

PPT SPLDV
Presentation
•
Mathematics
•
9th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Indah Maryatun S.
FREE Resource
23 Slides • 0 Questions
1
MODUL 2
PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV)
Capaian Pembelajaran
Uraian Materi
Mampu memahami dengan baik dan
benar defenisi Sistem Persamaan
Linear Dua Variabel serta mampu
menyelesaikan dan membuat soal
yang
berkaitan
dengan
Sistem
Persamaan Linear Dua Variabel.
1.Defenisi Sistem Persamaan Linear
Dua Variabel.
2.Menyelesaikan persoalan dengan
Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel.
3.Diskusi kelompok mahasiswa.
4.Soal latihan mandiri mahasiswa.
iv
2
KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.1Definisi Persamaan Linear Dua Variabel
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel atau yang biasa disingkat
dengan SPLDV merupakan sistem persamaan linear yang terdiri atas dua
persamaan linear dan memiliki dua variabel dengan masing-masing pangkat
yang mengikutinya. Dinamakan persamaan linear karena sebuah garis lurus
akan terbentuk ketika persamaan linear dua variabel digambarkan dalam
grafik fungsi. Bentuk umum persamaan linear dua variabel dapat dituliskan
sebagai berikut.
𝒂𝒙 + 𝒃𝒚 = 𝒄
Keterangan:
a, b, dan c adalah konstanta.
x dan y adalah variabel.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan
suatu permasalahan menggunakan konsep SPLDV adalah sebagai berikut.
1.Setiap besaran yang terdapat dalam masalah terkait diganti dengan
variabel (umumnya dilambangkan dengan huruf abjad maupun simbol).
2.Model matematika dibuat berdasarkan masalah yang akan diselesaikan.
Model matematika harus sesuai ketentuan bentuk umum SPLDV.
3.Solusi didapatkan dengan menggunakan metode penyelesaian SPLDV
terhadap model matematika guna menyelesaikan permasalahan.
1.2Persamaan Umum Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)
Terdapat beberapa unsur yang menyusun berdirinya bentuk umum
SPLDV sehingga dapat menjadi rujukan untuk membuat model matematika,
antara lain:
a)Suku
Yaitu variabel beserta koefisien yang megikutinya dan/atau konstanta
dalam bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi penjumlahan atau
pengurangan.
1
3
b)Variabel
Adalah lambang yang umumnya digunakan sebagai pengganti suatu
bilangan jika belum nilainya belum diketahui dengan pasti.
c)Koefisien
Merupakan bilangan yang letaknya di depan variabel pada suatu suku
dalam bentuk aljaabr.
d)Konstanta
Adalah suatu bilangan yang tidak diikuti oleh variabel dan termasuk suatu
suku dari bentuk aljabar.
Berikut ini contoh bentuk umum persamaan linear dua variabel.
2𝑝 − 3𝑞 + 13 = 0
1.Suku
: 2𝑝, −3𝑞, 13
2.Variabel
: 𝑝 dan 𝑞
3.Koefisien : 𝑝 adalah 2, sedangkan 𝑞 adalah − 3
4.Konstanta : 13 (nilainya relatif tetap dan tidak dipengaruhi variabel
apapun).
1.3Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Jika terdapat persamaan 𝑝𝑥 + 𝑞𝑦 = 𝑟 yang diselesaikan sedemikian rupa
sehingga diketahui 𝑥 = 𝑚 dan 𝑦 = 𝑛 adalah diketahui bernilai benar. Maka,
(m, n) dikatakan sebagai penyelesaian dari persamaan 𝑝𝑥 + 𝑞𝑦 = 𝑟.
Contoh:
1.Tentukan nilai 𝑎 dan 𝑏 dari persamaan 4𝑎 − 𝑏 = 1!
Jawab: Misal, 𝑎 = 1
→ 4𝑎 − 𝑏 = 1
→ 4(1) − 𝑏 = 1
→ 4 − 𝑏 = 1
→ 𝑏 = 4 − 1
→ 𝑏 = 3
Jadi, nilai 𝑎 dan 𝑏 yang memenuhi persamaan di atas adalah (1, 3).
2
4
2.Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear 𝑚 + 3𝑛 =
12, untuk 𝑚 dan 𝑛 anggota bilangan cacah.
Jawab: 𝑚 + 3𝑛 = 12
Jika 𝑚 = 0, maka 𝑛 = 4
Jika 𝑚 = 3, maka 𝑛 = 3
Jika 𝑚 = 6, maka 𝑚 = 2
Jika 𝑚 = 9, maka 𝑛 = 1
Jika 𝑚 = −3, maka 𝑛 = 5 (tidak memenuhi)
Sehingga dapat diketahui pasangan nilai 𝑚 dan 𝑛 yang merupakan
himpunan penyelesaian dari 𝑚 + 3𝑛 = 12 secara berurutan adalah
(0, 4), (3, 3), (6, 2), (9, 1). Sedangkan,
(−3, 5)bukan
merupakan
penyelesaian karena 𝑚 = −3 tidak termasuk ke dalam bilangan cacah
yang menjadi ketentuan pada soal.
