Search Header Logo
Pengertian sejarah

Pengertian sejarah

Assessment

Presentation

Other

10th Grade

Hard

Created by

Jafier Adisa

FREE Resource

8 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

3

media

4

media

5

media

6

media

7

media

8

media

Sania Ulfa1, Asep Irvan Irvani *1, Resti Warliani1/ JPFS 7 (1) (2024) 51-59

52

Keyword: 3D Models, Alternative Energy, Independent Curriculum, Teaching Modules

@2024 Pendidikan Fisika FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

__________________________________________________________________________________

PENDAHULUAN

Pendidikan tidak hanya menjadi fondasi penting bagi adaptasi manusia terhadap perubahan

zaman, tetapi juga merupakan kunci untuk memahami dan menghadapi kompleksitas kehidupan
modern (Maulida, 2022). Setiap individu membutuhkan pendidikan yang menyeluruh untuk dapat
bersaing dan berkontribusi secara maksimal dalam masyarakat yang terus berkembang. Sejalan dengan
itu, studi fisika memegang peranan penting sebagai landasan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, menekankan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang efektif guna memperdalam
pemahaman tentang fenomena alam sehari-hari dan meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan
tantangan yang dihadapi (Irvani and Warliani, 2022; Syahdah and Irvani, 2023).
Dengan pendidikan yang berkualitas dan pemahaman yang mantap dalam bidang fisika, individu dapat
dikembangkan secara holistik untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era modern ini
(Amarulloh et al., 2023). Melalui kombinasi pendidikan yang komprehensif dan penguasaan konsep
fisika yang kuat, diharapkan generasi masa depan akan mampu menjadi agen perubahan yang mampu
menanggapi dinamika masyarakat dan teknologi dengan keberanian dan keterampilan yang dibutuhkan.

Pemerintah telah mengalihkan fokus pendidikan dari guru menjadi peserta didik melalui

Kurikulum Merdeka, di mana peserta didik ditempatkan sebagai poros utama pembelajaran. Dalam
implementasinya, kurikulum ini disusun untuk menyesuaikan proses pembelajaran sesuai dengan
karakteristik dan pencapaian peserta didik (Setiawan et al., 2022). Peran guru dalam konteks ini berubah
menjadi seorang fasilitator yang bertanggung jawab dalam mengelola pembelajaran di kelas serta
berkontribusi besar terhadap kualitas pendidikan di sekolahnya. Hal ini mengharuskan guru untuk
memiliki kemampuan merancang dan mempersiapkan segala aspek agar proses pembelajaran dapat
berjalan efektif (Rahimah, 2022).

Perencanaan yang matang sebelum melaksanakan pembelajaran fisika sangat vital karena dapat

membantu guru dalam merancang strategi efektif, menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa, dan
menciptakan lingkungan belajar yang memadai (Wahidin, 2024). Dengan perencanaan yang baik, guru
dapat mengidentifikasi tujuan pembelajaran, metode pengajaran yang sesuai, serta menyiapkan sumber
daya yang diperlukan untuk memastikan pembelajaran fisika berjalan lancar dan efisien, sehingga
memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Dokumen perencanaan pembelajaran
dalam konteks Kurikulum Merdeka kini berubah istilah menjadi modul ajar.

Modul ajar menjadi topik perbincangan utama di semua jenjang pendidikan mulai dari SD,

SMP, hingga SMA saat ini. Modul ajar merupakan materi pembelajaran yang dirancang secara cermat
dan terstruktur untuk mendukung konsep pengajaran kepada siswa (Sulaeman, Nuryadin and Efwinda,
2023). Meskipun pentingnya, banyak guru masih menghadapi kesulitan dalam menyusun dan
mengembangkan modul ajar sesuai dengan pendekatan Kurikulum Merdeka. Kekurangan pemahaman
dalam penyusunan modul ajar dapat mengakibatkan penyampaian materi yang tidak terstruktur dan
pembelajaran yang kurang menarik bagi siswa (Ulva and Fitri, 2022).

Modul ajar yang dirancang dengan baik dapat mencakup elemen yang mendorong keterlibatan

aktif siswa, seperti tugas proyek, latihan interaktif, atau pertanyaan reflektif (Nurul Zainab, 2021).
Dengan pengembangan modul ajar, pendidik dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih
terorganisir, fleksibel, dan efektif bagi siswa (Arifin and Sukati, 2020). Pengembangan modul ajar yang
baik juga dapat membatu memcapai tujuan pembelajaran dengan efektif dan efisien.

Ketersediaan contoh modul ajar fisika yang sesuai dengan prinsip Kurulum Merdeka masih

terbatas (Eveline, Saputro and Jayanti, 2023). Hal ini mencerminkan tantangan dalam mengadaptasi
kurikulum yang berfokus pada peserta didik. Hal ini juga menandakan perlunya lebih banyak upaya
dalam pengembangan materi pembelajaran yang mendukung pendekatan baru dalam proses belajar-
mengajar. Keterbatasan contoh modul ajar ini dapat menghambat guru dalam menyusun bahan ajar
yang responsif terhadap kebutuhan siswa serta mengakibatkan kesenjangan antara harapan kurikulum
dan praktik pembelajaran di lapangan (Sipahutar, 2024). Perlu dorongan lebih lanjut dalam
menghasilkan sumber belajar yang sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka guna meningkatkan
kualitas pendidikan fisika yang inklusif dan relevan.

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE