

media
media

5

media
media

Samudra Pasai

Tumbuh dan berkembang antara 1270 –

1275

Terletak 15 km di sebelah timur

Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam

Raja :

Sultan Malik as-Saleh (696H/1297 M);
Sultan Muhammad Malik Zahir (1297-1326);
Sultan Mahmud Malik Zahir (±1346-1383);
Sultan Zainal Abidin Malik Zahir (1383-1405);
Sultanah Nahrisyah (1405-1412);
Abi Zain Malik Zahir (1412);
Mahmud Malik Zahir (1513-1524)

6

media
media
media
media

Sumber Sejarah kerajaan Samudera Pasai

Suma Oriental
Sejarah Melayu dan

Hikayat Raja – Raja
Pasai

7

media
media

Bidang Politik

Samudera Pasai mempunyai

hubungan baik dengan Cina,
dan negara – negara di
nusantara seperti Rumi, Turki,
Arab, Persia, Gujarat, Keling,
Bengal, Melayu, Jawa, Siam,
Kedah dan Pegu

Samudera Pasai melakukan

persahabatan dengan Malaka
yang ditandai dengan
perkawinan

8

media
media
media
media

Bidang Ekonomi

Pemasukan Samudera

Pasai berasal dari
komoditas perdagangan
seperti lada, sutera, dan
kapur barus serta dari
impor dan ekspor

Samudera pasai sudah

mengenal mata uang
yang terbuat dari emas

9

media
media

Bidang Keagamaan

Samudera Pasai dikunjungi

oleh ulama Persia, Syria, dan
Isfahan

Samudera Pasai bermazhab

syafi’i

Sultan selalu dikelilingi

teolog Islam

10

media
media

Kemunduran

Adanya serangan Portugis pada

tahun 1511 oleh Alfonso
d’Albuquerque

Pada tahun 1521, kekuasaan

Samudera Pasai diambil alih oleh
Kerajaan Aceh Darussalam dibawah
Sultan Ali Mughayat Syah

11

media
media

Kesultanan Aceh Darussalam

12

media

Raja Kerajaan Aceh Darussalam

Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528 M)
Sultan Salahuddin (1528-1537 M)
Sultan Alaudin Riayat Syah Al-Kahar (1537-1568 M)
Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M)

13

media
media

Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528 M)

Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528 M)

memperluas wilayah hingga ke Pattani,
Thailand

Anti Portugis
Wilayah kekuasaan Aceh Darussalam pada

kepemimpinan Sultan Ali Mughayat Syah
adalah hampir seluruh Sumatera hingga
Thailand

14

media

Sultan Salahuddin (1528-1537 M)

Sultan Salahuddin selama memerintah tidak dapat berbuat banyak
untuk kemajuan Kerajaan Aceh Darussalam. Keadaan kerajaan mulai
goyah dan mengalami kemerosotan yang tajam. Akibatnya, beliau
digantikan oleh saudaranya yang bernama Alaudin Riayat Syah Al-Kahar.

15

media
media

Sultan Alaudin Riayat Syah Al-Kahar (1538-
1571 M)

Beliau melakukan perluasaan kekuasaan

ke Kerajaan Malaka, akan tetapi usaha
tersebut mengalami kegagalan.

Sultan Alauidin Riayat Syah pernah

meminta bantuan kepada kerajaan Islam
di Timur Tengah

Di akhir masa jabatannya, pemerintahan

Kerajaan Aceh mengalami masa suram,
dimana banyak terjadi pemberontakan
dan perebutan kekuasaan.

16

media
media

Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M)

Masa kejayaan Aceh Darussalam dicapai dengan

menaklukkan kerajaan Johor dan Portugis di
Semenanjung Malaya sebagai penghasil lada.

Permintaan Inggris dan Belanda untuk membeli

rempah-rempah dari Kerajaan Aceh Darussalam
ditolak oleh Sultan Iskandar Muda.

Pada masa kekuasannya, terdapat dua ahli tasawuf

di Aceh, yaitu Syech Syamsuddin bin Abdullah As-
Sumaterani dan Syech Ibrahim Asy-Syamsi.