Untuk menyelesaikan permasalahan suatu sistem persamaan linear dua
variabel terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, yaitu:
a)Metode substitusi, dilakukan dengan mengaitkan suatu persamaan dengan
persamaan lainnya.
b)Metode eliminasi, yaitu menghilangkan salah satu variabel dengan cara
menjumlahkan atau mengurangi dua persamaan yang terkait.
c)Metode campuran, merupakan metode penyelesaian yang menggabungkan
metode substitusi dan eliminasi.
d)Metode determinan, yaitu perhitungan suatu bilangan persamaan yang
dikaitkan dengan konsep matematika dasar matriks.
e)Metode grafik, adalah metode penyelesaian sistem linear dua variabel yang
menitikberatkan pada sistem sumbu 𝑥 dan 𝑦.
1.3.1Penyelesaian dengan Metode Substitusi
Jika menggunakan metode substitusi artinya akan terjadi pergantian
variabel yang satu dengan variabel dari persamaan lainnya. Untuk dapat
menggunakan metode substitusi dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut:
3
5
1.Memisahkan suatu variabel dari variabel lainnya dan konstanta pada
salah satu persamaan (jadikan salah satu persamaan bentuk eksplisit
[mengubah bentuk variabel] ),
2.Substitusikan hasil (dari langkah ke-1) ke persamaan linear yang
lainnya,
3.Untuk mendapatkan nilai variabel, maka lebih dulu selesaikan
persamaannya,
4.Untuk mendapatkan nilai variabel yang lain dilakukan dengan cara
mensubstitusikan nilai variabel pada (hasil langkah ke-3) ke salah satu
persamaan yang ada.
Contoh penyelesaian SPLDV dengan metode substitusi
Diketahui persamaan linear dua variabel 2𝑥 + 𝑦 = 13 dan 3𝑥 + 2𝑦 = 22.
Tentukan penyelesaian dari persamaan tersebut!
Jawab:
2𝑥 + 𝑦 = 13
𝑦 = 13 − 2𝑥 … . (1)
3𝑥 + 2𝑦 = 22 … . (2)
3𝑥 + 2𝑦 = 22
3𝑥 + 2(13 − 2𝑥) = 22
3𝑥 + 26 − 4𝑥 = 22
−𝑥 + 26 = 22
−𝑥 = 22 − 26
−𝑥 = −4
𝑥 = 4
Substitusikan nilai 𝑥 = 4 ke dalam persamaan (1).
2𝑥 + 𝑦 = 13
2(4) + 𝑦 = 13
8 + 𝑦 = 13
𝑦 = 5
Sehingga, penyelesaiaan dari persamaan 2𝑥 + 𝑦 = 13 dan 3𝑥 + 2𝑦 = 22
adalah 𝑥 = 4 dan 𝑦 = 5.
4
6
1.3.2Penyelesaian dengan Metode Eliminasi
Metode eliminasi merupakan metode yang digunakan dengan tujuan
menghilangkan variabel yang memiliki koefisien sama. Dalam hal ini,
salah satu variabel disembunyikan atau dihilangkan sementara sehingga
hanya tersisa satu dari dua variabel yang ada dalam persamaan untuk
kemudian dapat menghasilkan penyelesaiannya. Misalnya dalam suatu
penyelesaian yang dicari adalah nilai r, maka soal dikalikan dengan
koefisien s. Pun sebaliknya, jika s yang dicari maka soal dikalikan dengan
koefisien r.
Berikut
adalah
langkah-langkah
yang
dapat
dilalui
untuk
menyelesaikan persamaan linear dua variabel dengan metode eliminasi.
1.Menyamakan koefisien salah satu variabel dari kedua persamaan,
2.Menghilangkan variabel yang koefisiennya telah disamakan dengan
melalui operasi penjumlahan atau pengurangan.
3.Menyelesaikan persamaan untuk mendapatkan nilai salah satu
variabel,
4.Untuk mencari nilai variabel yang lainnya, dapat dilakukan dengan
mengulangi kembali langkah 1, 2, dan 3 secara berurutan.
Contoh penyelesaian SPLDV dengan metode eliminasi
Tentukan nilai 𝑥 yang memenuhi sistem persamaan 5𝑥 + 2𝑦 =
−3 dan 3𝑥 − 𝑦 = 7!
Jawab:
Jika mencari nilai x, maka yang harus lebih dulu dieliminasi adalah nilai y.
5𝑥 + 2𝑦 = −3 |× 1| 5𝑥 + 2𝑦 = −3
3𝑥 − 𝑦 = 7 |× 2| 6𝑥 − 2𝑦 = 14 +
11𝑥 = 11
𝑥 = 1
Jadi, nilai 𝑥 yang memenuhi sistem persamaan di atasadalah 1.
