

Belum BerjudulModul 3.3
Presentation
•
World Languages
•
KG
•
Practice Problem
•
Hard
Wiyoko Wiyoko
FREE Resource
49 Slides • 0 Questions
1
Modul 3.3
Pengelolaan Program yang berdampak pada Murid
Updated: Juni 2024
2
KOMITMEN BELAJAR
NYALAKAN
KAMERA
MATIKAN
MIC
HADIR
SEUTUHNYA
HARGAI
WAKTU
BERSAMA
BUAT
CATATAN
KLIK RAISE
HAND DI ZOOM
SAAT INGIN
BERTANYA
GANGGUAN
TEKNIS ADALAH
HAL BIASA
DALAM SESI
DARING
3
1.Menjelaskan konsep kepemimpinan murid (students agency) dan kaitannya dengan Profil Pelajar Pancasila dengan
benar.
2.Menggunakan pemahaman mereka tentang konsep kepemimpinan murid dan profil pelajar Pancasila, untuk
menganalisis salah satu kegiatan atau program yang sedang dilakukan sekolah mereka saat ini.
3.Menyimpulkan lingkungan yang mendukung tumbuhkembangnya kepemimpinan murid sesuai dengan karakteristik
yang telah dipelajari.
4.Menggunakan pemahaman mereka tentang lingkungan yang mendukung tumbuhkembangnya kepemimpinan murid
untuk menganalisis contoh-contoh program atau kegiatan sekolah yang diberikan.
5.Membuat gambaran umum program atau kegiatan sekolah yang mempromosikan suara, pilihan, kepemilikan murid.
6.mengidentifikasi strategi pelibatan komunitas dalam program sekolah untuk mendukung tumbuhnya kepemimpinan
murid, sesuai dengan konteks sekolah masing-masing.
7.merancang sebuah prakarsa perubahan di sekolah dalam bentuk sebuah program/kegiatan sekolah yang mendorong
kepemimpinan murid dengan menggunakan model prakarsa perubahan yang disebut dengan BAGJA.
Capaian Khusus Modul 3.3
4
"Besok, di mana
pun Anda berada,
lakukan perubahan
kecil di kelas Anda."
Nadiem Makarim
sumber foto: https://kaltimtoday.co/
5
Berbagi Cerita dalam kelompok
Ceritakan pengalaman Bapak/Ibu terlibat dalam sebuah program
(intra, ko, atau ekstra kurikuler) di masa lalu yang berkesan sampai
saat ini? Mengapa pengalaman tersebut berkesan?
6
MENGUATKAN
YANG SUDAH ADA
(SPIRIT)
MENDORONG
KEBERMAKNAAN
(KOMITMEN)
IMPLEMENTASI
KEPEMIMPINAN
MURID
(KONTEKSTUAL)
PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
= program yang meningkatkan keberpihakan pada murid
7
kepemimpinan
murid
student agency
8
R
REFLEKSI = KEREFLEKTIFAN-DIRI (SELF-REFLECTIVENESS)
Mereka memiliki kesadaran yang baik akan
fungsi dirinya, melakukan refleksi atas
efikasi dirinya, kecemerlangan-ketepatan
pikiran dan tindakannya, serta
kebermaknaan dari upaya yang mereka
lakukan dalam pencapaian tujuan. Mereka
melakukan perbaikan jika diperlukan.
V
VISI = PEMIKIRAN KE DEPAN (FORETHOUGHT)
Pemikiran ke depan di sini bukan hanya
sekedar rencana yang mengarahkan masa
depan, namun juga menjadikan visi
(representasi kognitif dari visualisasi masa
depan) sebagai pemandu dan motivasi
tindakan-tindakan mereka saat ini.
I
INTENSI = KESENGAJAAN (INTENTIONALITY)
Bukan hanya niatan, tetapi sudah
termasuk juga rencana tindakan dan strategi
untuk mewujudkannya, mempertimbangkan
keinginan pihak lain, sehingga berupaya untuk
menemukan niatan bersama dan mengelola
kesaling-tergantungan rencana.
