Search Header Logo
Mengenak kembali literasi dan numerasi

Mengenak kembali literasi dan numerasi

Assessment

Presentation

Professional Development

Professional Development

Practice Problem

Easy

Created by

Ihsan Armia

Used 4+ times

FREE Resource

40 Slides • 6 Questions

1

media
media
media

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN

PENDIDIKAN MENENGAH

2024

MENGENAL KEMBALI

LITERASI DAN NUMERASI

Advokasi Pemulihan Pembelajaran

melalui Penguatan Literasi dan Numerasi

2

media
media
media

Tujuan dan Harapan Sesi

2

Di akhir sesi, peserta diharapkan dapat: .

1.Memahami tentang literasi dan numerasi, khususnya
beberapa miskonsepsi, serta dampaknya bagi
kecakapan peserta didik.

2.Memahami tantangan utama dalam menguatkan
literasi dan numerasi beserta solusinya.

3.Memahami bentuk dukungan pemerintah daerah yang
tepat dalam meningkatkan kecakapan literasi dan
numerasi peserta didik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

2

3

media
media

Koneksi Antar Materi

3

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

3

4

media
media

4

Apakah Literasi dan Numerasi?

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

4

5

Open Ended

apa itu Literasi......?

6

media
media
media

Refleksi Proses Memahami Bacaan

5

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

5

Bapak dan Ibu, mari

mengenali literasi melalui

pemodelan membaca.

7

media
media

6

Pemodelan 1

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

6

8

media
media
media

Refleksi Proses Memahami Bacaan

7

Silakan membaca isi
halaman buku berikut:

Sumber: https://www.letsreadasia.org/book/a9c8c199-0bf4-4a87-b20f-e93b77b6bac1?bookLang=4846240843956224

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

7

9

media
media
media

Refleksi Proses Memahami Bacaan

8

1.

Apakah yang Bapak/Ibu rasakan saat mencoba

membaca teks tersebut?

2.

Bagaimana perasaan tersebut mempengaruhi

motivasi Bapak/Ibu untuk membaca?

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

8

10

media
media
media

Refleksi Proses Memahami Bacaan

9

Silakan membaca isi halaman buku berikut:

Sumber: https://www.letsreadasia.org/book/a9c8c199-0bf4-4a87-b20f-e93b77b6bac1?bookLang=4846240843956224

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

9

11

media
media
media

Refleksi Proses Memahami Bacaan

10

1.

Bagaimana perasaan Bapak/Ibu sekarang?

2.

Apakah pengetahuan tentang isi teks tersebut

bertambah?

3.

Apakah yang membantu Bapak dan Ibu untuk

memahami isi pada teks tersebut?

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

10

12

media
media
media

Refleksi Proses Memahami Bacaan

11

Sekarang, silakan membaca isi halaman buku berikut:

Sumber: https://www.letsreadasia.org/book/a9c8c199-0bf4-4a87-b20f-e93b77b6bac1?bookLang=4846240843956224

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

11

13

media
media
media

Refleksi Proses Memahami Bacaan

12

Sumber: https://www.letsreadasia.org/book/a9c8c199-0bf4-4a87-b20f-e93b77b6bac1?bookLang=4846240843956224

1.Bagaimana

perasaan

Bapak/Ibu

sekarang?

Apakah

Bapak/Ibu

sudah

dapat memahami keseluruhan isi teks?

2.Menurut Bapak dan Ibu, faktor apa saja
yang mempengaruhi proses membaca?

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

12

14

media
media
media

Refleksi: Apa Saja yang Memengaruhi Pemahaman Bacaan?

13

1.Pada saat Bapak dan Ibu berusaha memahami bacaan,
Bapak dan Ibu memprediksi kosakata dan makna bacaan
menggunakan pengetahuan yang dimiliki (HUBUNGKAN).

2.Dengan pengetahuan latar tersebut, Bapak dan Ibu menalar,
menafsir, serta melakukan PREDIKSI. Oleh karena itu,
membaca bukan sekadar menggabungkan dan melafalkan
bunyi huruf.