5
7
1.3.3Penyelesaian dengan Metode Campuran
Metode berikutnya yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
persoalan SPLDV yaitu melalui penggabungan dua metode sekaligus
(metode eliminasi dan substitusi). Hal pertama yang dilakukan adalah
mencari salah satu nilai variabel menggunakan metode elimainasi. Setelah
memperoleh nilai variabelnya, lakukan substitusi nilai variabel tersebut
terhadap salah satu persamaan sehingga nilai variabel yang lainnya akan
diketahui.
Langkah-langkah untuk menyelesaikan persamaan linear dua variabel
dengan metode campuran diantaranya:
1.Koefisien salah satu variabel dari kedua persamaan disamakan,
2.Variabel tersebut kemudian dihilangkan melalui operasi penjumlahan
atau pengurangan,
3.Untuk mendapatkan nilai variabelnya, maka persamaan harus
diselesaikan lebih dulu,
4.Nilai variabel pada (langkah ke-3) disubstitusikan ke dalam salah satu
persamaan guna memperoleh nilai variabel yang lainnya.
Contoh penyelesaian SPLDV dengan metode campuran
Jika diketahui persamaan 2𝑝 − 2𝑞 = 8 dan 4𝑝 + 𝑞 = 6, tentukan
penyelesaiannya!
Jawab:
Diketahui sistem persamaan linear dua variabel:
2𝑝 − 2𝑞 = 8 … . (1)
4𝑝 + 𝑞 = 6 … . (2)
➢Langkah 1: setelah menyamakan koefisien variabel p, kemudian
eliminasi nilai p dari kedua persamaan untuk memperoleh nilai q.
2𝑝 − 2𝑞 = 8 |× 2| 4𝑝 − 4𝑞 = 16
4𝑝 + 𝑞 = 6 |× 1| 4𝑝 + 𝑞 = 6 −
−5𝑞 = 10
𝑞 = 2
6
8
➢Langkah 2: untuk memperoleh nilai p, maka substitusikan niai 𝑞 = 2
ke dalam persamaan (2).
4𝑝 + 𝑞 = 6
→ 4𝑝 + 2 = 6
→ 4𝑝 = 4
→ 𝑝 = 1
Sehingga, penyelesaian dari persamaan 𝑥 − 2𝑦 = 4 dan 2𝑥 + 𝑦 = 3
adalah 𝑝 = 1 dan 𝑞 = 2.
1.3.4Penyelesaian dengan Metode Determinan
Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dapat juga
ditempuh dengan metode matriks untuk mempermudah dalam perhitungan.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan
persamaan linear dua variabel menggunakan metode matriks adalah
seabgai berikut.
Langkah 1:
Mengubah sistem persamaan linear dua variabel ke dalam bentuk matriks,
seperti yang ada di bawah ini.
𝑎1𝑥 + 𝑏1𝑦 = 𝑐1
𝑎2𝑥 + 𝑏2𝑦 = 𝑐2
Persamaan diatas bisa kita ubah menjadi
𝐴𝑋 = 𝐵
[𝑎1
𝑏1
𝑎2
𝑏2] [𝑥
𝑦] = [𝑐1
𝑐2]
Langkah 2:
Dengan menggunakan persamaan matriks di bawah ini kita dapat
menentukan nilai determinan A (𝐷𝐴), determinan x (𝐷𝑥), dan nilai
determinan y (𝐷𝑦𝐴):
|𝐷𝐴| = [𝑎1
𝑏1
𝑎2
𝑏2]
|𝐷𝐴| = 𝑎1𝑏2 − 𝑏1𝑎2
|𝐷𝐴| merupakan deterninan dari matriks A
7
9
|𝐷𝑥|= [𝑐1
𝑏1
𝑐2
𝑏2]
|𝐷𝑥| =𝑐1𝑏2 − 𝑏1𝑐2
|𝐷𝑥| merupakan determinan dari matriks A dengan kolom pertama yang
diganti dengan elemen-elemen dari matriks B.
|𝐷𝑦| = [𝑎1
𝑐1
𝑎2
𝑐2]
|𝐷𝑦| = 𝑎1𝑐2 − 𝑐1𝑎2
|𝐷𝑦| merupakan determinan dari matriks B dengan pergantian pada kolom
kedua yang terdiri atas elemen-elemen dari matriks A.
Langkah 3:
Selanjutnya nilai variabel x dan y dapat ditentukan menggunakan
persamaan di bawah ini.
𝑥 = 𝐷𝑥
𝐷𝐴
𝑦 = 𝐷𝑦
𝐷𝐴
Contoh penyelesaian SPLDV dengan metode determinan
Diketahui sistem persamaan 2𝑥 + 𝑦 = 7 dan 3𝑥 + 5𝑦 = 7. Tentukanlah
himpunan penyelesaiannya!
Jawab:
➢Langkah 1: Ubah sistem persamaan linear ke dalam bentuk
matriks.
[21
32] [𝑥
𝑦] = [3
1]
➢Langkah 2: Menentukan nilai 𝐷, 𝐷𝑥, 𝐷𝑦 dengan mengikuti
ketentuan pada persamaan di bawah ini.
