Search Header Logo
Tune Up Konvensional

Tune Up Konvensional

Assessment

Presentation

Instructional Technology

9th - 12th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

HARIS AFIATNO

Used 1+ times

FREE Resource

36 Slides • 20 Questions

1

​Mapil : Perawatan Berkala

By HARIS AFIATNO

media

SMK NEGERI 1 SRAGI

TEKNIK KENDARAAN RINGAN

2

Multiple Choice

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan tune up adalah ....

1

A. Melepas bus

2

B. Membersihkan karburator

3

C. Pemeriksaan visual dan kondisi umum mesin

4

D. Mengganti oli mesin

3

PEMERIKSAAN PENDINGIN

Pemeriksaan dasar

Pengecekan level dan kondisi cairan pendingin secara visual saat mesin dingin, pemeriksaan visual pada selang dan tutup radiator, serta memastikan kipas radiator berfungsi dengan baik

4

Pemeriksaan Dasar 1

  • Selang:

    Periksa semua selang pada sistem pendingin. Cari tanda-tanda kebocoran, seperti tetesan cairan, kerak, atau tanda-tanda keretakan/kembung. 

  • Kipas radiator:

    Hidupkan mesin tanpa AC, lalu perhatikan apakah kipas radiator menyala saat suhu sudah mencapai titik kerja normal. Jika kipas tidak menyala atau tidak mati setelah beberapa saat, mungkin ada masalah pada thermostat atau kipas itu sendiri. 

5

Pemeriksaan Dasar 2

  • Level cairan pendingin:

    Saat mesin dingin, periksa level cairan pada tabung reservoir. Levelnya harus berada di antara tanda minimum dan maksimum. 

  • Kondisi cairan pendingin:

    Amati cairan apakah terlihat kotor atau tercampur oli. Pengurangan cairan secara drastis bisa menjadi tanda kebocoran. 

6

Multiple Choice

Komponen berikut yang tidak termasuk dalam pemeriksaan tune up adalah ....

1

A. Busi

2

B. Filter udara

3

C. Timing belt

4

D. Ban mobil

7

Multiple Choice

APAKAH TANDA - TANDA KEBOCORAN PADA SISTEM PENDINGIN?

1

Keluar asap pada knalpot

2

Terlihat adanya gelembung didalam tangki air

3

terlihat tetesan air pada Selang AC

4

terlihat tetesan air pada kisi-kisi radiator

8

Pemeriksaan lanjutan 1

  • Kebocoran:

    • Letakkan karton di bawah mobil semalaman. Tetesan cairan pada karton akan membantu Anda menemukan sumber kebocoran. 

    • Gunakan radiator cap tester untuk memeriksa kebocoran tekanan pada sistem pendingin. Tekanan yang tidak stabil menandakan adanya kebocoran. 

    • Tambahkan pewarna khusus ke cairan pendingin. Setelah mesin dinyalakan, gunakan lampu UV untuk memeriksa titik kebocoran yang akan bersinar terang. 


9

Multiple Choice

Alat yang digunakan untuk mengetes adanya kebocoran adalah :

1

kompresi tester

2

multitester

3

radiator tester

4

kompresi tester

10

Pemeriksaan lanjutan 2

  • Tekanan dan kinerja komponen:

    • Gunakan radiator cap tester untuk memastikan tekanan kerja tutup radiator sesuai anjuran (sekitar 0,750 sampai 1,05 kg/cm²) dan tidak ada penurunan tekanan saat diuji. 

    • Periksa ketegangan tali kipas (belt) menggunakan belt tension meter dan pastikan tidak ada keretakan pada tali kipas tersebut. 

    • Jika curiga ada kebocoran kompresi, buka tutup radiator saat mesin dingin, lalu starter mesin. Semburan cairan ke atas saat distarter merupakan indikasi kebocoran kompresi parah. 

11

Tips penting

  • Lakukan saat mesin dingin:

    Jangan pernah membuka tutup radiator saat mesin masih panas untuk menghindari luka bakar. 

