Search Header Logo
Materi 3: Pesan Tersirat dan Tersurat

Materi 3: Pesan Tersirat dan Tersurat

Assessment

Presentation

World Languages

9th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

IRVAN PAKSI EKANANTO

Used 2+ times

FREE Resource

12 Slides • 29 Questions

1

media

2

media

3

Ciri-ciri infotmasi tersurat:

  • Mudah dipahami karena disampaikan secara langsung.

  • Tidak perlu menebak-nebak, karena sudah terungkap dengan jelas.

  • Biasanya terdapat dalam kalimat utama atau bagian inti dalam teks.

  • Contoh:
    "Bersyukurlah kamu memiliki keluarga yang selalu mendukung."
    Pesan tersuratnya adalah bahwa kita harus bersyukur atas dukungan keluarga.

4

media

5

Ciri-ciri infotmasi tersirat:

  • Tidak dijelaskan secara eksplisit, tapi bisa dipahami melalui konteks.

  • Memerlukan pemahaman yang lebih dalam dari pembaca, misalnya dengan mempertimbangkan gaya bahasa, tone, atau perasaan yang ingin disampaikan.

  • Biasanya ditemukan pada bagian yang lebih tersembunyi atau implisit dari teks.

  • Contoh:
    "Mereka tidak pernah mengungkapkan rasa kecewa, tetapi tampaknya ada yang hilang dari suasana keluarga."
    Pesan tersiratnya adalah meskipun tidak diungkapkan, ada perasaan kecewa yang terasa dalam keluarga tersebut.

6

media

7

media

8

media

9

media

10

media

11

media

12

media

13

Multiple Choice

“Menjaga Sungai Kita”

Paragraf 1
Sungai adalah salah satu sumber kehidupan manusia. Dari sungai, kita bisa mendapatkan air untuk minum, mandi, dan mengairi sawah. Namun, tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga kebersihan sungai. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke sungai. Akibatnya, sungai menjadi kotor dan tercemar.

Paragraf 2
Selain sampah rumah tangga, limbah pabrik juga sering mengalir ke sungai tanpa melalui penyaringan yang baik. Air sungai yang tercemar limbah pabrik bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Banyak warga yang tinggal di sekitar sungai mengeluhkan penyakit kulit. Bahkan, beberapa jenis ikan yang hidup di sungai menjadi berkurang jumlahnya. Jika hal ini terus dibiarkan, keseimbangan ekosistem akan terganggu.

Paragraf 3
Pemerintah sebenarnya sudah membuat aturan agar pabrik mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai. Namun, tidak semua pabrik patuh terhadap aturan itu. Beberapa pabrik masih mencari jalan pintas demi menghemat biaya produksi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan justru lebih besar dibanding biaya untuk mengolah limbah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan belum dimiliki semua pihak.

Paragraf 4
Selain pemerintah dan pabrik, masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga sungai. Masyarakat bisa memulai dengan hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kegiatan gotong royong membersihkan sungai juga bisa dilakukan secara rutin. Dengan begitu, lingkungan sungai akan lebih bersih dan sehat. Kesadaran bersama inilah yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai.

Paragraf 5
Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan kita sendiri. Jika sungai tercemar, manusia juga yang akan menerima dampaknya. Sebaliknya, jika sungai tetap bersih, maka manusia akan mendapatkan banyak manfaat. Air bersih, ikan yang sehat, dan lingkungan yang asri adalah hadiah dari sungai yang terjaga. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan sungai demi masa depan yang lebih baik.

Berdasarkan paragraf pertama, pesan tersurat yang disampaikan penulis adalah …

1

Sungai adalah sumber kehidupan manusia.

2

Sungai tidak memiliki manfaat yang penting.

3

Sungai hanya digunakan untuk mandi.

4

Sungai tidak perlu dijaga kebersihannya.

14

Multiple Choice

“Menjaga Sungai Kita”

Paragraf 1
Sungai adalah salah satu sumber kehidupan manusia. Dari sungai, kita bisa mendapatkan air untuk minum, mandi, dan mengairi sawah. Namun, tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga kebersihan sungai. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke sungai. Akibatnya, sungai menjadi kotor dan tercemar.

Paragraf 2
Selain sampah rumah tangga, limbah pabrik juga sering mengalir ke sungai tanpa melalui penyaringan yang baik. Air sungai yang tercemar limbah pabrik bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Banyak warga yang tinggal di sekitar sungai mengeluhkan penyakit kulit. Bahkan, beberapa jenis ikan yang hidup di sungai menjadi berkurang jumlahnya. Jika hal ini terus dibiarkan, keseimbangan ekosistem akan terganggu.

Paragraf 3
Pemerintah sebenarnya sudah membuat aturan agar pabrik mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai. Namun, tidak semua pabrik patuh terhadap aturan itu. Beberapa pabrik masih mencari jalan pintas demi menghemat biaya produksi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan justru lebih besar dibanding biaya untuk mengolah limbah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan belum dimiliki semua pihak.

Paragraf 4
Selain pemerintah dan pabrik, masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga sungai. Masyarakat bisa memulai dengan hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kegiatan gotong royong membersihkan sungai juga bisa dilakukan secara rutin. Dengan begitu, lingkungan sungai akan lebih bersih dan sehat. Kesadaran bersama inilah yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai.

Paragraf 5
Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan kita sendiri. Jika sungai tercemar, manusia juga yang akan menerima dampaknya. Sebaliknya, jika sungai tetap bersih, maka manusia akan mendapatkan banyak manfaat. Air bersih, ikan yang sehat, dan lingkungan yang asri adalah hadiah dari sungai yang terjaga. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan sungai demi masa depan yang lebih baik.

Kalimat yang menunjukkan pesan tersurat dari paragraf pertama adalah …

1

Sungai bisa dijadikan tempat bermain anak-anak.

2

Sungai tidak mengandung air bersih.

3

Sungai dimanfaatkan untuk minum, mandi, dan mengairi sawah.

4

Sungai selalu penuh sampah.

15

Multiple Choice

“Menjaga Sungai Kita”

Paragraf 1
Sungai adalah salah satu sumber kehidupan manusia. Dari sungai, kita bisa mendapatkan air untuk minum, mandi, dan mengairi sawah. Namun, tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga kebersihan sungai. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke sungai. Akibatnya, sungai menjadi kotor dan tercemar.

