
Nilai Kristiani-Kelas X
Presentation
•
Religious Studies
•
10th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Inke Weto
FREE Resource
16 Slides • 1 Question
1
|
MODUL AJAR (3)
POKOK MATERI: NILAI-NILAI KRISTIANI
I.INFORMASI UMUM
A.Identitas Sekolah
1.Nama Penyusun
: Inke Trisna Dewi Weto, S.Pd.K
2.Nama Sekolah
: SMA Negeri 1 Kupang
3.Tahun Pelajaran
: 2024/2025
4.Jenjang Sekolah
: Sekolah Menengah Atas
5.Fase/Kelas/Prog
: E/ X
6.Alokasi Waktu
: 3 X 40 Menit ( 1 kali pertemuan)
A.Kompetensi Awal
Peserta didik dapat memahami bentuk-bentuk pemeliharaan Allahdalam kehidupan
sehari-hari ketika melangkah bersama Allah.
B.Profil Pelajar Pancasila
1.Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (mengajak peserta didik
berdoa sebelum memulai dan mengakhiri pembelajaran) dan membangun
kesadaran peserta didik tentang pentingnya menjadi pribadi yang tetap bersyukur
dalam menjalani dinamika kehidupan sebagai anugerah Allah, dan berakhlak mulia
(menumbuhkan sifat jujur dan bertanggung jawab peserta didik dalam
menyelesaikan tugas).
2.Bergotong royong :Kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama
dengan sukarela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan
ringan
3.Bernalar kritis : bernalar kritis (mampu menganalisanya secara kritis tanpa
memaksakan pendapatnya sendiri).
C.Sarana dan Prasarana
LCD, LKPD, Alkitab, Buku pegangan siswa, HP, White board dan spidol
D.Target Peserta Didik
Peserta didik SMA Negeri 1 Kupang Fase E
E.Model Pembelajaran
Problem Based Learning (pendekatan pembelajaran yang berusaha menerapkan
masalah yang terjadi di dunia nyata. Dengan ini, siswa akan dilatih berpikir kritis
serta menemukan solusi).
I.KOMPONEN INTI
A.Tujuan Pembelajaran
1.Menjelaskan sembilan buah Roh (buah Roh, kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri)
sebagai dasar nilai-nilai Kristiani.
2.Memberi contoh nilai-nilai Kristiani (buah Roh, kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri)
yang mendasari perilaku pengikut Kristus.
2
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 2
B.Pemahaman Bermakna
Menerapkan nilai-nilai Kristiani (buah Roh, kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri) dalam
kehidupan sehari-hari.
C.Pertanyaan Pemantik
1.Apakah kamu pernah bertemu dengan seseorang yang saat melihat mukanya atau
mendengar suaranya atau melihat gerak-geriknya saja sudah membuat kalian
menyukai orang itu?
2.Bagaimana perasaanmu ketika orang itu akhirnya bisa menjadi teman atau
sahabatmu?
D.Kegiatan Pembelajaran
a.Kegiatan Awal (20 menit)
1.Guru menyapa peserta didik dan mengkondisikan kelas sebelum memulai
kegiatan pembelajaran.
2.Guru memilih salah seorang peserta didik memimpin pujian dan doa
pembukaan.
3.Guru mengecek kehadiran peserta didik.
4.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
b.Kegiatan Inti (90 menit)
1.Guru dan peserta didik menyanyikan lagu “Buah Roh” sambil mengikuti
gerakan dalam video dengan link:
https://youtu.be/d1HvGr5j3D8?si=FtKBZjvG6y7GxPkg
2.Guru memberikan pertanyaan pemantik.
3.Guru memberitahukan kepada peserta didik pentingnya mempelajari
hubungan antara kesan pertama dengan nilai-nilai Kristiani
4.Guru membagi peserta didik menjadi 6 kelompok
5.Guru membagikan LKPD kepada masing-masing kelompok untuk
dikerjakan
6.Peserta didik mengidentifikasi masalah yang terdapat dalam LKPD
7.Peserta didik menyelesaikan LKPD dengan mencari informasi melalui
materi yang terdapat dalam buku paket siswa
8.Peserta didik bekerja kelompok untuk menyelesaikan LKPD
9.Guru memberikan bimbingan terhadap kesulitan yang dialami peserta
didik secara individu maupun kelompok
10.Guru meminta Peserta didik mewakili kelompoknya untuk
mempresentasikan hasil pekerjaannya.
11.Guru memberi kesempatan kelompok lain untuk memberikan tanggapan
maupun pertanyaan
12.Peserta didik didampingi guru menarik kesimpulan materi yang telah
dipelajari
3
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 3
c.Kegiatan Akhir (10 menit)
1.Guru dan peserta didik melakukan kegiatan refleksi.
