Search Header Logo
Bhineka Tunggal Ika

Bhineka Tunggal Ika

Assessment

Presentation

Social Studies

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Anassaherullah Anassaherullah

Used 1+ times

FREE Resource

49 Slides • 0 Questions

1

2

media
media
media
media
media
media

MERAWAT KEBINEKAAN
DI SATUAN PENDIDIKAN

Panduan Projek Penguatan Profil

Pelajar Pancasila

Durasi : 90 JP

Tema:

Bhinneka Tunggal

Ika

Untuk Fase E
(SMA/SMK/MA

3

media

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Tema : Berkebhinekaan Global
Topik : Merawat Kebhinekaan di Satuan Pendidikan

Pengarah
Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Penanggung Jawab
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Rusprita Putri Utami

Penyusun
Ach Zayadi (Tim Bineka)

Penelaah
Aprida Sondang (Tim Bineka) Anita (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) Farah Arriani (Pusat Kurikulum dan Pembelajaran),
Kosasih Ali Abubakar (Pusat Penguatan Karakter) Kandi Sekarwulan, Debby Josephine, Tini Martini Tapran, Pima (Konsultan)

Illustrator Cover
Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA) Kementerian Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

4

media
media

• Perangkat ajar ini lebih berupa acuan bagi guru. Guru dapat memodifikasi projek atau

memilih aktivitas sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah.

• Perangkat ajar untuk projek ini terdiri dari: 4 Topik Utama 16 Aktivitas dan 84 Jam

Pelajaran

• Dalam projek ini asesmen pembelajaran dilakukan dengan dua cara: 1. Formatif

(instrumen lembar refleksi dan lembar observasi) 2. Sumatif (instrumen lembar
sumatif )

Di akhir projek peserta didik bisa memilih aktivitas yang berdampak pada meningkatnya

spektrum toleransi di kalangan siswa, dari spektrum “pasrah” menjadi “mampu
menerima perbedaan dengan hormat”

Pusat Penguatan Karakter – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

CARA PENGGUNAAN

5

media
media

• Satuan pendidikan memiliki peran dan tanggungjawab yang besar untuk penanaman

nilai saling menghargai, saling menghormati, tepo seliro, dan toleransi akan beragam
perbedaan baik yang sifatnya personal, lokal, nasional, maupun keragaman dalam
konteks global.

• Peserta didik dapat menjadi aktor utama dalam ikut merawat dan mengatasi setiap

tantangan kebhinekaan.

• Projek “Merawat kebhinekaan di Satuan Pendidikan” bertujuan agar peserta didik

memiliki wawasan dan keterampilan merawat kebhinekaan di satuan pendidikan,
menjadi bagian dari solusi terhadap setiap tantangan kebhinekaan yang terjadi di
satuan pendidikan.

RELEVANSI PROJEK BAGI SEKOLA

Pusat Penguatan Karakter – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

RELEVANSI PROJEK BAGI SEKOLAH

6

media
media

Panduan Projek P5 ini bertujuan agar peserta didik memiliki wawasan dan keterampilan
merawat kebhinekaan di satuan pendidikan, menjadi bagian dari solusi dari setiap
tantangan kebhinekaan yang terjadi di satuan pendidikan.

Projek ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam mencapai dua dimensi dalam
Profil Pelajar Pancasila yaitu:
Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, akhlak pada manusia (1). sub

elemen: Mengutamakan persamaan dengan orang lain menghargai perbedaan.

Berkebinekaan global:
- mengenal dan menghargai budaya pada sub-elemen (2). mendalami budaya dan

identitas budaya;

- komunikasi dan interaksi antar budaya; pada sub- elemen (3). mempertimbangkan dan

menumbuhkan pelbagai perspektif.

Pusat Penguatan Karakter – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

TUJUAN

7

media
media

DIMENSI

ELEMEN

SUB ELEMEN

TARGET CAPAIAN DI FASE E
AKTIVITAS
TERKAIT

Beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME, dan
berakhlak mulia

Akhlak pada
manusia

Mengutamakan

persamaan dengan

orang lain dan
menghargai
perbedaan

Mengidentifikasi hal yang menjadi permasalahan
bersama, memberikan alternatif solusi untuk
menjembatani perbedaan dengan mengutamakan
kemanusiaan.

1,2,3,4,5,6,8,9

Berkebhinekaan
global

Mengenal dan
menghargai
budaya

Mendalami budaya
dan identitas budaya

Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal,
regional, nasional, dan global terhadap pembentukan
identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai
menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari
budaya bangsa.

5,6, 10

Berkebhinekaan
global

Komunikasi dan
interaksi antar
budaya

Mempertimbangkan
dan menumbuhkan
berbagai perspektif

Menumbuhkan berbagai perspektif, menyajikan
pandangan yang seimbang, memosisikan orang dan
budaya yang berbeda secara setara, serta bersedia
memberikan pertolongan pada orang lain yang dalam
kondisi sulit

8, 9, 10,
12,13,14,15

DIMENSI, ELEMEN, DAN SUB ELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA

8

media
media

SUB ELEMEN

MULAI BERKEMBANG

SEDANG BERKEMBANG
BERKEMBANG SESUAI

HARAPAN
SANGAT BERKEMBANG

Mengutamakan persamaan dengan orang lain

dan menghargai perbedaan

terbiasa mengidentifikasi hal-hal
yang sama dan berbeda yang
dimiliki diri dan temannya dalam
berbagai hal, serta memberikan
respon secara positif.

Identifikasi kesamaan dengan
orang lain sebagai perekat
hubungan sosial dan
mewujudkannya dalam aktivitas
kelompok. Mulai mengenal
berbagai kemungkinan
interpretasi dan cara pandang
yang berbeda ketika dihadapkan
dengan dilema

Identifikasi hal yang menjadi
permasalahan bersama,
memberikan alternatif solusi
untuk menjembatani perbedaan
dengan mengutamakan
kemanusiaan

mengambil inisiatif melakukan
aksi terhadap hal yang menjadi
permasalahan bersama,
memberikan alternatif solusi
untuk menjembatani perbedaan
dengan mengutamakan
kemanusiaan

Mendalami budaya dan identitas budaya

Mengidentifikasi dan
mendeskripsikan keragaman
budaya di sekitarnya, serta
menjelaskan peran budaya dan
bahasa dalam membentuk
identitas dirinya

Memahami perubahan budaya
seiring waktu dan sesuai konteks,
baik dalam skala lokal, regional,
maupun nasional. Menjelaskan
identitas diri yang terbentuk dari
budaya bangsa

Menganalisis pengaruh
keanggotaan kelompok lokal,
regional, nasional, dan global
terhadap pembentukan identitas
termasuk identitas dirinya. Mulai
menginternalisasi identitas diri
sebagai bagian dari identitas
bangsa.

Mengevaluasi pengaruh
keanggotaan kelompok lokal,
regional, nasional, dan global
terhadap pembentukan identitas
termasuk identitas dirinya. Mulai
menginternalisasi identitas diri
sebagai bagian dari identitas
bangsa.

Mempertimbangkan dan menumbuhkan

berbagai perspektif

Membandingkan berbagai
perspektif untuk memahami
permasalahan sehari-hari.
memperkirakan dan
mendeskripsikan situasi
komunitas yang berbeda dengan
dirinya ke dalam situasi dirinya
dalam konteks lokal dan regional.

Menjelaskan asumsi-asumsi yang
mendasari perspektif tertentu,
memperkirakan dan
mendeskripsikan perasaan serta
motivasi komunitas yang berbeda
dengan dirinya yang berada
dalam situasi sulit

Menyajikan pandangan yang
seimbang mengenai
permasalahan yang dapat
menimbulkan pertentangan
pendapat. Memposisikan orang
lain dan budaya yang berbeda
darinya secara setara, serta
bersedia memberikan pertolongan
ketika orang lain berada dalam
posisi sulit.

Menyajikan secara kritis
pandangan yang seimbang
mengenai permasalahan yang
dapat menimbulkan
pertentangan pendapat.
Memposisikan orang lain dan
budaya yang berbeda darinya
secara setara dan adil, serta
mengambil inisiatif memberikan
pertolongan ketika orang lain
berada dalam posisi sulit.

[REFERENSI] PERKEMBANGAN SUB ELEMEN ANTAR FASE

9

media
media

TEMUKAN
Menemukan dan merasakan problem yang sedang dihadapi di
lingkungan sekitarnya

BAYANGKAN
Membayangkan bersama-sama, memilih dan merancang solusi
atas masalah yang dihadapi.

LAKUKAN

Mewujudkan pelajaran yang didapat dengan aksi nyata

BAGIKAN

Menggenapi proses dengan berbagi karya, serta melakukan evaluasi dan

refleksi

ALUR PROJEK

FIDS - Find-Imagine-Do-Share digagas oleh Kiran Bir Sethi dalam program I can!

10

media
media

ALUR AKTIVITAS

(Total JP: 82 - 90 JP)

1. Tantangan
diskriminasi
Durasi: 6 JP

2. Prasangka
Durasi: 4 JP

7. Asesmen formatif 1:
Permainan dunia suku

Durasi: 4 JP

6. Ragam suku

Durasi: 4 JP

9. Tantangan kebhinekaan

Durasi: 6 JP

8. Permainan mayoritas-minoritas

Durasi: 8 JP

5.Permainan “Kita Bineka”

Durasi: 4 JP

4. Memahami Konflik

Durasi: 4 JP

3. Konflik Identitas

Durasi: 6 JP

11. Asesmen formatif 2:

Mimpi Bersama

Durasi: 4 JP

13.Rencana Aksi penguatan

kebhinekaan di sekolah

Durasi: 4 JP

12. Curah Gagasan cari solusi

tantangan kebinekaan

Durasi: 4 JP

TEMUKAN (apa tantangannya):

BAYANGKAN (apa solusinya):

LAKUKAN (Aksi nyata):

BAGIKAN

14. Dry Run (ujicoba)

Durasi: 4 JP

15. Implementasi ide, ukur dampak,

RTL

Durasi: 12 JP

16. Refleksi dan evaluasi

Durasi: 8 JP

10. Roleplay jadi

minoritas

Durasi: 4 JP

11

media
media

1-Tantangan diskriminasi

2-Prasangka

3-Konflik identitas

4-Manajemen konflik

5-Games “kita bhineka”

6-Ragam suku

7-Asesmen formatif 1

8-Games “mayoritas-minoritas”

9-Tantangan kebhinekaan

10

Bagian Pertama: Tantangan Kebhinekaan

12

media
media
media
media
media

AKTIVITAS

REFLEKSI

ALUR PELAKSANAAN SETIAP AKTIVITAS

Aktivitas yang memberikan

pengalaman langsung kepada

peserta didik tentang tema yang

diangkat. Bagian ini bisa disajikan

dalam bentuk permainan atau

games, diskusi, maupun

pendekatan aktivitas lainnya yang

menyenangkan.

