Search Header Logo
Lokakarya Pembelajaran dan Asesmen

Lokakarya Pembelajaran dan Asesmen

Assessment

Presentation

Social Studies

Professional Development

Practice Problem

Hard

Created by

Chandra Adi Prabowo

FREE Resource

65 Slides • 0 Questions

1

media
media
media
media

PEMBELAJARAN DAN

ASESMEN

UNIT MODUL PEMBELAJARAN DAN ASESMEN

2

media
media

1.

Peserta memahami pentingnya asesmen awal dan pembelajaran terdiferensiasi.

2.

Peserta memahami cara merancang dan melakukan asesmen awal pembelajaran.

3.

Peserta memahami cara merancang pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan

hasil asesmen awal.

4.

Peserta (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah) memahami bentuk pendampingan

kepada guru dalam penyusunan dan pelaksanaan asesmen awal pembelajaran dan

pembelajaran terdiferensiasi

TUJUAN LOKAKARYA

3

media
media
media

Agenda Kegiatan

Alur

Aktivitas

Pembukaan (15’)

Penjelasan agenda dan tujuan pendampingan.
Kesepakatan tata tertib selama pendampingan.
Perkenalan.

Monitoring PMO (45’)

Monitoring tindak lanjut aksi nyata dari kegiatan lokakarya sebelumya

Mulai dari diri (20’)

Peserta mengisi lembar reflektif mulai dari diri sesuai peran (LK1)

Eksplorasi konsep (90’)

Penjelasan konsep terkait asesmen awal dan pembelajaran terdiferensiasi serta bentuk
dukungan/pendampingan yang dapat dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah

4

media
media
media

Alur

Aktivitas

Ruang kolaborasi (30’)

Peserta berkelompok sesuai peran dan mengerjakan Lembar Kerja 2:
Guru: identifikasi kesiapan belajar peserta didik dan strategi pembelajaran terdiferensiasi)
Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah: reviu/menyusun rancangan borang supervisi akademik
beserta rubrik penilaiannya

Demonstrasi Kontekstual

(60’)

Kelompok guru menyusun modul ajar berdasarkan skenario yang telah dibuat di sesi sebelumnya

Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah mendampingi dalam penyusunan modul sesuai dengan

rencana pendampingan yang telah dibuat di sesi sebelumnya

Elaborasi Pemahaman (60’)

Kelompok Guru mempresentasikan modul yang telah dibuat pada sesi Demonstrasi Kontekstual

Kelompok lainnya memberikan masukan terhadap modul yang telah dipresentasikan

(Rencana) Aksi Nyata (30’)

Berkelompok sesuai asal sekolah: Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah menyusun
rencana aksi nyata di satuan pendidikan masing-masing.

Penutup (10’)

Evaluasi dan Penutup

5

media
media
media

Kesepakatan Kelas

Hadir tepat waktu

Fokus dan

berpartisipasi aktif

pada kegiatan

lokakarya

Menerima telepon di

luar kelas

Menghargai pendapat
peserta lain (semua

pendapat dan

pertanyaan berharga)

Bertanya/

memberikan

pendapat dengan

tertib

6

media
media
media
media

MULAI DARI DIRI

7

media
media
media
media

Sudah di level
manakah kita saat ini?

8

media
media

Peserta mengunduh dan menjawab pertanyaan pada

LK 1 secara individu terkait pengalaman dalam

melakukan asesmen awal pembelajaran dan

merancang pembelajaran terdiferensiasi

PETUNJUK

9

media
media
media
media

EKSPLORASI KONSEP

10

media
media
media
media
media

MARI BERMAIN!

11

media
media
media
media

1.

Pembelajaran dan
asesmen merupakan
satu kesatuan yang
sebaiknya tidak
dipisahkan.

12

media
media
media
media

2. Hasil asesmen awal

digunakan agar guru dapat
merancang strategi
pembelajaran sesuai
dengan kebutuhan belajar
peserta didik.