Human Agency (Bandura, 2006)
A
AKSI = KEREAKTIFAN-DIRI (SELF-REACTIVENESS)
Mereka bukan hanya perencana dan pemikir ke
depan, namun juga seorang pengendali diri
(self-regulator), yang tidak akan duduk diam dan
menunggu, mereka mengkonstruksi aksi atau
tindakan yang tepat dan untuk memotivasi serta
mengatur eksekusinya.
9
Students Agency*
Kemampuan murid untuk mengarahkan pembelajaran mereka
sendiri, membuat pilihan-pilihan, menyuarakan opini, mengajukan
pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan
berkontribusi pada komunitas belajar, mengkomunikasikan
pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan tindakan
nyata sebagai hasil proses belajarnya.
*untuk kepentingan pembahasan dalam modul ini, istilah student agency diterjemahkan
sebagai ‘kepemimpinan murid’
10
Kepemimpinan murid adalah tentang
murid yang bertindak secara aktif; dan membuat
keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab,
daripada hanya sekedar menerima apa yang
ditentukan oleh orang lain.
11
Ketika murid menunjukkan agency dalam proses pembelajaran, yaitu
ketika mereka berperan aktif dalam memutuskan apa dan bagaimana
mereka akan belajar, maka mereka cenderung menunjukkan motivasi
yang lebih besar untuk belajar dan lebih mampu menentukan
tujuan belajar mereka sendiri.
Lewat proses yang seperti ini, murid-murid akan secara natural
mempelajari keterampilan belajar (belajar bagaimana belajar).
Keterampilan belajar ini adalah sebuah keterampilan yang sangat
penting, yang dapat dan akan mereka gunakan
sepanjang hidup mereka.
12
VOICE
adalah gagasan, pandangan,
perhatian, keinginan, kebutuhan
yang diekspresikan oleh murid
melalui partisipasi aktif mereka di
kelas, sekolah, komunitas, dan
sistem pendidikan mereka, yang
berkontribusi pada proses
pengambilan keputusan dan secara
kolektif memengaruhi hasilnya.
OWNERSHIP
adalah saat murid terhubung (baik
secara fisik, kognitif, atau sosial
emosional) dengan apa yang sedang
dipelajari, terlibat aktif dan
menunjukkan minat dalam proses
belajarnya sehingga ia merasa
‘memiliki’ proses belajarnya.
CHOICE
adalah kesempatan yang diberikan
kepada murid untuk memilih cara
dan proses mereka belajar, serta
bagaimana mereka akan
menunjukkan pemahaman mereka.
KEPEMIMPINAN MURID
“Teacher is in control of putting the kids in control ” - Alfie Kohn
13
Ceritakan pengalaman Bapak/Ibu bagaimana
mencoba mempertimbangkan ‘suara’; ‘pilihan’; dan
‘kepemilikan’ murid untuk mendorong tumbuhnya
kepemimpinan murid!
14
CHOICE
●Memberikan kesempatan bagi murid untuk memilih bagaimana mereka menunjukkan pemahamannya terhadap apa yang telah
mereka pelajari.
●Memberikan kesempatan pada murid untuk memilih peran yang dapat mereka ambil dalam sebuah kegiatan.
●Memberikan kesempatan murid untuk memilih cara pengaturan kegiatan.
VOICE
●Memberikan kesempatan murid untuk bertanya, memberikan pendapat, berdiskusi.
●Mendiskusikan keyakinan kelas dan membuat kesepakatan kelas.
●Melibatkan murid dalam memberikan umpan balik terhadap proses belajar yang telah dilakukan.
OWNERSHIP
●Mengajak murid mengatur layout kelas mereka sendiri.
●Meminta pendapat murid untuk menentukan bentuk penugasan.
●Merespon feedback yang diberikan murid.
Bisakah Bapak dan Ibu memberikan contoh lain?
