Search Header Logo
Creative Industries: Chapter 11 & 12

Creative Industries: Chapter 11 & 12

Assessment

Presentation

Business

University

Practice Problem

Medium

Created by

Keumala Hayati

Used 1+ times

FREE Resource

42 Slides • 36 Questions

1

Entrepreneurship in Creative Industries and Cultural Change

media

Chapter 11

2

Industri Kreatif dan Perubahan Budaya

  • Produk dari industri kreatif seperti seni, mode, desain, dan hiburan merupakan objek budaya dan ekspresi nilai simbolis yang memperkuat elemen budaya (Crane, 1992; Peterson dan Anand, 2004).

  • Wirausahawan dalam industri kreatif berperan tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga mampu mengubah norma budaya.

3

Pengaruh Wirausaha Kreatif Terhadap Budaya

  • Budaya: sistem keyakinan, kebiasaan, norma, dan konvensi yang dipegang oleh kelompok sosial tertentu (Jaeger dan Selznick, 1964).

  • Wirausahawan kreatif memperkenalkan produk baru yang menuntut reconfigurasi sistem nilai dan norma, sehingga mengubah persepsi tentang apa yang dianggap sesuai dan bernilai.

4

Reconfigurasi Nilai oleh Produk Kreatif

  • Contoh: Seni modern India dan industri mode mewah di India mengubah nilai tradisional menjadi lebih menekankan pada keaslian individu.

  • Produk baru ini mengubah sistem nilai sosial yang lebih menghargai individualisme daripada tradisi.

5

Peran Intermediari dalam Industri Kreatif

  • Intermediari (kritikus, kurator museum) membentuk dan memperkuat konvensi nilai yang memungkinkan masyarakat untuk menilai dan menghargai produk budaya.

  • Wirausahawan kreatif memerlukan bantuan intermediari untuk mendidik konsumen dan menciptakan permintaan akan produk baru yang tidak familiar.

6

Contoh Empiris: Seni Modern India dan Industri Mode Mewah

  • Pengusaha dan intermediari dalam seni modern India dan industri mode mewah berhasil mengubah persepsi nilai di masyarakat, menggeser norma tradisional ke arah modernitas dan orisinalitas.

7

Seni Modern India dan Industri Mode Mewah: Mengubah Nilai Tradisional

  • Revolusi Nilai Tradisional: Pengusaha seni modern dan mode mewah di India memainkan peran penting dalam menggeser fokus budaya dari nilai-nilai tradisional menuju apresiasi akan orisinalitas dan individualitas.

  • Pengaruh pada Konsumen: Konsumen di India mulai menerima produk-produk kreatif yang lebih berani dan modern, meninggalkan batasan tradisional yang selama ini mengatur apa yang dianggap bernilai dan pantas.

  • Peran Wirausahawan: Wirausahawan di sektor ini memperkenalkan produk baru yang memicu perubahan budaya, dengan redefinisi sistem nilai yang mengutamakan ekspresi individu.

  • Dukungan Intermediari: Kritikus, kurator, dan ahli seni mendukung transformasi ini dengan menciptakan diskursus yang menilai dan memperkenalkan produk kreatif kepada publik, membantu menciptakan permintaan atas karya-karya yang belum dikenal.

8

Seni Modern India dan Industri Mode Mewah: Mengubah Nilai Tradisional

Seni Modern India: M.F. Husain

  • Maqbool Fida Husain (M.F. Husain) adalah salah satu pelukis modern terkenal dari India.

  • Karya-karyanya menggabungkan gaya tradisional India dengan abstraksi modern, menciptakan ruang baru bagi seni kontemporer di India.

  • Husain menjadi pelopor seni modern yang membawa perspektif baru, dan sering kali menantang nilai-nilai tradisional dalam seni India.

Industri Mode Mewah: Sabyasachi Mukherjee

  • Sabyasachi Mukherjee adalah desainer mode terkemuka India yang menggabungkan warisan budaya India dengan gaya kontemporer dalam rancangan pakaian mewah.

  • Karyanya telah mengubah persepsi global tentang mode India, dari yang tradisional menjadi simbol modernitas dan individualitas.

  • Dengan kreasi busana yang unik, ia berhasil memperkenalkan India sebagai pemain utama dalam industri mode mewah internasional.