  • Gunakan campuran yang tepat:

    Isi cairan pendingin dengan campuran antibeku dan air sesuai rekomendasi pabrikan untuk mencegah korosi dan pembekuan. 

  • Servis berkala:

    Ganti air radiator setiap 40.000 hingga 50.000 km atau setiap 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung penggunaan. 

  • Pemeriksaan sebelum berkendara:

    Lakukan pemeriksaan visual sederhana sebelum berkendara

12

Multiple Choice

Untuk mengukur ketegangan tali kipas digunakan alat :

1

Belt tension meter

2

timing Light

3

Radiator Cup tester

4

Multi meter

13

Pemeriksaan baterai mobil

Pemeriksaan baterai mobil dapat dilakukan dengan mengukur tegangannya menggunakan multimeter, memeriksa kondisi fisik kutub dan casing, serta mengamati gejala seperti lampu redup dan suara klakson lemah saat mesin mati. Untuk pengukuran tegangan, setel multimeter ke DC 20V dan hubungkan probe merah ke kutub positif dan probe hitam ke kutub negatif; tegangan antara 12,6−12,8V menunjukkan kondisi prima saat mesin mati. 

14

​1. Periksa tegangan baterai 

  • Siapkan alat: Gunakan multimeter atau avometer yang diatur ke

    DC 20V.

  • Hubungkan probe: Sambungkan probe merah ke kutub positif (+) dan probe hitam ke kutub negatif (-) pada baterai. 

  • Baca hasil:

    • 12,6−12,8V : Aki dalam kondisi baik. 

    • 12,2−12,5V : Aki perlu diisi ulang. 

    • Di bawah12V : Aki lemah atau rusak dan perlu segera diganti. 

15

2. Inspeksi kondisi fisik

  • Periksa kutub:

    Pastikan kutub positif (+) dan negatif (-) tidak kotor, berkarat, atau berkerak. 

  • Periksa casing:

    Lihat apakah ada tanda-tanda retak, bengkak, atau kebocoran pada bodi baterai. 

  • Periksa level air (untuk jenis aki basah):

    Cek apakah ketinggian air suling berada di antara batas minimal dan maksimal yang tertera pada baterai. 

16

3. Amati gejala kinerja

  • Lampu dan klakson:

    Perhatikan apakah lampu depan meredup atau suara klakson terdengar lemah saat mesin mobil mati. Ini bisa menjadi indikasi aki sudah lemah. 

  • Kesulitan starter:

    Jika mobil terasa sulit dinyalakan, terutama setelah beberapa hari tidak digunakan, kemungkinan aki sudah tidak kuat. 

17

Multiple Choice

Gejala Melemahnya baterai dicek dengan cara :

1

Menekan Klakson

2

Menurunnya RPM Mobil

3

Lampu-lampu meredup

4

Ac tidak dingin

18

Cek sistem pengisian (saat mesin menyala) 

  • Hubungkan multimeter saat mesin menyala dan baca tegangannya. 

  • 14−14,5V : Pengisian normal. 

  • Kurang dari 14V atau lebih dari 14,5𝑉

    : Ada masalah pada sistem pengisian yang dapat merusak aki, sebaiknya periksa di bengkel. 

19

Pemeriksaan celah katup

​proses rutin yang krusial untuk menjaga performa mesin tetap optimal. Celah yang terlalu longgar atau terlalu rapat dapat menyebabkan masalah serius pada mesin. 

20

Langkah-langkah pemeriksaan Katup :

  1. Persiapkan mesin. Pastikan mesin dalam keadaan dingin untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.

  2. Lepaskan penutup kepala silinder. Buka baut-baut yang mengikat penutup klep (biasa disebut rocker cover). Berhati-hatilah saat melepaskannya untuk menghindari kerusakan pada paking atau gasket.

