Search Header Logo
ppt tya

ppt tya

Assessment

Presentation

History

11th Grade

Practice Problem

Medium

Created by

Raisya Azzahra

Used 29+ times

FREE Resource

19 Slides • 8 Questions

1

PERANG MELAWAN HEGEMONI DAN KESERAKAHAN KONGSI DAGANG

media

2

media

Perlawanan
Aceh

3

Perlawanan Aceh

Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511 membuat banyak para pedagang Islam mengalihkan kegiatannya dari Malaka ke Aceh. Hal ini telah mendorong Aceh berkembang menjadi bandar dan pusat perdagangan. Kerajaan Aceh muncul sebagai kekuatan baru yang bahkan mampu mengendalikan pusat-pusat perdagangan di pantai barat Sumatera. Pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Ri’ayat al-Kahar (1537-1568) terkenal sebagai tokoh yang meng-aceh-kan kawasan pantai barat Sumatera.

Portugis menganggap perkembangan Aceh yang begitu pesat sebagai ancaman dan berniat menghancurkan Aceh. Oleh karena itu pada tahun 1523 Portugis mulai melancarkan serangan ke Aceh, mengganggu perdagangan, memburu kapal dagang Aceh, mengganggu kedaulatan aceh. Beberapa serangan Portugis mengalami kegagalan, Aceh yang ingin berdaulat dan tetap dapat mengendalikan perdagangan di beberapa pelabuhan penting di Sumatera, merencanakan untuk melakukan perlawanan. Sebagai persiapan Aceh melakukan langkah-langkah antara lain:

1) Melengkapi kapal-kapal dagang Aceh dengan persenjataan, meriam, dan prajurit,

2) Mendatangkan bantuan persenjataan, sejumlah tentara dan beberapa ahli dari Turki pada tahun

1567,

3) Mendatangkan bantuan persenjataan dari Kalikut dan Jepara.

4

Fill in the Blanks

5

media

Perlawanan Maluku

6

Perlawanan Maluku

Pada tahun 1521 Portugis berhasil memasuki Kepulauan Maluku dan memusatkan aktivitasnya di Ternate. Tidak lama berselang orang-orang Spanyol juga memasuki Kepulauan Maluku dengan memusatkan kedudukannya di Tidore. Sehingga terjadilah persaingan antara kedua belah pihak. Persaingan itu semakin tajam setelah Portugis berhasil menjalin persekutuan dengan Ternate dan Spanyol bersahabat dengan Tidore. Pada tahun 1529 terjadi perang antara Tidore melawan Portugis, namun dalam perang ini Portugis mendapat dukungan dari Ternate dan Bacan sehingga Portugis menang.
Dengan kemenangan ini Portugis menjadi semakin sombong dan sering berlaku kasar terhadap penduduk Maluku sehingga sering terjadi letupan-letupan perlawanan rakyat. Sementara itu konflik dan persaingan antara Portugis dan Spanyol di Maluku ini harus segera diakhiri. Dengan mengingat kesepakatan pada Perjanjian Tordesillas, maka diadakan perjanjian damai antara Portugis dan Spanyol. Perjanjian damai dilaksanakan di Saragosa pada tahun 1529. Isi perjanjian Saragosa adalah Portugis tetap berkuasa di Maluku, sementara Spanyol berkuasa di wilayah Filipina.

7

Multiple Choice

Perjanjian apa yang dibuat di saragosa pada tahun 1529?

1

perjanjian damai soragasa

2

perjanjian damai saragosa

3

perjanjian tordesillas

4

perjanjian harapan palsu

8

media

Perlawanan Sultan Agung

9

Perlawanan Sultan Agung

Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mencapai zaman keemasan dan bercita-cita untuk mempersatukan seluruh tanah Jawa dan mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara, termasuk VOC. Tindakan VOC yang terus berupaya melakukan monopoli perdagangan membuat para pedagang pribumi mengalami kemunduran, kebijakan monopoli itupun membawa penderitaan bagi rakyat. Karena itu Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia, beberapa alasan lainya yaitu karena VOC sering menghalang-halangi kapal-kapal dagang mataram yang akan berdagang ke Malaka; VOC menolak untuk mengakui kedailatan Mataram; dan keberadaanVOC di Batavia memberikan ancaman serius bagi masa depan Pulau Jawa.
Pada Tahun 1628 Sultan Agung telah mempersiapkan pasukan dengan segenap persenjataan dan perbekalan untuk menyerang Batavia dan gubernur jendral VOC nya yaitu J. P. Coen. Namun serangan Sultan Agung belum berhasil, karena kekuatan dan persenjaataan VOC lebih unggul di banding pasukan Mataram. Pada tahun 1629 pasukan Mataram di berangkattkan kembali menuju Batavia. Belajar dari kekalahan terdahulu Sultan Agung meningkatkan jumlah kapal dan senjata, lalu membangun lumbung-lumbung beras untuk persediaan bahan makanan. Ternyata informasi persiapan penyerangan di ketahui oleh VOC.