𝐷 = |21
32| = {[2 × 2] − [1 × 3]} = {4 − 3} = 1
𝐷𝑥 = |71
72| = {[7 × 2] − [7 × 1]} = {14 − 7} = 7
𝐷𝑦 = |27
37| = {[2 × 7] − [3 × 7]} = {14 − 21} = −7
8
10
➢Langkah 3: Setelah diketahui nilai 𝐷, 𝐷𝑥, 𝐷𝑦, berikutnya
menentukan nilai x dan ya berdasarkan persamaan linear di atas.
𝑥 = 𝐷𝑥
𝐷 = 7
1 = 7
𝑦 = 𝐷𝑦
𝐷 = −7
1 = −7
Dengan demikian, himpunan penyelesaian dari persamaan 2𝑥 +
𝑦 = 7 dan 3𝑥 + 2𝑦 = 7 adalah {(7, −7)}.
1.3.5Penyelesaian dengan Metode Grafik
Penyelesaian SPLDV dengan metode grafik dilakukan dengan cara
menentukan jarak suatu titik terhadap sumbu x dan titik terhadap sumbu y
yang menjadi titik perpotongan antara kedua garis yang mewakili masing-
masing persamaan. Berikuti ini cara yang harus dilalui untuk
menyelesaikan masalah persamaan linear dua variabel menggunakan
metoe grafik.
1.Menentukan titik potong sumbu x dengan syarat y = 0,
2.Selanjutnya, titik potong sumbu y ditentukan dengan syarat x = 0,
3.Setelah masing masing titik potong diketahui berdasaarkan langkah 1
dan 2, kemudian menggambar garis dari masing-masing persamaan
yang diketahui,
4.Menentukan perpotongan kedua garis dari tiap persamaan yang
merupakan himpunan hasil dari system persamaan linear dua variabel.
Contoh penyelesaian SPLDV dengan metode grafik
Diketahui persamaan linear dua variabel 3𝑥 + 2𝑦 = 5 dan 𝑦 = 𝑥 − 5.
Tentukan himpunan penyelesaian dan gambarkan grafik fungsinya!
Jawab:
3𝑥 + 2𝑦 = 5 … . (1)
𝑦 = 𝑥 − 5 … . (2)
➢Pertama: Menentukan titik potong sumbu x dan y di dalam persamaan
1.
✓Mencari titik potong sumbu x dengan nilai y = 0
9
11
3𝑥 + 2𝑦 = 5
→ 3𝑥 + 2(0) = 5
→ 3𝑥 = 5
→ 𝑥 =
5
3
Sehingga, dapat diketahui koordinat titik potong sumbu x ialah
(
5
3, 0).
✓Mencari titik potong sumbu y dengan memasukkan nilai 𝑥 = 0
3𝑥 + 2𝑦 = 5
→ 3(0) + 2𝑦 = 5
→ 𝑦 =
5
2
Sehingga, dapat diketahui koordinat titik potong sumbu y ialah
(0,
5
2).
➢Kedua: Menentukan koordinat titik potong sumbu x dan y berdasarkan
persamaan 2.
➢Mencari titik potong sumbu x dengan memasukkan nilai 𝑦 = 0
𝑦 = 𝑥 − 5
→ 0 = 𝑥 − 5
→ 𝑥 = 5
Sehingga, dapat diketahui koordinat titik potong sumbu x ialah
(5, 0).
✓Mencari titik potong sumbu y dengan memasukkan nilai 𝑥 = 0
𝑦 = 𝑥 − 5
→ 𝑦 = 0 − 5
→ 𝑦 = −5
Sehingga, dapat diketahui koordinat titik potong sumbu y ialah
(0, −5).
➢Ketiga: Membuat grafik berdasarkan SPLDV yang telah diperoleh
pada langkah pertama dan kedua.
10
12
Atau bisa juga menggunakan metode substitusi untuk membuktikan
penyelesaian dengan grafik di atas adalah benar. Berikut ini sistemasi
perhitungannya.
3𝑥 + 2𝑦 = 5 … (1) 𝑦 = 𝑥 − 5 … (2)
▪Langkah I: Substitusikan persamaan 2 ke dalam persamaan 1.
3𝑥 + 2𝑦 = 5
3𝑥 + 2(𝑥 − 5) = 5
3𝑥 + 2𝑥 − 10 = 5
5𝑥 = 15
𝑥 = 3
▪Langkah II: Substitusikan nilai x = 3 yang telah diperoleh dari langkah I
ke dalam persamaan 2.
𝑦 = 𝑥 − 5
𝑦 = 3 − 5
𝑦 = −2
Jadi, grafik diatas merupakan persamaan linear dari persamaan:
3𝑥 + 2𝑦 = 5 dan 𝑦 = 𝑥 − 5. Dengan himpunan penyelesaiannya adalah
(3, −2).
𝟓
𝟑
𝟓
𝟐
5
−𝟓
𝑯𝒑: {(𝟑, −𝟐)}
y
x
11
𝑦 = 𝑥 − 5
3𝑥 + 2𝑦 = 5
13
1.4Konsektual SPLDV
Ada banyak contoh kasus yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-
hari ternyata mampu didefinisikan melalui perhitungan matematika, tak
terkecuali penyelesaian masalah dengan model matematika menggunakan
sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Untuk mewujudkan model
matematika berupa SPLDV dalam membuktikan jawaban sekaligus
menguraikannya dapat dikerjakan dengan mengikuti beberapa cara seperti di
bawah ini.