21

Langkah-langkah pemeriksaan Katup:

  1. Temukan posisi Top Dead Center (TDC) kompresi. Putar poros engkol (crankshaft) hingga piston nomor satu berada pada posisi TMA (Titik Mati Atas) pada langkah kompresi. Tandanya adalah ketika kedua katup pada silinder tersebut (katup masuk dan katup buang) dalam keadaan tertutup sepenuhnya.

  2. Ukur celah katup. Gunakan feeler gauge untuk mengukur celah di antara ujung batang katup

    • Masukkan bilah feeler gauge dengan ukuran yang sesuai (berdasarkan spesifikasi di buku manual) ke dalam celah tersebut.

    • Gerakkan bilah tersebut. Jika terasa sedikit seret, artinya celah sudah pas.

    • Jika terlalu longgar atau terlalu rapat, lakukan penyetelan

22

Langkah-langkah pemeriksaan Katup :

  1. Lakukan penyetelan (jika diperlukan):

    • Kendurkan mur pengunci pada lengan ayun.

    • Putar sekrup penyetel searah jarum jam untuk memperkecil celah, atau berlawanan arah jarum jam untuk memperbesar celah.

    • Setelah celah pas, kencangkan kembali mur pengunci sambil menahan sekrup penyetelnya agar tidak ikut berputar.

    • Ukur kembali celah untuk memastikan tidak ada pergeseran.


23

Langkah-langkah pemeriksaan Katup :

  1. Ulangi untuk silinder lainnya. Putar poros engkol untuk menempatkan setiap silinder pada posisi TDC kompresi dan lakukan langkah yang sama hingga semua katup terperiksa dan disetel. Beberapa mobil 4 silinder menggunakan metode "aturan 9" untuk menyetel dengan lebih efisien.

  2. Pasang kembali komponen. Setelah semua celah katup disetel, bersihkan paking penutup kepala silinder dan pasang kembali penutupnya. Kencangkan baut sesuai dengan torsi yang disarankan. 

24

Tanda-tanda celah katup tidak tepat

  • Celah terlalu longgar: Terdengar suara "ketukan" atau "tak-tak-tak" yang jelas dari mesin, terutama saat idle.

  • Celah terlalu rapat: Mengakibatkan katup tidak menutup rapat, menyebabkan kebocoran kompresi, performa mesin menurun, idle tidak stabil, dan boros bahan bakar.

  • Asap knalpot: Celah katup yang terlalu rapat bisa mengakibatkan kebocoran pada katup, yang berpotensi memicu asap putih dari knalpot jika terjadi masalah terkait oli. 

25

Multiple Choice

Jika hasil pemeriksaan kompresi menunjukkan nilai silinder berbeda jauh, maka tindakan yang paling tepat sebelum overhaul adalah ....

1

A. Menyetel ulang celah klep dan periksa kebocoran

2

B. Mengganti semua busi

3

C. Mengganti oli mesin

4

D. Membersihkan filter bahan bakar

26

Multiple Choice

Jika setelah tune up mobil masih boros bahan bakar, padahal karburator sudah disetel dan busi baru, maka penyebab yang paling mungkin adalah ....

1

A. Celah klep tidak sesuai

2

B. Filter bahan bakar bersih

3

C. Tekanan ban terlalu tinggi

4

D. Timing pengapian tepat

27

Multiple Choice

Salah satu tanda mobil perlu dilakukan tune up adalah ....

1

A. Mesin terlalu halus

2

B. Konsumsi bahan bakar sangat irit

3

C. Mesin sulit dihidupkan dan akselerasi menurun

4

D. Suhu mesin selalu rendah

28

PEMERIKSAAN Oli Mesin

Langkah-langkah pemeriksaan:

  1. Pastikan kondisi mesin: Parkir mobil di permukaan yang rata dan matikan mesin. Tunggu setidaknya 10 menit agar oli turun ke bak oli. 

