Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

History

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Husaini Husaini

FREE Resource

42 Slides • 2 Questions

1

media

Replace this with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this with a header

2

latihan

3

media

1

KELAS
XII

GASAL

SMK TELKOM MALANG
Disusun Oleh

: Ana Wahyuning Sholikhatin, S. Pd

4

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

1

5

Multiple Choice

kkk

1

dd

2

dd

3

dd

4

dd

6

7

Multiple Choice

dddd

1

ddddd

2

dd

3

dd

4

dd

8

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

2

MODUL AJAR SEJARAH

CAPAIAN PEMBELAJARAN:
Pada Fase F, peserta didik di Kelas XI mampu mengembangkan konsep-konsep dasar
sejarah untuk mengkaji peristiwa sejarah dalam lintasan lokal, nasional, dan global.
Melalui literasi, diskusi, kunjungan langsung ke tempat bersejarah, dan penelitian
berbasis proyek kolaboratif peserta didik mampu menganalisis serta mengevaluasi
berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia yang dapat dikaitkan atau
dihubungkan dengan berbagai peristiwa lain yang terjadi di dunia pada periode yang
sama meliputi Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia, Pergerakan Kebangsaan
Indonesia, Pendudukan Jepang di Indonesia, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Elemen

Capaian Berdasarkan Elemen

Ketrampilan
Konsep Sejarah

Pada akhir fase kelas XI ini, peserta didik mampu mengembangkan
konsep sejarah yang dapat digunakan untuk mengkaji peristiwa sejarah;
mengidentifikasi kiprah orang-orang atau kelompok masyarakat dalam
menciptakan dan menggerakan sejarah; mengidentifikasi peristiwa
sejarah di Indonesia serta mengaitkan atau menghubungkannya dengan
peristiwa sejarah di dunia pada periode yang sama; mengidentifikasi dan
menganalisis pola perkembangan, keberlanjutan, perubahan, dan
pengulangan dalam peristiwa sejarah; dan mengembangkan konsep
diakronis (kronologi) dan/atau sinkronis untuk mendeskripsikan
peristiwa sejarah.

Keterampilan
Berpikir
Sejarah
(Historical
Thinking
Skills)

Pada akhir fase Kelas XI ini, peserta didik mampu melakukan:
1.Menganalisis serta mengevaluasi peristiwa sejarah secara diakronis

(kronologi) yang menitikberatkan pada proses dan/atau sinkronis yang
menitikberatkan pada struktur; menganalisis serta mengevaluasi
peristiwa sejarah berdasarkan hubungan kausalitas; mengaitkan
peristiwa sejarah dengan kehidupan sehari-hari; dan menempatkan
peristiwa sejarah pada konteks zamannya.

2.Menganalisis serta mengevaluasi peristiwa sejarah dalam perspektif

masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta
mengevaluasi peristiwa sejarah dari pola perkembangan, perubahan,
keberlanjutan, dan keberulangan; memaknai nilai-nilai atau hikmah
dari peristiwa sejarah.

3.Menganalisis serta mengevaluasi peristiwa sejarah dalam ruang

lingkup lokal, nasional, dan global; mengaitkan hubungan antara
peristiwa sejarah lokal, nasional, bahkan global.

Kesadaran
Sejarah
(Historical
Consciousness)

Pada akhir fase kelas XI dan XII ini, peserta didik mampu Memahami
fakta sejarah serta melihat keterkaitan antara masa lalu, masa kini, dan
masa depan; mengaitkan peristiwa sejarah dengan realitas sosial dan
mengevaluasi peristiwa sejarah; memaknai nilai-nilai yang terkandung
dalam peristiwa sejarah; mengembangkan minat untuk memperdalam
atau melanjutkan studi ilmu sejarah atau pendidikan sejarah;
mengembangkan kepedulian untuk mengunjungi dan menjaga benda-
benda atau situs-situs peninggalan sejarah; dan berpartisipasi aktif dalam
berbagai kegiatan kesejarahan

9

media
media
media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

3

Penelitian
Sejarah
(Historical
Research)

Pada akhir fase kelas XI ini, peserta didik mampu melakukan penelitian
sejarah dengan menerapkan langkah-langkah mencari sumber
(heuristik), kritik dan seleksi sumber (verifikasi), analisa dan sintesa
sumber (interpretasi), dan penulisan sejarah (historiografi); menuliskan
biografi tokoh-tokoh sejarah.

Keterampilan
Praktis Sejarah
(Historical
Practice Skills)

Pada akhir fase kelas XI ini diharapkan peserta didik mampu membaca
buku teks, buku referensi, dan internet; menuliskan dan menuturkan
sejarah Indonesia yang berkaitan atau memiliki hubungan dengan
sejarah dunia; mengolah informasi sejarah secara non digital maupun
digital dalam berbagai bentuk aplikasi sejarah, rekaman suara, film
dokumenter, foto, maket, vlog, timeline, story board, infografis,
videografis, komik, poster, dan lain-lain.

1.Masa Pelayaran Samudera oleh Bangsa Eropa
2.Perkembangan Kolonialisme Bangsa Barat di Nusantara
3.Respon dan Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Kolonialisme Bangsa Barat
4.Pergerakan Kebangsaaan Indonesia
5.Perkembangan pendudukan oleh pemerintahan militer Jepang
6.Respon dan Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Pendudukan militer Jepang
7.Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

No

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Minggu ke-

1
Beriman, bertakwa kepada tuhan YME dan
berakhlak mulia

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13
14,15,16,17,18

2 Bernalar kritis
1,2,3,4,5,6,7,8,10,11,13,14,15
16,17,18

3 Mandiri

3,8,10,11,14,15,16,18

4 Bergotong royong

5,9,10,12,14,17

5 Berkebhinekaan global

6,7,8,9,12,17

6 Kreatif

2,3,4,6,7,8,9,10,12,17,18


Sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran:

oAlat tulis
oPeta Indonesia/Asia Tenggara & Dunia
oAplikasi Classpoint
oAplikasi untuk menggambar (seperti

canva)

oLCD dan proyektor
oSpidol
oLKPD
oInternet/Jurnal/Media informasi lainnya

Profil Pelajar Pancasila

Sarana dan Prasarana

Ruang Lingkup
defdMateri

10

media
media
media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

4

Peserta didik Reguler | Peserta didik Dengan Hambatan Belajar | Peserta didik Cerdas Istimewa
Berbakat Istimewa | Peserta didik dengan Ketunaan

Blended Learning | PJJ Daring | PJJ Luring | Tatap Muka

Target Peserta Didik

Moda Pembelajaran

11

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

5

12

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

6

Tujuan Pembelajaran

:

-Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan bangsa Eropa (Portugis,
Spanyol, Belanda, Inggris) ke Indonesia

-Menganalisis berbagai perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa
Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) sampai dengan abad ke-20

Jumlah Pertemuan

: 8 Pertemuan (8 minggu)

Persiapan Pembelajaran:
1.Guru menyiapkan modul ajar dan bahan ajar dan bahan bacaan peserta didik
2.Guru menyiapkan asesmen diagnostic dan formatif
3.Guru menyiapkan rubrik penilaian
4.Peserta didik melaksanakan pembelajaran dan asesmen

No

Bentuk Kegiatan

Alokasi
Waktu
(menit)

Pendahuluan

1
Melakukan pengkondisian dan menyiapkan siswa untuk belajar, dilanjutkan
dengan membaca doa dan memeriksa kelengkapan siswa

5
2

Mengajak siswa membahas sedikit keadaan dunia yang sedang terjadi
(melihat berita/membahas hal yang viral) dan memberikan sudut pandang
positif bagi peristiwa tersebut

3 Memeriksa kehadiran peserta didik, memberikan motivasi

Kegiatan Inti

Minggu ke-1 (latar belakang kedatangan bangsa-bangsa Barat & Kronologinya)

1
Guru memberikan draft kontrak pelajaran di depan kelas untuk bisa dibaca
siswa dan disepakati Bersama-sama dalam kelas

10

2 Siswa melaksanakan proses assesmen diagnostic

45

3 Ice Breaking dan pembahasan jawaban assesmen diagnostic

15

4

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan menyampaikan
pemahaman bermakna dan berhubungan dengan dunia sekitar
Guru memberi penjelasan mengenai jalur rempah dan penyebab
munculnya masa penjelajahan bangsa Eropa
45

5

Siswa memberikan respon dengan menunjukkan titik titik pelayaran yang
dilakukan oleh para pelaut-pelaut dari Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris
di depan kelas

5 Guru membuka sesi diskusi dan tanya jawab

6 Peserta didik menjawab kuis dari guru untuk melihat umpan balik siswa

20

TUJUAN PEMBELAJARAN 1

13

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

7

No

Bentuk Kegiatan

Alokasi
Waktu
(menit)

Guru meminta siswa memberi kesimpulan dari materi yang baru dijelaskan

Minggu ke-2 (Perkembangan masa penjajahan bangsa eropa pra VOC dan VOC)

1
Peserta didik diingatkan kembali tentang Jalur rempah dan perkembangan
pelayaran Bangsa Barat ke Nusantara, peserta didik diberikan pre-test

10

2

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan menyampaikan
pemahaman bermakna
(Stimulus: Menjadi tuan di tanah air sendiri)

3

Peserta didik mengamati penjelasan dari guru mengenai Timeline Masa
Kolonialisme Bangsa Barat di Nusantara & slide kolonialisme-
imperialisme

40

4

Guru Mengajak siswa berdiskusi dan tanya jawab sambil memberikan
tantangan berupa games tembak berkelompok
Siswa yang kalah di tiap kelompok wajib menjawab pertanyaan dari
guru

15

5
Siswa menyimak penjelasan dari guru mengenai perkembangan
penjajahan VOC
15

7 Peserta didik diberikan diminta membuat 8 kelompok

45

8
Peserta didik diberikan tugas untuk berdiskusi dan membuat presentasi
tentang berbagi perlawanan dari Bangsa Indonesia terhadap VOC

9 Guru meminta anak membuat kesimpulan dan menutup pelajarn

Minggu ke-3 & 4 (Perlawanan Terhadap VOC)

