Search Header Logo
JARINGAN PADA TUMBUHAN

JARINGAN PADA TUMBUHAN

Assessment

Presentation

Science

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Ani Aisyah

FREE Resource

73 Slides • 0 Questions

1

media

Organel yang terdiri dari membran tunggal

dihasilkan oleh RE

Berisi enzim katalase yang merombak hidrogen

peroksida (H2O2) yang membahayakan sel
menjadi air dan oksigen

Merombak lemak menjadi molekul sederhana
Memiliki fungsi dalam metabolisme bersama

kloroplast dan mitokondria

Banyak terdapat di hati dan ginjal

PEROKSISOM

2

media

PEROKSISOM

3

media

PEROKSISOM

4

media

PLASTIDA

Organel khusus pada tumbuhan untuk berfotosintesis
Dibagi menjadi 3 :

Chloroplast: organel dengan membran ganda berisi matriks

fluida (stroma). Berbentuk cakram dengan ukuran 5-8 mikron.
Memuat pigmen warna hijau, kuning kehijauan atau Hijau
keemasan.

Chromoplast: memiliki pigmen warna merah atau coklat pada

mahkota bunga, buah dan akar (wortel)

Amiloplast: tidak berwarna. Terdapat pada bagian tumbuhan

yang kurang mendapat cahaya. Kadang organ ini berfungsi
sebagai tempat menyimpan amilum seperti pada batang, umbi,
biji.

Kloroplast memiliki material genetiknya sendiri yang diperbanyak
melalui pembelahan biner.

5

media

PLASTIDA

6

media

KLOROPLAST

7

media

8

media

VAKUOLA

Organel sel yang menjadi tempat pada

tumbuhan untuk penyimpanan gula, asam
amino, senyawa toksik dan metabolit
sekunder.

Tempat penyimpanan zat sisa hasil

metabolisme,

Berperan menjaga konsentrasi air dalam sel,

melindungi sel dan mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan sel.

9

media

JENIS-JENIS VAKUOLA

Beberapa jenis vakuola:

- Vakuola Sentral: terdapat pada tumbuhan dewasa.
organel ini menempati 50-90% bagian dalam sel.
- Vakuola Makanan: bersifat fagosit.
- Vakuola berdenyut: terdapat pada beberapa protista

air tawar. Berperan memompa air keluar dari membran
sel untuk menjaga konsentrasi air, ion dan tekanan
osmosis dalam sel.

10

media

JENIS-JENIS VAKUOLA

11

media

VAKUOLA

12

media

SENTRIOL DAN
SENTROSOME

Sentriol: organel yang

terbentuk dari sembilan
mikrotubula.

Berfungsi sebagai tempat

melekat dan awal
pembentrukan mikrotubulus
dalam sel hewan

Terdapat sepasang yang

terpusat pada sitoplasma
dekat inti sel. Sepasang
sentriol ini disebut
sentrosome.

13

media

Sitoskeleton: rangka sel yang memberi bentuk

sel. Berupa benang serabut tipis yang saling
berhubungan dari nukleus ke seluruh
membran sel.

Tersusun dari mikrotubulus, mikrofilamen dan

filamen intermediet.

Saat pembelahan sel, beberapa serat

membentuk benang spindle yang menarik
kromosom ke kutub pembelahan.

SITOSKELETON

14

media

SITOSKELETON

15

media

16

media

17

media

MEMBRAN SEL

18

media

19

media

Membran sel tersusun atas lipid dan protein
Jenis lemak penyusun membran sel paling utama adalah fosfolipid
Molekul Fosfolipid bersifat amphiphatic artinya memiliki dua sifat

sekaligus, yaitu: hidrofilik (suka air) → Fosfat dan hidrofobik
(tidak suka air) → Lipid

Para ahli Biologi sel mengajukan suatu model yang disebut “fluid

mosaic model” untuk menggambarkan struktur membran sel.

Menurut para ahli, struktur membran sel berwujud seperti cairan

yang tersusun dari berbagai jenis protein membentuk mosaik
yang melekat pada dua lapisan fosfolipid.

Selain Fosfolipid, pada membran sel juga terdapat molekul

protein dan Kolesterol.

Membran sel darah merah setidaknya memiliki sekitar 50 molekul

protein berbeda.

