Search Header Logo
Peningkatan Kompetensi  Literasi &  Numerasi MTSN Kota Prob

Peningkatan Kompetensi Literasi & Numerasi MTSN Kota Prob

Assessment

Presentation

Special Education

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

sutriono hariadi

FREE Resource

47 Slides • 0 Questions

1

media

Madrasah Mandiri Berprestasi

2

media

Klapa enom arane degan

Degan pitu kecemplung melamin

Apa bener jare wong kae

Guru MTSN iku pinter lan kritis

Nyawat granat kenek kanca

Kanca siji digawa peti

Tekad guru MTSN Probolinggo

Dadi Madrasah Mandiri lan Berprestasi

Panen klungsu mbarek mangan kwaci
Kurungan papat lugur kesampluk siji
Pancen abot dadi guru zaman saiki
Kudu paham literasi lan numerasi

Tuku sawo ning Toko Manyar
Aja lali karo tuku genitu
MTSN Probolinggo dolan Ning Nadia
Gurune dikon sinau jare ben Bermutu

3

media

Sutriono Hariadi / Yoyok

Widyaprada Ahli Muda
Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar

Dinas Pendidikan & Kebudayaan

Kota Probolinggo

https://s.id/siapa-sutriono

Peningkatan Kompetensi
Literasi &
Numerasi

Pendidik MTSN Kota Probolinggo

4

media

https://s.id/siapa-sutriono

Apa ingin Bapak Ibu tanyakan terkait
dengan Literasi dan Numerasi?

1. ……………………………
2. ……………………………
3. ……………………………
4. ……………………………
5. ……………………………

5

media

https://s.id/siapa-sutriono

Aktivitas 1. Uji Pemahaman Anda: Apakah Literasi?

Bersiaplah untuk memilih
jawaban yang tepat sesuai
dengan pemahaman Anda.

6

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 1.
Literasi tidak hanya
baca – tulis.

Tepat / Tidak Tepat

7

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 1. Literasi tidak hanya baca – tulis.

TEPAT

Literasi tidak hanya membaca dan menulis dalam pengertian sempit, yaitu
mengeja/membaca dengan fasih dan keterampilan menulis yang mekanistis.
Kemampuan membaca seseorang, yaitu kemampuan memahami bacaan,
menganalisis, dan merefleksi, menunjukkan kecakapan literasinya. Demikian
pula kemampuan untuk menyajikan gagasan secara terstruktur, analitis, kreatif,
dan imajinatif. Membaca adalah fondasi bagi meningkatnya kecakapan berpikir
seseorang secara sistematis.

8

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 2.
Literasi adalah kemampuan
berbahasa reseptif dan
produktif.

Tepat / Tidak Tepat

9

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 2. Literasi adalah kemampuan berbahasa reseptif dan

produktif.

TIDAK TEPAT

Literasi bukan kemampuan berbahasa meskipun terkait sangat erat. Kita
mengetahui kecakapan literasi seseorang dari bagaimana dia
menggunakan bahasa secara reseptif dan produktif. Kemampuan
reseptif dikembangkan melalui keterampilan menyimak, membaca, dan
memirsa. Sementara itu, kemampuan produktif dikembangkan melalui
keterampilan berbicara, menulis, mempresentasikan, dan menampilkan.

10

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 3.
Program literasi tidak cukup
dilakukan dengan kegiatan
pembiasaan membaca

Tepat / Tidak Tepat

11

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 3. Program literasi tidak cukup dilakukan dengan kegiatan

pembiasaan membaca.

TEPAT

Program literasi mencakup pembiasaan kegiatan membaca
yang menyenangkan untuk meningkatkan minat baca siswa
dan pembelajaran yang meningkatkan kemampuan
pemahaman bacaan di semua mata pelajaran.

12

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 4.
Teks paling penting
adalah teks tulis.

Tepat / Tidak Tepat

13

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 4. Program literasi tidak cukup dilakukan dengan kegiatan

pembiasaan membaca.

TIDAK TEPAT
Saat ini bahan ajar dan media pembelajaran harus bersifat
multimoda, yaitu menggunakan lebih dari satu moda (tulis/cetak,
visual, audio, audiovisual, gestural, spasial, dll) untuk
mengoptimalkan stimulasi, pemahaman dan kecerdasan
majemuk siswa. Teks multimoda digunakan untuk
mengembangkan keterampilan reseptif (menyimak, membaca,
memirsa) dan produktif (berbicara, menulis, mempresentasikan,
menampilkan)

14

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 5.
Buku nonteks, misalnya fiksi,
merupakan media
pembelajaran yang penting.