15
Kepemimpinan Murid adalah…
Kepemimpinan Murid bukan...
sesuatu yang dapat kita dorong.
sesuatu yang bisa kita ‘berikan’ atau ‘ambil’ dari murid
murid mengambil kepemilikan dan
tanggung jawab atas proses
pembelajaran mereka sendiri.
berarti bebas sepenuhnya bagi murid karena murid
tetap membutuhkan bimbingan guru. Terkadang terlalu
banyak pilihan dapat menjadi kontraproduktif dan
bukannya menginspirasi
murid memiliki suara dan pilihan atas apa yang akan
mereka pelajari, bagaimana mereka belajar dan
mengorganisir pembelajaran mereka.
berarti tidak ada akuntabilitas murid. Murid tetap harus
menunjukkan penguasaan pengetahuan, konsep, dan
keterampilan.
murid dapat memilih arah dan cara mencapai tujuan
pembelajaran sendiri.
berarti mengganti peran guru. Murid justru
memerlukan umpan balik, negosiasi, beradu argumen,
tuntunan, coaching dari gurunya di sepanjang proses
pembelajaran.
16
KEMITRAAN
berusaha secara aktif mendengarkan,
menghormati, dan menanggapi ide-ide,
pendapat, pertanyaan, aspirasi dan perspektif
murid-murid mereka
memperhatikan kemampuan, kebutuhan, dan
minat murid-murid mereka untuk memastikan
proses pembelajaran sesuai untuk mereka
mendorong murid untuk mengeksplorasi minat
mereka dengan memberi mereka tugas-tugas
terbuka
menawarkan kesempatan kepada murid untuk
menunjukkan kreativitas dan mengambil risiko
mempertimbangkan sejauh mana tingkat
bantuan yang harus diberikan kepada murid
berdasarkan informasi yang mereka miliki
menunjukkan minat dan keingintahuan untuk
mendengarkan dan menanggapi setiap aktivitas
murid untuk memperluas pemikiran mereka.
GURU
berusaha untuk memahami tujuan
pembelajaran yang ingin dicapainya
menunjukkan keterlibatan dalam
proses pembelajaran
menunjukkan tanggung jawab dalam
proses pembelajaran
menunjukkan rasa ingin tahu
menunjukkan inisiatif
membuat pilihan-pilihan tindakan
memberikan umpan balik kepada satu
sama lain.
MURID
17
Kesejahteraan (well-being) murid yang optimal adalah sebuah keadaan emosional
yang berkelanjutan yang dicirikan dengan (terutama) suasana hati dan sikap yang positif,
hubungan positif dengan murid lain maupun guru, daya lenting atau ketangguhan,
pengoptimalan kekuatan diri, serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap
pengalaman belajar mereka di sekolah.
_______________
Noble et al. (2008)
Photo by Artem Beliaikin from Pexels
18
1.Lingkungan yang menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola pikir positif dan
merasakan emosi yang positif.
2.
Lingkungan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif dan
bijaksana.
3.
Lingkungan yang melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan
akademik maupun non-akademiknya.
4.
Lingkungan yang melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri, sesama, serta
masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
5.
Lingkungan yang membuka wawasan murid agar dapat menentukan dan menindaklanjuti
tujuan, harapan atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya melampaui pemenuhan
kepentingan individu, kelompok, maupun golongan.
6.
Lingkungan yang menempatkan murid sedemikian rupa sehingga terlibat aktif dalam proses
belajarnya sendiri.
7.
Lingkungan yang menumbuhkan daya lenting dan sikap tangguh murid untuk terus bangkit di
tengah kesempitan dan kesulitan.
______________________________
Noble & McGrath (2016)
KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG MENUMBUHKEMBANGKAN
KEPEMIMPINAN MURID
19
20
Peran Keterlibatan Komunitas dalam Menumbuhkembangkan Kepemimpinan Murid
Konsep Tri Sentra Pendidikan. Kemitraan tri sentra pendidikan adalah
kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat yang
berlandaskan pada asas gotong royong, kesamaan kedudukan, saling percaya,
saling menghormati, dan kesediaan untuk berkorban dalam membangun
ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya prestasi peserta
didik.