Paragraf 2
Selain sampah rumah tangga, limbah pabrik juga sering mengalir ke sungai tanpa melalui penyaringan yang baik. Air sungai yang tercemar limbah pabrik bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Banyak warga yang tinggal di sekitar sungai mengeluhkan penyakit kulit. Bahkan, beberapa jenis ikan yang hidup di sungai menjadi berkurang jumlahnya. Jika hal ini terus dibiarkan, keseimbangan ekosistem akan terganggu.

Paragraf 3
Pemerintah sebenarnya sudah membuat aturan agar pabrik mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai. Namun, tidak semua pabrik patuh terhadap aturan itu. Beberapa pabrik masih mencari jalan pintas demi menghemat biaya produksi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan justru lebih besar dibanding biaya untuk mengolah limbah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan belum dimiliki semua pihak.

Paragraf 4
Selain pemerintah dan pabrik, masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga sungai. Masyarakat bisa memulai dengan hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kegiatan gotong royong membersihkan sungai juga bisa dilakukan secara rutin. Dengan begitu, lingkungan sungai akan lebih bersih dan sehat. Kesadaran bersama inilah yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai.

Paragraf 5
Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan kita sendiri. Jika sungai tercemar, manusia juga yang akan menerima dampaknya. Sebaliknya, jika sungai tetap bersih, maka manusia akan mendapatkan banyak manfaat. Air bersih, ikan yang sehat, dan lingkungan yang asri adalah hadiah dari sungai yang terjaga. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan sungai demi masa depan yang lebih baik.

Informasi tersurat pada paragraf kedua adalah …

1

Air sungai tercemar limbah pabrik sehingga membahayakan kesehatan.

2

Semua ikan di sungai sudah punah.

3

Limbah pabrik bermanfaat untuk kehidupan manusia.

4

Air sungai tidak bisa digunakan lagi sama sekali.

16

Multiple Choice

“Menjaga Sungai Kita”

Paragraf 1
Sungai adalah salah satu sumber kehidupan manusia. Dari sungai, kita bisa mendapatkan air untuk minum, mandi, dan mengairi sawah. Namun, tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga kebersihan sungai. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke sungai. Akibatnya, sungai menjadi kotor dan tercemar.

Paragraf 2
Selain sampah rumah tangga, limbah pabrik juga sering mengalir ke sungai tanpa melalui penyaringan yang baik. Air sungai yang tercemar limbah pabrik bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Banyak warga yang tinggal di sekitar sungai mengeluhkan penyakit kulit. Bahkan, beberapa jenis ikan yang hidup di sungai menjadi berkurang jumlahnya. Jika hal ini terus dibiarkan, keseimbangan ekosistem akan terganggu.

Paragraf 3
Pemerintah sebenarnya sudah membuat aturan agar pabrik mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai. Namun, tidak semua pabrik patuh terhadap aturan itu. Beberapa pabrik masih mencari jalan pintas demi menghemat biaya produksi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan justru lebih besar dibanding biaya untuk mengolah limbah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan belum dimiliki semua pihak.

Paragraf 4
Selain pemerintah dan pabrik, masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga sungai. Masyarakat bisa memulai dengan hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kegiatan gotong royong membersihkan sungai juga bisa dilakukan secara rutin. Dengan begitu, lingkungan sungai akan lebih bersih dan sehat. Kesadaran bersama inilah yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai.

Paragraf 5
Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan kita sendiri. Jika sungai tercemar, manusia juga yang akan menerima dampaknya. Sebaliknya, jika sungai tetap bersih, maka manusia akan mendapatkan banyak manfaat. Air bersih, ikan yang sehat, dan lingkungan yang asri adalah hadiah dari sungai yang terjaga. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan sungai demi masa depan yang lebih baik.

Pernyataan berikut yang sesuai dengan pesan tersurat paragraf kedua adalah …

1

Warga sekitar sungai sering mengeluhkan penyakit kulit.

2

Sungai tidak bisa menjadi habitat ikan.

3

Pabrik selalu mematuhi aturan pemerintah.

4

Sungai tetap aman meski tercemar limbah.

17

Multiple Choice

“Menjaga Sungai Kita”

Paragraf 1
Sungai adalah salah satu sumber kehidupan manusia. Dari sungai, kita bisa mendapatkan air untuk minum, mandi, dan mengairi sawah. Namun, tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga kebersihan sungai. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke sungai. Akibatnya, sungai menjadi kotor dan tercemar.

Paragraf 2
Selain sampah rumah tangga, limbah pabrik juga sering mengalir ke sungai tanpa melalui penyaringan yang baik. Air sungai yang tercemar limbah pabrik bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Banyak warga yang tinggal di sekitar sungai mengeluhkan penyakit kulit. Bahkan, beberapa jenis ikan yang hidup di sungai menjadi berkurang jumlahnya. Jika hal ini terus dibiarkan, keseimbangan ekosistem akan terganggu.

Paragraf 3
Pemerintah sebenarnya sudah membuat aturan agar pabrik mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai. Namun, tidak semua pabrik patuh terhadap aturan itu. Beberapa pabrik masih mencari jalan pintas demi menghemat biaya produksi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan justru lebih besar dibanding biaya untuk mengolah limbah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan belum dimiliki semua pihak.

Paragraf 4
Selain pemerintah dan pabrik, masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga sungai. Masyarakat bisa memulai dengan hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kegiatan gotong royong membersihkan sungai juga bisa dilakukan secara rutin. Dengan begitu, lingkungan sungai akan lebih bersih dan sehat. Kesadaran bersama inilah yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai.

Paragraf 5
Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan kita sendiri. Jika sungai tercemar, manusia juga yang akan menerima dampaknya. Sebaliknya, jika sungai tetap bersih, maka manusia akan mendapatkan banyak manfaat. Air bersih, ikan yang sehat, dan lingkungan yang asri adalah hadiah dari sungai yang terjaga. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan sungai demi masa depan yang lebih baik.

Kalimat yang sesuai dengan pesan tersurat paragraf ketiga adalah …

1

Semua pabrik selalu mengolah limbah.

