

Belum Berjudul
Presentation
•
Religious Studies
•
10th Grade
•
Hard
Hudjatul Bariyah
FREE Resource
13 Slides • 0 Questions
1
“ Menganalisis makna Syu’abul Iman (cabang-cabang iman) pengertian, dalil, macam dan manfaatnya”
MANISNYA IMAN SANG PANGLIMA
Al kisah, dalam peristiwa pembebasan Negeri Syam, tersebutlah seorang panglima perang yang bernama Abdullah bin Hudzafah RA. Misi penting yang harus diemban olehnya adalah memerangi penduduk Kaisariah, sebuah kota benteng pertahanan di Palestina, tepatnya di tepi Laut Tengah. Namun sayangnya dalam misi ini Abdullah bin Hudzafah mengalami kegagalan, sehingga kalah dalam peperangan, kemudian tertangkap dan dijadikan tawanan perang oleh tentara Romawi.
Abdullah bin Hudzafah lalu dihadapkan kepada Heraklius, sang kaisar Romawi yang menjabat waktu itu. Heraklius ingin menguji seberapa kuat kepercayaan dan keyakinan sang panglima perang, dengan memberikan bujuk rayu dan tawaran agar ia melepaskan akidah dan keimanannya terhadap Allah Swt.
2
“ Menganalisis makna Syu’abul Iman (cabang-cabang iman) pengertian, dalil, macam dan manfaatnya”
Heraklius berkata kepada Abdullah bin Hudzafah “masuklah ke dalam agama Nasrani, maka engkau akan memperoleh harta yang engkau inginkan”.Namun dengan tegas Abdullah bin Hudzafah menolak tawaran tersebut. Kemudian Heraklius memberikan penawaran yang kedua “masuklah engkau ke dalam agama Nasrani, maka aku akan menikahkah putriku denganmu”. Dan dengan hati yang teguh Abdullah bin Hudzafah pun kembali menolak. Heraklius kembali memberikan penawaran yang ketiga dengan tawaran yang lebih menggiurkan “masuklah ke dalam agama Nasrani, maka aku akan memberimu jabatan penting di negeri ini”. Tetap dengan pendiriannya Abdullah bin Hudzafah menolak tawaran kembali tawaran kaisar Heraklius.
3
“ Menganalisis makna Syu’abul Iman (cabang-cabang iman) pengertian, dalil, macam dan manfaatnya”
Nampaknya Heraklius menyadari bahwa ia sedang berhadapan dengan bukan sembarang orang. Maka ia pun memberikan penawaran keempat “masuklah ke dalam agama Nasrani, maka aku akan memberikan separuh kerajaanku dan separuh hartaku”. Dan pada tawaran keempat ini Abdullah bin Hudzafah pun memberikan jawaban yang telak “meskipun engkau memberikan semua harta yang engkau miliki dan semua harta orang Arab, aku tidak akan pernah meninggalkan agama yang diajarkan oleh Muhammad Saw.”
4
“ Menganalisis makna Syu’abul Iman (cabang-cabang iman) pengertian, dalil, macam dan manfaatnya”
Akhirnya Heraklius pun menyerah dan mengakui kekalahannya terhadap Abdullah bin Hudzafah. Lantas ia pun memberikan penawaran terakhir sebagai bentuk kekalahannya. Demi menjaga martabatnya Heraklius berkata “Abdullah, maukah engkau mengecup kepalaku? Aku akan melepaskan dan membebaskanmu”. Abdullah bin Hudzafah pun menyetujui, dengan syarat Heraklius membebaskan 300 tawanan perang yang lain yang ditahan bersamanya.
Mendengar hal tersebut, lantas Heraklius pun berdiri dan mengecup kepala Abdullah bin Hudzafah, sehingga shahabat-shababat yang lain pun mengikutinya.
