Search Header Logo
Trial TKA Part 2

Trial TKA Part 2

Assessment

Presentation

Other

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Meida Mangesti

FREE Resource

5 Slides • 4 Questions

1

Multiple Choice

Sebuah kelompok wirausaha muda memproduksi “Teh Daun Ramping”, minuman herbal yang diklaim membantu menurunkan berat badan secara alami.
Pada kemasannya tercantum informasi berikut:

- Teh Daun Ramping
- Komposisi: daun teh hijau, daun kelor, jahe, daun sereh dan kulit lemon
- Diproduksi oleh UMKM Sehat Alami
- Berat bersih: 50 gram
- Nomor PIRT: 312351030019
- Terbukti ampuh menurunkan berat badan 5 kg dalam seminggu

Setelah dipasarkan selama 3 bulan, produk ini mendapat teguran dari Dinas Kesehatan setempat.


Apa alasan utama produk Teh Daun Ramping mendapat teguran, dan bagaimana seharusnya produsen memperbaiki labelnya?

1

Karena produk belum mencantumkan berat bersih, sebaiknya segera ditambahkan ke label

2

Karena klaim manfaat medis yang berlebihan, sebaiknya dihapus atau diganti dengan pernyataan manfaat umum

3

Karena desain label kurang menarik, sebaiknya diganti dengan gambar daun yang lebih modern

4

Karena kemasan tidak mencantumkan harga jual, sebaiknya dicetak ulang seluruh label

5

Karena tidak mencantumkan produsen, sebaiknya ditambahkan pada kemasan

2

Pembahasan

Produk ini sudah mencantumkan nama produk, komposisi, berat bersih, dan nomor PIRT, jadi informasi utamanya lengkap.

Kalimat yang dicantumkan termasuk klaim berlebihan karena:

  • Tidak ada bukti ilmiah resmi.

  • Termasuk klaim medis yang tidak boleh dicantumkan pada label produk pangan.


Alternatif : Minuman herbal alami untuk mendukung gaya hidup sehat

3

Multiple Select

Rafi, seorang siswa SMK jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), membuat video promosi minuman herbal untuk proyek yang dikerjakan ketika PKL.
Untuk mempercantik videonya, Rafi menggunakan:

  • Musik latar dari YouTube tanpa izin pemilik,

  • Foto produk dari situs lain tanpa mencantumkan sumber,

  • Logo merek terkenal untuk memperkuat kesan “profesional”.

Video tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan viral.
Beberapa hari kemudian, akun Rafi mendapat peringatan hak cipta dan diminta menghapus konten tersebut.

Apa langkah yang paling tepat dilakukan Rafi agar videonya dapat kembali digunakan secara legal tanpa melanggar hak cipta? Jawaban lebih dari satu.

1

Mengganti semua elemen yang melanggar dengan karya orisinal atau sumber bebas lisensi (royalty-free)

2

Menghubungi pemilik musik dan logo untuk meminta izin secara tertulis atau membeli lisensinya

3

Memberikan kredit sumber di akhir video sebagai bentuk penghormatan terhadap pemilik karya

4

Mengunggah ulang video dengan akun baru agar tidak terkena laporan hak cipta

5

Mengedit sebagian kecil musik dan gambar agar terlihat berbeda dari aslinya

4

Pembahasan

Mengganti elemen dengan karya orisinal atau bebas lisensi > Aman dan tepat

Meminta izin atau membeli lisensi resmi > Pemilik dapat memberi lisensi

Menambahkan kredit di akhir video > Tidak cukup menggugurkan pelanggaran

Mengunggah ulang dengan akun lain > Pelanggaran tetap terjadi

Mengganti logo yang dicantumkan > Masih ada pelanggaran yang dilakukan

5

Multiple Select

Kelompok siswa SMK jurusan Kriya Kreatif mengembangkan usaha produk kerajinan "EcoCraft", berupa tas dan dompet dari anyaman plastik daur ulang.
Produk mereka sempat ramai dibeli saat pameran sekolah, tetapi tiga bulan kemudian penjualan menurun.
Hasil evaluasi menunjukkan beberapa kendala berikut:

1.Desain produk belum bervariasi dan mulai kalah saing dengan produk serupa di pasar.

2. Promosi di media sosial tidak rutin dan kontennya kurang menarik.

3. Harga produk dinilai sepadan, tetapi belum menjangkau konsumen luar daerah.

4.Kemasan masih sederhana, hanya berupa plastik transparan tanpa label identitas produk.