2

Beberapa pabrik melanggar aturan demi menghemat biaya.

3

Limbah tidak menyebabkan kerugian.

4

Biaya mengolah limbah lebih kecil daripada membuang langsung.

18

Multiple Choice

“Menjaga Sungai Kita”

Paragraf 1
Sungai adalah salah satu sumber kehidupan manusia. Dari sungai, kita bisa mendapatkan air untuk minum, mandi, dan mengairi sawah. Namun, tidak semua orang menyadari pentingnya menjaga kebersihan sungai. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke sungai. Akibatnya, sungai menjadi kotor dan tercemar.

Paragraf 2
Selain sampah rumah tangga, limbah pabrik juga sering mengalir ke sungai tanpa melalui penyaringan yang baik. Air sungai yang tercemar limbah pabrik bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Banyak warga yang tinggal di sekitar sungai mengeluhkan penyakit kulit. Bahkan, beberapa jenis ikan yang hidup di sungai menjadi berkurang jumlahnya. Jika hal ini terus dibiarkan, keseimbangan ekosistem akan terganggu.

Paragraf 3
Pemerintah sebenarnya sudah membuat aturan agar pabrik mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai. Namun, tidak semua pabrik patuh terhadap aturan itu. Beberapa pabrik masih mencari jalan pintas demi menghemat biaya produksi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan justru lebih besar dibanding biaya untuk mengolah limbah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan belum dimiliki semua pihak.

Paragraf 4
Selain pemerintah dan pabrik, masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga sungai. Masyarakat bisa memulai dengan hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kegiatan gotong royong membersihkan sungai juga bisa dilakukan secara rutin. Dengan begitu, lingkungan sungai akan lebih bersih dan sehat. Kesadaran bersama inilah yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga kelestarian sungai.

Paragraf 5
Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan kita sendiri. Jika sungai tercemar, manusia juga yang akan menerima dampaknya. Sebaliknya, jika sungai tetap bersih, maka manusia akan mendapatkan banyak manfaat. Air bersih, ikan yang sehat, dan lingkungan yang asri adalah hadiah dari sungai yang terjaga. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan sungai demi masa depan yang lebih baik.

Yang bukan pesan tersurat dari paragraf kelima adalah …

1

Menjaga sungai berarti menjaga kehidupan kita sendiri.

2

Sungai yang bersih memberi banyak manfaat.

3

Sungai yang kotor membawa dampak buruk.

4

Sungai tidak berpengaruh pada kehidupan manusia.

19

Draw

Coba gambarkan sebuah barang yang ingin kamu beri ke saya jika kamu punya kantung ajaib doraemon!

20

Multiple Choice

“Semangat di Balik Sepatu Tua”

Paragraf 1
Rafi adalah seorang siswa SMP yang setiap hari berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Jarak dari rumah ke sekolah tidak dekat, tetapi ia tetap menjalaninya dengan sabar. Sepatu yang ia kenakan sudah lusuh dan warnanya pudar. Beberapa jahitan di bagian samping sudah terbuka, tapi sepatu itu masih ia pakai dengan bangga. Ia tidak pernah mengeluh kepada orang tuanya tentang keadaan sepatunya.

Paragraf 2
Teman-temannya sering memperhatikan sepatu Rafi. Ada yang merasa kasihan, ada juga yang mengejeknya. Namun, Rafi selalu tersenyum dan tidak menanggapi ejekan tersebut. Ia tahu, orang tuanya bekerja keras untuk bisa menyekolahkannya. Karena itu, baginya sepatu tua bukanlah alasan untuk berhenti semangat belajar. Justru sepatu itu menjadi pengingat betapa besar pengorbanan orang tuanya.

Paragraf 3
Suatu hari, guru meminta setiap siswa maju ke depan untuk bercerita tentang benda yang paling berharga bagi mereka. Teman-teman Rafi banyak yang menunjukkan gawai, jam tangan, atau barang-barang baru. Rafi hanya membawa sepasang sepatu tuanya. Dengan suara pelan tapi mantap, ia menceritakan mengapa sepatu itu sangat berarti baginya. Semua siswa terdiam mendengar kisahnya.

Paragraf 4
Setelah bercerita, suasana kelas berubah. Teman-teman yang sebelumnya suka mengejek menjadi malu. Mereka menyadari bahwa semangat Rafi lebih berharga daripada barang-barang mewah yang mereka miliki. Guru pun memberi apresiasi kepada Rafi karena mampu melihat nilai dari hal yang sederhana. Dari saat itu, sepatu tua Rafi tidak lagi menjadi bahan ejekan, melainkan simbol semangat.

Paragraf 5
Keesokan harinya, beberapa teman Rafi bahkan mengajaknya belajar bersama. Mereka mulai menghargai kerja keras dan kesabaran yang dimiliki Rafi. Meski sepatunya masih lusuh, semangat yang ia bawa membuat orang lain ikut termotivasi. Rafi tersenyum lega, karena ia tahu perjuangannya tidak sia-sia. Sepatu tua itu kini bukan hanya alas kaki, tetapi juga cerita tentang keteguhan hati.

Pesan tersirat dari paragraf pertama adalah …

1

Rafi malu memakai sepatu lusuh.

2

Rafi anak yang sabar dan tidak mudah mengeluh.

3

Rafi selalu menanggapi ejekan dari temanya.

4

Rafi berhenti sekolah karena sepatunya rusak.

21

Multiple Choice

“Semangat di Balik Sepatu Tua”

Paragraf 1
Rafi adalah seorang siswa SMP yang setiap hari berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Jarak dari rumah ke sekolah tidak dekat, tetapi ia tetap menjalaninya dengan sabar. Sepatu yang ia kenakan sudah lusuh dan warnanya pudar. Beberapa jahitan di bagian samping sudah terbuka, tapi sepatu itu masih ia pakai dengan bangga. Ia tidak pernah mengeluh kepada orang tuanya tentang keadaan sepatunya.

Paragraf 2
Teman-temannya sering memperhatikan sepatu Rafi. Ada yang merasa kasihan, ada juga yang mengejeknya. Namun, Rafi selalu tersenyum dan tidak menanggapi ejekan tersebut. Ia tahu, orang tuanya bekerja keras untuk bisa menyekolahkannya. Karena itu, baginya sepatu tua bukanlah alasan untuk berhenti semangat belajar. Justru sepatu itu menjadi pengingat betapa besar pengorbanan orang tuanya.