Proses menggali makna dari

aktivitas di awal

SETIAP PROJEK DIJALANKAN DENGAN MENGIKUTI 4 LANGKAH “ARKA” YANG MERUPAKN KONSEP PEMBELAJARAN EXPERENTIAL LEARNING

KONSEP

Mengikat makna menjadi

point point inti pembelajaran

APLIKASI

Menerapkan pembelajaran

pada kehidupan nyata.

1

2

3

4

13

media

Peserta didik dengan dipandu pendidik memberikan
respon di depan kelas atas pertanyaan berikut:

1.Coba kamu bayangkan bagaimana jadinya
jika di dunia ini semua manusia sama, jenis
kelaminnya sama, hobinya sama, warna
kulit dan adat istiadatnya sama, makanan
hanya ada satu menu, padang rumput
semua berwarna hijau tanpa ada bunga,
pelangi hanya punya satu warna, lagu
hanya punya satu nada?

2.Menurutmu mengapa kita dijadikan
berbeda-beda?

Perwakilan Peserta didik membuka cerita tentang
sejarah perpindahan atau migrasi satu bangsa
dengan bangsa lainnya. “Sejak dahulu kala manusia
berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk
mencari penghidupan yang lebih baik. Selama
berabad-abad manusia dari berbagai ras hidup
saling berdampingan dengan damai”

Setelah narasi pembuka dibacakan, kemudian
peserta didik melakukan diskusi kelompok dengan
menggunakan alur “root cause of analysis” dengan
menjawab 3 pertanyaan berikut: (a). membuat alur
migrasi manusia yang pernah terjadi di dunia, bisa
merujuk pada teori “out of africa” (b). mencari tahu
sebab mereka melakukan migrasi atau
perpindahan? (c). Melakukan analisis penyebab
konflik dan damai pertemuan antar ras dan bangsa.
(panduan diskusi bisa dilihat pada halaman
berikutnya)

Lanjutkan ke halaman berikutnya -

Sumber: https://www.archives.gov/research/african-americans/migrations/great-migration

12

Tantangan
Diskriminasi

Aktivitas 01

Mengenal, memahami, dan

menghindari diskriminasi sebagai

tantangan mewujudkan kebhinekaan

di Sekolah

4 JP

Kertas Plano, Spidol,

LKS

Peserta didik dengan dipandu pendidik
melakukan refleksi dengan cara bercerita
terhadap aktivitas diskusi dengan mengikuti
alur refleksi “4F” - Fact - Feeling - Finding -
Future

Fact : Ceritakan pengalamanmu
menelusuri sejarah perpindahan
manusia di dunia, apa yang
menurutmu menarik dari aktivitas
tersebut, apa kesulitan yang kamu
temui dari aktivitas tersebut?

Feeling : Ceritakan perasaanmu saat
melakukan aktivitas tersebut?
mengapa kamu memiliki perasaan
tersebut?

Finding : Ceritakan kembali apa yang
sudah kamu pelajari? Lakukan
elaborasi atau pendalaman terhadap
materi yang kamu pelajari.

Future : Ceritakan apa manfaat dari
aktivitas yang baru saja kamu
lakukan? Apakah ada dampak yang
merubah pandangan kamu terhadap
kebinekaan?

Peserta didik dengan dipandu pendidik
mengikat makna dari kegiatan aktivitas dan
refleksi dalam point-point pembelajaran
sebagai berikut:

Konflik yang terjadi antar manusia
sering kali disebabkan oleh hilangnya
penghormatan akan nilai-nilai
kemanusaian

Salah satu penyebab konflik adalah
adanya diskriminasi intoleransi

Agar diskriminasi intoleransi tidak
terjadi lagi, maka kita harus
memperlakukan orang lain
sebagaimana kita ingin diperlakukan
oleh orang lain.

Di satuan pendidikan diskriminasi
intoleransi tidak boleh terjadi karena
menjadi salah satu bentuk kekerasan
sebagaimana tercantum dalam
Permendikbud Ristek no. 46 tahun
2023.

Untuk mempraktikkan pelajaran ini peserta
didik melakukan interview/wawancara
terhadap 5 orang (bisa dari teman, guru,
maupun warga sekolah terkait:

Apa contoh diskriminasi intoleransi
yang sering terjadi di sekolah?

Bagaimana cara atau strategi
mengatasi diskriminasi tersebut agar
tidak terjadi di satuan pendidikan?

Aktivitas

Refleksi

Konsep

Aplikasi

14

media
media

13

Tantangan
Diskriminasi

Aktivitas 01

Mengenal, memahami, dan

menghindari diskriminasi sebagai

tantangan mewujudkan kebhinekaan

di Sekolah

4 JP

Kertas Plano, Spidol

Contoh 5 why: terkait diskriminasi intoleransi di sekolah:

1. Mengapa terjadi diskriminasi dan intoleransi di sekolah?
2. Mengapa beberapa siswa atau siswi melakukan tindakan diskriminatif terhadap teman sekelas
mereka?
3. Mengapa toleransi masih kurang diapresiasi di lingkungan sekolah, menyebabkan terjadinya
tindakan diskriminatif?
4. Mengapa sekolah seringkali menjadi tempat di mana perbuatan diskriminasi muncul, dan apa
yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?
5. Mengapa perbuatan diskriminasi di sekolah masih menjadi masalah yang sulit diatasi
meskipun berbagai upaya telah dilakukan?

Pendidik bersama peserta didik bisa mengembangkan pertanyaan “mengapa” sesuai kebutuhan
dan konteks tantangan yang terjadi di satuan pendidikan.

Lanjutan AKTIVITAS:

Setelah peserta didik melakukan analisis terhadap apa yang menjadi penyebab dari konflik dengan metode “root cause of analysis”, kemudian guru
meminta siswa untuk belajar tentang apa itu “akar konflik” dengan cara mencari tahu lewat internet atau bertanya kepada guru tentang: (a). apa
pengertian konflik; (b). apa yang dimaksud dengan istilah akar konflik, pemicu konflik, aktor konflik, dan akselerator konflik? ©. bagaimana solusi
keluar dari konflik? Gunakan Lembar Kerja Siswa berikut:
https://docs.google.com/document/d/1W5ybr367aZZ2vfE73hRCmbBtJ6xsXpYc8Y-yEx01Jk8/edit?usp=sharing

15

media

Peserta didik dengan dipandu guru melakukan aktivitas
permainan “wiwi+wowo”

Bagi peserta menjadi dua kelompok

Satu kelompok berada di ruangan, dan satu
kelompok diajak untuk keluar ruangan.

Kelompok yang di dalam ruangan adalah suku
Wiwi. Berikan petunjuk tentang sifat dan
karakter suku Wiwi Kelompok yang di luar
ruangan adalah Suku Wowo. Berikan petunjuk
tentang sifat dan karakter suku Wowo. Antar
suku tidak boleh tahu sifat dan karakter
masing2 sebelum mereka berinteraksi.

Setelah siswa memahami sifat dan karakter
masing-masing sesuai perannya menjadi suku
tertentu, ajak suku Wowo untuk masuk ke
ruangan dan berinteraksi dengan suku Wiwi.
minta masing-masing suku menunjukkan sifat
dan karakternya sesuai dengan panduan yang
sudah dijelaskan oleh guru.

Setelah cukup berinteraksi, hentikan
permainan, lakukan refleksi di akhir sesi
aktivitas ini.

Panduan gambaran karakter suku wiwi dan wowo pada
tautan berikut -
https://drive.google.com/file/d/1EEP5hW1bwHIjcQUvmD
03_kmkMyG7YvH_/view?usp=sharing

14

Prasangka
Aktivitas 02

Mengenal, memahami, dan

menghindari prasangka sebagai

tantangan mewujudkan kebhinekaan

di Sekolah

4 JP

Kertas Plano, Spidol

Peserta didik melakukan refleksi dengan
merespon beberapa pertanyaan berikut:

Untuk suku wiwi “apa kata-kata yang
menggambarkan suku wowo”. Untuk
suku wowo, tanyakan pertanyaan
yang sama.

setelah masing-masing suku
melakukan penilaian, saatnya kita
cek, mana yang paling dominan,
apakah gambaran atau penilaian?
Apa perbedaan dan persamaan yang
ditemui?

Identifikasi perbedaan apa yang
ditemui di ruang kelas atau sekolah.
Adakah perbedaan dan persamaan?

Coba cari konflik identitas lain yang
pernah kamu temukan. Apa
perbedaan dan persamaan dari
identitas yang sedang berkonflik

Peserta didik dengan dipandu guru mengikat
makna dari kegiatan aktivitas dan refleksi dalam
point-point pembelajaran sebagai berikut:

Pangkal persoalan yang sering
menjadi pemicu konflik adalah
adanya prasangka. Kita sering
menilai seseorang hanya karena dia
berbeda dengan kita, dan konflik
muncul hanya karena kita selalu
memperluas perbedaan dan tidak
mencari titik persamaan

Di scope kecil kita tampak berbeda,
tapi di scope yang lebih luas kita
punya persamaan. Contoh:
pertandingan sepak bola antar klub
dapat berujung ricuh bahkan tak
jarang memakan korban, tapi saat
pertandingan sepak bola antar
negara, seluruh pendukung klub
bersatu mendukung Indonesia.
Kenapa?

Untuk mempraktikkan pelajaran peserta didik
dalam kelas melakukan eksperimen mini
dengan cara mencari tahu terhadap lima orang
temannya yang satu kelas atau beda kelas
hal-hal berikut:

makanan kesukaan sama atau beda

lagu kesukaannya sama atau beda

hobi olahraganya sama atau beda?

latar belakang sukunya sama atau
beda?

agama/kepercayaannya sama atau
beda?

lakukan skor diantara 5 temanmu mana yang
paling punya banyak kesamaan dan paling
berbeda.

Aktivitas

Refleksi

Konsep

Aplikasi

16

media

Peserta didik dengan dipandu guru melakukan
aktivitas permainan “Identitasku”

Guru meminta siswa berdiri menjadi 2
baris

Guru menyebutkan satu bentuk
identitas, setiap siswa yang merasa
identitas itu sesuai dengan dirinya,
maka dia bergeser ke kanan/kiri.

lakukan permainan ini hingga semua
pertanyaan tentang identitas selesai
ditanyakan. guru bisa melakukan
improvisasi dalam pertanyaan.

