

BUKU SAKU OPTIMALISASI KOMBEL
Presentation
•
Biology
•
Professional Development
•
Practice Problem
•
Hard
IDA KIFAYATI
FREE Resource
50 Slides • 0 Questions
1
KOMUNITAS BELAJAR
GURU ANTARSEKOLAH
BUKUBUKU
SAKUSAKU
PANDUAN PRAKTIS
UNTUK PENGEMBANGAN
KOMUNITAS BELAJAR
GURU ANTARSEKOLAH
2
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas terbitnya Buku Saku
Komunitas Belajar Antar Sekolah bagi Guru. Buku saku ini dirancang untuk
membantu guru menggerakan komunitas antar sekolahnya dan turut serta
dalam transformasi pembelajaran.
Buku saku ini terdiri atas 4 bagian utama, yaitu 1) komunitas belajar guru yang
berpusat pada murid; 2) membangun komunitas belajar guru antar sekolah; 3)
pelaksanaan komunitas belajar guru antar sekolah; serta 4) keberlanjutan
komunitas belajar guru antar sekolah.
Semoga buku panduan ini dapat bermanfaat dan digunakan sebagai referensi
dalam menjalankan komunitas dan kegiatan bersama yang efektif dalam
mengoptimalkan komunitas belajar guru antar sekolah sehingga mampu
berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan
pendidikan sesuai dengan semangat kebijakan Merdeka Belajar.
KATA PENGANTAR
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
2
3
DAFTAR ISIDAFTAR ISIDAFTAR ISI
1.
2.
3.
4.
Komunitas belajar Guru yang
Berpusat pada Murid
Membangun Komunitas belajar
Guru antarsekolah
Pelaksanaan Komunitas belajar
Guru antarsekolah
Keberlanjutan Komunitas belajar
Guru antarsekolah
4545
0505
1212
2121
4
MenggunakanMenggunakan
Sebagai seorang guru, terdapat berbagai cara yang dilakukan untuk
mengembangkan kemampuan profesional. Salah satu cara yang dapat dilakukan
adalah belajar bersama dengan komunitas belajar antarsekolah.
Buku Saku Penggerak Komunitas Belajar Guru antarsekolah ini dirancang untuk
membantu Guru yang termotivasi untuk menggerakan komunitas antar sekolahnya
untuk turut serta dalam transformasi pembelajaran.
Jika Anda adalah penggerak komunitas Belajar antarsekolah dari unsur Guru
(seperti KKG, MGMP, KGBN, dll), Anda dapat menggunakan Buku Saku ini sebagai
referensi dalam menjalankan komunitas dan kegiatan bersama yang efektif.
Buku SakuBuku Saku
KOMUNITAS BELAJAR ANTAR GURU ANTARSEKOLAH
5
Bagian iBagian i
KOMUNITAS BELAJAR GURU
YANG BERPUSAT PADA MURID
5
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
6
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
6
“Komunitas belajar adalah adalah sekelompok guru dan tenaga
kependidikan yang belajar bersama, dan berkolaborasi secara terjadwal
dan berkelanjutan dengan tujuan yang jelas serta terukur untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil
belajar murid”.
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam transformasi pembelajaran,
guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator,
dan evaluator pembelajaran. Transformasi pembelajaran merupakan upaya
untuk mengubah paradigma pembelajaran dari yang bersifat konvensional,
berpusat pada guru, dan berorientasi pada konten, menjadi pembelajaran yang
bertransformasi berpusat pada murid, dan berorientasi pada kompetensi.
Untuk mencapai hal tersebut, peran kepala sekolah dan pengawas juga sangat
penting. Kepala sekolah mendorong dan mendukung guru untuk terlibat aktif
di komunitas belajar antar sekolah, serta memberikan dukungan lainnya yang
dapat mengoptimalkan komunitas belajar guru antarsekolah. Bagi pengawas,
perlu mendampingi dan mendorong agar kegiatan belajar dan berbagi di dalam
komunitas belajar antar sekolah bagi guru rutin dilakukan. Dengan begitu,
peningkatan kompetensi yang berujung dampaknya pada murid dapat tercapai
7
Tujuan komunitas belajar guru antarsekolah adalah sebagai wadah untuk
merealisasikan terjadinya kolaborasi guru antarsekolah untuk dapat belajar
bersama, meningkatkan kompetensi, merencanakan pembelajaran bersama,
berbagi praktik baik yang inovatif dan kreatif, serta memecahkan masalah
pembelajaran dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil
belajar murid.
Tujuan Komunitas Belajar bagi Guru antar Sekolah
Komunitas Belajar yang Berpusat Pada Murid
Komunitas belajar menempatkan fokusnya pada pembelajaran murid,
membudayakan kolaborasi dan tanggung jawab kolektif, serta berorientasi
pada peningkatan hasil belajar murid. Ketiga fokus ini merupakan Tiga Ide
Besar (Three Big Ideas) dalam menjalankan komunitas belajar. (DuFour,
2020).
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
7
Gambar. Tiga Ide Besar dalam Menjalankan Komunitas Belajar
8
8
Ide Besar Pertama, Fokus pada Pembelajaran
Tujuan utama dari penyelenggaraan pendidikan adalah memastikan setiap murid
terlibat dalam proses pembelajaran yang berkualitas. Bukan hanya sekadar
belajar, tetapi bagaimana murid dapat belajar sampai tingkat capaian tertinggi.
Oleh karena itu, untuk memastikan murid memperoleh pembelajaran yang
berkualitas, diskusi pada komunitas belajar guru perlu mampu menjawab 4
pertanyaan kritis berikut.
Apa yang kita harapkan untuk murid
pelajari/capai?
1.
Bagaimana kita tahu bahwa setiap murid telah
belajar/mencapai hal tersebut?
2.
bagaimana respon kita jika ada murid yang tidak
belajar/tidak mencapai capaian yang ditentukan?
3.
Bagaimana strategi kita untuk memperkaya
murid yang sudah mahir/melampaui capaian yang
ditentukan?
4.
Keempat pertanyaan kunci ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta
permasalahan yang dihadapi. Tujuan dari 4 pertanyaan kunci ini adalah untuk
membantu memandu diskusi agar pembicaraannya fokus pada murid.
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
Pertanyaan
Kritis
9
Langkah strategis/intervensi yang dirancang di komunitas belajar guru
antarsekolah harus selalu berorientasi pada peningkatan hasil belajar murid.
Peningkatan hasil belajar murid bisa dilihat dengan membandingkan bukti
berupa hasil asesmen murid sebelum dan setelah dilakukan intervensi dalam
sebuah siklus inkuiri sebagai berikut.
Ide Besar Kedua, Membudayakan Kolaborasi dan Tanggung Jawab Kolektif
Kolaborasi diciptakan untuk menghadirkan suasana belajar bersama, yang di
dalamnya ada rasa saling tergantung satu sama lain, serta kesadaran bahwa
kualitas dan keberhasilan pembelajaran merupakan tanggung jawab bersama.
