Search Header Logo
Jumeirah Bali Key Points

Jumeirah Bali Key Points

Assessment

Presentation

Other

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Jumeirah Bali

FREE Resource

11 Slides • 0 Questions

1

media

Classification: Public

JUMEIRAH BALI KEY POINTS

2

media

Classification: Public

Jumeirah Balis USP (Unique Selling Point)

International brand and good Luxury reputation support with a

loyal Jumeirah customers in selected market i.e Middle East,
Russia

Unique design and resort concept Amartha Water Palace,

Trowulan with existing fountain is popular in the market right
now and unique of Majapahit wedding venues at Tilasan which
cannot be found in other properties.

Direct access to the pristine beach and beautiful panoramic

sunset view

Considered as one of spacious villas with private pools in Bali

around 210 sqm

Adopt high technology 4.0 including Butler service

Yield opportunity with large number of villa inventory than

competitors

Kids Club with unique Peafowl Pavilion concept

Internasional brand dan reputasi Luxury yang baik di

bantu dengan costumer Jumeirah yang loyal di market
pilihan seperti Middle Eas, & Russia

Desain yang unik dan konsep resor dari Kerajaan Tamn

Air Amartha, Trowulan dengan kolam dan pancuran
yang popular saat ini dan keunikan tempat pernikahan
di Tilasan yang tidak dapat ditemukan di properti lain.

Akses langsung ke pantai yang jernih dan pemandangan

matahari terbenan yang Indah.

Di pertimbangkan sebagai salah satu villa dengan kolam

renang pribadi dengan luas 210 sqm.

Menggunakan teknologi 4.0 yang canggih termasuk

untuk pelayanan butler

Memiliki jumlah inventaris villa yang banyak di

bandingkan dengan kompetitor lain.

Kids Club dengan konsep Peafowl pavilium yang unik.

3

media

Classification: Public

ARCHITECTURE

The design of the resort is intertwined with the history of the Majapahit
Empire and its historic footprint in Bali. Following the migration of the
Majapahit Hindu community from Java to Bali in the late 15th century, the
process of their acculturation began, absorbing the cultures of Arab, Indian,
and Chinese traders and migrants present on the island. The period that
followed is known as the Majapahit Renaissance era, with Bali as the
empires capital.

Resorts elegant buildings, laid out in accordance with Hindu
cosmological spatial rules, form a harmonious "water palace" that
integrates elements of classical Javanese Hinduism and Balinese culture, as
well as putting the spotlight on Uluwatus breathtaking scenery. Inside, the
walls are adorned with carvings depicting the story of Ramayana, while
terraced landscaping reflects the reverence the Balinese have for the
natural world. Multi-level gardens and water features hold significance as
places of purification, and the courtyard serves as a gathering place, just as
it did during the golden age of the kingdom.

Ketika bercerita tentang arsitektur, tidak dapat dipisahkan dari sejarah
Majapahit di Bali itu sendiri. Pada akhir abad ke-15, migrasi komunitas
Hindu Majapahit dari Jawa ke Bali membawa budaya akulturasi mereka
dengan para pedagang dan migran Arab, India, dan Cina. Hal ini
menghasilkan asimilasi di pulau Bali yang dapat kita sebut sebagai era
Renaissance Majapahit di Bali.

Prinsip arsitektur yang didasarkan pada kosmologi keruangan menciptakan
keanggunan bangunan yang dipadukan dengan keindahan pemandangan
di area Uluwatu, membentuk sebuah istana air yang menggabungkan
elemen Hindu Jawa Klasik dan budaya Bali. Di sepanjang dinding-
dindingnya terdapat ukiran yang mengisahkan kisah Ramayana, sementara
lahan yang berundak mencerminkan penghormatan. Taman- taman dan
kolam air yang memiliki makna sebagai tempat penyucian, sedangkan
alun- alun menjadi tempat berkumpul untuk melangsungkan berbagai
kegiatan di kerajaan.