Silahkan download tautan berikut untuk media
permainan identitasku -
https://drive.google.com/file/d/1iQkzijlN4u262
2XHt1DqhGKnqB3We4No/view?usp=sharing

15

Konflik Identitas
Aktivitas 03

Mengenal, memahami, dan

menghindari konflik identitas sebagai
tantangan mewujudkan kebhinekaan

di Sekolah

6 JP

PPT, , Spidol

Peserta didik dengan dipandu guru melakukan refleksi
dengan menanyakan beberapa pertanyaan berikut:

Ada berapa kategori identitas yang sesuai
dengan identitasmu?

Adakah satu identitas yang sesuai dengan
identitasmu, tapi kamu malu mengakuinya?

Dari semua identitas tadi, mana menurutmu
identitas yang penting dan berharga, coba
kamu urutkan berdasar identitas yang kamu
anggap paling penting!

Guru meminta siswa berdiskusi tentang tantangan konflik
identitas di Indonesia terkait pengalaman pahit konflik
identitas dari dulu hingga sekarang, Guru meminta siswa
menemukan contoh adanya konflik identitas di Indonesia
dengan pertanyaan pemandu sbb:

a.

Apa konflik identitas yang kamu
temukan?

b.

Mengapa mereka bisa berkonflik?

c.

Apa akibat dari konflik tersebut?

d.

Apakah konflik tersebut sudah
berakhir? Jika ya, mengapa konflik
tersebut berakhir? Adakah
solusi/penyelesaian masalah dari
konflik tersebut? Apakah solusi
yang diambil merupakan solusi
yang memenangkan kedua belah
pihak (win win solution)?

e.

Apakah solusi tersebut dalam
jangka panjang dapat merawat
perdamaian antar pihak yang
sebelumnya berkonflik? Ceritakan
hasil temuanmu.

Peserta didik dengan dibantu guru mengikat
makna dari kegiatan aktivitas dan refleksi dalam
point-point pembelajaran sebagai berikut:

Identitas merupakan ciri khas yang
menandai seseorang, sekelompok
orang, atau sebuah bangsa. Identitas
satu orang tidak bisa dipaksakan
sama dengan identitas orang lain.
Contoh identitas antara lain, bahasa,
agama, hobi, suku, ras. dst. Dari
identitas ini ada identitas yang oleh
pemiliknya dianggap sangat penting
dan tidak penting, masing-masing
orang bisa berbeda-beda.

Persoalan terjadi karena ada
beberapa orang yang ingin
identitasnya dibuat semuanya sama

Solusi dari persoalan identitas ini
antara lain harus memupuk sikap
saling “tepo seliro” atau tenggang
rasa, mau menerima bahwa
perbedaan itu adalah kehendak
Tuhan YME, dan selalu bersikap
empati.

Untuk mempraktikkan pelajaran ini peserta
didik mempelajari ragam identitas dengan
media kartu identitas. Peserta didik bermain
peran menjadi salah satu dari sahabat yang ada
di kartu-kartu tersebut. Peserta didik kemudian
menceritakan pengalamannya bermain peran
menjadi identitas yang berbeda.

Print kartu identitas berikut -
https://drive.google.com/file/d/1_kZKEHU4WC
4VoN8ZY7PCr-PUY_t_Sdoc/view?usp=sharing

Aktivitas

Refleksi

Konsep

Aplikasi

17

media

Peserta didik melakukan diskusi dengan menjawab
pertanyaan pemantik sebagai berikut: “Ceritakan
pengalamanmu dalam menghadapi konflik dengan
temanmu. Ceritakan juga bagaimana caramu
menanganinya?”

Peserta didik melakukan aktivitas membaca artikel
tentang manajemen konflik dari Thomas Kilmann
Instrument (TKI) pada tautan di bawah

Lakukan DISKUSI. setelah membaca artikel, peserta didik
berpasangan dan berdiskusi tentang “manajemen
konflik” dengan menjawab pertanyaan sbb:

-Apa itu konflik?

-Mengapa peserta didik perlu meningkatkan
kemampuan mengelola konflik?

-Berikan contoh manajemen konflik yang
telah sukses dalam masyarakat yang
beragam (Misal: mengapa ada orang dari
latar belakang yang beragam turut
menyambut biksu dalam acara keagamaan
waisak di candi borobudur?)

-Siswa mencari contoh manajemen konflik
lain di Indonesia dan tokoh tokoh nasional
dan global yang menginspirasi terkait hal
manajemen konflik.

-Untuk merumuskan temuannya, siswa bisa
menggunakan model manajemen konflik
dari Thomas Kilmann Model (TKI) pada
sumber bacaan
https://quickstart-indonesia.com/thomas-ki
lmann-model/

-Paparkan Hasil temuanmu di depan kelas.

16

Manajemen Konflik
Aktivitas 04

Mengenal, memahami, dan mampu
mengaplikasikan manajemen konflik
sebagai perwujudan implementasi

kebhinekaan di Sekolah

4 JP

PPT, , Spidol

Peserta didik melakukan refleksi dengan
menjawab beberapa pertanyaan berikut:

Apakah kamu percaya bahwa konflik
selalu negatif, atau apakah ada cara
untuk mengubahnya menjadi
pengalaman yang positif?

Menurutmu, apa yang menjadi
faktor utama dalam keberhasilan
mengelola konflik dengan baik?

Apakah ada strategi khusus yang
kamu temukan efektif dalam
menangani konflik antarindividu
atau di dalam tim?

Bagaimana kamu mengukur
keberhasilan dalam mengelola
konflik? Apakah itu berarti mencapai
kesepakatan, meningkatkan
hubungan, atau hal lainnya?

Peserta didik dengan dipandu guru mengikat
makna dari kegiatan aktivitas dan refleksi dalam
point-point pembelajaran sebagai berikut:

Konflik adalah hal alamiah yang
bisa terjadi ketika kita
berinteraksi dengan orang lain.

Peserta didik harus sadar bahwa
tidak ada dua individu yang persis
sama baik dalam hal keinginan
atau pun yang lainnya.

Konflik bisa jadi faktor
penghambat dalam menyemai
kebhinekaan, namun jika dikelola
dengan baik, konflik bisa jadi
faktor pendukung.

Peserta didik mencari contoh konflik yang pernah
terjadi atau pernah didengar oleh peserta didik
terkait penguatan kebhinekaan di sekolah dan
kemudian dibuat analisisnya menggunakan model
TKI (Thomas Kilmann Instrument) dengan alur sbb:

Kompetisi: Perilaku yang mengutamakan dirinya
sendiri lebih besar di banding mengutamakan
kepentingan orang lain. ->

Akomodasi: Perilaku dalam posisi ini, seseorang
yang mengorbankan kepentingan dirinya untuk
memenuhi kepentingan dan keinginan orang lain. ->

Menghindar: Orang di posisi ini tidak
memperjuangkan keinginannya sendiri maupun
orang lain. Intinya, dia tidak mau terlibat dalam
konflik. ->

Kolaborasi: Posisi ini membutuhkan usaha bersama
dari kedua belah pihak yang terlibat konflik untuk
menemukan apa yang menjadi dasar bersama
terlebih dahulu untuk menemukan posisi yang lebih
menguntungkan bagi keduanya. ->

Kompromi: terjadi kesepakatan antara kedua belah
pihak. Namun, tidak semua keinginan terpenuhi,
ada hal yang dikorbankan demi pihak lain.

Aktivitas

Refleksi

Konsep

Aplikasi

18

media

Peserta didik melakukan permainan “kita
bhineka”. Alur kegiatan sebagai berikut:

Guru membagi siswa dalam 4
kelompok, setiap kelompok bertugas
menebak pemantik yang diberikan oleh
guru

Guru memantik permainan dengan
meminta satu kelompok menyanyikan
“lagu daerah” yang kemudian minta
untuk ditebak oleh 3 kelompok lainnya
asal daerah (provinsi) dari lagu
tersebut.

Kelompok siswa yang bisa menebak
asal lagu tersebut, lanjut mencari
sebaran suku yang berasal dari provinsi
tersebut, dan kemudian berdiskusi apa
nilai-nilai kebhinekaan yang diajarkan
dari suku tersebut.

Lakukan aktivitas tersebut hingga
semua kelompok kebagian tugas diskusi
menggali nilai kebhinekaan dari suatu
suku/daerah yang dipilih.

Pilihan sumber bacaan siswa untuk
mempelajari suku -
https://indonesiabaik.id/infografis/sebaran-ju
mlah-suku-di-indonesia

17

Games “Kita Bhineka”
Aktivitas 05

Peserta memahami realitas dan

tantangan kebhinekaan di di Sekolah

4 JP

PPT, , Spidol

Peserta didik dengan dipandu guru melakukan
refleksi dengan menanyakan beberapa
pertanyaan berikut:

Pelajaran apa yang kamu dapatkan
dari aktivitas tersebut?

Apakah ada suku mayoritas dan suku
minoritas? bagaimana cara mereka
hidup saling berdampingan?

Ceritakan di depan kelas kekayaan
budaya dari masing-masing suku
tersebut?

Nilai kebhinekaan apa yang baru
kamu pelajari dari sesi diskusi?

Menurutmu mengapa nilai
kebhinekaan tersebut masih cukup
relevan (cocok) untuk diterapkan di
Sekolah?

Peserta didik dengan dipandu guru mengikat
makna dari kegiatan aktivitas dan refleksi dalam
point-point pembelajaran sebagai berikut:

Kebhinekaan di Indonesia
merupakan kekuatan, bukan
suatu faktor pemecah belah jika
dikelola dengan bijak.

Dalam konsep negara bangsa,
tidak ada konsep
mayoritas-minoritas, karena di
depan hukum semua orang
setara.

Untuk bisa hidup berdampingan,
perlu ada usaha dan kerjasama
semua pihak agar nilai-nilai
kebhinekaan tetap lestari dan
langgeng.

Peserta didik mencari satu identitas budaya dari
suatu suku yang berupa benda. Contoh identitas
budaya berupa benda adalah alat musik tradisional,
alat permainan tradisional, atau rumah tradisional.
Jika memungkin siswa membawa alat tersebut dan
ditunjukkan di depan kelas, jika tidak
memungkinkan cukup didokumentasikan.

Misi yang harus diselesaikan oleh peserta didik
secara kelompok adalah menjelaskan profil dari
identitas budaya yang ditunjukkan. Profil tersebut
meliputi (a). nama, (b). asal usul/sejarahnya (c)
fungsi, dan (d). apa peran yang bisa ditunjukkan
peserta didik saat ini dalam melestarikan identitas
budaya tersebut.