1.Besaran yang terdapat dalam masalah ditunjukkan dengan variabel yang
umumnya dilambangkan dengan huruf untuk kemudian diperoleh
hubungan matematiknya.
2.Merumuskan sistem persamaan linear yang mana menjadi kalimat
matematika dari masalah yang hendak diselesaikan,
3.Setelah memperoleh kalimat matematika pada langkah kedua, lantas
mulai ditentukan penyelesaiannya.
4.Hasil yang diperoleh dari langkah ketiga selanjutnya diuraikan kembali
kepada kasus awal.
Simaklah contoh berikut ini untuk dapat memahami lebih lanjut
mengenai cara membuat serta menyelesaikan bentuk matematika dari kasus
kontekstual yang berhubungan dengan SPLDV.
Seorang tukang parkir yang bekerja di salah satu rumah sakit ibu kota.
Pada hari pertama bekerja ia berhasil mendapatkan uang sebesar Rp16.500,00
dari 5 buah mobil dan 3 buah motor. Keeseokan harinya, ia mendapat
penghasilan sejumlah Rp20.000,00 dari 6 buah mobil dan 4 buah motor. Jika
di hari ketiga terdapat 25 buah mobil dan 35 buah motor di tempat parkir,
maka hitunglah penghasilan tukang parkir pada hari ketiga!
Penyelesaian:
Diketahui:
Misal, biaya parkir untuk satu unit mobil = p
Biaya parkir untuk satu unit motor = q
12
14
Berdasarkan soal diatas, dapat dituliskan bentuk matematikanya adalah
sebagai berikut.
5𝑝 + 3𝑞 = 19.000 … . (1)
6𝑝 + 4𝑞 = 20.000 … . (2)
Ditanya: Penghasilan tukang parkir di hari ketiga adalah?
Jawab:
Pertama, untuk menghilangkan salah satu variabel lakukanlah perkalian
terhadap persamaan (1) dengan 4 dan persamaan (2) dengan 3 sehingga
terdapat variabel yang koefisiennya sama.
5𝑝 + 3𝑞 = 16.500 |× 4| 20𝑝 + 12𝑞 = 66.000
6𝑝 + 4𝑞 = 20.000 |× 3| 18𝑝 + 12𝑞 = 60.000 −
2𝑝 = 6.000
𝑝 = 3.000
Berdasarkan
perhitungan
di atas,
maka
dapat
diperoleh
nilai
𝑝 = 3.000
Kemudian,
substitusikan
nilai
𝑝 = 3.000 pada
salah
satu
persamaan
yang
diketahui,
misalnya
6𝑝 + 4𝑞 = 20.000 (pemilihan persamaan dalam langkah substitusi tidak
memengaruhi hasil akhir yang didapat).
6𝑝 + 4𝑞 = 20.000
6(3.000) + 4𝑞 = 20.000
18.000 + 4𝑞 = 20.000
4𝑞 = 20.000 − 18.000
4𝑞 = 2.000
𝑞 = 500
Maka, diperoleh biaya parkir untuk satu unit mobil (p) = Rp3.000,00
Biaya parkir untuk satu unit sepeda motor (q) = Rp500,00
Sehingga, uang yamg diperoleh dari 25 buah mobil dan 35 motor adalah
25𝑝 + 35𝑞 = ⋯
25(3.000) + 35(500) = …
75.000 + 17.500 = Rp92.500,00
13
15
LATIHAN SOAL
1.Carilah nilai a dan nilai b jika diketahui persamaan 2𝑎 + 𝑏 = 4 dan 2𝑎 −
𝑏 = 0!
2.Bagaimana himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut ini
dengan cara substitusi persamaan yang satu ke persamaan yang lain.
𝑥 = 5 + 2𝑦 dan 𝑥 + 𝑦 = 11
3.Berapakah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan dibawah ini
dihitung menggunakan metode eliminasi!
3𝑝 − 2𝑞 = 10
4𝑝 − 3𝑞 = 15
4.Diketahui persamaan berikut ini, tentukanlah nilai a dan b dengan metode
campuran!
2𝑎 + 𝑏 = 8 … . (𝑖)
𝑎 – 𝑏 = 10 … . (𝑖𝑖)
5.Selesaikan SPLDV berikut menggunakan metode determinan.
2𝑥 − 3𝑦 = 12 dan 𝑥 + 5𝑦 = −7
6.Temukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear di bawah ini
lalu gambarkan grafiknya!