Paragraf 3
Suatu hari, guru meminta setiap siswa maju ke depan untuk bercerita tentang benda yang paling berharga bagi mereka. Teman-teman Rafi banyak yang menunjukkan gawai, jam tangan, atau barang-barang baru. Rafi hanya membawa sepasang sepatu tuanya. Dengan suara pelan tapi mantap, ia menceritakan mengapa sepatu itu sangat berarti baginya. Semua siswa terdiam mendengar kisahnya.

Paragraf 4
Setelah bercerita, suasana kelas berubah. Teman-teman yang sebelumnya suka mengejek menjadi malu. Mereka menyadari bahwa semangat Rafi lebih berharga daripada barang-barang mewah yang mereka miliki. Guru pun memberi apresiasi kepada Rafi karena mampu melihat nilai dari hal yang sederhana. Dari saat itu, sepatu tua Rafi tidak lagi menjadi bahan ejekan, melainkan simbol semangat.

Paragraf 5
Keesokan harinya, beberapa teman Rafi bahkan mengajaknya belajar bersama. Mereka mulai menghargai kerja keras dan kesabaran yang dimiliki Rafi. Meski sepatunya masih lusuh, semangat yang ia bawa membuat orang lain ikut termotivasi. Rafi tersenyum lega, karena ia tahu perjuangannya tidak sia-sia. Sepatu tua itu kini bukan hanya alas kaki, tetapi juga cerita tentang keteguhan hati.

Berdasarkan paragraf kedua, pesan tersirat yang dapat kita pahami adalah …

1

Rafi lebih mementingkan penampilan daripada sekolah.

2

Ejekan teman membuat Rafi minder.

3

Rafi menghargai perjuangan orang tuanya.

4

Orang tua Rafi bekerja keras demi Rafi

22

Multiple Choice

“Semangat di Balik Sepatu Tua”

Paragraf 1
Rafi adalah seorang siswa SMP yang setiap hari berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Jarak dari rumah ke sekolah tidak dekat, tetapi ia tetap menjalaninya dengan sabar. Sepatu yang ia kenakan sudah lusuh dan warnanya pudar. Beberapa jahitan di bagian samping sudah terbuka, tapi sepatu itu masih ia pakai dengan bangga. Ia tidak pernah mengeluh kepada orang tuanya tentang keadaan sepatunya.

Paragraf 2
Teman-temannya sering memperhatikan sepatu Rafi. Ada yang merasa kasihan, ada juga yang mengejeknya. Namun, Rafi selalu tersenyum dan tidak menanggapi ejekan tersebut. Ia tahu, orang tuanya bekerja keras untuk bisa menyekolahkannya. Karena itu, baginya sepatu tua bukanlah alasan untuk berhenti semangat belajar. Justru sepatu itu menjadi pengingat betapa besar pengorbanan orang tuanya.

Paragraf 3
Suatu hari, guru meminta setiap siswa maju ke depan untuk bercerita tentang benda yang paling berharga bagi mereka. Teman-teman Rafi banyak yang menunjukkan gawai, jam tangan, atau barang-barang baru. Rafi hanya membawa sepasang sepatu tuanya. Dengan suara pelan tapi mantap, ia menceritakan mengapa sepatu itu sangat berarti baginya. Semua siswa terdiam mendengar kisahnya.

Paragraf 4
Setelah bercerita, suasana kelas berubah. Teman-teman yang sebelumnya suka mengejek menjadi malu. Mereka menyadari bahwa semangat Rafi lebih berharga daripada barang-barang mewah yang mereka miliki. Guru pun memberi apresiasi kepada Rafi karena mampu melihat nilai dari hal yang sederhana. Dari saat itu, sepatu tua Rafi tidak lagi menjadi bahan ejekan, melainkan simbol semangat.

Paragraf 5
Keesokan harinya, beberapa teman Rafi bahkan mengajaknya belajar bersama. Mereka mulai menghargai kerja keras dan kesabaran yang dimiliki Rafi. Meski sepatunya masih lusuh, semangat yang ia bawa membuat orang lain ikut termotivasi. Rafi tersenyum lega, karena ia tahu perjuangannya tidak sia-sia. Sepatu tua itu kini bukan hanya alas kaki, tetapi juga cerita tentang keteguhan hati.

Pesan tersirat dari paragraf keempat adalah …

1

Teman-teman Rafi akhirnya belajar menghargai perjuangannya.

2

Guru peduli dengan sepatu tua Rafi.

3

Teman-teman Rafi tetap mengejek setelah mendengar cerita.

4

Sepatu tua menjadi ada harganya.

23

Multiple Choice

“Semangat di Balik Sepatu Tua”

Paragraf 1
Rafi adalah seorang siswa SMP yang setiap hari berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Jarak dari rumah ke sekolah tidak dekat, tetapi ia tetap menjalaninya dengan sabar. Sepatu yang ia kenakan sudah lusuh dan warnanya pudar. Beberapa jahitan di bagian samping sudah terbuka, tapi sepatu itu masih ia pakai dengan bangga. Ia tidak pernah mengeluh kepada orang tuanya tentang keadaan sepatunya.

Paragraf 2
Teman-temannya sering memperhatikan sepatu Rafi. Ada yang merasa kasihan, ada juga yang mengejeknya. Namun, Rafi selalu tersenyum dan tidak menanggapi ejekan tersebut. Ia tahu, orang tuanya bekerja keras untuk bisa menyekolahkannya. Karena itu, baginya sepatu tua bukanlah alasan untuk berhenti semangat belajar. Justru sepatu itu menjadi pengingat betapa besar pengorbanan orang tuanya.

Paragraf 3
Suatu hari, guru meminta setiap siswa maju ke depan untuk bercerita tentang benda yang paling berharga bagi mereka. Teman-teman Rafi banyak yang menunjukkan gawai, jam tangan, atau barang-barang baru. Rafi hanya membawa sepasang sepatu tuanya. Dengan suara pelan tapi mantap, ia menceritakan mengapa sepatu itu sangat berarti baginya. Semua siswa terdiam mendengar kisahnya.