Pengaruh Budaya: Kedua tokoh ini berhasil menggeser nilai-nilai budaya tradisional India dan memperkenalkan modernitas, baik dalam seni maupun mode, yang diterima secara luas oleh konsumen di India dan global.

media

9

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan budaya dalam konteks industri kreatif menurut Jaeger dan Selznick (1964)?

1

Sistem nilai ekonomi

2

Sistem keyakinan, kebiasaan, konvensi, dan norma

3

Produk kreatif seperti seni dan musik

4

Penilaian terhadap kualitas produk budaya

10

Multiple Choice

Mengapa wirausahawan di industri kreatif berpotensi mengubah norma budaya?

1

Karena mereka menghasilkan produk yang mudah diterima oleh pasar.

2

Karena mereka memperkenalkan produk baru yang membutuhkan perubahan dalam sistem nilai dan konvensi sosial.

3

Karena mereka menolak semua konvensi budaya yang ada.

4

Karena produk mereka tidak membutuhkan peran intermediari.

11

Multiple Choice

Siapa yang disebut intermediari dalam industri kreatif?

1

Produsen barang kreatif

2

Konsumen budaya

3

Kritikus seni, kurator museum, sejarawan seni

4

Pedagang produk seni

12

Multiple Choice

Produk kreatif sering kali dinilai berdasarkan apa, menurut definisi Caves (2000)?

1

Nilai material

2

Simbolisme dan nilai budaya

3

Permintaan pasar

4

Ketersediaan produk

13

Multiple Choice

Bagaimana intermediari membantu menciptakan pasar untuk produk budaya baru?

1

Dengan menghasilkan lebih banyak produk budaya baru.

2

Dengan menciptakan permintaan melalui edukasi konsumen tentang nilai produk.

3

Dengan menurunkan harga produk budaya.

4

Dengan menolak produk yang tidak sesuai dengan tradisi.

14

Evolusi Pasar Seni Modern India

  • Pra-1900: Seni rakyat dan representasional.

  • 1900–1947: Lukisan kolonial dan pascakolonial.

  • 1947: Kemerdekaan India.

  • 1947–1990: Pasar seni modern masih lemah.

  • 1991: Reformasi ekonomi.

  • 1995: Lelang seni modern India pertama.

  • 2000: Lelang modern oleh Saffronart.

  • 2003: Lelang mandiri seni modern oleh Sotheby’s dan Christie’s.

  • 2005–2007: Stabilisasi pasar seni modern India.

15

Evolusi Industri Mode di India

  • Sebelum 1947

    • Industri Pakaian Tradisional: Pengrajin tenun tangan, bordir, penjahit, dan sedikit pengecer mendominasi industri.

    • Pakaian Wanita: Kebanyakan wanita memakai pakaian tradisional India, seperti sari, yang dibuat dengan motif tradisional.

    • Pakaian Pria: Pria mulai mengadopsi pakaian Barat, namun wanita perkotaan masih jarang mengenakan pakaian Barat.

16

  • Sebelum 1947

    • Industri Pakaian Tradisional: Pengrajin tenun tangan, bordir, penjahit, dan sedikit pengecer mendominasi industri.

    • Pakaian Wanita: Kebanyakan wanita memakai pakaian tradisional India, seperti sari, yang dibuat dengan motif tradisional.

    • Pakaian Pria: Pria mulai mengadopsi pakaian Barat, namun wanita perkotaan masih jarang mengenakan pakaian Barat.

Evolusi Industri Mode di India

  • Tahun 1947: Kemerdekaan India: India merdeka dari Inggris dan membentuk demokrasi parlementer.

    • Kebijakan Ekonomi: Pemerintah baru menerapkan kebijakan ekonomi yang berfokus pada perencanaan pusat.

  • Tahun 1959: Majalah Wanita: Majalah wanita berbahasa Inggris pertama, Femina, diterbitkan, membahas isu-isu perempuan termasuk pakaian dan gaya hidup.

  • Pertengahan 1980-an: Perancang Busana Awal: Desainer busana pertama di India mulai muncul, dengan fokus pada pakaian bergaya India menggunakan tekstil tradisional dengan motif modern.

    • Pengaruh Desain: Gaya busana masih mempertahankan unsur tradisional meskipun mengalami sedikit reinterpretasi.

17

  • 1986

    • Pendirian NIFT: National Institute of Fashion Technology (NIFT) didirikan di New Delhi di bawah Kementerian Tekstil.

