Search Header Logo
MOTOR LITRIK

MOTOR LITRIK

Assessment

Presentation

Other

11th Grade

Hard

Created by

I Budiartha

FREE Resource

18 Slides • 0 Questions

1

Komponen dan Simbol Pengendali Motor Listrik

DRS. I WAYAN BUDIARTHA

2

media

3

media

a. Pengaman instalasi listrik biasanya kita gunakan yaitu MCB

b. Penggunaan listrik harus selalu dipasang pada setiap panel, biasanya digunakan MCB (Miniatur Circuit Breaker)

MCB ini untuk memproteksi

rangkaian dari arus lebih yang
disebabkan terjadinya beban lebih
dan arus lebih karena hubungan
pendek.

Berdasarkan IEC 898-95 terdapat

tiga macam karakteristik MCB,
yaitu:

Tipe B : sebagai pengaman kabel

atau penghantar terutama untuk
perumahan

Tipe C : sebagai pengaman kabel

atau penghantar terutama sangat
menguntungkan bila inrush tinggi
misal lampu mercurry dan motor.

Tipe D : untuk penerapan yang

menyangkut menimbulka pulsa
cukup besar, misal transformator,
katup selenoid, kapasitor.

4

media

5

media

adalah sebuah komponen pengaman beban lebih dengan tujuan menjaga dan

melindungi motor listrik dari gangguan beban lebih yang dapat mengakibatkan
kerusakan pada motor listrik.

Prinsipnya : jika arus yang melalui penghantar yang menuju motor listrik

melebihi kapasitas atau setting TOR/TOL, maka TOR/TOL drop atau terputus,
sehingga rangkaian yang menuju motor listrik terputus.

Beberapa penyebab terjadinya beban lebih antara lain :

Arus start yang terlalu besar

Beban mekanik motor terlalu besar

Motor berhenti secara mendadak

Terbukanya salah satu fasa dari saluran motor 3 fasa

Terjadinya hubung singkat

6

media

TOR dipasang secara seri dengan

kontak
utama kontaktor magnit. Pada
gambar bimetal dialiri arus utama.
Jika terjadi arus lebih, maka bimetal
akan membengkok dan secara
mekanis akan mendorong kontak
bantu NC 95- 96. Oleh karena dalam
prakteknya kontak bantu NC 95-96
disambung seri pada rangkaian koil
kontaktor magnit, maka jika NC
lepas, koil kontaktor tidak ada arus,
kontaktor magnit tidak aktif dan
memutuskan kontak utama.

7

media

8

media

Kontaktor merupakan saklar daya yang

bekerja

berdasarkan

kemagnitan.

Bila

koil

(kumparan

magnit)

dialiri

arus

listrik,

maka

inti

magnit

menjadi

jangkar,

sekaligus

menarik

kontak-

kontak yang bergerak, sehingga kontak
NO (normally open) menjadi sambung,
dan kontak NC (normally close) menjadi
lepas.

Gambar di samping

adalah kontaktor

magnit arus bolakbalik, pada inti magnit
dipasang cincin hubung singkat dengan
tujuan

agar

jangkar

saat

ditarik

inti

magnit

tidak

bergetar

yang

menimbulkan

bunyi

dengung

(karena

pada arus bolak-balik frekuensi 50 Hz,
berarti

dalam

1

detik

inti

magnit

menarik dan mele-pas jangkar sebanyak
50

periode,

sehingga

menimbulkan

getaran).

9

media

Simbol

koil

konduktor

magnit

seperti pada gambar di samping
dengan terminal kumparan A1 dan
A2

yang

disambungkan

pada

rangkaian

kontrol.

Sedangkan

pada bagian sebelah kanan adalah
kontak-kontak sebagai saklar daya
yang berfungsi untuk mengalirkan
arus

beban

yang

relatif

besar.

Terminal

1,

3,

dan

5

disambungkan ke sumber jaringan
3 fasa dan terminal 2, 4, dan 6
disambungkan ke beban (motor)

10

media

11

media

12

media

Tombol tekan disebut juga saklar

tekan atau Push botton. Bekerja
pada

saat

tombol

ditekan

akan

merubah

kontak

NO

menjadi

terhubung/tertutup

dan

NC

menjadi

terputus/terbuka.

Berdasarkan

jenis

kontaknya

terdiri

dari:

Single

kontak

dan

Double kontak.

13

media

Timer adalah saklar penunda

waktu yang digunakan sebagai
alat bantu sistim pengendali.
Berdasarkan sifat saklarnya, timer
ini terbagi menjadi dua
yaitu: timer on delay berfungsi
untuk menunda waktu ON saklar.
Timer off delay berfungsi untuk
menunda waktu OFF saklar .

14

media

Terminal Nomor 2-7 ke sumber tegangan,
Kontak NO nomor 1-3 dan 6-8 dan kontak
NC nomor 1-4 dan 5-8 seperti dibawah
ini.

15

media

Untuk memenuhi diskripsi kerja dari

suatu rangkaian terprogram (misal untuk
mengendalikan beberapa motor dengan
waktu kerja yang berbeda / berurutan),
maka diperlukan alat penunda waktu
kerja kontak (timer) yang bekerja sama
dengan kontaktor magnit.
Dari gambar di samping dari atas
ke bawah berturut-turut adalah :
kontaktor magnit dengan waktu tunda

Hidup (on delay)

kontaktor magnit dengan waktu tunda mati

(off delay)

kontaktor magnit dengan waktu tunda

kombinasi hidup-mati

kontaktor magnit dengan waktu tunda

hidup-mati kontinyu

16

media

Lampu tanda/indikator berfungsi

untuk memberi tanda bagi
operator bahwa panel dalam
keadaan kerja/bertegangan atau
tidak. Warna merah sebagai tanda
panel dalam keadaan kerja, maka
harus hati-hati.

Sedangkan warna hijau bahwa

panel dalam keadaan ON arus
mengalir kerangkaian beban
listrik. Lampu indikator ini juga
berfungsi sebagai tanda tegangan
kerja 3 fase, dengan warna lampu
merah, kuning, hijau.

Simbol lampu indikator

Gambar lampu indikator

17

media

Dalam

sistem

pengendali

elektromagnetik

ada

dua

diagram

gambar

yang

sering

digunakan,

yaitu diagram kontrol dan diagram daya. Yang
termasuk diagram kontrol antara lain :

Pengaman arus kontaktor magnit : sekering /

MCB (kecil).

Tombol tekan stop.

Tombol tekan start : tombol kunci start, dll.

Koil konduktor magnit.

Kontak-kontak bantu kontaktor magnit NO,

NC.

Kontak-kontak bantu timer NO, NC.

Kontak-kontak bantu TOR.

Lampu tanda.

Arus yang mengalir pada rangkaian ini relatif

kecil, karena beban listrik pada rangkaian ini
adalah koil kontaktor magnit saja. Sedangkan
yang termasuk diagram daya antara lain :

Pengaman arus beban : sekering / MCB.

Kontak-kontak utama kontaktor magnit.

Kontak-kontak pengaman arus lebih (TOR).

Terminal-terminal transformator.

Terminal-terminal resistor.

Terminal-terminal induktor.

Terminal-terminal kapasitor kompensasi.

Terminal-terminal belitan motor / beban

lainnya

18

media

Komponen dan Simbol Pengendali Motor Listrik

DRS. I WAYAN BUDIARTHA

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 18

SLIDE