Para guru dalam komunitas belajar menyepakati komitmen bersama untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran dan memiliki tanggung jawab bersama
pada peningkatan hasil belajar di satuan pendidikan. Bukan hanya satuan
pendidikannya sendiri tapi juga mengimbaskannya ke satuan pendidikan di
sekitarnya.
Ide Besar Ketiga, Berorientasi pada Peningkatan Hasil Belajar Murid
Gambar Siklus Inkuiri dalam Komunitas Belajar
9
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
10
Siklus inkuiri menunjukan bahwa kegiatan belajar di komunitas belajar
dirancang sebagai proses yang utuh dan berkelanjutan, dimulai dari refleksi
awal sampai kembali lagi ke refleksi awal.
Pada tahap refleksi awal, para guru dalam komunitas belajar berdiskusi
mengenai peningkatan hasil belajar murid yang akan dilakukan
bersumber dari beragam data yang tersedia.
Pada tahap perencanaan, para guru dalam komunitas belajar
mengembangkan dan menyepakati rencana strategis/intervensi yang
akan dilakukan untuk peningkatan hasil belajar murid. Pada tahap ini
diskusi bisa dipandu dengan menggunakan empat pertanyaan kritis.
Pada tahap implementasi, para guru mempraktekkan langkah
strategis/intervensi yang telah dirancang dan disepakati di satuan
pendidikan masing-masing. Pada tahap ini dimungkinkan juga untuk
melakukan saling mengobservasi antarsatuan pendidikan.
Pada tahap evaluasi, para guru melakukan refleksi bersama tentang
apa yang sudah berjalan efektif dan apa yang masih kurang efektif
untuk perbaikan di tahap selanjutnya.
10
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
11
Ada banyak ragam topik yang dapat dibahas di komunitas belajar guru
antarsekolah, diantaranya sebagai berikut.
Peningkatan kompetensi murid;1.
Topik pada mata pelajaran yang paling menantang untuk diajarkan guru2.
Pemahaman tentang pembelajaran berpusat pada murid, manfaat, dan cara
penerapannya;
3.
Metode pembelajaran yang berpusat pada murid, seperti pembelajaran berbasis
proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran kooperatif;
4.
Penilaian yang berpusat pada murid, seperti penilaian autentik, penilaian diri, dan
penilaian teman sebaya;
5.
Pembelajaran yang adaptif, bagaimana penerapan yang adaptif, personal untuk
memenuhi kebutuhan belajar murid yang berbeda beda;
6.
Kreativitas dan inovasi pembelajaran yang dapat mendorong motivasi dan hasil
belajar murid;
7.
Pembelajaran bermakna dan relevan;8.
Pembelajaran yang aktif dan partisipatif;9.
Pembelajaran berbasis literasi dan numerasi;10.
Pembelajaran berbasis teknologi;11.
Kurikulum, contohnya perencanaan pembelajaran (CP, TP & ATP dan Modul Ajar),
asesmen, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, penyelesaian aksi nyata, dan
lainnya;
12.
Topik-topik lainnya yang berpusat pada peningkatan hasil pembelajaran murid.13.
Daftar Topik Bahasan Komunitas Belajar Guru antarsekolah
11
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
12
Bagian 2Bagian 2
MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR
GURU ANTARSEKOLAH
12
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
13
Untuk mengoptimalkan komunitas belajar antarsekolah sebagai wadah
berkolaborasi bagi guru, maka perlu dilakukan langkah-langkah
sederhana yang dapat dimulai dalam membangun komunitas belajar guru
antarsekolah.
Membentuk
tim kecil
1
Tim kecil merupakan sekumpulan orang yang memiliki pengaruh kuat dalam hal
positif di dalam komunitas (biasanya disebut penggerak) dan memiliki
pemahaman yang sama tentang pentingnya komunitas belajar. Pembentukan
tim kecil merupakan langkah awal yang dapat dilakukan di dalam membangun
komunitas belajar. Orang-orang di dalam tim kecil ini diharapkan menjadi
inisiator untuk menggerakkan ragam bentuk kolaborasi di dalam komunitas
belajarnya.
13
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
14
Untuk komunitas belajar yang sudah memiliki tim kecil atau penggerak
perannya dapat dilanjutkan sebagaimana yang telah ada, namun untuk
komunitas belajar yang belum memiliki tim kecil atau penggerak dapat
melakukan hal-hal berikut.
a. Membangun percakapan awal
Pada tahap ini, penggerak/inisiator dapat melakukan
percakapan awal dengan rekan lainnya di satu komunitas
belajar terkait pentingnya mengoptimalisasi komunitas belajar
yang ada. Percakapan awal ini diharapkan dapat menjadi
awalan perbincangan untuk sama-sama mengetahui
ekspektasi terhadap komunitas belajar.
b. Menemukan pengikut pertama
Setelah melakukan percakapan awal, tahap selanjutnya
adalah menemukan rekan-rekan di dalam komunitas belajar
yang memiliki semangat yang sama dan dengan sukarela mau
menggerakkan komunitas belajar agar lebih optimal lagi.
Rekan-rekan ini biasanya terdiri dari orang-orang yang
memiliki keresahan yang sama dan memiliki kemauan yang
kuat untuk melakukan perubahan.
c. Melakukan penguatan bersama
Setelah menemukan pengikut pertama, selanjutnya tim kecil
dapat belajar bersama terkait pentingnya kolaborasi di dalam
komunitas belajar dalam meningkatkan hasil belajar murid.
Bersama tim kecil dapat melihat hal-hal penting terkait
pengelolaan komunitas belajar. Hal tersebut diharapkan
sebagai bagian dari penguatan dari tim kecil itu sendiri.
Selanjutnya, tim kecil dapat memberikan penguatan seputar
pentingnya komunitas belajar kepada anggota lainnya.
14
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
15
Menyamakan
Persepsi
2
Setelah tim kecil memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya
komunitas belajar guru antarsekolah, selanjutnya dapat dilakukan penyamaan
persepsi dengan rekan-rekan lainnya di komunitas. Penyamaan persepsi
difokuskan pada pentingnya kolaborasi antar guru untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran murid. Cara untuk melakukan penyamaan persepsi ini sangat
fleksibel untuk dilakukan, misalnya untuk komunitas yang anggotanya cukup
banyak dapat dilakukan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil.
Dari penyamaan persepsi ini, harapannya setiap orang di dalam komunitas
belajar memiliki pandangan yang sama tentang komunitas belajar yang
diikutinya, sehingga setiap anggota memiliki ekspektasi yang sesuai dalam
bentuk kolaborasi yang akan dilakukan nantinya. Setelah penyamaan persepsi
dilakukan, selanjutnya yang dapat dilakukan adalah membangun nilai dan
komitmen bersama.
15
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
16
Membangun Nilai dan
Komitmen Bersama
3
Nilai dan komitmen bersama merupakan pondasi untuk berkolaborasi, oleh
karena itu dalam membangun komunitas belajar perlu memiliki kesepakatan
terhadap nilai dan komitmen bersama. Perlu dipahami bahwa keberadaan nilai
dan komitmen bersama adalah agar setiap anggota dapat merasakan bahwa
komunitas belajar menjadi tempat yang aman dan ramah bagi mereka dalam
beraktivitas dan berkolaborasi, sehingga setiap orang memiliki kesempatan
yang sama untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama.
16
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
17
Nilai
Komitmen Bersama
Keterbukaan: Kami menghargai diskusi
terbuka dan jujur tentang praktik
mengajar kami, serta siap menerima
kritik yang konstruktif dari sesama
anggota komunitas belajar.
Kerjasama: Kami menghargai kolaborasi
dan berbagi ide dengan sesama
anggota komunitas belajar.
Profesionalisme: Kami menghargai
praktik implementasi yang berkualitas
tinggi dan berusaha untuk
meningkatkan praktik kami secara
konsisten.
Menghargai: Kami menghargai perilaku
yang mencerminkan respek terhadap
anggota lain seperti mendengarkan
semua pendapat yang ada, tidak
memotong pembicaraan, memberikan
ruang yang aman dan nyaman untuk
semua anggota berpendapat dan
mengeluarkan idenya.
Mengapresiasi: Kami memberikan
apresiasi atas kontribusi dan
keberhasilan anggota komunitas
belajar dalam meningkatkan
pembelajaran murid dan memperbaiki
praktik mengajar.
Kami akan menjadi anggota tim kolaboratif
yang positif dan memberikan kontribusi.
Kami akan berkolaborasi untuk sebuah
pencapaian yang optimal.
Kami akan menjadi bagian dari solusi untuk
setiap tantangan.
Kami akan berupaya maksimal untuk
mencapai tujuan bersama
Kami akan saling berbagi praktik baik.
Beberapa contoh nilai dan komitmen bersama
Dalam membangun nilai dan komitmen bersama setiap komunitas belajar tentu memiliki
kekhasan masing-masing, oleh karena itu nilai dan komitmen bersama dapat disesuaikan
dengan kondisi tersebut.
17
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
18
Membagi tanggung
jawab bersama
4
Untuk merawat keberlanjutan dalam komunitas belajar, maka perlu adanya
pembagian peran. Pembagian peran ini penting untuk menciptakan tanggung
jawab bersama antar anggota di dalam komunitas.
18
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
19
Peran
Aktivitas yang Perlu Dilakukan
Tim Kecil
Memberikan penguatan tentang pentingnya
komunitas belajar dan berkolaborasi di dalamnya.
Menjadi fasilitator dalam penguatan tentang
pentingnya komunitas belajar.
Melihat tantangan dan kebutuhan kolektif untuk
dapat tersolusikan bersama.
Memfasilitasi penyepakatan nilai dan komitmen
bersama.
Memfasilitasi pertemuan-pertemuan rutin
komunitas belajar.
Menjadi teladan (representasi positif) dalam
penerapan nilai dan komitmen bersama.
Menganalisis tantangan yang dihadapi di dalam
komunitas belajar dan memberikan rekomendasi
solusi yang dapat diterapkan bersama.
Menentukan kelompok-kelompok kecil untuk
pembahasan topik spesifik sesuai kebutuhan
anggota (jika diperlukan).
19
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
Berikut pembagian peran kunci di dalam komunitas belajar.
20
Selain peran tim kecil di atas, pembagian tim juga dapat dibuat sesuai
dengan kebutuhan internal komunitas belajar. Perlu dipastikan pembagian
tim perlu memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas, mudah dipahami,
dan memungkinkan untuk dilakukan. Pada komunitas yang sudah dibentuk
pembagian peran dapat dilanjutkan dari peran yang sudah disusun
sebelumnya atau dapat diubah sesuaikan dengan referensi di bawah ini.
Peran
Referensi Tugas dan
Tanggung Jawab
Mendokumentasikan aktivitas di setiap pertemuan, baik
dalam bentuk tulisan, gambar, ataupun video.
Mengarsipkan dokumentasi dengan rapi dan mudah
dimanfaatkan anggota lain.
Menyusun alur kegiatan yang dilakukan di komunitas belajar.
Memberikan referensi narasumber untuk kegiatan belajar
bersama.
Memastikan ketersediaan peralatan yang dibutuhkan dalam
pertemuan.
Menyiapkan ruangan untuk siap digunakan untuk pertemuan.
Mencatat pengeluaran dan pemasukan keuangan komunitas.
Melaporkan kondisi keuangan setiap tiga bulan sekali.
TIM
DOKUMENTASI
TIM
ACARA
TIM
LOGISTIK
TIM
KEUANGAN
Menganalisis kebutuhan belajar anggota
Menentukan topik belajar bersama
Menentukan fasilitator atau narasumber juga dibutuhkan
Mendorong hasil belajar diimplementasikan di satuan
pendidikan masing-masing
Mendorong hasil belajar didiseminasikan ke guru-guru di
satuan pendidikan masing-masing, khususnya yang terkait
dengan topik yang dipelajari
TIM
PEMBELAJARAN
20
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
21
Bagian 3Bagian 3
PELAKSANANAAN KOMUNITAS BELAJAR
GURU ANTARSEKOLAH
21
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
22
22
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
Komunitas belajar diharapkan menjadi wadah bagi kepala sekolah untuk
membantu menyelesaikan tantangan di satuan pendidikan masing-masing, oleh
karena itu pelaksanaan aktivitas di dalam komunitas belajar perlu dilakukan
sesuai dengan kebutuhan. Namun demikian, sebelum melakukan beragam
aktivitas di dalam komunitas belajar, perlu dipastikan terlebih dahulu komunitas
belajar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua anggotanya.
Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat nilai dan komitmen bersama yang
telah dibuat.
Buatlah Suasana Terbuka dan Inklusif: Pastikan semua anggota merasa
diterima dan didengar dalam komunitas tersebut. Hindari sikap yang
mengecualikan atau mengintimidasi.
1.
Fasilitasi Pertemuan Rutin: Adakan pertemuan rutin di mana anggota bisa
berkumpul, berbagi ide, dan menyelesaikan masalah bersama. Pertemuan
ini bisa berupa diskusi kelompok kecil atau besar.
2.
Bangun Kolaborasi: Dorong kolaborasi antar-anggota dalam pembuatan
rencana belajar, pengembangan program, atau proyek-proyek
pembelajaran bersama. Hal ini harapannya dapat memperkuat hubungan
dan meningkatkan kreativitas.
3.
Sediakan Sumber Daya Pendukung: Pastikan anggota memiliki akses ke
sumber daya yang mereka butuhkan untuk meningkatkan keterampilan
dan pengetahuan mereka. Pastikan bahwa topik yang akan dipelajari
adalah yang berdasarkan kebutuhan dan aspirasi dari anggota. Dukungan
ini dapat diberikan dalam bentuk pelatihan, lokakarya, atau, referensi
belajar lain yang dibutuhkan.
4.
Hargai Kontribusi: Kenali dan hargai kontribusi setiap anggota dalam
komunitas. Ini bisa berupa penghargaan formal atau pujian terbuka.
5.
23
23
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
Bangun Komunikasi Terbuka: Pastikan ada saluran komunikasi yang terbuka
antara anggota komunitas dan tim kecil. Ini memungkinkan anggota untuk
menyampaikan masalah, ide, atau kebutuhan mereka.
Fokus pada Pembelajaran Berkelanjutan: Dorong budaya pembelajaran
berkelanjutan di mana anggota terus menerus mengembangkan keterampilan
dan pengetahuan mereka.
6.
7.
Setelah komunitas belajar telah terbangun menjadi wadah yang aman, nyaman,
dan ramah bagi anggota, selanjutnya dapat dilakukan beragam aktivitas di dalam
komunitas dengan model pelaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan anggota.
Model-model pelaksanaan komunitas belajar ini dapat sangat beragam,
setidaknya ada tiga contoh model pelaksanaan komunitas belajar guru, yaitu
sebagai berikut:
Model dengan belajar bersama1.
Model dengan menerapkan siklus inkuiri2.
Model dengan belajar bersama dan menerapkan siklus inkuiri3.
Dari ketiga model ini, yang sangat diutamakan di dalam komunitas belajar guru
antar sekolah adalah model ketiga, yaitu belajar bersama dan menerapkan siklus
inkuiri. Hal ini dikarenakan siklus inkuiri menjadi salah satu cara untuk
mendorong keberlanjutan komunitas belajar. Berikut penjelasannya untuk ketiga
model tersebut.
24
Komunitas yang sudah terbentuk/komunitas yang
baru terbentuk merencanakan program bersama
Refleksi/analisis kebutuhan
topik belajar
Penyepakatan topik belajar
Persiapan kegiatan belajar
bersama
Dokumentasi dan rencana
tidak lanjut belajar bersama
Pelaksanaan kegiatan belajar
bersama
Model-model komunitas belajar
guru antarsekolah
Model 1 - Belajar Bersama
24
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
25
1. Refleksi/ Analisis Kebutuhan Belajar :
Pada tahap ini menggali data dan melakukan analisis kebutuhan belajar anggota kelompok
belajar
Bagaimana cara refleksi kebutuhan belajar
Rapor Pendidikan dan data lain yang relevan: Rapor pendidikan dapat dianalisis hasilnya sebagai
pertimbangan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar. Hasil Rapor Pendidikan yang belum
memadai dianalisis menjadi topik kebutuhan belajar. Data lain yang berkaitan seperti data observasi
dan kinerja juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi topik kebutuhan belajar
Survey sederhana: Survey sederhana dapat dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berisi
pertanyaan-pertanyaan terkait terkait tantangan yang ada dan ingin segera diselesaikan dalam
pembelajaran murid di sekolah
Rembuk diskusi: Sebagai permulaan rembuk diskusi dapat dilakukan pada forum-forum yang sudah
ada. Contohnya forum Gugus Paud, MGMP, KKG, atau forum pertemuan lainnya.
Strategi analisis kebutuhan belajar:
Memetakan tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh mayoritas rekan-rekan sejawat dalam
komunitas, disertakan dengan contoh, data atau bukti yang mengkonfirmasi bahwa persoalan
tersebut benar terjadi;
Memetakan sebab dan akar masalah yang terjadi
Memetakan hal-hal yang sudah dicoba dilakukan selama ini untuk mengatasi persoalan atau
tantangan tersebut. Identifikasi seluruh upaya, baik yang telah berhasil maupun belum berhasil;
Bila ada rekan sejawat yang sudah berhasil, apa “resep”nya? Mengapa rekan sejawat lain tidak atau
belum mencoba hal serupa?
Pelaksanaan model - model komunitas
belajar Guru antarsekolah
Model 1 - Belajar Bersama
Setelah dianalisis data ini dapat digunakan untuk proses pada tahapan selanjutnya
25
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
26
2. Penyepakatan Topik dan Belajar
Setelah dilakukan analisis kebutuhan belajar, biasanya muncul beberapa topik yang menjadi
kebutuhan. Pada tahap ini anggota berdiskusi memilih satu topik yang akan dipelajari secara spesifik
dengan mempertimbangkan kebutuhan mayoritas anggota dan kepentingan mendesak yang terkait
dengan tantangan yang sedang dihadapi. Dalam hal ini juga setiap anggota perlu menyepakati kapan
waktu belajar dilakukan.
3. Persiapan Kegiatan Belajar (1/2)
Persiapan belajar dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Tetapkan tujuan secara SMART. SMART singkatan dari Specific (spesifik), Measurable (terukur),
Achievable (dapat tercapai), Realistic (dapat direalisasikan), Timely (ada jangka waktu). Misal:
“Meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar menggunakan diferensiasi pembelajaran",
”Meningkatkan kemampuan guru dalam mengaplikasikan metode diferensiasi konten dalam
pembelajaran selama 3 bulan ke depan.
Diskusikan bagaimana kegiatan belajar yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan
pembelajaran tersebut. Misal: kegiatan belajar dapat berbentuk pelatihan mandiri, lokakarya,
kegiatan berbagi di MGMP/KKG, Gugus Paud dan komunitas belajar antarsekolah lainnya.
Mencari narasumber yang relevan sesuai kebutuhan belajar : Pada prinsipnya , narasumber untuk
pertemuan di dalam Komunitas Praktisi bisa siapa saja baik berasal dari dalam komunitas maupun
luar komunitas . Dari dalam komunitas, dapat ditawarkan atau diminta kepada rekan Guru yang
memiliki praktik baik untuk disebarkan. Dapat pula meminta pihak lain yang relevan untuk menjadi
narasumber dan berbagi praktik.
Model 1 - Belajar Bersama
26
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
27
Setelah dianalisis data ini dapat digunakan untuk proses pada tahapan selanjutnya
3. Persiapan Kegiatan Belajar (2/2)
Bagi peran dan tanggung jawab kepada rekan guru sesama komunitas praktisi. Peran yang dapat
dibagi sesuai kebutuhan komunitas praktisi antara lain:
a. Koordinator
b. Tim dokumentasi
c. Tim Logistik
d. Tim Acara/Konten
e. Peran lain sesuai kebutuhan
Bila memerlukan biaya, tentukan bagaimana biaya tersebut dapat dipenuhi secara realistis. Contoh,
bila kebutuhan konsumsi dapat disediakan iuran, atau bawa sendiri, tidak perlu membeli dari luar.
Menyepakati jadwal kegiatan untuk memastikan komitmen anggota
Memastikan sosialisasi kegiatan kepada seluruh anggota. Informasi publikasi kegiatan penting
untuk secara berkala mengingatkan anggota terkait waktu pelaksanaan kegiatan
4. Pelaksanaan Kegiatan Belajar
Pada pelaksanaan kegiatan belajar, masing-masing bertanggung jawab sesuai perannya. Semua hal yang
sudah disepakati dan direncanakan sebelumnya dilaksanakan tentunya fleksibel menyesuaikan kondisi
dan situasi yang ada tanpa mengabaikan tujuan dari kegiatan belajar.
Model 1 - Belajar Bersama
27
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
28
5. Dokumentasi dan Rencana Tindak Lanjut Belajar
Kegiatan dokumentasi dan publikasi pengetahuan penting dilakukan sebagai bagian dari manajemen
pengetahuan. Selain itu, dokumentasi dan publikasi adalah merupakan sumber belajar bagi anggota
komunitas dan dapat juga digunakan sebagai media refleksi bagi anggota.
Bentuk dokumentasi antara lain berupa :
Ringkasan kegiatan yang meliputi materi esensial, paparan narasumber dan hasil refleksi peserta1.
Foto kegiatan dan hasil belajar2.
Video kegiatan3.
Bentuk publikasi pengetahuan meliputi:
mempublikasikan refleksi pembelajaran pada kanal belajar yang disepakati. Kanal belajar dalam
bentuk media daring atau luring.
1.
membagikan ulang hasil praktik atau materi yang didapatkan2.
menerbitkan hasil publikasi menjadi karya guru3.
Model 1 - Belajar Bersama
28
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
29
Model 1 - Belajar Bersama
“Selain dokumentasi, anggota komunitas belajar perlu memiliki aksi nyata
sebagai hasil belajar yang akan diimplementasikan di instansi masing-
masing. Sedangkan untuk tindak lanjut, anggota komunitas belajar perlu
untuk menerapkan apa yang telah dipelajari dalam kegiatan komunitas
belajar. Tindak lanjut belajar dapat dilakukan secara individual maupun
kelompok kecil”
Tindak lanjut belajar secara individual dapat dilakukan dengan berbagai cara:
Mengadaptasi dengan menyesuaikan dengan konteks masing-masing pendidikan1.
Mencari sumber belajar lain untuk memperdalam pemahaman tentang materi yang telah dipelajari2.
Mendiskusikan kegiatan berbagi praktik baik dengan rekan sejawat3.
Tindak lanjut belajar secara kelompok dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
Melakukan pembelajaran kolaboratif dengan anggota komunitas belajar1.
Melanjutkan pembahasan topik dengan siklus inkuiri2.
Mengadakan kegiatan berbagi praktik baik dengan anggota komunitas belajar3.
Menerbitkan karya tulis/cerita praktik tentang hasil belajar dari komunitas belajar4.
Tindak lanjut belajar merupakan hal penting untuk dilakukan agar hasil
belajar dari komunitas belajar dapat diimplementasikan secara nyata. Tindak
lanjut belajar juga dapat membantu anggota komunitas belajar untuk saling
bertukar informasi dan pengalaman sehingga berdampak pada peningkatan
kualitas pembelajaran peserta didik. Tindak lanjut belajar dapat disesuaikan
dengan kebutuhan dan tujuan komunitas belajar.
29
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
30
Komunitas yang sudah terbentuk/komunitas yang
baru terbentuk merencanakan belajar bersama
Penyepakatan topik diskusi
Perencanaan program
bersama
Implementasi program
Refleksi/analisis tantangan
Evaluasi hasil implementasi
Model-model komunitas belajar
guru antarsekolah
Model 2- Menerapkan Siklus Inkuiri
30
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
31
1. Refleksi/ Analisis Kebutuhan Belajar
Pada tahap ini menggali data dan melakukan analisis kebutuhan belajar anggota kelompok
belajar
Bagaimana cara refleksi kebutuhan bersama untuk menyusun program yang berdampak pada murid
Rapor Pendidikan dan data lain yang relevan: Rapor pendidikan dapat dianalisis hasilnya sebagai
pertimbangan untuk mengidentifikasi kebutuhan bersama. Hasil Rapor Pendidikan yang belum
memadai dianalisis menjadi topik untuk membuat program bersama. Data lain yang berkaitan seperti
data observasi dan kinerja juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi topik kebutuhan bersama
Survey sederhana: Survei sederhana dapat dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berisi
pertanyaan-pertanyaan terkait tantangan yang ada dan ingin segera diselesaikan dalam
pembelajaran murid di sekolah
Rembuk diskusi: Sebagai permulaan rembuk diskusi dapat dilakukan pada forum-forum yang sudah
ada. Contohnya forum MGMP, KKG, Gugus Paud atau forum pertemuan lainnya.
Model 2- Menerapkan Siklus Inkuiri
2. Penyepakatan Topik Belajar
Setelah dilakukan analisis kebutuhan bersama, biasanya muncul beberapa topik yang menjadi
kebutuhan. Pada tahap ini anggota berdiskusi memilih satu topik yang akan dijadikan sebagai
rencana pembelajaran bersama secara spesifik dengan mempertimbangkan kebutuhan mayoritas
anggota, dampak pada murid, dan kepentingan mendesak yang terkait dengan tantangan yang
sedang dihadapi.
31
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
32
3. Perencanaan Program Bersama
Persiapan penyusunan perencanaan pembelajaran bersama dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Memetakan kondisi dan perilaku murid sebelum intervensi pembelajaran dilakukan.1.
Diskusikan bagaimana:2.
Tujuan pembelajaran sesuai dengan topik yang telah disepakati sebelumnya. Tujuan pembelajaran
ditulis dengan spesifik yang menggambarkan apa yang perlu murid capai di akhir pembelajaran;
Asesmen yang akan dilakukan pada awal pembelajaran, selama, dan di akhir pembelajaran beserta
instrumennya;
Alur belajar dan metode pembelajaran yang akan dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
sudah disepakati sebelumnya;
Materi ajar yang akan diberikan kepada murid selama proses pembelajaran;
Strategi khusus untuk murid yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran;
Dukungan tambahan untuk murid yang sudah mahir.
Melakukan review terhadap rencana bersama yang telah disusun dikaitkan dengan tujuan
pembelajaran dan hasil refleksi awal. Dalam proses ini, perencanaan pembelajaran dapat dibuat
dengan menyesuaikan konteks kelas atau satuan pendidikan masing-masing. Namun, untuk guru
model yang akan membuka kelas untuk diobservasi, rencana pembelajaran dapat dibuat bersama-
sama.
3.
Model 2- Menerapkan Siklus Inkuiri
32
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
33
Model 2- Menerapkan Siklus Inkuiri
4. Implementasi Program
Implementasi program atau rencana pembelajaran bersama akan dilakukan pada kelas di satuan
pendidikan masing-masing oleh anggota komunitas belajar, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara
lain:
Mempersiapkan semua perlengkapan untuk proses pembelajaran yang telah disiapkan saat
perencanaan program/pembelajaran bersama dan telah menyesuaikan konteks kelas atau satuan
pendidikan masing-masing.
1.
Anggota komunitas belajar dapat membuka kelasnya untuk diobservasi oleh rekan guru yang lain
untuk mendapatkan umpan balik sebagai masukan yang digunakan sebagai bahan perbaikan
pembelajaran.
2.
5. Evaluasi Program
Evaluasi dilakukan bersama dengan refleksi dan berbagi pengalaman pada saat mengimplementasikan
rencana pembelajaran yang telah disusun bersama pada tahapan sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk
mengetahui apakah rencana pembelajaran yang sudah dibuat dapat diterapkan secara efektif guna
mencapai tujuan pembelajaran dan berdampak langsung pada murid. Evaluasi dapat dilakukan dengan
melihat perbedaan kondisi awal hasil belajar murid sebelum dan sesudah dilakukan proses pembelajaran.
Evaluasi juga dapat dilakukan menggunakan instrumen-instrumen yang sudah disusun sebelumnya.
33
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
34
Komunitas yang sudah terbentuk/komunitas yang
baru terbentuk merencanakan belajar bersama
Refleksi/analisis kebutuhan
topik belajar
Penyepakatan topik belajar
Persiapan kegiatan belajar
bersama
Pelaksanaan kegiatan belajar
bersama
Perencanaan implementasi
hasil belajar
Evaluasi hasil implementasi
Berbagi praktik baik
implementasi
Implementasi hasil belajar
Model-model komunitas belajar
guru antarsekolah
Model 3 -
Belajar Bersama dan
Menerapkan Siklus Inkuiri
34
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
35
Model 3 -
Belajar Bersama dan
Menerapkan Siklus Inkuiri
1. Refleksi/ Analisis Kebutuhan Belajar
Pada tahap ini menggali data dan melakukan analisis kebutuhan belajar anggota kelompok
belajar
Bagaimana cara refleksi kebutuhan belajar
Rapor Pendidikan dan data lain yang relevan: Rapor pendidikan dapat dianalisis hasilnya sebagai
pertimbangan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar. Hasil Rapor Pendidikan yang belum
memadai dianalisis menjadi topik kebutuhan belajar. Data lain yang berkaitan seperti data observasi
dan kinerja juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi topik kebutuhan belajar
Survei sederhana: Survei sederhana dapat dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berisi
pertanyaan-pertanyaan terkait perencanaan pembelajaran serta kebutuhan belajar anggota . Survei
dapat ditujukan kepada para anggota guru dan Kepala Sekolah
Rembuk/diskusi: Sebagai permulaan rembuk/diskusi dapat dilakukan pada forum-forum yang sudah
ada. Contohnya forum Gugus PAUD, KKG, MGMP, atau forum pertemuan lainnya.
Strategi analisis kebutuhan belajar:
memetakan tantangan dan persoalan yang dihadapi oleh mayoritas rekan-rekan sejawat dalam
komunitas, disertakan dengan contoh, data atau bukti yang mengkonfirmasi bahwa persoalan
tersebut benar terjadi;
memetakan sebab dan akar masalah yang terjadi
memetakan hal-hal yang sudah dicoba dilakukan selama ini untuk mengatasi persoalan atau
tantangan tersebut. Identifikasi seluruh upaya, baik yang telah berhasil maupun belum berhasil;
bila ada rekan sejawat yang sudah berhasil, apa “resep”nya? Mengapa rekan sejawat lain tidak atau
belum mencoba hal serupa?
Setelah dianalisis data ini dapat digunakan untuk proses pada tahapan selanjutnya
35
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
36
2. Penyepakatan Topik dan Waktu Belajar
Setelah dilakukan analisis kebutuhan belajar, biasanya muncul beberapa topik yang menjadi kebutuhan.
Pada tahap ini anggota berdiskusi memilih satu topik yang akan dipelajari secara spesifik dengan
mempertimbangkan kebutuhan mayoritas anggota dan urgensinya dengan tantangan yang sedang
dihadapi. Dalam hal ini juga setiap anggota perlu menyepakati kapan waktu belajar dilakukan.
Model 3 -
Belajar Bersama dan
Menerapkan Siklus Inkuiri
36
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
37
Model 3 -
Belajar Bersama dan
Menerapkan Siklus Inkuiri
3. Persiapan Kegiatan Belajar
Persiapan belajar dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Tetapkan tujuan secara SMART. SMART singkatan dari Specific (spesifik), Measurable (terukur),
Achievable (dapat tercapai), Realistic (dapat direalisasikan), Timely (ada jangka waktu). Misal:
"Meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar menggunakan diferensiasi pembelajaran",
"Meningkatkan kemampuan guru dalam mengaplikasikan metode diferensiasi konten dalam
pembelajaran selama 3 bulan ke depan"
Diskusikan bagaimana kegiatan belajar yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan
pembelajaran tersebut. Misal: kegiatan belajar dapat berbentuk pelatihan mandiri, lokakarya,
kegiatan berbagi di MGMP, KKG, Gugus Paud dan lainnya.
Mencari narasumber yang relevan sesuai kebutuhan belajar : Pada prinsipnya , narasumber untuk
pertemuan di dalam Komunitas Praktisi bisa
siapa saja baik berasal dari dalam komunitas maupun luar komunitas . Dari dalam komunitas, dapat
ditawarkan atau diminta kepada rekan Guru yang memiliki praktik baik untuk disebarkan. Dapat pula
meminta pihak lain yang relevan untuk menjadi narasumber dan berbagi praktik.
Bagi peran dan tanggung jawab kepada rekan anggota komunitas. Peran yang dapat dibagi sesuai
kebutuhan komunitas belajar antara lain:
a. Koordinator
b. Tim dokumentasi
c. Tim Logistik
d. Tim Acara/Konten
e. Peran lain sesuai kebutuhan
Bila memerlukan biaya, tentukan bagaimana biaya tersebut dapat dipenuhi secara realistis. Contoh,
bila kebutuhan konsumsi dapat disediakan iuran, atau bawa sendiri, tidak perlu membeli dari luar.
Menyepakati jadwal kegiatan untuk memastikan komitmen anggota
Memastikan sosialisasi kegiatan kepada seluruh anggota. Informasi publikasi kegiatan penting
untuk secara berkala mengingatkan anggota terkait waktu pelaksanaan kegiatan
37
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
38
Model 3 -
Belajar Bersama dan
Menerapkan Siklus Inkuiri
4. Pelaksanaan Kegiatan Belajar
Pada pelaksanaan kegiatan belajar, masing-masing bertanggung jawab sesuai perannya. Semua hal yang
sudah disepakati dan direncanakan sebelumnya dilaksanakan tentunya fleksibel menyesuaikan kondisi
dan situasi yang ada tanpa mengabaikan tujuan dari kegiatan belajar.
5. Perencanaan Implementasi Hasil Belajar
Setelah belajar bersama dalam komunitas belajar, anggota komunitas belajar perlu memiliki aksi nyata
sebagai hasil belajar yang akan diimplementasikan di instansi masing-masing. Masing-masing anggota
membuat rencana detil bagaimana aksi nyata hasil belajar akan dilakukan di satuan pendidikannya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Petakan kebutuhan dan tantangan murid yang dapat dikaitkan dengan topik yang sudah dipelajari1.
Buat tujuan aksi nyata yang berdampak pada murid sesuai dengan topik yang dipelajari dan hasil
pemetaan kebutuhan dan murid
2.
Petakan kondisi dan perilaku murid sebelum dilakukan intervensi 3.
Buat perencanaan kegiatan yang akan dilakukan secara detail beserta rencana waktu, peralatan
yang dibutuhkan, dan anggaran jika dibutuhkan
4.
Buat perencanaan evaluasi kegiatan yang akan dilakukan beserta instrumen evaluasi jika
dibutuhkan
5.
38
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
39
Model 3 -
Belajar Bersama dan
Menerapkan Siklus Inkuiri
6. Implementasi Hasil Belajar
Setelah perencanaan aksi nyata secara detil sudah disusun pada tahap sebelumnya, tahapan ini adalah
melakukan apa yang sudah direncanakan dan mengobservasi prosesnya. Observasi proses penting untuk
dilakukan agar dapat merefleksikan dan mengevaluasi pelaksanaan aksi nyata dengan tepat.
7. Berbagi Praktik Implementasi
Setelah melakukan implementasi hasil belajar, selanjutnya dapat dilakukan aktivitas berbagi praktik dari
implementasi yang sudah dilakukan. Setiap anggota dapat membagikan baik praktik baik yang sudah
berhasil untuk bisa menjadi pembelajaran bagi anggota lainnya, dan juga berbagi praktik yang belum
berhasil untuk dapat memperoleh pembelajaran dan bersama-sama untuk melakukan perbaikan.
8. Evaluasi Hasil Implementasi
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah aksi nyata yang dilakukan sudah efektif mencapai tujuan
dan berdampak langsung pada murid. Evaluasi dapat dilakukan dengan melihat perbedaan kondisi awal
murid sebelum dan sesudah intervensi program. Evaluasi juga dapat dilakukan menggunakan instrumen-
instrumen yang sudah disusun sebelumnya.
39
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
40
Di dalam komunitas belajar, setiap anggota juga dapat memanfaatkan
pertanyaan-pertanyaan reflektif agar setiap tahapan yang dilakukan di dalam
komunitas belajar dapat menghasilkan output yang diharapkan. Berikut beberapa
referensi pertanyaan reflektif di dalam pelaksanaan komunitas belajar.
No
Tahapan
Output yang
diharapkan
Pertanyaan reflektif
1
Refleksi/Analisis
Kebutuhan Topik
Belajar
Data yang relevan
untuk digunakan
dalam mengatasi
tantangan belajar
murid.
Data apa saja yang bisa kita manfaatkan
sebagai acuan dari tantangan murid?
Bagaimana data hasil belajar murid yang kita
miliki dapat menjadi gambaran dari tantangan
murid?
Bagaimana menganalisis data yang kita miliki
sehingga menghasilkan gambaran jelas dari
tantangan murid?
Apakah ada data dari anggota yang telah
berhasil mengatasi tantangan yang dihadapi,
dan bagaimana hal itu dapat dimanfaatkan?
2
Penyepakatan
Topik dan Waktu
Belajar
Topik yang disepakati
untuk menjadi
bahasan di dalam
komunitas belajar.
Apakah topik yang dibahas berkaitan
langsung dampaknya pada murid?
Topik apakah yang paling dominan
muncul dari para anggota?
Apakah ada topik yang sangat krusial
untuk segera ditindaklanjuti?
Apakah topik yang dibahas
memungkinkan nantinya untuk
diterapkan di dalam kelas?
40
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
41
No
Tahapan
Output yang
diharapkan
Pertanyaan reflektif
3
Persiapan
Kegiatan Belajar
Bersama
Kebutuhan dan
persiapan untuk
kegiatan.
Hal apa yang menjadi tujuan dari kegiatan
belajar bersama yang akan dilakukan?
Apakah tujuan belajar yang dibuat sesuai
dengan kebutuhan anggota?
Apakah tujuan belajar yang dibuat sesuai
dengan tantangan yang dihadapi oleh murid
atau anggota?
Bagaimana agar tujuan yang dibuat dapat
dipahami dengan mudah?
Bagaimana kegiatan belajar akan dilakukan
agar tujuan tercapai?
Siapakah fasilitator atau narasumber yang
tepat untuk mendampingi proses belajar?
Bagaimana pembagian peran tim untuk
memastikan proses belajar berjalan dengan
lancar?
Bagaimana agar kegiatan belajar dapat
memberi dampak bagi sebanyak-banyaknya
anggota?
4
Pelaksanaan
Kegiatan Belajar
Bersama
-
-
41
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
42
No
Tahapan
Output yang
diharapkan
Pertanyaan reflektif
5
Perencanaan
Implementasi Hasil
Belajar
Perencanaan untuk
impementasi hasil
belajar
Apa yang kita harapkan untuk murid pelajari?
Apa asesmen yang digunakan untuk
mengetahui murid telah belajar hal tersebut?
Bagaimana membantu murid yang kesulitan
belajar dan memfasilitasi kebutuhan belajar
murid yang sudah mahir?
Bagaimana agar perhatian murid senantiasa
fokus dan mereka terus bersemangat
sepanjang kegiatan pembelajaran?
Bagaimana kita akan membantu setiap individu
peserta didik memahami pembelajaran?
Bagaimana kita akan mendorong murid untuk
melakukan refleksi, mempelajari lagi,
memperbaiki, dan berpikir ulang tentang
konsep atau materi pelajaran yang telah
dipelajari?
Bagaimana murid dapat menunjukkan
pemahaman mereka dan melakukan evaluasi
diri yang berarti setelah mempelajari materi
yang diajarkan?
Bagaimana kita akan menyesuaikan langkah
dan/atau materi pelajaran berdasarkan
keunikan dan kebutuhan masing-masing
murid?
Bagaimana kita akan mengelola pengalaman
belajar yang mendorong murid untuk menjadi
pelajar yang aktif dan mandiri?
6
Implementasi Hasil
Belajar
-
-
42
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
43
No
Tahapan
Output yang
diharapkan
Pertanyaan reflektif
7
Berbagi Praktik
Implementasi
Praktik baik untuk
dibagikan
Bagaimana menyusun praktik baik yang mudah
untuk dibagikan dan dipahami oleh anggota
lain?
Apakah praktik baik yang sudah dilakukan
memberikan dampak kepada murid?
Hal apa saja yang menjadi kekhasan dari
praktik baik yang dibagikan?
Faktor pendukung apa menjadi keberhasilan
dari praktik baik?
8
Evaluasi Hasil
Implementasi
Catatan evaluasi dan
tindak lanjut
perbaikan.
Bagaimana hal baik yang didapatkan
saat mengimplementasikan hasil
belajar?
Apa tantangan yang ditemukan saat
mengimplementasikan hasil belajar?
Hal apa yang sudah baik dari
pelaksanaan kegiatan di komunitas
belajar?
Hal apa yang perlu ditingkatkan dalam
pelaksanaak kegiatan di komunitas
belajar?
Tindak lanjut apa yang dapat dilakukan
untuk perbaikan ke depannya?
43
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
44
Komunitas belajar guru antarsekolah dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi
masing-masing. Untuk komunitas belajar guru antarsekolah yang dalam
pembahasan topik cukup beragam dan spesifik, maka dapat dibuat kelompok-
kelompok kecil di dalam komunitasnya. Sebagai contoh, di sebuah komunitas
belajar terdapat lebih dari sepuluh orang guru SD yang mengajar di jenjang kelas
berbeda, maka dapat dibentuk kelompok-kelompok kecil sesuai fase atau jenjang
kelas.
Sebagai contoh lain, untuk komunitas belajar antar sekolah yang memiliki sangat
banyak anggota, misalnya puluhan guru mata pelajaran di satu komunitas belajar,
maka dapat dibentuk kelompok-kelompok kecil untuk bahasan topik atau materi
tertentu. Namun demikian, untuk topik bahasan umum yang dapat diikuti semua
guru misalnya belajar bersama tentang TIK dalam pembelajaran, maka
dimungkinkan untuk diikuti oleh semua anggota tanpa dibagi ke dalam kelompok-
kelompok kecil.
44
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
45
Bagian 4Bagian 4
KEBELANJUTAN KOMUNITAS BELAJAR
GURU ANTARSEKOLAH
45
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
46
Memiliki kesinambungan keberadaan Komunitas Belajar Guru merupakan
tahap lanjut yang dapat menjadi tantangan tersendiri bagi setiap Komunitas
Belajar. Tahap ini akan memastikan proses baik yang sudah berjalan dalam
komunitas terus berlanjut, memberikan dampak positif bagi anggota, serta
terwujudnya tiga ide besar.
Setiap anggota
mempunyai peran
di dalam komunitas
belajar.
Seluruh anggota komunitas
diberikan kesempatan dan
tanggung jawab untuk mengelola
kegiatan dengan peran yang
berbeda. Kesempatan ini akan
menjadi proses belajar bagi
seluruh anggota menghadapi
tantangan yang berbeda-beda
sesuai dengan perannya serta
bagaimana strategi mengatasinya.
Dampak pemberian peran ini akan
menguatkan rasa memiliki serta
semangat kebersamaan untuk
memastikan kegiatan dapat
berjalan sesuai tujuan dan
kebutuhan anggota.
‘Merayakan’
setiap
capaian
Setiap pertemuan yang sudah
dilakukan patut untuk
diapresiasi atau dirayakan
hasil yang sudah dicapai
sesederhana apapun capaian
itu. Hal ini untuk memberikan
penghargaan dan
memunculkan rasa puas atas
capaian yang diperoleh
bersama. Bentuk apresiasi
dapat berupa penekanan
kembali apa saja yang sudah
dicapai, tepuk tangan atau
makan bersama (secara
sederhana). Apresiasi
diberikan sesuai
pencapaiannya, dan tepat
waktu supaya anggota dapat
merasakan manfaatnya.
11
22
46
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
47
Kolaborasi dengan
pihak atau
komunitas lain.
Dalam berkegiatan, komunitas
belajar melibatkan pihak di luar
komunitas yang dapat berbagi
praktik baik, memperkaya
pembelajaran anggota,
memecahkan masalah, dan
membantu pencapaian tujuan
kegiatan.
Implementasi
kolaborasi karya.
Salah satu strategi yang dapat
diterapkan adalah melakukan
implementasi kolaborasi karya. Dalam
kurun waktu tertentu, komunitas
belajar dapat bekerja sama dengan
komunitas belajar lain di wilayahnya
untuk melakukan kegiatan berbagi
praktik baik dengan melakukan
kolaborasi karya. Fokus pada
kolaborasi ini adalah berbagi kegiatan
apa saja yang sudah dilakukan serta
bagaimana perwujudan tiga ide besar.
Kegiatan kolaborasi ini dapat
dilakukan dalam wujud kemasan yang
sederhana tapi bermakna, bukan
kegiatan seremonial dan ajang
pameran yang berbiaya besar.
33
44
47
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
48
Untuk menjaga kesinambungan ini, terdapat beragam tantangan yang
mungkin dihadapi, mulai dari adanya pergantian kepala sekolah,
bertambah atau berkurangnya anggota, turunnya antusias anggota,
hingga hal-hal lain yang tidak terprediksi sebelumnya. Oleh karena itu,
setiap anggota perlu cakap dalam:
Pengelolaan Waktu1.
Keterampilan pengelolaan waktu sangat
diperlukan oleh guru yang memiliki
banyak kegiatan di internal sekolah
masing-masing maupun di kegiatan
eksternal. Salah satu strategi yang
dapat digunakan untuk mengatasi hal
ini adalah menyusun program sesuai
dengan tingkat kepentingannya dari
yang mendesak, penting, hingga rutin.
Pola pikir (mindset) bahwa komunitas
belajar merupakan bagian penting untuk
pengembangan diri, perlu dimiliki.
Tujuannya agar kegiatan komunitas
belajar ini menjadi bagian penting dan
tidak hanya diikuti sesempatnya saja.
Pengelolaan alokasi waktu berkaitan
langsung dengan pengelolaan energi.
Komunitas belajar perlu
mengembangkan strategi berkegiatan
yang dapat mengefisienkan energi.
Seperti bentuk kegiatan (luring atau
daring), kolaborasi antaranggota
dalam pengelolaan, atau persiapan
pembahasan agar proses belajar
terfokus.
2. Pengelolaan Energi
48
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
49
Komunikasi yang efektif antaranggota
dalam komunitas menjadi kunci
membangun hubungan yang lebih
dekat dan produktif. Dengan adanya
komunikasi yang efektif, diharapkan
antaranggota komunitas saling
memahami, saling percaya, dan mau
berperan aktif untuk mengembangkan
komunitas belajar.
3. Keterampilan berkomunikasi
Perbedaan yang terdapat pada
komunitas dalam berbagai aspek
seperti karakter, kebiasaan, dan cara
bekerja dapat mempengaruhi kondisi
emosi seluruh anggotanya.
Pengenalan dan penerimaan atas
perbedaan-perbedaan tersebut dapat
meminimalkan potensi munculnya
emosi negatif dan konflik. Tetap fokus
pada tujuan bersama dan
meminimalkan pengaruh emosi
negatif.
4. Pengelolaan emosi
49
Buku Saku Komunitas Belajar Guru antarsekolah
50
KOMUNITAS BELAJAR
GURU ANTARSEKOLAH
BUKUBUKU
SAKUSAKU
PANDUAN PRAKTIS
UNTUK PENGEMBANGAN
KOMUNITAS BELAJAR
GURU ANTARSEKOLAH
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 50
SLIDE
Similar Resources on Wayground
47 questions
PRESENTASI KONSEP PM
Presentation
•
Professional Development
43 questions
GAS SAFETY
Presentation
•
Professional Development
47 questions
Belum Berjudul
Presentation
•
Professional Development
46 questions
KONFLIK-KONFLIK DI BERBAGAI DUNIA
Presentation
•
University
44 questions
Kaidah Penulisan Soal
Presentation
•
Professional Development
48 questions
PUBLIC SPEAKING
Presentation
•
Professional Development
45 questions
身だしなみ教育
Presentation
•
Professional Development
46 questions
2025-04-16 Presentasi Interaktif
Presentation
•
Professional Development
Popular Resources on Wayground
25 questions
The Ultimate College Knowledge Quiz
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for Biology
20 questions
Guess The App
Quiz
•
KG - Professional Dev...
11 questions
dog breeds
Quiz
•
3rd Grade - Professio...
15 questions
Trivia
Quiz
•
Professional Development
11 questions
NFL Football logos
Quiz
•
KG - Professional Dev...
19 questions
Minecraft
Quiz
•
6th Grade - Professio...
20 questions
Disney characters
Quiz
•
KG - Professional Dev...