Setelah Sultan Iskandar muda meninggal, maka

kekuasaannya beralih ke menantunya, Iskandar
Tsani.

17

media
media

Perlawanan Kesultanan Aceh Darussalam
kepada Portugis

1529, Kesultanan Aceh dibawah Ali

Mughayat Syah merencanakan
penyerangan, namun wafat pada tahun
1530

Penggantinya, Sultan Alauddin Mughayat

Syah al-Qahhar (1538-1571) melakukan
hubungan internasional dengan negara
Timur Tengah

Sultan Alauddin Mughayat Syah juga

menempatkan suami saudara
perempuannya di Barus dengan gelar
Sultan Barus

18

media

Kehidupan Ekonomi

Hubungan perdagangan
Penghasil lada dan timah
Komoditi eksport beras, lada, dan rempah – rempah dari Maluku
Import porselin, sutera dari Jepang dan Cina, minyak wangi dri Eropa

dan Timur Tengah dan kain dari Coromandel, India

19

media

Kehidupan Sosial

Perdagangan di Aceh menyebabkan munculnya feodalisme
Bangsawan disebut teuku dan pemuka agama disebut teungku
Kehidupan Aceh dipengaruhi oleh agama Islam

20

media

Kerajaan Islam di Riau

21

media

Berdiri nya kerajaan Islam di Riau

Kerajaan Islam yang ada di Riau dan Kepulauan Riau menurut berita Tome

Pires (1512-1515 ) antara lain Siak, Kampar, dan Indragiri. Kerajaan Kampar,
Indragiri, dan Siak pada abad ke-13 dan ke-14 dalam kekuasaan Kerajaan
Melayu dan Singasari-Majapahit, maka kerajaan-kerajaan tersebut tumbuh
menjadi kerajaan bercorak Islam sejak abad ke-15.

Jika kita dasarkan berita Tome Pires, maka ketiga Kerajaan Kampar, Indragiri

dan Siak senantiasa melakukan perdagangan dengan Malaka bahkan
memberikan upeti kepada Kerajaan Malaka. Ketiga kerajaan di pesisir
Sumatra Timur ini dikuasai Kerajaan Malaka pada masa pemerintahan
Sultan Mansyur Syah (wafat 1477). Bahkan pada masa pemerintahan
putranya, Sultan Ala’uddin Ri’ayat Syah (wafat 1488) banyak pulau di Selat
Malaka (orang laut) termasuk Lingga-Riau, masuk kekuasaan Kerajaan
Malaka.

22

media

Kerajaan Siak

Kerajaan Siak merupakan kerajaan melayu Islam yang terletak di

Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kerajaan ini tumbuh menjadi kerajaan
bercorak islam pada abad ke 15. Menurut Berita Tome Pires, Kerajaan
Siak menghasilkan padi, madu, timah, dan emas. Pada awalnya,
kerajaan Siak merupakan kerajaan bawahan Kerajaan Malaka pada
masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah. Kerajaan Siak menghasilan
padi, madu, lilin, rotan, bahan-bahan apotek, dan banyak emas.

23

media

Raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan
Siak

Raja Abdullah (Sultan Khoja Ahmad Syah). Saat itu Kerajaan Siak masih berada di bawah

kekuasaan Malaka.Raja Abdullah adalah raja yang ditunjuk oleh Sultan Johor untuk memimpin
dan memerintah Kerajaan Siak.

Raja Hasan Putra Ali Jalla Abdul Jalil. Pada masa pemerintahannya, Belanda berhasil menguasai

Malaka.Dengan demikian, Kerajaan Siak terikat politik ekonomi perdagangan VOC. Semua timah
yang dihasilkan Siak harus dijual ke VOC

Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723-1748). Beliau akran juga disebut Raja Kecik.Raja Kecik

adalah anak dari Sultan Kerajaan Johor bergelar Sultan Mahmud Syah II dengan Encik Pong.
Beliaulah yang mendirikan Kerajaan Siak yang berdaulat, bukan di bawah kekuasaan Malaka lagi.
Ia meluaskan daerah kekuasaannya sambil terus memerangi VOC.