2𝑎 + 3𝑏 = 8
3𝑎 + 𝑏 = 5
7.Tahun ajaran baru akan dimulai dalam waktu dekat. Oleh sebab itu,
banyak pelajar dating bergantian ke toko ATK untuk membeli kebutuhan
sekolahnya. Kenma pergi membeli 4 penggaris dan 3 correct pen dengan
harga Rp29.000,00. Di toko yang sama, Kuroo membayar uang sejumlah
Rp25.000,00 untuk 2 penggaris dan 5 correct pen. Jika Yaku membeli 2
penggaris dan 1 coreect pen di toko tersebut, maka tentukan berapa uang
yang dibutuhkan Yaku untuk membayar!
14
16
PEMBAHASAN
1.2𝑎 + 𝑏 = 4
2𝑎 − 𝑏 = 0 +
4𝑎 = 4
𝑎 = 1
Untuk mencari nilai b, maka substitusikan nilai 𝑎 = 1 ke dalam
persamaan di bawah ini.
2𝑎 − 𝑏 = 4
2(1) − 𝑏 = 4
2 − 𝑏 = 4
− 𝑏 = 4 − 2
−𝑏 = 2
𝑏 = −2
Sehingga dapat diperoleh nilai a dan b berturut-turut adalah 1 dan − 2.
2.𝑥 = 5 + 2𝑦 … . (1)
𝑥 + 𝑦 = 11 … . (2)
Langkah 1: mensubstitusikan nilai 𝑥 = 5 + 2𝑦 ke dalam persamaan (2)
𝑥 + 𝑦 = 11
5 + 2𝑦 + 𝑦 = 11
5 + 3𝑦 = 11
3𝑦 = 11 − 5
3𝑦 = 6
𝑦 = 6
3
𝑦 = 2
Langkah 2: mensubstitusikan nilai 𝑦 = 2 ke dalam persamaan (2)
𝑥 + 𝑦 = 11
𝑥 + 2 = 11
𝑥 = 11 − 2
𝑥 = 9
15
Himpunan penyelesaian dari persamaan di atas
yaitu {(9, 2)}.
17
3.3𝑝 − 2𝑞 = 10 … . (1)
4𝑝 − 3𝑞 = 15 … . (2)
Eliminasi nilai p dari kedua persamaan di atas dengan menyamakan
koefisiennya.
3𝑝 − 2𝑞 = 10 |× 4| 12𝑝 − 8𝑞 = 40
4𝑝 − 3𝑞 = 15 |× 3| 12𝑝 − 9𝑞 = 45 −
𝑞 = −5
Eliminasi nilai 𝑞 dengan menyamakan koefisiesnnya lebih dulu.
3𝑝 − 2𝑞 = 10 |× 3| 9𝑝 − 6𝑞 = 30
4𝑝 − 3𝑞 = 15 |× 2| 8𝑝 − 6𝑞 = 30 −
𝑝 = 0
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah{(0, −5)}.
4.2𝑎 + 𝑏 = 8 … . (𝑖)
𝑎 − 𝑏 = 10 … . (𝑖𝑖)
Langkah pertama, eliminasi nilai y dari persamaan (i) dan persamaan (ii)
2𝑎 + 𝑏 = 8
𝑎 – 𝑏 = 10+
3𝑎 = 18
𝑎 = 18
3
𝑎 = 6
Lalu, substitusikan nilai 𝑎 = 6 ke dalam persamaan (ii)
𝑎 – 𝑏 = 10
6 – 𝑏 = 10
− 𝑏 = 10 – 6
− 𝑏 = 4
𝑏 = −4
Jadi, nilai a dan b berdasarkan persamaan di atas berturut-turut
adalah 6 dan − 4.
16
18
5.2𝑥 − 3𝑦 = 12 … . (1)
𝑥 + 5𝑦 = −7 … . (2)
Jawab:
𝑥 = 𝐷𝑥
𝐷
𝑦 = 𝐷𝑦
𝐷
(2
1) (−3
5 ) (𝑥
𝑦) = (12
−7)
𝐷 = |2−3
1
5 | = 10 − (−3) = 13
𝐷𝑥 = |12−3
−7
5 | = 60 − 21 = 39
𝐷𝑦 = |212
1−7| = −14 − 12 = −26
𝑥 = 𝐷𝑥
𝐷 = 39
13 = 3
𝑦 = 𝐷𝑦
𝐷 = −26
13 = −2
Sehingga dapat diketahui himpunan penyelesaiannya yaitu {(3, −2)}.
6.2𝑎 + 3𝑏 = 8 … . (1)
3𝑎 + 𝑏 = 5 … . (2)
Langkah 1 : menentukan titik potong sumbu a dan b pada persamaan (1).
•Titik potong sumbu a dimana 𝑏 = 0, maka diperoleh:
2𝑎 + 3𝑏 = 8
2𝑎 + 0 = 8
𝑎 = 8
2
𝑎 = 4
Maka titik potong sumbu a adalah (4, 0).
•Titik potong sumbu b dimana 𝑎 = 0, diperoleh:
2𝑎 + 3𝑏 = 8
0 + 3𝑏 = 8
𝑏 =
8
3
17
Maka titik potong sumbu b adalah (0,
8
3).