13

media
media
media
media

3. Asesmen formatif
dapat berupa asesmen
pada awal pembelajaran
dan asesmen sepanjang
proses pembelajaran.

14

media
media
media
media

4. Asesmen formatif pada saat
pembelajaran dapat dijadikan
sebagai dasar dalam melakukan
refleksi terhadap keseluruhan
proses belajar yang dapat dijadikan
acuan untuk perencanaan
pembelajaran dan melakukan revisi
apabila diperlukan.

15

media
media
media
media

5. Peserta didik dapat
melanjutkan CP yang
sama meski sudah
berbeda fase jika CP
sebelumnya belum
tuntas.

16

media
media
media
media

6. Di Kurikulum
Merdeka peserta didik
wajib naik kelas.

17

media
media
media
media

7. Asesmen di awal
pembelajaran dilakukan untuk
mengetahui kesiapan peserta
didik untuk mempelajari materi
ajar dan mencapai tujuan
pembelajaran yang
direncanakan.

18

media
media
media
media

8. Tujuan dari
pembelajaran
terdiferensiasi adalah agar
setiap anak dapat
mencapai tujuan
pembelajaran yang
diharapkan.

19

media
media
media
media

9. Dalam melakukan pembelajaran
terdiferensiasi, pengelompokan
peserta didik berdasarkan capaian
atau hasil asesmen tidak mengarah
pada terbentuknya persepsi tentang
pengkategorian peserta didik ke
dalam kelompok yang “pintar” dan
tidak.

20

media
media
media
media

10. Dalam pembelajaran
terdiferensiasi
pengelompokan peserta
didik di fokuskan
berdasarkan gaya belajar
peserta didik.

21

media
media
media
media

Berapakah jawaban
BENAR Anda?

22

media
media
media
media

Jika MAYORITAS peserta

memperoleh skor BENAR lebih

dari 7, maka berlanjut pada

materi Asesmen Awal

Pembelajaran dan Pembelajaran

Terdiferensiasi.

Jika kurang dari 50% peserta
memperoleh skor BENAR di
bawah 7, maka Bapak/Ibu

diharapkan mereviu kembali
Panduan Pembelajaran dan
Asesmen (versi 2024) secara

mandiri

23

media
media
media
media

Berdasarkan pengalaman Bapak/Ibu, apa saja yang
Bapak/Ibu pertimbangkan/lakukan ketika
merencanakan pembelajaran dan asesmen?

Selanjutnya mari kita merefleksikan
pengalaman yang kita miliki dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut
ini….

24

media
media

ASESMEN AWAL DAN

PEMBELAJARAN
TERDIFERENSIASI

25

media
media
media
media
media

ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN

26

media
media
media
media
media

ASESMEN AWAL

“Transisi PAUD SD”

27

media
media
media
media
media

MATERI PENGAYAAN

“Metode Asesmen”

Pelatihan Mandiri | Materi Metode Asesmen (kemdikbud.go.id)

28

media
media
media
media
media

MATERI PENGAYAAN

“Mempersiapkan Asesmen Awal
Pembelajaran Numerasi Adaptasi

Pratham TaRL”

29

media
media
media
media
media

PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI

30

media
media
media

Bagaimana cara
menyusun perencanaan
pembelajaran?

31

media
media
media
media
media

Perencanaan pembelajaran disusun dalam bentuk dokumen
perencanaan pembelajaran yang:

Fleksibel
tidak terikat pada bentuk tertentu dan dapat
disesuaikan dengan konteks pembelajaran;

Jelas

mudah dipahami; dan

Sederhan

a

berisi hal pokok dan penting sebagai acuan
pelaksanaan pembelajaran. Sederhana tidak
selalu berarti mudah, melainkan jelas (clear)
dan dapat dilakukan.