10

Pada tahun 1605 Portugis dapat diusir oleh VOC dari Ambon dan kemudian menetap di Timor Timur. Pada tahun 1680, VOC memaksakan sebuah perjanjian baru dengan penguasa Tidore yang isinya Kerajaan Tidore yang semula sebagai sekutu turun statusnya menjadi vassal VOC atau daerah yang sepenuhnya berada di bawah kekuasaan VOC. Sebagai penguasa yang baru diangkatlah Putra Alam sebagai Sultan Tidore, dimana seharusnya adalah Pangeran Nuku. Penempatan Tidore sebagai vassal atau daerah kekuasaan VOC telah menimbulkan protes keras dari Pangeran Nuku. Maka timbullah perang hebat antara rakyat Maluku di bawah pimpinan Pangeran Nuku melawan kekuatan kompeni Belanda (tentara VOC).
Pangeran Nuku mendapat dukungan rakyat Papua. Sultan Nuku juga berhasil meyakinkan Sultan Aharal dan Pangeran Ibrahim dari Ternate untuk bersama-sama melawan VOC. Selain itu Sultan Nuku mendapat dukungan dari para pedagang Seram Timur dan mendapat dukungan dari armada Inggris (EIC). Belanda kewalahan dan tidak mampu membendung semangat pasukan Sultan Nuku untuk lepas dari dominasi Belanda. Akhirnya Sultan Nuku berhasil mengembangkan pemerintahan yang berdaulat melepaskan diri dari dominasi Belanda di Tidore sampai akhir hayatnya (tahun 1805).

11

Multiple Choice

Pada Tahun 1628 Sultan Agung telah mempersiapkan pasukan dengan segenap persenjataan dan perbekalan untuk menyerang Batavia dan gubernur jendral VOC nya yaitu J. P. Coen. Namun serangan Sultan Agung belum berhasil, karena kekuatan dan persenjaataan VOC lebih unggul di banding pasukan Mataram dan pada tahun 1629 pasukan Mataram di berangkattkan kembali menuju Batavia. apa yang dipelajari sultan agung dari kekalahan pada tahun 1928?

1

sultan agung meningkatkan jumlah kapal dan senjata, lalu membangun benteng - benteng

2

sultan agung meningkatkan jumlah sampan dan senjata listrik

3

Sultan Agung meningkatkan jumlah kapal dan senjata, lalu membangun lumbung-lumbung beras untuk persediaan bahan makanan

12

media

Perlawanan
Banten

13

Perlawanan Banten

Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putra mahkota Abdulnazar Abdulkahar sebagai raja pembantu yang lebih dikenal sebagai Sultan Haji. Sebagai raja pembantu Sultan haji bertanggung jawab dalam urusan dalam negri, sedangkan Sultan Ageng bertanggung jawab dalam urusan luar negri yang di bantu putranya yang lain, yakni Pangeran Arya Purbaya. Sultan Haji merasa khawatir dirinya tidak segera di nobatkan sebagai sultan, sangat mungkin jabatan sultan tersebut diberikan pada Pangeran Arya Purbaya. Kalena itu Sultan haji bekerja sama dengan VOC untuk merebut tahta kesultanan Banten. Timbullah pertentangan yang begitu tajam antara Sultan Haji dan Sultan Ageng Tirtayasa. Akhirnya pada tahun 1681 VOC atas nama Sultan Haji berhasil merebut Kesultanan Banten. Sultan Haji menjadi Sultan Banten.

Upaya dalam perlawanan yang di lakukan oleh Sultan ageng Tirtayasa dalam memulihkan posisi Banten yaitu: Kerja sama dengan negara-negara Asia; Rakyat banten melakukan perusakan terhadap kebun milik voc; Pasukan Banten membangun benteng Noordwijk sebagai benteng pertahanan. Dampak dari perlawanan–perlawanan tersebut adalah dtangkapnya Sultang Ageng pada tahun 1683 dan meninggal pada tahun 1692 dan dimakamkan di komplek pemakaman raja-raja Banten. Atas jasa-jasanya pada negara, Sultan Ageng Tirtayasa diberi gelar Pahlawan Nasional.

