Search Header Logo
PPT SINDO KELAS 11

PPT SINDO KELAS 11

Assessment

Presentation

Moral Science

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Dody Traguna

Used 6+ times

FREE Resource

15 Slides • 10 Questions

1

media

Perang Melawan Kolonialisme/Penjajah

2

media

Mengevaluasi Perang Melawan Keserakahan Kongsi Dagang (abad ke-16 sampai ke-18)

3

media

1. Aceh Versus Portugis dan VOC

2. Maluku Angkat Senjata

3. Sultan Agung Versus J.P. Coen

4. Perlawanan Banten

5. Perlawanan Goa

6. Rakyat Riau Angkat Senjata

7. Orang-orang Cina Berontak

8. Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said

4

Aceh Versus Portugis dan VOC

Setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511, justru membawa

hikmah bagi Aceh. Banyak para pedagang Islam yang menyingkir dari

Malaka menuju ke Aceh. Dengan demikian perdagangan di Aceh semakin

ramai. Hal ini telah mendorong Aceh berkembang menjadi bandar dan pusat

perdagangan. Perkembangan Aceh yang begitu pesat ini dipandang oleh

Portugis sebagai ancaman, oleh karena itu, Portugis berkehendak untuk

menghancurkan Aceh. Pada tahun 1523 Portugis melancarkan serangan ke

Aceh di bawah pimpinan Henrigues, dan menyusul pada tahun 1524 dipimpin

oleh de Sauza. Beberapa serangan Portugis ini mengalami kegagalan.

5

Portugis terus mencari cara untuk melemahkan posisi Aceh sebagai pusat

perdagangan. Kapal-kapal Portugis selalu mengganggu kapal-kapal dagang

Aceh di manapun berada. Misalnya, pada saat kapal-kapal dagang Aceh

sedang berlayar di Laut Merah pada tahun 1524/1525 diburu oleh kapal-
kapal Portugis untuk ditangkap. Sudah barang tentu tindakan Portugis telah

merampas kedaulatan Aceh yang ingin bebas dan berdaulat berdagang

dengan siapa saja, mengadakan hubungan dengan bangsa manapun atas

dasar persamaan. Oleh karena itu, tindakan kapal-kapal Potugis telah

mendorong munculnya perlawanan rakyat Aceh.
Sebagai persiapan Aceh melakukan langkah-langkah antara lain :

1. Melengkapi kapal-kapal dagang Aceh dengan persenjataan, meriam

dan prajurit

6

2. Mendatangkan bantuan persenjataan, sejumlah tentara dan beberapa

ahli dari Turki pada tahun 1567.

3. Mendatangkan bantuan persenjataan dari Kalikut dan Jepara.

Setelah berbagai bantuan berdatangan, Aceh segera melancarkan serangan

terhadap Portugis di Malaka. Portugis harus bertahan mati-matian di Formosa/

Benteng. Portugis harus mengerahkan semua kekuatannya sehingga

serangan Aceh ini dapat digagalkan. Sebagai tindakan balasan pada tahun

1569 Portugis balik menyerang Aceh, tetapi serangan Portugis di Aceh ini

juga dapat digagalkan oleh pasukan Aceh. Rakyat Aceh dan para pemimpinnya selalu ingin memerangi kekuatan dan

dominasi asing, oleh karena itu, jiwa dan semangat juang untuk mengusir

Portugis dari Malaka tidak pernah padam.

7

Pada masa pemerintahan Sultan

Iskandar Muda (1607-1639), semangat juang mempertahankan tanah air

dan mengusir penjajahan asing semakin meningkat. Iskandar Muda adalah

raja yang gagah berani dan bercita-cita untuk mengenyahkan penjajahan

asing, termasuk mengusir Portugis dari Malaka. Iskandar Muda berusaha

untuk melipatgandakan kekuatan pasukannya. Angkatan lautnya diperkuat

dengan kapal-kapal besar yang dapat mengangkut 600-800 prajurit.

Pasukan kavaleri dilengkapi dengan kuda-kuda dari Persia, bahkan Aceh

juga menyiapkan pasukan gajah dan milisi infanteri. Sementara itu untuk

mengamankan wilayahnya yang semakin luas meliputi Sumatera Timur dan

Sumatera Barat, ditempatkan para pengawas di jalur-jalur perdagangan.

8

Para pengawas itu ditempatkan di pelabuhan-pelabuhan penting seperti di

Pariaman. Para pengawas itu umumnya terdiri para panglima perang.

Setelah mempersiapkan pasukannya, pada tahun 1629 Iskandar Muda

melancarkan serangan ke Malaka. Menghadapi serangan kali ini Portugis

sempat kewalahan. Portugis harus mengerahkan semua kekuatan tentara

dan persenjataan untuk menghadapi pasukan Iskandar Muda. Namun,

serangan Aceh kali ini juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka.

Hubungan Aceh dan Portugis semakin memburuk. Bentrokan-bentrokan
antara kedua belah pihak masih sering terjadi, tetapi Portugis tetap tidak

berhasil menguasai Aceh dan begitu juga Aceh tidak berhasil mengusir

Portugis dari Malaka. Yang berhasil mengusir Portugis dari Malaka adalah

VOC pada tahun 1641.

9

Maluku Angkat Senjata

Portugis berhasil memasuki Kepulauan Maluku pada tahun 1521.

Mereka memusatkan aktivitasnya di Ternate. Tidak lama berselang orangorang

Spanyol juga memasuki Kepulauan Maluku dengan memusatkan

kedudukannya di Tidore. Terjadilah persaingan antara kedua belah pihak.

Persaingan itu semakin tajam setelah Portugis berhasil menjalin persekutuan

dengan Ternate dan Spanyol bersahabat dengan Tidore.

Pada tahun 1529 terjadi perang antara Tidore melawan Portugis. Penyebab

perang ini karena kapal-kapal Portugis menembaki jung-jung dari Banda yang akan membeli cengkih ke Tidore.

10

Tentu saja Tidore tidak dapat menerima

tindakan armada Portugis. Rakyat Tidore angkat senjata. Terjadilah perang

antara Tidore melawan Portugis. Dalam perang ini Portugis mendapat

dukungan dari Ternate dan Bacan. Akhirnya Portugis mendapat kemenangan.

Dengan kemenangan ini Portugis menjadi semakin sombong dan sering

berlaku kasar terhadap penduduk Maluku. Upaya monopoli terus dilakukan.

Maka, wajar jika sering terjadi letupan-letupan perlawanan rakyat.

Sementara itu untuk menyelesaikan persaingan antara Portugis dan Spanyol

dilaksanakan perjanjian damai, yakni Perjanjian Saragosa pada tahun

1534. Dengan adanya Perjanjian Saragosa kedudukan Portugis di Maluku

semakin kuat.

11

Portugis semakin berkuasa untuk memaksakan kehendaknya

melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku. Kedudukan

Portugis juga semakin mengganggu kedaulatan kerajaan-kerajaan yang

ada di Maluku. Pada tahun 1565 muncul perlawanan rakyat Ternate di

bawah pimpinan Sultan Khaerun/Hairun. Sultan Khaerun menyerukan

seluruh rakyat dari Irian/Papua sampai Jawa untuk angkat senjata melawan

kezaliman kolonial Portugis. Portugis mulai kewalahan dan menawarkan

perundingan kepada Sultan Khaerun. Dengan pertimbangan kemanusiaan,

Sultan Khaerun menerima ajakan Portugis Perundingan dilaksanakan pada

tahun 1570 bertempat di Benteng Sao Paolo. Ternyata semua ini hanyalah

tipu muslihat Portugis.

12

Pada saat perundingan sedang berlangsung, Sultan

Khaerun ditangkap dan dibunuh. Apa yang dilakukan Portugis kala itu

sungguh kejam dan tidak mengenal perikemanusiaan. Demi keuntungan

ekonomi Portugis telah merusak sendi-sendi kehidupan kemanusiaan dan

keberagamaan.

Setelah Sultan Khaerun dibunuh, perlawanan dilanjutkan di bawah pimpinan

Sultan Baabullah (putera Sultan Khaerun).Melihat tindakan Portugis yang

tidak mengenal nilai-nilai kemanusiaan, semangat rakyat Maluku untuk

melawannya semakin berkobar. Seluruh rakyat Maluku berhasil dipersatukan

termasuk Ternate dan Tidore untuk melancarkan serangan besar-besaran

terhadap Portugis.

13

Akhirnya Portugis dapat didesak dan pada tahun 1575

berhasil diusir dari Ternate. Orang-orang Portugis kemudian melarikan diri

dan menetap di Ambon sampai tahun 1605. Tahun itu Portugis dapat diusir

oleh VOC dari Ambon dan kemudian menetap di Timor Timur.
Serangkaian rakyat terus terjadi terhadap Portugis maupun VOC yang

melakukan tindakan kejam dan sewenang-wenang kepada rakyat. Misalnya

pada periode tahun 1635-1646 terjadi serangan sporadis dari rakyat Hitu

yang dipimpin oleh Kakiali dan Telukabesi. Perlawanan rakyat ini juga

meluas ke Ambon. Tahun 1650 perlawanan rakyat juga terjadi di Ternate

yang dipimpin oleh Kecili Said. Sementara perlawanan secara gerilya terjadi

seperti di Jailolo.

