

asdasd
Presentation
•
Computers
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Wawan Dharmawan
FREE Resource
51 Slides • 0 Questions
1
Gangguan pada sistem dapat terjadi karena faktor ketidaksengajaan yang
dilakukan oleh pengelola ( human error), akan tetapi tidak sedikit pula yang
disebabkan oleh pihak ketiga.
Gangguan dapat berupa perusakan, penyusupan,
pencurian
hak
akses,
penyalahgunaan
data
maupun sistem, sampai tindakan kriminal melalui
aplikasi jaringan komputer.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
2
Dalam
internetworking
beberapa
jenis
gangguan
dikenal
dengan
istilah
:
1. Hacking, berupa pengrusakan pada infrastruktur jaringan yang sudah ada,
misalnya pengrusakan pada sistem dari suatu server.
2. Physing, berupa pemalsuan terhadap data resmi dilakukan untuk hal yang
berkaitan dengan pemanfaataanya.
3. Deface, perubahan terhadap tampilan suatu website secara illegal.
4. Carding, pencurian data terhadap identitas perbankan seseorang, misalnya
pencurian nomor kartu kredit, digunakan untuk memanfaatkan saldo yang
terdapat pada rekening tersebut untuk keperluan belanja online.
5. Serta masih banyak istilah pada sistem keamanan jaringan yang berkaitan
dengan penyalahgunaan maupun pengrusakan sistem yang sudah ada.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
3
Dalam melakukan persiapan fungsi sistem hendaknya disiapkan pengamanan
dalam bentuk berikut :
1. Mengelompokkan terminal yang difungsikan sebagai pengendali jaringan atau titik
pusat akses (Server) pada suatu jaringan, yang selanjutnya harus diberikan
pengamanan secara khusus.
2. Menyediakan pengamanan fisik berupa ruangan khusus untuk pengamanan
perangkat yang disebut pada point nomor 1. Ruangan tersebut dapat diberikan
label
Network
Operating
Center
(NOC) dengan membatasi
personil
yang
diperbolehkan masuk.
3. Memisahkan sumber daya listrik untuk NOC dari pemakaian yang lain. Perlu juga
difungsikan Uninteruptable Power Supply (UPS) dan Stabilizer untuk menjaga
kestabilan supply listrik yang diperlukan perangkat pada NOC.
4. Merapikan wiring ruangan dan memberikan label serta pengklasifikasian kabel.
5. Memberikan
Soft
Security
berupa
Sistem
Firewall
pada
perangkat
yang
difungsikan di jaringan. Merencanakan maintenance dan menyiapkan Back Up
sistem.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
4
Gambar 15.1 Ilustrasi Penerapan Firewall
Firewall (Gambar 11.1) adalah salah satu aplikasi pada sistem operasi
yang dibutuhkan oleh jaringan komputer untuk melindungi intergritas
data/sistem
jaringan
dari
serangan-serangan
pihak
yang
tidak
bertanggung jawab. Caranya dengan melakukan filterisasi terhadap
paket-paket yang melewatinya.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
5
Firewall
tersusun
dari
aturan-aturan
yang
diterapkan
baik
terhadap
hardware,software
ataupun
sistem
itu
sendiri
dengan
tujuan
untuk
melindungi jaringan, baik dengan melakukan filterisasi, membatasi, ataupun
menolak suatu permintaan koneksi dari jaringan luar lainnya seperti internet.
Gambar 15.2 Arsitektur Firewall Pada Jaringan Komputer
Gambar 11.2 menunjukkan firewall yang melindungi jaringan lokal dengan
cara mengendalikan aliran paket yang melewatinya.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
6
Pada firewall terjadi beberapa proses yang memungkinkannya melindungi
jaringan. Ada tiga macam Proses yang terjadi pada firewall, yaitu:
1.
Modifikasi
header
paket, digunakan untuk memodifikasi kualitas
layanan bit paket TCP sebelum mengalami proses routing.
2.