21
22
23
24
Peran Keterlibatan Komunitas dalam Menumbuhkembangkan Kepemimpinan Murid
Murid ‘berada’ dalam lintas komunitas. Mereka dapat berada sekaligus pada:
● komunitas keluarga (anggotanya dapat terdiri orang tua, kakak, adik, pengasuh,
dsb)
● komunitas kelas dan antar kelas (anggotanya dapat terdiri teman sesama murid,
guru)
● komunitas sekolah (anggotanya dapat terdiri dari kepala sekolah, pustakawan,
penjaga sekolah, laboran, penjaga keamanan, tenaga kebersihan, petugas kantin,
dsb)
● komunitas sekitar sekolah (anggotanya dapat terdiri dari RT/RW, tokoh masyarakat
setempat, puskesmas, tokoh agama setempat, dsb)
● komunitas yang lebih luas. (anggotanya dapat terdiri dari organisasi masyarakat,
dunia usaha, media, universitas, DPR, dsb)
25
Peran Keterlibatan Komunitas dalam Menumbuhkembangkan Kepemimpinan Murid
Komunitas memiliki peran penting dalam membantu mewujudkan lingkungan belajar
yang mendukung tumbuhnya kepemimpinan murid karena:
1.
membantu menyediakan kesempatan bagi murid untuk mewujudkan pilihan dan
suara mereka.
2.
membantu murid untuk belajar melihat dan merasakan dampak dari pilihan dan
suara yang dibuatnya.
3.
membantu membentuk identitas diri dan efikasi diri murid yang lebih kuat.
4.
membantu murid untuk dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang dapat
memberikan kontribusi yang berarti terhadap diri sendiri, orang lain, masyarakat serta
lingkungan di sekitarnya.
26
Beberapa prinsip yang dapat dijadikan panduan dalam membangun interaksi
murid dengan komunitas
1. Membangun suasana yang menghargai murid. Hal ini agar dalam interaksinya
dengan komunitas, murid akan senantiasa merasa disambut. dipercaya, dan
aman secara fisik dan emosional.
2. Mendengarkan murid. Agar dapat tercipta sikap saling memahami dan saling
percaya, maka perlu ada upaya untuk mendengarkan murid dengan tulus dan
penuh perhatian. Terkadang mungkin tidak mudah melakukan hal ini karena
tidak semua anak-anak mampu mengekspresikan apa yang ada dipikirannya
dengan jelas. Perlu adanya kesabaran dan empati dari komunitas.
27
Beberapa prinsip yang dapat dijadikan panduan dalam membangun interaksi
murid dengan komunitas
3. Dialog atau komunikasi dengan murid. Saat membangun pemahaman, murid akan
mengkonstruksi pemahamannya melalui proses refleksi dari pengalaman interaksinya
dengan lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Oleh karenanya, berkomunikasi dengan
murid secara demokratis dan setara menjadi penting. Komunikasi ini harus bersifat dua arah
dan bersifat dialog dengan murid, dan bukan bersifat orang dewasa yang ‘memberi perintah’
kepada murid. Dengan meluangkan waktu untuk berdialog dan menanggapi gagasan murid
tentang tindakan mereka, akan membantu murid untuk sampai pada pemahaman.
4. Menempatkan murid dalam kursi kemudi. Dalam proses pembuatan keputusan,
komunitas dapat memberikan saran atau mendorong ide-ide murid, namun pada akhirnya
perlu memastikan bahwa murid lah yang akan mengambil keputusan.
28
Miskonsepsi Materi Modul 3.3
29
Miskonsepsi
Penjelasan
Kepemimpinan murid
(mendorong suara,
pilihan, dan
kepemilikan) tidak bisa
diterapkan pada anak
usia dini atau SD
Hal ini keliru dan bertentangan dengan penelitian dan praktik terbaik dalam
pendidikan anak usia dini dan dasar, di mana secara alami mereka ingin tahu,
ingin belajar dan bertanggung jawab. Memberikan mereka
kesempatan/stimulasi untuk mengolah rasa ingin tahu, keberanian
mencoba, dapat membantu mereka mengembangkan rasa percaya diri,
kemandirian, dan keterampilan kepemimpinan yang penting. Dan ini adalah
proses belajar.
Hal ini selaras dengan tahap perkembangan psikososial anak (lihat grafiknya di
Modul 1.2) bahwa di usia dini ada 3 hal yang seharusnya dipupuk saat
pembelajaran di kelas, yaitu menanamkan rasa percaya, otonomi dan inisiatif,
yang bisa dikembangkan jika guru memberikan ruang eksplorasi kepada anak
dan membiasakan mereka bekerja dengan tujuan.
Miskonsepsi ini biasanya terjadi karena guru merasa anak sebagai kertas
kosong, sementara di modul 1.1 telah disampaikan terkait Bukan Tabularasa
bahwa anak terlahir dengan garis samar-samar, sehingga mereka memiliki
kemampuan untuk membuat keputusan.
30
Miskonsepsi
Penjelasan
Student Agency/
Kepemimpinan murid
dalam pembelajaran
hanya bisa diterapkan
dalam kegiatan ekstra
kurikuler saja
Misalnya menjadi panitia
acara kelas atau
sekolah, ikut OSIS, ikut
perlombaan mewakili
ekskul
Memberikan voice, choice dan ownership bukan hanya tentang terlibat dalam
program ekstrakurikuler atau event sekolah sebanyak-banyaknya. Ada banyak
cara untuk mendorong kepemimpinan murid dalam berbagai aspek
pembelajaran seperti misalnya:
●
Memilih topik pembelajaran: Libatkan murid dalam memilih topik yang
ingin mereka pelajari.
●
Membuat rencana pembelajaran: Berkolaborasi dengan murid untuk
membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan minat dan
kebutuhan mereka.
●
Menilai pembelajaran: Libatkan murid dalam menilai pembelajaran
mereka sendiri dan teman sebaya mereka.
●
dsb
Penerapan kepemimpinan murid dalam pembelajaran di kelas tidak hanya
bermanfaat bagi murid secara individu, tetapi juga dapat menciptakan
lingkungan belajar yang lebih dinamis dan menyenangkan.
31
Miskonsepsi
Penjelasan
Penerapan program
yang berdampak pada
murid hanya melepas
murid belajar sendiri.
Program yang berdampak pada murid harus membangun hubungan
kemitraan antara murid dan guru, di mana guru berperan sebagai fasilitator
dan pembimbing. Murid membutuhkan bimbingan dan dukungan dari guru
untuk berkembang dan mencapai potensi penuh mereka. Program yang efektif
harus menyediakan struktur dan kerangka kerja yang jelas untuk membantu
murid belajar secara efektif.
Kemitraan antara murid dan guru memungkinkan terciptanya pembelajaran
yang berpusat pada murid. Guru dapat memahami kebutuhan dan minat
individual murid, dan menyesuaikan pembelajaran agar sesuai dengan
kebutuhan mereka. Dengan kemitraan ini juga dapat membangun rasa
percaya dan saling menghormati antara murid dan guru. Hal ini penting untuk
menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif.
32
Miskonsepsi
Penjelasan
Ketika melibatkan
komunitas dalam
program untuk
menumbuhkan
kepemimpinan murid,
pendidik sering
menenggelamkan peran
murid dan pelibatan
komunitas hanya
sebatas sosialisasi
program
Pelibatan komunitas yang efektif harus mendukung dan memperkuat peran
murid, bukan menggantikannya. Komunitas memiliki banyak sumber daya dan
keahlian yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong epemimpinan murid.