MEMBRAN SEL

20

media

MEMBRAN SEL

21

media

FUNGSI

MEMBRAN SEL

22

media

Pada permukaan membran sel, fosfolipid dapat bergerak

atau berpindah tempat secara lateral ke samping
dengan kecepatan 10 juta kali perdetik.

Fosfolipid juga dapat bergerak dari lapisan atas ke

lapisan bawah secara flip-flopping. Namun ini jarang
terjadi. Molekul protein juga dapat bergerak lambat.

23

media

Berdasarkan ikatan hidrokarbonnya (HC), lapisan lemak dari

fosfolipid yang menyusun membran sel terdiri dari dua jenis,
yaitu: lemak jenuh (saturated) dan lemak tak jenuh
(unsaturated).

Jika lemak hanya memiliki HC berikatan tunggal disebut lemak

jenuh. Jika memiliki ikatan rangkap disebut lemak tak jenuh.

Pada suhu rendah, lemak jenuh membuat lapisan fosfolipid

menjadi rapat/padat. Sedangkan lemak tak jenuh tidak terlalu
rapat.

Pada membran sel hewan, diantara lapisan fosfolipid, terdapat

kolesterol yang berperan sebagai buffer. Saat suhu tinggi,
kolesterol menjaga susunan lapisan fosfolipid tidak terlalu
longgar. Sedangkan saat suhu rendah, kolesterol mencegah
lapisan fosfolipid menyatu terlalu rapat.

MEMBRAN SEL

24

media

25

media

Satu lapisan membran sel umumnya memiliki banyak

jenis protein yang menentukan fungsi spesifik dari
suatu sel.

Berdasarkan letaknya, protein membran sel terbagi

menjadi 2 jenis, yaitu: protein integral dan protein
periferal.

Integral protein tertanam pada lapisan hidrofobik

fosfolipid membran sel. Umumnya terdiri dari trans-
membran protein.

Sedangkan Periferal protein terletak di permukaan

membran sel. Kadang-kadang tidak melekat sepenuhnya
pada lapisan fosfolipid.

PROTEIN PADA MEMBRAN SEL

26

media

MEMBRAN SEL

27

media

28

media

Cara sel mengenali sel lain

Suatu sel mengenali sel lainnya melalui

identifikasi molekul karbohidrat yang terdapat
pada permukaan luar membran plasma.

Membran karbohidrat umumnya pendek,

hanya berbentuk rantai bercabang-cabang
dengan 15 molekul gula.

Membran karbohidrat dapat terikat secara

kovalen dengan lipid membentuk molekul
glikolipid atau berikatan secara kovalen dengan
protein membentuk molekul glikoprotein.

29

media

MEMBRAN SEL

30

media

31

media

VIRUS

Virus adalah struktur yang terbentuk dari

senyawa biokimia yang mengandung material
genetik dan terbungkus selubung membran
protein.

Berukuran sangat kecil, berbentuk sangat

sederhana. Tidak memiliki organel sel dan
sistem metabolisme.

Umumnya hanya memiliki salah satu bahan

genetik RNA atau DNA.

Dapat menimbulkan penyakit. Kata Virus berasal

dari bahasa Latin yang artinya racun.

32

media

Virus T 4 menyerang Bakteri Escherichia coli

Virus ini disebut Bakteriofage

33

media

Material Genetik pada virus disebut Capsid

yang memiliki bentuk bermacam-macam
sesuai dengan model virus.

Capsid tersusun dari sejumlah besar sub-unit

protein disebut Capsomer.

Membran virus tersusun dari fosfolipid atau

protein seperti Glikoprotein yang membantu
melekatkan diri pada membran sel hewan.

Beberapa virus memiliki kandungan enzim

dalam Capsidnya.

34

media

35

media

36

media

37

media

38

media

TRANSPOR MEMBRAN

39

media

Transpor Membran

Membran sel bersifat permeabel terhadap ion

spesifik dan molekul polar yang bersifat hidrofilik.
Molekul ini dapat menghindari halangan lipid
bilayer melalui transpor protein (Channel protein).

40

media

Transpor Pasif

Suatu molekul dapat bergerak dari konsentrasi yang

tinggi menuju ke konsentrasi yang rendah hingga
mencapai keseimbangan.

