Search Header Logo
Klasifikasi kelompok sosial

Klasifikasi kelompok sosial

Assessment

Presentation

•

Other

•

10th Grade

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

Wiwik Andriany

Used 1+ times

FREE Resource

48 Slides • 0 Questions

1

media

Tujuan pembelajaran : Peserta didik dapat mengklasifikasi kelompok sosial menurut ahli

2

media

3

​AHLI BESERTA NAMA KELOMPOKNYA

​ CIRI-CIRI DAN CONTOHNYA

​FERDINAN TONIES

​

​CHARLES HORTON COOLEY

​

​EMILE DURKHEIM

​

​ROBERT K MERTON

​

4

​NAH MARI KITA PELAJARI KLASIFIKASI KELOMPOK SOSIAL DIBAWAH INI SECARA BERKELOMPOK

5

media

Kelompok sosial adalah sebuah identitas
sosial yang terdiri dari dua orang atau
lebih yang saling berinteraksi satu sama
lain, saling mempengaruhi, dan memiliki
kesamaan tujuan tertentu. Kelompok
sosial dapat digolongkan ke dalam
beberapa kategori menurut ahli sosiologi.

6

media

Charles Horton Cooley
mengklasifikasikan kelompok sosial
berdasarkan ukuran anggota
kelompok. Kelompok sosial dapat
dibagi menjadi dua kategori, yaitu
kelompok primer dan kelompok
sekunder.

7

media

Emile Durkheim mengklasifikasikan
kelompok sosial berdasarkan tingkat
integrasi sosial. Kelompok sosial dapat
dibagi menjadi dua kategori, yaitu
kelompok mekanis dan kelompok
organik.

8

media

Ferdinand Tönnies: Tönnies membagi
kelompok sosial menjadi dua, yaitu
Gemeinschaft dan Gesellschaft.
Gemeinschaft adalah kelompok sosial
yang didasarkan pada ikatan
emosional dan hubungan personal
yang erat, sedangkan Gesellschaft
didasarkan pada hubungan formal dan
impersonal.

9

media

Emile Durkheim: Durkheim
membedakan kelompok sosial menjadi
dua, yaitu kelompok mekanis dan
kelompok organik. Kelompok mekanis
didasarkan pada kesamaan nilai dan
norma yang kuat, sedangkan kelompok
organik didasarkan pada spesialisasi
dan interdependensi.

10

media

Ferdinand Tönnies: Tönnies
mengklasifikasikan kelompok sosial
menjadi dua jenis, yaitu Gemeinschaft
dan Gesellschaft. Gemeinschaft merujuk
pada kelompok sosial yang berbasis
pada hubungan personal dan emosional,
sedangkan Gesellschaft merujuk pada
kelompok sosial yang berbasis pada
hubungan rasional dan fungsional.

11

media

Emile Durkheim: Durkheim
mengklasifikasikan kelompok sosial
menjadi dua jenis, yaitu mekanik dan
organik. Kelompok sosial mekanik
dipengaruhi oleh solidaritas mekanik,
yaitu kesamaan nilai dan kepercayaan,
sementara kelompok sosial organik
dipengaruhi oleh solidaritas organik,
yaitu interdependensi antara individu.

12

media

Kelompok sosial primer adalah kelompok
sosial yang paling penting dalam
kehidupan individu karena kelompok ini
terbentuk dari hubungan yang paling
awal dan paling dekat. Kelompok sosial
primer terdiri dari keluarga, teman
dekat, dan pasangan hidup. Kelompok ini
memiliki pengaruh besar terhadap pola
pikir, perilaku, dan nilai-nilai individu.

13

media

Sementara itu, kelompok sosial
sekunder adalah kelompok sosial yang
terbentuk dari hubungan yang lebih
luas dan kurang dekat. Kelompok ini
meliputi organisasi, klub, dan institusi
sosial lainnya. Kelompok sosial
sekunder memiliki pengaruh yang lebih
sedikit terhadap individu dibandingkan
kelompok sosial primer.

14

media

Kelompok sosial primer dapat
digambarkan sebagai kelompok kecil
yang terdiri dari anggota keluarga dan
teman dekat yang saling berinteraksi
dengan erat. Sedangkan kelompok sosial
sekunder dapat digambarkan sebagai
kelompok yang lebih besar dan beragam,
seperti organisasi atau klub yang
terbentuk dari berbagai macam individu
dengan kepentingan yang sama.

15

media

Kelompok gemeinschaft mengacu pada
masyarakat yang berbasis pada
hubungan sosial yang erat dan
personal. Kelompok ini didasarkan
pada nilai-nilai kekeluargaan,
solidaritas, dan kesetiaan yang kuat.
Contoh kelompok gemeinschaft adalah
keluarga, komunitas desa, atau
kelompok suku.