3.Ketika

disajikan

gambar,

Bapak

dan

Ibu

berusaha

mengaitkan gambar dengan materi bacaan (VISUALISASI).
Bapak dan Ibu semakin termotivasi untuk memahami isi
bacaan apabila mendapatkan isyarat (clue) terkait bacaan
tersebut.

Strategi Memahami

Bacaan

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

13

15

media
media
media

Apa yang Bisa Kita Simpulkan?

14

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

14

Literasi terkait dengan kecakapan berpikir

untuk memaknai teks.

Kecakapan literasi ditingkatkan dengan

keterpajanan (exposure) terhadap teks

1

2

16

media
media

Manakah Miskonsepsi Literasi ?

15

Pada lembar aktivitas, berikan tanda centang
(√) pada pernyataan yang tepat dan tanda silang
(X) pada pernyataan yang menunjukkan
miskonsepsi literasi.

Bapak/ibu telah memodelkan proses membaca
yang merupakan gerbang penting bagi
kecakapan literasi. Berdasarkan pemahaman
tentang literasi, silakan menilai setiap pernyataan
pada tabel ini.

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

1

Program membaca di
sekolah dapat
menggunakan buku
apa saja.

2

Peserta didik yang
membaca dengan
lancar belum tentu
dapat memahami isi
bacaan.

3

Meningkatkan
kecakapan literasi
peserta didik cukup
dilakukan dengan
kegiatan 15 menit
membaca.

Tabel Pernyataan Literasi

Lembar Aktivitas 01 Tabel Pernyataan Literasi

https://drive.google.com/file/d/1I3iwREO3UxiPHg
6gUf2Pt7dK5tfMRe4a/view?usp=drive_link

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

15

17

Video Response

silahkan bapak ibu isi lembaran pernyataan literasi dan rekam jawaban yang telah bapak ibu isi tadi.

video
Open Video Recorder

18

media
media
media

16

Pernyataan 1.

Program membaca di sekolah bisa menggunakan buku apa saja.

TIDAK TEPAT

Pemilihan buku yang sesuai kemampuan membaca (buku berjenjang) dan buku yang diminati peserta didik menentukan keberhasilan program membaca. Buku-buku bacaan bermutu yang mengandung inklusivitas, anti perundungan, toleransi, juga perlu diperkenalkan untuk mengembangkan karakter mereka.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

16

19

media
media
media

17

Pernyataan 2.

Peserta didik yang membaca dengan lancar belum tentu dapat memahami isi bacaan.

TEPAT

Kemampuan memahami bacaan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan menggabungkan bunyi huruf, suku kata, dan melafalkannya dengan lancar. Kemampuan memahami bacaan dibentuk oleh beberapa komponen, di antaranya pengetahuan kosakata, pengetahuan latar siswa, dan pengetahuannya tentang struktur bahasa.

Apabila peserta didik tidak menguasai komponen ini, maka ia baru dapat melafalkan kalimat tanpa memahami maknanya. Peserta didik yang tidak memahami bacaan akan sulit pula untuk mengakses informasi dan mendapatkan nilai/amanat dari bacaan sehingga ia tidak akan mendapatkan manfaat dari bacaan tersebut.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

17

20

media
media
media

18

Pernyataan 3.

Meningkatkan kecakapan literasi peserta didik cukup dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca.

TIDAK TEPAT

Kegiatan pembiasaan membaca, meskipun dilakukan dengan pilihan buku yang menarik dan tepat, belum dapat meningkatkan kecakapan literasi peserta didik. Kegiatan ini perlu ditindaklanjuti dengan penerapan strategi literasi dalam pembelajaran.

Namun demikian, kegiatan 15 menit membaca, apabila dilakukan dengan tepat, menumbuhkan minat peserta didik untuk membaca dan mempelajari pengetahuan baru. Hal ini meningkatkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

18

21

media
media
media

Apakah Literasi Itu?