Paragraf 4
Setelah bercerita, suasana kelas berubah. Teman-teman yang sebelumnya suka mengejek menjadi malu. Mereka menyadari bahwa semangat Rafi lebih berharga daripada barang-barang mewah yang mereka miliki. Guru pun memberi apresiasi kepada Rafi karena mampu melihat nilai dari hal yang sederhana. Dari saat itu, sepatu tua Rafi tidak lagi menjadi bahan ejekan, melainkan simbol semangat.

Paragraf 5
Keesokan harinya, beberapa teman Rafi bahkan mengajaknya belajar bersama. Mereka mulai menghargai kerja keras dan kesabaran yang dimiliki Rafi. Meski sepatunya masih lusuh, semangat yang ia bawa membuat orang lain ikut termotivasi. Rafi tersenyum lega, karena ia tahu perjuangannya tidak sia-sia. Sepatu tua itu kini bukan hanya alas kaki, tetapi juga cerita tentang keteguhan hati.

Amanat yang sesuai dengan pesan tersirat paragraf kelima adalah …

1

Perjuangan yang tulus bisa menginspirasi orang lain.

2

Sepatu baru lebih baik daripada sepatu lama.

3


Teman-teman Rafi mulai mernghargai dan mengajak belajar bersama.

4

Rafi menjadi lebih semangat ketika tidak diejek.

24

Multiple Choice

“Semangat di Balik Sepatu Tua”

Paragraf 1
Rafi adalah seorang siswa SMP yang setiap hari berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Jarak dari rumah ke sekolah tidak dekat, tetapi ia tetap menjalaninya dengan sabar. Sepatu yang ia kenakan sudah lusuh dan warnanya pudar. Beberapa jahitan di bagian samping sudah terbuka, tapi sepatu itu masih ia pakai dengan bangga. Ia tidak pernah mengeluh kepada orang tuanya tentang keadaan sepatunya.

Paragraf 2
Teman-temannya sering memperhatikan sepatu Rafi. Ada yang merasa kasihan, ada juga yang mengejeknya. Namun, Rafi selalu tersenyum dan tidak menanggapi ejekan tersebut. Ia tahu, orang tuanya bekerja keras untuk bisa menyekolahkannya. Karena itu, baginya sepatu tua bukanlah alasan untuk berhenti semangat belajar. Justru sepatu itu menjadi pengingat betapa besar pengorbanan orang tuanya.

Paragraf 3
Suatu hari, guru meminta setiap siswa maju ke depan untuk bercerita tentang benda yang paling berharga bagi mereka. Teman-teman Rafi banyak yang menunjukkan gawai, jam tangan, atau barang-barang baru. Rafi hanya membawa sepasang sepatu tuanya. Dengan suara pelan tapi mantap, ia menceritakan mengapa sepatu itu sangat berarti baginya. Semua siswa terdiam mendengar kisahnya.

Paragraf 4
Setelah bercerita, suasana kelas berubah. Teman-teman yang sebelumnya suka mengejek menjadi malu. Mereka menyadari bahwa semangat Rafi lebih berharga daripada barang-barang mewah yang mereka miliki. Guru pun memberi apresiasi kepada Rafi karena mampu melihat nilai dari hal yang sederhana. Dari saat itu, sepatu tua Rafi tidak lagi menjadi bahan ejekan, melainkan simbol semangat.

Paragraf 5
Keesokan harinya, beberapa teman Rafi bahkan mengajaknya belajar bersama. Mereka mulai menghargai kerja keras dan kesabaran yang dimiliki Rafi. Meski sepatunya masih lusuh, semangat yang ia bawa membuat orang lain ikut termotivasi. Rafi tersenyum lega, karena ia tahu perjuangannya tidak sia-sia. Sepatu tua itu kini bukan hanya alas kaki, tetapi juga cerita tentang keteguhan hati.

Secara keseluruhan, amanat tersirat teks adalah …

1

Barang mewah selalu menentukan harga diri seseorang.

2

Semangat, ketekunan, dan penghargaan terhadap perjuangan orang tua lebih penting daripada penampilan.

3

Sepatu tua adalah hal yang memalukan bagi siswa.

4

Rafi tidak pernah memperdulikan ejekan temanya dan melanjutkan belajar dengan sungguh-sungguh

25

Open Ended

Coba buat kata/kalimat yang sangat mencerminkan perasaan kalian hari ini!

26

Multiple Choice

Bacalah teks berikut!

Setiap pagi, Sinta membantu ibunya menyiapkan dagangan di warung kecil depan rumah. Ia tidak pernah mengeluh meski harus bangun lebih pagi daripada teman-temannya. Setelah selesai membantu, ia tetap berangkat sekolah dengan semangat. Sinta percaya bahwa membantu orang tua adalah kewajiban seorang anak.

Pertanyaan: Pesan tersirat dari teks di atas adalah …

1

Sinta membantu ibunya menyiapkan dagangan di warung kecil depan rumah

2

Sinta tetap berangkat sekolah dengan semangat

3

Sinta anak yang rajin dan menghormati orang tuanya.

4

Sinta ingin berhenti sekolah agar bisa menjaga warung.

27

Multiple Choice

Bacalah teks berikut!

Hari Minggu, warga desa berkumpul di lapangan untuk melakukan kerja bakti. Mereka membersihkan parit, memangkas rumput, dan membakar sampah. Suasana tampak ramai dan penuh semangat. Setelah pekerjaan selesai, lapangan terlihat lebih bersih dan rapi.

Pertanyaan: Pesan tersurat dari teks di atas adalah …

1

Warga desa berkumpul untuk kerja bakti membersihkan l.

2

Warga desa sangat peduli dengan kebersihan lingkungan.

3

Warga desa membagi pekerjaan agar waktu lebih efisien

4

Tujuan dari kerja bakti adalah untuk menjadi lebih bersih dan rapi.

28

Multiple Choice

"Ani selalu belajar hingga larut malam meskipun besok harus bangun pagi untuk berjualan kue bersama ibunya."

Pesan tersirat dari kalimat tersebut adalah …

1

Ani rajin belajar walaupun paginya tetap membantu orangtuanya.