2.Salah seorang peserta didik memimpin pujian dan doa penutup.
E.Asesmen
Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang benar
1.Perhatikanlah pernyataan berikut ini!
1. Kemurahan
6. Damai sejahtera
2. Kelemah lembutan
7. Penguasaan diri
3. Sukacita
8. Kesetiaan
4. Kebaikan
9. Kesabaran
5. Kasih
Urutkanlah kesembilan Buah Roh dalam kitab Galatia 5:22-23 dengan benar!
A.1-2-3-4 -5- 6-7-8-9 C. 5-3-6-9 -1-4-8-2-7
E. 3-2-1-4-6-5-9- 7-8
B.6-1-2-6-9 8-5- 4-3 D. 5-3-6-9-4-1-8-2-7
2.Ada seorang ibu yang diperlakukan tidak adil oleh tetangganya, tetapi ia tidak
pernah berniat membalasnya. Sebaliknya, ibu tersebut tetap memberikan
bantuan kepada tetangganya itu ketika mengalami musibah. Sikap ini
memberikan teladan kepada anaknya agar memiliki Buah Roh dari Kristus,
yaitu ...
A. Kesetiaan
C. Sukacita
E. Kemurahan
B. Ketekunan
D. Damai sejahtera
3.Rina adalah remaja Kristen yang ramah dan selalu memanfaatkan kesalahan
orang lain. Rina memiliki nilai – nilai tersebut karena orangtuanya memberikan
teladan dengan cara...
a.membesarkan dengan penuh kasih sayang
b.memasukkan rina ke asrama
c.memberikan pergaulan yang sehat
d.menyekolahkan di sekolah terbaik
e.memenuhi semua keperluan anak
4.Damai sejahtera hanya akan dimiliki oleh seseorang bukan karena ia dapat
memenuhi kebutuhan akan damai sejahtera, tetapi karena ia sendiri telah ….
a.tercukupi semua kebutuhannya
d. bersedia mengorbankan semua harta
b.diperdamaikan dengan Kristus
e. memilih tidak tertarik pada godaan
c.menyelesaikan semua masalahnya
5.Berikan contoh bagaimana Buah Roh ditumbuhkan di dalam keluargamu
1.Ibu menanyakan apa yang saya inginkan untuk hadiah ulang tahun yang
tiba seminggu lagi
2.Selalu tidak akur dengan orang tua, kakak dan adik
3.Hidup tidak ada damai sejahtera
4.Menjalani kehidupan dalam keluarga dengan kasih
Pilih contoh hidup yang benar di dalam keluargamu !
a.1 dan 2
c. 1 dan 4
e. 2 dan 3
b.1 dan 3
d. 4 dan 3
4
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 4
KISI-KISI
No
Capaian
Pembelajaran
Materi
Pokok
Level
Kognitif
Indikator Soal
Bentuk
Soal
No.
Soal
Butir Soal
Kunci
Jawaba
n
1. Memahami
nilai-nilai iman
Kristen dalam
keluarga serta
menjabarkan
peran keluarga
dan orang tua
sebagai
pendidik
utama.
Nilai-nilai
Kristen
C2
Peserta
didik
dapat
menguraikan
kesembilan
buah Roh
PG
1 1.Perhatikanlah
pernyataan
berikut ini!
1)Kemurahan
2)kelemah
lembutan
3)sukacita
4)kebaikan
5)kasih
6)damai
sejahtera
7)penguasaan
diri
8)kesetiaan
9)kesabaran
Urutkanlah
kesembilan Buah
Roh dalam kitab
Galatia 5:22-23
dengan benar!
a.1-2-3-4 -5- 6-
7-8-9
b.6-1-2-6-9 8-
5- 4-3
c.5-3-6-9 -1-
4-8-2-7
d.5-3-6-9-4-1-
8-2-7
e.3-2-1-4-6-5-
9- 7-8
C
2 Memahami
nilai-nilai iman
Kristen dalam
keluarga serta
menjabarkan
peran keluarga
dan orang tua
sebagai
pendidik
utama.
Nilai-nilai
Kristen
C3
Disajikan
sebuah
ilustrasi,
peserta
didik
dapat
menentukkan
kisah tersebut
termasuk
dalam
Buah
Roh kesetiaan.
PG
2 2.Ada seorang ibu
yang diperlakukan
tidak
adil
oleh
tetangganya, tetapi
ia tidak
pernah
berniat
membalasnya.
Sebaliknya,
ibu
tersebut
tetap
memberikan
bantuan
kepada
tetangganya
itu
E
5
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 5
ketika mengalami
musibah. Sikap ini
memberikan
teladan
kepada
anaknya
agar
memiliki Buah Roh
dari Kristus, yaitu
...