ARSITEKTUR

4

media

Classification: Public

THE CARVING

The intricate carvings adorning Jumeirah Bali are imbued with profound meaning and captivating
narratives. Similar to the mesmerizing reliefs found in Borobudur Temple, a remarkable carving within
the lobby area recounts the timeless tale of Ramayana, symbolizing the cosmic guardian and life-
bestower to all living beings on our planet. These evocative depictions, etched onto the walls, are
dispersed throughout the resort, serving as enduring testaments to the existence of these age-old
artistic treasures, dating back to the majestic era of the Majapahit water palace

Semua ukiran yang memukau di Jumeirah Bali mengandung makna yang mendalam dan cerita yang
memikat hati. Sebagaimana relief-relief yang berada di Candi Borobudur, salah satu ukiran yang
menawan di area lobi memaparkan kisah abadi Ramayana yang melambangkan pelindung kosmis dan
pemberi kehidupan bagi semua makhluk hidup di bumi ini. Lukisan-lukisan yang menghadirkan
kekuatan emosional, terukir dengan indah di dinding-dinding, tersebar di seluruh resor ini sebagai bukti
nyata keberadaan harta seni kuno yang telah ada sejak era keagungan istana air Majapahit.

UKIRAN

5

media

Classification: Public

PETILASAN

Located in the central area of the resort, a hidden ruin can be
discovered amidst the lush foliage and gardens of Jumeirah
Bali. This cluster of stones and gateways invites guests to
journey back in time and experience the grandeur of the
Majapahit civilization from ancient times.

Tersembunyi di pusat resor, terdapat sebuah reruntuhan yang
mengundang ditemukan di antara pepohonan dan taman
yang rimbun di Jumeirah Bali. Gugusan batu dan gapura yang
memikat ini akan memikat tamu untuk melangkah kembali
ke masa lalu dan merasakan keagungan peradaban Majapahit
yang terpancar pada zaman dahulu.

PETILASAN

6

media

Classification: Public

THE TREES

As an integral part of the "royal garden," every plant within Jumeirah Bali carries its own profound meaning and
philosophical significance for the three religions of the Majapahit era. The Banyan tree, positioned right at the
entrance of the lobby, serves as Wringin Lawang the Banyan tree gate. The Bodhi tree, known as Ancak, can be
found at various points around the resort and is considered sacred, as it is believed by Buddhists that Siddhartha
Gautama attained enlightenment beneath this very tree. Not to be overlooked, the tree that inspired the name of
the kingdom itself, the Maja tree, known for its bitter fruit, also thrives within these grounds.

Sebagai bagian dari "taman kerajaan," semua tanaman di Jumeirah Bali memiliki makna dan signifikansi filosofisnya
sendiri bagi tiga agama yang ada pada zaman Majapahit. Pohon Beringin yang terletak di pintu masuk lobi berperan
sebagai Wringin Lawang, melambangkan gerbang pohon Beringin. Pohon Bodhi, yang dikenal sebagai Pohon Ancak,
terdapat di beberapa lokasi hotel dan dianggap suci, karena umat Buddha percaya bahwa Siddhartha Gautama
mencapai pencerahan di bawah pohon ini. Tak ketinggalan, pohon yang menginspirasi nama kerajaan itu sendiri,
yaitu pohon Maja dengan buah yang pahit, juga tumbuh di area ini.

POHON

7

media

Classification: Public

THE DOME

The dome inside the main building of Jumeirah Bali reflects the Hindu
and Muslim acculturation in Java. While the structure itself takes its
inspiration from the Mughal Dynasty in India, the blue coloring
technique is Bali-inspired, with artisans applying multiple layers of
paint to achieve a harmonious hue. Such contrasting and vibrant
shapes and colors can also be seen in many historical sites in the
northern coast of Java Island.

Kubah yang terletak di gedung utama Jumeirah Bali adalah hasil dari
akulturasi Hindu dan Muslim di Jawa. Atap kubah berwarna biru
terinspirasi oleh Dinasti Mogul di India. Teknik pewarnaan biru ini
mengadopsi teknik khas Bali, di mana pengecatan dilakukan
berulang-ulang untuk menciptakan warna yang serasi. Bentuk dan
warna yang kontras dan cerah ini juga dapat ditemui di banyak situs
bersejarah di pantai utara Pulau Jawa

KUBAH

8

media

Classification: Public

STATUES & TEMPLES

As guests arrive, they are greeted by a series of
statues positioned along the path leading to the
lobby. First, at the main entrance, there is a winged
lion statue believed to be the guardian of temple
gates or gateways during the Majapahit era in Bali.
Next, welcoming them are two enchanting statues
of Majapahit nymphs on either side, providing a
sense of security and delight. Upon reaching the
lobby, guests are greeted by the statue of the
Princess of Majapahit, an antique sculpture holding
ornaments symbolizing abundance and prosperity.
While exploring one of the shaded gardens, travelers
will discover a life-size replica of Bajang Ratu Temple
an ancient monument that still stands today in
Mojokerto in East Java. The presence of this temple
also represents the center of the Majapahit
kingdom, as the monument connects the main
palace to other areas, in accordance with the
concept of Utama Mandala.