Aktivitas

Refleksi

Konsep

Aplikasi

19

media

Peserta didik diminta merespon
terhadap pertanyaan “ bagaimana jika
warisan budaya Indonesia seperti
wayang, batik, atau makanan rendang
diakui milik negara lain?”

Peserta didik menonton video
pembelajaran yang mengisahkan
aktivitas Lia Atmadjaja yang mengajak
kita keliling Eropa untuk bertemu
dengan orang-orang yang sangat cinta
dengan budaya Indonesia.

Di episode ini, Lia akan
ngobrol-ngobrol dengan seorang
pemain gamelan asal Belanda, Dirk
Rijsenburg, dan mencari tahu apa yang
membuat Pak Dirk menjadi sangat
mencintai gamelan Jawa. Cek
tautannya di sini ya:

https://bit.ly/pecintagamelan

Selesai menonton 2 atau 3 peserta
didik memberikan tanggapan pelajaran
apa yang didapat dari video tersebut?

Note: Guru dan siswa bisa menggali
lebih banyak inspirasi dari tautan video
di dirjen kebudayaan kemendikbud dan
di laman cerdasberkarakter.

18

Mengenal Suku di

Indonesia
Aktivitas 06

Peserta memahami dan mampu

merayakan kebhinekaan di Indonesia

4 JP

PPT, , Spidol

Peserta didik dengan dipandu Guru melakukan
refleksi dengan menjawab beberapa
pertanyaan berikut:

Menurutmu apakah keragaman itu
merupakan suatu kekuatan/aset
atau justru sebaliknya merupakan
ancaman?

Apa tindakan atau sikap kamu jika
ada yang ingin Indonesia itu
semuanya sama atau seragam?

Sebagai peserta didik kontribusi apa
yang akan kamu berikan untuk tetap
menjaga perdamaian Indonesia yang
beragam?

Peserta didik dengan dipandu guru mengikat
makna dari kegiatan aktivitas dan refleksi
dengan sesi “STORYTELLING”

Setiap peserta didik secara
bergilir menceritakan asal usul
dirinya dan nama daerahnya serta
keunikan daerahnya tersebut baik
dari sisi pariwisatanya,
kulinernya, maupun adat
istiadatnya

Untuk aktivitas bercerita ini
peserta didik bisa juga
menggunakan media paparan
atau video pendukung supaya
lebih menarik saat bercerita

Jangan lupa untuk
mendokumentasikan aktivitas
bercerita ini.

Misi peserta didik pada aktivitas 6 ini dilakukan
secara kelompok dengan konsep “Merayakan
kebhinekaan lewat “perform art” dengan
langkah-langkah sebagai berikut:

Bagi peserta jadi 3 kelompok. Setiap
kelompok menyiapkan 1 penampilan
padus (paduan suara) menyanyikan
lagu daerah yang dipilih dan disepakati
oleh tiap kelompok. Setiap Peserta
bebas menggunakan media live
perform-nya seperti alat musik atau
tarian pendukung.

live perform bisa dilakukan di kelas atau
di luar kelas tergantung dari
kesepakatan dengan guru.

dokumentasikan kegiatan ini untuk
menjadi bagian dari projek.

Aktivitas

Refleksi

Konsep

Aplikasi

20

media
media

A.

Tujuan: Penilaian Asesmen formatif dilakukan
dengan menggunakan media games yang bisa
dimainkan secara luring maupun daring. Tujuannya
untuk

melihat

kemampuan

peserta

dalam

berkolaborasi merawat nilai-nilai kebhinekaan dan
mendeteksi

sikap

dan

sifat

yang

merusak

kebhinekaan.

B.

Tautan panduan permainan games “Dunia Suku” -
https://drive.google.com/file/d/1jzusHa3babhZpe
y2gIKKMDuvYHKl8VYr/view?usp=sharing

C.

Panduan observasi guru di halaman berikut

19

Asesmen Formatif 1

Aktivitas 07 A

Peserta memahami cara merawat
kebhinekaan dengan berkolaborasi

4 JP

21

media

20

Lembar Observasi

Guru
Aktivitas07 B

Peserta memahami cara merawat
kebhinekaan dengan berkolaborasi

4 JP

Petunjuk

Lembar observasi ini diisi oleh guru

Berilah tanda cek

pada kolom penilaian sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik

Kriteria penilaian sebagai berikut:
1. Belum berkembang (BB): artinya sikap yang diamati belum terlihat muncul sama sekali (skor 1)
2. Mulai berkembang (MB): artinya sikap yang diamati sudah mulai terlihat walau belum konsisten (skor 2)
3. Berkembang sesua harapan (BSH:) artinya sikap yang diamati sudah mulai terlihat dan konsisten (skor 3)
4. Sangat berkembang (SB): artinya sikap yang diamati sudah terlihat dan menjadi kebiasaan yang otomatis dipraktikkan tanpa ada perintah
dari guru (skor 4).

Panduan pensekoran:

Skor akhir menggunakan skala 1-4

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus: Skor

—---------------------- x 4 = Skor Akhir
Skor tertinggi
Contoh: Skor yang diperoleh = 35, skor tertinggi 4 x 15 = 60, maka skor akhir 35
—--------- x 4 = 2,3 (mulai berkembang)
60
Sangat berkembang

Apabila memperoleh skor: 3,20 - 4.00

Berkembang sesuai
harapan

Apabila memperoleh skor 2,80 - 3,19

Mulai berkembang

Apabila memperoleh skor 2,4- - 2,79

Belum berkembang

Apabila memperoleh skor kurang dari 2,40

22

media

Dimensi/Elemen/Sub-Elemen

Kriteria/Aspek

Belum

Berkembang

(skor:1)

Mulai

Berkembang

(skor: 2)

Berkemban

sesuai harapan

(skor:3)

Sangat

berkembang

(skor:4)

(1). Dimensi Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME, dan berakhlak mulia/
Elemen Akhlak pada
manusia/Sub-Elemen: Mengutamakan
persamaan dengan orang lain dan
menghargai perbedaan

Mampu menceritakan tantangan yang
terjadi saat berinteraksi antar suku

Mampu menunjukkan inisiatif alternatif
solusi saat permainan berlangsung

Mampu mengusulkan satu solusi untuk
menjawab tantangan permainan

Mampu menceritakan nilai kemanusiaan
dari solusi yang diberikan

Mampu menceritakan nilai saling
menghargai dalam perbedaan dari solusi
yang diberikan

(2). Berkebhinekaan global:
Mengenal dan menghargai budaya
Mendalami budaya dan identitas
budaya

Menganalisis pengaruh keanggotaan
kelompok lokal, regional, nasional, dan
global terhadap pembentukan
identitas, termasuk identitas dirinya.
Mulai menginternalisasi identitas diri
sebagai bagian dari budaya bangsa.

Mampu mengaitkan permainan dunia suku
dengan konteks kehidupan sehari-hari

Mampu menceritakan makna dari
permainan dunia suku dengan tantangan
kebhinekaan yang terjadi di lingkungan
sekitar

Mampu menunjukkan ragam identitas yang
ada dalam permainan yang berpengaruh
terhadap cara pandang peserta didik

Mampu menarik kesimpulan dari cerita
yang dimainkan

Mampu menceritakan hubungan sebab
akibat dari interaksi antar suku

23

media

Dimensi/Elemen/Sub-Elemen

Kriteria/Aspek

Belum

Berkembang

(skor:1)

Mulai

Berkembang

(skor: 2)

Berkemban

sesuai harapan

(skor:3)

Sangat

berkembang

(skor:4)

(3). Berkebhinekaan global:
Komunikasi dan interaksi antar
budaya
Mempertimbangkan dan
menumbuhkan berbagai
perspektif

Menumbuhkan berbagai
perspektif, menyajikan pandangan
yang seimbang, memosisikan
orang dan budaya yang berbeda
secara setara, serta bersedia
memberikan pertolongan pada
orang lain yang dalam kondisi sulit

Mampu menceritakan pandangannya
terhadap berbagai tantangan yang
terjadi dalam dinamika kelompok.

Mampu menghargai adanya
pandangan yang berbeda saat diskusi
kelompok.

Mampu menunjukkan inisiatif untuk
membantu pihak lain yang sedang
kesulitan saat proses permainan
berlangsung

Mampu memberikan contoh budaya
yang sesuai dan tidak sesuai dengan
nilai dirinya yang ditunjukkan dalam
permainan dunia suku

Mampu menarik kesimpulan dan
memberikan makna terhadap jalannya
permainan.

24

media

Peserta didik dengan dipandu guru akan melakukan
aktivitas permainan “mayoritas-minoritas”. Tujuan dari
permainan ini adalah memberi pesan tentang
kebebasan memilih dan toleransi dalam kebhinekaan.
Langkah-langkah permainannya sebagai berikut:

Bagi peserta ke dalam 4 kelompok, dimana
dalam satu kelompok jumlah pesertanya harus
ganjil (5,7,9, dst)

Masing-masing peserta memegang potongan
selotip sebagai media permainan

Guru memberikan pertanyaan yang memiliki 2
jawaban. Peserta memilih salah satu jawaban
di dalam hati (jawaban tidak boleh diketahui
oleh peserta lain). media pertanyaan ditautan
ini -
https://docs.google.com/presentation/d/1y0e
5TQySZ6QV1gdNMPIRl81LaDOGLfV1/edit?usp
=sharing&ouid=115236848875609002827&rtp
of=true&sd=true (guru bisa mengembangkan
lagi pertanyaan di atas).

Guru memberikan aba-aba misal dengan
hitungan 1,2,3. pada hitungan ketiga peserta
“meneriakkan jawabannya bersama-sama
dengan mengacungkan kepalan tangan ke
langit2.

Kelompok dengan jawaban mayoritas berhak
“menghukum” minoritas misal dengan cara
menempel selotip di dahi peserta yg
jawabannya minoritas.

Ulangi permainan sampai dirasa cukup, lalu
ulangi permainan terakhir tanpa ada
“hukuman”

23

Games

Mayoritas-Minoritas
Aktivitas 08

Peserta memahami bahwa kebebasan memilih
dan toleransi adalah dasar dari perdamaian, dan

diskriminasi adalah salah satu bentuk

kekerasan yang harus dihilangkan

8 JP

Selotip

Dari permainan tadi, ayo kita refleksikan
dengan menjawab beberapa pertanyaan di
bawah ini:

Apakah ada yang merasa khawatir
untuk punya pilihan berbeda?

Apakah menurutmu ada diskriminasi
dalam permainan tadi? sebutkan
bentuk diskriminasinya?