32

media
media
media

Pembelajaran

Prinsip

Interaktif

memfasilitasi interaksi yang
sistematis dan produktif antara
pendidik dengan peserta didik,
sesama peserta didik, dan antara
peserta didik dengan materi
belajar. Pendidik berperan sebagai
fasilitator proses pembelajaran dan
tidak menjadi satu satunya sumber
pembelajaran.

Inspiratif

memberi keteladanan dan menjadi
sumber inspirasi positif bagi
peserta didik.
Menyenangkan

agar peserta didik mengalami
proses belajar sebagai pengalaman
yang menimbulkan emosi positif.

Menantang

untuk mendorong peserta didik
terus meningkatkan kompetensinya
melalui tugas dan aktivitas dengan
tingkat kesulitan yang tepat.

Memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif

Memberikan ruang yang cukup

bagi prakarsa, kreativitas,
kemandirian sesuai dengan

bakat, minat dan

perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik

33

media
media
media

Asesmen

Prinsip

Berkeadilan

Pendidik melakukan penilaian yang
tidak bias oleh latar belakang,
identitas, atau kebutuhan khusus
peserta didik

Objektif

Penilaian yang didasarkan pada informasi
faktual atas pencapaian perkembangan atau
hasil belajar peserta didik

Edukatif

Penilaian yang hasilnya digunakan
sebagai umpan balik bagi pendidik,
peserta didik, dan orang tua untuk
meningkatkan proses pembelajaran
dan hasil belajar.

34

media
media

Proses penyusunan perencanaan pembelajaran

Catatan: Proses perancangan kegiatan pembelajaran ini diperuntukkan bagi
pendidik yang akan merencanakan pembelajaran secara mandiri.

Menganalisis

Capaian

Pembelajaran

Menyusun Tujuan
Pembelajaran dan

Alurnya

Merencanakan

Pembelajaran dan

Asesmen

35

media
media
media

adalah kompetensi pembelajaran yang harus
dicapai peserta didik di akhir setiap fase.
Capaian Pembelajaran

Catatan: Dalam CP, memahami merupakan kemampuan yang dibangun melalui proses dan pengalaman
belajar yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk dapat menjelaskan, menginterpretasi dan
mengaplikasikan informasi, menggunakan berbagai perspektif, dan berempati atas suatu fenomena.
(Understanding by Design, Wiggins & Tighe (2005))

36

media
media

Proses penyusunan perencanaan pembelajaran

Catatan: Proses perancangan kegiatan pembelajaran ini diperuntukkan bagi
pendidik yang akan merencanakan pembelajaran secara mandiri.

Menganalisis

Capaian

Pembelajaran

Menyusun Tujuan
Pembelajaran dan

Alurnya

Merencanakan

Pembelajaran dan

Asesmen

37

media
media
media
media
media

Bagaimana cara merumuskan tujuan pembelajaran?

38

media
media

Bagaimana mengurutkan tujuan pembelajaran menjadi alur
tujuan pembelajaran? (1)

Pengurutan
dari Konkret
ke yang
Abstrak

Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang
lebih abstrak dan simbolis. Contoh: memulai pengajaran dengan
menjelaskan tentang benda geometris (konkret) terlebih dahulu sebelum
mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut (abstrak).

Pengurutan
Deduktif

Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik.
Contoh: mengajarkan konsep database terlebih dahulu sebelum
mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau relasional.

Pengurutan
dari Mudah ke
yang Lebih
Sulit

Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit. Contoh:
mengajarkan cara mengeja kata-kata pendek dalam kelas

39

media
media

Bagaimana mengurutkan tujuan pembelajaran menjadi alur tujuan
pembelajaran? (2)

Pengurutan
Hierarki

Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang
lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks.
Contoh: siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami
konsep perkalian.

Pengurutan
Prosedural

Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur,
kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan tahapan selanjutnya. Contoh: dalam
mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada
beberapa tahap prosedur yang harus dilalui, seperti menulis hipotesis, menentukan
tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes dalam sebuah
perangkat lunak statistik.