Ketika para tamu tiba, mereka akan disambut oleh
serangkaian patung yang menghiasi jalan menuju
area lobi. Pertama-tama, di gerbang utama, terdapat
patung singa bersayap yang dipercaya sebagai
penjaga pintu candi atau gapura padazaman
Majapahit di Bali. Kedua, dua patung bidadari
Majapahit yang menawan menyambut tamu di
kedua

sisi,

memberikan

rasa

aman

dan

kebahagiaan. Begitu sampai di lobi, tamu akan
disambut oleh patung Puteri Majapahit, sebuah
karya seni antik yang memegang perhiasan sebagai
simbol rezeki dan kemakmuran. Menjelajahi area
resor, Anda akan menemukan Candi Bajang Ratu
setelah melewati area Peneduh. Candi kuno yang
masih berdiri kokoh di Mojokerto ini mencerminkan
pusat kerajaan Majapahit, menghubungkan istana
utama dengan area lainnya, sesuai dengan konsep
Utama Mandala.

PATUNG & CANDI

9

media

Classification: Public

THE BOUGAINVILLE

Prized for its delicate beauty, white bougainvillea is a symbol of hospitality and
peace. You can find these tropical vines with their paper-like white flowers all
over the resort, adding charm and beauty to the stunning architecture of
Petilasan and Tirta Ageng pool area. The white color of the bougainvillea
contrasts with the lush greenery and blends well with the natural
surroundings

Dikenal karena penampilannya yang memesona di setiap sudut resort,
bunga bugenvil merupakan simbol penyambutan tamu dan pembawa
kedamaian. Sangat mudah untuk menemukan mereka di sekitar Jumeirah
Bali, perhatikan akar rambat yang rimbun dengan bunga putih seperti kertas
yang bermekaran. Jumpai mereka di Petilasan atau di area kolam Tirta Ageng.
Warna putih bunga ini melengkapi dan berpadu apik dengan keindahan dan
arsitektur resor yang memukau.

BUNGA BUGENVIL

10

media

Classification: Public

THE TROWULAN

Just like any other Majapahit palace, it is crucial to have a place where everyone can socialize,
trade, or even hold a ceremony, also known as Alun-alun. Trowulan area serves as that place.
Located right after the entrance, this area is the hub for everyone where you could find the
famous grand stairs that leads to the main fountain that acts as the water- source that flows
throughout the whole resort in a straight line that ends in the stunning Indian Ocean-view
swimming pool known as Tirta Ageng.

Sama seperti istana Majapahit lainnya, sangat penting untuk memiliki tempat di mana setiap
orang dapat bersosialisasi, berdagang, atau bahkan mengadakan upacara yang juga dikenal
sebagai Alun-alun. Kawasan Trowulan berfungsi sebagai tempat itu. Terletak tepat setelah pintu
masuk, area ini adalah pusat bagi semua orang di mana Anda dapat menemukan tangga besar
terkenal yang mengarah ke air mancur utama yang berfungsi sebagai sumber air yang mengalir
ke seluruh resor dalam garis lurus yang berakhir pada Tirta Ageng, kolam renang dengan
konsep berundak yang menghadap Samudra Hindia.

TROWULAN

11

media

Classification: Public

THE DOOR

Upon entering the villa, guests will be greeted by the intricate craftmanship of
Javanese best wood-carving artists. Their work was inspired by the beauty of nature
and was painted in a unique ancient painting method that creates the beautiful color
that can be seen not only just on the door but also on the pillars entrance. Leaving
guests with a great first impression upon their stay at Jumeirah Bali.

Saat memasuki vila, para tamu akan disambut oleh keindahan lekukan dari seniman
ukiran kayu terbaik Jawa. Karya mereka terinspirasi oleh keindahan alam dan dilukis
dengan metode mewarnai kuno yang unik sehingga menciptakan warna indah yang
tidak hanya dapat dilihat pada pintu tetapi juga pada pintu masuk pilar.
Meninggalkan kesan pertama yang luar biasa bagi para tamu saat mereka menginap
di Jumeirah Bali.

PINTU

media

Classification: Public

JUMEIRAH BALI KEY POINTS

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE