
MASA KEKUASAAN BELANDA KEDUA
Presentation
•
History
•
11th Grade
•
Practice Problem
•
Medium
Nur Afiah
Used 1+ times
FREE Resource
26 Slides • 5 Questions
1
MASA KEKUASAAN
BELANDA KEDUA
(1816-1942)
Sejarah by
Hamid
2
PETA KONSEP
MASA USAHA SWASTA
UU Agraria
Politik Etis
MASA TANAM PAKSA
Van den Bosch
Cultuurstelsel
MASA PEMERINTAHAN KOMISARIS JENDERAL
Flout, Buyskess, dan Van Der Capellen
Komisaris Jenderal.
3
MASA PEMERINTAHAN KOMISARIS JENDERAL
Tahun 1816 Raffles mengakhiri pemerintahannya di Hindia. Dengan diadakan Konvensi London
Masa pemerintahan Komisaris Jenderal adalah masa ketika hindia belanda dipimpin Flout, Buyskess, dan Van Der Capellen. Ketiga orang ini berpangkat Komisaris Jenderal.
4
KOMISARIS JENDERAL
Badan pemerintah baru yang ini dibentuk oleh Pangeran Willem VI setelah Inggris mengembalikan kekuasaan kepada Belanda. Terdiri atas tiga orang, yakni:
Cornelis Theodorus Elout (ketua),
Arnold Ardiaan Buyskes (anggota),
dan Alexander Gerard Philip Baron Van der Capellen (anggota).
5
Cornelis Theodorus Elout
Arnold Ardiaan Buyskes
Alexander Gerard Philip Baron Van der Capellen
6
MASA PEMERINTAHAN KOMISARIS JENDERAL
Perlawanan dari rakyat Indonesia
•Perang Saparua (1817)
•Perlawanan Sultan Palembang (1818-1825)
•Perang Diponegoro (1825-1830)
•Perang Padri (1815-1838)
•Perang Bone (1824)
Van Der Capellen berakhir dengan digantikan oleh Johannes Van den Bosch
7
adalah bentuk perlawanan rakyat Maluku kepada Belanda, dimulai dengan menyerbu benteng Belanda Duurstede di Saparua yang terjadi pada 15 Mei 1817. dipimpin oleh Thomas Matulessy, yang dikenal dengan sebutan Kapitan Pattimura. akhirnya benteng Duurstede bisa direbut oleh rakyat. 16 Desember 1817 Pattimura dan kawan-kawan tertangkap dan mendapatkan hukuman mati
Perang Saparua
8
Sultan Mahmud Badaruddin II. memimpin Kesultanan Palembang Darussalam. Beliau menjadi panglima perang yang sangat disegani lawannya dan terkenal sebagai pemimpin yang tegas.
Perlawanan Sultan Palembang
9
juga dikenal dengan sebutan Perang Jawa melibatkan pasukan Belanda di bawah pimpinan Jenderal Hendrik Merkus de Kock yang berusaha meredam perlawanan penduduk Jawa di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro. penduduk Jawa yang tewas mencapai 200.000 jiwa, sementara korban tewas di pihak Belanda berjumlah 8.000 tentara Belanda dan 7000 serdadu pribumi.
Perang Diponegoro
10
dikenal sebagai Perang Minangkabau. di Sumatera Barat, Indonesia antara kaum Padri dan Adat. Kaum Padri adalah umat muslim yang ingin menerapkan Syariat Islam di negeri Minangkabau di Sumatera Barat. Sedangkan kaum Adat mencakup para bangsawan dan ketua-ketua adat di sana. Mereka meminta tolong kepada Belanda, yang kemudian ikut campur pada tahun 1821 dan menolong kaum Adat mengalahkan faksi Padri.
Perang Padri (1815-1838)
11
Kebijakan Cultuurstelsel
Rakyat wajib menyisihkan sebagian tanahnya (1/5 atau 20%) untuk ditanami komoditas ekspor khususnya kopi, tebu dan nila
Rakyat yang tidak memiliki tanah pertanian dapat menggantikannya dengan bekerja di tanah – tanah pertanian
Waktu pengerjaan tanaman pada tanah pertanian yang diperuntukkan bagi Culturestelsel tidak boleh melebihi waktu tanam padi atau kurang dari 3 bulan
Kerusakan atau kerugian akibat gagal panen yang bukan disebabkan kesalahan petani, misalnya karena bencana alam atau serangan hama, akan ditanggung pemerintah kolonial
Pengawasan penggarapan tanah diawasi oleh kepala desa
12
Setelah jatuhnya Kesultanan Gowa, Kesultanan Bone menjadi yang terkuat di seantero Sulawesi. setelah Sultan Bone meninggal dan digantikan oleh saudarinya Aru Datu. kesultanan mencoba merevisi Perjanjian Bongaya, beserta semua anggota persekutuan itu, yang jatuh atas pemerintahan itu, hukum yang sama harus diberlakukan.
Perang Bone (1824)
13
Johannes Van den Bosch mengemukan ide tanam paksa / cultuurstelsel
Tanam paksa dilaksanakan untuk menutupi kesulitan ekonomi pemerintah Belanda
KEBIJAKAN TANAM PAKSA (CULTUURSTELSEL):
JOHANNES VAN DEN BOSCH (1830-1870)
14
Penyimpangan Cultuurstelsel
Pemberlakuan cultuur procenten, yaitu bonus untuk para pegawai pemerintah Belanda yang mampu menyerahkan pajak lebih banyak.
Kewajiban rakyat yang tidak memiliki tanah untuk bekerja di pabrik atau perkebunan Belanda yang melewati ketentuan.
Pembebanan pajak tanah kepada para petani.
Waktu pengerjaan cultuurstelsel ternyata lebih dari 3 bulan.
Tidak ada pengembalian kelebihan hasil produksi pertanian.
Pembebanan kepada para petani atas kerusakan atau kerugian akibat gagal panen.
15
Kemiskinan serta penderitaan fisik dan mental yang berkepanjangan
Beban pajak yang berat
Pertanian khususnya padi, banyak mengalami kegagalan panen
Kelaparan dan kematian terjadi di banyak tempat
Jumlah penduduk Indonesia mengalami penurunan
Dampak negatif
Rakyat Indonesia mengenal teknik menanam jenis-jenis tanaman baru
Rakyat Indonesia mulai mengenal tanaman dagang yang berorientasi ekspor
Dampak positif
ProKontra Tanam Paksa / Cultuurstelsel
16
17
Douwes Dekker dalam bukunya Max Havelaar (1860) mengkritik praktek tanam paksa yang dilakukan secara sewenang – wenang oleh Belanda. Kritik juga muncul dari orang – orang jurnalis seperti E.S.W. Roorda van Eisinga dan politikus beraliran liberal Wolter Robert baron van Hoevel
EDUARD DOUWES DEKKER / Multatuli
18
Sistem Usaha Swasta
Pemerintah tidak boleh ikut campur dalam kegiatan ekonomi rakyat.
Kegiatan ekonomi sehari-hari harus ditangani oleh pihak swasta dengan corak dan gayanya sendiri-sendiri.
Paham liberal menuntut agar beberapa faktor yang dapat menghambat kehidupan ekonomi masyarakat harus dihapuskan, misalnya Sistem Tanam Paksa, kerja rodi, dan pajak yang berlebihan.
Tugas negara (pemerintah) adalah memelihara ketertiban umum dan menegakkan hukum agar kehidupan ekonomi berjalan lancar.
19
Peta Perkebunan Swasta Asing
20
Undang – Undang Agraria dan Undang – Undang Gula
Sistem tanam paksa dihapus pada 1870 dan dikeluarkan Undang – Undang Agraria (Agrarische Wet) dan Undang – Undang Gula (Suiker Wet), dengan tujuan :
Melindungi hak milik petani atas tanahnya dari penguasa dan pemodal asing
Memberi peluang pemodal asing untuk menyewa tanah orang pribumi
Membuka kesempatan kerja kepada penduduk untuk menjadi buruh perkebunan
21
Undang – Undang Gula
22
Tanah jajahan berfungsi
Tempat untuk mendapatkan bahan mentah untuk kepentingan industri di Eropa, dan tempat penanaman modal asing,
Tempat pemasaran barang-barang hasil industri dari Eropa,
Penyedia tenaga kerja yang murah.
imperialisme modern Oleh Belanda
23
Dampak Sistem Usaha Swasta
Usaha perkebunan di Hindia Belanda semakin berkembang
Hasil barang tambang juga meningkat
Pembangunan sarana prasarana di Indonesia
24
Politik Etis
Politik etis dipelopori oleh Pieter Brooshooft (wartawan Koran De Locomotief) dan C.Th. van Deventer (politikus). Trias Van deventer yang meliputi:
Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian.
Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi.
Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan.
25
26
27
Multiple Choice
Politik etis dipelopori oleh
Pieter Brooshooft
Soekarno
Multatuli
Van Den Bosch
28
Categorize
wajib menyisihkan tanahnya (1/5 atau 20%)
waktu tanam padi tidak boleh melebihi / kurang dari 3 bulan
petani harus menanam tanaman tertentu yang ditentukan pemerintah
tanaman yang ditanam harus menghasilkan keuntungan bagi pemerintah
petani tidak diperbolehkan menjual hasil panen di pasar bebas
pemerintah memberikan pinjaman kepada petani untuk biaya produksi
petani harus melaporkan hasil panen mereka kepada pemerintah
tanah yang tidak digunakan untuk tanam paksa akan dikenakan denda
meningkatkan pendapatan pemerintah melalui pajak
menyediakan lapangan kerja bagi petani dan buruh tani
memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada petani
meningkatkan pengetahuan petani tentang teknik budidaya yang efisien
mendorong diversifikasi tanaman untuk meningkatkan ketahanan pangan
Melindungi hak milik petani atas tanahnya dari penguasa dan pemodal asing
Membuka kesempatan kerja kepada penduduk untuk menjadi buruh perkebunan
untuk mendapatkan bahan mentah untuk kepentingan industri di Eropa
Penyedia tenaga kerja yang murah.
sesuaikan
29
Fill in the Blank
30
Drag and Drop
31
Match
Cocokan
Multatuli
van den bosch
Van Der Capellen
Raffles
cultuurstelsel
Multatuli
van den bosch
Van Der Capellen
Raffles
cultuurstelsel
MASA KEKUASAAN
BELANDA KEDUA
(1816-1942)
Sejarah by
Hamid
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 31
SLIDE
Similar Resources on Wayground
22 questions
Systems of Equations - Word Problems
Presentation
•
10th - 12th Grade
24 questions
Teks Argumentasi
Presentation
•
11th Grade
23 questions
Variasi Bahasa
Presentation
•
11th Grade
23 questions
teks eksplanasi
Presentation
•
11th Grade
26 questions
LATIH TUBI BAB 6 ( 13.2.5) BAB 8 ( 14.2.3/14.2.4) TING 5
Presentation
•
KG
21 questions
Sejarah
Presentation
•
11th Grade
26 questions
PENDIDIKAN MORAL TING.2 UNIT 14 : MENANGANI KONFLIK IDENTITI
Presentation
•
10th Grade
24 questions
Materi Teks Ceramah Kelas XI
Presentation
•
11th Grade
Popular Resources on Wayground
10 questions
5.P.1.3 Distance/Time Graphs
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Fire Drill
Quiz
•
2nd - 5th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
School Wide Vocab Group 1 Master
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
12 questions
What makes Nebraska's government unique?
Quiz
•
4th - 5th Grade
Discover more resources for History
25 questions
Early Cold War Quizziz
Quiz
•
11th Grade
10 questions
Exploring the Russian Revolution and Civil War
Interactive video
•
9th - 12th Grade
11 questions
STAAR EOC US History Questions: Gilded Age
Quiz
•
11th Grade
7 questions
Julius Caesar for Kids | Bedtime History
Interactive video
•
1st - 12th Grade
20 questions
Great Depression & New Deal Unit Exam
Quiz
•
11th Grade
35 questions
U.S. Unit 11 Quiz Review
Quiz
•
11th Grade
18 questions
Students of Civics Unit 7: The Executive Branch
Quiz
•
7th - 11th Grade
36 questions
8th Grade US History STAAR Review
Quiz
•
KG - University