1
Peserta didik diingatkan kembali tentang berbagai kebijakan VOC yang
membelit dan menyengsarakan Rakyat

90

2

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan menyampaikan
pemahaman bermakna mengenai menghindari berbagai bentuk penjajahan
Menghindari BULLYING secara sadar maupun tidak

3
Guru membagi tempat duduk siswa sesuai kelompoknya
Setiap kelompok diminta untuk bersiap untuk melakukan presentasi

4 Guru mempersilahkan tiap kelompok presentasi maksimal 8-10 menit

5 Guru membuka sesi tanya jawab

6
Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok, dan peserta
didik duduk berdasarkan kelompok yang telah ditentukan

35

7

Peserta didik mencari contoh bagaimana perlawanan yang kita lakukan
terhadap adanya ketidak adilan disekitar kita
(Asesmen formatif 1)
Pembelajaran Diferensiasi
-Peserta didik reguler:
Mempresentasikan secara bebas dengan menggunakan Bahasa sendiri
dan masih boleh sedikit membaca bahan presentasi
-Peserta didik cerdas istimewa berbakat istimewa:
Mempresentasikan dengan tidak sama sekali membawa bahan presentasi
di tangan dan tidak boleh melihat buku/sumber presentasi

6
Guru membuka sesi diskusi dan tanya jawab dan meminta siswa
membawa laptop untuk pertemuan berikutnya

14

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

8

No

Bentuk Kegiatan

Alokasi
Waktu
(menit)

Minggu ke-5 (Masa Pemerintahan Hindia-Belanda Pra Tanam Paksa)

1.
Peserta didik bersama guru melakukan apersepsi mengenai materi
kolonialisme pada masa VOC dan perlawanannya
5

2.

Peserta didik diajak melihat stimulus berupa gambar Jalan raya pos dan
Candi Borobudur, sambil diajak untuk berdiskusi mengenai bagaimana
proses kedua peninggalan tersebut dapat ditemukan/dibuat
5

3.
Peserta didik diajak membuat 8 kelompok (masing-masing ber 5) dan
diminta membuat nama kelompok dari nama-nama pahlawan
5

4.
Peserta didik diminta menyiapkan hp dan notebook, untuk bermain Virtual
Amazing Racedengan ruang terpisah dari gurunya.
90

5.
Peserta didik Cerdas Berbakat diminta untuk bertugas sebagai Juri dan
juga sebagai penilai 8 kelompok tersebut bersama gurunya

6.

Setelah bermain Virtual Amazing Race, peserta didik menyimak penjelasan
dari guru mengenai Periode penjajahan Republik Bataaf, Inggris dan 3
Komjen di Hindia
20

Minggu ke-6 (Pemerintahan Hindia-Belanda Pada masa Tanam Paksa hingga Politik Etis)

1.
Peserta didik bersama guru melakukan apersepsi mengenai materi
kolonialisme pada masa Daendels dan Raffles
5

2.
Peserta didik diajak menyimak film “Krakatoa” dan memperhatikan setting
lokasi di dalam film tersebut
90

3. Peserta didik Bersama-sama guru mendiskusikan film tersebut

10

4.
Peserta didik diminta untuk menyimak penjelasan dari guru mengenai
periodisasi Tanam Paksa dan Usaha Swasta
25

5.
Peserta didik diminta untuk menyiapkan membawa karton/kertas asturo
dan spidol untuk pertemuan berikutnya

Minggu ke-7 (perlawanan terhadap pemerintahan Hindia-Belanda)

1.
Peserta didik Bersama guru melakukan apersepsi mengenai materi
kolonialisme dari 1800 hingga 1900
5

2.

Peserta didik diberikan stimulus gambar tokoh-tokoh pahlawan tanpa
dituliskan Namanya, lalu mulai memberikan gambar peta Indonesia dan
inzet pahlawan dari wilayah-wilayah di daerah
5

3.

Peserta didik diminta membuat 7 Kelompok dan masing-masing kelompok
diminta untuk membuat poster mengenai Riwayat dan perjuangan dari para
tokoh perlawanan terhadap penjajahan Hindia-Belanda
100

4.
Peserta didik membuat poster berkelompok sambil guru melakukan
assesmen 2, proses (autentik)
30

Minggu ke-8 (Asesmen)

1 Peserta didik melaksanakan assesmen Summatif

65

2 Peserta didik melaksanakan remedial
65
3 Peserta didik melaksanakan pengayaan

15

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

9

No

Bentuk Kegiatan

Alokasi
Waktu
(menit)

Kegiatan Penutup

1 Peserta didik menarik kesimpulan dari pembahasan pertemuan ini dengan
bantuan guru
5
2 Guru menyampaikan topik pembahasan pertemuan berikutnya

3 Guru menutup pembelajaran dengan membaca doa

16

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

10

A.Jawablah pertanyaan di bawah ini!

1.Apa yang dimaksud dengan kolonialisme dan imperialism?

2.Buatlah keterangan periode kolonialisme dari timeline di bawah ini

3.Sebutkan 3 kebijakan VOC yang sangat menderitakan rakyat di Nusantara

4.Perhatikan gambar di sebelah kiri dan cocokkan dengan nama pernyataan di sebelah

kanan gambar

ASESMEN DIAGNOSTIK KOGNITIF

1596

1602

1619

1800

0

1808

0

1811
1

0

1816
1

0

1830
1

0

1870

0

1900

0

1.Pemimpin Perlawanan Gowa –

Tallo

2.Pencetus Kebijakan Sewa Tanah

3.Sultan Mataram yang menyerang

Batavia

4.Pemimpin perlawanan rakyat

Saparua



5.Pencetus Kebijakan Politik Etis

17

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

11

B.Rubrik Pengkategorian Peserta Didik

1.Kategori Siswa Cerdas Istimewa

dan Berbakat Istimewa

Mampu menjawab seluruh soal dengan
pemahaman konseptual yang tepat

2.Kategori Siswa Reguler

Mampu menjawab 2 hingga 4 soal
dengan pemahaman konseptual yang
cukup

3.Kategori Siswa Hambatan

Mampu menjawab dibawah 0 soal

dengan pemahaman konseptual cukup

18

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

12

1.RUBRIK ASESMEN FORMATIF 1 (Presentasi Kelompok)

-Peserta didik reguler:

No

Nama Siswa

Penguasaan Materi

Penyampaian

Slide Presentasi

1.

2.

3.

4.

5.

-Peserta didik cerdas istimewa berbakat istimewa:

No

Nama Siswa

Penguasaan

Materi

Gaya

Penyampaian

Slide

Presentasi

Analogi

Kebahasaan

1.

2.

3.

4.

5.

2.ASESMEN FORMATIF 2

-Peserta didik reguler:

Pemberian penugasan berupa pembuatan timeline periodisasi kolonialisme Bangsa Barat di
Indonesia

-Peserta didik cerdas istimewa berbakat istimewa:

Memberikan tugas pembuatan timeline periodisasi kolonialisme bangsa barat di Indonesia
menggunakan canva/kertas karton

ASESMEN FORMATIF

19

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

13

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 42

Jl. Rajawali – Halim Perdana Kusuma

Telp: 8093926, Fax: 80887233

Website: http://sman42jkt.sch.id e-mail: sman42jkt@yahoo.co.id

JAKARTA

Kode Pos 136150

PENILAIAN HARIAN 1

Mata Pelajaran

: Sejarah

Kelas

: XI

Pokok Bahasan

: Kolonialisme Bangsa Barat

Waktu

: …...........................................

Durasi

: 70 menit

Nama: ……………………………………...

Berdoalah sesuai keyakinan masing-masing. Tuliskan jawaban secara jelas, tegas, dan rinci!

1.Pengertian Kolonialisme yang paling benar adalah ….

A.Usaha untuk memperluas wilayah di luar wilayah negaranya sendiri
B.Upaya untuk melaksanakan pemerintahan di luar wilayah negaranya sendiri
C.Proses mendirikan sebuah negara yang berbeda dengan negaranya sendiri
D.Memasukan unsur penjajahan dalam kehidupan sehari-hari warga lain
E.Mendirikan sebuah pemerintahan di dalam wilayah negaranya sendiri

2.Pada abad ke 15 dan 16 Masehi, masa eksplorasi dan penjelajahan samudera oleh Bangsa Eropa banyak

dipelopori oleh 2 kerajaan Kristen yang terkenal dengan Gerakan reconquista, kerajaan yang dimaksud
adalah ….
A.Inggris dan Belanda
B.Portugis dan Italia
C.Inggris dan Denmark
D.Romawi suci dan Perancis
E.Spanyol dan Portugis

3.Beberapa latar belakang dari munculnya penjelajahan samudera oleh bangsa Eropa antara lain adalah

….
A.Keinginan untuk menyebarkan agama, memperoleh rempah-rempah dan menyebarkan teknologi
B.Menyebarkan agama, memperoleh kejayaan bangsanya dan membuat maju tanah asia
C.Memperoleh rempah-rempah, menyebarkan agama, dan mencari kekayaan
D.Mendharma bhaktikan ilmu pengetahuan, menyebarkan kedamaian dan memperoleh pengakuan

dari bangsa di Asia

E.Mandat dari Paus di Roma, mendapat pencerahan dari masa Renaissance, lahirnya ideologi

humanism

ASESMEN SUMATIF

20

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

14

4.Perlawanan Bangsa Indonesia dari Sulawesi Selatan yang berupaya untuk melawan Tindakan semena-

mena yang dilakukan VOC pada abad ke 17 terhadap Kesultanan Gowa dan Tallo dipimpin oleh seorang
tokoh Bernama ….
A.Aru palaka
B.Daeng Risadju
C.Andi Mattalata
D.Sultan Hassanudin
E.Karaeng Matommpa

5.Kebijakan Usaha swasta merupakan buah dari pemikiran yang berhaluan ideologi….

A.Komunisme
B.Kolonialisme
C.Liberalisme
D.Nasionalisme
E.Utopisme

6.Penjajahan Bangsa Indonesia yang terjadi sejak abad ke 17 Masehi merupakan sebuah proses panjang

yang melibatkan banyak sekali peristiwa-peristiwa yang membuat Belanda semakin kuat berkuasa di
Indonesia dan melakukan penjajahan, bila ditelisik lebih cermat, faktor penyebab Belanda mendapat
pijakan kuat tidak lain adalah karena….
A.Bangsa Indonesia mudah terpecah belah dan diadu domba
B.Belanda memiliki teknologi yang sangat maju
C.Orang-orang Belanda datang dengan maksud berdagang
D.Bangsa Indonesia mudah untuk dijajah
E.Kebudayaan Indonesia yang sangat jauh tertinggal dari Belanda

7.Salah satu kerajaan di Jawa Bagian Barat yang melawan VOC dan kemudian harus dikalahkan dengan

mengadu domba antara ayah (Raja) dan anak (Putera Mahkota) adalah kerajaan….
A.Demak
B.Banten
C.Mataram
D.Galuh
E.Cirebon

8.Salah satu kebijakan Tanam Paksa yang secara tertulis terlihat sangat manusiawi, namun dalam

pelaksanaannya tidak demikian, antara lain adalah….
A.Diperbolehkannya menanam tanaman lain diluar yang diwajibkan
B.Kerugian petani akibat hama akan ditanggung pemerintah
C.Seluruh tanaman wajib akan dikumpulkan oleh pemerintah
D.Kegagalan panen merupakan tanggung jawab petani
E.Kepala desa diwajibkan memegang penuh tanggung jawab pelaksanaan Tanam paksa

9.Kebijakan VOC dalam mempertahankan harga Pala di pasaran dunia adalah dengan cara memusnahkan

pohon Pala yang liar dan tidak dikuasai VOC, kebijakan tersebut dikenal dengan nama….
A.Verprichte Leverantie
B.Hongi
C.Ekstirpasi
D.Monopoli

21

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

15

E.Stelsel

10.Hadirnya VOC di Pelabuhan dekat Sunda Kelapa memancing penguasa Mataram untuk melakukan

penyerangan terhadap kedudukan VOC di Sunda Kelapa (belakangan disebut Batavia), penguasa
Mataram yang melakukan serangan tersebut pada tahun 1628 dan 1629 adalah….
A.Amangkurat I
B.Sultan agung
C.Panembahan Senopati
D.Raja Cakraningrat
E.Pangeran Diponegoro

Kunci Jawaban:

No

Kunci

No

Kunci

1

A

6

A

2

E

7

B

3

C

8

D

4

D

9

C

5

C

10

B

ESSAY

No

Soal

Kunci Jawaban
Skor

(Maks.30)

1. Secara tertulis kebijakan tanam paksa tidak
terlihat begitu kejam bagi para petani,
tetapi dalam kenyataannya seringkali
petani menjadi korban dari kebijakan
tersebut, sebutkan dua (2) penyelewengan
dalam kebijakan tanam paksa

1.Jumlah

tanah

yang

harus

ditanami

tanaman

wajib

melebih 1/5

2.Hari kerja wajib di lahan milik

pemerintah melebihi 66 hari
dalam setahun

3.Kerugian yang dialami oleh

petani tidak ditanggung oleh
pemerintah

5

2. Salah satu reaksi yang muncul dari para
kaum liberal dan humanis Belanda dalam
memandang Tanam Paksa adalah ketidak
setujuan, salah satunya dengan menulis
buku berjudul Max Haveelar yang ditulis
oleh Douwes Dekker. Sebutkan lokasi
setting dan jabatan dari penulis buku
tersebut dalam buku Maax Haavelar!

Novel bersetting di Lebak, Banten
dan jabatan yang dipegang oleh
Maax

Havelar

adalah

asisten

residen

5

3 Bangsa-bangsa

barat

melakukan

penjajahan di wilayah-wilayah asia demi
keuntungan

Negara

mereka

sendiri,

menurut anda hal paling fundamental dari
kesalahan perilaku menjajah adalah …

Kata Kunci :
Penghisapan manusia oleh manusia
lain,

monopoli,

perbudakan,

pembodohan, pelanggaran HAM,
perampasan hak

5

4 Menurut anda, Indonesia sebagai bangsa
besar memiliki potensi untuk menjadi
bangsa yang hebat dengan kekayaan
alamnya, tetapi kini Indonesia belum

Kata Kunci:
Tingkat Pendidikan, literasi rendah,
motivasi,

system

Pendidikan,

kemauan individu, tradisi korupsi

5

22

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

16

menjadi

bangsa

yang

maju

dan

mensejahterakan

penduduknya,

dimanakah letak kesalahannya

5 Daendels adalah seorang yang terpengaruh
atas ide-ide revolusi perancis mengenai
persamaan, persaudaraan, dan kebebasan,
hal ini menyebabkan dia membenci
feodalisme dan hal tersebut ditunjukan
dengan membuat kebijakan …

-Membagi Jawa menjadi 9

Prefektur

-Mengurangi kekuasaan para

bupati

5

A.PENGAYAAN

Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan tentang materi pembelajaran dan diberikan
kepada peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran. Peserta didik diminta untuk
menggali lebih dalam tentang berbagai perkembangan masa tanam paksa dan usaha swasta,
dengan salah satunya membaca buku Max Havelaar atau membaca buku bertema
kolonialisme.

B.REMEDIAL

Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran. Peserta
didik diminta untuk mempresentasikan salah satu kisah perlawanan Bangsa Indonesia
terhadap VOC maupun terhadap pemerintah Hindia-Belanda





1.Buku Referensi
2.Buku Paket
3.Buku Elektronik

Kolonialisme adalah Upaya yang dilakukan negara-negara penguasa dalam rangka menguasai
suatu daerah/wilayah untuk mendapatkan sumber daya.
Imperialisme adalah kebijakan di mana sebuah negara besar dapat memegang kendali atau
pemerintahan atas daerah lain agar negara itu bisa dipelihara atau berkembang

PENGAYAAN DAN REMEDIAL

BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

GLOSARIUM

23

media
media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

17

Ekstirpasi bermakna membabat tumbuhan hingga habis dan menebang pohon di hutan. Tujuan
dari hak ekstirpasi adalah membatasi produksi tumbuhan agar harga jualnya tetap tinggi. Hak
ekstirpasi pernah diberlakukan oleh VOC terhadap tanaman rempah-rempah di Maluku.
VOC adalah Perusahaan Dagang Hindia Timur
Konvensi London adalah Perjanjian Inggris-Belanda 1814 adalah sebuah perjanjian yang
ditandatangan oleh Britania Raya dan Belanda di London pada tanggal 13 Agustus 1814.
Perjanjian ini ditandatangani oleh Robert Stewart, Viscount Castlereagh sebagai perwakilan
Inggris dan Hendrik Fagel sebagai perwakilan Belanda
PAX NETHERLANDICA adalah upaya Belanda untuk menguasai seluruh Nusantara di bawah
kekuasaannya. Gagasan Pax Neerlandica yang dicetuskan oleh Gubernur Jenderal Johannes
Benedictus van Heutsz pertama kali muncul pada awal abad ke-20.



Ricklefs, MC.1993. Sejarah Indonesia Modern, Yogyakarta: Gadjah Mada Univ. Press

Gotschalk, Louis.2009. Mengerti Sejarah, Yogyakarta : UGM Press

Carey, Peter. 2010. Kuasa Ramalan Jilid I & II, Jakarta: KPG

Kartodirdjo, Sartono, dkk, 1984. Sejarah Nasional Indonesia Jilid IV, Jakarta: Grafindo

Kemendikbud, 2014. Sejarah Indonesia Kelas XI, Jakarta: Kementerian pendidikan dan

kebudayaan RI.

Mengetahui,

Jakarta, 11 Juli 2022

Kepala SMA Negeri 42 Jakarta

Guru Mata Pelajaran





Acah Rianto, M. Pd

Zia Ulhaq, M.Pd.

NIP. 196604011988121003

NIP. 198903202020121013

DAFTAR PUSTAKA

24

media
media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

18

25

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

19

Tujuan Pembelajaran

: Menganalisis dampak politik, budaya, sosial, ekonomi, dan
pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa (Portugis,
Spanyol, Belanda, Inggris) dalam kehidupan bangsa Indonesia
masa kini.

Jumlah Pertemuan

: 3 Pertemuan (3 minggu)

Persiapan Pembelajaran:
1.Guru menyiapkan modul ajar dan bahan bacaan peserta didik
2.Guru menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
3.Guru menyiapkan asesmen formatif, dan sumatif
4.Guru menyiapkan rubrik penilaian
5.Peserta didik melaksanakan pembelajaran dan asesmen

No

Bentuk Kegiatan

Alokasi
Waktu
(menit)

Kegiatan Awal

1
Melakukan pembukaan dengan mengucapkan salam pembuka,
memanjatkan syukur kepada Allah

10

2
Menginstruksikan peserta didik untuk merapikan posisi duduk, merapikan
meja dan kursi, dan membuang sampah pada tempatnya.

3
Memeriksa kehadiran peserta didik, memberikan motivasi, serta memeriksa
kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran hari ini.

Kegiatan Inti

Minggu ke-9 (Dampak Politik dan Sosial dari penjajahan Bangsa Barat)

1

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan menyampaikan
pemahaman bermakna
Mengenai warisan colonial di beberapa hal dalam kehidupan

60

2

Guru menggali pengetahuan awal peserta didik dengan menyampaikan
pertanyaan pemantik
(Disajikan suatu permasalahan kontekstual). Dapatkah kita simpulkan
apakah karena negara kita dijajah begitu lama sehingga belum mampu
menjadi bangsa yang maju?
Siswa diminta menuliskan pendapatnya di buku tulis

3
Guru meminta anak menjelaskan apa saja dampak dari kolonialisme bangsa
barat bagi Bangsa Indonesia di bidang politik

4
Guru menjelaskan beberapa dampak penjajahan di bidang politik dengan
perspektif penjelasan dari Buku “mengapa negara gagal” karya Daron A.

5 Guru membuka sesi diskusi dan tanya jawab

TUJUAN PEMBELAJARAN 2

26

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

20

No

Bentuk Kegiatan

Alokasi
Waktu
(menit)

6
Games tentang pahlawan-pahlawan perlawanan terhadap Kolonialisme
Bangsa Barat secara berkelompok
60

Minggu ke-10 (Dampak Penjajahan di Bidang Pendidikan dan Budaya)

1
Peserta didik diingatkan kembali tentang dampak sosial politik dari
penjajahan Bangsa Barat

90

2

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan menyampaikan
pemahaman bermakna
Bangunan-bangunan di sekitar kita yang merupakan warisan kolonial

3

Guru menggali pengetahuan awal peserta didik dengan menyampaikan
pertanyaan pemantik
Apa yang harus kita perbuat terhadap bangunan-bangunan warisan
kolonial?

4

Guru mengajak anak berkelompok 6 orang, dan meminta mereka
menyebutkan 30 bangunan warisan kolonial yang ada di Indonesia dari
beberapa pulau yang berbeda

5
Peserta didik menyimak penjelasan guru mengenai dampak penjajahan
Bangsa Barat di bidang Pendidikan dan ekonomi

6 (Assesmen Formatif 1) – games berkelompok

30

Minggu ke-11 (Assesmen)

1 Peserta didik melaksanakan assesmen Summatif

65

2 Peserta didik melaksanakan remedial

Kegiatan Penutup

1 Peserta didik menarik kesimpulan dari pembahasan pertemuan ini dengan
bantuan guru
5

2 Guru menyampaikan topik pembahasan pertemuan berikutnya
5
3 Guru menutup pembelajaran dengan membaca doa

27

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

21

1.ASESMEN FORMATIF 1

-Peserta didik reguler:

Menjadi anggota kelompok dalam games pertanyaan

-Peserta didik cerdas istimewa berbakat istimewa:

Menjadi ketua kelompok dalam games pertanyaan

A.Sesi 1 pertanyaan wajib

a.Sebutkan nama pencetus kebijakan politik etis

b.Jelaskan dampak penjajahan bangsa barat di bidang politik

c.Sebutkan 1 penyebab Bangsa Indonesia dapat dijajah selama ratusan tahun

d.Tebak salah satu nama tokoh pahlawan

B.Sesi 2 pertanyaan rebutan

a.Nama wilayah Jatinegara pada masa kolonial Hindia-Belanda disebut?

b.Sebutkan nama bangunan ini (gambar lawing sewu/museum fatahillah/jam

gadang)

c.Dimanakah letak provinsi bangunan berikut ini (gambar benteng Rotterdam)

d.Menebak istilah warisan kata dari kosakata Belanda (Koran, Ongkos, Kantor,

Verboden)

e.Benteng New Victoria merupakan peninggalan dari masa penjajahan?

C.Sesi 3 Menebak nama tokoh & bangunan secara rebutan

Diberikan gambar tokoh yang secara acak dibuka oleh Guru

D.Rubrik penilaian

No.

Nama Kelompok

Skor

(Total nilai dikali 100%)

1

2

3

4

5

ASESMEN FORMATIF

28

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

22

2.ASESMEN FORMATIF 3: Refleksi (digunakan untuk TP 1, 2, 3)

Refleksi Peserta Didik dan Guru

Refleksi Guru

1.Apakah pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan apa yang

saya rencanakan?

2.Bagian rencana pembelajaran manakan yang sulit dilakukan?
3.Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi hal tersebut?
4.Berapa persen peserta didik yang berhasil mencapai tujuan pembelajaran?
5.Apakah kesulitan yang dialami oleh peserta didik yang belum mencapai

tujuan pembelajaran?

6.Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu mereka?

Refleksi Siswa

1.Apakah saya sudah dapat menjelaskan periodisasi dalam masa

kolonialisme Bangsa Barat?

2.Apakah saya bisa menjelaskan beberapa Riwayat dan jasa Pahlawan yang

melawan penjajahan di Indonesia sebelum abad 20?

3.Dapatkah saya mengetahui apa saja dampak penjajahan Bangsa Barat di

bidang politik dan pendidikan?

4.Bisakah saya menentukan pahlawan dari wilayah Sulawesi Selatan dan

Sumatera Selatan sebelum abad 20?

5.Apakah saya bias membedakan Periode VOC dan Masa Daendels serta

Raffless?

6.Dapatkah saya menganalisis mengapa Tanam Paksa begitu kejam di

Hindia-Belanda?

7.Bagian mana yang belum saya pahami?
8.Apa yang saya lakukan agar saya bisa memahami bagian tersebut?
9.Kepada siapa saya bertanya jika ada bagian yang belum saya pahami?

29

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

23

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

DINAS PENDIDIKAN

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 42

Jl. Rajawali – Halim Perdana Kusuma

Telp: 8093926, Fax: 80887233

Website: http://sman42jkt.sch.id e-mail: sman42jkt@yahoo.co.id

JAKARTA

Kode Pos 136150

PENILAIAN HARIAN 2

Mata Pelajaran

: Sejarah

Kelas

: ...............................................

Pokok Bahasan

: Dampak Kolonialisme

Waktu

: …...........................................

Durasi

: 70 menit

Nama: ……………………………………...

Berdoalah sesuai keyakinan masing-masing. Tuliskan jawaban secara jelas, tegas, dan rinci!

1.Sebutkan dampak penjajahan Bangsa Barat di Bidang politik dan Sosial yang masih dirasakan

sampai hari ini!

2.Perhatikan gambar di bawah ini


Benteng ini pernah jadi saksi dari perjuangan rakyat dalam melawan kolonialisme dan imperialisme
Belanda, dimanakah letak benteng tersebut, dan jelaskan, apa yang harus kita lakukan sebagai
generasi muda terhadap peninggalan dari masa colonial seperti benteng di atas?

3.Perhatikan tabel di bawah ini

No

Dampak

Keterangan

1 Banyaknya ditemukan bangunan-bangunan bercorak Art-
Deco bergaya arsitektur Eropa

2 Budaya korupsi dan patriarki (prinsip asal bapak senang)

ASESMEN SUMATIF

30

media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

24

3 Adanya perasaan dan rasa rendah diri terhadap
warga/manusia dari ras kulit putih (Kaukasoid/sino-
mongoloid)

4 Banyaknya kata-kata serapan yang berasal dari Bahasa
Belanda

5 Banyaknya hukum-hukum yang berasal dari warisan
hukum pada masa colonial Belanda

Berdasarkan tabel di atas, isilah kolom keterangan dengan keterangan: Positif/Negatif yang

sesuai dengan kolom di sebelah kirinya.

4.Uraikanlah mengapa Bangsa Indonesia dapat dijajah oleh Bangsa Barat selama ratusan tahun

dan menurut anda bagaimana agar hal tersebut tidak terulang.

A.PENGAYAAN

Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan tentang materi pembelajaran dan diberikan
kepada peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran. Peserta didik diminta untuk
menganalisis lebih dalam tentang berbadai dampak kolonialisme dan imperialism Bangsa
Barat bagi rakyat, Bangsa dan Negara Indonesia hari ini

C.REMEDIAL

Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran. Peserta
didik diminta untuk mengunjungi secara langsung salah satu warisan masa kolonialisme yang
ada di wilayah/sekitar wilayah tempat tinggal peserta didik untuk melihat secara langsung.

PENGAYAAN DAN REMEDIAL

31

media
media
media
media

MODUL AJAR SEJARAH FASE F-KELAS XI | ZIA ULHAQ

25

e-Modul

Buku Teks




PAX NETHERLANDICA adalah upaya Belanda untuk menguasai seluruh Nusantara di bawah
kekuasaannya. Gagasan Pax Neerlandica yang dicetuskan oleh Gubernur Jenderal Johannes
Benedictus van Heutsz pertama kali muncul pada awal abad ke-20.

Ricklefs, MC.1993. Sejarah Indonesia Modern, Yogyakarta: Gadjah Mada Univ. Press
Gotschalk, Louis.2009. Mengerti Sejarah, Yogyakarta : UGM Press
Carey, Peter. 2010. Kuasa Ramalan Jilid I & II, Jakarta: KPG
Kartodirdjo, Sartono, dkk, 1984. Sejarah Nasional Indonesia Jilid IV, Jakarta: Grafindo
Kemendikbud, 2014. Sejarah Indonesia Kelas XI, Jakarta: Kementerian pendidikan dan

kebudayaan RI.

Mengetahui,

Jakarta, 11 Juli 2022

Kepala SMA Negeri 42 Jakarta

Guru Mata Pelajaran





Acah Rianto, M.Pd

Zia Ulhaq, M.Pd.

NIP. 196604011988121003

NIP. 198903202020121013

GLOSARIUM

DAFTAR PUSTAKA

BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

32

media

2

RENCANA PROGRAM SEMESTER

MATA PELAJARAN

: SEJARAH INDONESIA

KODE GURU: 20

NAMA GURU

: ANA WAHYUNING S, S.Pd

KELAS

: XII/ TKJ & RPL

STANDART KOMPETENSI
LULUSAN

: 3. Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan

metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab, serta dampak fenomena dan kejadian.

4. Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan

metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab, serta dampak fenomena dan kejadian.