16

media

Sementara itu, kelompok gesellschaft
mengacu pada masyarakat modern
yang lebih terfragmentasi dan
impersonal. Kelompok ini didasarkan
pada hubungan sosial yang didasarkan
pada kepentingan dan rasionalitas.
Contoh kelompok gesellschaft adalah
perusahaan, organisasi, atau kota
besar.

17

media

Perbedaan antara kedua kelompok tersebut
adalah bahwa kelompok gemeinschaft lebih
fokus pada hubungan sosial yang personal
dan erat, sedangkan kelompok gesellschaft
lebih fokus pada hubungan sosial yang
impersonal dan berdasarkan kepentingan.
Selain itu, kelompok gemeinschaft cenderung
lebih stabil dan konservatif, sedangkan
kelompok gesellschaft cenderung lebih
dinamis dan inovatif.

18

media

Kelompok solidaritas mekanik dan
organik adalah konsep sosiologi yang
pertama kali dikemukakan oleh Emile
Durkheim. Kelompok solidaritas mekanik
adalah kelompok yang terbentuk
berdasarkan kesamaan nilai, norma, dan
keyakinan. Sedangkan kelompok
solidaritas organik terbentuk
berdasarkan kebutuhan fungsional dan
spesialisasi kerja.

19

media

Kelompok solidaritas mekanik dapat
digambarkan sebagai kelompok yang
terdiri dari individu-individu yang memiliki
persamaan dalam nilai, norma, dan
keyakinan. Mereka cenderung saling
mengenal satu sama lain dan memiliki
interaksi yang intens. Dalam kelompok ini,
individu-individu tersebut cenderung
memiliki peran yang sama dan saling
bergantungan satu sama lain.

20

media

Sementara itu, kelompok solidaritas organik
dapat digambarkan sebagai kelompok yang
terdiri dari individu-individu yang memiliki
peran dan spesialisasi yang berbeda-beda.
Mereka saling bergantung satu sama lain
dalam rangka memenuhi kebutuhan
fungsional kelompok. Dalam kelompok ini,
individu-individu tersebut mungkin tidak
saling mengenal satu sama lain secara intens,
namun tetap saling bergantungan untuk
mencapai tujuan yang sama.

21

media

Kedua kelompok tersebut memiliki
keunikan dan kelebihan masing-
masing. Namun, terlepas dari jenis
kelompok yang terbentuk, penting bagi
individu-individu di dalamnya untuk
saling menghargai dan bekerja sama
untuk mencapai tujuan bersama.

22

media

Secara umum, kelompok ingroup terdiri
dari orang-orang yang memiliki
kesamaan dalam hal budaya, nilai, atau
pandangan politik, sementara kelompok
outgroup terdiri dari orang-orang yang
dianggap berbeda dari kita dalam hal ini.
Kelompok ingroup biasanya dianggap
sebagai kelompok yang lebih baik atau
lebih positif daripada kelompok
outgroup.

23

media

Kelompok formal dan informal adalah dua jenis
kelompok yang berbeda. Kelompok formal
adalah kelompok yang dibentuk dengan tujuan
tertentu dan memiliki struktur hierarki yang
jelas. Contoh dari kelompok formal adalah
kelompok kerja, organisasi, atau perusahaan.
Sedangkan kelompok informal adalah kelompok
yang terbentuk secara alami tanpa adanya
tujuan yang jelas dan struktur hierarki yang
terdefinisi. Contoh dari kelompok informal
adalah kelompok teman, keluarga, atau
komunitas.

24

media

Dalam gambar kelompok formal, biasanya
kita akan melihat orang-orang yang
mengenakan pakaian formal seperti jas,
dasi, atau baju kemeja. Mereka duduk di
sekitar meja dan terlihat serius dalam
membahas topik yang berkaitan dengan
tujuan kelompok tersebut. Ada seorang
pemimpin kelompok yang memiliki
wewenang untuk mengambil keputusan
dan memimpin diskusi.

25

media

Sementara dalam gambar kelompok informal,
kita akan melihat orang-orang yang
mengenakan pakaian yang lebih santai seperti
kaos, celana pendek, atau sandal. Mereka
duduk di sekitar area yang tidak terstruktur
seperti taman atau pantai, dan terlihat lebih
santai dan bersahabat dalam berinteraksi satu
sama lain. Tidak ada pemimpin yang jelas
dalam kelompok ini, dan semua anggota
memiliki kebebasan untuk berbicara dan
beraktivitas sesuai dengan keinginan mereka.