19

Fokus kebijakan literasi saat ini adalah
meningkatkan kecakapan literasi membaca.

Literasi merupakan keterampilan dasar
untuk belajar dan memahami konten di
semua mata pelajaran dan kehidupan
sehari-hari.

“belajar untuk membaca”
“membaca untuk belajar”

LITERASI

Kemampuan peserta didik dalam memahami,
menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan
berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah
dan mengembangkan kapasitas individu sebagai
warga Indonesia dan warga dunia agar dapat
berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Sumber: Asesmen Nasional

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

19

22

media
media

Fokus Penguatan Literasi Membaca Jenjang PAUD-SD hingga SMA

20

Kecakapan literasi dini
Kecakapan literasi membaca

(belajar Membaca dengan fasih)

Kecakapan literasi membaca

(membaca untuk belajar)

Fase Fondasi - Fase A

Akhir Fase A - Fase B

Fase C hingga Fase F

Fokus pada penguatan kemampuan
bertutur, pengetahuan latar, kosakata,
kesadaran cetak, pengetahuan huruf,
kesadaran bunyi huruf.

Fokus pada kefasihan membaca dan
membaca untuk pemahaman.

Fokus pada kemampuan pemahaman literal,
inferensial(kesimpilan), dan menganalisis bacaan (menemukan dan mengakses informasi, menafsirkan mengintegrasikan informasi, mengevaluasi dan merefleksi bacaan)

PAUD - SD Kelas 1

SD Kelas 2, 3, 4

SD Kelas 5, 6, SMP,

SMA/SMK

Sumber: Diolah dari Panduan Implementasi Kompetensi Literasi dan Numerasi Guru Pendidikan Dasar (2024).

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

20

23

media
media

4

Numerasi?

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

4

24

Audio Response

Question image

Apa Itu Numerasi...?

audio
Open Audio Recorder

25

media
media
media
media

Apakah Numerasi?

21

Bapak dan Ibu, mari bersama kita
mengeksplorasi numerasi melalui cuplikan
tayangan video berikut.

Tayangan video lengkap
https://www.youtube.com/watch?v=Uj5N5mcXWQg

https://drive.google.com/file/d/17Aw1cGFDmeYbv
VVd6KzfP-J5t168xFQd/view?usp=drive_link

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

21

26

27

media
media
media

Refleksi Pemahaman Numerasi

22

1.

Bagaimana

Bapak/Ibu

melihat

numerasi tercermin dalam situasi atau

aktivitas

yang

ditampilkan

dalam

video?

2.

Apa hal penting yang dapat Bapak/Ibu

ambil dari video tersebut tentang

pentingnya numerasi dalam kehidupan

sehari-hari?

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

22

28

media
media
media

Penguatan Refleksi Numerasi

23

Bapak dan Ibu, kehidupan kita tidak dapat dipisahkan dari
numerasi.

Numerasi

tidak

hanya

terkait

kemampuan

berhitung dan angka saja. Numerasi juga berhubungan
dengan kemampuan menggunakan matematika pada konten
bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan
ketidakpastian, yang sering kita temui dalam kehidupan
sehari-hari.

Kehidupan personal tiap orang sangat dekat dengan numerasi. Demikian pula kehidupan profesional yang menjadi masa depan peserta didik kita.

Kecakapan numerasi adalah kemampuan esensial peserta didik yang membangun kecakapan hidupnya di kemudian hari.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

23

29

media
media

Manakah Miskonsepsi Numerasi?

24

Pada lembar aktivitas, berikan tanda centang
(√) pada pernyataan yang tepat dan tanda silang
(X) pada pernyataan yang menunjukkan
miskonsepsi numerasi.

Bapak/ibu telah memirsa eksplorasi numerasi
sebagai kecakapan hidup. Berdasarkan
pemahaman tentang numerasi, silakan menilai
setiap pernyataan pada tabel ini.

No

Pernyataan

Tepat

Tidak Tepat

1

Dibutuhkan mata
pelajaran khusus
untuk belajar
numerasi.