19
Langkah 2 : menentukan titik potong sumbu a dan b pada persamaan (2),
•Carilah titik potong sumbu a dimana 𝑏 = 0, diperoleh:
3𝑎 + 𝑏 = 5
3𝑎 + 0 = 5
𝑎 = 5
3
Maka titik potong sumbu a adalah (
5
3, 0).
•Carilah titik potong sumbu b dimana 𝑎 = 0, diperoleh:
3𝑎 + 𝑏 = 5
0 + 𝑏 = 5
𝑏 = 5
Maka titik potong sumbu b adalah (0, 5).
Langkah 3: membuat grafik dari persamaan linear dua variabel tersebut.
Maka, 𝐻𝑝 = {(1, 2)}.
Bukti
Menentukan nilai a dan b dengan metode campuran.
Pertama, eliminasi nilai a.
2𝑎 + 3𝑏 = 8 |× 3| 6𝑎 + 9𝑏 = 24
𝑎3 – 𝑏 = 5 |× 2| 6𝑎 – 2𝑏 = 10 −
7𝑏 = 14
𝑏 = 2
b
a
5
4
5
3
8
3
Himpunan
penyelesaian
2𝑥 + 3𝑦 = 8
3𝑥 + 𝑦 = 5
18
20
Substitusikan nilai 𝑏 = 2 ke dalam persamaan (2).
3𝑎 + 𝑏 = 5
3𝑎 + 2 = 5
3𝑎 = 5 – 2
𝑎 = 1
Sehingga terbukti himpunan penyelesaiannya adalah {(1, 2)}.
7.Diketahui:
Harga 4 buah penggaris dan 3 correct pen adalah Rp29.000,00.
Harga 2 buah penggaris dan 5 correct pen adalah Rp25.000,00.
Ditanya: Berapakah harga yang harus dibayar jika Yaku membeli 3
penggaris dan 3 correct pen?
Jawab:
Misal, p = harga 1 pulpen
q = harga 1 penggaris
4𝑝 + 3𝑞 = 29.000 … . (1)
2𝑝 + 5𝑞 = 25.000 … . (2)
Langkah I: eliminasi nilai p pada persamaan (1) dan (2) dengan
menyamakan variabelnya terlebih dahulu.
4𝑝 + 3𝑞 = 29.000 |× 5| 20𝑝 + 15𝑞 = 145.000
2𝑝 + 5𝑞 = 25.000 |× 3| 6𝑝 + 15𝑞 = 75.000 −
14𝑝 = 70.000
𝑝 = 70.000
14
𝑝 = 5.000
Langkah II: substitusikan nilai 𝑝 = 5.000 ke dalam persaan (2).
2𝑝 + 5𝑞 = 25.000
2(5.000) + 5𝑞 = 25.000
10.000 + 5𝑞 = 25.000
5𝑞 = 25.000 – 10.000
5𝑞 = 15.000
19
21
𝑞 = 15.000
5
𝑞 = 3.000
Maka, harga 3 buah penggaris dan 1 buah correct pen adalah
3𝑝 + 𝑞 = 3(5.000) + 3.000
= 15.000 + 3.000
= 18.000,00
Jadi, dapat diketahui uang yang harus dibayarkan oleh Yaku adalah
sebanyak Rp18.000,00
20
22
Daftar Pustaka
Bimbel Marfi Ario. (25 Agustus 2019). “Contoh Penyelesaian Soal Cerita
SPLDV”. https://youtu.be/vKd3M1VQy2s diakses pada 9 Oktober 2021.
Blog Matematika. (22 September 2017). “SPLDV: Pengertian, Bentuk Umum dan
Cara
Penyelesaiannya”.
https://blogmipa-
matematika.blogspot.com/2017/09/sistem-persamaan-linear-dua-
variabel.html?m=0 diakses pada 10 Oktober 2021.
Dewi, Tri Indah Kusuma. (2014). Rangkuman & Trik Matematika SMP Kelas 1,
2, 3. Cet. 2. Sidoarjo: GentaSmart Publisher.
Ibrahim Boiliu, N., Rela Intarti, E., & Halomoan Lumbantoruan, J. (2021).
Influence of the Personal Competence of Teachers of Christian Religious
Education on Learning Motivation in High School Students in South
Tangerang City.
Kurniawan. (2015). SPM (Super Pendalaman Materi Matematika SMP Kelas VII,
VIII, IX. Jakarta: Grasindo.
Lumbatouruan, J. H & Desi, D. (2021). “Pengembangan Buku Cerita pada Kelas
VII Smp dalam Materi Perbandingan”. Jurnal Pendidikan, Matematika dan
Sains.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2020). “Analisis Miskonsepsi Pada Soal Cerita
Teori Peluang Di Program Studi Pendidikan Matematika”. Jurnal
Pendidikan, Matematika, dan Sains, Vol. 4, No. 2, hlm 156-173.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2020). “Analisis Miskonsepsi Pada Soal Cerita
Teori Peluang di Program Studi Pendidikan Matematika”. Jurnal
Pendidikan, Matematika, dan Sains, Vol. 4, No. 2, hlm. 156-173.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2017). Buku Materi Pembelajaran Matematika
Dasar: Modul 2 Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Jakarta:
Univeristas Kristen Indonesia.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2016). Buku Materi Pembelajaran Matematika
Dasar: Modul 4 Turunan. Jakarta: Univeristas Kristen Indonesia.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2016). Buku Materi Pembelajaran Matematika
Dasar: Modul 7 Transformasi Susunan Sumbu. Jakarta: Univeristas Kristen
Indonesia.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2020). Buku Materi Pembelajaran Matematika
Dasar: Modul 9 Garis Lurus. Jakarta: Univeristas Kristen Indonesia.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2019). Integral Tentu. Jakarta: Univeristas
Kristen Indonesia.