KOMPETENSI INTI

: 3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi

pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret

dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

JUMLAH PERTEMUAN DALAM 1 SEMESTER : 17 KALI TATAP MUKA
SELAMA PRAKERIN 2 BULAN AKAN DIBERIKAN MODUL SELAMA DUA KALI SEHINGGA KERJAKAN UJI
KOMPETENSI DAN TUGAS PROYEK PADA MODUL SEBAGAI PENGGANTI MATERI DAN TUGAS.
KD 3.1 + 4.1
KD 3.2 + 4.2
KD 3.3 + 4.3
KD 3.4 + 4.4
KD 3.5 + 4.5
KD 3.6 + 4.6







DAFTAR REFERENSI :
Buku:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Sejarah Indonesia untuk kelas XIISMA/SMK/MA. Jakarta: Kemdikbud
Ricklefs, MC. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta
Effendy, Muhadjir. 2008. Profesionalisme Militer: Profesionalisasi TNI. Malang: UMM Press
AYani, Amelia. 2007. Achmad Yani Tumbal Revolusi. Yogyakarta: Galangpress
Badrika, I Wayan. 2006. Sejarah Nasional dan umum 3. Jakarta: Erlangga
Online:
https://www.youtube.com/watch?v=7__NmUsTgBI 28/07/2016 06.05 WIB
https://www.youtube.com/watch?v=aHisIv8jxAQ 28/07/2016 06.05 WIB
http://www.materikelas.com/2015/08/tokoh-yang-berjuang-mempertahankan.html


Ada 6 pasang KD = 6 kali Ulangan KD

Nilai Pengetahuan UKD total (memiliki botot 2), UTS (bobot 1), UAS (bobot 1)

Nilai Keterampilan Proses (bobot 1), Proyek (bobot 2), (produk bobot 1)

NRpengetahuan = (UKD total x 2)+(UTSx1)+(UASx1)/4

NRketerampilan = (Proses x1)+(Proyekx2)+(Produkx1)/4

33

media

3












PERJUANGAN MENGHADAPI ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA
A. BERBAGAI PERGOLAKAN DALAM NEGERI 1948-1965
1. PERISTIWA KONFLIK DAN PERGOLAKAN YANG BERKAITAN DENGAN IDEOLOGI
a. Pemberontakan PKI Madiun
PKI bukanlah partai baru melainkan sudah ada sejak zaman pergerakan nasional sebelum
dibekukan oleh pemerintahan Hindia Belanda akibat memberontak tahun 1926. PKI mulai dari
zaman kemerdekaan hingga 1948 masih mendukung pemerintah yang kebetulan dikuasai oleh
golongan kiri. Ketika golongan kiri mulai terlempar dari pemerintahan maka PKI menjadi partai
oposisi dan bergabung dengan FDR (Front Demokrasi Rakyat) yang didirikan oleh Amir Syarifuddin
awal Februari 1948. Kemudian September 1948 PKI dipimpin oleh Muso. Ia membawa PKI ke dalam
pemberontakan bersenjata yang dicetuskan di Madiun pada tanggal 18 September 1948.
Mengapa PKI memberontak? Alasan utamanya bersifat ideologis, yaitu memiliki cita-cita ingin
menjadikan Indonesia sebagai negara komunis. Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya
diplomasi dengan Muso, bahkan sampai mengikutsertakan tokoh kiri yaitu Tan Malaka untuk
meredam grakan ofensif Muso. Namun kondisi sudah terlanjur panas sehingga pada pertengahan
September 1948 terjadi pertempuran antara kekuatan-kekuatan bersejata yang memihak PKI dengan
TNI mulai meletus. PKI dan kelompok pendukungnya kemudian memusatkan diri di Madiun. Muso
memproklamirkan “Republik Soviyet Indonesia” pada tanggal 18 September 1948. Setelah berhasil
menguasai Madiun, para pemberontak akhirnya melakukan penyiksaan dan pembunuhan secara
besar-besaran. Pejabat pemerintah, perwira tinggi TNI dan polisi, pemimpin parta, para ulama, dan
tokoh-tokoh masyarakat banyak yang menjadi korban keganasan PKI. Hingga akhirnya kekejaman
PKI itu membuat marah rakyat Indonesia dan berniat bekerjasama dengan pemerintah untuk
menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh PKI.
Divisi Siliwangi berhasil menumpas dan memukul mundur pemberontakan pada tanggal 30
September 1948, kemudian Muso tewas tertembak, kemudian Amir Syarifudin tertangkap di hutan
Ngrambe Grobongan, daerah Purwodadi lalu dihukum mati. Akhirnya pemberontakan PKI Madiun
dapat dipadamkan meskipun banyak yang menimbulkan korban dan melemahkan kekuatan
pertahanan RI.


Foto: Musso Pemimpin pemberontakan PKI Madiun 1948 (kiri), Amir Syarifudin Ketua FDR
(kanan).

KILAS SEJARAH:
Semangat nasionalisme Indonesia dalam wujud rasa persatuan Indonesia sudah berlangsung sejak adanya
kerajaan Kutai, Sriwijaya dan Majapahit. Tapi hal itu memudar seiring dengan berjalannya waktu, usai
kemerdekaan Indonesia semakin banyak pihak yang ingin mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri,
sehingga mengancam disintegrasi bangsa antara lain: PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, ANDI AZIS, RMS, PRRI,
Permesta, G30S/PKI. Sebenarnya apa penyebab terjadinya pemberontakan tersebut? Bagaimana pula proses
terjadinya serta akibatnya bagi bangsa Indonesia? Bagaimana peran tokoh nasional dan daerah dalam
mempertahankan keutuhan NKRI?

34

media

4















b. DI/TII (Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia)
Cikal bakal pemberontakan DI/TII yang meluas di beberapa wilayah Indonesia bermula dari
sebuah gerakan di Jawa Barat yang dipimpin oleh S.M Kartosuwiryo. Dahulu dikenal sebagai salah
seorang tokoh Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Perjanjian Renville yang membuka peluang
bagi Kartosuwiryo untuk lebih mendekatkan cita-cita lamanya untuk mendirikan negara Islam. Salah
satu keputusan Perjanjian Renville adalah harus pindahnya pasukan RI dari daerah yang diklaim dan
diduduki Belanda ke daerah yang dikuasai RI. Begitu juga Divisi Siliwangi sebagai pasukan resmi RI
dipindahkan ke Jawa Tengah karena Jawa Barat dijadikan negara bagian Pasundan oleh Belanda.
Parahnya lagi laksar bersenjata Hizbullah dan Sabilillah yang telah berada di bawah pengaruh
Kartosuwiryo tidak bersedia pindah dan malah membentuk Tentara Islam Indonesia (TII).
Kekosongan kekuasaan RI di Jawa Barat segera dimanfaatkan oleh Kartosuwiryo meski awalnya dia
memimpin perjuangan melawan Belanda dalam rangka menunjang perjuangan untuk merealisasikan
cita-citanya.
Pasca membentuk Darul Islam (negara Islam) sekitar bulan Agustus 1949, muncul persoalan
yang serius yaitu Divisi Siliwangi kembali ke Jawa Barat, Kartosuwiryo tidak mau mengakui
pemerintahan RI melainkan bergabung dengan DI/TII. Hal ini sangat tegas bahwa Kartosuwiryo tidak
mengakui pemerintahan RI di Jawa Barat. Sehingga pemerintahpun bersikap tegas yaitu dengan
cara melakukan operasi militer 1959.
1. DI/ TII Aceh Darussalam
Gerombolan DI/TII juga melakukan pemeberontakan di Aceh yang
dipimpin oleh Teuku Daud Beureuh, timbul disebabkan rasa kecewa Daud
Beureuh status Aceh pada 1950 diturunkan dari daerah istimewa menjadi
karisidenan di bawah Provinsi Sumatera utara. Tanggal 21 September 1953 Daud
Beureuh menjabat sebagai gubernur militer menyatakan Aceh merupakan bagian
dari Negara Islam Indonesia langsung di bawah pimpinan Kartosuwiryo. Solusi
untuk menumpas pemberontakan DI/ TII di Aceh pasukan melakukan operasi
militer. Pada tanggal 17-21 Desember 1962 diselenggarakan Musyawarah
Kerukunan Rakyat Aceh, mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Aceh
sehingga DI/ TII mampu dipadamkan.
2. DI/ TII Jawa Barat
Pada tanggal 7 Agustus 1949 di Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat), Kartosuwiryo
memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia. Gerakannya dinamakan sebagai Darul Islam
dan memiliki tentara bernama TII (Tentara Islam Indonesia). Usaha untuk menumpas
pemberontakan DI/TII ini memerlukan waktu yang lama disebabkan oleh beberapa faktor:

1. Tragedi dan konflik sering terjadi di Indonesia. Belajar dari tragedi nasional dan konflik
internal yang dapat mengancam disintegrasi bangsa Indonesia pada materi bab ini.
a. Mengapa sering muncul gerakan separatisme dan pemberontakan di Indonesia?
b. Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah dan rakyat untuk mengatasi gerakan
separatisme?
c. Bagaimana sikap dan pendapat pribadi Anda mengenai tragedi nasional dan konflik internal
yang pernah terjadi di Indonesia?
2. Jelaskan mengapa konsep negara komunis menjadi tujuan pemberontakan Musso di
Madiun 1948!

UJI KOMPETENSI
1

Foto: Daud Beureuh

35

media

5

a. Medannya berupa daerah pegunungan sehingga sangat mendukung pasukan DI/TII untuk
bergerilya.
b. Pasukan Kartosuwiryo dapat bergerak dengan
leluasa di kalangan rakyat.
c. Pasukan DI/TII mendapat bantuan dari beberapa
orang Belanda, antara lain pemilik perkebunan dan
para pendukung negara Pasundan.
d. Suasana politik yang tidak stabil dan sikap beberapa
kalangan partai politik telah mempersulit usaha
pemilihan keamanan.
Dalam menghadapi aksi Di/TII pemerintah
mengerahkan pasukan TNI untuk menumpas
pemberontakan ini. Pada tahun 1960 pasukan Siliwangi
bersama rakyat melakukan operasi “Pagar Betis” dan
operasi “ Bharatayudha” di gunung Geber daerah
majalaya Jawa Barat. Kemudian kartosuwiryo dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Agung
sehingga pemberontakan DI/TII Jabar dapat di tumpas.