Contohnya, komunitas dapat menyediakan mentor, pembicara tamu, atau
peluang magang bagi murid, dst.
Pelibatan komunitas dapat membantu murid untuk terhubung dengan dunia di
luar sekolah dan memahami berbagai perspektif. Hal ini penting untuk
membantu mereka mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang
komprehensif.
Keterlibatan komunitas dapat membantu menciptakan kesempatan belajar hal
baru yang kontekstual. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya
diri murid.
33
Miskonsepsi
Penjelasan
Dalam Modul 3.3 ini,
CGP diminta untuk
membuat prakarsa
perubahan dan
menjalankannya
menggunakan kerangka
BAGJA. Banyak yang
bingung apa bedanya
dengan BAGJA yang
telah dijalankan dalam
Modul 1.3?
Fokus BAGJA yang dijalankan oleh CGP di Modul 3.3 ini berbeda dengan
BAGJA yang dijalankan di Modul 1.3. Di Modul 1.3, CGP diminta membuat
prakarsa perubahan terkait dengan visi dirinya.
Sementara di Modul 3.3 ini prakarsa perubahan yang dibuat adalah yang
terkait dengan visi sekolah.
34
Analisis Praktik Baik
Kita akan mencoba menganalisis dari sebuah praktik yang dilakukan oleh guru.
Silakan baca terlebih dahulu cerita praktik yang diberikan (7 menit).
Berdasarkan cerita tersebut, silakan jawab pertanyaan - pertanyaan berikut ini:
❏ Jenis Kegiatan atau program apakah yang dideskripsikan tersebut
(Apakah intra kurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler)?
❏ Dalam setiap situasi, identifikasilah dibagian mana dan bagaimana guru
mencoba mempertimbangkan ‘suara’; ‘pilihan’; dan ‘kepemilikan’ murid
untuk mendorong tumbuhnya kepemimpinan murid. Jelaskan jawaban
Ibu/Bapak.
❏ Karakteristik Lingkungan belajar seperti apa yang dibangun oleh guru
atau kepala sekolah tersebut? (berdasarkan 7 karakteristik lingkungan
yang telah dijelaskan di atas)
❏ Profil pelajar Pancasila apa yang dikembangkan dalam situasi tersebut?
35
36
37
38
untuk meningkatkan kualitas
layanan pendidikan di sekolah yang
berpihak pada murid
sehingga
38
BAGJA
melalui sisi
positif/kekuatan/aset
menguatkan
individu dan semangat
gotong royong
model
Memulai
prakarsa
perubahan
mendorong perjumpaan
multi unsur
wellbeing murid
39
IMPLEMENTASI
RENCANA
PRAKARSA
PERUBAHAN
(pembiasaan/
program/
kegiatan)
EVALUASI
40
❏
RENCANA
JABARKAN RENCANA | design
●
upaya menciptakan organisasi yang
ideal demi mencapai mimpi
●
kunci untuk mempertahankan
perubahan positif, menindaklanjuti
masa lalu organisasi yang paling
positif dan potensial
ATUR EKSEKUSI | deliver-destiny
●
awal dari penciptaan "budaya belajar
apresiatif" yang berkelanjutan
●
setiap orang (unsur) terlibat
menyelaraskan interaksinya agar
dapat bersama-sama menciptakan
(co-create) masa depan
BAGJA | appreciative inquiry
BUAT PERTANYAAN UTAMA | define
●
mendefinisikan tujuan
●
pertanyaan dibuat untuk
memprovokasi/menginisiasi
perubahan (prakarsa)
AMBIL PELAJARAN | discover
●
mengidentifikasi dan
mengapresiasi yang terbaik dari
apa yang telah ada, menemukan
"inti positif"
●
setiap pertanyaan dibuat dengan
hati-hati dan sifatnya positif
GALI MIMPI | dream
●
membayangkan dan
menggambarkan masa depan
●
gambaran masa depan
dimunculkan dari contoh-contoh
yang membumi dari masa lalu
yang positif
❏
IMPLEMENTASI
❏
EVALUASI
41
Kanvas Rancangan BAGJA
41
PERTANYAAN
TINDAKAN/PENYELIDIKAN
yang perlu dilakukan utk menjawab pertanyaan
A-mbil tindakan
(Deliver)
J-abarkan Rencana
(Design)
G-ali mimpi
(Dream)
A-mbil pelajaran
(Discover)
B-uat pertanyaan
utama (Define)
TAHAPAN
Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan
arah penyelidikan kekuatan/potensi/ peluang
Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali
kekuatan/potensi/ peluang lewat penyelidikan
Apa pertanyaan yang perlu diajukan agar dapat
menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif
terwujud?