Translasi
alamat
jaringan, translasi yang terjadi dapat berupa translasi
satu ke satu ( one to one ), yaitu satu alamat IP privat dipetakan kesatu
alamat IP publik atau
translasi banyak kesatu ( many to one ) yaitu
beberapa alamat IP privat dipetakan kesatu alamat publik.
3.
Filter
paket, digunakan untuk menentukan nasib paket apakah dapat
diteruskan atau tidak.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
7
Memasang
firewall
SISTEM KEAMANAN JARINGAN
(Firewall)
DEPAN
8
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
JENIS-JENIS FIREWALL
1. Packet Filtering Gateway
2. Application Layer Gateway
3. Circuit Level Gateway
4. Statefull Multilayer Inspection Firewall
DEPAN
9
Packet
Filtering
Gateway
Packet filtering gateway dapat diartikan sebagai firewall yang bertugas
melakukan filterisasi terhadap paket-paket yang datang dari luar
jaringan yang dilindunginya.
Gambar 15. 3 Lapisan untuk Proses Packet Filtering Gateway
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
10
Application
Layer
Gateway
Model firewall ini juga dapat disebut Proxy Firewall. Mekanismenya tidak
hanya berdasarkan sumber, tujuan dan atribut paket, tapi bisa mencapai
isi ( content ) paket tersebut.
Gambar 15.4 Web server dengan Firewall
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
11
Bila kita melihat dari sisi layer TCP/IP, firewall jenis ini akan melakukan
filterisasi pada layer aplikasi ( Application Layer ).
Gambar 15.5 Proxy Firewall dilihat pada Model TCP/IP
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
12
Model firewall ini bekerja pada bagian Lapisan transport dari model
referensi TCP/IP. Firewall ini akan melakukan pengawasan terhadap
awal hubungan TCP yang biasa disebut sebagai TCP Handshaking, yaitu
proses untuk menentukan apakah sesi hubungan tersebut diperbolehkan
atau tidak. Bentuknya hampir sama dengan Application Layer Gateway ,
hanya saja bagian yang difilter terdapat ada lapisan yang berbeda, yaitu
berada pada layer Transport.
Gambar 15.6 Circuit Level Gateway dilihat pada Model TCP/IP
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
Circuit Level Gateway
13
Model
firewall
ini
merupakan
penggabungan
dari
ketiga
firewall
sebelumnya. Firewall jenis ini akan bekerja pada lapisan Aplikasi, Transport
dan Internet.
Gambar 15.7 Statefull Multilayer Inspection Firewall dilihat pada Model TCP/IP
Dengan penggabungan ketiga model firewall yaitu Packet Filtering Gateway,
Application Layer Gateway dan Circuit Level Gateway, mungkin dapat
dikatakan firewall jenis ini merupakan firewall yang ,memberikan fitur
terbanyak dan memeberikan tingkat keamanan yang paling tinggi.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
Statefull Multilayer Inspection Firewall
14
Mengidentifikasi pengendalian
jaringan yang diperlukan
SISTEM KEAMANAN JARINGAN
(Firewall)
DEPAN
15
Aplikasi
pengendalian
jaringan
dengan
menggunakan
firewall
dapat
diimplementasikan dengan menerapkan sejumlah aturan (chains) pada
topologi yang sudah ada.
Dalam hal pengendalian jaringan dengan menggunakan iptables, ada dua
hal yang harus diperhatikan yaitu:
1. Koneksi paket yang menerapkan firewall yang digunakan.
2. Konsep firewall yang diterapkan.
Dengan dua hal ini diharapkan iptables sebagai aturan yang mendefinisikan
firewall dapat mengenali apakah koneksi yang terjadi berupa koneksi baru (
NEW) , koneksi yang telah ada ( ESTABLISH ), koneksi yang memiliki relasi
dengan koneksi lainnya ( RELATED ) atau koneksi yang tidak valid (
INVALID ). Keempat macam koneksi itulah yang membuat IPTables disebut
Statefull Protocol .