  2. Buka kap mesin dan temukan dipstick: Cari dipstick, yang biasanya memiliki pegangan berwarna cerah.

29

PEMERIKSAAN Oli Mesin

Langkah-langkah pemeriksaan:

  1. Bersihkan dipstick: Tarik dipstick keluar, lalu bersihkan ujungnya dengan kain bersih atau tisu hingga kering. 

  2. Masukkan kembali dipstick: Masukkan kembali dipstick sepenuhnya ke dalam tabungnya. 

30

PEMERIKSAAN Oli Mesin

  1. Tarik keluar dan periksa: Tarik kembali dipstick dan perhatikan level oli.

    • Level oli: Oli harus berada di antara dua tanda level (biasanya berupa garis bertuliskan L untuk low dan F untuk full). 

    • Warna dan kekentalan: Periksa warna dan kekentalan oli. Oli yang baik berwarna kuning jernih hingga coklat muda dan tidak kental atau berbintik. 

31

Periksa kualitas oli:

  • Oli bagus: Masih terlihat jernih dan dapat menembus cahaya. 

  • Oli perlu diganti: Berwarna hitam pekat, terasa seperti pasir saat diraba, atau berbau gosong,  

  • Level oli terlalu tinggi: Jika oli berada di atas garis F, oli dapat menyebabkan poros mesin menjadi berat,

  • Level oli terlalu rendah: Jika oli berada di bawah garis L, bisa jadi ada kebocoran atau oli belum diganti sesuai jadwal, menurut Nissan Indonesia. 

32

Pentingnya pemeriksaan oli:

  • Pelumasan: Oli melumasi komponen mesin untuk mengurangi gesekan dan keausan, serta memperpanjang usia mesin.

  • Pendingin: Oli juga membantu menyerap panas mesin dan menjaga suhunya tetap stabil.

  • Deteksi masalah: Memeriksa oli secara rutin membantu mendeteksi masalah dini, seperti kebocoran atau penurunan kualitas oli, sehingga dapat mencegah kerusakan yang lebih serius. 

33

Pemeriksaan busi mobil konvensional

meliputi inspeksi visual, pemeriksaan celah elektroda, dan tes fungsional. Anda bisa memeriksa fisik busi dari kerak atau kerusakan, mengukur celah elektroda dengan feeler gauge, dan melakukan tes fungsional dengan mencabut kabel busi saat mesin menyala untuk melihat perubahan pada RPM mesin. 

34

Pemeriksaan busi mobil konvensional

Pemeriksaan visual dan fisik

  • Periksa kondisi fisik busi:

    Cari tanda-tanda kerak karbon, keausan, atau kerusakan fisik pada isolator dan elektroda. 

  • Bersihkan busi:

    Gunakan sikat baja dan udara bertekanan untuk membersihkan residu karbon yang menumpuk di sekitar elektroda. 

35

Pemeriksaan busi mobil konvensional

Pemeriksaan celah elektroda

  • Ukur celah busi:

    Gunakan feeler gauge untuk mengukur celah elektroda busi. Celah yang direkomendasikan biasanya sekitar 0,80 hingga 1,0 mm, sesuaikan dengan spesifikasi pabrikan mobil Anda.

  • Sesuaikan celah:

    Jika celah terlalu kecil, Anda bisa memperbesar dengan sedikit mencongkelnya menggunakan obeng minus. Jika celah terlalu besar, Anda dapat memperbaikinya dengan cara yang sesuai atau mengganti busi. 

36

Multiple Choice

Fungsi dari penyetelan celah busi (spark plug gap) adalah ....

1

A. Mengatur besar kecilnya percikan api

2

B. Mengatur jumlah bahan bakar

3

C. Mengatur putaran mesin

4

D. Menurunkan tekanan kompresi

37

Multiple Choice

Apabila celah busi terlalu lebar, maka akibatnya ....

1

A. Percikan api menjadi kuat

2

B. Mesin mudah hidup

3

C. Percikan api lemah dan mesin sulit hidup

4

D. Konsumsi bahan bakar menurun

38

Multiple Choice

Filter udara yang kotor akan menyebabkan ....