Berdasarkan permasalahan tersebut, strategi yang paling tepat agar usaha "EcoCraft" dapat berkembang secara berkelanjutan adalah...

(Jawaban benar lebih dari satu)

1

Membuat variasi desain produk sesuai tren dan minat pasar untuk menarik segmen baru

2

Meningkatkan aktivitas promosi digital dengan konten kreatif seperti video proses produksi

3

Mengurangi bahan baku daur ulang agar produk terlihat lebih eksklusif dan mahal

4

Mendesain ulang kemasan dengan label, logo, dan informasi produk untuk memperkuat citra merek

5

Membatasi penjualan hanya di wilayah sekitar agar lebih mudah dikontrol

6

Pembahasan

Membuat variasi desain sesuai tren > Menarik konsumen baru

Promosi digital dengan konten kreatif > dapat meningkatkan brand awareness

Mengurangi bahan baku daur ulang > bertentangan dengan nilai utama produk

Mendesain ulang kemasan dengan label dan logo > menambah nilai jual

Membatasi penjualan hanya di wilayah sekitar > membatasi pitensi pasar

7

Multiple Choice

Setelah berhasil membuat prototype untuk produk yang dikembangkan yaitu sepeda listrik lipat “EcoBike Mini”, tim wirausaha sebuah SMK melakukan uji coba di lingkungan sekolah dan komunitas gowes lokal.
Dari hasil uji coba selama satu bulan, mereka memperoleh masukan sebagai berikut:

-Desain rangka kuat dan ringan, tetapi tampilan warna dinilai kurang menarik.

-Daya baterai cukup untuk 40 km perjalanan, namun waktu pengisian terlalu lama.

-Banyak responden tertarik membeli jika harga tidak lebih dari Rp 6 juta.

Berdasarkan hasil uji pasar tersebut, tim berencana memperbaiki beberapa komponen sebelum memproduksi secara massal.

Langkah yang paling tepat dilakukan berikutnya oleh tim EcoBike Mini yaitu...

1

Melakukan evaluasi dan penyempurnaan produk berdasarkan masukan dari uji pasar

2

Langsung memproduksi massal karena permintaan sudah mulai muncul

3

Menurunkan harga di bawah Rp5 juta agar produk cepat terjual

4

Mengubah nama dan logo produk agar lebih menarik konsumen

5

Mengunggah video promosi besar-besaran sebelum proses produksi selesai

8

  • Tim sudah membuat prototype dan uji coba

  • Hasil uji coba mendapat feedback : warna, daya baterai, dan harga.

  • Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi dan memperbaiki produk agar lebih sesuai kebutuhan konsumen sebelum diproduksi massal.

Pembahasan

9

  • Langsung memproduksi massal karena permintaan sudah mulai muncul > produk belum siap

  • Menurunkan harga di bawah Rp5 juta agar produk cepat terjual> penurunan kualitas dan margin, bukan solusi atas ketidaksempurnaan produk

  • Mengubah nama dan logo produk agar lebih menarik konsumen > bukan masalah yang muncul saat uji coba

  • Mengunggah video promosi besar-besaran sebelum proses produksi selesai > produk belum siap

Pembahasan

Sebuah kelompok wirausaha muda memproduksi “Teh Daun Ramping”, minuman herbal yang diklaim membantu menurunkan berat badan secara alami.
Pada kemasannya tercantum informasi berikut:

- Teh Daun Ramping
- Komposisi: daun teh hijau, daun kelor, jahe, daun sereh dan kulit lemon
- Diproduksi oleh UMKM Sehat Alami
- Berat bersih: 50 gram
- Nomor PIRT: 312351030019
- Terbukti ampuh menurunkan berat badan 5 kg dalam seminggu

Setelah dipasarkan selama 3 bulan, produk ini mendapat teguran dari Dinas Kesehatan setempat.


Apa alasan utama produk Teh Daun Ramping mendapat teguran, dan bagaimana seharusnya produsen memperbaiki labelnya?

1

Karena produk belum mencantumkan berat bersih, sebaiknya segera ditambahkan ke label

2

Karena klaim manfaat medis yang berlebihan, sebaiknya dihapus atau diganti dengan pernyataan manfaat umum

3

Karena desain label kurang menarik, sebaiknya diganti dengan gambar daun yang lebih modern

4

Karena kemasan tidak mencantumkan harga jual, sebaiknya dicetak ulang seluruh label

5

Karena tidak mencantumkan produsen, sebaiknya ditambahkan pada kemasan

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 9

MULTIPLE CHOICE