Perpindahan molekul ini terjadi secara otomatis tanpa

memerlukan energi. Pergerakan molekul ini disebut
difusi.

Dalam Biologi, transpor molekul melalui membran sel

seperti ini disebut transpor pasif karena sel tidak
mengeluarkan energi sama sekali untuk membantu
pergerakan molekul tersebut.

41

media

42

media

43

media

Osmosis

Difusi dapat terjadi dari suatu larutan yang

konsentrasinya tinggi (pekat) menuju larutan yang
konsentrasinya lebih rendah melalui suatu membran
permeabel. Misalnya: antara molekul gula dan air.

Proses ini terjadi karena molekul gula tidak dapat

menembus membran permeabel. Pada larutan gula,
molekul air yang ada, berikatan dengan molekul gula
sehingga tidak bisa bergerak/lambat.

Sebaliknya, molekul air yang ada di larutan tanpa gula

dapat bergerak bebas dan menembus membran
permeabel.

Akhirnya molekul air ini akan mengalir menuju larutan

gula yang lebih tinggi konsentrasinya hingga tercapai
keseimbangan.Proses ini disebut Osmosis.

44

media

45

media

Tonisitas

Difusi dan Osmosis merupakan suatu proses yang disebut

Tonisitas, yaitu suatu keadaan di mana larutan sekitar dapat
menambah atau mengurangi kandungan air dalam sel.

Jika suatu sel hewan berada dalam lingkungan yang

konsentrasi cairannya sama dengan dengan konsentrasi
cairan dalam sel (Isotonis), maka tidak akan ada
perpindahan molekul air melalui membran plasma.

Jika berada pada lingkungan yang hipertonis, maka sel

hewan akan kehilangan air karena ditarik keluar melalui
membran plasma.

Sebaliknya, jika berada dalam lingkungan yang hipotonis,

sel hewan akan pecah karena terlalu banyak kemasukan air.

Beberapa sel hewan memiliki kemampuan Osmoregulasi.

46

media

47

media

Difusi yang difasilitasi

Beberapa molekul polar (hidrofobik) dan ion-ion

tertentu tidak dapat menembus membran sel karena
terhambat oleh lapisan lipid bilayer.

Namun molekul polar dan ion ini dapat menembus

membran sel secara pasif melalui transpor protein yang
dapat bergerak melonggarkan membran disebut protein
carrier atau melalui saluran dalam protein yang disebut
protein channel (aquaporin).

Transpor molekul menembus membran sel dengan cara

seperti di atas disebut Difusi yang difasilitasi.

48

media

MEMBRAN SEL

49

media

Pergerakan Fosfolipid

50

media

51

media

Ion Channel

Channel protein yang membantu transpor ion

disebut ion channel atau gated channel.

Ion channel atau ini akan membuka atau

menutup berdasarkan respon atas rangsangan
(stimulus) yang diterimanya.

Stimulus dapat berupa energi listrik atau

senyawa khusus yang akan menjemput dan
berikatan dengan ion saat memasuki channel.

52

media

Transpor Aktif

Agar dapat melalui membran sel, suatu molekul atau

senyawa harus dipompa untuk mengatasi gradien
(perbedaan) konsentrasi pada jalur yang akan dilalui.

Proses transpor ini membutuhkan energi sehingga

disebut transpor Aktif.

Aktif transpor terjadi dengan bantuan carrier protein
Active transpor memungkinkan sel untuk

mempertahankan konsentrasi internal dari konsentrasi
lingkungan sekitarnya.

Sel hewan umumnya memiliki konsentrasi Potassium (K+)

yang lebih tinggi dibandingkan dengan ion Sodium (Na+).

53

media

Transpor Aktif: Sodium-Potassium Pump

54

media

Transpor Aktif: Sodium-Potassium Pump

55

media

Transpor Aktif: Sodium-Potassium Pump

56

media

Transpor Aktif: Sodium-Potassium Pump

57

media

Transpor Aktif: Sodium-Potassium Pump

Pada transpor aktif Sodium-Potassium pump, setiap 3

ion Na+ akan keluar dari membran sel dan 2 ion K+ akan
masuk ke dalam membran sel.