3. DI/ TII Jawa Tengah
Wilayah Jawa Tengah awal kasusnya disebabkan
adanya persetujuan Renville daerah Pekalongan-Brebes-
Tegal ditinggalkan TNI dan aparat pemerintahan. Hingga
akhirnya terjadi kekosongan di wilayah tersebut kemudian
memicu Amir Fatah dan pasukan Hizbullah yang menolak
TNI untuk mengambil alih, pada saat pasukan TNI kembali ke
wilayah tersebut setelah Belanda melakukan agresi militer II,
fakta sebenarnya TNI dan Amir Fatah telah sepakat bahkan
Amir Fatah diberikan mandat sebagai koordinator pasukan
daerah operasi Tegal dan Brebes. Namun masih sering
terjadi ketegangan antara pasukan Amir Fatah dan TNI
hingga akhirnya Amir Fatah berubah pikiran setelah utusan
Kartosuwiryo menemuinya dan mengangkat sebagai
panglima TII Jawa Tengah. Bahkan Amir terlibat dalam
peristiwa proklamasi berdirinya Negara Islam di Jawa Tengah. Usaha TNI untuk menumpas
pemberontakan menggunakan operasi kilat “Gerakan Banteng Negara” (GBN) dipimpin Letnan
Kolonel Sabrini yang kemudian digantikan Letnan Kolonel M. Bachrun dan kemudian oleh Letnan
Kolonel A. Yani. Gerakan operasi ini dilakukan oleh Pasukan “ Banteng Riders”. Sementara itu di
daerah Kebumen muncul pemberontakan bagian dari Di/TII dipimpin oleh Kyai Moh. Mahfudz
Abdurrahman yang dikenal sebagai Romo Pusat atau Kyai Sumolangu. Usaha untuk menumpas
pemberontakan ini yaitu dengan cara “ Operasi Merdeka Timur” dipimpin oleh Letkol Soeharto dan
Komandan Brigade Pragolo.
4. DI/ TII Kalimantan Selatan
Timbulnya pemberontakan di Kalimantan selatan bisa ditelusuri saat ALRI (Angkatan Laut
Republik Indonesia)Divisi IV menjadi pasukan utama Indonesia dalam menghadapi Belanda di
Kalimantan Selatan, kemudian tumbuh menjadi tentara yang sangat kuat. Namn ada permasalah
yaitu penataan ketentaraan di Kalimantan Selatan ini dilakukan oleh pemerintahan pusat di Jawa,
sehingga hal ini menyebabkan tidak sedikit orang yang merasa kecewa karena diantara mereka
harus ada yang didemobilisasi atau mendapatkan posisi yang tidak sesuai dengan keinginan mereka,
penangkapan-penangkapan terhadap mantan anggota ALRI Divisi IV terjadi, Salah satu alasannya

Foto: Kartosuwiryo menjelang dieksekusi mati

Foto Ibnu Hajar

36

media

6

adalah karena diantara mereka ada yang mencoba
menghasut mantan anggota ALRI yang lain untuk
memberontak.
Pembelot tersebut diantaranya adalah Ibnu
Hajar, memiliki watak yang keras dengan cepat dia
berhasil mengumpulkan pengikut, terutama di
kalangan anggota ALRI Divisi IV yang merasa
kecewa dengan pemerintahan. Ibnu Hajar
bergabung dengan Kartosuwiryo kemudan
dijadikan Panglima TII Kalimantan. DI/TII di
Kalimantan Selatan dipimpin oleh Ibnu Hajar, para pemberontak awalnya membuat kekacauan
dengan cara menyerang pos-pos kesatuan TNI. Solusi untuk menghadapi gerombolan pemberontak
tersebut yaitu dengan cara memberikan kesempatan untuk menyerah dan akan diterima menjadi
anggota TNI. Ibnu Hajar punmenyerah, namun setelah menyerah lalu melarikan diri dan melakukan
pemberontakan lagi, hingga selanjutnya pemerintah mengerahkan pasukan TNI untuk
menangkapnya. Kondisi akhirnya Ibnu Hajar menyerah 1963 dan berharap mendapat pengampunan
namun dari pengadilan militer menjatuhi hukuman mati.
5. DI/ TII Sulawesi Selatan
Pemberontakan DI/TII terjadi di Sulawesi
Selatan yang dipimpin oleh Kahar Muzakar. Pada
awalnya pemberontakan ini lebih disebabkan akibat
ketidakpuasan para bekas pejuang gerilya
kemerdekaan terhadap kebijakan pemerintah dalam
membentuk Tentara Republik dan demobilisasi yang
dilakukan di Sulawesi Selatan. Namun beberapa tahun
kemudian pemberontakan malah beralih dengan
bergabungnya mereka ke dalam DI/ TII Kartosuwiryo.
Tokoh Kahar Muzakar sendiri pada masa perang
kemerdekaan pernah berjuang di Jawa bahkan menjadi
komandan Komando Grup Selawesi Selatan (KGSS)
yang bermarkas di Yogyakarta. Setelah pengakuan
kedaulatan 1949 ia lalu ditugaskan ke daerah asalnya untuk membantu menyelesaikan persoalan
tentang KGSS. KGSS dibentuk sewaktu perang kemerdekaan dan berkekuatan 16 batalyon atau
satu divisi. Pemerintah ingin agar kesatuan ini dibubarkan lebih dahulu untuk kemudian dilakukan re-
organisasi tentara kembali. Kahar Muzakar diangkat oleh Panglima Tentara Indonesia Timur menjadi
koordinator KGSS agar mudah menyelesaikan persoalan. Namun Kahar Muzakar malah menuntut
pada Panglima agar KGSS bukan dibubarkan melainkan minta kepada seluruh Panglima KGSS
dijadikan tentara dengan nama Brigade Hasanuddin. Tuntutan ditolak karena pemerintah memiliki
kebijakan hanya akan menerima anggota KGSS yang memenuhi syarat sebagai tentara dan lulus
seleksi.
Kahar Muzakar melakukan pemberontakan dan menyatakan diri sebagai bagian Negara Islam
Indonesia pada tahun 7 Agustus 1953. Solusi untuk menumpas pemberontakan yang dilakukan oleh
kahar Muzakar yaitu dengan cara operasi milter, pada bulan Februari 1965 Kahar Muzakar berhasil
ditangkap dan ditembak mati.




1. Apa yang melatarbelakangi munculnya gerakan DI/TII Jawa Barat?
2. Apa pendapatmu mengenai pemberontakan yang dilakukan DI/TII ini benar atau salah?
Jika benar berikan alasannya jika salah jangan lupa bubuhi alasannya juga?
3. Jelaskan perbedaan latar belakang terjadinya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat
dengan DI/TII di Aceh!

Foto: Kahar Muzakar

UJI KOMPETENSI 2

37

media

7






c. Siapa Dalang G30S/PKI? Berikut ada 6 Teori mengenai peristiwa Kudeta G30S/PKI tahun
1965
1. G30S merupakan persoalan internal Angkatan Darat (AD)
Teori ini dikemukan Ben Anderson, W.F Weterheim, dan Coen Hostapel bahwa peristiwa
yang timbul akibat adanya persoalan dalam tubuh AD sendiri. Dengan dasar pada pernyataan
pemimpin Gerakan Letkol Untung menyatakan bahwa para pemimpin AD hidup bermewah-
mewahan dan memperkaya diri hingga mencemarkan nama baik AD. Pendapat seperti ini
sebenarnya berlawanan dengan kenyataan yang ada. Jenderal Nasution misalnya, Panglima
Bersenjata ini justru hidupnya sederhana.
2. Dalang G30S/PKI adalah Dinas Intelejen Amerika Serikat (CIA)
Teori ini dikemukakan oleh Peter Dale Scott atau Geoffrey Robinson, menurut teori ini AS
khawatir Indonesia jatuh ke tangan komunis. PKI saat itu memang sangat kuat pengaruhnya di
Indonesia. Kemudian CIA bekerjasama dengan suatu kelompok dalam tubuh AD untuk
memprovokasi PKI agar melakukan gerakan kudeta. Setelah itu, ganti PKI yang dihancurkan.
Tujuan akhir skenario CIA ini adalah menjatuhkan kekuasaan Soekarno.
3. G30S/PKI merupakan pertemuan antara kepentingan Inggris-AS.
Menurut teori G30S adalah titik temu antara keinginan Inggris yang ingin sikap konfrontatif
Soekarno terhadap Malaysia bisa diakhiri melalui penggulingan kekuasaan Soekarno, dengan
keinginan AS agar Indonesia terbebas dari Komunis. Soekarno memang tengah gencar
menyerang Malaysia yang dikatakannya sebagai negara boneka Inggris. Teori ini dikemukakan
oleh Greg Poulgrain.
4. Soekarno adalah dalang Gerakan 30S/PKI
Teori ini dikemukakan oleh Anthony Dake dan John Hughes menyatakan bahwa Soekarno
berkeinginan melenyapkan kekuatan oposisi terhadap dirinya, yang berasal dari sebagian
perwira tinggi AD. Karena PKI dekat dengan Soekarno, partai ini terseret. Dasar teori ini yaitu
kesaksian Shri Biju Patnaik pilot asal India yang menjadi sahabat banyak Pejabat Indonesia sejak
masa revolusi. Kemudian mengatakan bahwa 30 September 1965 tengah malam Seokarno
memintanya untuk meninggalkan Jakarta sebelum subuh. Menurut Patnaik Soekarno
berkata:”sesudah itu saya akan menutup lapangan terbang” Di sini Soekarno seakan tahu bahwa
akan ada “peristiwa besar” esok harinya. Namun teori ini dilemahkan antara lain dengan tindakan
Soekarno yang ternyata kemudian menolak mendukung G30S/PKI. Bahkan pada 6 Oktober 1965
dalam sidang Kabinet Dwikora Soekarno mengutuk peristiwa tersebut.
5. Tidak ada pemeran tunggal dan skenario besar dalam peristiwa G30S/PKI (teori chaos).
Teori ini dikemukakan oleh John D. Legge yang menyatakan bahwa tidak ada dalang tunggal
dan tidak ada skenario besar dalam G30S/PKI. Kejadian ini hanya merupakan hasil dari
perpaduan antara, seperti yang disebut Soekarno: “unsur-unsur Nekolim (negara Barat),
pimpinan PKI yang keblinger serta oknum ABRI yang tidak benar”. Semua pecah dalam
improvisasi di lapangan.
6. Dalang G30S/PKI adalah PKI
Teori ini membahas bahwa tokoh PKI adalah penanggungjawab peristiwa kudeta, dengan
cara, memperalat unsur-unsur tentara. Dasarnya adalah serangkaian kejadian dan aksi yang
telah dilancarkan PKI antara tahun 1959-1965. Dasar lainnya adalah bahwa setelah G30S
beberapa perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri CC PKI
sempat terjadi di Blitar Selatan, Grobongan dan Klaten. Teori yang dikemukakan antara lain oleh