5
Definisi Iman
Iman berasal dari bahasa Arab dari kata dasar amana - yu’minu - imanan, yang berarti beriman atau percaya. Adapun definisi iman menurut bahasa berarti kepercayaan, keyakinan, ketetapan atau keteguhan hati. Imam Syafi’i dalam sebuah kitab yang berjudul “al-‘Umm” mengatakan, sesungguhnya yang disebut dengan iman adalah suatu ucapan, suatu perbuatan dan suatu niat, di mana tidak sempurna salah satunya jika tidak bersamaan dengan yang lain.
Pilar-pilar keimanan tersebut terdiri dari enam perkara yang dikenal dengan rukun iman yang wajib dimiliki oleh setiap muslim. Beriman tanpa mempercayai salah satu dari enam rukun iman tersebut maka gugurlah keimanannya, sehingga mempercayai dan mengimani keenamnya bersifat wajib dan tidak bisa ditawar sedikit pun.
6
Enam pilar keimanan
1) iman kepada Allah Swt.,
2) meyakini adanya rasul-rasul utusan Allah Swt.,
3) mengimani keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt.,
4) meyakini dan mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya,
5) meyakini akan datangnya hari akhir
6) mempercayai qada dan qadar Allah Swt.
7
Definisi Syu'abul Iman
Menurut Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi dalam kitab Qamiuth-thugyan ‘ala Manzhumati Syu’abu al-Iman, Syu’abul iman adalah cabang cabang iman. iman yang terdiri dari enam pilar seperti tersebut di atas, memiliki beberapa bagian (unsur) dan perilaku yang dapat menambah amal manusia jika dilakukan semuanya, namun juga dapat mengurangi amal manusia apabila ditinggalkannya.
Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau perbuatan yang harus dilakukan oleh seseorang yang mengaku beriman (mukmin). Tujuh puluh tujuh cabang itulah yang disebut dengan syu’abul iman. Bilamana 77 amalan tersebut dilakukan seluruhnya, maka telah sempurnalah imannya, namun apabila ada yang ditinggalkan, maka berkuranglah kesempurnaan imannya.
8
Dalil Naqli tentang Syu’abul Iman
Dari Anas r.a., dari Nabi Saw. beliau bersabda, tiga hal yang barang siapa ia memilikinya, maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah Swt. dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai (sesuatu) semata-mata karena Allah Swt. dan benci kepada kekufuran, sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka. (HR. Bukhari Muslim)
Dari Abi Hurairoh RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : Iman itu ada 77 lebih cabangnya. yang paling utama adalah mengucapkan laa ilaaha illallahu. dan sekurang-kurangnya adalah menyingkirkan apa yang akan mennghalangi orang di jalan. dan malu itu adalah salah satu cabang iman ( HR Muslim )
9
Macam-macam Syu’abul Iman
Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu:
1. Ma'rifatun bil qalbi yaitu meyakini dengan hati
2. Iqrarun bil lisan yaitu diucapkan dengan lisan
3. ‘Amalun bil arkan yaitu mengamalkannya dengan perbuatan anggota badan
Dari pengelompokan berdasarkan dimensi keimanan tersebut, maka syu’abul iman dibagi menjadi tiga bagian yang meliputi :
a. Niat, akidah dan hati;
b. Lisan / ucapan;
c. Seluruh anggota badan;
10
Adapun pembagian 77 cabang keimanan berdasarkan pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut :
a) Cabang iman yang berkaitan dengan niat, aqidah dan hati
cabang-cabang iman yang termasuk dalam kelompok niat, aqidah dan hati terdiri
dari tiga puluh hal, yaitu :