Mengidentifikasi pertanyaan apa yang perlu diajukan
agar dapat menyusun tindakan konkret untuk
mencapai tujuan
Pertanyaan apa yang perlu diajukan agar kita dapat
mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rencana
kerja?
Prakarsa Perubahan:
42
Tahapan B-A-G-J-A
43
●Apa langkah paling
sederhana/langkah
pertama …
●Berapa lama …
●Apa
tindakan-tindakan
untuk mendukung
…
●Bagaimana
mengukur
kemajuan …
●Bagaimana cara
menyemangati …
Pertanyaan di tiap Tahapan B-A-G-J-A
B-uat pertanyaan
utama (Define)
● Apa yang harus
saya lakukan
untuk …?
A-mbil pelajaran
(Discover)
● Siapakah yang pernah
berhasil …
● Bagaimana …
● Aktivitas apa saja yang
dilakukanuntuk …
● Situasi apa saja yang
selama ini telah
mendukung …..?
● Keterampilan apa yang
sudah saya kuasai
untuk mendukung
usaha …?
G-ali mimpi
(Dream)
● Apakah
kebiasaan-kebiasaan
baru yang akan
terjadi …?
● Bagaimana perasaan
saya saat …?
● Apa saja hal-hal
baru yang bisa
dilakukan …?
● Apa
hal-hal/sumberdaya
yang kita bayangkan
akan tersedia …?
J-abarkan Rencana
(Design)
A-tur eksekusi
(Deliver)
● Siapa yang bisa
mengarahkan dan
memantau …?
● Siapa saja yang akan
saya libatkan …
● Peran apa saja yang
akan saya berikan …?
● Kapan akan mulai
dilakukan?
● Bagaimana
pencatatan
kemajuan?
● Siapa yang akan
menampung
curhatan?
44
● Menggali cita-cita dan harapan
murid-murid
● Melibatkan murid untuk
menginventaris kekuatan,
potensi yang dimiliki
44
● Apa yang bisa kita lakukan
untuk membuat kelas dan
sekolah kita menjadi lebih
nyaman dan menyenangkan?
● Bagaimana mewujudkan
kelas/sekolah yang nyaman dan
menyenangkan?
PERTANYAAN
DAFTAR
TINDAKAN/PENYELIDIKAN
yang perlu dilakukan untuk menjawab
pertanyaan
B-uat pertanyaan utama
(Define)
BAGJA | Prakarsa perubahan: mewujudkan kelas yang lebih nyaman dan menyenangkan
45
PERTANYAAN
● Meminta murid untuk
berkeliling dan menuliskan
bagian mana dari sekolah yang
disukai
45
● Apa pengalaman
menyenangkan yang pernah
dialami murid?
DAFTAR
TINDAKAN/PENYELIDIKAN
yang perlu dilakukan untuk menjawab
pertanyaan
A-mbil pelajaran
(Discover)
BAGJA | Prakarsa perubahan: mewujudkan kelas yang lebih nyaman dan menyenangkan
46
● Menanyakan pendapat setiap
anggota kelas tentang
pendapat dan perasaan mereka
● Membuat rancangan bersama
murid
● Seperti apa kelas/sekolah yang
menyenangkan buat kita?