1.Kesetiaan
2.Ketekunan
3.Sukacita
4.Damai
sejahtera
5.Kemurahan
3.Memahami
nilai-nilai iman
Kristen dalam
keluarga serta
menjabarkan
peran keluarga
dan orang tua
sebagai
pendidik
utama.
Nilai-nilai
Kristen
C3
Peserta
didik
dapat
menunjukan
nilai-nilai
remaja Kristen
kepada
orang
lain.
PG
3 2.Rina adalah remaja
Kristen yang ramah
dan
selalu
memanfaatkan
kesalahan
orang
lain. Rina memiliki
nilai–nilai tersebut
karena orangtuanya
memberikan
teladan
dengan
cara...
a.membesarkan
dengan penuh
kasih saying
b.memasukkan
Rina ke asrama
c.memberikan
pergaulan yang
sehat
d.menyekolahkan
di
sekolah
terbaik
e.memenuhi
semua
keperluan anak
A
3.Memahami
nilai-nilai iman
Kristen dalam
Nilai-nilai
Kristen
C3
Peserta
didik
dapat
memahami
PG
4.Damai
sejahtera
hanya akan dimiliki
oleh
seseorang
B
6
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 6
keluarga serta
menjabarkan
peran keluarga
dan orang tua
sebagai
pendidik
utama.
damai
sejahtera
sehingga dapat
memenuhi
kebutuhanya.
bukan karena ia
dapat
memenuhi
kebutuhan
akan
damai
sejahtera,
tetapi
karena
ia
sendiri telah ….
a.tercukupi
semua
kebutuhannya
b.diperdamaikan
dengan Kristu
c.menyelesaikan
semua
masalahnya
d.bersedia
mengorbankan
semua harta
e.memilih tidak
tertarik
pada
godaan
4.Memahami
nilai-nilai iman
Kristen dalam
keluarga serta
menjabarkan
peran keluarga
dan orang tua
sebagai
pendidik
utama.
Nilai-nilai
Kristen
C2
Peserta didik
dapat memberi
contoh Buah Roh
ditumbuhkan di
dalam keluarga.
PG
5 5.Berikan contoh
bagaimana Buah
Roh ditumbuhkan
di dalam
keluargamu
1.Ibu
menanyakan
apa yang saya
inginkan untuk
hadiah ulang
tahun yang tiba
seminggu lagi
2.Selalu tidak
akur dengan
orang tua,
kakak dan adik
3.Hidup tidak
ada damai
sejahtera
4.Menjalani
kehidupan
dalam keluarga
dengan kasih
Pilih contoh hidup
yang benar di dalam
keluargamu !
a.1 dan 2
B
7
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 7
b.1 dan 4
c.2 dan 3
d.1 dan 3
e.4 dan 3
4.Pengayaan dan Remidial
1.Pengayaan diberikan kepada peserta didik dengan capaian lebih dari KKTP (Kriteria
Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) dengan memberikan soal HOTS sebagai latihan.
2.Remidial diberikan kepada peserta didik dengan capaian kurang dari KKTP atau yang
membutuhkan dengan pembelajaran ulang atau sesuai kebutuhan peserta didik.
5.Refleksi
a.Refleksi Peserta Didik
Pertanyaan refleksi
Nama Peserta didik :
Kelas :
No.
Pertanyaan Refleksi
Jawaban
1.
Setelah pembelajaran ini akhirnya saya
memahami…
2.
Setelah pembelajaran ini akhirnya saya
mampu…
3.
Setelah pembelajaran hari ini perasaan
saya ....
4.
Setelah pembelajaran ini target saya
berikutnya…
b. Refleksi Guru
1.Apakah tujuan pembelajaran tercapai?
2.Apakah peserta didik telah terlibat secara aktif dalam pembelajaran?
3.Hal baik apa yang tampak dalam pembelajaran?
4.Apa yang harus diperbaiki dalam pertemuan berikut?
8
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 8
II.LAMPIRAN
A.Lembar Kegiatan Peserta Didik
1)Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)
Nama-nama Anggota :
Kelompok
:
1.Bacalah Kitab Galatia 5:22-23, identifikasilah Buah Roh yang terdapat dalam
bacaan tersebut!
2.Jelaskan apa yang dimaksud dengan Kasih menurut Kitab Matius 22:34-40
dan 1 Kor. 13:13.
3.Sebagai pengikut Kristus, berikan pendapat kalian mengenai apa itu Sukacita
di dalam Tuhan merujuk pada bacaan Kitab Efesus 5:19-20 dan Filipi 4:4.
4.Jelaskan apa yang dimaksud dengan Damai Sejahtera di dalam Tuhan menurut
Kitab Yohanes 14:27 dan Filipi 4:7.