1. Iman kepada Allah Swt.
2. Iman kepada malaikat Allah Swt.
3. Iman kepada kitab-kitab Allah Swt.
4. Iman kepada rasul-rasul Allah Swt.
5. Iman kepada takdir baik dan takdir buruk Allah Swt.
6. Iman kepada hari akhir
7. Iman kepada kebangkitan setelah kematian
11
8. Iman bahwa manusia akan dikumpulkan di Yaumul Mahsyar setelah hari kebangkitan
9. Iman bahwa orang mukmin akan tinggal di surga, dan orang kair akan tinggal di
neraka
10. Mencintai Allah Swt.
11. Mencintai dan membenci karena Allah Swt.
12. Mencintai Rasulullah Saw. dan yang memuliakannya
13. Ikhlas, tidak riya dan menjauhi sifat munaiq
14. Bertaubat, menyesal dan janji tidak akan mengulang suatu perbuatan dosa
15. Takut kepada Allah Swt.
16. Selalu mengharapkan rahmat Allah Swt.
17. Tidak berputus asa dari rahmat Allah Swt.
12
18. Syukur nikmat
19. Menunaikan amanah
20. Sabar
21. Tawadlu dan menghormati yang lebih tua
22. Kasih sayang termasuk mencintai anak-anak kecil
23. Rida dengan takdir Allah Swt.
24. Tawakkal
25. Meninggalkan sifat takabur dan menyombongkan diri
26. Tidak dengki dan iri hati
27. Rasa Malu
28. Tidak mudah marah
29. Tidak menipu, tidak suudzan dan tidak merencanakan keburukan kepada siapapun
30. Menanggalkan kecintaan kepada dunia, termasuk cinta harta dan jabatan
13
“ Menganalisis makna Syu’abul Iman (cabang-cabang iman) pengertian, dalil, macam dan manfaatnya”
MANISNYA IMAN SANG PANGLIMA
Al kisah, dalam peristiwa pembebasan Negeri Syam, tersebutlah seorang panglima perang yang bernama Abdullah bin Hudzafah RA. Misi penting yang harus diemban olehnya adalah memerangi penduduk Kaisariah, sebuah kota benteng pertahanan di Palestina, tepatnya di tepi Laut Tengah. Namun sayangnya dalam misi ini Abdullah bin Hudzafah mengalami kegagalan, sehingga kalah dalam peperangan, kemudian tertangkap dan dijadikan tawanan perang oleh tentara Romawi.
Abdullah bin Hudzafah lalu dihadapkan kepada Heraklius, sang kaisar Romawi yang menjabat waktu itu. Heraklius ingin menguji seberapa kuat kepercayaan dan keyakinan sang panglima perang, dengan memberikan bujuk rayu dan tawaran agar ia melepaskan akidah dan keimanannya terhadap Allah Swt.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 13
SLIDE
Similar Resources on Wayground
8 questions
perbedaan zakat fitrah dan zakat mall
Presentation
•
10th Grade
7 questions
MILKIYAH (KEPEMILIKAN DALAM ISLAM)
Presentation
•
10th Grade
10 questions
Kuis Klasifikasi 5 Kingdom
Presentation
•
10th Grade
7 questions
Ibadah T4 : Mari Bersuci
Presentation
•
10th Grade
10 questions
Kebangkitan dan Kenaikan Yesus ke Surga
Presentation
•
10th Grade
10 questions
BAB IV FIKIH MUAMALAH
Presentation
•
10th Grade
10 questions
sejarah islam di Indoseia
Presentation
•
10th Grade
11 questions
ADAB BERPAKAIAN
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
16 questions
Grade 3 Simulation Assessment 2
Quiz
•
3rd Grade
19 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_1 2526sy
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Cinco de Mayo Trivia Questions
Interactive video
•
3rd - 5th Grade
17 questions
HCS Grade 4 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
4th Grade
24 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
5th Grade
13 questions
Cinco de mayo
Interactive video
•
6th - 8th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
30 questions
GVMS House Trivia 2026
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Religious Studies
5 questions
A.EI.1-3 Quizizz Day 1
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Cinco De Mayo
Presentation
•
10th Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
10th Grade
210 questions
Unit 1 - 4 AP Bio Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
100 questions
Biology EOC Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
5 questions
A.EI.1-3 Quizizz Day 2
Quiz
•
9th - 12th Grade
5 questions
A.EI.1-3 Quizizz Day 4
Quiz
•
9th - 12th Grade
16 questions
AP Biology: Unit 1 Review (CED)
Quiz
•
9th - 12th Grade