
displin positif
Presentation
•
Other
•
Professional Development
•
Practice Problem
•
Hard
Mery Oktaventy
Used 1+ times
FREE Resource
24 Slides • 1 Question
1
DISIPLIN
POSITIF
MERY OKTAVENTY S.Pd
PENERAPAN KESEPAKATAN
KELAS
2
Multiple Choice
disiplin positif
budaya yg baik
peraturan
sikap sopan
kebiasaan baik yg diterapkan sehari-hari
3
DISIPLIN
POSITIF
Disiplin positif adalah
menumbuhkan disiplin
yang didorong dalam diri
anak tanpa hukuman dan
hadiah.
4
APA MANFAAT
DISIPLIN POSITIF?
i
• Dapat menumbuhkan kepercayaan diri anak
• Dapat mendukung kemandirian anak dan rasa
bertanggung jawab atas dirinya
3. Dapat mendukung lingkungan yang lebih baik
dalam keluarga dan lingkungan sekolah
5
1. KENALI
KEKHASAN ANAK
Menurut Dean Gosen :
Disiplin diri dapat membuat
seseorang, menggali potensinya
menuju kepada suatu tujuan yang
dihargai dan bermakna
6
1. KENALI
KEKHASAN ANAK
kesepakatan kelas :
merupakan aturan atau norma yang
dibuat oleh guru dan siswa
bersama-sama untuk menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif.
Kesepakatan kelas yang efektif
akan meningkatkan rasa hormat,
mendorong kolaborasi, dan
menciptakan lingkungan yang
aman untuk belajar.
7
TUJUAN KESEPAKATAN
KELAS
• Menciptakan saling pengertian antara guru dan siswa
• Mendorong dialog terbuka antara guru dan siswa
• Membantu menetapkan harapan yang jelas
• Menumbuhkan lingkungan belajar yang aman dan saling menghormati
• Mendorong rasa tanggung jawab di dalam kelas
• Memastikan setiap orang bertanggung jawab atas tindakan mereka
• Memperjelas apa yang sesuai dalam situasi tertentu.
8
• Diskusikan tujuan pembuatan kesepakatan kelas dengan seluruh siswa
• Berikan umpan balik kepada siswa dengan mengajukan pertanyaan, dan
ajak siswa perpikir tentang apa yang mereka yakini.
• Dorong partisipasi aktif, keikut sertaan seluruh siswa
• Buat dokumentasi bersama setelah masukan siswa diterima, dan
meandatangani kesepakatan yang telah dibuat.
• Tempelkan dan tinjau secara teratur
CARA MEMBUAT KESEPAKATAN
KELAS
9
CONTOH KESEPAKATAN KELAS DI
TINGKAT SMP
1. Menghormati
Siswa harus selalu menunjukkan rasa hormat kepada teman sebaya, guru,
dan properti sekolah. Ini termasuk menahan diri untuk tidak mengejek,
berdebat, atau menyakiti perasaan orang lain – baik secara verbal maupun
fisik
2. Partisipasi
Siswa harus berpartisipasi dalam kegiatan, mengangkat tangan sebelum
berbicara di kelas, dan menjaga sikap positif sepanjang hari
3. Kejujuran
Siswa diharapkan untuk jujur dalam mengerjakan tugas dan pekerjaan
akademis mereka, serta jujur dalam berbicara dengan siswa lain atau guru.
Menyontek dan bentuk ketidakjujuran lainnya sangat dilarang.
10
4. Tanggung jawab
Siswa harus datang ke kelas tepat waktu setiap hari, membawa semua
bahan yang diperlukan untuk kegiatan kelas, menyelesaikan tugas tepat
waktu, dan mengikuti aturan lain yang ditetapkan oleh guru. Siswa juga
harus bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri selama berada di
sekolah
5. Menjaga Kebersihan Lingkungan Kelas
Siswa harus selalu menjaga kebersihan kelas dengan tidak membuang
sampah sembarangan ke dalam laci atau di bawah bangku. Selain itu, harus
menjalankan tugas piket sesuai hari yang sudah ditentukan.