● Bagaimana perasaan saya
apabila kelas/sekolah itu
nyaman dan menyenangkan?
● Apa yang penting dilakukan
agar tetap nyaman, terawat dan
menarik minat?
46
DAFTAR
TINDAKAN/PENYELIDIKAN
yang perlu dilakukan untuk menjawab
pertanyaan
G-ali mimpi
(Dream)
BAGJA | Prakarsa perubahan: mewujudkan kelas yang lebih nyaman dan menyenangkan
PERTANYAAN
47
● Membuat capaian yang realistis
untuk setiap murid.
● Membuat daftar siapa saja yang
bisa melakukan apa.
● Apa langkah-langkah untuk
menyiapkan kelas/sekolah yang
nyaman dan menyenangkan?
● Bagaimana pengaturan isi kelas
agar tetap nyaman dan
menyenangkan?
● Apa hal pertama yang dapat
dilakukan untuk mewujudkan
kelas/sekolah yang nyaman dan
menyenangkan?
47
DAFTAR
TINDAKAN/PENYELIDIKAN
yang perlu dilakukan untuk menjawab
pertanyaan
J-abarkan Rencana
(Design)
BAGJA | Prakarsa perubahan: mewujudkan kelas yang lebih nyaman dan menyenangkan
PERTANYAAN
48
● Menyusun tim kerja dan
deskripsi tugas setiap anggota
● Menentukan tenggat untuk
penyelesaian tugas
● Siapa saja yang akan dilibatkan
dalam mewujudkan rencana ini?
● Apa saja peran masing-masing
murid?
● Siapa yang bertanggung jawab
memonitor agar kelas dapat
tetap nyaman dan
menyenangkan?
● Berapa lama dan kapan kita
akan mulai mewujudkannya?
48
DAFTAR
TINDAKAN/PENYELIDIKAN
yang perlu dilakukan untuk menjawab
pertanyaan
A-mbil tindakan
(Deliver)
BAGJA | Prakarsa perubahan: mewujudkan kelas yang lebih nyaman dan menyenangkan
PERTANYAAN
49
Modul 3.3
Pengelolaan Program yang berdampak pada Murid
Updated: Juni 2024
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 49
SLIDE
Similar Resources on Wayground
44 questions
Practice : Quiz 2
Presentation
•
University
45 questions
BM Kata Pemeri & Kata Nafi
Presentation
•
1st - 3rd Grade
41 questions
Pola Pikir Karya Ilmiah
Presentation
•
University
45 questions
KONEKSI ANTAR MATERI
Presentation
•
11th - 12th Grade
46 questions
BJF3 NがVて
Presentation
•
7th Grade
41 questions
BAHASA ARAB KELAS 1 (PELAJARAN 4)
Presentation
•
1st Grade
44 questions
PENGEMBANGAN KARIR
Presentation
•
University
44 questions
Iklan Sarana Komunikasi
Presentation
•
8th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Grade 3 Simulation Assessment 1
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
HCS Grade 4 Simulation Assessment_1 2526sy
Quiz
•
4th Grade
16 questions
Grade 3 Simulation Assessment 2
Quiz
•
3rd Grade
19 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_1 2526sy
Quiz
•
5th Grade
17 questions
HCS Grade 4 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
24 questions
HCS Grade 5 Simulation Assessment_2 2526sy
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
Discover more resources for World Languages
19 questions
Fire Safety
Quiz
•
KG - 2nd Grade
36 questions
8th Grade US History STAAR Review
Quiz
•
KG - University
20 questions
Capitalization in sentences
Quiz
•
KG - 4th Grade
19 questions
Disney Movies
Quiz
•
KG - 8th Grade
25 questions
Hidden Figures
Quiz
•
KG - 12th Grade
10 questions
Counting Nickels and Pennies
Quiz
•
KG - 2nd Grade
13 questions
Time
Quiz
•
KG - 2nd Grade
20 questions
Place Value
Quiz
•
KG - 3rd Grade