26

media

Kelompok formal dan informal adalah dua jenis
kelompok yang memiliki perbedaan dalam
struktur, tujuan, dan cara berinteraksi antara
anggota kelompok. Menurut ahli, kelompok formal
adalah kelompok yang dibentuk secara resmi
dengan tujuan tertentu dan memiliki struktur yang
terorganisir dengan jelas. Kelompok formal
biasanya memiliki aturan dan pedoman yang harus
diikuti oleh setiap anggota kelompok. Contoh dari
kelompok formal adalah organisasi, perusahaan,
atau lembaga pendidikan.

27

media

Sementara itu, kelompok informal adalah
kelompok yang dibentuk secara tidak
resmi yang terdiri dari individu yang
memiliki minat atau tujuan yang sama.
Kelompok informal biasanya memiliki
struktur yang kurang jelas dan tidak
memiliki aturan yang ketat. Contoh dari
kelompok informal adalah kelompok
teman, kelompok hobi, atau kelompok
yang terbentuk secara spontan.

28

media

Meskipun memiliki perbedaan dalam
struktur dan tujuan, baik kelompok
formal maupun informal sama-sama
memainkan peran penting dalam
kehidupan sosial manusia. Kelompok
formal dapat membantu dalam mencapai
tujuan bersama, sedangkan kelompok
informal dapat memberikan dukungan
emosional dan sosial untuk anggota
kelompok.

29

media

Dalam sosiologi, kelompok acuan dan
keanggotaan memiliki pengertian yang
berbeda. Kelompok acuan adalah
kelompok sosial yang digunakan sebagai
patokan dalam memandang diri sendiri
atau dalam menentukan perilaku.
Sedangkan keanggotaan adalah status
sosial seseorang yang dihasilkan dari
keterlibatannya dalam kelompok sosial
tertentu.

30

media

Dalam kehidupan sehari-hari,
kelompok acuan dan keanggotaan
dapat mempengaruhi perilaku dan
identitas seseorang. Oleh karena itu,
penting untuk memilih kelompok acuan
dan keanggotaan yang sehat dan
positif bagi perkembangan diri.

31

media

Kelompok acuan dan kelompok
keanggotaan adalah dua istilah yang
berbeda dalam sosiologi. Kelompok
acuan merujuk pada kelompok yang
digunakan untuk membandingkan diri
sendiri atau kelompok lain. Sementara
kelompok keanggotaan adalah kelompok
yang seseorang merasa menjadi bagian
dari dan memiliki identitas sebagai
anggota kelompok tersebut.

32

media

Contoh kelompok acuan adalah
kelompok usia, kelompok sosial
ekonomi, atau kelompok etnis.
Seseorang dapat membandingkan
dirinya dengan kelompok acuan
tersebut untuk mengetahui bagaimana
posisi sosialnya dalam masyarakat.

33

media

Sementara itu, contoh kelompok
keanggotaan adalah kelompok agama,
kelompok suku, atau kelompok
sahabat. Seseorang merasa memiliki
identitas sebagai anggota kelompok
tersebut dan merasa terikat dengan
nilai-nilai, norma, dan tradisi yang ada
dalam kelompok keanggotaannya.

34

media

Penting untuk diingat bahwa
seseorang dapat memiliki beberapa
kelompok acuan dan keanggotaan
dalam hidupnya, dan hal ini dapat
memengaruhi cara seseorang
berinteraksi dengan orang lain dan
memandang dirinya sendiri.

35

media

Kelompok primer adalah kelompok sosial
yang paling dekat dengan individu, seperti
keluarga, pasangan, dan teman dekat.
Kelompok primer biasanya terbentuk secara
alami dan bersifat intensif, karena
anggotanya sering bergaul satu sama lain
dan memiliki hubungan emosional yang kuat.
Ciri-ciri kelompok primer adalah interaksi
yang intens, saling mengenal dengan baik,
memiliki norma dan nilai yang sama, serta
memiliki interaksi emosional yang dekat.

36

media

Di sisi lain, kelompok sekunder adalah
kelompok sosial yang lebih besar dan
memiliki interaksi yang kurang intens.
Kelompok sekunder terbentuk karena
kepentingan bersama, seperti rekan kerja,
klub olahraga, dan organisasi sosial. Ciri-ciri
kelompok sekunder adalah interaksi yang
lebih formal dan kurang emosional,
anggotanya tidak saling mengenal dengan
baik, serta memiliki norma dan nilai yang
berbeda-beda.

37

media

Dalam kedua jenis kelompok sosial ini,
terdapat dinamika dan struktur yang
berbeda. Kelompok primer cenderung
memiliki struktur yang lebih egaliter,
artinya tidak terdapat perbedaan
kekuasaan yang signifikan antara
anggota. Sedangkan kelompok sekunder
cenderung memiliki struktur yang lebih
hierarkis, dengan adanya perbedaan
posisi dan peran antara anggota.