5.Apa yang dimaksud dengan kesabaran menurut Kitab Kolose 3:13,
Pengkhotbah 7:8 dan Amsal 15:8.
6.Berikan pandanganmu tentang arti kemurahan menurut Kitab Matius 5:7,
Mazmur 23:6 dan 2 Korintus 8:12.
7.Galatia 6:9-10 dan Mazmur 34:15, temukan makna kebaikan berdasarkan 2
kitab tersebut.
8.Berikanlah masing-masing contoh yang ada dalam lingkungan keluarga,
lingkungan sekolah dan lingkungan pertemanan mengenai Buah Roh yang
kelompokmu identifikasikan.
Rubrik Pengamatan Antusiasme Peserta Didik dalam Kelompok
Indikator
Deskripsi Kriteria
Skor
Gotong
Royong
1.Melakukan tugas dengan baik
2.Peran serta aktif dalam kegiatan
diskusi kelompok
3.Mengajukan usul pemecahan
masalah
4.Mengerjakan tugas sesuai yang
ditugaskan
4= Jika empat indikator terlibat
3= Jika tiga indikator terlibat
2= Jika dua indikator terlibat
1= Jika satu indikator terlibat
Bernalar
Kritis
1.Berani bertanya
2.Berani berpendapat
3.Berani menjawab pertanyaan
4.Berani tampil di depan kelas
4= Jika empat indikator terlibat
3= Jika tiga indikator terlibat
2= Jika dua indikator terlibat
1= Jika satu indikator terlibat
Nilai akhir diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul) dari ke empat aspek
sikap di atas.
Kategori nilai :
Sangat baik apabila memperoleh nilai 4
Baik apabila memperoleh nilai 3
Cukup baik apabila memperoleh nilai 2
Kurang baik apabila memperoleh nilai 1
9
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 9
B.Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik (uraian materi)
1.Bahan Bacaan
Buah Roh
a.Kasih
Rasanya ini bukan kebetulan kalau kasih muncul yang
pertama kali. Mengapa? Karena keseluruhan Alkitab
adalah aturan hidup kita dan pengajaran yang harus
kita jalan dalam hidup yang didasarkan pada
kebenaran. Kasih mengatasi semua jenis nilai lainnya.
Kata yang dipakai oleh Paulus adalah agape yaitu kasih
Kristus yang tidak menuntut balasan. Kristus
mengasihi kita hingga mau mati bagi kita di kayu salib
untuk menanggung dosa kita. Sebagai pengikut
Kristus, Ia tidak menuntut kita mati untuk orang lain, namun kita harus mengikuti
teladan-Nya dalam mewujudkan kasih, tanpa mengharapkan balasan. Ini adalah
keputusan untuk mengasihi. Bukan hanya perasaan. Kasih ini melampaui kasih
keluarga atau sahabat. Kasih seperti ini ditujukan kepada semua orang, termasuk
orang-orang yang tidak bisa dikasihi. Seseorang pernah bertanya kepada Yesus,
“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus
kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan
segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama
dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah
tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:36-40).
Ketika kita menggenapi perintah Allah untuk pertama-tama mengasihi Allah dan
kemudian semua orang lainnya seperti kita mengasihi diri sendiri, maka kita
menjalani keseluruhan Injil Kristus.
Kasih adalah yang pertama, dan dianggap sebagai hal utama yang
mendasari karakter pengikut Kristus. Kitab 1 Korintus 13: 13 menyatakan,
“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang
paling besar di antaranya ialah kasih.” Kasih yang kita miliki adalah kasih yang
sudah terlebih dulu dinyatakan oleh Tuhan kepada kita. Itu sebabnya, kasih kita
10
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 10
harus mengikuti teladan yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus, yaitu kasih yang
didasari oleh pengorbanan, dalam bahasa Yunaninya adalah agape. Kasih Tuhan
dinyatakan dan tidak tergantung dari apakah kita akan membalas kasih-Nya atau
tidak. Kasih Tuhan juga tidak berkurang walaupun kita menjauh dari-Nya.
Sering dikatakan kasih Tuhan adalah kasih tak bersyarat. Sebagai manusia, kita
tidak akan sanggup menyamai kasih Tuhan, tetapi setidaknya kita diperintahkan
untuk mengasihi orang lain seperti yang diperintahkan Tuhan Yesus di Matius
22. Kehidupan para martir dari berbagai penjuru dunia, baik yang dicatat dan
dibukukan untuk diketahui oleh orang banyak, maupun tidak, menunjukkan
bahwa mereka meneladani kasih yang mereka sudah terima dari Kristus melalui
pengorbanan-Nya di kayu salib.
b.Sukacita
Kata Yunani untuk “sukacita” adalah chara,
yang berasal dari kata charis, yaitu “rahmat”.