Peraturan permainan apa yang akan
dirubah agar setiap orang merasa
merdeka dengan pilihannya tanpa rasa
takut?

Bagaimana pandanganmu jika
diskriminasi (membeda-bedakan) ini
terjadi pada kita yang minoritas, baik
minoritas dari suku, agama, hobi, latar
sosial ekonomi?

Apa yang akan kamu lakukan jika kamu
melihat, mendengar, atau mengalami
diskriminasi di sekolahmu? (Kaitkan
jawaban ini dengan
Permendikbudristek no. 46 tahun 2023
tentang tugas TPPK/Satgas)

Untuk mendalami lagi pesan terkait
kebhinekaan dan konsep mayoritas minoritas,
peserta dengan dipandu guru menonton satu
video pembelajaran berikut.
https://www.youtube.com/watch?v=Ua9KB432
WXw (Sumber: BBC News Indonesia)

Setelah kegiatan menonton video pembelajaran
selesai, siswa melakukan pendalaman terhadap
isi dari video dengan mengisi Lembar Kerja
Siswa (silahkan diprint out)
https://drive.google.com/file/d/1_9LgaAr5joy1
gocFgUfS1uZ5g3RAPVHH/view?usp=sharing

Guru membantu peserta didik mengikat makna
dari kegiatan aktivitas dan refleksi dalam
point-point pembelajaran sebagai berikut:

Kebebasan memilih dan kesetaraan
tanpa ada diskriminasi adalah hal
mendasar dari terciptanya perdamaian
dimanapun berada.

Diskriminasi adalah salah satu bentuk
perbuatan kekerasan yang harus
dihindari oleh setiap peserta didik.
sebagaimana diamanatkan dalam
Permendikbud Ristek No. 46 Tahun
2023.

Untuk mempraktikkan pelajaran ini dalam
kehidupan sehari-hari, minta peserta didik
secara kelompok untuk melakukan permainan
peran dengan tema “Andai saya menjadi
kepala sekolah, maka kebijakan saya terhadap
kaum minoritas di sekolah saya adalah?”

Pembagian peran sebagai Aktor/aktris:

1.Menjadi kepala sekolah

2.Menjadi siswa yang difabel (perwakilan
kaum minoritas)

3.Menjadi siswa dengan peran antagonis
(melakukan kekerasan terhadap siswa
difabel).

4.tambahkan peran lain sesuai skenario
dan alur cerita

Alur cerita disusun oleh peserta secara
kelompok

Aktivitas

Refleksi

Konsep

Aplikasi

25

media

Peserta didik melakukan aktivitas membuat
Pohon Silsilah Keluarga” dengan cara mencari
tahu hal-hal berikut:

Identitas diri sendiri, lahir di mana, apa
yang di suka dan tidak di suka?

Ayah ibu berasal dari mana suku apa
tinggal dimana, apa yang di suka dan
tidak di suka?

Kakek dan nenek berasal dari suku apa,
dari daerah mana? sifat atau karakter
yang kamu ketahui dari kakek dan
nenek?

Memetakan persamaan atau
perbedaan dari setiap orang dalam
silsilah keluarga.

Gunakan media kertas plano atau
kertas HVS untuk menyelesaikan
aktivitas ini

24

Tantangan
Kebhinekaan
Aktivitas 09

Peserta memahami adanya tantangan

kebhinekaan di lingkup personal, nasional,

global, dan lingkup sekolah

6 JP

Kertas Plano, Spidol

Dari permainan tadi, ayo kita refleksikan
dengan menjawab beberapa pertanyaan di
bawah ini:

Dari identitas diri sendiri, apa yang
kamu pelajari tentang keragaman
identitas?

Dari rumpun terkecil bernama keluarga
apa yang kamu pelajari terkait
keragaman identitas? Apakah ayah dan
ibumu berasal dari suku yang sama
atau berbeda? apa dampak
persamaan/perbedaan tersebut bagi
kamu?

Apa tantangan kebhinekaan yang sering
kamu temui di lingkup keluarga?

Menurutmu apakah adanya perbedaan
di lingkup keluarga merupakan
kekayaan? jika ya, bagaimana cara
merawatnya?

Untuk mendalami lagi ragam tantangan
kebhinekaan baik dalam lingkup diri (prasangka,
diskriminasi, stereotyping) tantangan di lingkup
keluarga dan sekolah (ragam konflik), saatnya kamu
mendalami lagi bagaimana ragam tantangan dan
solusi dari tantangan kebhinekaan tersebut dengan
cara “belajar kepada expert/ahli
langkah-langkahnya sebagai berikut:

bersama kelompokmu, buatlah daftar
pertanyaan pendalaman terkait tantangan
kebhinekaan baik dalam lingkup personal,
keluarga, sekolah, nasional, dan global).
Terkait tantangan kebhinekaan di sekolah,
galilah pandangan ahli tersebut dengan
pertanyaan berikut:

a. mengapa di lingkungan pendidikan
masih terjadi kekerasan? apa
penyebabnya?

b. bagaimana jika kekerasan tersebut
terjadi di sekolahmu? tindakan apa yang
harus dilakukan?

c. bagaimana metode menjaga nilai2
kebhinekaan di sekolah?

Carilah seorang ahli/expert terkait
penguatan kebhinekaan (guru, ahli
sejarah, tokoh masyarakat, tokoh agama,
tokoh organisasi kebhinekaan, dst) lakukan
wawancara mendalam bersama tokoh
tersebut.

Dokumentasikan aktivitas tersebut baik
dalam bentuk video atau audio.

Untuk mempraktikkan pelajaran ini dalam
kehidupan sehari-hari, misi kamu bersama
kelompok adalah mengolah hasil dokumentasi
(video atau audio) menjadi satu bentuk media
pembelajaran yang keren. Gunakan aplikasi
atau website editing video yang kamu atau
kelompokmu kuasai untuk misi ini.

Materi pembelajaran (audio atau video) yang
akan kamu buat bisa diberi judul
“pembelajaran kebhinekaan” yang dibagi dalam
4 sub-tema kebhinekaan sbb:

a.Kebhinekaan personal (diri)

b.Kebhinekaan nasional

c.Kebhinekaan global

d.Sekolahku yang bhineka

Aktivitas

Refleksi

Konsep

Aplikasi

26

media
media

10 A - Identifikasi - Role play jadi minoritas

10 B - Identifikasi - Analisa dampak kekerasan

11 - Asesmen formatif 2 (mimpi bersama)

12 - Curah gagasan cari solusi tantangan kebhinekaan

13 - Rencana aksi penguatan kebhinekaan di sekolah

25

Bagian Kedua: Bayangkan Solusinya

27

media

Role playing: adalah model
pembelajaran

dengan

menugaskan

siswa

untuk

memerankan suatu tokoh yang
ada

dalam

materi

atau

peristiwa yang diungkapkan
dalam

bentuk

cerita

sederhana

yang

telah

dirancang oleh guru.

Tujuan dari aktivitas ini adalah
untuk melatih empati dengan
cara

melihat

dari

sudut

pandang yang berbeda dengan
media bermain peran.

26

Role play menjadi

minoritas
Aktivitas 10 A

Melatih empati dengan melihat dari sudut

pandang orang lain (minoritas)

4 JP

Kertas HVS, Alat tulis

Tujuan

Persiapan

Pelaksanaan

TOPIK: penentuan topik
role play berdasar pada
tantangan kebhinekaan
yang terjadi di Sekolah
berdasar aktivitas yang
sudah

dijalankan

sebelumnya.

Peserta didik Membuat
alur

bermain

peran

seperti

contoh

di

halaman berikut

Peserta didik bersama
guru

mengecek

perencanaan

yang

sudah dibuat.

Siswa bermain peran
sesuai naskah cerita
yang sudah dibuat

Pada

sesi

refleksi

siswa

mengaitkan

peran

yang

dimainkan

dengan

tujuan

topik

yaitu

bagaimana

melatih

empati dan melihat
dari sudut pandang
orang

lain

yang

minoritas.

28

media
media

Alur Persiapan Role play

Peserta didik

mengidentifikasi
tantangan
kebhinekaan di
lingkungan sekolah.
jika ada, maka
dibawa dalam role
play, jika tidak ada
maka bisa
menggunakan kasus
yang ditemui di
sekitar rumah atau
kasus yang pernah
kalian baca atau
temukan di media.

Diskusikan kasus

atau masalah apa
yang akan diangkat
sebagai cerita

Buatkan alur cerita

Pemanasan

Setelah semua
pemain terpilih,
Guru Pintar dapat
melibatkan siswa
lain dalam kegiatan
mendekorasi kelas
menjadi panggung
pertunjukan. Hal ini
sangat berguna
untuk mengajarkan
Kerjasama kepada
para siswa.

Dekorasi panggung

Hubungkan cerita
yang dimainkan
dengan tantangan
kebhinekaan yang
real terjadi real di
dunia nyata.

Hubungkan

Ketika ada hal yang
menyimpang Setelah
siswa dapat melakukan
perbandingan antara
cerita dan realita, kini
saatnya Guru mengajak
siswa untuk berbagi
pengalaman mereka yang
berkaitan dengan tema
role play yang telah
dilakukan.

Setelah itu siswa akan
membuat kesimpulan.

Refleksi & Evaluasi

Refleksi

Kontekstualisasi

Peran

Panggung

Aktor

Persiapan

Pusat Penguatan Karakter – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

1

2

3

4

5

6

Tentukan siapa

memerankan apa

Biarkan siswa

mengajukan diri
sesuai
minat/bakatnya

Tentukan pemain

Siswa mensimulasi
cerita lewat
perannya
masing-masing

Mainkan Peran

Sumber: Hamzah B. Uno, (2012). Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang
Kreatif dan Efektif . Jakarta: PT Bumi Aksara.

