Search Header Logo
Etika Pertemuan 5

Etika Pertemuan 5

Assessment

Presentation

Health Sciences

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Budi Prasetyo

Used 1+ times

FREE Resource

20 Slides • 0 Questions

1

media

Konsep Ontologis,
Epistemologis, dan
Aksiologis dalam Ilmu
Promosi Kesehatan

Presentasi ini membahas konsep ontologis, epistemologis, dan aksiologis

dalam ilmu promosi kesehatan. Tujuannya adalah untuk memahami dasar

filosofis yang mendasari praktik promosi kesehatan. Ini akan membantu

mahasiswa mengembangkan pendekatan yang relevan, berbasis bukti, dan

bermakna bagi masyarakat.

2

media

Konsep Ontologis Keilmuan

Hakikat Keberadaan

Ontologi membahas tentang hakikat

keberadaan atau realitas.

Objek Studi

Menjawab pertanyaan "Apa yang

menjadi objek studi?".

Promosi Kesehatan

Fokus pada pemahaman kesehatan dan

faktor-faktornya.

Ontologi dalam promosi kesehatan fokus pada pemahaman kesehatan. Ini mencakup faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan

individu dan masyarakat.

3

media

Perbedaan Ontologis

Ontologis berfokus pada hakikat objek studi. Contoh pertanyaan: Apa yang

menjadi objek promosi kesehatan? Relevansi: Menentukan ruang lingkup

ilmu.

4

media

Relevansi Ontologi

1

Merumuskan Tujuan

Membantu merumuskan

tujuan promosi kesehatan.

2

Menentukan Ruang
Lingkup

Menentukan ruang lingkup

promosi kesehatan.

3

Pencegahan Penyakit

Mencakup pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup.

Pemahaman ontologis penting untuk merumuskan tujuan dan ruang lingkup

promosi kesehatan. Tujuannya adalah pencegahan penyakit dan

peningkatan kualitas hidup masyarakat.

5

media

Ontologis dalam Promosi Kesehatan

Pendekatan ontologis dalam promosi kesehatan mempelajari secara mendalam berbagai faktor

yang memengaruhi kesehatan masyarakat. Pemahaman ini menjadi dasar untuk mengembangkan

program kesehatan yang efektif dan berkelanjutan.

1

Faktor Lingkungan

Mencakup kualitas air, udara, sanitasi,

dan kondisi pemukiman yang

mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Termasuk juga akses ke fasilitas

kesehatan dan ruang terbuka hijau.

2

Faktor Perilaku

Meliputi pola hidup, kebiasaan makan,

aktivitas fisik, dan perilaku pencegahan

penyakit dalam masyarakat. Termasuk

juga kesadaran akan pentingnya

kebersihan dan gaya hidup sehat.

3

Sistem Layanan Kesehatan

Menganalisis ketersediaan, aksesibilitas, dan kualitas layanan kesehatan. Termasuk

program pencegahan penyakit menular, vaksinasi, dan edukasi kesehatan masyarakat.

Pemahaman ontologis ini membantu mengidentifikasi target intervensi yang tepat dalam program

promosi kesehatan, sehingga dapat mencapai hasil yang optimal dalam meningkatkan kesehatan

masyarakat.

6

media

Konsep Epistemologis Keilmuan

Sumber Pengetahuan

Epistemologi membahas sumber

pengetahuan.

Metode Penelitian

Membahas metode untuk memperoleh

pengetahuan.

Validitas Ilmu

Membahas validitas pengetahuan.

Epistemologi dalam promosi kesehatan melibatkan metode penelitian. Tujuannya adalah memahami faktor-faktor yang

memengaruhi kesehatan.

7

media

Perbedaan Epistemologis

Epistemologis berfokus pada cara memperoleh pengetahuan. Contoh

pertanyaan: Bagaimana pengetahuan promosi kesehatan diperoleh?

Relevansi: Mengembangkan metode penelitian.

8

media

Contoh Epistemologi

Survei

Digunakan untuk

mengumpulkan data dari

populasi.