Sukacita yang muncul dari dalam diri kita,
adalah sukacita sejati yang berasal dari Allah
dan tidak berkesudahan. Sukacita ini tidak
tergantung dari kondisi yang sedang kita
alami. Kita dapat terus bersukacita, meskipun
keadaan kita sedang susah. Misalnya, dalam 1
Tesalonika 1:6, sekalipun dianiaya, jemaat
Tesalonika terus mengalami sukacita besar.
Sukacita itu ada, jika kita terus mengundang Roh Kudus tinggal di dalam diri
kita. Hidup sebagai pengikut Kristus bukanlah hal yang mudah. Dalam
sepanjang perjalanan sejarah hingga saat ini, ada sangat banyak kisah tentang
bagaimana pengikut Kristus mengalami berbagai banyak aniaya dan penolakan.
Dapatkah kita tetap merasakan sukacita, jika terus berada dalam kesulitan dan
penolakan? Guru dapat menggali pengalaman peserta didik, apakah mereka
pernah mengalami penolakan sebagai pengikut Kristus. Apa yang membuat
mereka bertahan dan merasakan sukacita? Ini tentu tidak terlepas dari nilai-nilai
Kristen lainnya.
Sukacita adalah keyakinan hati. Ini adalah emosi di dalam diri kita yang
tidak akan berubah, apapun juga situasi yang kita hadapi. Ketika kita
menghadapi masa yang berat, kita masih tetap bersukacita karena kita adalah
anak-anak Allah. Kita percaya bahwa hidup kekal kita dijamin oleh-Nya. Allah
tidak akan pernah meninggalkan kita ataupun mengecewakan kita. Kita memiliki
sukacita di dalam Tuhan. Sukacita tidak sama dengan bahagia. Bahagia dapat
datang dan pergi, namun sukacita tetap tinggal di dalam hati kita selama-
lamanya, karena kita memiliki kasih Kristus. Kasih-Nya tidak berubah ketika
kita menghadapi suasana yang berat. Tapi, bila kita melihat ayat berikut, kita
akan tahu bahwa sukacita itu datang dari Allah, “Semoga Allah, sumber
pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera n
dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah
dalam pengharapan” (Roma 15:13). Bagaimana kita bisa mengklaim sukacita itu
11
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 11
sebagai milik kita sendiri? Kita dapat melakukannya melalui hubungan pribadi
kita dengan Yesus.
c.Damai sejahtera
Damai Sejahtera berasal dari bahasa Yunani
“eirene”,
terjemahan
dari
bahasa
Ibrani
“syalom” (shalom) yang merupakan ekspresi
dari kepenuhan, kesempurnaan atau ketenangan
jiwa yang tidak dipengaruhi oleh keadaan
ataupun tekanan dari luar. Damai sejahtera yang
hadir, karena kita hidup di dalam Kristus dan
senantiasa mencari-Nya. Damai di hati kita,
seharusnya tidak ditentukan oleh orang lain, tetapi oleh diri kita sendiri.
Mengundang Roh Kudus untuk hadir dan tinggal di dalam hati kita
menghadirkan damai sejahtera yang sejati.
Damai sejahtera adalah damai bersama Allah. Ini adalah perasaan damai
di dalam segala suasana. Ini adalah damai karena kita tahu bahwa hidup kita
diberkati-Nya. Damai sejahtera ini tidak ada hubungannya dengan tidak adanya
perang. Damai sejahtera ini lebih daripada cara berpikir bahwa se gala
sesuatunya tenang dan damai. Ini adalah damai sejahtera Allah yang melampaui
segala akal. Kita bisa memiliki ramai sejahtera di dalam hati kita karena kita tahu
bahwa Allah mahakuasa dan segala sesuatunya ada di dalam kendalinya. Ketika
kesusahan muncul dalam hidup kita, seringkali kita merasa tidak mampu lagi
mengendalikan segala sesuatunya. Misalnya, ketika krisis COVID-19 merebak
di seluruh dunia, kita mungkin bertanya, “Bagaimana kami harus mengatasi
semua ini?” Kita merasa cemas karena satu demi satu sahabat, kenalan, dan
sanak keluarga kita ada yang meninggal karena wabah COVID-19.
Namun melalui iman kita kepada Bapa Surgawi kita, kita bisa memiliki
damai sejahtera dan penghiburan karena kita tahu bahwa Dia memberikan rasa
damai sejahtera ini. Kita mungkin harus menjalani perawatan yang berat, namun
penghiburan yang Ia berikan kepada kita akan menguatkan dan memberikan
semangat untuk menanggung bahkan pencobaan yang paling berat sekalipun.
Terimalah karunia keselamatan oleh damai sejahtera Allah yang kita peroleh
lewat iman kita kepada Yesus. Kita akan menemukan penghiburan di sana. Kita
hanya perlu percaya saja kepada-Nya.
Ingatlah apa yang dikatakan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi,
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah
dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan
ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan
memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7).
12
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 12
d.Kesabaran
Kesabaran berasal dari bahasa Yunani “makrothumia” yang
terdiri dari dua kata “makros” (panjang) dan “thumos”
(temperamen), yang bermakna panjang sabar (tabah), atau
dalam bahasa Inggris longsufering (tahan menderita).
Sekalipun dalam kondisi sulit dan menderita, sebagai
pengikut Kristus, kita harus melalui semua penderitaan
dengan panjang sabar. Kristus sendiri telah memberikan
teladan, bagaimana Ia disiksa dan menderita, namun tidak membalas malah terus
bersabar.
Buah kesabaran adalah kemampuan untuk memilikikesabaran apapun
juga yang terjadi di sekitar kita. Ini berarti kita memiliki ksabaran di tengah-
tengah perjuangan dan pada saat kita disakiti oleh orang lain. Melalui setiap
perjumpaan dengan orang lain, sejak kitah di dalam kitab Kejadian, Allah telah
bersabar dan mengampuni. Ia telah menyediakan pedoman bagi kita untuk hidup.
Ia terus mengamati kita saat kita berdosa dan melanggar hukum-hukumnya, dan
selama berabad-abad Ia menunggu supaya seluruh umat manusia bertobat. Di
dalam Surat Yakobus 1:3-4 kita menemukan ayat ini, “… sebab kamu tahu,
bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah
ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna
dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
e.Kemurahan
Kemurahan berasal dari bahasa Yunani “chrestos”,
yaitu tindakan yang bermanfaat bagi orang lain tanpa
peduli bagaimana tindakan orang itu sebelumnya
kepada kita. Kemurahan tidak hanya berwujud
pemberian bantuan berupa materi, tetapi memberikan
diri kita untuk menolong sesame. Saat kita tidak
mempunyai materi yang cukup untuk menolong
orang lain, kita dapat memberikan tenaga dan diri kita
untuk menolongsesama. Misalnya mendengarkan keluh kesah dan kesulitan
orang lain. Ajak peserta didik menemukan, apa saja yang bisa ia bagikan untuk
orang lain yang sifatnya bukanlah materi.
Ketika kita hidup semakin dekat dengan Yesus, dan semakin kita
mendengarkan Roh Kudus, maka kasih kita akan semakin bertumbuh. Kebaikan
adalah produk sampingan dari kasih karunia. Apakah kebaikan itu? Kebaikan
berarti memperlakukan setiap orang yang kita jumpai dengan kasih dan hormat.
Ini berarti mengutamakan kebutuhan mereka di atas kebutuhan kita sendiri.
Paulus mengatakan, “… dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-
pujian yang sia-sia. Sebaliknya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
(Filipi 2:3-4) Kebaikan berasal dari Allah. Tindakan kebaikan-Nya yang
tertinggi adalah mengirim Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk mati di kayu salib di
Golgota. Yesus telah membahar dosa-dosa kita. Dengan demikian, semua orang
yang menerima kebaikan-Nya, akan memperoleh hidup kekal bersama-Nya di
13
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 13
surga.
f.Kebaikan
Kebaikan berasal dari bahasa Yunani “agathosune”,
merupakan karakter untuk dapat terus-menerus bersikap
baik. Sikap baik itu tidak boleh hanya sekali-sekali, tetapi
sikap baik itu harus terus ada, dan ketulusan hati kita
menjadi dasar dari kebaikan. Kebaikan mirip dengan
kemurahan. Kebaikan juga mencakup kemurah-hatian.
Kemurah-hatian di sini tidak hanya menyangkut uang tetapi
setiap benda.
Yesus adalah contoh terbaik kita tentang arti kemurah-hatian. Ia tidak
punya banyak uang. Namun demikian, Ia adalah orang yang bermurah-hati yang
pernah hidup di dunia. Ia memberikan waktu-Nya, hati-Nya, bakatNya. Ia
mendengarkan. Ia menyembuhkan. Ia mengajar dan memimpin orang lain dan
kemudian Ia memberikan hidup-Nya bagi semua orang. Jadi, bagaimana kita
bisa memperlihatkan kemurah-hatian yang Yesus lakukan? Jika kita hidup
dengan buah-buah Roh, maka semua yang kita lakukan adalah karena kasih kita
kepada Yesus. Ingatlah bahwa semua yang kita miliki adalah milik Allah. Jadi,
berilah dengan murah hati dengan uang yang ada. Berikanlah juga waktu kita
kepada orang yang ingin didengar. Sediakan makanan untuk mereka yang sakit.