21
23
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2019). Modul Geometri Datar dan Ruang.
Jakarta: Univeristas Kristen Indonesia.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2020). Buku pedoman praktek pengalaman
lapangan (PPL): Panduan Program Pengalaman Lapangan Pendidikan
Matematika. Jakarta: UKI.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2017). “Pengembangan Bahan Ajar Integral Tak
tentu Berbasis Model Small Group Discussion di Program Studi Pendidikan
Matemarika FKIP UKI Tahun 2016/2017”. Jurnal Dinamika Pendidikan,
Vol. 10, No. 2, hlm. 99-118. Jakarta: Universitas Kristen Indonesia.
Lumbantoruan, Jitu Halomoan. (2019). “Pengembangan Bahan Ajar Persamaan
Diferensial Berbasis Model Brown Di Program Studi Pendidikan
Matematika Fakultas Keguruan Dan IlmuPendidikan Universitas Kristen
Indonesia Tahun 2017/2018”. Jurnal Pendidikan, Matematika, dan Sains,
Vol. 3, No. 2, hlm. 147-168.
Male, H., & Lumbantoruan, J. H. (2021). Students’ Perceptions and Attitudes
Towards Statistics.
Matematika Hebat. (22 November 2020). “Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Metode
Campuran
(Campuran
eliminasi
dan
Substitusi)”.
https://youtu.be/9rEeURp6WaM diakses pada 10 Oktober 2021.
Matematika Hebat. (10 Oktober 2019). “Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
(SPLDV) Metode Campuran”. https://youtu.be/97b62AUZMgg diakses
pada 10 Oktober 2021.
Matematika Hebat. (15 Oktober 2020). “Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
dengan Metode Determinan Matriks”. https://youtu.be/nMTe8q_ZV6U
diakses pada 9 Oktober 2021.
Saputra, P. A. dan J. H. Lumbantoruan. (2020). “Pengembangan Media
Pembelajaran Matematika Berbasis Articulate Storyline pada Materi Bangun
Sisi Datar Kelas VIII”. Jurnal Pendidikan, Matematika, dan Sains, Vol. 1,
No 1, hlm. 35-49. Jakarta: Universitas Kristen Indonesia.
22
MODUL 2
PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV)
Capaian Pembelajaran
Uraian Materi
Mampu memahami dengan baik dan
benar defenisi Sistem Persamaan
Linear Dua Variabel serta mampu
menyelesaikan dan membuat soal
yang
berkaitan
dengan
Sistem
Persamaan Linear Dua Variabel.
1.Defenisi Sistem Persamaan Linear
Dua Variabel.
2.Menyelesaikan persoalan dengan
Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel.
3.Diskusi kelompok mahasiswa.
4.Soal latihan mandiri mahasiswa.
iv
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 23
SLIDE
Similar Resources on Wayground
20 questions
Belum Berjudul
Presentation
•
8th Grade
15 questions
persamaan kuadrat
Presentation
•
9th Grade
16 questions
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Presentation
•
8th Grade
18 questions
HUKUM DASAR KIMIA
Presentation
•
10th Grade
19 questions
Eksponen
Presentation
•
10th Grade
16 questions
SPLDV metode substitusi
Presentation
•
8th Grade
16 questions
MENCOBA FITUR AKUN SUPER
Presentation
•
8th Grade
Popular Resources on Wayground
6 questions
Secondary Safety Quiz
Presentation
•
9th - 12th Grade
10 questions
MyPath Diagnostic Overview
Presentation
•
6th - 8th Grade
20 questions
Lab Safety Quiz
Quiz
•
6th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Adding and Subtracting Decimals
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
21 questions
Lab Safety
Quiz
•
10th Grade
Discover more resources for Mathematics
19 questions
Classify Types of Real Numbers
Quiz
•
9th - 12th Grade
19 questions
Evaluating Algebraic Expressions
Quiz
•
8th - 9th Grade
20 questions
Order of Operations
Quiz
•
9th Grade
10 questions
1.1 (c) Area & Perimeter Polynomials
Quiz
•
9th - 12th Grade
15 questions
26-27 Lesson 1-1 Variables and Expressions
Presentation
•
9th Grade
18 questions
Identify Points, Lines, and Planes
Quiz
•
9th - 12th Grade
25 questions
Measure Lengths and Angles
Quiz
•
9th - 12th Grade
15 questions
Combine Like Terms and Distributive Property
Quiz
•
8th - 9th Grade