Perbedaan jumlah ion ini menyebabkan konsentrasi ion

diluar sel lebih besar dibandingkan dengan konsentrasi
ion di Sitoplasma.

Hal ini akan menjamin berlangsungnya transpor ion baik

secara Pasif maupun aktif.

58

media

Transpor Aktif

59

media

Transpor Pasif

Semua sel memiliki tegangan listrik (voltase) dalam bentuk

energi listrik potensial.

Sitoplasma memiliki tegangan listrik lebih rendah dari

lingkungan luar sel karena adanya perbedaan anion dan
kation diantara keduanya.

Membran sel juga memiliki tegangan listrik yang disebut

potensial membran. Tegangan listrik disekitar membran sel
berkisar antara – 50 mV (sitoplasma) hingga 200 mV (luar sel).

Karena sitoplasma bersifat negatif, maka proses transpor pasif

yang melalui membran sel berlangsung dua arah. Kation (ion
positif) cenderung masuk ke dalam sel dan anion (ion negatif)
keluar sel.

Gabungan antara perbedaan tegangan listrik dan konsentrasi

larutan disebut electro-chemical gradient.

60

media

Proton Pump

Jika pada hewan, transpor membran umumnya terjadi

melalui proses Sodium-Potassium Pump, pada bakteri,
jamur dan tumbuhan, transpor membran terjadi melalui
proses Proton Pump.

Proton Pump terjadi pada proses dikeluarkannya ion

Hidrogen (H+) dari dalam sel.

61

media

Proton Pump

62

media

Cotransport

Transpor aktif senyawa spesifik dengan bantuan

tenaga satu ATP disebut cotransport.

Tumbuhan menggunakan gradien H+ untuk

memicu transpor aktif asam amino, gula dan
nutrien lainnya ke dalam sel.

Ion H+ selalu di transportasikan keluar membran

sel untuk mempertahankan agar konsentrasi ion di
luar membran sel lebih tinggi dibandingkan di
dalam membran sel untuk menjamin
keberlangsungan transpor aktif.

63

media

64

media

Exocytosis

Salah satu organel sel, Vesikel dapat bergerak dari

badan Golgi menuju membran plasma mengikuti
jalur sepanjang mikrotubulus dan sitoskeleton.

Vesikel membawa suatu senyawa spesifik misalnya

berupa protein hasil sintesis retikulum endoplasma
dan Badan Golgi yang akan dikeluarkan dari sel
melalui membran plasma.

Proses transpor membawa hasil sintesis

(metabolisme) sel keluar membran sel seperti ini
disebut Exocytosis.

Exocytosis umumnya dilakukan oleh organel sel

penghasil senyawa , hormon dan enzim.

65

media

66

media

Endocytosis

Endocytosis adalah proses transpor membawa

masuk molekul atau senyawa dari luar ke dalam
sel melalui membran sel.

Transpor senyawa ini umumnya juga dilakukan

oleh vesicle dan vacuola makanan yang
terbentuk dari membran plasma.

Endocytosis dapat terjadi melalui 3 cara, yaitu:

Phagocytosis, Pinocytosis dan Receptor
Mediated Endocytosis.

67

media

68

media

SINTESIS PROTEIN UNTUK MENYUSUN
SIFAT MORFOLOGIS DAN FISIOLOGIS SEL

69

media

Protein

Protein termasuk salah satu senyawa utama

dalam tubuh.

Protein merupakan bahan utama penyusun

enzim yang berperan penting dalam
metabolisme dan proses fisiologi dalam tubuh

70

media

FUNGSI PROTEIN

71

media

FUNGSI PROTEIN

72

media

Analisis Materi Biomolekuler, Bioteknologi

Kemudian Analisis daya serap yang lemah,
penyebab lemahnya daya serap dan
solusi/strategi pembelajaran yang tepat

Selamat bekerja.

TUGAS

73

media

TERIMA KASIH

media

Organel yang terdiri dari membran tunggal

dihasilkan oleh RE

Berisi enzim katalase yang merombak hidrogen

peroksida (H2O2) yang membahayakan sel
menjadi air dan oksigen

Merombak lemak menjadi molekul sederhana
Memiliki fungsi dalam metabolisme bersama

kloroplast dan mitokondria

Banyak terdapat di hati dan ginjal

PEROKSISOM

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 73

SLIDE