2

Ani suka membantu ibunya berjualan kue.

3

Ani tidak pernah tidur di malam hari.

4

Ani belajar dan membantu berjualan kue bersama Ibunya.

29

Multiple Choice

"Paman datang membawa dua kantong beras untuk diberikan kepada warga yang terdampak banjir."

Pesan tersurat dari kalimat tersebut adalah …

1

Paman orang yang suka berbagi.

2

Paman datang membawa dua kantong beras.

3

Paman membantu warga yang terkena banjir.

4

Paman datang membawa bantuan beras untuk warga.

30

Multiple Choice

"Walau kakinya pincang, Pak Jaya tetap berangkat ke sawah setiap pagi dengan membawa cangkul."

Pesan tersirat dari kalimat tersebut adalah …

1

Pak Jaya adalah petani yang pekerja keras.

2

Pak Jaya tetap semangat bekerja meski punya keterbatasan.

3

Pak Jaya datang membawa cangkul ke sawah.

4

Pak Jaya selalu bekerja dengan semangat dirumah.

31

Multiple Choice

"Meski hari sedang hujan deras, beberapa anak tetap bermain bola dengan penuh semangat di lapangan."

Pesan tersirat dari kalimat tersebut adalah …

1

Anak-anak itu bermain bola saat hujan.

2

Semangat bermain membuat mereka tidak peduli dengan keadaan cuaca.

3

Hujan deras membuat anak-anak semangat bermain bola.

4

Anak-anak lebih suka bermain bola ketika hujan.

32

Categorize

Options (10)

Budi tidak masuk sekolah hari ini karena sakit demam.

Setiap sore, warga kampung membersihkan jalan bersama-sama.

Guru meminta siswa mengumpulkan tugas pada hari Senin.

Warga menyalakan lilin di rumah masing-masing ketika listrik padam.

Paman memberikan nasi bungkus kepada pengemis di pinggir jalan.

Walaupun kursi di ruang tamu sudah usang, keluarga itu tetap memakainya setiap hari.

Dina selalu datang paling awal ke sekolah, meskipun rumahnya cukup jauh.

Ayah pulang dengan wajah lelah, meski tak sepatah kata pun ia mengeluh.

Andi menutup buku pelajarannya dengan senyum lega setelah berjam-jam belajar.

Tono tetap bermain gitar dengan riang meski hujan deras mengguyur atap rumahnya.

Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing

Tersurat
Tersirat

33

Multiple Choice

Bacalah kutipan puisi di bawah ini!

Di kota yang katanya megah,
udara penuh sesak oleh asap,
orang-orang tersenyum di balik masker,
katanya mereka bahagia,
padahal hanya menahan sesak dada.

Pesan tersirat dari puisi di atas adalah …

1

Kota besar selalu indah tanpa asap.

2

Warga kota berpura-pura bahagia meski menderita polusi.

3

Semua orang di kota merasa bahagia.

4

Warga kota mengalami penyakit sesak nafas.

34

Multiple Choice

Bacalah kutipan puisi di bawah ini!

Mentari bangkit dari ufuk timur,
menyibak gelap malam yang letih,
ia berlari mengusir dingin,
menyemai harapan pada bumi,
agar manusia tak lagi murung.

Pesan tersurat dari puisi di atas adalah …

1

Matahari terbit dari ufuk timur.

2

Bumi tidak pernah menerima cahaya.

3

Malam lebih meletihkan dibanding siang.

4

Manusia selalu bahagia sepanjang hari.

35

Multiple Choice

Bacalah kutipan puisi di bawah ini!

Pohon-pohon menangis sunyi,
ranting merintih tanpa daun,
burung-burung pergi jauh,
meninggalkan ladang gersang,
karena tangan manusia rakus.

Pesan tersirat dari puisi di atas adalah …

1

Burung-burung tidak pernah hinggap di pohon.

2

Pohon selalu gersang sepanjang tahun.

3

Ladang rusak karena musim panas.

4

Manusia harus menjaga lingkungan agar tidak rusak.

36

Multiple Choice

Bacalah kutipan puisi di bawah ini!

Lilin kecil berdiri gagah,
meski tubuhnya terus terkikis,
ia rela habis demi cahaya,
agar gelap tak lagi berkuasa,
meski tak ada yang memujinya.

Pesan tersirat dari puisi di atas adalah …

1

Lilin bermanfaat untuk menerangi rumah.

2

Perjuangan melawan pimpinan yang dzolim.

3

Gelap lebih kuat daripada cahaya.

4

Pengorbanan yang tulus sering tidak terlihat orang lain.

37

Multiple Choice

Bacalah kutipan puisi di bawah ini!

Sekolah megah berdiri tegak,
jendelanya berkilau disinari matahari,
namun di dalamnya kursi-kursi tua retak,
buku-buku usang menjerit diam,
katanya pendidikan sudah merdeka.

Pesan tersirat dari puisi di atas adalah …

1

Sekolah megah selalu memiliki fasilitas lengkap.

2

Sekolah sekarang makin megah tetapi kurang diperdulikan.

3

Fasilitas sekolah sudah banyak yang rusak dan terbengkalai.

4

Pendidikan masih menghadapi masalah meski tampak indah di luar.

38

Multiple Choice

“Program Sekolah Hijau Resmi Diluncurkan di SMP Nusantara”

Paragraf 1
SMP Nusantara meluncurkan program baru yang dinamakan Sekolah Hijau pada hari Senin, 23 September 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Acara peluncuran dihadiri oleh kepala sekolah, guru, siswa, serta perwakilan dari dinas pendidikan. Suasana peluncuran berlangsung meriah dengan penampilan seni dari siswa. Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Program ini dirancang untuk berlangsung selama satu tahun penuh.

Paragraf 2
Kegiatan utama dalam program Sekolah Hijau adalah menanam pohon di sekitar sekolah. Setiap kelas diberi tanggung jawab untuk merawat minimal sepuluh pohon. Selain itu, sekolah juga menyiapkan lahan khusus sebagai kebun edukasi. Kebun ini akan ditanami sayuran yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan memasak di kantin sehat. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar teori lingkungan, tetapi juga praktik langsung. Program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik bagi seluruh siswa.