2

Peserta didik yang
sudah dapat berhitung
memiliki kecakapan
numerasi yang bagus.

3

Numerasi berkaitan
dengan masalah
kontekstual yang
dipecahkan dengan
kemampuan
matematika.

Tabel Pernyataan Numerasi

Lembar Aktivitas 01 Tabel Pernyataan Numerasi

https://drive.google.com/file/d/1I3iwREO3UxiPHg
6gUf2Pt7dK5tfMRe4a/view?usp=drive_link

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

24

30

Draw

silahkan bapak ibu isi dari pernyataan disamping ini.....

31

media
media
media

25

Pernyataan 1.

Dibutuhkan mata pelajaran khusus untuk belajar numerasi.

TIDAK TEPAT

Anggapan bahwa untuk menguasai keterampilan numerasi dibutuhkan mata pelajaran khusus seperti matematika adalah tidak tepat. Kemampuan numerasi peserta didik dapat dikembangkan di mata pelajaran apapun tidak hanya matematika saja.

Numerasi sendiri berkaitan dengan bagaimana peserta didik menyelesaikan berbagai konteks dunia nyata dengan melibatkan pengetahuan matematikanya. Sehingga untuk mengembangkan kemampuan numerasi tidak dibutuhkan mata pelajaran khusus.

Sebagai contoh dalam mata pelajaran olahraga, topik yang berkaitan dengan numerasi misalnya mengukur BMI (Body Mass Index); pemberian skor dalam beragam cabang olahraga prestasi dan arti label nutrisi/dalam produk makanan.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

25

32

media
media
media

26

Pernyataan 2.

Peserta didik yang sudah dapat berhitung memiliki kecakapan numerasi yang bagus.

TIDAK TEPAT

Kemampuan berhitung peserta didik tidak selalu mencerminkan kemampuan numerasi yang baik. Meskipun berhitung penting dalam pembelajaran matematika, numerasi melibatkan pemahaman yang lebih luas terhadap konsep bilangan. Proses pembelajaran dimulai dari dasar untuk membangun pemahaman kuantitas, namun pada tingkat lanjutan, peserta didik perlu menjelajahi sistem bilangan dan menerapkan berhitung dalam pemecahan masalah yang kompleks.

Numerasi juga melibatkan pengembangan intuisi bilangan, yang esensial dalam menyelesaikan masalah matematika sehari-hari. Jadi, meningkatkan numerasi memerlukan pemahaman konsep matematika yang lebih dalam dan kemampuan berpikir kritis, bukan hanya kemampuan berhitung semata.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

26

33

media
media
media

27

Pernyataan 3.

Numerasi berkaitan dengan masalah kontekstual yang dipecahkan dengan melibatkan kemampuan matematika.

TEPAT

Numerasi merupakan kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari- hari pada berbagai jenis konteks pengalaman dan peristiwa. Tidak hanya kemampuan berhitung dan keterampilan menggunakan angka, seseorang juga menggunakan matematika yang terkait dengan geometri dan pengukuran, data dan ketidakpastian untuk menyelesaikan masalahnya. Dalam menyelesaikan masalah, seseorang berpikir, menginterpretasi, dan mengevaluasi hasil pemikirannya.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

27

34

media
media
media

Apakah Numerasi Itu?

28

NUMERASI

Kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam
menggunakan pengetahuan matematika yang
dimilikinya dalam menjelaskan kejadian,
memecahkan masalah, atau mengambil
keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan menggunakan matematika
dalam situasi sehari-hari melibatkan
kemampuan berpikir dan penalaran.

Numerasi sangat penting bagi pengelolaan aspek kehidupan, kesehatan,
keuangan, waktu, data dan semua
kegiatan yang membutuhkan
kemampuan matematika.

Sumber: Asesmen Nasional

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

28

35

media
media
media
media

Model Numerasi Abad ke-21

29

Dalam kurikulum merdeka juga terdapat
karakter yang tertuang dalam Profil Pelajar Pancasila.