14

Namun berbagai serangan itu selalu dapat dipatahkan oleh

kekuatan VOC yang memiliki peralatan senjata lebih lengkap. Rakyat terus

mengalami penderitaan akibat kebijakan monopoli rempah-rempah yang

disertai dengan Pelayaran Hongi.Pada tahun 1680, VOC memaksakan
sebuah perjanjian baru dengan penguasa

Tidore. Kerajaan Tidore yang semula sebagai sekutu turun statusnya menjadi

vassal VOC, dan sebagai penguasa yang baru diangkatlah Putra Alam

sebagai Sultan Tidore (menurut tradisi kerajaan Tidore yang berhak sebagai

sultan semestinya adalah Pangeran Nuku).Penempatan Tidore sebagai vassal atau daerah kekuasaan VOC telah menimbulkan protes keras dari Pangeran Nuku. Akhirnya Nuku memimpin perlawanan rakyat.

15

Timbullah perang hebat antara rakyat Maluku di bawah pimpinan Pangeran Nuku melawan kekuatan kompeni Belanda (tentara VOC).
Sultan Nuku mendapat dukungan rakyat Papua di bawah pimpinan Raja Ampat dan juga orang-orang Gamrange dari Halmahera. Oleh para pengikutnya, Pangeran Nuku diangkat sebagai sultan dengan gelar Tuan Sultan Amir Muhammad Syafiudin Syah. Sultan Nuku juga berhasil meyakinkan Sultan Aharal dan Pangeran Ibrahim dari Ternate untuk bersama-sama melawan VOC.Bahkan dalam perlawanan ini Inggris juga memberi dukungan terhadap Sultan Nuku. Belanda kewalahan dan tidak mampu membendung ambisi Nuku untuk lepas dari dominasi Belanda. Sultan Nuku berhasil mengembangkan pemerintahan yang berdaulat melepaskan diri dari dominasi Belanda di Tidore sampai akhir hayatnya (tahun 1805).

16

Multiple Choice

Apa yang terjadi setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511?

1

Perdagangan di Aceh semakin ramai

2

Aceh menjadi koloni Portugis

3

Aceh kehilangan kedaulatannya

4

Aceh menjadi pusat perdagangan

17

Multiple Choice

Kapan Portugis melancarkan serangan pertama ke Aceh?

1

1511

2

1523

3

1524

4

1567

18

Multiple Choice

Apa yang dilakukan Aceh sebagai persiapan menghadapi serangan Portugis?

1

Melengkapi kapal dagang dengan persenjataan

2

Mendatangkan bantuan persenjataan dari Turki

3

Mendatangkan bantuan persenjataan dari Kalikut dan Jepara

4

Semua jawaban benar

19

Multiple Choice

Siapa pemimpin Aceh yang berusaha mengusir Portugis dari Malaka?

1

Henrigues

2

de Sauza

3

Sultan Iskandar Muda

4

VOC

20

Multiple Choice

Apa yang dilakukan Iskandar Muda untuk melipatgandakan kekuatan pasukannya?

1

Mengamankan wilayah Sumatera Timur dan Sumatera Barat

2

Menggunakan kapal-kapal besar yang dapat mengangkut prajurit

3

Melatih pasukan kavaleri dengan kuda-kuda dari Persia

4

Semua jawaban benar

21

Multiple Choice

Kapan Iskandar Muda melancarkan serangan ke Malaka?

1

1523

2

1524

3

1629

4

1641

22

Multiple Choice

Siapa yang berhasil mengusir Portugis dari Malaka?

1

Aceh

2

VOC

3

Henrigues

4

de Sauza

23

Multiple Choice

Apa yang terjadi pada hubungan antara Aceh dan Portugis setelah serangan Iskandar Muda?

1

Hubungan semakin membaik

2

Aceh berhasil mengusir Portugis

3

Bentrokan-bentrokan masih sering terjadi

4

Portugis menguasai Aceh

24

Multiple Choice

Apa yang menjadi semangat juang Iskandar Muda?

1

Mengusir penjajahan asing

2

Menghancurkan Aceh

3

Mendirikan pusat perdagangan di Aceh

4

Mengamankan wilayah Sumatera Timur dan Sumatera Barat

25

Multiple Choice

Apa yang berhasil dilakukan VOC pada tahun 1641?

1

Mengusir Portugis dari Aceh

2

Mengusir Portugis dari Malaka

3

Menghancurkan Aceh

4

Mendirikan pusat perdagangan di Aceh

media

Perang Melawan Kolonialisme/Penjajah

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 25

SLIDE