38

media

Kelompok paguyuban biasanya terdiri
dari orang-orang yang memiliki latar
belakang yang sama, seperti asal daerah
atau profesi. Kelompok ini biasanya
terbentuk secara alami dan tidak
memiliki aturan yang kaku. Sedangkan
kelompok patembayan biasanya
terbentuk berdasarkan kesamaan
kepentingan atau hobi. Kelompok ini
lebih terstruktur dan memiliki aturan
yang jelas

39

media

Kelompok paguyuban biasanya
berfokus pada kegiatan yang bersifat
sosial, seperti mengadakan acara
kumpul-kumpul atau arisan.
Sedangkan kelompok patembayan
biasanya lebih berfokus pada kegiatan
yang bersifat produktif, seperti
mengadakan pelatihan atau workshop.

40

media

Kelompok paguyuban biasanya
memiliki hubungan yang lebih informal
dan bersifat kekeluargaan. Sedangkan
kelompok patembayan biasanya
memiliki hubungan yang lebih formal
dan bersifat profesional.

41

media

Kelompok paguyuban biasanya tidak
memiliki struktur kepemimpinan yang
jelas, sehingga keputusan biasanya
diambil secara musyawarah.
Sedangkan kelompok patembayan
memiliki struktur kepemimpinan yang
jelas, seperti ketua atau sekretaris, dan
keputusan biasanya diambil melalui
rapat atau musyawarah.

42

media

Kelompok solidaritas mekanis dan organik
adalah dua konsep sosial yang diperkenalkan
oleh sosiolog Prancis, Emile Durkheim.
Solidaritas mekanis terjadi ketika masyarakat
memiliki sedikit spesialisasi dan saling
bergantung satu sama lain. Sementara itu,
solidaritas organik terjadi ketika masyarakat
memiliki tingkat spesialisasi yang tinggi dan
saling bergantung satu sama lain karena
pekerjaan atau peran yang berbeda.

43

media

Ciri-ciri kelompok solidaritas mekanis
adalah adanya kesamaan nilai, keyakinan,
dan tradisi dalam masyarakat. Masyarakat
yang memiliki solidaritas mekanis
cenderung memiliki norma yang sama dan
menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Masyarakat ini juga cenderung memiliki
struktur sosial yang sederhana dan
hierarkis, serta relatif homogen dalam hal
agama, kepercayaan, dan budaya.

44

media

Di sisi lain, ciri-ciri kelompok solidaritas organik
lebih kompleks. Masyarakat dengan solidaritas
organik memiliki struktur sosial yang lebih
kompleks dan terbagi-bagi menjadi kelompok-
kelompok sosial yang berbeda. Anggota
masyarakat memiliki peran dan pekerjaan yang
berbeda-beda, dan saling membutuhkan satu
sama lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Masyarakat dengan solidaritas organik cenderung
lebih individualis dan memiliki kebebasan yang
lebih besar dalam memilih gaya hidup, agama, dan
keyakinan.

45

media

Kelompok Formal:

Struktur: Kelompok formal memiliki struktur yang jelas dan terorganisir,

dengan aturan dan hierarki yang ditetapkan.

Tujuan: Kelompok formal memiliki tujuan yang spesifik dan jelas, seperti

mencapai target penjualan atau menyelesaikan proyek tertentu.

Cara Berinteraksi: Komunikasi dalam kelompok formal biasanya formal dan

teratur, dengan penggunaan bahasa resmi dan protokol tertentu.

Anggota: Anggota kelompok formal dipilih berdasarkan kriteria tertentu,

seperti kualifikasi dan pengalaman.

46

media

Kelompok Informal:

Struktur: Kelompok informal tidak memiliki struktur yang jelas dan terorganisir,

dengan aturan dan hierarki yang tidak ditetapkan.

Tujuan: Kelompok informal tidak memiliki tujuan yang spesifik dan jelas, tujuan
bisa berkisar dari hanya sekedar bersosialisasi hingga membentuk persahabatan

yang erat.

Cara Berinteraksi: Komunikasi dalam kelompok informal biasanya santai dan tidak

terikat pada protokol tertentu. Bahasa yang digunakan lebih informal dan

cenderung tidak resmi.

Anggota: Anggota kelompok informal adalah orang-orang yang memiliki kesamaan

minat, hobi, atau lingkungan sosial.

47

media

Itulah beberapa ciri-ciri dari kelompok
formal dan informal. Perbedaan antara
kedua jenis kelompok ini dapat
mempengaruhi cara berinteraksi dan
mencapai tujuan, sehingga penting
untuk memilih jenis kelompok yang
tepat untuk kebutuhan Anda

48

media
media

Tujuan pembelajaran : Peserta didik dapat mengklasifikasi kelompok sosial menurut ahli

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 48

SLIDE