Eksperimen

Digunakan untuk menguji

efektivitas intervensi.

Analisis Data

Digunakan untuk memahami faktor-faktor kesehatan.

Contoh epistemologi dalam promosi kesehatan adalah survei, eksperimen,

dan analisis data. Ini digunakan untuk memahami efektivitas intervensi

promosi kesehatan.

9

media

Relevansi Epistemologi

Strategi Berbasis Bukti

Mengembangkan strategi promosi kesehatan yang berbasis

bukti.

Efektivitas Terukur

Efektivitas strategi dapat diukur.

Pendekatan Ilmiah

Pendekatan ilmiah memastikan hasil yang valid.

Pendekatan epistemologis membantu mengembangkan strategi promosi

kesehatan berbasis bukti. Ini juga membantu mengukur efektivitas strategi

yang diterapkan.

10

media

Epistemologis dalam
Promosi Kesehatan

Pengetahuan dalam promosi kesehatan diperoleh melalui berbagai metode

penelitian yang sistematis dan terukur. Penelitian kuantitatif seperti survei

epidemiologi, studi kohort, dan uji klinis acak menghasilkan data statistik

yang dapat dianalisis secara objektif. Sedangkan penelitian kualitatif seperti

wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi partisipatif

memberikan pemahaman mendalam tentang persepsi dan perilaku

kesehatan masyarakat.

Contoh penerapannya termasuk survei perilaku hidup bersih dan sehat di

masyarakat, evaluasi efektivitas program vaksinasi, serta studi tentang

faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap protokol

kesehatan. Pendekatan epistemologis ini memastikan bahwa setiap

intervensi promosi kesehatan didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat dan

dapat dipertanggungjawabkan.

11

media

Konsep Aksiologis Keilmuan

Nilai Ilmu

Aksiologi membahas nilai dan

manfaat ilmu.

1

Manfaat Kehidupan

Menjawab "Apa manfaat ilmu bagi

kehidupan?".

2

Keadilan Sosial

Menekankan nilai keadilan sosial.

3

Aksiologi menekankan pada nilai dan manfaat suatu ilmu. Pertanyaan utamanya adalah "Apa manfaat ilmu tersebut bagi kehidupan

manusia?".

12

media

Perbedaan Aksiologis

Aksiologis berfokus pada nilai dan manfaat ilmu. Contoh pertanyaan: Apa

manfaat promosi kesehatan bagi masyarakat? Relevansi: Menjamin

relevansi sosial dan etis.

13

media

Contoh Aksiologi

1

Keadilan Sosial

Nilai keadilan sosial dalam program kesehatan.

2

Pemberdayaan

Pemberdayaan masyarakat dalam kesehatan.

3

Kesejahteraan

Peningkatan kesejahteraan melalui program kesehatan.

Contoh aksiologi dalam promosi kesehatan mencakup nilai-nilai seperti

keadilan sosial. Juga termasuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan

kesejahteraan.

14

media

Relevansi Aksiologi

1

Efektif Teknis

Promosi kesehatan efektif secara teknis.

2

Bermakna Sosial

Promosi kesehatan bermakna secara sosial.

3

Etis

Promosi kesehatan etis.

Pendekatan aksiologis memastikan bahwa promosi kesehatan efektif secara teknis. Hal ini juga harus bermakna secara sosial dan

etis.

15

media

Aksiologis dalam Promosi
Kesehatan

Bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui program-program

yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Aspek aksiologis dalam promosi kesehatan

menekankan pentingnya nilai-nilai etika dan manfaat sosial dalam setiap intervensi

kesehatan.

Program promosi kesehatan harus memperhatikan beberapa prinsip penting:

Keadilan sosial dalam akses layanan kesehatan

Penghormatan terhadap otonomi dan hak-hak individu

Keberlanjutan program jangka panjang

Sensitivitas terhadap budaya dan nilai-nilai lokal

Contoh penerapan nilai aksiologis dapat dilihat dalam berbagai program seperti

kampanye vaksinasi, pendidikan kesehatan masyarakat, dan program pencegahan

penyakit menular. Program-program ini tidak hanya fokus pada hasil kesehatan, tetapi

juga mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan budaya pada masyarakat.