  • 1991

    • Reformasi Ekonomi: Reformasi ekonomi dilakukan setelah krisis fiskal, menciptakan kelas menengah yang konsumtif. Ekonomi India dibuka untuk perusahaan asing, namun sektor media dan ritel tetap dibatasi.

Evolusi Industri Mode di India

  • 2000

    • FDCI: Fashion Design Council of India dibentuk, dan mulai mengorganisir Indian Fashion Week dengan format seperti New York dan Paris.

  • 2005 dan Seterusnya

    • Mode India Terinstitusionalisasi: Mode India berkembang dengan gaya pakaian yang memadukan kerajinan tradisional dan pakaian bergaya Barat. Kedua gaya ini hidup berdampingan di India modern.

18

Perbandingan Antara Seni Modern India dan Mode India

media

19

Multiple Choice

Apa yang menjadi ciri utama pasar seni modern di India sebelum tindakan kewirausahaan dilakukan?

1

Pasar seni yang kuat dan terorganisir

2

Pasar seni yang lemah dan tidak teratur

3

Fokus pada seni abstrak sebagai seni utama

4

Dominasi seni kontemporer

20

Multiple Choice

Apa yang mendominasi gaya pakaian wanita di India sebelum tahun 1980-an?

1

Pakaian Barat

2

Pakaian modern

3

Pakaian tradisional seperti sari

4

Pakaian formal

21

Multiple Choice

Apa yang menjadi fokus utama pada elemen budaya dan sosial dalam konteks mode India sebelum reformasi ekonomi?

1

Kesesuaian dengan norma dan tradisi

2

Kebebasan berekspresi individu

3

Modernisasi dan globalisasi

4

Inovasi desain

22

Multiple Choice

Apa yang menjadi penentu legitimasi dan nilai karya seni di India?

1

Populernya seniman di media sosial

2

Kualitas dan asal-usul karya seni

3

Kesesuaian dengan tren fashion internasional

4

Kreativitas individu seniman

23

Multiple Choice

Apa dampak utama dari tindakan kewirausahaan dalam industri mode di India?

1

Penurunan nilai tradisi

2

Kebaruan dan orisinalitas menjadi berharga

3
  • Keterbatasan variasi dalam desain

4

Penutupan galeri dan rumah lelang

24

Multiple Choice

Apa yang menjadi karakteristik modernitas dalam seni dan mode di India setelah evolusi?

1

Penurunan nilai tradisi

2

Kebaruan dan orisinalitas menjadi berharga

3
  • Keterbatasan variasi dalam desain

4

Penutupan galeri dan rumah lelang

25

Kinerja pada Industri Kreatif

media

Chapter 12

26

Kinerja pada Industri Kreatif

  • Kreativitas dalam Industri Kreatif sering kali diperdebatkan secara politis.

  • Proses dan hasil kreatif bersifat bervariasi tinggi (Faulkner & Anderson, 1987).

  • Sukses dan gagal dalam industri ini sering kali kompleks dan sulit diukur (Nohria, 1992).

27

Tantangan dalam Menilai Kinerja

  • Definisi dan pengukuran kinerja memiliki dimensi simbolis.

  • Banyak penelitian yang menyatakan bahwa "tidak ada yang tahu apa-apa" dalam memprediksi kinerja (Goldman, 1983).

  • Studi dalam disiplin sosial berusaha untuk memberikan pendekatan sistematis dalam mengukur kinerja.

28

Studi Kasus

  • Penelitian di Quebec menunjukkan bahwa meskipun keunggulan artistik dianggap penting, indikator kinerja yang paling banyak digunakan adalah ekonomi.

  • Kesenjangan antara keunggulan artistik dan pengukuran ekonomi masih menjadi tantangan dalam pengelolaan organisasi seni.

29

Multiple Choice

Mengapa kreativitas dalam industri kreatif sering kali diperdebatkan secara politis?

1

Karena sulit menghasilkan produk kreatif yang diakui.

2

Karena ada variasi tinggi dalam hasil kreatif.

3

Karena kinerja dalam industri kreatif selalu dapat diukur dengan tepat.

4

Karena semua produk kreatif selalu berhasil.

30

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan ‘high variance’ dalam konteks industri kreatif?

1

Proses kreatif selalu menghasilkan produk yang sukses

2

Proses kreatif bervariasi dari satu produk ke produk lainnya.

3

Semua produk kreatif memiliki kualitas yang sama.

4

Industri kreatif tidak memerlukan evaluasi kinerja.

31

Multiple Choice

Apa kritik utama terhadap pendekatan rasionalitas instrumental dalam mengukur kinerja di industri kreatif?

1

Kinerja kreatif tidak memerlukan pengukuran.

2

Pengukuran kinerja terlalu subjektif dan sulit.

3

Semua kinerja kreatif bersifat objektif dan dapat diukur.

4

Indikator kinerja finansial selalu lebih penting.

32

Multiple Choice

Apa yang ditemukan dalam survei 95 organisasi seni non-profit di Quebec?

1

Keunggulan artistik selalu diukur dengan indikator keuangan.

2

Indikator kinerja ekonomi lebih sering digunakan daripada keunggulan artistik.

3

Pengelola tidak memahami pentingnya indikator kinerja ekonomi.

4

Kinerja keuangan tidak pernah diukur.

33

Multiple Choice

Apa kesimpulan dari penelitian yang dilakukan oleh Gilhespy (2001)?

1

Semua organisasi seni memiliki tujuan yang jelas.

2

Organisasi seni sering tidak jelas tentang tujuan dan prioritas kebijakan mereka.

3

Pengukuran kinerja tidak relevan bagi organisasi seni.

4

Organisasi seni selalu memiliki kinerja ekonomi yang baik.

34

Industri Kreatif

  • Definisi industri kreatif menurut DCMS (1998): "Industri yang berasal dari kreativitas individu, keterampilan, dan bakat yang memiliki potensi untuk menciptakan kekayaan dan lapangan kerja melalui eksploitasi kekayaan intelektual."

  • Batasan industri kreatif sulit untuk ditentukan (Jones et al., 2004).

  • Kesesuaian pekerja dalam industri ini dan penerapan model bisnis umum dipertanyakan (Townley et al., 2009).

35

Tantangan dalam Mendefinisikan Kinerja

  • Karya seni bukan komoditas: abstrak, subjektif, dan unik (Hirschman, 1983).

  • Produk budaya memiliki nilai yang lebih dari sekadar harga pasar dan pendapatan.

  • Tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga untuk konsumsi publik (Steele, 2004).

36

Tantangan dalam Mengukur Kinerja

  • Nilai dan kinerja di industri kreatif sulit diukur secara objektif (Craik, 2005; Steele, 2004).

  • Seni klasik dan musik orkestra sulit dinilai tanpa kriteria subjektif (Marotto et al., 2007).

  • Sistem pengukuran kinerja harus mencerminkan nilai-nilai dasar sektor budaya (Soren, 2000).

37

Indikator Kinerja dan Risiko Pengukuran

  • Indikator kinerja yang salah dapat mempengaruhi keputusan manajemen (Towse, 2001).

  • Adopsi metode evaluasi berbasis bisnis dapat mengorbankan nilai artistik (Caust, 2003).

  • Terlalu fokus pada pengukuran dapat mengalihkan perhatian dari analisis hasil yang lebih mendalam (Gstraunthaler & Piber, 2007).

  • Industri kreatif menghadapi tantangan dalam mendefinisikan dan mengukur kinerja karena sifat karya seni yang subjektif.

  • Keseimbangan diperlukan antara evaluasi berbasis bisnis dan perlindungan nilai artistik.

38

Multiple Choice

Apa yang menjadi fokus utama dalam mendefinisikan industri kreatif menurut DCMS (1998)?

1

Teknologi dan inovasi

2

Eksploitasi kekayaan intelektual

3

Pengembangan industri desain

4

Konsumsi publik karya seni

39

Multiple Choice

Mengapa batasan industri kreatif sulit ditentukan?

1

Karena kurangnya regulasi

2

Karena keberagaman sektor yang tergabung

3

Karena fokus pada keuntungan ekonomi

4

Karena kurangnya pekerja terampil

40

Multiple Choice

Apa yang menjadi kesulitan utama dalam mengukur kinerja industri kreatif?

1

Nilai produk kreatif sulit diukur secara objektif

2

Penggunaan teknologi yang tidak merata

3

Keterbatasan sumber daya finansial

4

Kurangnya tenaga kerja kreatif

41

Multiple Choice

Mengapa kinerja dalam seni klasik dan musik sulit untuk diukur?