38

media

8

Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh ini merupakan teori yang paling umum didengar
mengenai kudeta tanggal 30 September 1965.
Namun terlepas dari teori mana yang benar mengenai peristiwa G30S, yang pasti sejak
Demokrasi Terpimpin secara resmi dimulai pada tahun 1959, Indonesia memang diwarnai dengan
figur Soekarno yang menampilkan dirinya sebagai penguasa tunggal di Indonesia. Dia juga menjadi
kekuatan penengah diantara dua kelompok politik besar yang saling bersaing dan terkurung dalam
pertentangan yang tidak terddamaikan saat itu : AD dengan PKI.
A. Latar belakang Munculnya G30S/PKI 1965
Sejak terpilih menjadi Ketua PKI 1951, Dipa Nusantara Aidit dengan cepat membangun
kembali PKI yang porak-poranda akibat kegagalan pemberontakan tahun 1948. Berikut latar
belakang adanya peristiwa G30S/PKI:
1. PKI pernah melakukan pemberontakan di Madiun 1948 namun gagal. Sejak tahun 1950 PKI
muncul lagi dan ikut dalam kehidupan partai politik.
2. DN Aidit dengan cepat membangun PKI, sehingga pada Pemilu 1955 PKI menjadi salah satu
partai tersebesar di Indonesia.
3. Kondisi sosial politik RI pada masa Demokrasi Terpimpin memberi peluang kepada PKI untuk
memperkuat pengaruhnya. Adanya pemberlakuan doktrin Nasakom turut mempertinggi
kedudukan PKI dalam pencaturan politik yang hanya diimbangi oleh Angkatan Darat.
4. Pengaruh PKI ternyata berkembang juga di kalangan seniman, wartawan, guru, mahasiswa,
dosen, dan kaum intelektual.
B. Pemberontakan G30S/PKI 1965
Dalam usaha menyusun kekuatan dan merebut kekuasaan, PKI melakuan serangkaian
kegiatan sebagai berikut:
1. Membentuk Biro Khusus di bawah pimpinan Syam Kamaruzaman. Tugas Biro khusus adalah
merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan. Disamping itu juga melakukan infiltrasi ke
dalam tubuh ABRI, organisasi politik dan organisasi massa.
2. Menuntut dibentuknya Angkatan ke-5 yang terdiri atas buruh tani yang dipersenjatai.
3. Melakukan sabotase, aksi sepihak, dan aksi teror.
4. Melakukan aksi fitnah terhadap ABRI, khususnya TNI AD yang dianggap dan dinilai sebagai
penghambat pelaksanaan programnya, yakni dengan melancarkan isu Dewan Jenderal.
5. Melakukan latihan kemiliteran di Lubang Buaya, Pondok Gede Jakarta.
Secara fisik militer G30S/PKI 1965 dipimpin oleh Letkol Untung, Komandan Batalyon I
Resimen. Gerakan ini dimulai dini hari tanggal 1 Oktober 1965. Adapun beberapa tindakan yang
dilakukan gerakan ini adalah sebagai berikut.
1. Menculik para jenderal pimpinan TNI untuk melumpuhkan kekuatan ABRI.
2. Menduduki gedung DPR.
3. Memperkuat basis pertahanan PKI di Lubang Buaya yang terletak di dekat markas besar TNI AU.
4. Membentuk Dewan Revolusi yang akan menggantikan pemerintahan sipil.
5. Mendemisionerkan kabinet Dwikora dan membentuk pemerintahan berdasarkan Nasakom.
G30S/PKI 1965 didahului dengan penculikan enam orang perwira tinggi dan seorang perwira
pertama AD antara lain:
a. MenPangAD Ahmad Yani
b. Mayjen S. Parman
c. Mayjen R. Suprapto
d. Mayjen M.T Haryono,
e. Brigjend DI Panjaitan
f. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo
g. Kapten Piere Tendean
h. Kolonel Katamso

39

media

9

i. Letkol Sugiyono
C. Penumpasan G30S/PKI 1965
Setelah memperoleh gambaran jelas dan keyakinan bahwa G30S/PKI merupakan gerakan
PKI, Mayjen Soeharto selaku Pangkostrad menyusun rencana untuk menumpas gerakan
pengkhianatan tersebut.
Langkah-langkah penumpasan G30S/PKI 1965 meliputi:
1. Merebut RRI dan kantor Telkom dipimpin Sarwo Edhi Wibowo.
2. Mengadakan operasi penumpasan di basis G30S/PKI di Lanud Halim Perdana Kusuma.
3. Menemukan jenazah para jenderal korban G30S/PKI.

2. PERISTIWA KONFLIK DAN PERGOLAKAN YANG BERKAITAN DENGAN KEPENTINGAN
a. APRA
Pemberontakan APRA yang didalangi oleh Sultan Hamid II dan dipimpin oleh Kapten
Raymond Westerling didahului dengan pengajuan Ultimatum kepada pemerintah, RIS dan Negara
Pasundan yang isinya menuntut agar APRA diakui sebagai Tentara Pasundan dan menolak
dibubarkannya Negara Pasundan. Ultimatum ini tidak dianggap oleh pemerintah, maka pada 23
Januari 1950, APRA melancarkan serangan terhadap Kota Bandung. Setiap anggota TNI yang
mereka temui, baik bersenjata maupun tidak, ditembak mati di tempat.
Untuk menumpas pemberontakan APRA, pemerintah menempuh dua cara berikut.
1) Tekanan terhadap tentara Belanda, yaitu dengan mendesak Mayor Jenderal Engels agar
melarang operasi pasukannya meninggalkan markas dan memaksa APRA meninggalkan Kota
Bandung.
2) Operasi Militer, yaitu melakukan penangkapan dan pembersihan terhadap anggota APRA serta
politisi negara Pasundan yang terlibat.
Pada pertempuran di Becet tanggal 24 Januari 1950, pasukan TNI dapat menghancurkan
gerakan APRA. Sultan Hamid II dapat ditangkap, namun Kapten Westerling berhasil meloloskan
diri.
b. ANDI AZIS
Republik Indonesia Serikat mengalami goncangan ketika Kapten Andi Azis, seorang
Komandan Kompi APRIS bekas KNIL memberontak di Makassar. Mereka menolak kedatangan
pasukan TNI ke Sulawesi Selatan. Untuk menjaga keamanan itulah maka didatangkan satu batalyon
TNI di bawah pimpinan Mayor HV Worang. Berita kedatangan pasukan ini menimbulkan rasa tidak
puas di kalangan pasukan pimpinan Kapten Andi Azis melakukan gerakan 1950, pasukan yang terdiri
dari kesatuan-kesatuan bekas KNIL pimpinan Andi Azis melakukan gerakan dengan menduduki
lapangan terbang dan kantor telekomunikasi, menyerang pos-pos militer, dan menawan Pejabat
Panglima Tentara Teritorium Indonesia Timur, Letnan Kolonel A. Y. Mokoginta. Adapun faktor-faktor
yang menyebabkan pemberontakan Andi Azis meliputi:
a. Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara
Indoensia Timur.
b. Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI.
c. Mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.
Untuk menanggulangi pemberontakan Andi Azis, pemerintah Indonesia mengeluarkan
ultimatum pada tanggal 8 April 1950. Isi ultimatum tersebut memerintahkan kepada Andi Azis agar
melaporkan diri serta mempertanggungjawabkan perbuatannya ke Jakarta dalam tempo 4 x 25 jam.
Andi Azis juga diperintahkan untuk menarik pasukannya, menyerahkan semua senjata, dan
membebaskan tawanan. Setelah batas waktu ultimatum tidak dipenuhi, pemerintah mengirimkan
pasukan ekspedisi di bawah pimpinan kolonel Alex Kawilarang. Pada tanggal 26 April 1950, seluruh
pasukan mendarat di Makassar dan terjadilah pertempuran.

40

media

10

Pada 5 Agustus 1950, tiba-tiba di Markas Staf Brigade 10/Garuda Makassar dikepung oleh
pengikut Andi Azis, namun berhasil dipukul mundur pihak TNI. Peristiwa dikenal dengan Peristiwa 5
Agustus 1950. Setelah pertempuran usai selama dua hari, pasukan yang mendukung gerakan Andi
Azis, yakni KNIL/KL minta berunding. Pada tanggal 8 Agustus 1950 terjadi kesepakatan antara
kolonel Alex Kawilarang dengan Mayor Jenderal Scheffelaar (KNIL/KL). Isi kesepakatan tersebut
adalah penghentian tembak menembak, KNIL/KL harus meninggalkan Makassar dan meninggalkan
semua senjatanya. Andi Azis dapat di tangkap dan diadili di Pengadilan Militer Yogyakarta pada
tahun 1953 dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.
c. RMS (Republik Maluku Selatan)
Pemberontakan RMS dipimpin oleh Dr. CRS. Soumokil (mantan jaksa agung NIT). Soumokil
awalnya sudah terlibat dalam pemberontakan Andi Azis tapi dia dapat melarikan diri ke Maluku.
Soumokil juga dapat memindahkan pasukan KNIL dan pasukan Baret Hijau dari Makassar ke
Ambon. Pada tanggal 25 April 1950, Republik Maluku Selatan diproklamasikan. Soumokil tidak
menyetujui terbentuknya NKRI dan tidak menyetujui penggabungan daerah-daerah Negara Indonesia
Timur ke dalam wilayah kekuasaan RI. Soumokil berusaha melepaskan wilayah Maluku Tengah dan
NIT yang merupakan bagian dari RIS (Republik Indonesia Serikat).
Dalam upaya penumpasan, pemerintah berusaha mengatasi masalah ini dengan cara
berdamai. Cara yang dilakukan oleh pemerintah yaitu mengirim misi perdamaian yang dipimpin oleh
seorang tokoh asli Maluku, Dr. Leimena. Namun misi yang diajukan tersebut di tolak oleh Soumokil.
Selanjutnya misi perdamaian dikirim oleh pemerintah terdiri dari pendeta, politikus, dokter,
wartawanpun tidak dapat bertemu langsung dengan pengikut Soumokil.
Karena upaya perdamaian yang diajukan oleh pemerintah tidak berhasil, akhirnya pemerintah
melakukan operasi militer untuk membersihkan gerakan RMS dengan mengerahkan pasukan operasi
Militer Indonesia Timur dipimpin langsung oleh AE Kawilarang, yang menjabat sebagai Panglima
Tentara dan Teritorium Indonesia Timur. Setelah pemerintah membentuk sebuah operasi militer,
penumpasan pemberontakan RMS pun akhirnya dilakukkan tanggal 14 Juli 1950.
Pada awal November 1950 kota Ambon dapat dikuasai, namun dalam perebutan Benteng
Nieuw Victoria, Letnan Kolonel Slamet Riyadi gugur. Pada tangal 12 Desember 1963, Soumokil baru
dapat ditangkap dan kemudan dihadapkan pada Mahkamah Militer Luar Biasa di Jakarta dan di jatuhi
hukuman mati.


