Keberhasilan program promosi kesehatan diukur tidak hanya dari indikator kesehatan,

tetapi juga dari tingkat penerimaan masyarakat dan keberlanjutan program.

16

media

Program Pencegahan Penyakit

Penyuluhan

Memberikan informasi tentang penyakit menular,

cara penularan, dan metode pencegahannya.

Program ini melibatkan edukasi masyarakat melalui

seminar, workshop, dan materi komunikasi yang

efektif. Penyuluhan juga mencakup pelatihan kader

kesehatan untuk memperluas jangkauan informasi.

Vaksinasi

Memberikan vaksinasi untuk mencegah berbagai

penyakit menular seperti campak, polio, dan difteri.

Program ini menjangkau semua kelompok usia, dari

bayi hingga lansia, dengan jadwal imunisasi yang

terstruktur. Vaksinasi dilakukan oleh tenaga

kesehatan terlatif di fasilitas kesehatan yang

memadai.

Pemeriksaan

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin

untuk deteksi dini penyakit. Termasuk skrining

kesehatan dasar, pemeriksaan laboratorium, dan

konsultasi dengan tenaga medis. Program ini

membantu mengidentifikasi faktor risiko dan

mencegah komplikasi penyakit.

Program pencegahan penyakit merupakan komponen vital dalam sistem kesehatan masyarakat. Melalui integrasi penyuluhan, vaksinasi, dan pemeriksaan

kesehatan, program ini berhasil menurunkan angka kejadian penyakit menular. Implementasi yang konsisten dan menyeluruh telah terbukti efektif dalam

melindungi kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup. Keberhasilan program ini juga bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan dukungan

dari berbagai pemangku kepentingan.

17

media

Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif membantu memahami hubungan sebab-akibat. Data statistik memberikan bukti yang kuat.

18

media

Kampanye Vaksinasi

1

Pendidikan

Memberikan pendidikan tentang

pentingnya vaksinasi.

2

Akses

Memastikan akses mudah ke

layanan vaksinasi.

3

Motivasi

Memotivasi masyarakat untuk

melakukan vaksinasi.

Kampanye vaksinasi bertujuan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Ini dilakukan melalui pendidikan, akses, dan motivasi.

19

media

Kesimpulan

Pemahaman ontologi, epistemologi, dan aksiologi membentuk fondasi kuat

dalam promosi kesehatan. Secara ontologis, kita mempelajari faktor-faktor

kesehatan seperti lingkungan dan perilaku masyarakat. Epistemologi

memberikan metode ilmiah melalui penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk

mengumpulkan bukti. Sementara aksiologi memastikan program-program

seperti kampanye vaksinasi dan penyuluhan memberikan manfaat nyata

bagi masyarakat.

Ketiga konsep ini bekerja secara sinergis - ontologi mengidentifikasi

masalah kesehatan, epistemologi menyediakan cara untuk memahami dan

menyelesaikannya, sedangkan aksiologi memastikan solusi yang diterapkan

bermanfaat dan berkelanjutan. Dengan memadukan ketiga aspek ini, praktisi

promosi kesehatan dapat mengembangkan program yang berbasis bukti,

relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan memberikan dampak positif

yang terukur.

20

media

Dasar Teoretis dan Praktis

Ketiga konsep ini membentuk dasar teoretis serta praktis dalam promosi

kesehatan. Ini membantu dalam merancang program yang efektif dan etis.

media

Konsep Ontologis,
Epistemologis, dan
Aksiologis dalam Ilmu
Promosi Kesehatan

Presentasi ini membahas konsep ontologis, epistemologis, dan aksiologis

dalam ilmu promosi kesehatan. Tujuannya adalah untuk memahami dasar

filosofis yang mendasari praktik promosi kesehatan. Ini akan membantu

mahasiswa mengembangkan pendekatan yang relevan, berbasis bukti, dan

bermakna bagi masyarakat.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 20

SLIDE