1

Karena tidak adanya penonton yang jelas

2

Karena kurangnya dukungan pemerintah

3

Karena kriteria penilaian bersifat subjektif

4

Karena biaya produksi yang tinggi

42

Multiple Choice

Bentuk modal apa yang diidentifikasi oleh Bourdieu (1986) selain modal ekonomi, modal budaya, dan modal sosial?

1

Modal fisik

2

Modal intelektual

3

Modal simbolik

4

Modal psikologis

43

Taxonomy of Performance Dimensions and Levels of Analysis in the Creative Industries

  • Teori Bourdieu (1986):

    • Tiga bentuk utama modal:

      • Modal Ekonomi

      • Modal Budaya

      • Modal Sosial

    • Modal Simbolik sebagai bentuk prestise yang diberikan berdasarkan kompetensi yang diakui.

44

Modal dalam Industri Kreatif

  • Modal Simbolik: Dimensi meta dari nilai dan kinerja.

  • Modal Ekonomi, Budaya, Sosial:

    • Kinerja Komersial (Modal Ekonomi)

    • Nilai Artistik (Modal Budaya & Simbolik)

    • Dampak Sosial (Modal Sosial)

45

Dimensi Utama Kinerja dalam Industri Kreatif

  • Kinerja Komersial: Diukur dari nilai ekonomi dan pencapaian finansial.

  • Nilai Artistik: Terkait dengan standar dan gaya budaya serta artistik.

  • Dampak Sosial: Pengaruh berkelanjutan pada kehidupan komunitas.

46

Tingkat Analisis Kinerja dalam Industri Kreatif

  • Proses Produksi Kreatif:

    • Kontribusi pekerja, tim proyek, dan grup kreatif.

  • Hasil Kreatif:

    • Proyek, organisasi, dan jaringan kreatif.

    • Dari acara tunggal hingga klaster regional.

47

Kinerja Komersial dalam Proses dan Hasil Kreatif

  • Proses Produksi:

    • Keberhasilan eksekutif dalam memprediksi posisi masuk.

    • Kolaborasi berulang dalam jaringan kreatif.

  • Hasil Kreatif:

    • Nilai komersial dari produk kreatif (film, musik, seni).

48

Multiple Choice

Apa risiko utama dari adopsi metode evaluasi berbasis bisnis di industri kreatif?

1

Pengurangan anggaran

2

Pengurangan nilai artistik

3

Penurunan kualitas manajemen

4

Pengaruh negatif terhadap konsumen

49

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan 'modal simbolik' dalam konteks industri kreatif?

1

Keterampilan teknis

2

Kemampuan finansial

3

Prestise dan legitimasi

4

Aset fisik

50

Multiple Choice

Dimensi kinerja apa yang terkait langsung dengan modal ekonomi?

1

Kinerja artistik

2

Kinerja komersial

3

Dampak sosial

4

Kinerja manajerial

51

Multiple Choice

Apa yang menjadi fokus analisis pada 'proses produksi kreatif'?

1

Dampak masyarakat terhadap proyek kreatif

2

Nilai ekonomi dari proyek kreatif

3

Kontribusi pekerja dan tim dalam proses kreatif

4

Keuntungan komersial organisasi kreatif

52

Multiple Choice

Apa yang termasuk dalam kinerja komersial dalam industri kreatif menurut literatur?

1

Dampak sosial pada komunitas

2

Jumlah penjualan dan box office

3

Gaya dan nilai artistik

4

Proses kreatif

53

Artistic Merit dalam Industri Kreatif

  • Artistic merit atau nilai artistik merupakan pilar penting dalam menilai kinerja di industri kreatif.

  • Nilai ini sering kali dibandingkan dengan kinerja komersial, namun penelitian yang fokus hanya pada artistic merit masih terbatas.

54

Kinerja Komersial vs. Artistic Merit

  • Kinerja Komersial: Fokus pada pendapatan dan keberhasilan pasar.

  • Artistic Merit: Dinilai dari pengakuan artistik yang diberikan oleh rekan sesama seniman atau para ahli melalui penghargaan industri dan ulasan kritis.

  • Kurang dari 30% kontribusi di literatur industri kreatif yang mempertimbangkan artistic merit secara eksklusif.

55

Penilaian Artistic Merit

  • Berdasarkan pengakuan institusional dari rekan sejawat dan ahli.

  • Dalam ekonomi pengalaman, nilai artistik tidak hanya terbatas pada sektor budaya tetapi mencakup semua industri kreatif.

  • Contoh: Penilaian orkestra oleh musisi dan peran kepemimpinan transformasional konduktor dalam pencapaian artistik.

56

Faktor Evaluasi Artistic Merit

  • Evaluasi berbasis penghargaan dan nominasi (seperti Grammy Awards).

  • Pengaruh suasana kelompok dan kualitas kepemimpinan pada pencapaian artistik.

  • Evaluasi kualitas program dan proses produksi dalam opera serta teater.

57

Artistic Merit dan Konsumen Seni

  • Konsumen seni menilai nilai artistik berdasarkan pengalaman estetika.

  • Pengalaman estetika konsumen memainkan peran penting dalam pengukuran kinerja seni.

  • Balanced Scorecard dan Arts Audience Experience Index digunakan untuk mengukur manfaat intrinsik dari seni.

  • Konsumen seni menilai nilai artistik berdasarkan pengalaman estetika.

  • Pengalaman estetika konsumen memainkan peran penting dalam pengukuran kinerja seni.

  • Balanced Scorecard dan Arts Audience Experience Index digunakan untuk mengukur manfaat intrinsik dari seni.

58

Artistic Merit dan Konsumen Seni

  • Konsumen seni menilai nilai artistik berdasarkan pengalaman estetika.

  • Pengalaman estetika konsumen memainkan peran penting dalam pengukuran kinerja seni.

  • Balanced Scorecard dan Arts Audience Experience Index digunakan untuk mengukur manfaat intrinsik dari seni.

59

Multiple Choice

Apa yang menjadi dasar utama evaluasi artistic merit dalam industri kreatif?

1

Penjualan tiket

2

Penghargaan dari rekan sejawat dan ulasan kritis

3

Jumlah penonton

4

Pendapatan komersial

60

Multiple Choice

Dalam konteks ekonomi pengalaman, nilai artistik tidak hanya berlaku di sektor budaya, tetapi juga ...

1

Industri manufaktur

2

Semua industri kreatif

3

Sektor pendidikan

4

Layanan kesehatan

61

Multiple Choice

Apa yang menjadi fokus utama dalam literatur yang menilai kinerja dalam industri kreatif?

1

Kinerja komersial

2

Kinerja sosial

3

Artistic merit

4

Manajerial

62

Multiple Choice

Apa yang dinilai oleh konsumen seni ketika menilai artistic merit dari sebuah pertunjukan opera?

1

Lokasi pertunjukan

2

Kesesuaian antara unsur-unsur pertunjukan dan kinerja solois

3

Harga tiket

4

Jumlah penonton yang hadir

63

Multiple Choice

Indeks yang digunakan untuk mengukur manfaat intrinsik dari pengalaman seni disebut ...

1

Balanced Scorecard

2

Arts Audience Experience Index

3

Performance Evaluation Index

4

Creative Outcome Index

64

Inter-Connections among and within Performance Dimensions through Time

media

65

Inter-Connections among and within Performance Dimensions through Time

media

66

Kinerja dalam Industri Kreatif

  • Industri kreatif mencakup tiga dimensi utama kinerja: Artistic Merit, Commercial Performance, dan Societal Impact.

  • Ketiga dimensi ini saling berkaitan dengan hubungan yang bisa bersifat complementary, conflicting, atau substitutive.

67

Dimensi 1: Artistic Merit

  • Proses: Kinerja individu, proyek, tim kreatif, dan kelompok kreatif.

  • Hasil: Proyek, organisasi, jaringan.

  • Contoh: Penelitian oleh Smith & Smith (1986), Haddad (2003), Ginsburgh & Weyers (1999).

68

Dimensi 1: Artistic Merit

  1. Smith & Smith (1986)

    • Topik: Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi individu dalam proses kreatif seni dan dampaknya terhadap hasil artistik.

    • Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa proyek-proyek dengan fokus artistik tinggi sering kali menghadapi tantangan dalam mencapai kesuksesan komersial, namun mereka memiliki nilai yang signifikan dalam komunitas seni.

  2. Haddad (2003)

    • Topik: Studi tentang hubungan antara merit artistik dan keberlanjutan finansial dalam konteks seni di Prancis.

    • Hasil: Karya seni yang diakui secara artistik memiliki nilai budaya tinggi, tetapi sering kali tidak menghasilkan pendapatan komersial yang signifikan.

  3. Ginsburgh & Weyers (1999)

    • Topik: Studi ini menganalisis penghargaan dan pengakuan terhadap karya seni serta dampaknya pada jaringan profesional seniman.

    • Hasil: Pengakuan artistik dapat meningkatkan reputasi dan memperluas jaringan seniman, meskipun tidak selalu diikuti dengan kesuksesan finansial.

69

Dimensi 2: Commercial Performance

  • Proses: Kontribusi individu, proyek, tim kreatif, kelas kreatif.

  • Hasil: Proyek, organisasi, jaringan.

  • Contoh: Penelitian oleh Voss & Voss (2000), Kulbach & Croft (2005), Long Lingo & O’Mahony (2010).

70

Dimensi 2: Commercial Performance

  • 1. Voss & Voss (2000)

    • Fokus Penelitian: Pengaruh strategi pemasaran dalam teater non-profit terhadap kinerja komersial dan artistik.

    • Hasil: Kinerja komersial dan artistik sering bertentangan. Ada tantangan dalam menyeimbangkan fokus antara dua dimensi tersebut.


    2. Kulbach & Croft (2005)

    • Fokus Penelitian: Kinerja dalam organisasi kreatif berbasis proyek.

    • Hasil: Ditemukan bahwa tim kreatif sering kali mengalami konflik antara tujuan komersial dan tujuan artistik dalam proyek-proyek besar.


    3. Long Lingo & O'Mahony (2010)

    • Fokus Penelitian: Pengelolaan tim kreatif dalam industri musik.

    • Hasil: Peran manajemen dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan kreatif individu dan kebutuhan komersial perusahaan musik.

71

Dimensi 3: Societal Impact

  • Proses: Tim proyek, kelompok kreatif.

  • Hasil: Proyek, organisasi, jaringan.

  • Contoh: Finkel (2009), Ballou et al. (2000), Voss & Cova (2006).

72

Dimensi 3: Societal Impact

  • Finkel (2009) - Festival

    • Finkel mengeksplorasi dampak sosial dari festival sebagai proyek budaya yang melibatkan masyarakat secara luas.

    • Festival berfungsi sebagai alat untuk menghubungkan individu dan komunitas kreatif melalui pengalaman bersama.

    2. Ballou et al. (2000) - Organisasi

    • Penelitian ini membahas dampak organisasi kreatif terhadap masyarakat, dengan fokus pada bagaimana struktur organisasi dapat memengaruhi keterlibatan dan inovasi dalam industri kreatif.

    • Menunjukkan bahwa organisasi yang mendukung kreativitas dapat meningkatkan dampak sosial.

    3. Voss & Cova (2006) - Proyek Kreatif

    • Studi ini meneliti hubungan antara proyek kreatif dan dampaknya pada jaringan sosial.

    • Proyek kreatif yang sukses tidak hanya menghasilkan keuntungan komersial tetapi juga memperkuat jaringan dan keterhubungan sosial di masyarakat.

73

Keterkaitan antara Dimensi Kinerja

  • Hubungan antara dimensi-dimensi kinerja dapat bersifat saling melengkapi (complementary), bertentangan (conflicting), atau saling menggantikan (substitutive).

  • Contoh hubungan yang menggantikan adalah antara Commercial Performance dan Artistic Merit dalam beberapa konteks.

74

Multiple Choice

Apa yang merupakan hasil dari Artistic Merit menurut gambar?

1

Proyek dan kelas kreatif

2

Proyek, organisasi, dan jaringan

3

Individu dan kelompok kreatif

4

Tim kreatif dan organisasi

75

Multiple Choice

Dimensi kinerja apa yang fokus pada kontribusi dari kelas kreatif?

1

Artistic Merit

2

Societal Impact

3

Commercial Performance

4

Semua jawaban benar

76

Multiple Choice

Apa contoh dari hasil pada dimensi Societal Impact?

1

Proyek dan organisasi

2

Kelas kreatif dan individu

3

Commercial Performance

4

Semua jawaban benar

77

Multiple Choice

Hubungan apa yang dapat terjadi antara Commercial Performance dan Artistic Merit menurut gambar?

1

Conflicting

2

Complementary

3

Substitutive

4

Semua jawaban benar

78

Multiple Choice

Apa fokus utama dari dimensi Societal Impact?

1

Kinerja komersial

2

Pengaruh terhadap masyarakat melalui proyek dan jaringan

3

Keunggulan artistik

4

Pencapaian tim kreatif

Entrepreneurship in Creative Industries and Cultural Change

media

Chapter 11

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 78

SLIDE