

Creative Industries: Chapter 11 & 12
Presentation
•
Business
•
University
•
Practice Problem
•
Medium
Keumala Hayati
Used 1+ times
FREE Resource
42 Slides • 36 Questions
1
Entrepreneurship in Creative Industries and Cultural Change
Chapter 11
2
Industri Kreatif dan Perubahan Budaya
Produk dari industri kreatif seperti seni, mode, desain, dan hiburan merupakan objek budaya dan ekspresi nilai simbolis yang memperkuat elemen budaya (Crane, 1992; Peterson dan Anand, 2004).
Wirausahawan dalam industri kreatif berperan tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga mampu mengubah norma budaya.
3
Pengaruh Wirausaha Kreatif Terhadap Budaya
Budaya: sistem keyakinan, kebiasaan, norma, dan konvensi yang dipegang oleh kelompok sosial tertentu (Jaeger dan Selznick, 1964).
Wirausahawan kreatif memperkenalkan produk baru yang menuntut reconfigurasi sistem nilai dan norma, sehingga mengubah persepsi tentang apa yang dianggap sesuai dan bernilai.
4
Reconfigurasi Nilai oleh Produk Kreatif
Contoh: Seni modern India dan industri mode mewah di India mengubah nilai tradisional menjadi lebih menekankan pada keaslian individu.
Produk baru ini mengubah sistem nilai sosial yang lebih menghargai individualisme daripada tradisi.
5
Peran Intermediari dalam Industri Kreatif
Intermediari (kritikus, kurator museum) membentuk dan memperkuat konvensi nilai yang memungkinkan masyarakat untuk menilai dan menghargai produk budaya.
Wirausahawan kreatif memerlukan bantuan intermediari untuk mendidik konsumen dan menciptakan permintaan akan produk baru yang tidak familiar.
6
Contoh Empiris: Seni Modern India dan Industri Mode Mewah
Pengusaha dan intermediari dalam seni modern India dan industri mode mewah berhasil mengubah persepsi nilai di masyarakat, menggeser norma tradisional ke arah modernitas dan orisinalitas.
7
Seni Modern India dan Industri Mode Mewah: Mengubah Nilai Tradisional
Revolusi Nilai Tradisional: Pengusaha seni modern dan mode mewah di India memainkan peran penting dalam menggeser fokus budaya dari nilai-nilai tradisional menuju apresiasi akan orisinalitas dan individualitas.
Pengaruh pada Konsumen: Konsumen di India mulai menerima produk-produk kreatif yang lebih berani dan modern, meninggalkan batasan tradisional yang selama ini mengatur apa yang dianggap bernilai dan pantas.
Peran Wirausahawan: Wirausahawan di sektor ini memperkenalkan produk baru yang memicu perubahan budaya, dengan redefinisi sistem nilai yang mengutamakan ekspresi individu.
Dukungan Intermediari: Kritikus, kurator, dan ahli seni mendukung transformasi ini dengan menciptakan diskursus yang menilai dan memperkenalkan produk kreatif kepada publik, membantu menciptakan permintaan atas karya-karya yang belum dikenal.
8
Seni Modern India dan Industri Mode Mewah: Mengubah Nilai Tradisional
Seni Modern India: M.F. Husain
Maqbool Fida Husain (M.F. Husain) adalah salah satu pelukis modern terkenal dari India.
Karya-karyanya menggabungkan gaya tradisional India dengan abstraksi modern, menciptakan ruang baru bagi seni kontemporer di India.
Husain menjadi pelopor seni modern yang membawa perspektif baru, dan sering kali menantang nilai-nilai tradisional dalam seni India.
Industri Mode Mewah: Sabyasachi Mukherjee
Sabyasachi Mukherjee adalah desainer mode terkemuka India yang menggabungkan warisan budaya India dengan gaya kontemporer dalam rancangan pakaian mewah.
Karyanya telah mengubah persepsi global tentang mode India, dari yang tradisional menjadi simbol modernitas dan individualitas.
Dengan kreasi busana yang unik, ia berhasil memperkenalkan India sebagai pemain utama dalam industri mode mewah internasional.
Pengaruh Budaya: Kedua tokoh ini berhasil menggeser nilai-nilai budaya tradisional India dan memperkenalkan modernitas, baik dalam seni maupun mode, yang diterima secara luas oleh konsumen di India dan global.
9
Multiple Choice
Apa yang dimaksud dengan budaya dalam konteks industri kreatif menurut Jaeger dan Selznick (1964)?
Sistem nilai ekonomi
Sistem keyakinan, kebiasaan, konvensi, dan norma
Produk kreatif seperti seni dan musik
Penilaian terhadap kualitas produk budaya
10
Multiple Choice
Mengapa wirausahawan di industri kreatif berpotensi mengubah norma budaya?
Karena mereka menghasilkan produk yang mudah diterima oleh pasar.
Karena mereka memperkenalkan produk baru yang membutuhkan perubahan dalam sistem nilai dan konvensi sosial.
Karena mereka menolak semua konvensi budaya yang ada.
Karena produk mereka tidak membutuhkan peran intermediari.
11
Multiple Choice
Siapa yang disebut intermediari dalam industri kreatif?
Produsen barang kreatif
Konsumen budaya
Kritikus seni, kurator museum, sejarawan seni
Pedagang produk seni
12
Multiple Choice
Produk kreatif sering kali dinilai berdasarkan apa, menurut definisi Caves (2000)?
Nilai material
Simbolisme dan nilai budaya
Permintaan pasar
Ketersediaan produk
13
Multiple Choice
Bagaimana intermediari membantu menciptakan pasar untuk produk budaya baru?
Dengan menghasilkan lebih banyak produk budaya baru.
Dengan menciptakan permintaan melalui edukasi konsumen tentang nilai produk.
Dengan menurunkan harga produk budaya.
Dengan menolak produk yang tidak sesuai dengan tradisi.
14
Evolusi Pasar Seni Modern India
Pra-1900: Seni rakyat dan representasional.
1900–1947: Lukisan kolonial dan pascakolonial.
1947: Kemerdekaan India.
1947–1990: Pasar seni modern masih lemah.
1991: Reformasi ekonomi.
1995: Lelang seni modern India pertama.
2000: Lelang modern oleh Saffronart.
2003: Lelang mandiri seni modern oleh Sotheby’s dan Christie’s.
2005–2007: Stabilisasi pasar seni modern India.
15
Evolusi Industri Mode di India
Sebelum 1947
Industri Pakaian Tradisional: Pengrajin tenun tangan, bordir, penjahit, dan sedikit pengecer mendominasi industri.
Pakaian Wanita: Kebanyakan wanita memakai pakaian tradisional India, seperti sari, yang dibuat dengan motif tradisional.
Pakaian Pria: Pria mulai mengadopsi pakaian Barat, namun wanita perkotaan masih jarang mengenakan pakaian Barat.
16
Sebelum 1947
Industri Pakaian Tradisional: Pengrajin tenun tangan, bordir, penjahit, dan sedikit pengecer mendominasi industri.
Pakaian Wanita: Kebanyakan wanita memakai pakaian tradisional India, seperti sari, yang dibuat dengan motif tradisional.
Pakaian Pria: Pria mulai mengadopsi pakaian Barat, namun wanita perkotaan masih jarang mengenakan pakaian Barat.
Evolusi Industri Mode di India
Tahun 1947: Kemerdekaan India: India merdeka dari Inggris dan membentuk demokrasi parlementer.
Kebijakan Ekonomi: Pemerintah baru menerapkan kebijakan ekonomi yang berfokus pada perencanaan pusat.
Tahun 1959: Majalah Wanita: Majalah wanita berbahasa Inggris pertama, Femina, diterbitkan, membahas isu-isu perempuan termasuk pakaian dan gaya hidup.
Pertengahan 1980-an: Perancang Busana Awal: Desainer busana pertama di India mulai muncul, dengan fokus pada pakaian bergaya India menggunakan tekstil tradisional dengan motif modern.
Pengaruh Desain: Gaya busana masih mempertahankan unsur tradisional meskipun mengalami sedikit reinterpretasi.
17
1986
Pendirian NIFT: National Institute of Fashion Technology (NIFT) didirikan di New Delhi di bawah Kementerian Tekstil.
1991
Reformasi Ekonomi: Reformasi ekonomi dilakukan setelah krisis fiskal, menciptakan kelas menengah yang konsumtif. Ekonomi India dibuka untuk perusahaan asing, namun sektor media dan ritel tetap dibatasi.
Evolusi Industri Mode di India
2000
FDCI: Fashion Design Council of India dibentuk, dan mulai mengorganisir Indian Fashion Week dengan format seperti New York dan Paris.
2005 dan Seterusnya
Mode India Terinstitusionalisasi: Mode India berkembang dengan gaya pakaian yang memadukan kerajinan tradisional dan pakaian bergaya Barat. Kedua gaya ini hidup berdampingan di India modern.
18
Perbandingan Antara Seni Modern India dan Mode India
19
Multiple Choice
Apa yang menjadi ciri utama pasar seni modern di India sebelum tindakan kewirausahaan dilakukan?
Pasar seni yang kuat dan terorganisir
Pasar seni yang lemah dan tidak teratur
Fokus pada seni abstrak sebagai seni utama
Dominasi seni kontemporer
20
Multiple Choice
Apa yang mendominasi gaya pakaian wanita di India sebelum tahun 1980-an?
Pakaian Barat
Pakaian modern
Pakaian tradisional seperti sari
Pakaian formal
21
Multiple Choice
Apa yang menjadi fokus utama pada elemen budaya dan sosial dalam konteks mode India sebelum reformasi ekonomi?
Kesesuaian dengan norma dan tradisi
Kebebasan berekspresi individu
Modernisasi dan globalisasi
Inovasi desain
22
Multiple Choice
Apa yang menjadi penentu legitimasi dan nilai karya seni di India?
Populernya seniman di media sosial
Kualitas dan asal-usul karya seni
Kesesuaian dengan tren fashion internasional
Kreativitas individu seniman
23
Multiple Choice
Apa dampak utama dari tindakan kewirausahaan dalam industri mode di India?
Penurunan nilai tradisi
Kebaruan dan orisinalitas menjadi berharga
Keterbatasan variasi dalam desain
Penutupan galeri dan rumah lelang
24
Multiple Choice
Apa yang menjadi karakteristik modernitas dalam seni dan mode di India setelah evolusi?
Penurunan nilai tradisi
Kebaruan dan orisinalitas menjadi berharga
Keterbatasan variasi dalam desain
Penutupan galeri dan rumah lelang
25
Kinerja pada Industri Kreatif
Chapter 12
26
Kinerja pada Industri Kreatif
Kreativitas dalam Industri Kreatif sering kali diperdebatkan secara politis.
Proses dan hasil kreatif bersifat bervariasi tinggi (Faulkner & Anderson, 1987).
Sukses dan gagal dalam industri ini sering kali kompleks dan sulit diukur (Nohria, 1992).
27
Tantangan dalam Menilai Kinerja
Definisi dan pengukuran kinerja memiliki dimensi simbolis.
Banyak penelitian yang menyatakan bahwa "tidak ada yang tahu apa-apa" dalam memprediksi kinerja (Goldman, 1983).
Studi dalam disiplin sosial berusaha untuk memberikan pendekatan sistematis dalam mengukur kinerja.
28
Studi Kasus
Penelitian di Quebec menunjukkan bahwa meskipun keunggulan artistik dianggap penting, indikator kinerja yang paling banyak digunakan adalah ekonomi.
Kesenjangan antara keunggulan artistik dan pengukuran ekonomi masih menjadi tantangan dalam pengelolaan organisasi seni.
29
Multiple Choice
Mengapa kreativitas dalam industri kreatif sering kali diperdebatkan secara politis?
Karena sulit menghasilkan produk kreatif yang diakui.
Karena ada variasi tinggi dalam hasil kreatif.
Karena kinerja dalam industri kreatif selalu dapat diukur dengan tepat.
Karena semua produk kreatif selalu berhasil.
30
Multiple Choice
Apa yang dimaksud dengan ‘high variance’ dalam konteks industri kreatif?
Proses kreatif selalu menghasilkan produk yang sukses
Proses kreatif bervariasi dari satu produk ke produk lainnya.
Semua produk kreatif memiliki kualitas yang sama.
Industri kreatif tidak memerlukan evaluasi kinerja.
31
Multiple Choice
Apa kritik utama terhadap pendekatan rasionalitas instrumental dalam mengukur kinerja di industri kreatif?
Kinerja kreatif tidak memerlukan pengukuran.
Pengukuran kinerja terlalu subjektif dan sulit.
Semua kinerja kreatif bersifat objektif dan dapat diukur.
Indikator kinerja finansial selalu lebih penting.
32
Multiple Choice
Apa yang ditemukan dalam survei 95 organisasi seni non-profit di Quebec?
Keunggulan artistik selalu diukur dengan indikator keuangan.
Indikator kinerja ekonomi lebih sering digunakan daripada keunggulan artistik.
Pengelola tidak memahami pentingnya indikator kinerja ekonomi.
Kinerja keuangan tidak pernah diukur.
33
Multiple Choice
Apa kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh Gilhespy (2001)?
Semua organisasi seni memiliki tujuan yang jelas.
Organisasi seni sering tidak jelas tentang tujuan dan prioritas kebijakan mereka.
Pengukuran kinerja tidak relevan bagi organisasi seni.
Organisasi seni selalu memiliki kinerja ekonomi yang baik.
34
Industri Kreatif
Definisi industri kreatif menurut DCMS (1998): "Industri yang berasal dari kreativitas individu, keterampilan, dan bakat yang memiliki potensi untuk menciptakan kekayaan dan lapangan kerja melalui eksploitasi kekayaan intelektual."
Batasan industri kreatif sulit untuk ditentukan (Jones et al., 2004).
Kesesuaian pekerja dalam industri ini dan penerapan model bisnis umum dipertanyakan (Townley et al., 2009).
35
Tantangan dalam Mendefinisikan Kinerja
Karya seni bukan komoditas: abstrak, subjektif, dan unik (Hirschman, 1983).
Produk budaya memiliki nilai yang lebih dari sekadar harga pasar dan pendapatan.
Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga untuk konsumsi publik (Steele, 2004).
36
Tantangan dalam Mengukur Kinerja
Nilai dan kinerja di industri kreatif sulit diukur secara objektif (Craik, 2005; Steele, 2004).
Seni klasik dan musik orkestra sulit dinilai tanpa kriteria subjektif (Marotto et al., 2007).
Sistem pengukuran kinerja harus mencerminkan nilai-nilai dasar sektor budaya (Soren, 2000).
37
Indikator Kinerja dan Risiko Pengukuran
Indikator kinerja yang salah dapat mempengaruhi keputusan manajemen (Towse, 2001).
Adopsi metode evaluasi berbasis bisnis dapat mengorbankan nilai artistik (Caust, 2003).
Terlalu fokus pada pengukuran dapat mengalihkan perhatian dari analisis hasil yang lebih mendalam (Gstraunthaler & Piber, 2007).
Industri kreatif menghadapi tantangan dalam mendefinisikan dan mengukur kinerja karena sifat karya seni yang subjektif.
Keseimbangan diperlukan antara evaluasi berbasis bisnis dan perlindungan nilai artistik.
38
Multiple Choice
Apa yang menjadi fokus utama dalam mendefinisikan industri kreatif menurut DCMS (1998)?
Teknologi dan inovasi
Eksploitasi kekayaan intelektual
Pengembangan industri desain
Konsumsi publik karya seni
39
Multiple Choice
Mengapa batasan industri kreatif sulit ditentukan?
Karena kurangnya regulasi
Karena keberagaman sektor yang tergabung
Karena fokus pada keuntungan ekonomi
Karena kurangnya pekerja terampil
40
Multiple Choice
Apa yang menjadi kesulitan utama dalam mengukur kinerja industri kreatif?
Nilai produk kreatif sulit diukur secara objektif
Penggunaan teknologi yang tidak merata
Keterbatasan sumber daya finansial
Kurangnya tenaga kerja kreatif
41
Multiple Choice
Mengapa kinerja dalam seni klasik dan musik sulit untuk diukur?
Karena tidak adanya penonton yang jelas
Karena kurangnya dukungan pemerintah
Karena kriteria penilaian bersifat subjektif
Karena biaya produksi yang tinggi
42
Multiple Choice
Bentuk modal apa yang diidentifikasi oleh Bourdieu (1986) selain modal ekonomi, modal budaya, dan modal sosial?
Modal fisik
Modal intelektual
Modal simbolik
Modal psikologis
43
Taxonomy of Performance Dimensions and Levels of Analysis in the Creative Industries
Teori Bourdieu (1986):
Tiga bentuk utama modal:
Modal Ekonomi
Modal Budaya
Modal Sosial
Modal Simbolik sebagai bentuk prestise yang diberikan berdasarkan kompetensi yang diakui.
44
Modal dalam Industri Kreatif
Modal Simbolik: Dimensi meta dari nilai dan kinerja.
Modal Ekonomi, Budaya, Sosial:
Kinerja Komersial (Modal Ekonomi)
Nilai Artistik (Modal Budaya & Simbolik)
Dampak Sosial (Modal Sosial)
45
Dimensi Utama Kinerja dalam Industri Kreatif
Kinerja Komersial: Diukur dari nilai ekonomi dan pencapaian finansial.
Nilai Artistik: Terkait dengan standar dan gaya budaya serta artistik.
Dampak Sosial: Pengaruh berkelanjutan pada kehidupan komunitas.
46
Tingkat Analisis Kinerja dalam Industri Kreatif
Proses Produksi Kreatif:
Kontribusi pekerja, tim proyek, dan grup kreatif.
Hasil Kreatif:
Proyek, organisasi, dan jaringan kreatif.
Dari acara tunggal hingga klaster regional.
47
Kinerja Komersial dalam Proses dan Hasil Kreatif
Proses Produksi:
Keberhasilan eksekutif dalam memprediksi posisi masuk.
Kolaborasi berulang dalam jaringan kreatif.
Hasil Kreatif:
Nilai komersial dari produk kreatif (film, musik, seni).
48
Multiple Choice
Apa risiko utama dari adopsi metode evaluasi berbasis bisnis di industri kreatif?
Pengurangan anggaran
Pengurangan nilai artistik
Penurunan kualitas manajemen
Pengaruh negatif terhadap konsumen
49
Multiple Choice
Apa yang dimaksud dengan 'modal simbolik' dalam konteks industri kreatif?
Keterampilan teknis
Kemampuan finansial
Prestise dan legitimasi
Aset fisik
50
Multiple Choice
Dimensi kinerja apa yang terkait langsung dengan modal ekonomi?
Kinerja artistik
Kinerja komersial
Dampak sosial
Kinerja manajerial
51
Multiple Choice
Apa yang menjadi fokus analisis pada 'proses produksi kreatif'?
Dampak masyarakat terhadap proyek kreatif
Nilai ekonomi dari proyek kreatif
Kontribusi pekerja dan tim dalam proses kreatif
Keuntungan komersial organisasi kreatif
52
Multiple Choice
Apa yang termasuk dalam kinerja komersial dalam industri kreatif menurut literatur?
Dampak sosial pada komunitas
Jumlah penjualan dan box office
Gaya dan nilai artistik
Proses kreatif
53
Artistic Merit dalam Industri Kreatif
Artistic merit atau nilai artistik merupakan pilar penting dalam menilai kinerja di industri kreatif.
Nilai ini sering kali dibandingkan dengan kinerja komersial, namun penelitian yang fokus hanya pada artistic merit masih terbatas.
54
Kinerja Komersial vs. Artistic Merit
Kinerja Komersial: Fokus pada pendapatan dan keberhasilan pasar.
Artistic Merit: Dinilai dari pengakuan artistik yang diberikan oleh rekan sesama seniman atau para ahli melalui penghargaan industri dan ulasan kritis.
Kurang dari 30% kontribusi di literatur industri kreatif yang mempertimbangkan artistic merit secara eksklusif.
55
Penilaian Artistic Merit
Berdasarkan pengakuan institusional dari rekan sejawat dan ahli.
Dalam ekonomi pengalaman, nilai artistik tidak hanya terbatas pada sektor budaya tetapi mencakup semua industri kreatif.
Contoh: Penilaian orkestra oleh musisi dan peran kepemimpinan transformasional konduktor dalam pencapaian artistik.
56
Faktor Evaluasi Artistic Merit
Evaluasi berbasis penghargaan dan nominasi (seperti Grammy Awards).
Pengaruh suasana kelompok dan kualitas kepemimpinan pada pencapaian artistik.
Evaluasi kualitas program dan proses produksi dalam opera serta teater.
57
Artistic Merit dan Konsumen Seni
Konsumen seni menilai nilai artistik berdasarkan pengalaman estetika.
Pengalaman estetika konsumen memainkan peran penting dalam pengukuran kinerja seni.
Balanced Scorecard dan Arts Audience Experience Index digunakan untuk mengukur manfaat intrinsik dari seni.
Konsumen seni menilai nilai artistik berdasarkan pengalaman estetika.
Pengalaman estetika konsumen memainkan peran penting dalam pengukuran kinerja seni.
Balanced Scorecard dan Arts Audience Experience Index digunakan untuk mengukur manfaat intrinsik dari seni.
58
Artistic Merit dan Konsumen Seni
Konsumen seni menilai nilai artistik berdasarkan pengalaman estetika.
Pengalaman estetika konsumen memainkan peran penting dalam pengukuran kinerja seni.
Balanced Scorecard dan Arts Audience Experience Index digunakan untuk mengukur manfaat intrinsik dari seni.
59
Multiple Choice
Apa yang menjadi dasar utama evaluasi artistic merit dalam industri kreatif?
Penjualan tiket
Penghargaan dari rekan sejawat dan ulasan kritis
Jumlah penonton
Pendapatan komersial
60
Multiple Choice
Dalam konteks ekonomi pengalaman, nilai artistik tidak hanya berlaku di sektor budaya, tetapi juga ...
Industri manufaktur
Semua industri kreatif
Sektor pendidikan
Layanan kesehatan
61
Multiple Choice
Apa yang menjadi fokus utama dalam literatur yang menilai kinerja dalam industri kreatif?
Kinerja komersial
Kinerja sosial
Artistic merit
Manajerial
62
Multiple Choice
Apa yang dinilai oleh konsumen seni ketika menilai artistic merit dari sebuah pertunjukan opera?
Lokasi pertunjukan
Kesesuaian antara unsur-unsur pertunjukan dan kinerja solois
Harga tiket
Jumlah penonton yang hadir
63
Multiple Choice
Indeks yang digunakan untuk mengukur manfaat intrinsik dari pengalaman seni disebut ...
Balanced Scorecard
Arts Audience Experience Index
Performance Evaluation Index
Creative Outcome Index
64
Inter-Connections among and within Performance Dimensions through Time
65
Inter-Connections among and within Performance Dimensions through Time
66
Kinerja dalam Industri Kreatif
Industri kreatif mencakup tiga dimensi utama kinerja: Artistic Merit, Commercial Performance, dan Societal Impact.
Ketiga dimensi ini saling berkaitan dengan hubungan yang bisa bersifat complementary, conflicting, atau substitutive.
67
Dimensi 1: Artistic Merit
Proses: Kinerja individu, proyek, tim kreatif, dan kelompok kreatif.
Hasil: Proyek, organisasi, jaringan.
Contoh: Penelitian oleh Smith & Smith (1986), Haddad (2003), Ginsburgh & Weyers (1999).
68
Dimensi 1: Artistic Merit
Smith & Smith (1986)
Topik: Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi individu dalam proses kreatif seni dan dampaknya terhadap hasil artistik.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa proyek-proyek dengan fokus artistik tinggi sering kali menghadapi tantangan dalam mencapai kesuksesan komersial, namun mereka memiliki nilai yang signifikan dalam komunitas seni.
Haddad (2003)
Topik: Studi tentang hubungan antara merit artistik dan keberlanjutan finansial dalam konteks seni di Prancis.
Hasil: Karya seni yang diakui secara artistik memiliki nilai budaya tinggi, tetapi sering kali tidak menghasilkan pendapatan komersial yang signifikan.
Ginsburgh & Weyers (1999)
Topik: Studi ini menganalisis penghargaan dan pengakuan terhadap karya seni serta dampaknya pada jaringan profesional seniman.
Hasil: Pengakuan artistik dapat meningkatkan reputasi dan memperluas jaringan seniman, meskipun tidak selalu diikuti dengan kesuksesan finansial.
69
Dimensi 2: Commercial Performance
Proses: Kontribusi individu, proyek, tim kreatif, kelas kreatif.
Hasil: Proyek, organisasi, jaringan.
Contoh: Penelitian oleh Voss & Voss (2000), Kulbach & Croft (2005), Long Lingo & O’Mahony (2010).
70
Dimensi 2: Commercial Performance
1. Voss & Voss (2000)
Fokus Penelitian: Pengaruh strategi pemasaran dalam teater non-profit terhadap kinerja komersial dan artistik.
Hasil: Kinerja komersial dan artistik sering bertentangan. Ada tantangan dalam menyeimbangkan fokus antara dua dimensi tersebut.
2. Kulbach & Croft (2005)
Fokus Penelitian: Kinerja dalam organisasi kreatif berbasis proyek.
Hasil: Ditemukan bahwa tim kreatif sering kali mengalami konflik antara tujuan komersial dan tujuan artistik dalam proyek-proyek besar.
3. Long Lingo & O'Mahony (2010)
Fokus Penelitian: Pengelolaan tim kreatif dalam industri musik.
Hasil: Peran manajemen dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan kreatif individu dan kebutuhan komersial perusahaan musik.
71
Dimensi 3: Societal Impact
Proses: Tim proyek, kelompok kreatif.
Hasil: Proyek, organisasi, jaringan.
Contoh: Finkel (2009), Ballou et al. (2000), Voss & Cova (2006).
72
Dimensi 3: Societal Impact
Finkel (2009) - Festival
Finkel mengeksplorasi dampak sosial dari festival sebagai proyek budaya yang melibatkan masyarakat secara luas.
Festival berfungsi sebagai alat untuk menghubungkan individu dan komunitas kreatif melalui pengalaman bersama.
2. Ballou et al. (2000) - Organisasi
Penelitian ini membahas dampak organisasi kreatif terhadap masyarakat, dengan fokus pada bagaimana struktur organisasi dapat memengaruhi keterlibatan dan inovasi dalam industri kreatif.
Menunjukkan bahwa organisasi yang mendukung kreativitas dapat meningkatkan dampak sosial.
3. Voss & Cova (2006) - Proyek Kreatif
Studi ini meneliti hubungan antara proyek kreatif dan dampaknya pada jaringan sosial.
Proyek kreatif yang sukses tidak hanya menghasilkan keuntungan komersial tetapi juga memperkuat jaringan dan keterhubungan sosial di masyarakat.
73
Keterkaitan antara Dimensi Kinerja
Hubungan antara dimensi-dimensi kinerja dapat bersifat saling melengkapi (complementary), bertentangan (conflicting), atau saling menggantikan (substitutive).
Contoh hubungan yang menggantikan adalah antara Commercial Performance dan Artistic Merit dalam beberapa konteks.
74
Multiple Choice
Apa yang merupakan hasil dari Artistic Merit menurut gambar?
Proyek dan kelas kreatif
Proyek, organisasi, dan jaringan
Individu dan kelompok kreatif
Tim kreatif dan organisasi
75
Multiple Choice
Dimensi kinerja apa yang fokus pada kontribusi dari kelas kreatif?
Artistic Merit
Societal Impact
Commercial Performance
Semua jawaban benar
76
Multiple Choice
Apa contoh dari hasil pada dimensi Societal Impact?
Proyek dan organisasi
Kelas kreatif dan individu
Commercial Performance
Semua jawaban benar
77
Multiple Choice
Hubungan apa yang dapat terjadi antara Commercial Performance dan Artistic Merit menurut gambar?
Conflicting
Complementary
Substitutive
Semua jawaban benar
78
Multiple Choice
Apa fokus utama dari dimensi Societal Impact?
Kinerja komersial
Pengaruh terhadap masyarakat melalui proyek dan jaringan
Keunggulan artistik
Pencapaian tim kreatif
Entrepreneurship in Creative Industries and Cultural Change
Chapter 11
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 78
SLIDE
Similar Resources on Wayground
71 questions
Kunci Kerukunan
Lesson
•
12th Grade
78 questions
Fotografi
Lesson
•
University
70 questions
Trisna Presentasi DL-PM
Lesson
•
Professional Development
77 questions
Mengenal Koding & KA (Buku Explore) SDN Pekayon 9.
Lesson
•
Professional Development
69 questions
PKWU_XII_1.2 Kerajinan Berdasarkan Pasar Global
Lesson
•
12th Grade
74 questions
IPAS
Lesson
•
KG - University
68 questions
Penawaran, Permintaan, dan Elastisitas
Lesson
•
University
73 questions
KELAS TAMBAHAN:BAB 5: GENETIK
Lesson
•
12th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Business
12 questions
IREAD Week 4 - Review
Quiz
•
3rd Grade - University
20 questions
Endocrine System
Quiz
•
University
7 questions
Renewable and Nonrenewable Resources
Interactive video
•
4th Grade - University
30 questions
W25: PSYCH 250 - Exam 2 Practice
Quiz
•
University
5 questions
Inherited and Acquired Traits of Animals
Interactive video
•
4th Grade - University
20 questions
Implicit vs. Explicit
Quiz
•
6th Grade - University
7 questions
Comparing Fractions
Interactive video
•
1st Grade - University
38 questions
Unit 8 Review - Absolutism & Revolution
Quiz
•
10th Grade - University