Sultan Said Ali (1784-1811). Pada masa pemerintahannya, Ia berhasil mempersatukan kembali

wilayah-wilayah yang memisahkan diri. Pada tahun 1811, ia mengundurkan diri dan digantikan
oleh anaknya, Tengku Ibrahim.

Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin (1827-1864). Pada masa pemerintahannya, Siak

mengalami kemunduran dan semakin banyak dipengaruhi politik penjajahan Hindia- Belanda.

24

media

Sultan Assyaidis Syarif Ismail Jalil Jalaluddin (1827-1864). Pada masa

pemerintahannya, Siak mengalami kemunduran dan semakin banyak
dipengaruhi politik penjajahan Hindia- Belanda.

Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (1889-1908).

Pada masa pemerintahannya, dibangunlah istana yang megah terletak
di kota Siak dan istana ini diberi nama Istana Asseraiyah Hasyimiah
yang dibangun pada tahun 1889. Pada masa pemerintahan Sultan
Syarif Hasyim ini Siak mengalami kemajuan terutama dibidang
ekonomi. Setelah wafat, beliau digantikan oleh putranya yang masih
kecil dan sedang bersekolah di Batavia, yaitu Sultan Syarif Kasim II.

Syarif Kasim Tsani atau Sultan Syarif Kasim II (1915-1945). Bersamaan

dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia, beliau
pun mengibarkan bendera merah putih di Istana Siak dan menyatakan
bergabung dengan Republik Indonesia.

25

media

Masa Kejayaan Kerajaan Siak

Pada pemerintahan Sultan Sa’id Ali (1784-1811) berhasil

memakmurkan kerajaan dan terkenal dengan seorang sultan yang
jujur. Selain itu daerah-daerah kecil yang dulu melepaskan diri dari
Kerajaan Kerajaan Siak berhasil dikuasai kembali.

26

media

Masa Kemunduran Kerajaan Siak

Pada masa pemerintahan Tengku Ibrahim kerajaan siak mengalami

kemunduran karena banyak orang yang pindah ke daerah Bintan,Linga
Tambelan,Terengono,dan Pontianak.

Ada nya perjanjian dengan VOC pada tahun 1822

27

media

Kerajaan Indragiri

Letak nya di Kabupaten Indragiri Hilir,Provinsi Riau
Berdiri pada tahun 1298
Di dirikan oleh Raja Kecik Mambang
Bukti kerajaan Indragiri : Menurut Berita Tome Pires, Kerajaan Siak

menghasilkan padi, madu, timah, dan emas. Pada awalnya, kerajaan Siak
merupakan kerajaan bawahan Kerajaan Malaka pada masa pemerintahan
Sultan Mansyur Syah.

Peninggalan :
Istana Indragiri
Rumah Tinggi
Masjid Raja Peranap

28

media

Kerajaan Kampar

Letak : Kabupaten Pelalawan, Riau.

29

media

Kerajaan Islam di Jambi

Proses Islamisasi di Jambi di mulai tahun 1500 Masehi.
Dengan proses pernikahan

30

media

Kerajaan Islam di Sumatera Selatan
(Kesultanan Palembang)

Letak Kesultanan Palembang berdiri di Palembang, Sumatra Selatan,

antara abad ke-17 hingga abad ke-19.

Pendiri Bernama Ki Mas Hindi
Kemunduran Serangan yang dilakukan oleh Belanda.
Peninggalan :
Benteng Kuto Besak
Masjid Agung Palembang
Makam Lembang

31

media

Kerajaan Islam di Sumatra Barat

Letak Kerajaan Pagaruyung berada di Provinsi Sumatera Barat dan

sebagian Provinsi Raiu sekarang.

Di dirikan oleh Adityawarman
Puncak kejayaan Ananggawarman
Perubahan dari Kerajaan Pagaruyung menjadi Kesultanan Pagaruyung
Memasuki abad ke-17, Kerajaan Pagaruyung akhirnya berubah menjadi
kesultanan dan raja pertamanya yang masuk Islam adalah Sultan Alif.
Keruntuhan Perang Padri

media

Kerajaan Islam di Sumatera

Sejarah Wajib

RENGGANIS ERLANGGA AYUNINGTYAS

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 31

SLIDE