Kalau kita melihat ada yang membutuhkan, berikanlah kepadanya kebutuhannya
itu. Terutama sekali, marilah kita berbagi Injil Kristus. Berita Injil ini adalah
kebutuhan yang paling dasar bagi banyak orang.
g.Kesetiaan
Kesetiaan berasal dari bahasa Yunani “pisteos” adalah
dedikasi diri kita kepada Allah dan sesama. Setia kepada
Tuhan kita Yesus Kristus, apapun yang menimpa diri
kita. Sangat mudah setia, jika kita dalam keadaan yang
baik, tetapi akankah kita tetap dapat setia, saat keadaan
menjadi buruk? Bayangkan, atau mungkin justru peserta
didik pernah mengalami keadaan buruk. Keadaan yang
buruk itu, dapat membuat keluarga semakin erat dan
saling menolong, tetapi dapat juga membuat suatu keluarga menjadi tercerai
berai. Saat kita meneladani kesetiaan Kristus, yang taat menderita, bahkan mati
di kayu salib, itulah teladan dedikasi diri yang paling sempurna.
Ketika berbicara tentang kesetiaan, kita perlu memusatkan diri pada kata
dasarnya, yaitu setia. Setia berarti percaya penuh dan yakin kepada Allah dan
semua janji-Nya. Sungguh penting bagi kita untuk mengizinkan Allah dan ajaran
Yesus membentuk segala sesuatu yang kita lakukan. Buah kesetiaan berbicara
bukan hanya kesetiaan kepada Allah, tetapi juga kepada orang-orang yang ada
di sekitar kita. Bila kita bisa dipercaya, maka orang lain pasti akan bisa
mengandalkan kita. Kadang-kadang bila kita berpikir tentang kesetiaan,
biasanya kita memikirkan tentang perkawinan. Tapi sesungguhnya kesetiaan
harus ditemukan di dalam jenis hubungan apapun. Dengan menaruh iman
14
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 14
percaya kita kepada Allah dan membiarkan Roh Kudus membimbing kita, kita
akan membuktikan kesetiaan kita kepada-Nya dalam segala sesuatu yang kita
lakukan. Kesetiaan penuh itu lebih daripada bisa diandalkan. Kesetiaan penuh
adalah komitmen kepada Allah yang melampaui nalar manusia. Ketika orang
lain melihat kita, apakah mereka dapat melihat tingkat iman kita? Itulah
pertanyaan penting yang perlu kita tnjukkan.
h.Kelemahlembutan
Kelemahlembutan berasal dari bahasa Yunani
“praotetos”, dikenal sebagai “kelemahlembutan”,
bukan merupakan suatu kelemahan, melainkan
kemampuan menguasai energi dan kekuatan. Orang
yang mempunyai kualitas ini mampu mengampuni
kesalahan, memperbaiki kekeliruan, dan menguasai
jiwanya sendiri dengan baik. Kelemahlembutan
adalah kebalikan dari perasaan kesal dan tidak sabar yang sering kita jumpai di
dunia masa kini.
Kelemahlembutan berkaitan dengan kerendahhatian dan sikap penurut.
Dalam Matius 11:29, Yesus digambarkan sebagai orang yang lemah lembut dan
rendah hati; “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku
lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Pikullah
kuk yang Kupasang, dan belajarlah dari-Ku karena Aku lemah lembut dan
rendah hati, dan kamu akan mendapatkan ketenangan dalam jiwamu.” Inilah
definisi yang sempurna dari kelemahlembutan. Allah ingin kita memperlihatkan
kelemahlembutan kepada setiap orang. Ini sama dengan apa yang Yesus
perlihatkan kepada seorang perempuan yang dituduh berzina. Yesus tidak
menuduhnya ataupun melemparinya dengan batu. Ia mengampuninya dan
menunjukkan jalan yang lebih baik kepadanya. Kita perlu mendekati orang lain
dengan kelemahlembutan seperti ini.
i.Penguasaan Diri
Penguasaan diri berasal dari kata Yunani
“egkrateia” (engkrateia) bermakna mempunyai
kuasa atas diri sendiri. Menguasai diri sendiri
bukanlah hal yang mudah, misalnya dapatkah kita
menguasai diri untuk tidak menghabiskan waktu
berjam-jam hanya untuk melihat sosial media?