Apa sajakah karakter tersebut?

Pada framework AKM numerasi terdapat 3
konteks, apa sajakah konteks tersebut?

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

29

Sumber: Goos, dkk., 2020

36

media
media
media
media

2730

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

30

Sumber: Goos, dkk., 2020

(diadaptasi dari Goos et al., 2020

disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka dan Framework AKM )

Model Numerasi Abad ke-21

37

media
media
media

Pentingnya Numerasi Kelas Awal

31

Pencapaian pengetahuan matematika di kelas awal
merupakan

prediksi

pencapaian

kecakapan

matematika di jenjang pendidikan berikutnya.

Peserta didik yang mengalami kesulitan dalam
mempelajari matematika di sekolah menengah sering
kali merupakan peserta didik yang pada kelas awal
kesulitan dalam memahami konsep dan keterampilan
dasar

membilang,

mengenali

simbol

bilangan,

membedakan bilangan, pola bilangan, nilai tempat,
dan operasi hitung dasar.

Dibutuhkan guru dengan kemampuan literasi dan
numerasi yang baik untuk membangun fondasi yang
kuat di kelas awal.

Dokumentasi INOVASI Kalimantan Utara

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

31

38

media
media

32

Memahami Tantangan Literasi dan Numerasi:

Hasil Studi Kondisi Awal Sasaran Pemulihan Pembelajaran

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

32

39

media

40

media
media
media

Pertanyaan Kunci

35

1.Apa tantangan utama yang dihadapi oleh sekolah
dalam meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi
peserta didik?

2.Apa saja gagasan solusi (secara umum) untuk
mengatasi tantangan utama yang dihadapi sekolah
dalam upaya meningkatkan kompetensi literasi dan
numerasi peserta didik?

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

35

41

Open Ended

1.Apa tantangan utama yang dihadapi oleh sekolah
dalam meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi
peserta didik?

42

Open Ended

2.Apa saja gagasan solusi (secara umum) untuk
mengatasi tantangan utama yang dihadapi sekolah
dalam upaya meningkatkan kompetensi literasi dan
numerasi peserta didik?

43

media
media
media

Temuan Utama Hasil Studi

36

Sumber: Hasil Studi Kondisi Awal PSKP Tahun 2024,

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

36

44

media
media
media

Gagasan Solusi untuk Mengatasi Tantangan Utama

37

1.Peningkatan

kapasitas

guru,

kepala

sekolah

dan

pengawas sekolah dalam literasi dan numerasi.

2.Penguatan komunitas belajar guru sebagai wadah bagi
para guru, untuk mengembangkan kapasitasnya secara
berkelanjutan dalam menerapkan pembelajaran yang
berfokus pada siswa.

3.Mendorong kepemimpinan sekolah yang efektif untuk
mendukung gransformasi pembelajaran terutama implementasi pembelajaran berfokus pada murid. termasuk melalui penggunaan rapor pendidikan, pemberdayaan sumberdaya sekolah, pemenfaatan PMM.

4.Perluasan akses terhadap materi ajar literasi dan numerasi
(termasuk buku bacaan bermutu).

5.Kebijakan Dinas Pendidikan/Pemerintah Daerah sebagai
payung implementasi program.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

37

45

media
media
media

Refleksi Sesi

38

1.

Tulis refleksi Anda pada Jurnal Belajar.

2.

Bahas dengan peserta yang disebelah Ibu/Bapak

Tautan Jurnal Belajar
https://docs.google.com/document/d/1JcJ6702Dd
WW0XqIXXMoKXuAObdPRHPSy/edit?usp=shari
ng&ouid=104821280806082168388&rtpof=true&s
d=true

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI

38

46

media
media
media

Terima Kasih

media
media
media

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN

PENDIDIKAN MENENGAH

2024

MENGENAL KEMBALI

LITERASI DAN NUMERASI

Advokasi Pemulihan Pembelajaran

melalui Penguatan Literasi dan Numerasi

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 46

SLIDE