Scaffolding

Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi
bantuan secara bertahap. Contoh: dalam mengajarkan berenang, guru perlu
menunjukkan cara mengapung, dan ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh
membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada
akhirnya, siswa dapat berenang sendiri.

40

media
media
media
media

Ilustrasi Alur Tujuan Pembelajaran

Catatan: Alur tujuan pembelajaran adalah urutan tujuan-tujuan pembelajaran, bukan
turunan dari tujuan pembelajaran.

41

media
media

Proses penyusunan perencanaan pembelajaran

Catatan: Proses perancangan kegiatan pembelajaran ini diperuntukkan bagi
pendidik yang akan merencanakan pembelajaran secara mandiri.

Menganalisis

Capaian

Pembelajaran

Menyusun Tujuan
Pembelajaran dan

Alurnya

Merencanakan

Pembelajaran dan

Asesmen

42

media
media
media
media

Rencana pembelajaran ini dapat berupa:

43

media
media
media

Perencanaan Pembelajaran
dibuat untuk membantu
mengarahkan proses
pembelajaran mencapai
tujuan pembelajaran

44

media
media
media

Bagaimana cara
mengimplementasikan
pembelajaran
terdiferensiasi?

45

media
media

Pembelajaran terdiferensiasi

Merupakan tindak

lanjut dari hasil
asesmen awal

Tidak mengarah pada
terbentuknya persepsi

pengkategorian peserta
didik ke dalam kelompok

yang “pintar” dan tidak.

Fokus pada kesiapan
atau capaian belajar
peserta didik

Pengelompokkan
bukan berdasarkan
gaya belajar visual,
auditori, dan
kinestetik

46

media
media
media

Pembelajaran

Karakteristik

Memanfaatkan asesmen
pada awal, proses, dan

akhir pembelajaran untuk
memahami kebutuhan dan
posisi peserta didik dalam

perjalanan belajarnya

Menggunakan

pemahaman tentang
kebutuhan dan posisi
peserta didik untuk

melakukan penyesuaian

pembelajaran

Didasarkan pada refleksi

atas kemajuan belajar

eserta didik yang
dilakukan secara

kolaboratif dengan

Pendidik lain

Memprioritaskan

terjadinya kemajuan

belajar peserta didik, di

atas cakupan dan
ketuntasan muatan

kurikulum yang

disampaikan

47

media
media
media
media
media
media

Pembelajaran dan Asesmen

Keterpaduan

Pendidik menyusun rencana pembelajaran,
termasuk di dalamnya rencana asesmen
mulai dari awal hingga akhir pembelajaran

Melaksanakan asesmen di akhir
pembelajaran untuk mengetahui
ketercapaian tujuan pembelajaran.
Hasil dari asesmen ini dapat
digunakan sebagai salah satu
alternatif untuk asesmen awal
pada pembelajaran berikutnya.

Pendidik melakukan asesmen di
awal pembelajaran untuk menilai
kesiapan setiap individu peserta
didik untuk mempelajari materi
yang telah dirancang.

Berdasarkan hasil asesmen, pendidik
mendetailkan rencana pembelajaran
dan/atau membuat perencanaan yang
sesuai dengan tahap capaian peserta
didik.

Melaksanakan pembelajaran dan
menggunakan berbagai metode

asesmen formatif untuk memonitor

kemajuan belajar.