14

Fill in the Blanks

15

media

Perlawanan
Gowa

16

Perlawanan Gowa

Pada 1663, pemimpin Kerajaan Bone yang bernama Arung Palakka melarikan diri ke Batavia untuk menghindari kejaran tentara Kerajaan Gowa. Di pusat pemerintahan Hindia-Belanda itu ia berlindung sekaligus meminta bantuan yang jauh lebih besar dari VOC untuk menghancurkan Kerajaan Gowa. Setelah 3 tahun, pada 24 November tahun 1966 pun terjadi pergerakan besar- besaran yang dilakukan pasukan VOC di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Janszoon Speelman. Armada laut VOC meninggalkan pelabuhan Batavia menuju ke ibu kota Gowa.
Pertempuran hebat terus terjadi, kerajaan Gowa tidak bisa lagi menahan gempuran dari VOC dan pasukan Kerajaan Bone, Sultan Hasanuddin pun dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667. Perjanjian tersebut memukul telak Sultan Hasanuddin di mana ia harus mengakui monopoli VOC yang selama ini ia tentang. Selain itu, ia juga harus mengakui Arung Palakka menjadi Raja Bone. Wilayah Kerajaan Gowa pun dipersempit.

17

Akan tetapi, itu semua tidak serta-merta memadamkan semangat juang Sultan Hasanuddin beserta para pasukannya. Perlawanan-perlawanan masih terus di lakukan, namun sayang tidak membuahkan hasil yang maksimal sehingga VOC masih mendominasi di wilayah Sulawesi Selatan. Meski tak bisa mengusir bangsa Barat, hingga akhir hayatnya Sultan Hasanuddin masih bersikukuh tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Kegigihan tersebut dibawa sampai ia wafat pada 12 Juni 1670 di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selama perlawanannya, Sultan Hasanuddin diberi julukan “De Haantjes van Het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur” karena semangat dan keberaniannya dalam menentang monopoli yang dilakukan VOC. Pemerintah juga telah menetapkan Sultan Hasanuddin menjadi pahlawan nasional

18

Fill in the Blanks

19

media

Perlawanan
Riau

20

Perlawanan Riau

Riau pada sekitar abad 17-18 M adalah pelabuhan dagang di kawasan selat Malaka yang sangat menjanjikan. Banyak kapal dagang internasional yang melintas di selat Malaka dengan tujuan singgah maupun berdagang. Letak yang strategis tersebut menyebabkan timbulnya keinginan dari bangsa Barat untuk menguasai kawasan Malaka. VOC memulai taktik penguasaan di selat Malaka dengan berusaha mengusir Portugis dari kawasan tersebut. Perang antara VOC kembali berlanjut pada tahun 1751. Muhammad Abdul Jalil memimpin perang melawan VOC menggantikan ayahnya yang telah meninggal. Perang antara VOC dan Siak kembali berlanjut pada tahun 1751. Muhammad Abdul Jalil memimpin perang melawan VOC menggantikan ayahnya yang telah meninggal. Namun, serangan tersebut dapat digagalkan dengan sistem pertahanan benteng VOC yang berlapis. Untuk mengakali pertahanan kuat VOC, Sultan Siak mengatur siasat tipu daya dengan berpura- pura ingin berdamai dengan VOC. Siasat tersebut dinamakan dengan "siasat hadiah Sultan" karena Sultan Siak berpura-pura memberikan hadiah kepada VOC untuk bisa berdamai. Saat perundingan berlangsung, Sultan Siak memberikan kode kepada pasukannya untuk membunuh pasukan VOC dan membakar loji (bangunan VOC). Siasat hadiah Sultan berhasil dan membawa kemenangan bagi pihak Kesultanan Siak. Meskipun begitu, kekuasaan VOC di Malaka masih belum bisa dikalahkan sepenuhnya

21

Multiple Choice

Untuk mengakali pertahanan kuat VOC, Sultan Siak mengatur siasat tipu daya dengan berpura- pura ingin berdamai dengan VOC. Siasat tersebut disebut dengan nama?