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
DEPAN
16
Koneksi
Paket
Koneksi paket yang dalam proses pengirimannya dari pengirim kepada
penerima harus melalui aturan firewall, dapat dikelompokan kepada tiga
kelompok koneksi, yaitu :
1. Koneksi TCP
2. Koneksi IP
3. Koneksi UDP
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
DEPAN
17
Koneksi
TCP
Sebuah koneksi TCP
dikenal sebagai koneksi yang bersifat Connection
Oriented yang berarti sebelum melakukan pengiriman data, mesin-mesin
tersebut akan melalui 3 langkah cara berhubungan ( 3-way handshake ).
Gambar 15.8 Awal Sebuah Koneksi TCP
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
DEPAN
18
Koneksi IP
Sebuah
frame
yang
diidentifikasi
menggunakan
kelompok
protokol
Internet (IP) harus melalui aturan firewall yang didefinisikan menggunakan
protokol IP sebelum paket tersebut mendapat jawaban koneksi dari tujuan
paket tersebut.
Salah satu paket yang merupakan kelompok protokol IP adalah ICMP,
yang sering digunakan sebagai aplikasi pengujian koneksi ( link ) antar
host.
Gambar 15.10 Sebuah Koneksi ICMP
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
DEPAN
19
1. Echo request dan reply,
2. Timestamp request dan reply,
3. Infomation request dan reply,
4. Address mask request dan reply.
Ada empat macam tipe echo yang akan mendapat paket balasan,
yaitu:
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
DEPAN
20
Koneksi UDP
Berbeda dengan koneksi TCP, koneksi UDP (Gambar 11.11) bersifat
connectionless . Sebuah mesin yang mengirimkan paket UDP tidak akan
mendeteksi kesalahan terhadap pengiriman paket tersebut.
Paket UDP tidak akan mengirimkan kembali paket-paket yang mengalami
error.
Model
pengiriman
paket
ini
akan
lebih
efisien
pada
koneksi
broadcasting atau multicasting .
Gambar 15.11 Sebuah Koneksi UDP
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
DEPAN
21
MATA
RANTAI
IPTABLES
Untuk membangun sebuah firewall, yang harus kita ketahui pertama-tama
adalah bagaimana sebuah paket diproses oleh firewall, apakah paket-
paket yang masuk akan di buang ( DROP ) atau diterima ( ACCEPT ), atau
paket tersebut akan diteruskan ( FORWARD ) ke jaringan yang lain.
Salah satu tool yang banyak digunakan untuk keperluan proses pada firewall
adalah iptables. Program iptables adalah program administratif untuk Filter
Paket
dan
NAT
(Network
Address
Translation).
Untuk
menjalankan
fungsinya, iptables dilengkapi dengan tabel mangle, nat dan filter .
Proses
yang
terjadi
pada
paket
yang
melewati
suatu
firewall
dapat
digambarkan sebagai berikut.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
22
Gambar 11.12 Proses Pada Paket Yang Melewati Firewall.
Keterangan :
DNAT (Destination NAT) : Tujuan yang memerlukan konversi Network
Address Translation.
SNAT (Source NAT): Sumber yang menggunakan konversi Network
Address Translation
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
23
TABEL
15.1 TABEL FILTER PADA IPTABLES
No
INPUT
OUTPUT
FORWARD
1
Aturan no 1
Aturan no 1
Aturan no 1
2
Aturan no 2
Aturan no 2
Aturan no 2
3
Aturan no 3
Aturan no 3
Aturan no 3
N
Aturan n
Aturan n
Aturan n
POLICY
ACCEPT/
DROP
ACCEPT/
DROP
ACCEPT/
DROP
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
24
Tabel 11.2 NAT Pada IPTABLES
No
Post Routing
(SNAT)
Pre Routing
(DNAT)
OUTPUT
1
Aturan no 1
Aturan no 1
Aturan no 1
2
Aturan no 2
Aturan no 2
Aturan no 2
3
Aturan no 3
Aturan no 3
Aturan no 3
N
Aturan n
Aturan n
Aturan n
POLICY
ACCEPT/
DROP
ACCEPT/
DROP
ACCEPT/
DROP
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
25
Salah satu
kelebihan IPTABLES
adalah
untuk
dapat memfungsikan
komputer kita menjadi gateway menuju internet. Teknisnya membutuhkan
tabel lain pada IPTABLES selain ketiga tabel diatas, yaitu tabel NAT
(Gambar 11.13)
Gambar 15.13 SNAT dan DNAT
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
26
SNAT digunakan untuk mengubah alamat IP pengirim ( source IP
address ). Biasanya SNAT berguna untuk menjadikan komputer sebagai
gateway menuju ke internet.