1

A. Campuran bahan bakar menjadi terlalu kaya

2

B. Udara masuk lebih banyak

3

C. Mesin menjadi lebih dingin

4

D. Tekanan oli meningkat

39

Multiple Choice

Saat dilakukan tune up mobil dengan sistem pengapian konvensional, diketahui percikan api di busi lemah. Setelah diperiksa, celah platina terlalu sempit.
Apa dampak utamanya terhadap sistem pengapian?

1

A. Percikan api menjadi besar karena arus primer meningkat

2

B. Tegangan induksi menjadi rendah sehingga percikan api lemah

3

C. Percikan api stabil karena dwell angle kecil

4

C. Percikan api stabil karena dwell angle kecil

40

Pemeriksaan kabel tegangan tinggi

memeriksa kondisi fisik (retak, luka) dan mengukur nilai hambatannya (tahanan) menggunakan multimeter. Tahanan kabel tidak boleh melebihi batas maksimum, yaitu kurang dari 25 kΩ (kilo-ohm), dan juga tidak boleh 0 Ω. 

41

Langkah-langkah pemeriksaan

  • Lepaskan kabel tegangan tinggi: Tarik tutup karetnya untuk melepas kabel dari busi dan ignition coil atau distributor. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak konduktor di dalamnya. Catat urutan pelepasan agar tidak salah saat memasang kembali. 

  • Periksa kondisi fisik: Periksa apakah ada kerusakan fisik seperti retak, luka, atau isolator yang terbakar pada kabel. 

  • Siapkan multimeter: Setel multimeter ke skala pengukuran Ω ( kilo−ohm ) atau 1k Ω. 

  • Ukur tahanan: Pasang kedua kabel multimeter ke kedua ujung kabel busi (ujung dari distributor dan ujung ke busi). 

42

  • Evaluasi hasil:

  • Evaluasi hasil:

    • Jika tahanan lebih dari 25 kΩ, maka kabel sudah rusak dan harus diganti. 

    • Jika tahanan adalah

      0 Ω, kabel juga rusak dan harus diganti. 

    • Jika kondisi fisik kabel tidak baik (retak, luka), gantilah meskipun tahanannya masih dalam batas normal. 

43

Multiple Choice

Seorang teknisi menemukan mesin bergetar saat idle, padahal celah busi, platina, dan karburator sudah sesuai standar. Langkah analisis berikut yang paling tepat adalah ....

1

A. Langsung mengganti busi

2

B. Mengecek tekanan kompresi tiap silinder

3

C. Menyetel ulang idle speed

4

D. Membersihkan filter udara

44

Pemeriksaan distributor pada mobil konvensional

meliputi inspeksi tutup, rotor, dan platina; penyetelan celah platina; dan pemeriksaan cam dan vacuum advancer. Prosesnya diawali dengan membersihkan komponen, lalu memeriksa kondisi fisiknya, dan menyetel celah platina menggunakan feeler gauge sesuai spesifikasi pabrikan. 

45

Multiple Choice

Berikut ini komponen yang diperiksa pada sistem pengapian konvensional saat tune up adalah ....

1

A. Distributor, platina, dan kondensor

2

B. ECU dan sensor oksigen

3

C. Injektor dan katup EGR

4

D. Modul ABS

46

Langkah-langkah pemeriksaan:

  1. Setel celah platina

    • Gunakan feeler gauge untuk mengukur celah platina. 

    • Setel celah agar sesuai dengan spesifikasi pabrikan mobil Anda.

    • Pastikan juga celah antara cam dan contact point sesuai. 

  2. Periksa Dwell Angle

    • Gunakan dwell meter untuk mengukur sudut dwell (waktu platina terbuka dan tertutup). 

    • Atur ulang distributor jika sudut dwell tidak sesuai spesifikasi untuk mendapatkan waktu pengapian yang tepat. 

47

Mengetes Kompresi :

  1. Lakukan tes kompresi dengan langkah – langkah :

  • Lepaskan kabel busi dari tempatnya satu persatu.

  • Masukan bagian bawah yang berderat dari alat tes kompresi ke dalam lubang busi, lalu putar dengan tangan sampai kencang.

