Search Header Logo
Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam

Assessment

Presentation

Professional Development

Professional Development

Practice Problem

Easy

Created by

Rahayu Novita

Used 4+ times

FREE Resource

14 Slides • 5 Questions

1

media

Meningkatkan Keterlibatan Siswa: Deep Learning dan Quizizz dalam Pembelajaran yang Menyenangkan

​Rahayu Novita
SMP Negeri 3 Bontang

2

media

SMP Negeri 3 Bontang
Guru Bahasa Indonesia

Rahayu Novita

  • Super Trainer Quizizz

  • Penggerak BERGEMA BLPT

  • Narasumber Pengelolaan Kinerja Kemendikdasmen

  • Fasilitator Tanoto Foundation

  • Penggerak KPFP (Komunitas Praktisi Fasilitator Pembelajaran) Kota Bontang

media

3

Word Cloud

Question image

Hallo Bapak/Ibu guru hebat!
Berasal dari kota/kabupaten mana?

4

Poll

Question image

Bapak/Ibu guru hebat, mengajar pada jenjang apa?

PAUD

SD/MI

SMP/MTs

SMA/SMK/MA

5

Poll

Question image

Sejauh mana Bapak/Ibu memahami tentang pembelajaran mendalam/deep learning?

sangat mengenal

baru aja kenalan, masih pedekate

baru dengar sih!

Hmmm apaan tuh?

6

media
media
media

Latar Belakang

4

Perubahan masa
depan sulit diprediksi

Bonus Demografi
2035 dan Visi
Indonesia Emas 2045

Permasalahan mutu
pendidikan: Literasi,
Numerasi, HOTs,
Ketimpangan Mutu
Pendidikan

Kompetensi masa
depan

PM sebagai solusi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua

7

media
media
media
media
media

Kemampuan HOTS siswa Indonesia masih rendah

Sumber: Diolah dari hasil PISA 2018

MEMBACA

MATEMATIKA

SAINS

skor

skor

skor

Hasil PISA:

Siswa Indonesia hanya bisa menjawab materi Level 1-3 saja (lower order thinking skills = LOTS), sementara

siswa negara lain sudah sampai Level 4-6 (higher order thinking skills = HOTS).

555

504

549

415

393

371

591

527

569

440

419

379

590

529

551

438

426

396

8

Open Ended

Question image

Menurut Bapak/Ibu, pembelajaran mendalam/deep learning itu seperti apa sih?

9

media
media
media

Apa Pembelajaran Mendalam?

7

Definisi :
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan
dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses
pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan
menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati
(etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik
dan terpadu.

10

Dropdown

3 elemen utama pada pendekatan pembelajaran mendalam​

11

media
media
media
media

Pembelajaran

Mendalam

Olah Pikir

Olah Hati

Olah Rasa

mewujudkan

Profil Lulusan

(8 Dimensi)

Pembelajaran Mendalam sebagai Solusi

Olah Raga

Berkesadaran

Bermakna

Menggembirakan

12

media
media
media
media
media

Berkesadaran

Pengalaman belajar peserta
didik yang diperoleh ketika
mereka memiliki kesadaran
untuk menjadi pembelajar
yang aktif dan mampu
meregulasi diri. Peserta didik
memahami tujuan
pembelajaran, termotivasi
secara intrinsik untuk belajar,
serta aktif mengembangkan
strategi belajar untuk
mencapai tujuan.

Bermakna

Peserta didik dapat
menerapkan
pengetahuannya ke dalam
situasi nyata. Proses belajar
peserta didik tidak hanya
sebatas memahami
informasi/ penguasaan
konten, namun berorientasi
pada kemampuan
mengaplikasi pengetahuan.

Menggembirakan

Pembelajaran yang
menggembirakan merupakan
suasana belajar yang positif,
menantang, menyenangkan,
dan memotivasi. Rasa senang
dalam belajar membantu
peserta didik terhubung
secara emosional, sehingga
lebih mudah memahami,
mengingat, dan menerapkan
pengetahuan.

16

Prinsip Pembelajaran

13

media
media

8 Dimensi Profil Lulusan

1. Keimanan dan Ketakwaan

terhadap Tuhan YME

Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan

Tuhan serta menghayati nilai-nilai spiritual dalam

kehidupan sehari-hari.

3. Penalaran Kritis

Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis,
dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta
memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.

2. Kewargaan

Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati

aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat,

memiliki kepedulian, tanggungjawab sosial, serta

berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang

terkait keberlanjutan manusia dan lingkungan.

4. Kreativitas

Individu yang mampu berpikir secara inovatif,
fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau

informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan

bermanfaat.

9

14

media
media

8 Dimensi Profil Lulusan

5. Kolaborasi

Individu yang mampu bekerja sama secara efektif

dengan orang lain secara gotong royong untuk

mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran

dan tanggung jawab.

7. Kesehatan

Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat,

dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan

mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan

lahir dan batin (well-being).

6. Kemandirian

Individu yang mampu bertanggung jawab atas

proses dan hasil belajarnya sendiri dengan

menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif,

mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas
secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.

8. Komunikasi

Individu yang memiliki kemampuan komunikasi

intrapribadi untuk melakukan refleksi dan

antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan
informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi

secara efektif dalam berbagai situasi.

10

15

media
media
media

Landasan Filosofis

11

Filosofi Ki Hajar Dewantara

1.

Pembelajaran memerdekakan (tanpa
pembiaran).

2.

Pusat pada peserta didik, mengakui
otoritas guru.

3.

Sistem among dan Trikon (kontinuitas,
konvergensi, dan konsentrisitas).

4.

Prinsip Asah, Asih, Asuh.

5.

Pendidikan: pranata sosial, pelestari
kebudayaan, membangkitkan
kegembiraan (konsep “Taman”).

Filosofi K.H. Ahmad Dahlan

1.

Pendidikan berlandaskan tujuan hidup.

2.

Tidak sombong, gigih belajar, dan tuntas
berkarya.

3.

Optimalkan akal untuk kebenaran sejati.

4.

Berani menegakkan kebenaran.

5.

Berbuat untuk kemanusiaan (tidak
memperalat).

6.

Mengamalkan ilmu agama dengan kualitas
tinggi.

7.

Pendidikan sebagai alat perubahan sosial
menuju masyarakat berkemajuan.

16

media
media

Landasan Teoretis

2010-sekaran

g

Integrasi teknologi, isu
global, literasi digital

1970an

Teori pembelajaran mendalam
dan pembelajaran dangkal
(Marton & Säljö, 1976)

1990-2000an

Konstruktivisme,
Project-based Learning,
keterampilan abad ke-21.

12

Konsep PM
Membangun keterkaitan antara
pengetahuan konseptual dan prosedural.

Mengaplikasikan pengetahuan pada
konteks baru.

Dukungan Experiential Learning (Kolb,
1984).

Pendekatan berbasis pengalaman: refleksi,
konseptualisasi, eksperimen.

Kerangka Pengetahuan
Foundational Knowledge: Dasar ilmu dan fakta.

Meta Knowledge: Hubungan, pola, dan analisis.

Humanistic Knowledge: Nilai kemanusiaan dan
makna mendalam. (Heick, 2020)

17

media
media
media

KERANGKA KERJA
PEMBELAJARAN
MENDALAM

18

media
media
media

Pengalaman
Belajar

19

​TERIMA KASIH

media

Meningkatkan Keterlibatan Siswa: Deep Learning dan Quizizz dalam Pembelajaran yang Menyenangkan

​Rahayu Novita
SMP Negeri 3 Bontang

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 19

SLIDE