Misalnya komputer kita menggunakan alamat IP 192.168.0.1. For
example, we use the computer IP address 192.168.0.1. IP tersebut
adalah IP lokal. SNAT akan mengubah IP lokal tersebut menjadi IP
publik, misalnya 202.51.226.35. Begitu juga sebaliknya, bila komputer
lokal kita bisa di akses dari internet maka DNAT yang akan digunakan.
Mangle pada IPTABLES banyak digunakan untuk menandai ( marking )
paket-paket untuk di gunakan di proses-proses selanjutnya. Mangle
paling banyak di gunakan untuk bandwidth limiting atau pengaturan
bandwidth.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
27
TABEL 15.3 Tabel MANGLE
No
PRE
ROUTING
INPUT
FORWARD
OUTPUT
POST
ROUTING
1
Aturan no 1
Aturan no 1
Aturan no 1
Aturan no 1
Aturan no 1
2
Aturan no 2
Aturan no 2
Aturan no 2
Aturan no 2
Aturan no 2
3
Aturan no 3
Aturan no 3
Aturan no 3
Aturan no 3
Aturan no 3
N
Aturan n
Aturan n
Aturan n
Aturan n
Aturan n
POLICY
ACCEPT /
DROP
ACCEPT /
DROP
ACCEPT /
DROP
ACCEPT /
DROP
ACCEPT /
DROP
Fitur lain dari mangle adalah kemampuan untuk mengubah nilai Time to
Live (TTL) pada paket dan TOS ( type of service ).
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
28
Mendesain sistem keamanan jaringan
SISTEM KEAMANAN JARINGAN
(Firewall)
DEPAN
29
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
Berikut ini adalah langkah- langkah yang diperlukan dalam membangun
sebuah firewall :
1. Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
2. Menentukan kebijakan atau policy .
3. Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan
berjalan.
4. Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh
satu atau lebih aturan firewall.
5. Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi
firewall.
6. Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.
MENDESAIN SISTEM KEAMANAN JARINGAN
DEPAN
30
Berikut ini diberikan contoh penerapan iptables pada firewall. Konfigurasi
network yang digunakan untuk contoh diilustrasikan pada gambar 11.14.
Gambar 15.14 Skema Firewall Dalam Jaringan
Pada gambar di atas terdapat suatu firewall yang mempunyai dua antar muka.
Firewall berhubungan dengan jaringan internet melalui antar muka eth0 dan
berhubungan dengan jaringan privat melalui antar muka eth1. Kadang-kadang
firewall berhubungan dengan jaringan internet menggunakan modem, dalam
hal ini antarmuka eth0 dapat diganti dengan ppp0.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
31
Kemampuan pertama yang harus di miliki firewall adalah melakukan
forward IP Address dari antarmuka eth0 menuju antarmuka eth1 dan
sebaliknya dari antarmuka eth1 menuju antarmuka eth0 . Caranya adalah
dengan memberi nilai 1 pada parameter ip_forward dengan perintah.
Dalam
beberapa
variant
Linux
dilakukan
dengan
memberi
baris
konfigurasi pada file /etc/sysconfig/network .
# echo ”1”
>/proc/sys/net/ipv4/ip_forward
FORWARD_IPV4=yes
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
32
MEMBUAT
INISIALISASI
Inisialisasi aturan iptables digunakan untuk membuat kebijakan umum terhadap
rantai iptables yang akan di terapkan pada firewall. Kebijakan ini akan di terapkan
jika tidak ada aturan yang sesuai. Kebijakan umum yang diterapkan dalam suatu
firewall umumnya adalah sebagai berikut:
1. Kebijakan untuk membuang semua paket yang menuju, melintas dan
keluar dari firewall.
2. Kebijakan
untuk
menerima
semua
paket
yang
menuju
dan
meninggalkan perangkat loopback .
3. Kebijakan menerima semua paket sebelum mengalami routing.
# iptables –p input DROP
# iptables –p forward DROP
# iptables –p output DROP
# iptables – A INPUT – i lo – j ACCEPT
# iptables – A OUTPUT– o lo – j ACCEPT
# iptables – t nat – p POSTROUTING – j ACCEPT
# iptables – t nat – p PREROUTING – j ACCEPT
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
33
MENGIJINKAN LALU
-
LINTAS PAKET ICMP
Paket ICMP biasanya digunakan untuk menguji apakah suatu peralatan jaringan
sudah terhubung secara benar dalam jaringan. Biasanya untuk menguji apakah
suatu peralatan sudah terhubung secara benar dalam jaringan dapat dilakukan
dengan perintah ping . Perintah ini akan mencoba mengirim paket ICMP ke alamat
IP tujuan dan menggunakan tanggapan dari alamat IP tersebut. Untuk memberikan
keleluasaan keluar, masuk dan melintasnya paket ICMP diterapkan dengan aturan
tersebut.
Maksud perintah di atas adalah sebagai berikut:
1. Firewall mengijinkan paket ICMP yang akan masuk.
2. Firewall mengijinkan paket ICMP yang akan melintas.
3. Firewall mengijinkan paket ICMP yang akan keluar.
Perintah ketiga ini memungkinkan firewall untuk mananggapi paket ICMP yang
dikirim ke firewall. Jika perintah ketiga tidak diberikan, maka firewall tidak dapat
mengirim keluar tanggapan paket ICMP.
# iptables – A INPUT –p icmp -j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p icmp -j ACCEPT
# iptables – A OUPUT –p icmp -j ACCEPT
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
34
Catatan :
Kadang-kadang paket ICMP digunakan untuk
tujuan
yang
tidak
benar,
sehingga
kadang-
kadang firewall ditutup untuk menerima lalu
lintas paket tersebut. Jika firewall tidak diijinkan
untuk menerima lalu lintas paket ICMP, maka
perintah diatas tidak perlu dicantumkan.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
35
MENGIJINKAN PAKET SSH MASUK FIREWALL
Untuk mengkonfigurasi komputer dalam jaringan, biasanya dilakukan secara
jarak jauh. Artinya pengelolaan tidak harus datang dengan berhadapan
dengan komputer tersebut. Termasuk dalam hal ini untuk pengelolaan
firewall. Untuk mengelola firewall dari jarak jauh, dapat digunakan program
SSH .
Program
SSH
menggunakan
paket
TCP
dengan
port
22
untuk
menghubungkan antara dua komputer. Oleh sebab itu firewall harus
mengijinkan paket dengan tujuan port 22 untuk masuk ke firewall. Firewall
juga harus mengijinkan paket yang
berasal dari port 22 untuk keluar dari
firewall. Berikut ini perintah yang diterapkan untuk mengijinkan akses SSH
melalui antarmuka eth1 yaitu dari jaringan privat.
# iptables – A INPUT –p tcp –dport 22 –i eth1 -j ACCEPT
# iptables – A OUTPUT –p tcp –sport 22 –o eth1 -j ACCEPT
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
36
Maksud dari perintah di atas adalah sebagai berikut:
1. Firewall mengijinkan masuk untuk paket TCP yang punya tujuan port
22 melalui antarmuka eth1.
2. Firewall mengijinkan keluar untuk paket TCP yang berasal dari port 22
melalui antarmuka eth1.
# iptables – A INPUT –p tcp –dport 22 –i eth1 -j ACCEPT
# iptables – A OUTPUT –p tcp –sport 22 –o eth1 -j ACCEPT
Aturan tersebut memungkinkan akses SSH hanya dari jaringan privat
melalui antarmuka eth1. Untuk alasan keamanan, akses SSH dari jaringan
privat dapat dibatasi untuk akses yang hanya berasal dari alamat jaringan
tertentu atau bahkan dari komputer tertentu (input). Hal ini dilakukan
dengan menambah opsi –s diikuti alamat jaringan
atau alamat IP pada
perintah pertama.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
37
#iptables
–AINPUT
–s
202.51.226.37
–p
tcp
–
dport 22 –i eth1 -j ACCEPT
Sintaks diatas adalah aturan yang akan menerima input paket TCP pada
eth1 yang berasal dari alamat IP 202.51.226.37 dengan tujuan port 22.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
38
MENGIJINKAN
AKSES
HTTP
MELINTAS
FIREWALL
Akses http merupakan protokol yang paling banyak digunakan untuk
berselancar di internet. Informasi yang disajikan pada internet umumnya
menggunakan
akses
http
ini.
Akses
http
menggunakan
port
80
dengan jenis paket TCP.
Firewall biasanya mengijinkan akses http terutama yang melintas firewall
baik yang keluar atau masuk jaringan privat. Akses http yang keluar
jaringan privat digunakan untuk memberi akses http bagi komputer yang
berada di jaringan privat. Sedangkan akses http dari internet terjadi
apabila pada jaringan privat terdapat server web yang dapat diakses dari
jaringan internet.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
DEPAN
39
Penerapan aturan iptables untuk mengijinkan akses http adalah sbb :
# iptables – A FORWARD –p tcp –dport 80 –i eth1 -j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p tcp –sport 80 –o eth1 -j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p tcp –dport 80 –i eth0 -j ACCEPT
# iptables – A FORWARD –p tcp –sport 80 –o eth0 -j ACCEPT
Maksud dari perintah di atas adalah sebagai berikut:
1. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya tujuan port
80 melalui antarmuka eth1.
2. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya asal port 80
melalui antarmuka eth1.
3. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya tujuan port
80 melalui antarmuka eth0.
4. Firewall mengijinkan melintas untuk paket TCP yang punya asal port 80
melalui antarmuka eth0.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
40
Perintah pertama dan kedua digunakan untuk mengijinkan akses http
yang berasal dari jaringan privat, sedangkan perintah ketiga dan keempat
digunakan untuk mengijinkan akses http yang berasal dari internet.
Keempat
perintah
tersebut
dapat
diganti
dengan
satu
perintah
menggunakan opsi multiport sebagai berikut :
Perintah tersebut menyatakan bahwa firewall mengijinkan paket TCP yang
punya port 80 (tujuan / asal) untuk melintas (dari eth0 atau eth1 ).
# iptables – A FORWARD –p tcp –m multiport --
port 80 -j ACCEPT
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
41
MENGIJINKAN QUERY SERVER DNS
Firewall biasanya mempunyai minimal satu alamat IP untuk server DNS.
Untuk query server DNS digunakan paket UDP melalui port 53. Firewall
memerlukan
query
server
DNS
untuk
menentukan
alamat
IP
yang
berhubungan dengan suatu nama host. Query server DNS pada firewall ini
biasanya diijinkan untuk query server DNS keluar firewall (baik via eth0
atau eth1 ) dan query server DNS melintasi server firewall. Aturan iptables
yang diterapkan untuk mengijinkan query sever DNS keluar dari firewall
adalah sebagai berikut :
# iptables – A OUTPUT –p udp –dport 53 –o eth1 -j ACCEPT
# iptables – A INPUT –p udp –dport 53 –i eth1 -j ACCEPT
# iptables – A OUTPUT –p udp –dport 53 –o eth0 -j ACCEPT
# iptables – A INPUT –p udp –dport 53 –i eth0 -j ACCEPT
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
42
Maksudnya :
# iptables – A OUTPUT –p udp –dport 53 –o eth1 -j ACCEPT
# iptables – A INPUT –p udp –dport 53 –i eth1 -j ACCEPT
# iptables – A OUTPUT –p udp –dport 53 –o eth0 -j ACCEPT
# iptables – A INPUT –p udp –dport 53 –i eth0 -j ACCEPT
1. Firewall mengijinkan keluar untuk paket UDP yang punya tujuan port
53 melalui antarmuka eth1.