7. Tolong Menolong
Siswa harus membantu teman-temanya yang masih sulit dalam mengerti materi
pembelajaran dan jika ada teman yang dalam kesulitan seperti kecelakaan, sakit,
dan sebagainya. Sebagai teman sekelas dapat juga membantu memberi
penghiburan
11
7. Menjaga Ketertiban dalam Kelas
Agar proses belajar mengajar di kelas dapat berjalan dengan tertib,
siswa dilarang membuat keributan di dalam kelas selama guru
menerangkan mata pelajaran. Jika sedang dalam diskusi, siswa harus
menurunkan volume suara agar tidak mengganggu teman yang lain.
8. Tidak Bertengkar di dalam Kelas
Perselisihan di dalam kelas harus dihindari baik dari bermain fisik
atau verbal. Panggilan guru sebagai mediasi untuk mengatasi
masalah tersebut.
12
9. Tidak Memaksakan Pendapat dan Merasa Superior
Sebagai siswa harus tetap rendah diri dan tidak merasa paling berkuasa di
kelas. Hal ini harus ditaati semua siswa agar kejadian seperti perundungan
tidak terjadi. Selain itu, siswa tidak boleh memaksakan pendapat kepada
teman lain.
10. Kehadiran
Guru dan siswa harus menyepakaiti bahwa proses pembelajaran dilakukan
paling lambat 5 menit setelah bel berbunyi. Apabila ada siswa yang datang
terlambat maka akan diberikan konsekuensi seperti berdiri di luar kelas
sampai pelajaran berakhir, dianggap alpa, atau harus mengerjakan soal-soal.
13
• Buat Kesepakatan tertulis.
•Diskusikan konsekwensi positif untuk prilaku yang diinginkan dan konsekwensi
negatif untuk prilaku yang tidak diinginkan, Ini membantu siswa memahami
bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
• Konsistensi dan Kepatuhan: Penting untuk konsisten dalam menerapkan
kesepakatan kelas. Pastikan untuk memperlakukan aturan dan konsekuensi
dengan adil dan tanpa pengecualian.
• Berikan penghargaan atas kepatuhan , bisa dalam bentuk pujian didepan kelas
• Evaluasi dan Revisi
BAGAIMANA MENERAPKAN DISIPLIN POSITIF
DALAM BENTUK KESEPAKATAN KELAS DI KELAS
KITA
14
DALAM PENERAPAN DISIPLIN
POSITIF OBSERVASI KELAS
BEBERAPA HAL YANG DI
PERHATIKAN GURU ADALAH
15
Dinamika kelas merujuk pada interaksi, hubungan, dan
proses yang terjadi di dalam kelas antara guru dan siswa,
serta antara siswa satu sama lain. Ini mencakup berbagai
faktor seperti komunikasi, kepemimpinan, motivasi,
keterlibatan siswa, pengaturan kelas, dan dinamika
kelompok. Dinamika kelas yang positif dapat
menciptakan lingkungan belajar yang mendukung,
memfasilitasi kolaborasi, meningkatkan partisipasi, dan
meningkatkan prestasi akademik siswa.
DALAM PENERAPAN KESEPAKATAN KELAS GURU
MELAKUKAN REFLEKSI DINAMIKA KELAS
16
• Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika
kelas mengacu kesepakatan kelas
• Guru menunjukkan kesediaan mendengarkan pandangan
peserta didik tentang dinamika kelas
• Guru bersikap adaptif sehingga bersedia mengubah
kesepakatan kelas bila diperlukan
DALAM PENERAPAN KESEPAKATAN KELAS GURU
MELAKUKAN REFLEKSI DINAMIKA KELAS
17
• Guru mengabaikan pendapat peserta didik tentang apa yang
terjadi di kelas
• Guru bersikap defensif dalam menyikapi umpan balik dari
peserta didik terkait kedisiplinan
• Guru menerapkan hukuman fisik terhadap peserta didik yang
melakukan pelanggaran kedisiplinan
PRILAKU-PRILAKU YANG HARUS GURU HINDARI
DALAM MENERAPKAN DISIPLIN POSITIF
18
• Guru memberi pujian terhadap perilaku peserta didik yang
sesuai kesepakatan kelas
• Guru memberi penguatan positif dengan beragam cara
• Guru mengakui suatu perilaku positif secara spesifik dan
menjelaskan alasannya
GURU MELAKUKAN PENGUATAN POSITIF TERHADAP
PERILAKU YANG SESUAI ATAU MENDUKUNG