Paragraf 3
Selain menanam pohon, program ini juga mengadakan lomba kebersihan antar kelas. Lomba ini dilakukan setiap bulan untuk menilai kerapian, kebersihan, dan kreativitas menghias kelas. Hadiah berupa buku dan perlengkapan sekolah disediakan untuk para pemenang. Guru berharap lomba ini dapat memotivasi siswa untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan kelas mereka. Siswa juga diajak untuk memilah sampah organik dan anorganik secara teratur. Dengan begitu, kesadaran menjaga kebersihan bisa terus ditanamkan.

Paragraf 4
Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Banyak siswa merasa senang karena bisa belajar sekaligus menjaga lingkungan. Beberapa siswa mengatakan bahwa kegiatan seperti ini membuat sekolah terasa lebih menyenangkan. Ada juga siswa yang menyebut program ini bisa mempererat kebersamaan antar teman sekelas. Guru menilai antusiasme siswa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan awal program ini. Hal ini menjadi modal penting untuk keberhasilan program di masa depan.

Paragraf 5
Orang tua siswa pun menyambut baik program Sekolah Hijau. Mereka berharap program ini dapat membentuk karakter anak-anak menjadi lebih disiplin dan peduli lingkungan. Beberapa orang tua bahkan bersedia menyumbangkan bibit tanaman tambahan untuk sekolah. Dukungan orang tua dianggap penting agar kegiatan berjalan lancar. Pihak sekolah juga membuka kesempatan kerja sama dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, program ini bisa memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar sekolah.

Paragraf 6
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten hadir memberikan apresiasi terhadap SMP Nusantara. Ia menyebut program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. Dinas Pendidikan berencana mereplikasi kegiatan serupa ke sekolah-sekolah lain di kabupaten tersebut. Kepala Dinas juga menekankan pentingnya melibatkan siswa dalam setiap kegiatan lingkungan. Menurutnya, membangun kesadaran sejak remaja akan berdampak besar di masa depan. Program Sekolah Hijau di SMP Nusantara pun resmi dimulai dengan penuh harapan.

Pesan tersirat pada paragraf kedua adalah …

1

Menjaga lingkungan membutuhkan kerja sama dan kebiasaan baik.

2

Kebun edukasi hanya dipakai untuk bermain siswa.

3

Setiap kelas dilarang merawat pohon.

4

Kantin sekolah tidak membutuhkan sayuran sehat.

39

Multiple Choice

“Program Sekolah Hijau Resmi Diluncurkan di SMP Nusantara”

Paragraf 1
SMP Nusantara meluncurkan program baru yang dinamakan Sekolah Hijau pada hari Senin, 23 September 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Acara peluncuran dihadiri oleh kepala sekolah, guru, siswa, serta perwakilan dari dinas pendidikan. Suasana peluncuran berlangsung meriah dengan penampilan seni dari siswa. Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Program ini dirancang untuk berlangsung selama satu tahun penuh.

Paragraf 2
Kegiatan utama dalam program Sekolah Hijau adalah menanam pohon di sekitar sekolah. Setiap kelas diberi tanggung jawab untuk merawat minimal sepuluh pohon. Selain itu, sekolah juga menyiapkan lahan khusus sebagai kebun edukasi. Kebun ini akan ditanami sayuran yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan memasak di kantin sehat. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar teori lingkungan, tetapi juga praktik langsung. Program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik bagi seluruh siswa.

Paragraf 3
Selain menanam pohon, program ini juga mengadakan lomba kebersihan antar kelas. Lomba ini dilakukan setiap bulan untuk menilai kerapian, kebersihan, dan kreativitas menghias kelas. Hadiah berupa buku dan perlengkapan sekolah disediakan untuk para pemenang. Guru berharap lomba ini dapat memotivasi siswa untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan kelas mereka. Siswa juga diajak untuk memilah sampah organik dan anorganik secara teratur. Dengan begitu, kesadaran menjaga kebersihan bisa terus ditanamkan.

Paragraf 4
Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Banyak siswa merasa senang karena bisa belajar sekaligus menjaga lingkungan. Beberapa siswa mengatakan bahwa kegiatan seperti ini membuat sekolah terasa lebih menyenangkan. Ada juga siswa yang menyebut program ini bisa mempererat kebersamaan antar teman sekelas. Guru menilai antusiasme siswa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan awal program ini. Hal ini menjadi modal penting untuk keberhasilan program di masa depan.

Paragraf 5
Orang tua siswa pun menyambut baik program Sekolah Hijau. Mereka berharap program ini dapat membentuk karakter anak-anak menjadi lebih disiplin dan peduli lingkungan. Beberapa orang tua bahkan bersedia menyumbangkan bibit tanaman tambahan untuk sekolah. Dukungan orang tua dianggap penting agar kegiatan berjalan lancar. Pihak sekolah juga membuka kesempatan kerja sama dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, program ini bisa memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar sekolah.

Paragraf 6
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten hadir memberikan apresiasi terhadap SMP Nusantara. Ia menyebut program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. Dinas Pendidikan berencana mereplikasi kegiatan serupa ke sekolah-sekolah lain di kabupaten tersebut. Kepala Dinas juga menekankan pentingnya melibatkan siswa dalam setiap kegiatan lingkungan. Menurutnya, membangun kesadaran sejak remaja akan berdampak besar di masa depan. Program Sekolah Hijau di SMP Nusantara pun resmi dimulai dengan penuh harapan.

Pesan tersurat pada paragraf pertama adalah …

1

SMP Nusantara meluncurkan program baru bernama Sekolah Hijau.

2

Semua siswa menolak hadir dalam acara peluncuran.

3

Acara peluncuran berlangsung sepi tanpa kegiatan.

4

Program ini hanya berlangsung selama sebulan.

40

Multiple Choice

“Program Sekolah Hijau Resmi Diluncurkan di SMP Nusantara”

Paragraf 1
SMP Nusantara meluncurkan program baru yang dinamakan Sekolah Hijau pada hari Senin, 23 September 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Acara peluncuran dihadiri oleh kepala sekolah, guru, siswa, serta perwakilan dari dinas pendidikan. Suasana peluncuran berlangsung meriah dengan penampilan seni dari siswa. Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Program ini dirancang untuk berlangsung selama satu tahun penuh.