1. Tulislah pendapatmu tentang dampak langsung dari terjadinya APRA!
2. Jelaskan mengapa sebagian pasukan KNIL tidak mau bergabung ke dalam APRIS
(Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) sesuai dengan keputusan yang diambil
dalam perundingan KMB!
3. Tuliskan pendapatmu mengenai persamaan dan perbedaan antara latar belakang
terjadinya aneka pemberontakan pada periode 1948-1965, dengan beberapa konflik
pusat daerah pada masa sekarang!
4. Tuliskan (5) hikmah yang bisa diambil dari pergolakan yang pernah terjadi di Indonesia
pada periode 1948-1965!
5. Analisislah terjadinya peristiwa G30S/PKI 1965, menurut pendapat kalian kira-kira
siapakah dalang peristiwa besar itu yang sebenarnya? Sertai penjelasan Anda dengan
salah satu teori dalang dibalik peristiwa G30S/PKI atau Anda memiliki teori tersendiri
cantumkan referensinya.

UJI KOMPETENSI 3

41

media

11


3. PERISTIWA KONFLIK DAN PERGOLAKAN YANG BERKAITAN DENGAN SISTEM
PEMERINTAHAN
a. PRRI/PERMESTA
Pemberontakan PRRI/ Permesta berhubungan satu sama lain. Pemberontakan PRRI dan
Permesta terjadi di tengah-tengah situasi politik yang sedang bergolak, pemerintah yang tidak stabil,
masalah korupsi, dan perdebatan-perdebatan dalam konstituante. Penyebab langsung terjadinya
pemberontakan adalah pertengahan antara pemerintah pusat dan beberapa daerah mengenai
otonomi serta perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Semakin lama pertentangan itu
semakin meruncing. Sikap tidak puas tersebut didukung oleh sejumlah panglima angkatan
bersenjata. Pada tanggal 9 Januari 1958 diadkan suatu pertemuan di Sungai Dareh, Sumatera barat.
Pertemuan itu dihadiri tokoh-tokoh militer dan sipil.
Keesokan harinya pada tanggal 10 Februari 1958 diadakan rapat raksasa di Padang. Letkol
Achmad Husein dalam pidatonya di rapat raksasa itu memberi ultimatum kepada Pemerintah Pusat.
Ultimatum tersebut menuntut hal-hal berikut:
1. Dalam waktu 5 x 24 jam kabinet Djuanda menyerahkan mandat kepada Presiden atau presiden
mencabut mandat Kabinet Juanda.
2. Presiden menugaskan Drs. Moh. Hatta dan Sultan Hangkubuwono IX untuk membentuk Zaken
kabinet.
3. Meminta kepada Presiden supaya kembali kepada kedudukannya sebagai presiden
Konstitusional.
Sidang Dewan Menteri pada tanggal 11 Februari 1958 mengambil keputusan untuk menolak
ultimatum tersebut dan memecat dengan tidak hormat Letkol Achmad Husein, kol Zulkifli Lubis, Kol
Dachlan Djambek, dan Kol Simbolon. Komando Daerah Militer Sumatera Tengah kemudian
dibekukan dan ditempatkan langsung di bawah KSAD.
Pemberontakan tersebut mencapai puncaknya ketika pada tanggal 15 Februari 1958 Achmad
Husein mengumumkan berdirinya “ Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia” berikut
pemberntukan kabinetnya dengan Sjafruddin Prawiranegara sebagai Perdana Menteri. Proklamasi
PRRI mendapat sambutan dari rakyat Indonesia Timur. Tanggal 17 Februari 1958 LetKol DJ Somba
Komandan Daerah militer Sulawesi Utara dan tengah, menyatakan diri putus hubungan dengan
Pemerintah Pusat dan mendukung PRRI. Gerakan di Sulawesi ini dikenal dengan nama Permesta di
Indonesia bagian Timur, pemerintah memutuskan untuk tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut
dan segera menyelesaikan dengan kekuatan senjata.
Untuk mengatasi gerakan ini TNI melancarkan operasi gabungan AD, AL, AU yang disebut
sebagai Operasi 17 Agustus dipimpin oleh Kol Ahmad Yani. Di Sumatera Utara, Operasi Sapta
Marga dilaksanakan di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Jatikusumo. Di Sumatera Selatan, Operasi
Sadar dipimpin Brigadir Jendral Jatikusumo. Di Sumatera Selatan, Operasi Sadar dipimpin Letnan
Kolonel Dr. Ibnu Sutowo. Operasi militer ini bertujuan menghancurkan kekuatan pemberontakan dan
mencegah campur tangan asing. Secara berangsur-angsur wilayah pemberontak dapat dikuasai.
Pada tanggal 29 Mei 1958, Achmad Husein dan pasukannya resmi menyerah. Penyerahan diri itu
disusul para tokoh PRRI lainnya.
b. BFO (Bijenkomnt Federal Overleg)
Para tokoh militer di Sulawesi mendukung PRRI di Sumatera. Pada tanggal 17 Februari 1958,
Letkol D.J Somba (Komandan Daerah Militer Sulawesi Utara dan Tengah) memutuskan hubungan
dengan pemerintah pusat dan mendukung PRRI. Para tokoh militer di Sulawesi memproklamasikan
Piagam Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta). Pelopor Permesta menguasai daerah Sulawesi
Tengah dan Sulawesi Selatan.
Untuk menghancurkan gerakan ini pemerintah membentuk Komando Operasi Merdeka. Misi
ini dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendraningrat. Pada bulan April 1958, Operasi Merdeka segera

42

media

12

dilancarkan ke Sulawesi Utara. Ternyata dalam pemberontakannya, Permesta mendapat bantuan
dari pihak asing. Hal ini terbukti saat ditembak jatuhnya sebuah pesawat pada tanggal 18 Mei 1958 di
atas Ambon. Ternyata pesawat itu dikemudian AL. Pope seorang warga negara Amerika Serikat. Di
bulan Agustus 1958, pemberontak Permesta dapat dilumpuhkan walaupun sisa masih ada sampai
1961.
TOKOH PAHLAWAN NASIONAL DAN DAERAH YANG BERJASA MEMPERTAHANKAN
KEUTUHAN NKRI DI ERA 1948-1965
1. JENDERAL GATOT SOEBROTO
2. JENDERAL BESAR TNI ABDUL HARIS NASUTION
3. LETKOL SLAMET RIYADI
4. MAYOR JENDERAL SUPRAPTO
5. MAYOR JENDERAL M.T HARYONO
6. BRIGJEN DI PANJAITAN
7. YOS SUDARSO
8. MAYOR JENDERAL SISWONDO PARMAN
9. MENPANGAD AHMAD YANI
10. LETTU PIERE TENDEAN
11. FRANS KASIEPO
12. SILAS PAPARE
13. MARTHEN INDEY
14. SULTAN HAMENGKUBUWONO IX



























43

media

13

ATURAN MENGERJAKANNYA buatlah paper dengan tema di bawah ini beserta
ketentuannya:
TKJ:
a. Tema No 1 dikerjakan no absen 1-5
b. Tema No 2 dikerjakan no absen 6-10
c. Tema No 3 dikerjakan no absen 11-15
d. Tema No 4 dikerjakan no absen 16-20
e. Tema No 5 dikerjakan no absen 21-25
f.Tema No 6 dikerjakan no absen 26-30
g. Tema No 7 dikerjakan no absen 31-35
h. Tema No 8 dikerjakan no absen 36-40
RPL:
a. Tema No 1 dikerjakan no absen 40-36
b. Tema No 2 dikerjakan no absen 31-35
c. Tema No 3 dikerjakan no absen 26-30
d. Tema No 4 dikerjakan no absen 21-25
e. Tema No 5 dikerjakan no absen 16-20
f.Tema No 6 dikerjakan no absen 11-15
g. Tema No 7 dikerjakan no absen 6-10
h. Tema No 8 dikerjakan no absen 1-5
TEMA PAPER:
1. Pemberontakan PKI Madiun 1948.
2. Pemberontakan DI/TII 1949.
3. Pemberontakan G30S/PKI 1965.
4. Pemberontakan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)
5. Pemberontakan Andi Azis.
6. Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)
7. Pemberontakan PRRI dan Permesta
8. Persoalan Negara Federal dan BFO (Bijeenkomst Federal Overleg)
9. Mendeskripsikan salah satu tokoh pahlawan nasional dan daerah
yang berjuang mempertahankan NKRI dalam bentuk tulisan. (masing-
masing siswa wajib membuat deskripsi 1 tokoh disisipkan di halaman
paper.
FORMAT PAPER:
BAB I Pendahuluan
BAB II Isi
BAB III Penutup
Kesimpulan
Saran
Daftar Rujukan
Paper diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman 12 spasi
1,5 kertas A4 maksimal 15 lembar.

Project Based Learning
PAPER SEJARAH

44

media

14

A.PETUNJUK PENGERJAAN
Join classroom dengan kode berikut:
XII RPL 1:
XII RPL 2:
XII RPL 3:
XII RPL 4:
XII RPL 5:
XII RPL 6:
XII TKJ 1:
XII TKJ 2:
XII TKJ 3:
XII TKJ 4:
XII TKJ 5:
Untuk Soal Uji Kompetensi ditulis tangan di foto
kemudian dijadikan satu di halaman terakhir
PAPER dikerjakan dengan diketikdan disimpan
dalam bentuk pdf.
Dengan format filename:
No Absen_kelas_nama_Judul Paper_tanggal
pengiriman
B.Dikumpulkan Terakhir tanggal 16 Agustus 2017
Pukul 23:59 WIB

media

Replace this with your body text.

​Duplicate this text as many times as you would like.

Replace this with a header

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 44

SLIDE