KESEPAKATAN KELAS
19
• Guru tidak konsisten dalam memberikan penguatan positif,
hanya pada peserta didik tertentu
• Guru mengabaikan perilaku positif karena terlalu fokus
pada perilaku negatif atau hal lain
PRILAKU-PRILAKU YANG HARUS GURU HINDARI
DALAM MENERAPKAN DISIPLIN POSITIF
20
• Guru membantu peserta didik menyadari konsekuensi dari perilaku
melanggarnya
• Guru mendengarkan sudut pandang peserta didik terhadap perilaku
melanggarnya
• Guru memberikan dukungan pada peserta didik dalam melakukan
perbaikan perilakunya
GURU MEMFASILITASI PESERTA DIDIK MENYADARI
KONSEKUENSI DAN MEMPERBAIKI PERILAKU
MELANGGARNYA DENGAN (RESTITUSI)
21
GURU MEMFASILITASI DENGAN
PENDEKATAN SEGITIGA RESTITUSI
Segitiga restitusi merupakan salah satu cara memperbaiki diri untuk
mewujudkan disiplin diri. Segitiga restitusi adalah proses
menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahannya
Restitusi memberikan penawaran bukan paksaan. Sangat penting
bagi guru menciptakan kondisi yang membuat siswa bersedia
menyelesaikan masalahnya dan berbuat lebih baik lagi. Guru dapat
menggunakan kalimat seperti "Semua orang pasti pernah berbuat
salah", bukan menyudutkan dengan memperjelas kesalahannya.
22
TAHAPAN SEGITIGA RESTITUSI
LANGKAH SEGITIGA
RESTITUSI
• Menstabilkan identitas
• Validasi tindakan yang salah
• Menanyakan keyakinan
Menstabilkan identitas dengan guru
harus mampu meyakinkan peserta didik
bahwa , “tidak ada manusia yang
sempurna bahwa saya juga pernah
melakukan kesalahan itu”
Teori Segitiga Restitusi dikembangkan
oleh Marvin W. Berkowitz dan Dr.
Maurice J. Elias pada tahun 2005.
23
• Guru langsung memberikan hukuman, bukan membangun
upaya perbaikan perilaku
• Guru kehilangan kesabaran dalam membantu peserta didik
menyadari konsekuensi perilakunya
• Guru meminta peserta didik untuk tenang dengan
mengabaikan perilaku melanggar yang terjadi
PRILAKU-PRILAKU YANG HARUS GURU HINDARI
DALAM MENERAPKAN RESTITUSI
24
Hari Senin ke Kota Tua
Naik kuda membawa pepaya.
Terima kasih hadirin semua
Sudah berkenan mendengar saya.
Biru laut seperti kolam
Ikan paus pandai menyelam.
Dari lubuk hati yang paling dalam
Saya tutup presentasi dengan salam.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
ASSALAMUALIKUM WAHAMATULLAHI
WABARAKATUH
25
DISIPLIN
POSITIF
MERY OKTAVENTY S.Pd
PENERAPAN KESEPAKATAN
KELAS
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 25
SLIDE
Similar Resources on Wayground
17 questions
PPKN KELAS 9
Presentation
•
Professional Development
17 questions
Ayo Kita Puasa
Presentation
•
KG
21 questions
Quiz Makrab Pemuda/i Bale Malehoy x RT.01/06 Tlajung Udik
Presentation
•
University - Professi...
23 questions
Simulasi Psikotes
Presentation
•
KG
20 questions
BM PAGE 22-24
Presentation
•
KG
18 questions
PRESENTASI PMM
Presentation
•
Professional Development
18 questions
Belajar bersama DT
Presentation
•
Professional Development
21 questions
AKU SAYANG KELUARGA DAN TEMAN
Presentation
•
KG
Popular Resources on Wayground
20 questions
"What is the question asking??" Grades 3-5
Quiz
•
1st - 5th Grade
20 questions
“What is the question asking??” Grades 6-8
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
Fire Safety Quiz
Quiz
•
12th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
34 questions
STAAR Review 6th - 8th grade Reading Part 1
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
“What is the question asking??” English I-II
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
47 questions
8th Grade Reading STAAR Ultimate Review!
Quiz
•
8th Grade