Paragraf 2
Kegiatan utama dalam program Sekolah Hijau adalah menanam pohon di sekitar sekolah. Setiap kelas diberi tanggung jawab untuk merawat minimal sepuluh pohon. Selain itu, sekolah juga menyiapkan lahan khusus sebagai kebun edukasi. Kebun ini akan ditanami sayuran yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan memasak di kantin sehat. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar teori lingkungan, tetapi juga praktik langsung. Program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik bagi seluruh siswa.

Paragraf 3
Selain menanam pohon, program ini juga mengadakan lomba kebersihan antar kelas. Lomba ini dilakukan setiap bulan untuk menilai kerapian, kebersihan, dan kreativitas menghias kelas. Hadiah berupa buku dan perlengkapan sekolah disediakan untuk para pemenang. Guru berharap lomba ini dapat memotivasi siswa untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan kelas mereka. Siswa juga diajak untuk memilah sampah organik dan anorganik secara teratur. Dengan begitu, kesadaran menjaga kebersihan bisa terus ditanamkan.

Paragraf 4
Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Banyak siswa merasa senang karena bisa belajar sekaligus menjaga lingkungan. Beberapa siswa mengatakan bahwa kegiatan seperti ini membuat sekolah terasa lebih menyenangkan. Ada juga siswa yang menyebut program ini bisa mempererat kebersamaan antar teman sekelas. Guru menilai antusiasme siswa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan awal program ini. Hal ini menjadi modal penting untuk keberhasilan program di masa depan.

Paragraf 5
Orang tua siswa pun menyambut baik program Sekolah Hijau. Mereka berharap program ini dapat membentuk karakter anak-anak menjadi lebih disiplin dan peduli lingkungan. Beberapa orang tua bahkan bersedia menyumbangkan bibit tanaman tambahan untuk sekolah. Dukungan orang tua dianggap penting agar kegiatan berjalan lancar. Pihak sekolah juga membuka kesempatan kerja sama dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, program ini bisa memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar sekolah.

Paragraf 6
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten hadir memberikan apresiasi terhadap SMP Nusantara. Ia menyebut program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. Dinas Pendidikan berencana mereplikasi kegiatan serupa ke sekolah-sekolah lain di kabupaten tersebut. Kepala Dinas juga menekankan pentingnya melibatkan siswa dalam setiap kegiatan lingkungan. Menurutnya, membangun kesadaran sejak remaja akan berdampak besar di masa depan. Program Sekolah Hijau di SMP Nusantara pun resmi dimulai dengan penuh harapan.

Pesan tersurat pada paragraf kelima adalah …

1

Orang tua menyambut baik program Sekolah Hijau.

2

Orang tua menolak menyumbang bibit tanaman.

3

Sekolah melarang kerja sama dengan masyarakat.

4

Orang tua tidak peduli terhadap program sekolah.

41

Multiple Choice

“Program Sekolah Hijau Resmi Diluncurkan di SMP Nusantara”

Paragraf 1
SMP Nusantara meluncurkan program baru yang dinamakan Sekolah Hijau pada hari Senin, 23 September 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Acara peluncuran dihadiri oleh kepala sekolah, guru, siswa, serta perwakilan dari dinas pendidikan. Suasana peluncuran berlangsung meriah dengan penampilan seni dari siswa. Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Program ini dirancang untuk berlangsung selama satu tahun penuh.

Paragraf 2
Kegiatan utama dalam program Sekolah Hijau adalah menanam pohon di sekitar sekolah. Setiap kelas diberi tanggung jawab untuk merawat minimal sepuluh pohon. Selain itu, sekolah juga menyiapkan lahan khusus sebagai kebun edukasi. Kebun ini akan ditanami sayuran yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan memasak di kantin sehat. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar teori lingkungan, tetapi juga praktik langsung. Program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik bagi seluruh siswa.

Paragraf 3
Selain menanam pohon, program ini juga mengadakan lomba kebersihan antar kelas. Lomba ini dilakukan setiap bulan untuk menilai kerapian, kebersihan, dan kreativitas menghias kelas. Hadiah berupa buku dan perlengkapan sekolah disediakan untuk para pemenang. Guru berharap lomba ini dapat memotivasi siswa untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan kelas mereka. Siswa juga diajak untuk memilah sampah organik dan anorganik secara teratur. Dengan begitu, kesadaran menjaga kebersihan bisa terus ditanamkan.

Paragraf 4
Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Banyak siswa merasa senang karena bisa belajar sekaligus menjaga lingkungan. Beberapa siswa mengatakan bahwa kegiatan seperti ini membuat sekolah terasa lebih menyenangkan. Ada juga siswa yang menyebut program ini bisa mempererat kebersamaan antar teman sekelas. Guru menilai antusiasme siswa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan awal program ini. Hal ini menjadi modal penting untuk keberhasilan program di masa depan.

Paragraf 5
Orang tua siswa pun menyambut baik program Sekolah Hijau. Mereka berharap program ini dapat membentuk karakter anak-anak menjadi lebih disiplin dan peduli lingkungan. Beberapa orang tua bahkan bersedia menyumbangkan bibit tanaman tambahan untuk sekolah. Dukungan orang tua dianggap penting agar kegiatan berjalan lancar. Pihak sekolah juga membuka kesempatan kerja sama dengan masyarakat sekitar. Dengan demikian, program ini bisa memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar sekolah.

Paragraf 6
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten hadir memberikan apresiasi terhadap SMP Nusantara. Ia menyebut program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. Dinas Pendidikan berencana mereplikasi kegiatan serupa ke sekolah-sekolah lain di kabupaten tersebut. Kepala Dinas juga menekankan pentingnya melibatkan siswa dalam setiap kegiatan lingkungan. Menurutnya, membangun kesadaran sejak remaja akan berdampak besar di masa depan. Program Sekolah Hijau di SMP Nusantara pun resmi dimulai dengan penuh harapan.

Pesan tersirat pada paragraf keempat adalah …

1

Antusiasme siswa menjadi kunci keberhasilan program.

2

Siswa tidak tertarik dengan program ini.

3

Program hanya bermanfaat bagi guru.

4

Siswa merasa terbebani dengan kegiatan.

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 41

SLIDE