48

media
media

Panduan dalam mengelompokkan peserta didik untuk

keperluan pembelajaran terdiferensiasi

1

Kelompok tidak permanen
sepanjang tahun atau
semester, dan tidak berlaku
di semua mata pelajaran

2

Perlu dipikirkan
bentuk-bentuk tantangan yang
lebih beragam bagi peserta
didik yang sudah mahir

3

Perlu dipikirkan bentuk

pendampinganbagi peserta
didik yang belum siap atau
perlu bimbingan

4

Ada beragam peran yang bisa
dipilih oleh peserta didik
untuk mendalami kompetensi
yang dibangun

49

media
media

Contoh diferensiasi pembelajaran 1

Proses pembelajaran dan

bentuk pendampingan

dapat didiferensiasi sesuai

kesiapan peserta didik

Proses

Menyediakan sumber
belajar yang bervariasi

Konten

Diferensiasi

pembelajaran dapat

dilakukan melalui produk

yang dihasilkan

Produk

50

media
media

Alternatif pembelajaran sesuai capaian peserta didik

Alternatif 1

Peserta didik di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok menurut capaian
belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru yang sama atau disertai guru
pendamping/asisten. Selain itu, satuan pendidikan juga menyelenggarakan programpelajaran
tambahan untuk peserta didik yang belum siap untuk belajar sesuai dengan fase di kelasnya.

Alternatif 2

Alternatif 3

Berdasarkan asesmen di awal pembelajaran menunjukkan perbedaan kompetensi peserta didik
yang tidak sesuai dengan usia tumbuh kembangnya. Pendidik memberikan pendampingan
sesuai kebutuhan belajar peserta didik tersebut.

Alternatif 4

Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, pendidik mengajar seluruh
peserta didik di kelasnya sesuai dengan hasil asesmen tersebut. Untuk sebagian kecil peserta
didik yang belum siap, pendidik memberikan pendampingan setelah jam pelajaran berakhir.

Pendidik dapat juga merancang sendiri pendekatan yang lain

51

media
media

Contoh diferensiasi pembelajaran 2

Instrumen asesmen awal pembelajaran yang digunakan adalah soal isian singkat dan soal cerita yang berhubungan dengan
kehidupan sehari-hari terkait keliling segiempat, segitiga, dan lingkaran.

Berdasarkan hasil asesmen awal tersebut, pendidik melakukan pembelajaran terdiferensiasi sebagai berikut:

Kesiapan
Belajar

Mayoritas peserta didik telah
memahami konsep keliling dan dapat
menghitung keliling bangun datar.

Beberapa peserta didik dapat
memahami konsep keliling, namun
belum lancar dalam menghitung
keliling bangun datar.

Beberapa peserta didik
belum memahami konsep
keliling

Pembelajaran
terdiferensiasi

Peserta didik mengerjakan

soal-soal yang lebih menantang
yang mengaplikasikan konsep
keliling dalam kehidupan
sehari-hari.

Peserta didik bekerja secara

mandiri dan saling memeriksa
pekerjaan masing-masing.

Pendidik menjelaskan cara menghitung keliling bangun datar
Peserta didik diberi latihan untuk berkelompok menghitung

keliling bangun datar dengan menggunakan bantuan
benda-benda konkret.

Jika mengalami kesulitan, diminta menerapkan bertanya

kepada 3 teman sebelum bertanya langsung kepada pendidik.
Pendidik akan sesekali mendampingi kelompok untuk
memastikan tidak terjadi miskonsepsi

52

media
media

CONTOH Perencanaan Pembelajaran Terdiferensiasi

MODUL AJAR:

1.

PAUD: https://guru.kemdikbud.go.id/perangkat-ajar/toolkits/vzZyP74mpd

2.

SD: https://drive.google.com/file/d/1cXsCNamDaPCfH1h3jXX60gIgaDOwz85z/view?usp=drive_link

3.

Fase B Kelas 4: FINAL MA_Literasi_Triska Fauziah_Bahasa Indonesia_Bijak Menggunakan Uang, Yuk!_IV.pdf - Google Drive

4.

SMP: https://drive.google.com/file/d/1bBlE1eZmCJaMPF1lKG_Kz70aAr8x8BGT/view

5.

SMA: https://drive.google.com/file/d/1fdWPZM5dfMVFvdwvR4VzMC4BR88TSTwY/view

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

1.