2. Firewall mengijinkan keluar untuk paket UDP yang punya asal port 53
melalui antarmuka eth1.
3. Firewall mengijinkan keluar untuk paket UDP yang punya tujuan port
53 melalui antarmuka eth0.
4. Firewall mengijinkan keluar untuk paket UDP yang punya asal port 53
melalui antarmuka eth0.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
43
Perintah pertama dan kedua digunakan untuk query server DNS keluar
melalui antarmuka eth1, sedangkan perintah ketiga dan keempat digunakan
untuk mengijinkan query server DNS keluar melalui antarmuka eth0.
Selanjutnya firewall akan mengijinkan query server DNS untuk melintas.
Aturan iptables untuk mengijinkan query server DNS melintasi firewall
adalah sebagai berikut :
Perintah tersebut menyatakan bahwa firewall mengijinkan paket UDP yang
punya port 53 untuk melintas.
# iptables – A FORWARD –p udp –m multiport –ports
53 -j ACCEPT
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
44
IP MASQUERADE
IP MASQUERADE adalah salah satu bentuk translasi alamat jaringan (
NAT ), yang memungkinkan bagi komputer-komputer yang terhubung
dalam
jaringan
lokal
yang
menggunakan
alamat
IP
privat
untu
berkomunikasi ke internet melalui firewall.
Teknik IP MASQUERADE adalah cara yang biasanya digunakan untuk
menghubungkan jaringan lokal dengan publik (internet). Bagi pelanggan
internet yang hanya diberi satu alamat IP dinamis ( dial up ) menggunakan
modem.
Hubungan antara komputer pada jaringan lokal dengan jaringan publik
dilakukan dengan cara menyamarkan alamat IP privat dengan alamat IP
yang dipunyai oleh kartu jaringan dengan alamat IP publik. Proses
penyamaran alamat IP privat menjadi alamat IP publik ini disebut dengan
IP MASQUERADE.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
45
Berikut ini diberikan contoh penerapan IP MASQUERADE ( NAT ).
Gambar 15.15 Jaringan Untuk Penerapan IP MASQUERADE
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
46
TEKNIK
HUBUNGAN
LANGSUNG
Pada teknik hubungan langsung, komputer-komputer yang dirancang dapat
untuk diakses melalui jaringan internet, diberi alamat IP publik dan
langsung dihubungkan pada internet, tanpa melalui firewall. Sehingga
komputer tersebut akan dirouting oleh jaringan publik. Contoh struktur
nya terlihat pada gambar 11.16.
Gambar 15.16 Jaringan Hubungan Langsung
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
47
Perintah ini menyatakan bahwa setelah mengalami routing, paket yang
akan
dikirim
melalui
antarmuka
eth0
yang
berasal
dari
jaringan
192.168.100.0/24 akan mengalami SNAT menjadi alamat IP 202.51.226.34.
#
iptables – t nat –A POSTROUTING –o eth0 –s
192.168.100.0/24
–j
snat
–to-source
202.51.226.34
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
48
DMZ (
DE
-
MILITARIZED ZONE)
15.12 DMZ Pada Jaringan Terpisah
Ada dua teknik DMZ yang dapat digunakan. Yang pertama adalah
meletakkan komputer DMZ pada jaringan yang terpisah dari jaringan
privat. Yang kedua adalah meletakkan komputer DMZ pada jaringan yang
sama dengan jaringan privat.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
DEPAN
49
Gambar 15.18 Jaringan DMZ Dalam Satu Jaringan
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
50
FIREWALL DENGAN HARDWARE KHUSUS
Fungsi firewall seperti disebutkan diatas dapat juga dilakukan dengan
menggunakan hardware khusus dari vendor yang telah didesain untuk
keperluan pembuatan chains tertentu. Walaupun demikian, teknik dan
penerapannya sama saja dengan menggunakan IP Tables .
Pada
hardware
khusus
Firewall
penerapan
chains-nya
didesain
sedemikian,
agar
memudahkan
administrator
dalam
mengimplementasikan rule/ policy firewall. Satu hal yang membedakan
adalah perangkat firewall
dari vendor hanya didesain khusus untuk
keperluan
chains
tanpa
fungsi
lain,
sementara
PC
Firewall
dapat
digunakan selain untuk Firewall juga untuk fungsi terminal jaringan yang
lain.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
51
Soal
-
Soal Latihan
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat.
1. Apa yang dimaksud dengan Firewall?
2. Jelaskan jenis-jenis firewall untuk jaringan komputer.
3. Gambarkan hubungan kerja Firewall dengan susunan lapisan Model
Referensi TCP/IP.
4. Dari
keempat
jenis
firewall,
manakah
yang
mudah
diimpelementasi tetapi mempunyai kehandalan yang tinggi?
5. Jelaskan perbedaan antara Prerouting dan Postrouting.
6. Bagaimana menerapkan suatu rule/ policy untuk memperbolehkan
akses http pada suatu server?
7. Apa yang dimaksud dengan DMZ?
8. Bagaimana cara untuk mengimplementasikan NAT untuk IP Private
192.168.0.0/24 dengan Publik IP 202.203.204.2/30
9. Gambarkan topologi untuk nomor 8.
10.Apa yang dimaksud dengan Firewall dengan hardware khusus?
DEPAN
Gangguan pada sistem dapat terjadi karena faktor ketidaksengajaan yang
dilakukan oleh pengelola ( human error), akan tetapi tidak sedikit pula yang
disebabkan oleh pihak ketiga.
Gangguan dapat berupa perusakan, penyusupan,
pencurian
hak
akses,
penyalahgunaan
data
maupun sistem, sampai tindakan kriminal melalui
aplikasi jaringan komputer.
Modul 15 Sistem Keamanan Jaringan (Firewall)
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 51
SLIDE
Similar Resources on Wayground
46 questions
Teknik Pengolahan Audio & Video di Adobe Premiere Pro
Presentation
•
12th Grade
44 questions
APBN
Presentation
•
11th Grade
43 questions
PROGRAM LINEAR
Presentation
•
11th Grade
47 questions
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Presentation
•
10th Grade
46 questions
sistem kelistrikan
Presentation
•
11th Grade
44 questions
SLIDE PRESENTASI DAN SOAL PKPJ MATERI VLAN
Presentation
•
11th Grade
44 questions
PJPK TINGKATAN 4 PERHUBUNGAN (SEKS SIBER)
Presentation
•
11th Grade
44 questions
Review Pemrograman Web Perangkat Bergerak
Presentation
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Identify Fractions, Mixed Numbers & Improper Fractions
Quiz
•
3rd - 4th Grade
Discover more resources for Computers
10 questions
Fact Check Ice Breaker: Two truths and a lie
Quiz
•
5th - 12th Grade
10 questions
Video Games
Quiz
•
6th - 12th Grade
15 questions
Memorial Day Trivia
Quiz
•
KG - 12th Grade
12 questions
Name that Candy
Quiz
•
KG - 12th Grade
20 questions
Guess The App
Quiz
•
KG - Professional Dev...
30 questions
K/H Final Review Part 1
Quiz
•
9th - 12th Grade
40 questions
NCFE Earth and Environmental Science Released Test
Quiz
•
9th - 12th Grade
22 questions
Revise and Edit Final Review 3
Quiz
•
8th - 12th Grade