29

media

Tujuan dari aktivitas ini adalah
peserta

mampu

melakukan

identifikasi apa saja bentuk-bentuk
kekersan yang sering terjadi di satuan
pendidikan

khususnya

yang

berhubungan

dengan

kekerasan

diskriminasi intoleransi

28

Identifikasi

Aktivitas 10 B

Peserta mampu mengidentifikasi bentuk

kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan

12 JP

Tujuan

Persiapan

Pelaksanaan

Guru menyiapkan tautan LKS
atau memprint out terlebih
dahulu LKS-nya sesuai dengan
jumlah peserta didik

Tautan

LKS

berikut

-

https://docs.google.com/sprea
dsheets/d/1Lh5Vyz7b-1MHCP
pTJpGbUxCbLpLM8Uu-slFlgNu
g_RQ/edit?usp=sharing

Guru meminta peserta didik
untuk merespon pernyataan
yang ada LKS tersebut

Lakukan

refleksi

dengan

mengikuti alur atau tahapan
aktivitas sebagai berikut:
a. Analisa Penyebab: apa yang
menjadi penyebab kekerasan
di sekolah
b. Repon: adalah sikap atau
tanggapan

peserta

didik

terhadap pernyataan.
c. Efek: adalah pandangan
peserta didik terhadap dampak
dari kekerasan

30

media
media
media

Metode : Untuk melakukan asesmen
formatif 2dilakukan dengan metode
vision board” atau papan mimpi
yaitu suatu metode visual untuk
merumuskan

tujuan

bersama

bagaimana

peserta

menuangkan

mimpi mereka dalam bentuk visual
yang jika mungkin menggunakan
media besar yang tahan lama seperti
mural, melukis di atas papan yang
besar, atau miniatur tiga dimensi.

Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk
melatih kemampuan kerjasama dan
mengembangkan

visi

bersama

mencari solusi dalam mengatasi
tantangan kebhinekaan baik dalam
skala

personal,

lokal,

regional,

nasional,

dan

global,

serta

dampaknya

terhadap

satuan

pendidikan.

29

Asesmen Formatif 2
Aktivitas 11

Melatih kemampuan bekerjasama dan

mengembangkan visi bersama

4 JP

Papan, cat

Tujuan

Persiapan

Pelaksanaan

Siswa dengan dibantu guru
menyiapkan media papan mimpi

Media:

papan besar dan cat

mural - dinding/kayu, cat
dinding/kayu

metaplan, alat gambar

ruangan luas tanpa perabot

Awal: Peserta didik dan guru duduk
bersama dalam ruangan besar

Kait: Peserta didik mengingat kembali
perjalanannya dalam menemukan setiap
tantangan yang dapat merusak nilai-nilai
kebhinekaan.

Curah gagasan: guru membantu dengan
pertanyaan pemantik “bayangkan semua
orang di bumi mau ikut ambil bagian dalam
mengatasi tantangan kebhinekaan, kira-kira
apa saja yang akan mereka lakukan?” setiap
orang dengan perannya sebagai pelajar,
petani, dosen, nelayan, buruh, presiden,
bisa

ambil

bagian

untuk

mengatasi

tantangan kebhinekaan.

Catat: Peserta didik menyampaikan gagasan,
guru

membantu

mencatatkan

setiap

gagasan dan memetakannya.

Gambar: Peserta

didik

menggambar

(memvisualisaikan

gagasannya

dalam

bentuk gambar) dengan tema “warga dunia
bersama-sama

mengatasi

kekerasan

diskriminasi intoleransi. Seluruh peserta
didik bersama-sama menggambar dalam 1
bidang gambar. memvisualkan ide mereka
baik dalam bentuk pesan mural atau
miniatur tiga dimensi. tugas guru membantu
setiap proses dari aktivitasnya.

Apresiasi dan Rayakan: setelah selesai
berikan apresiasi dan rayakan keberhasilan
hasil kerja mereka.

Refleksi: tanyakan nilai apa yang sudah
mereka pelajari dari aktivitas tersebut.

Contoh Kolase, Sumber:
https://pxhere.com/id/photo/1081086

Contoh Mural Sumber:
https://images.app.goo.gl/4wnH9r55EeCrMNoG8

31

media

30

Lembar Observasi

Guru
Aktivitas11

Melatih kemampuan bekerjasama dan

mengembangkan visi bersama

4 JP

Petunjuk

Lembar observasi ini diisi oleh guru

Berilah tanda cek

pada kolom penilaian sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik

Kriteria penilaian sebagai berikut:
1. Belum berkembang (BB): artinya sikap yang diamati belum terlihat muncul sama sekali (skor 1)
2. Mulai berkembang (MB): artinya sikap yang diamati sudah mulai terlihat walau belum konsisten (skor 2)
3. Berkembang sesua harapan (BSH:) artinya sikap yang diamati sudah mulai terlihat dan konsisten (skor 3)
4. Sangat berkembang (SB): artinya sikap yang diamati sudah terlihat dan menjadi kebiasaan yang otomatis dipraktikkan tanpa ada perintah
dari guru (skor 4).

Panduan pensekoran:

Skor akhir menggunakan skala 1-4

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus: Skor

—---------------------- x 4 = Skor Akhir
Skor tertinggi
Contoh: Skor yang diperoleh = 35, skor tertinggi 4 x 15 = 60, maka skor akhir 35
—--------- x 4 = 2,3 (mulai berkembang)
60
Sangat berkembang

Apabila memperoleh skor: 3,20 - 4.00

Berkembang sesuai
harapan

Apabila memperoleh skor 2,80 - 3,19

Mulai berkembang

Apabila memperoleh skor 2,4- - 2,79

Belum berkembang

Apabila memperoleh skor kurang dari 2,40

32

media

Dimensi/Elemen/Sub-Elemen

Kriteria/Aspek

Belum

Berkembang

(skor:1)

Mulai

Berkembang

(skor: 2)

Berkemban

sesuai harapan

(skor:3)

Sangat

berkembang

(skor:4)

(1). Dimensi Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME, dan berakhlak mulia/
Elemen Akhlak pada
manusia/Sub-Elemen: Mengutamakan
persamaan dengan orang lain dan
menghargai perbedaan

Mampu menceritakan sudut pandangannya
terkait perbedaan pada papan mimpi

Mampu menuangkan nilai-nilai menghargai
perbedaan pada papan mimpi

Mampu menceritakan sudut pandangannya
terkait perbedaan saat membuat papan mimpi
bersama teman kelompok

Mampu mengutamakan adanya titik temu saat
membuat papan mimpi bersama teman
kelompok

Mampu menceritakan berbagai alternatif solusi
terhadap tantangan kebhinekaan pada aktivitas
papan mimpi

(2). Berkebhinekaan global:
Mengenal dan menghargai budaya
Mendalami budaya dan identitas
budaya

Menganalisis pengaruh keanggotaan
kelompok lokal, regional, nasional, dan
global terhadap pembentukan
identitas, termasuk identitas dirinya.
Mulai menginternalisasi identitas diri
sebagai bagian dari budaya bangsa.

Mampu menunjukkan satu alur cerita dalam
papan mimpi tentang bagaimana proses
pembentukan identitas.

Mampu menceritakan pengaruh kelompok
terhadap pembentukan identitas

Mampu menjelaskan bagaimana identitas
individu merupakan bagian dari identitas
budaya bangsa.

Mampu menuangkan peran pelajar, petani,
dosen, nelayan, buruh, presiden, untuk
mengatasi tantangan kebhinekaan.

Mampu menerjemahkan ide dan gagasan
tentang pembentukan identitas lewat gambar
visual dalam aktivitas vision board

33

media

Dimensi/Elemen/Sub-Elemen

Kriteria/Aspek

Belum

Berkembang

(skor:1)

Mulai

Berkembang

(skor: 2)

Berkemban

sesuai harapan

(skor:3)

Sangat

berkembang

(skor:4)

(3). Berkebhinekaan global:
Komunikasi dan interaksi antar budaya
Mempertimbangkan dan
menumbuhkan berbagai perspektif

Menumbuhkan berbagai perspektif,
menyajikan pandangan yang seimbang,
memosisikan orang dan budaya yang
berbeda secara setara, serta bersedia
memberikan pertolongan pada orang
lain yang dalam kondisi sulit

Mampu menunjukkan atensi atau menjadi
pendengar yang baik saat diskusi papan
mimpi

Mampu menceritakan alasan mengapa
berbagai peran (pelajar, petani, dosen,
nelayan, buruh, dan presiden) dibutuhkan
untuk menghadapi tantangan dalam bentuk
visual atau alur cerita

Mampu menunjukkan inisiatif untuk
membantu pihak lain yang sedang kesulitan
dan menerjemahkannya dalam bentuk visual

Mampu menerima pendapat, kebiasaan, dan
sikap yang berbeda-beda dari teman secara
adil dengan menggunakan media “papan
mimpi”

Mampu menghargai hasil karya teman

34

media

Curah

gagasanadalah

teknik

penyelesaian

masalah

yang

dapat

digunakan

baik

secara

individual

maupun

kelompok.

Tujuan dari aktivitas ini
adalah

menemukan

gagasan

atau

ide

ide

cemerlang terkait rencana
aksi menjawab tantangan
kebhinekaan

di

satuan

pendidikan/sekolah.

33

Curah Gagasan
Aktivitas 12

Mencari solusi bersama akan tantangan

kebhinekaan dan menentukan satu rencana

aksi yang tepat di sekolah

4 JP

Kertas plano, Alat tulis

Tujuan

Persiapan

Pelaksanaan

TOPIK: Guru menawarkan
usulan

topik

terkait

bagaimana cara merawat
kebinekaan

di

satuan

pendidikan, bayangkan apa
aktivitas atau aksi yang dapat
dilakukan

siswa

dalam

menjawab

tantangan

kebhinekaan

di

satuan

pendidikan.

Langkah persiapan bisa
mengikuti alur curah
pendapat di halaman
berikut.

Aktivitas benchmarking, adalah
aktivitas menggali lebih dalam,
mencari gagasan, menemukan
solusi yang cocok untuk dijadikan
aksi.

Cari berbagai macam ide untuk
menghasilkan dampak yang cepat,
menjangkau sebanyak mungkin
orang, dan bertahan lama.

Untuk menghasilkan ide
sebanyak-banyaknya, berikan
siswa inspirasi ide-ide dan media
apa saja yang pernah orang-orang
lakukan selama ini untuk
menjawab tantangan kebinekaan
dari skala lokal hingga global.

Hasil akhir: peserta didik
menemukan ide solusi untuk
tantangan kebinekaan yang terjadi
di lingkungan sekolah dan
sekitarnya.

35

media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media
media

Panduan Alur Curah Gagasan

[Tujuan] Tentukan
terlebih dahulu apa
tujuan dari curah

gagasan

Siapkan IDE

sebelum sesi curah

gagasan

[Durasi] batasi

durasi waktu untuk
sesi curah pendapat

[Bicara] beri

kesempatan semua
peserta untuk bicara,
mengemukakan idenya

[Kapten] Tunjuk

satu orang sebagai
pemimpin diskusi

06

07

08

09

[Catat] Catat semua

ide dan gagasan

dari peserta

[Visual] gunakan

elemen pendukung

visuakl

[Suasana] Cipatakan

suasana yang

menyenangkan, tidak

terlalu formal

[Pertanyaan]

Ajukan pertanyaan
secara tepat dan

sesuai

36

media

35

Rencana Aksi
Aktivitas 13

MMerumuskan desain aksi nyata untuk

menjawab adanya tantangan kebhinekaan di

satuan pendidikan

4 JP

Kertas HVS, Alat tulis

Akar Masalah

Kebutuhan
Sumber daya

(Input)
Aktivitas (Outputs)

Implementasi

Aspek perubahan
Keluaran/
Outcomes

Jabarkan Secara detail
apa saja faktor-faktor
yang menjadi akar
masalah yang
menyebabkan nilai-nilai
kebhinekaan belum
terwujud di sekolah.