1

siasat hadiah ageng

2

siasat hadiah Sultan

3

siasat kado sultan

4

siasat kado ageng

22

media

Orang-Orang
China
Berontak

23

Orang-Orang China Berontak

Sejak abad ke-5 orang-orang Cina sudah mengadakan hubungan dagang ke Jawa. Pada masa perkembangan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam banyak pedagang Cina yang tinggal di daerah pesisir, bahkan tidak sedikit yang menikah dengan penduduk Jawa. Pada masa pemerintahan VOC di Batavia, banyak orang Cina yang datang ke Jawa. VOC memang sengaja mendatangkan orang-orang Cina dari Tiongkok dalam rangka mendukung kemajuan perekonomian di Jawa. Melihat kejadian ini, Gubernur Jendral Adriaan Valckenir yang saat itu berkuasa tidak tinggal diam, beliau bersama para pejabat VOC yang lainnya mengeluarkan kebijakan tentang Pajak Kepala dan Pass yang harus dimiliki setiap imigran yang ada di Batavia. Untuk membatasi kedatangan orang–orang Cina ke Batavia, VOC mengeluarkan ketentuan bahwa setiap orang Cina yang tinggal di Batavia harus memiliki surat izin bermukim, masyarakat sering menyebut dengan “surat pas”. Apabila tidak memiliki surat izin, maka akan ditangkap dan dibuang ke Sailon (Sri Langka) untuk dipekerjakan di kebun-kebun pala milik VOC atau akan dikembalikan ke Cina.

Perlawanan dan kekacauan yang dilakukan orang-orang Cina itu kemudian meluas di berbagai tempat terutama di daerah pesisir Jawa. Perlawanan orang-orang Cina ini mendapat bantuan dan dukungan dari para bupati di pesisir. Bahkan yang menarik atas desakan para pangeran, Raja Pakubuwana II juga ikut mendukung pemberontakan orang-orang Cina tersebut. Pada tahun 1741 benteng VOC di Kartasura dapat diserang sehingga jatuh banyak korban. VOC segera meningkatkan kekuatan tentara maupun persenjataan sehingga pemberontakan orang-orang Cina satu demi satu dapat dipadamkan. Pada kondisi yang demikian ini Pakubuwana II mulai bimbang dan akhirnya melakukan perundingan damai dengan VOC.


24

Fill in the Blanks

25

media

Perlawanan Pangeran Mangkubumi
Dan
Mas Said

26

Perlawanan Pangeran Mangkubumi Dan Mas Said

Dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (1981) karya M.C Ricklefs, perlawanan yang dilakukan oleh Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi dilatarbelakangi oleh :

1. Intervensi dan campur tangan VOC terhadap urusan internal keraton Mataram

2. Sikap Pakubuwono II yang sewenang-wenang terhadap bangsawan Mataram dan tunduk

terhadap VOC

3. Keinginan Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi untuk mengambil hak atas kekuasaan

beberapa daerah Mataram

Mangkubumi
bergabung dengan perlawanan Raden Mas Said pada 1746. Perlawanan Mangkubumi dan RM Said meluas di seluruh wilayah Mataram hingga Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mereka mampu memenangkan pertempuran di Juwana, Grobogan dan sempat membakar sejujlah rumah dan mengancam keraton. Perlawanan Mangkubumi berakhir ketika VOC mengadakan perjanjian damai dengan Mangkubumi. Perjanjian tersebut dilaksanakan pada Februari 1755 di desa Giyanti (ejaan Belanda). Isi dari perjanjian Giyanti mengatur tentang pembagian wilayah dan kedudukan Mataram menjadi 2, yaitu Kasunanan dan Kasultanan. Mangkubumi memperoleh gelar Sultan dan memerintah wilayah Kasultanan Yogyakarta, sedangkan Kasunanan Surakarta tetap

dipimpin oleh Pakubuwono. Sedangkan perlawanan RM Said mereda ketika diadakan perjanjian Salatiga (1757). Perjanjian terebut berisi VOC dan Pakubuwono III memberikan RM Said kadipaten Pura Mangkunegara dan memberinya gelar pangeran adipati arya Mangkunegara.

27

Multiple Choice

Dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2004 (1981) karya M.C Ricklefs,

perlawanan yang dilakukan oleh Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi dilatarbelakangi oleh ?

1

Intervensi dan campur tangan VOC terhadap urusan internal Swiss

2

Intervensi dan campur tangan VOC terhadap urusan internal korea

3

Keinginan tirtayasa dan Pangeran Mangkubumi untuk mengambil hak

4

Sikap Pakubuwono II yang sewenang-wenang terhadap bangsawan Mataram dan tunduk

terhadap VOC

PERANG MELAWAN HEGEMONI DAN KESERAKAHAN KONGSI DAGANG

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 27

SLIDE