Tepat / Tidak Tepat

15

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 5. Buku nonteks, misalnya fiksi, merupakan media

pembelajaran yang penting.

TEPAT

Penelitian membuktikan bahwa membaca fiksi mengembangkan rasa
empati kepada pembaca, Dibandingkan dengan buku nonfiksi, fiksi juga
lebih cepat mengubah persepsi dan stereotip kita tentang orang lain yang
berbeda dari kita. Bahkan bila fiksi digunakan di mata pelajaran selain
bahasa, fiksi membantu siswa belajar pengetahuan baru melalui latar
tempat dan waktu yang berbeda dan pengalaman tokoh tentang situasi
yang dapat terjadi di kehidupan nyata. Buku fiksi dapat digunakan dalam
kegiatan apersepsi semua mata pelajaran untuk memantik minat dan
keingintahuan peserta didik terhadap materi yang akan dipelajari.

16

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 6.
Capaian program literasi di sekolah
diukur dari jumlah karya tulis yang
dihasilkan guru/peserta didik.

Tepat / Tidak Tepat

17

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 6. Capaian program literasi di sekolah diukur dari

jumlah karya tulis yang dihasilkan guru/peserta didik.

TIDAK TEPAT

LITERASI tidak identik dengan kegiatan baca-tulis, oleh karena itu indikator
keberhasilan program literasi tidak terletak pada produk yang dihasilkan, namun kepada
proses

peningkatan

kecakapan

berpikir

peserta

didik/guru

dalam

proses

berkarya. Indikator kegiatan menulis yang menguatkan kecakapan literasi peserta
didik/guru adalah adanya kegiatan menganalisis/mengapresiasi/mengkritisi model teks
secara lisan atau tulisan, kemudian menjadikan model teks tersebut sebagai rujukan
dalam berkarya melalui serangkaian proses menyunting, memperbaiki, menulis ulang,
dan berdiskusi untuk saling memberikan umpan balik terhadap naskah

18

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 7.
Kepala Sekolah perlu
menjadi model pembaca.

Tepat / Tidak Tepat

19

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 7. Kepala Sekolah perlu menjadi model

pembaca.

TEPAT

Kunci keberhasilan program literasi adalah keteladanan. Sebagai pemimpin di
sekolah, tugas kepala sekolah tidak hanya melakukan supervisi serta
memberikan dukungan terhadap keberlangsungan dan efektivitas kegiatan
pembiasaan membaca. Untuk menumbuhkan budaya membaca, semua warga
sekolah, termasuk kepala sekolah, perlu menjadi figur teladan membaca.
Untuk itu, kepala sekolah perlu terlihat membaca, menyenangi bacaan, dan
kegiatan membaca, serta mengetahui (turut memperkenalkan atau
mendiskusikan) bacaan yang sesuai dengan minat peserta didik di SMP.

20

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 8.
Peningkatan skor literasi pada
Asesmen Nasional adalah tanggung
jawab Wakasek Kurikulum atau Guru
Bahasa Indonesia saja.

Tepat / Tidak Tepat

21

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 8. Peningkatan skor literasi pada Asesmen Nasional

adalah tanggung jawab Wakasek Kurikulum atau
Guru Bahasa Indonesia saja.

TIDAK TEPAT
Tujuan program literasi sekolah adalah tumbuhnya budaya
literasi sekolah yang membentuk sikap literat sepanjang hayat.
Kecakapan literasi dalam rapor pendidikan merupakan salah
satu indikator budaya literasi. Oleh karena itu, adalah tanggung
jawab semua guru untuk menumbuhkan kecakapan literasi
dengan proses pembelajaran yang meningkatkan kemampuan
berpikir peserta didik melalui materi semua mata pelajaran

22

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 9.
RPP atau modul ajar yang berbasis literasi
bukanlah dokumen perancangan
pembelajaran yang mencantumkan kata

‘literasi’ secara eksplisit..

Tepat / Tidak Tepat

23

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 9. RPP atau modul ajar yang berbasis literasi bukanlah dokumen

perancangan pembelajaran yang mencantumkan kata ‘literasi’
secara eksplisit.

TEPAT

Merencanakan proses pembelajaran yang meningkatkan kecakapan berpikir
peserta didik merupakan hal penting yang perlu dikuasai pendidik. Pendidik
perlu mampu memodelkan proses berpikir tentang teks bacaan serta
membantu peserta didik memahami teks bacaan tentang berbagai materi
mapel dengan berbagai bimbingan/perancah. Perancah ini yang perlu terlihat
dalam

pelaksanaan

pembelajaran

dan/atau

dokumen

perancangan

pembelajaran meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan kata ‘literasi.’

24

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 10.
Semua guru di SMP perlu mengadakan
asesmen awal membaca untuk
mengetahui kemampuan membaca
peserta didik..

Tepat / Tidak Tepat

25

media

https://s.id/siapa-sutriono

Pernyataan 10. Semua guru di SMP perlu mengadakan asesmen awal

membaca untuk mengetahui kemampuan membaca
peserta didik.

TIDAK TEPAT
Asesmen awal yang dilakukan guru di jenjang SMP tentunya
mengukur

kompetensi

awal

atau

kesiapan

peserta

didik

berdasarkan

indikator

atau

kriteria

ketercapaian

tujuan

pembelajaran

pada

mata

pelajaran

yang

diampunya.

Menguatkan proses pembelajaran dengan strategi literasi tidak
berarti bahwa semua guru mengukur kemampuan membaca dan
menulis peserta didik.

26

media

https://s.id/siapa-sutriono

Selama

ini

literasi

identik

dengan

kegiatan

pembiasaan

membaca.

Literasi

juga

sering

dirancukan dengan pengetahuan terkait berbagai

konten/pengetahuan

lintas

disiplin

sehingga

mengalihkan

pendidik

dari

tugas

mereka

yang

esensial,

yaitu

penguatan

literasi

dalam

proses

pembelajaran.

Aktivitas Eksplorasi Konsep:
Apakah Literasi?

1.

Literasi adalah serangkaian kemampuan untuk berpikir tentang teks

dan menghubungkan teks dengan diri, teks lain, dan dunia yang lebih

luas.

2.

Kemampuan atau kecakapan ini diperoleh dari serangkaian kegiatan

yang meningkatkan kecakapan berpikir peserta didik tentang teks

dengan pendampingan guru.

3.

Guru perlu memiliki kompetensi literasi.

4.

Peran guru semua mapel di SMP adalah mengintegrasikan strategi

meningkatkan kecakapan berpikir peserta didik melalui materi pada

mapelnya. Kecakapan ini diperoleh dengan memanfaatkan teks

multimodal.

27

media

Pemulihan Pembelajaran

melalui Pemanfaatan
Buku Bacaan Bermutu

28

media

Tautan: Buku Nonteks Pusbuk, juga terdapat berbagai buku nonteks lainnya.

Tautan: Buku Digital Pusbin, juga terdapat berbagai buku digital, komik, audio,
dan video lainnya.

Tautan: Let's Read, terdapat berbagai buku nonteks

Tautan: Literacy Cloud, tersedia berbagai buku nonteks, video bagi
kreator buku, pendidik, dan orang tua, serta sumber terkait literasi

Pada 2022, Kemendikbudristek mencetak dan mengirimkan 15.356.486 eksemplar (560 judul) buku
bacaan bermutu ke 5.963 PAUD di daerah 3T dan 14.595 SD di daerah 3T serta daerah dengan nilai
kompetensi literasi/numerasi merah. Distribusi buku bermutu disertai pelatihan dan pendampingan
untuk lebih dari 20 ribu PAUD dan SD yang paling membutuhkan di Indonesia. Microsite, klik ini.

Microsite Buku Cerita Anak: Klik

29

media

30

media


Ruang perpustakaan/pojok baca
yang luas dan menarik


Lingkungan yang nyaman dan aman


Tanggung jawab bersama yang jelas


Jadwal rutin penggunaan
perpustakaan/pojok baca

Pengelolaan dan Pemanfaatan Buku Bacaan di Sekolah

Ragam Kegiatan Membaca, Asesmen, dll, klik disini

https://s.id/siapa-sutriono

31

media

Guru membaca nyaring atau membaca

bersama

Anak membaca buku secara mandiri maupun

berpasangan

Anak dapat meminjam buku untuk dibaca di

rumah

Karya anak yang merupakan bahan kaya teks

dipajang di perpustakaan/pojok baca

Pemanfaatan Buku Bacaan di Sekolah

Ragam Kegiatan Membaca, Asesmen, dll, klik ini
https://s.id/siapa-sutriono

32

media

Pemanfaatan Buku Bacaan di Sekolah

Perlu Dilakukan Guru

1

Memetakan konten buku bacaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran

2

Menggunakan buku bacaan (cetak dan digital) sebagai bahan ajar

3

Satuan pendidikan mengadakan kegiatan rutin membaca buku secara
berkala (Permendikbud No. 23/2015)

https://s.id/siapa-sutriono

33

media

Pemulihan Pembelajaran melalui

Penguatan Literasi dan

Membangun Lingkungan Kaya Teks

https://s.id/siapa-sutriono

34

media

Penggunaan strategi literasi dalam pembelajaran dan didukung lingkungan kaya literasi dapat meningkatkan
kapasitas literasi siswa sehingga skor literasi pada Asesmen Kompetensi Minimum meningkat 100%.*

Dampak Penguatan Literasi pada Peningkatan Skor Rapor Pendidikan

* Disampaikan oleh Ninik Fatmawati, guru SD Negeri
Bligo Sidoarjo, Jawa Timur, dalam Webinar Literasi pada
6 Juli 2023. Tautan Webinar: Ini

Membaca Nyaring

Lokakarya Membaca

Menulis dari Buku Inspiratif

Berbagi Cerita

Penggunaan buku nonteks pelajaran

https://s.id/siapa-sutriono

35

media

Dampak Penguatan Literasi pada Peningkatan Skor Rapor Pendidikan

Lingkungan Kaya Literasi

Jam Kunjung Perpustakaan

Pelatihan Literasi

Kerja sama dengan pemangku di luar
sekolah

https://s.id/siapa-sutriono

36

media

https://s.id/siapa-sutriono

Kemampuan

LITERASI

Kompetensi membaca teks

informasi

Menemukan

informasi dalam teks

Informasi

Kompetensi membaca teks

sastra

Menemukan

informasi dalam teks fiksi

Kompetensi mengakses dan

menemukan isi teks

memahami teks secara
literal atau pemahaman

literal

Kompetensi menginterpretasi

dan memahami isi teks

Menyusun inferensi,
membuat koneksi, dan

prediksi

Kompetensi mengevaluasi
dan merefleksikan isi teks

Mampu untuk
menganalisis,

memprediksi, dan menilai

konten, bahasa, dan

unsur-unsur dalam teks

Pola

Kronologis

dan Pola
Kausalitas

(1) menjelaskan ide
pokok dan beberapa
ide pendukung pada
teks informasi; dan
(2) menganalisis
perubahan pada
elemen intrinsik
(kejadian/karakter/set
ting/konflik/alur
cerita) pada teks
sastra.

37

media

https://s.id/siapa-sutriono

Kemampuan
NUMERASI

Kompetensi
pada domain

Bilangan

Kompetensi
pada domain

Aljabar

Kompetensi
pada domain

Geometri

Kompetensi
mengetahui

(L1)

Kompetensi
menerapkan

(L2)

Kompetensi
menalar (L3)

38

media

https://s.id/siapa-sutriono

Mari memperdalam

LITERASI

https://s.id/PMMLiterasi

39

media

https://s.id/siapa-sutriono

Mari memperdalam

NUMERASI

https://s.id/PMMNumerasi

40

media

https://s.id/siapa-sutriono

https://s.id/microlitnum

Mari memperdalam

Literasi dan Numerasi

41

media

https://s.id/siapa-sutriono

42

media

https://s.id/siapa-sutriono

43

media

Satu Peluru Bisa
Menembus Satu

Kepala, SATU KATA

dari GURU Bisa

Menembus JUTAAN

KEPALA SISWA

https://s.id/siapa-sutriono

44

media

"Mengajar berarti
BELAJAR DUA
KALI LIPAT"

https://s.id/siapa-sutriono

45

media

Siswa-Siswi MTSN

KOTA PROBOLINGGO

https://s.id/siapa-sutriono

MENUNGGU KARYA-KARYA
TERBAIK PEMBELAJARAN
GURU HEBAT

46

media

https://s.id/siapa-sutriono

https://s.id/MateriLitNum

47

media

Sutriono.hariadi@dinas.belajar.id
arjuna6060@gmail.com

@sutrionohariadi

@sutrionohariadi

@sutrionohariadi

@sutrionohariadi

https://s.id/siapa-sutriono
TERIMA KASIH

media

Madrasah Mandiri Berprestasi

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 47

SLIDE