Deskripsikan bagaimana
bentuk intervensi
terhadap masalah yang
sudah dijabarkan. list
kebutuhan spesifik untuk
menunjang intervensi
tersebut

Jabarkan secara rinci
sumber daya yang
dibutuhkan baik SDM,
sarana, media, anggaran,

Tuliskan bentuk aktivitas
untuk mengatasi akar
masalah di awal dan
mengarah pada adanya
suatu perubahan

Gambarkan adanya
perubahan yang
merupakan dampak
langsung dari aktivitas

Gambarkan perubahan
apa yang diharapkan
dampak dari aktivitas
atau aksi yang
direncanakan (baik pada
aspek pengetahuan
maupun sikap)_

Gambarkan perubahan
yang seharusnya terjadi
pada peserta baik pada
aspek perilaku,
keterampilan, pada
budaya di satuan
pendidikan yang lebih
menghargai kebhinekaan

Contoh
Prasangka sebagai akar
intoleransi

membuka ruang titik
temu antar siswa yang
beda latar belakang

fasilitator

media permainan
boardgames

infocus, laptop

siswa Islam dan
siswa kristen

Kepala sekolah
(SMA Kristen dan
SMA di
Pesantren)

aktivitas “breaking down
the wall” meruntuhkan
tembok prasangka
dengan media board
games

adanya kolaborasi
antar siswa yang
berbeda latar
belakang

Peserta
memahami
bahwa perbedaan
itu adalah aset
bukan sumber
konflik

Prasangka bisa
diruntuhkan
dengan saling
bertemu, saling
kenal, dan
memupuk kasih
sayang

terciptanya budaya damai
di sekolah tanpa adanya
kekerasan.

7 Parameter Kunci Aksi Nyata Kebhinekaan

Sumber: https://www.nature.com/articles/s41599-018-0139-z

37

media

Persiapan
Buatlah matrik atau tabel perencanaan aksi (contoh tabel bisa menggunakan tabel di atas atau
mengembangkannya sendiri bersama pendidik.

Pelaksanaan

Peserta didik bersama pendidik mendiskusikan hal-hal yang dibutuhkan terkait rencana
aksi kebhinekaan

Ingat, perhitungkan juga bagaimana cara mendokumentasikan aktivitasnya (hal ini
sangat berguna nantinya untuk modal pada bagian aktivitas share/bagikan di akhir
projek)

Kata kunci rencana aksinya adalah bagaimana ide/solusi/perubahan ini bisa mendorong
adanya perubahan/menumbuhkan kebhinekaan di lingkungan sekolah.

Jabarkan dalam input kira-kira siapa saja pihak yang bisa bekerjasama mendukung ide
solusi/perubahan ini?

Hasil dari pembuatan rencana aksi ini adalah adanya panduan bagi tim untuk
melaksanakan aktivitas kebhinekaan di sekolah.

Refleksi
Ceritakan pengalamanmu di depan kelas terkait kesanmu dalam membuat rencana aksi,
apa yang menurutmu mudah, dan apa yang menurutmu sulit dari aktivitas ini? Pelajaran
apa yang kamu petik dari aktivitas ini?

Aktivitas 13
Durasi: 4 JP

38

media
media

14 - Ujicoba konsep

15 - Implementasi

37

Bagian Ketiga: Lakukan Aksi Nyata

39

media

Ujicoba ini dibutuhkan untuk
mendapatkan masukan dari
teman atau guru apakah
model intervensi yang dipilih
sudah

efektif

dalam

menjawab

persoalan

tantangan kebhinekaan di
satuan pendidikan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah
mendapatkan

masukan

dari

teman

sejawat,

dari

guru,

maupun peserta yang menajdi
objek uji coba terkait efektivitas
model intervensi yang sudah
dipilih oleh peserta didik.

38

Ujicoba
Aktivitas 14

Melakukan ujicoba model intervensi

pencegahan kekerasan diskriminasi intoleransi

di satuan pendidikan

4 JP

Kertas HVS, Alat tulis

Tujuan

Persiapan

Pelaksanaan

Siapkan panduan
aktivitas

Undang teman sebaga
peserta terbatas untuk
ujicoba

lakukan observasi
selama proses

lakukan diskusi
mendalam dan minta
feedback apa-apa yang
perlu diperbaiki dan
disempurnakan.

Lakukan intervensi

minta masukan kepada
peserta ujicoba

lakukan revisi berdasar
masukan

peserta

ujicoba

Minta pendapat ahli
atau guru untuk
perbaikan konsep
perencanaan aktivitas.

konsep siap
diimplementasikan
dengan menjangkau
peserta yang lebih luas.

40

media

Implementasi: adalah muara akhir
dari semua aktivitas kebhinekaan.
Peserta didik bersama guru memilih
dan

menyepakati

satu

bentuk

aktivitas yang bisa berdampak luas
dan bisa jangka waktunya lama.

Tujuan dari aktivitas ini adalah
membagikan

praktik

baik

pencegahan kekerasan diskriminasi
intoleransi di satuan pendidikan
melalui berbagai platform dan media.

39

Implementasi

Aktivitas 15

Mengimplementasikan rencana aktivitas
merawat kebhinekaan untuk mencegah

kekerasan diskriminasi di satuan pendidikan

12 JP

Tujuan

Persiapan

Pelaksanaan

Peserta didik bersama guru
menentukan aktivitas projek
apa

yang

akan

diangkat

sebagai

bagian

dari

sesi

sharing atau berbagi praktik
baik kebhinekaan.

Penting

untuk

menentukan

pembagian

peran

siapa

bertugas

apa

dalam

mensukseskan kegiatan akhir
projek ini

Implementasi atau sesi berbagi
ini juga bisa diambil dari
misi-misi yang dijadikan aksi
nyata di setiap aktivitas.

Tentukan bentuk implementasi
apa yang akan dilakukan oleh
peserta didik (ide dari bentuk
implementasi bisa dicek pada
halaman berikutnya.

Tentukan apa saja bentuk
implementasinya dalam kurun
waktu jangka pendek (1
biulan), jangka menengah (2
bulan) maupun jangka panjang
(1 semestert).

Buatl;ah

Rencana

Tindak

Lanjut pasca implementasi

Jangka Pendek

(1 Bulan)
Titik mulai
Jangka Menengah

(2 Bulan)

Jangka Panjang
(1 semester)

41

media
media

Ide atau Inspirasi aktivitas kreatif merawat kebhinekaan

No

Ide Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

1.

Proyek Pengabdian Masyarakat

Mengadakan proyek pengabdian masyarakat yang berfokus pada membantu komunitas di sekitar sekolah
yang mungkin memiliki keragaman budaya yang kaya. Ini bisa berupa program literasi untuk anak-anak di
lingkungan kumuh dan tertinggal, membersihkan lingkungan tempat ibadah berbagai agama, atau
membantu masyarakat etnis tertentu yang membutuhkan.

2.

Sekolah aman dari kekerasan

Merancang aturan atau tata tertib yang melibatkan semua warga sekolah untuk berperan menjaga
sekolah aman dari segala bentuk kekerasan

3.

Projek kolaborasi seni antar
sekolah yang berbeda

Menghubungkan sekolah dengan sekolah lain di negara atau budaya yang berbeda untuk membuat
proyek seni bersama. Misalnya, menggambar mural bersama secara virtual, membuat buku cerita dengan
siswa dari negara berbeda, atau pertukaran karya seni antara siswa.

4.

Video pendek tentang toleransi

Memberi tugas kepada siswa untuk membuat video pendek yang menyoroti nilai-nilai toleransi. Video ini
bisa berupa sketsa komedi, wawancara, atau dokumenter kecil tentang kehidupan sehari-hari yang
menunjukkan bagaimana siswa menghormati perbedaan.

5.

Kelas kreatif menggambar
bendera dunia

Mengadakan kelas di mana siswa dapat menggambar bendera dari berbagai negara di dunia. Mereka
dapat belajar tentang arti dan simbolisme di balik bendera-bendera ini serta fakta menarik tentang negara
tersebut. Ini bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya
kepada siswa.

6.

Teater Kebhinekaan

Menggunakan format teater forum di mana siswa memainkan skenario tentang situasi-situasi yang
menghadirkan konflik atau perbedaan pendapat antarbudaya. Setelah itu, siswa dan penonton dapat
berpartisipasi dengan memberikan saran atau solusi untuk menyelesaikan konflik tersebut.

7.

Ruang perjumpaan
(encounters)

Program yang Mempertemukan siswa yang berbeda latar belakang, baik berbeda sosial ekonomi, agama,
suku, etnis, bahasa, budaya. Misal siswa dari pesantren dipertemukan dengan siswa dari asrama
katolik/seminari dengan media seni kreatif, permainan dan perlombaan, dan media lain untuk
menumbuhkan budaya saling mengenal dan meruntuhkan tembok-tembok prasangka.

42

media
media

16 - Refleksi dan Evaluasi

41

Bagian Keempat: Bagikan

43

media
media

Aktivitas 16: Refleksi (5 JP)

PANDUAN REFLEKSI DAN EVALUASI

Aktivitas Guru:

Bagian A:

Guru membagi peserta didik ke dalam 3 kelompok

Guru mendampingi diskusi kelompok ketika mengisi LKS refleksi

Guru menggali lebih dalam terhadap pandangan dan alasan dibalik pilihan kelompok.

Guru meminta perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusinya di depan kelas

Guru melakukan observasi terhadap jalannya diskusi dan melakukan penilaian akhir dengan menggunakan instrumen penilaian
formatif
Bagian B

Opsi 1: Guru bisa meminta perwakilan siswa dari masing-masing kelompok secara acak untuk memberikan tanggapan terhadap
pertanyaan tersebut

Opsi 2: Guru meminta siswa menjawab pertanyaaan tersebut lewat sosial media

Opsi 3: Guru meminta siswa menjawab dengan cara menulsikan di kertas dan hasil jawabnnya dipajang di papan media di kelas

Aktivitas Peserta didik

Peserta didik secara kelompok mendiskusikan dan memberikan respon terhadap satu cerita dalam LKS refleksi

Peserta didik mencatat point-point penting dari hasil diskusinya dengan media kertas

Peserta didik menempel hasil catatannya di media tempel yang ada di kelas

Perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusinya di depan kelas

Aktivitas refleksi bisa diakhiri dengan semua peserta berpegangan tangan membentuk lingkaran dan bersama menyanyikan
lagu “Indonesia Pusaka” Ciptaan Ismail Marzuki.