Fase A Kelas 1: https://drive.google.com/file/d/1J_P6vXRSpYE6guPbTSNsq8AP2AFFzczX/view?usp=drive_link

2.

Fase C Kelas 5: https://drive.google.com/file/d/1QL0osFkKFN0Rkj7lC-43erDDAEUUvRD2/view?usp=drive_link

3.

SMP: https://drive.google.com/file/d/18E2dUu8DbRHbo92yf6_MYwaZOcmPBXFA/view?usp=drive_link

Catatan:
Contoh ini bukan format baku. penyusunan RPP/modul ajar disesuaikan dengan gaya penulisan penyusun.

53

media
media
media

DUKUNGAN

KEPALA SEKOLAH
DAN PENGAWAS

SEKOLAH

“Percakapan Coaching dalam

Refleksi”

54

media
media
media
media

Bagaimana Percakapan Coaching dalam Refleksi?

55

media
media
media
media

Pengetahuan atau pengalaman baru apa yang
Bapak/Ibu dapatkan setelah mempelajari eksplorasi
konsep tentang asesmen awal dan pembelajaran
TERDIFERENSIASI?

Apa saja tantangan yang dihadapi ketika melakukan
asesmen awal dan pembelajaran terdiferensiasi?

Apa saja solusi untuk mengatasi tantangan tersebut?

56

media
media
media
media

Ruang Kolaborasi

57

media
media
media
media

Mekanisme Diskusi:

Buatlah kelompok yang terdiri dari peran yang
sama

Guru berkelompok sesuai jenjang atau sesuai
tingkat atau fase atau mata pelajaran sejenis
untuk menyusun Outline Identifikasi Kesiapan
Belajar Peserta Didik dan Skenario
Pembelajaran Terdiferensiasi.

1 kelompok terdiri dari 4 - 6 orang

Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah:
merancang bentuk dukungan terhadap
implementasi pembelajaran terdiferensiasi di
satuan pendidikan

Presentasikan hasil diskusi Bapak/Ibu

58

media
media
media
media

DEMONSTRASI
KONTEKSTUAL

59

media
media
media
media

Bapak/Ibu Guru silahkan menyusun rencana
pembelajaran (RPP atau Modul) berdasarkan
outline yang telah dibuat pada sesi
sebelumnya

Bapak/Ibu Kepala Sekolah dan Pengawas
Sekolah melakukan pendampingan dan
memberikan umpan balik kepada Guru.

60

media
media
media
media

ELABORASI
PEMAHAMAN

61

media
media

Mari berbagi hasil diskusi…

62

media
media
media
media

Apa yang dapat saya lakukan lebih
baik di satuan pendidikan saya
setelah menerima pelatihan ini?
(identifikasi berdasarkan peran)

Hal-hal apa saja yang masih perlu
didalami lebih lanjut terkait dengan
materi ini?

63

media
media
media
media

(Rencana) Aksi Nyata

64

media
media
media
media

1.

Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah dan Guru
berkelompok sesuai dengan satuan pendidikan asal

2.

Guru mempersiapkan satu modul ajar yang di
dalamnya terdapat pembelajaran terdiferensiasi dan
asesmen awal untuk disimulasikan di kelas

3.

Kepala Sekolah mengimplementasikan bentuk
dukungan terhadap guru untuk melakukan asesmen
awal dan pembelajaran terdiferensiasi

4.

Pengawas Sekolah menerapkan bentuk dukungan
terhadap sekolah untuk melakukan asesmen awal
dan pembelajaran terdiferensiasi

5.

Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru
mengunggah praktik baik kegiatan supervisi
akademik di PMM

65

media
media
media
media
media

TERIMA KASIH

media
media
media
media

PEMBELAJARAN DAN

ASESMEN

UNIT MODUL PEMBELAJARAN DAN ASESMEN

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 65

SLIDE