Dapatkah kita menguasai diri untuk tetap berlaku
jujur, saat ada banyak kebohongan di sekeliling
kit Dapatkah kita menguasai diri dari keinginan
membeli barang mahal yang tidak berguna? Ada
banyak hal sebagai bentuk dari kemampuan menguasai diri. Penguasaan diri
adalah kondisi yang tepat untuk dapat menghasilkan buah Roh.
lain. Ini tidak berarti mengasihi seperti dunia, melainkan mengasihi
dengan kasih agape Yesus. Hidup di dalam buah Roh Kudus membutuhkan
penguasaan diri. Apakah kita bersukacita Ketika kita diperhadapkan dengan
15
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 15
16
Modul Ajar SMAN 1 Kupang Mata Pelajaran PAKBP | 16
LAMPIRAN
RUBRIK PENILAIAN
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN (ANALISIS)- TES TERTULIS
No. Nama
Pilihan Ganda
Nilai
1
1 2 3 4 5 PG
2
3
…
Kunci Jawaban Pilihan Ganda dan Pedoman Penskoran
NO.
KUNCI JAWABAN
PILIHAN GANDA
SKOR
1.
C
1
2.
E
1
3.
A
1
4.
B
1
5.
B
1
TOTAL
5
Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
5
× 100
17
Word Cloud
Apakah pendapatmu tentang materi Nilai Kristiani
|
MODUL AJAR (3)
POKOK MATERI: NILAI-NILAI KRISTIANI
I.INFORMASI UMUM
A.Identitas Sekolah
1.Nama Penyusun
: Inke Trisna Dewi Weto, S.Pd.K
2.Nama Sekolah
: SMA Negeri 1 Kupang
3.Tahun Pelajaran
: 2024/2025
4.Jenjang Sekolah
: Sekolah Menengah Atas
5.Fase/Kelas/Prog
: E/ X
6.Alokasi Waktu
: 3 X 40 Menit ( 1 kali pertemuan)
A.Kompetensi Awal
Peserta didik dapat memahami bentuk-bentuk pemeliharaan Allahdalam kehidupan
sehari-hari ketika melangkah bersama Allah.
B.Profil Pelajar Pancasila
1.Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (mengajak peserta didik
berdoa sebelum memulai dan mengakhiri pembelajaran) dan membangun
kesadaran peserta didik tentang pentingnya menjadi pribadi yang tetap bersyukur
dalam menjalani dinamika kehidupan sebagai anugerah Allah, dan berakhlak mulia
(menumbuhkan sifat jujur dan bertanggung jawab peserta didik dalam
menyelesaikan tugas).
2.Bergotong royong :Kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama
dengan sukarela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan
ringan
3.Bernalar kritis : bernalar kritis (mampu menganalisanya secara kritis tanpa
memaksakan pendapatnya sendiri).
C.Sarana dan Prasarana
LCD, LKPD, Alkitab, Buku pegangan siswa, HP, White board dan spidol
D.Target Peserta Didik
Peserta didik SMA Negeri 1 Kupang Fase E
E.Model Pembelajaran
Problem Based Learning (pendekatan pembelajaran yang berusaha menerapkan
masalah yang terjadi di dunia nyata. Dengan ini, siswa akan dilatih berpikir kritis
serta menemukan solusi).
I.KOMPONEN INTI
A.Tujuan Pembelajaran
1.Menjelaskan sembilan buah Roh (buah Roh, kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri)
sebagai dasar nilai-nilai Kristiani.
2.Memberi contoh nilai-nilai Kristiani (buah Roh, kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri)
yang mendasari perilaku pengikut Kristus.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 17
SLIDE
Similar Resources on Wayground
13 questions
LARANGAN PERGAULAN BEBAS DAN ZINA BAGIAN 1
Lesson
•
10th Grade
13 questions
fiqih muamalah
Lesson
•
10th Grade
13 questions
WAKAF
Lesson
•
10th Grade
13 questions
Materi Khulafaur Rasyidin
Lesson
•
10th Grade
14 questions
Pengenalan Komputer Dasar
Lesson
•
10th Grade
11 questions
ADAB BERPAKAIAN
Lesson
•
10th Grade
13 questions
puasa
Lesson
•
10th Grade
13 questions
Sumber Hukum Islam
Lesson
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Religious Studies
15 questions
Making Inferences
Quiz
•
7th - 12th Grade
23 questions
TSI Math Vocabulary
Quiz
•
10th - 12th Grade
20 questions
-AR -ER -IR present tense
Quiz
•
10th - 12th Grade
10 questions
Cell Organelles and Their Functions
Interactive video
•
6th - 10th Grade
10 questions
Plotting Points on a Coordinate Plane: Quadrant 1 Essentials
Interactive video
•
6th - 10th Grade
10 questions
Exploring Abiotic and Biotic Factors in Ecosystems
Interactive video
•
6th - 10th Grade
20 questions
SSS/SAS
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
10th Grade