44

media
media

Lembar kerja siswa untuk refleksi

BAGIAN A [refleksi kelompok]
Aktivitas Siswa:
Diskusikan 4 aktivitas berikut, dan tentukan menurutmu masuk ke dalam kuadran yang
mana, jelaskan alasanmu?:

A.Tidak penting dan tidak mendesak (kuadran 1);

B.Tidak penting namun mendesak (kuadran 2);

C.Penting namun tidak mendesak (kuadran 3);

D.Penting dan mendesak (kuadran 4).

[Aktivitas 1]: Seorang siswa mengalami kekerasan psikis karena siswa
tersebut dari kalangan minoritas. Kepala sekolah mengundang
siswa-siswa yang mengalami konflik untuk menghadiri sesi konseling. Sesi
ini akan membantu menyelesaikan konflik secara damai dan membangun
pemahaman.

[Aktivitas 2]: Peserta didik membuat poster untuk melakukan kampanye
mengajak warga sekolah agar mengenal lebih dekat budaya-budaya yang
ada di sekitarnya dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang
inklusif. Poster ini bertujuan untuk memulai dialog dan merayakan
perbedaan.

{Aktivitas 3]: Sebuah sekolah menolak siswa yang berkebutuhan khusus
dengan alasan tidak ada guru yang sesuai untuk mendampingi siswa
tersebut.

[Aktivitas 4]: Guru meminta siswa untuk melakukan diskusi kecil di kelas
masing-masing untuk membahas pentingnya toleransi dan menghormati
keberagaman. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk membuka pikiran
siswa dan mendorong penghargaan terhadap perbedaan.

Refleksi 2:
Aktivitas apa yang dapat memperkuat kebinekaan? Coba kalian
catat 2 saja tantangan memperkuat kebinekaan di lingkungan
rumah maupun sekolah, dan gambarkan apa saja solusi dari
tantangan tersebut?

Refleksi 3:
Apa hal baru yang kamu pelajari dari rangklaian kegiatan projek
ini, apa rencanamu selanjutnya untuk berkontribusi terhadap
perdamaian dengan memperkuat nilai kebinekaan?

Refleksi 1:
Apakah di setiap negara di dunia ada nilai-nilai baik yang bisa
dipelajari terkait kebhinekaan, jika ada nilai apakah itu?
Menurutmu apa hal yang membuat kita semua sama di muka
bumi? Dan apa yang membuat kita berbeda?

1

2

3

4

BAGIAN B [refleksi perorangan]

45

media
media

SUB ELEMEN
MULAI BERKEMBANG

Skor -1

SEDANG BERKEMBANG

Skor - 2

BERKEMBANG SESUAI

HARAPAN
Skor - 3

SANGAT BERKEMBANG

Skor - 4

(1). Dimensi Beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME, dan berakhlak mulia/
Elemen Akhlak pada
manusia/Sub-Elemen: Mengutamakan
persamaan dengan orang lain dan
menghargai perbedaan

Mampu
mengidentifikasi
hal-hal yang sama dan
berbeda yang dimiliki
diri dan temannya di
kelas.

Mampu
mendahulukan hal-hal
yang sama dan
mencari titik temu
saat diskusi kelompok

Mampu menceritakan
pandangannya
terhadap adanya
persamaan dan
perbedaan secara
positif di lingkungan
sekolah.

Mampu bekerjasama
menyelesaikan tugas
dalam aktivitas
kelompok.

Mampu menunjukkan
perannya dalam diskusi
kelompok dengan aktif
bertanya dan
menanggapi persoalan
yang diajukan.

Mampu melakukan
interpretasi terhadap
berbagai kemungkinan
cara pandang yang
berbeda ketika
dihadapkan dengan
dilema saat aktivitas
kelompok

Mampu melakukan
Identifikasi masalah
terkait persoalan
kesetaraan yang terlihat
saat diskusi kelompok

Mampu memberikan
alternatif solusi terkait
tantangan akan
keberagaman saat sesi
diskusi kelompok

Mampu menjembatani
ragam perbedaan
pandangan saat diskusi
kelompok dengan
mengutamakan
nilai-nilai kemanusiaan

Mampu mengambil
inisiatif memimpin dan
menjelaskan
point-point penting
tujuan diskusi pada
kelompoknya

Mampu memberikan
contoh konkrit akan
permasalahan dan
solusi terkait
keberagaman di
lingkup satuan
pendidikan

Mampu membuat
kesimpulan dan
memberikan makna
dengan mengaitkan
aktivitas projek yang
sudah dilakukan
dengan sikap
menghargai
keberagaman.

Aktivitas 16: Asesmen Sumatif (4 JP)

Nama Siswa : …………………………
Kelas : …………………………

46

media
media

SUB ELEMEN
MULAI BERKEMBANG

Skor -1

SEDANG BERKEMBANG

Skor - 2

BERKEMBANG SESUAI

HARAPAN
Skor - 3

SANGAT BERKEMBANG

Skor - 4

(2). Berkebhinekaan global:
Mengenal dan menghargai budaya
Mendalami budaya dan identitas budaya

Menganalisis pengaruh keanggotaan
kelompok lokal, regional, nasional, dan
global terhadap pembentukan identitas,
termasuk identitas dirinya. Mulai
menginternalisasi identitas diri sebagai
bagian dari budaya bangsa.

Mampu
mendeskripsikan
keragaman budaya di
sekitarnya

Mampu menceritakan
contoh peran budaya
dan bahasa dalam
membentuk identitas
dirinya

Mampu
mendeskripsikan
dampak budaya dan
bahasa dalam
pembentukan
identitas dirinya.

Mampu menceritakan
pemahamannya akan
adanya perubahan
budaya setelah proses
diskusi berjalan

Mampu menceritakan
contoh bentuk budaya
yang cocok dan tidak
cocok di dalam skala
lokal, regional, maupun
nasional.

Mampu Menjelaskan
contoh identitas diri
yang terbentuk dari
budaya bangsa

Mampu Menganalisis
pandangan teman
dalam diskusi kelompok
mana yang baik dan
kurang baik dalam
membentuk cara
pandang akan
keberagaman.

Mampu menceritakan
hal-hal yang menjadi
penyebab terhadap
pembentukan identitas
termasuk identitas
dirinya.

Mampu menghayati
akan identitas dirinya
sebagai bagian dari
identitas bangsa.

Mampu menilai jenis
kekerasan yang
berpengaruh terhadap
pembentukan
identitas termasuk
identitas dirinya.

Mampu memetakan
mana aktivitas yang
penting dan mendesak
yang harus segera
ditangani yang terkait
kekerasan

Mampu menghayati
nilai-nilai yang dapat
memperkuat identitas
diri sebagai bagian dari
identitas bangsa.

Aktivitas 16: Asesmen Sumatif (4 JP)

Nama Siswa : …………………………
Kelas : …………………………

47

media
media

SUB ELEMEN
MULAI BERKEMBANG

Skor -1

SEDANG BERKEMBANG

Skor - 2

BERKEMBANG SESUAI

HARAPAN
Skor - 3

SANGAT BERKEMBANG

Skor - 4

(3). Berkebhinekaan global:
Komunikasi dan interaksi antar budaya
Mempertimbangkan dan menumbuhkan
berbagai perspektif

Menumbuhkan berbagai perspektif,
menyajikan pandangan yang seimbang,
memosisikan orang dan budaya yang
berbeda secara setara, serta bersedia
memberikan pertolongan pada orang lain
yang dalam kondisi sulit

Mampu
membandingkan
berbagai perspektif
untuk memahami
permasalahan yang
disajikan dalam diskusi
kelompok.

Mampu
memperkirakan dan
mendeskripsikan
situasi yang menjadi
penyebab terjadinya
diskriminasi

Mampu memahami
alasan dari teman
yang punya
pandangan yang
berbeda dengan
dirinya ke dalam
situasi dirinya dalam
konteks lokal dan
regional.

Mampu menjelaskan
dasar asumsi-asumsi
yang mendasari
pilihannya akan suatu
aktivitas dan
menghubungkannya
dengan kuadran
tertentu,

Mampu
mendeskripsikan
perasaannya saat
terjadi dinamika dalam
diskusi kelompok

Mampu menunjukkan
sikap yang positif pada
mereka yang berbeda
dengan dirinya yang.

Mampu Menyajikan
pandangan yang
seimbang mengenai
permasalahan yang
dapat menimbulkan
pertentangan pendapat
saat diskusi kelompok
berlangsung

Mampu memposisikan
teman diskusinya yang
memiliki pandangan
dan kebiasaan yang
berbeda darinya secara
setara

Bersedia memberikan
pertolongan ketika
sahabatnya berada
dalam posisi sulit.

Mampu menyajikan
secara kritis
pandangan yang
seimbang mengenai
keragaman dan
tantangan budaya dari
luar yang dapat
berdampak pada nilai
kesetaraan.

Mampu mendeteksi
permasalahan yang
dapat menimbulkan
pertentangan
pendapat dalam
diskusi kelompok

Mampu Memposisikan
teman yang memiliki
budaya yang berbeda
darinya secara setara
dan adil, serta
mengambil inisiatif
memberikan
pertolongan ketika
temannya berada
dalam posisi sulit.

Aktivitas 16: Asesmen Sumatif (4 JP)
Nama Siswa : …………………………
Kelas : …………………………

48

media
media

Daftar Referensi

African

American

Heritage,

The

Great

Migration

(1910-1970)

,https://www.archives.gov/research/african-americans/migrations/great-migration

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,

(2022), Panduan Pengembangan Modul Projek Profil Pelajar Pancasila.

Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi

Republik Indonesia, Nomor 009/H/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum
Merdeka.

Otten, M. (2003). Intercultural Learning and Diversity in Higher Education. Journal of Studies in International Education, 7, 12 - 26.

https://doi.org/10.1177/1028315302250177.

https://kilmanndiagnostics.com/overview-thomas-kilmann-conflict-mode-instrument-tki/

https://indonesiabaik.id/infografis/sebaran-jumlah-suku-di-indonesia

49

media
media
media
media
media
media

Terima kasih

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 49

SLIDE