  • Starter mesu sampai beberapa kali, dengan catatan pedal gas di tekan sampai penuh.

  • Lihat arah jarum pada tester berada pada angka berapa. Bila bagus dia menunjukan angka 11-12 BAR.

  • Tekan tombol pembuang gas, untuk mengembalikan posisi jarum jam ke angka nol.

  • Ulangi cara tersebut di atas untuk mengetes kompresi silinder yang lain.

48

Multiple Choice

Pemeriksaan tekanan kompresi bertujuan untuk mengetahui ....

1

A. Kondisi sistem pendingin

2

B. Kondisi ruang bakar dan piston ring

3

C. Fungsi sistem kelistrikan

4

D. Tekanan bahan bakar

49

Multiple Choice

Dalam sistem pengapian konvensional, dwell angle terlalu besar akan menyebabkan ....

1

A. Percikan api kuat dan pembakaran efisien

2

B. Kumparan primer terlalu cepat panas

3

C. Tegangan induksi meningkat

4

D. Mesin mudah dihidupkan

50

Memeriksa Sudut Dwell

Untuk memeriksa sudut dwell pada mobil konvensional, Anda memerlukan dwell tester, kemudian hubungkan kabel alat ke terminal negatif koil dan terminal negatif baterai. Setelah itu, hidupkan mesin, atur selektor dwell tester sesuai jumlah silinder, dan baca hasilnya. Bandingkan hasil dengan standar pabrikan untuk mengetahui apakah perlu penyetelan. 

51

Memeriksa Sudut Pengapian

menggunakan alat pengukur khusus (dwell tester) untuk mengukur sudut dwell (waktu platina menutup), dan timing light untuk memeriksa waktu pengapian aktual saat mesin menyala.

52

Multiple Choice

Saat pemeriksaan sistem pengapian, teknisi menemukan percikan api tidak muncul di salah satu busi. Kabel busi diganti, tetapi masalah tetap ada. Analisis terbaik berikutnya adalah ....

1

A. Menyetel celah busi

2

B. Memeriksa kondisi distributor cap dan rotor

3

C. Mengganti filter udara

4

D. Menyetel idle speed

53

Memeriksa Sudut Pengapian

  1. Panaskan mesin: Panaskan mesin hingga mencapai suhu kerja normal, lalu matikan. 

  2. Pasang timing light : Lepaskan tutup lubang pemeriksaan tanda pengapian, lalu pasang timing light ke kabel busi yang sesuai. 

  3. Hubungkan ke busi: Pastikan timing light terhubung dengan benar ke kabel busi. 

  4. Nyalakan mesin: Hidupkan kembali mesin pada putaran stasioner (idle). 

  5. Posisikan timing light : Arahkan timing light ke tanda pengapian di flywheel atau crank pulley. 

54

Langkah-langkah pemeriksaan:

  1. Periksalah tutup distributor dari kemungkinan retak, kotoran lubang kabel busi, karbon pada bagian dalam tutup distributor apakah masih sisa atau sudah terkikis.

  2. Memeriksa (Mengukur) Celah Platina

  • Periksalah keadaan platina dari bolong, hangus karena terbakar, tidak rata (ada bagian yang tebal dan ada bagianyang tipis), jika perlu ganti.

55

Multiple Choice

Dalam pemeriksaan tune up, diketahui busi silinder ke-3 berwarna hitam pekat, sedangkan busi lain berwarna coklat kemerahan. Apa kesimpulan yang paling logis?

1

A. Sistem pengapian bekerja sempurna

2

B. Campuran udara-bahan bakar pada silinder 3 terlalu miskin

3

C. Campuran udara-bahan bakar pada silinder 3 terlalu kaya

4

D. Tekanan kompresi silinder 3 terlalu tinggi

56

Multiple Choice

Setelah melakukan penyetelan platina dan busi, performa mesin meningkat, tetapi konsumsi bahan bakar tetap tinggi. Komponen yang perlu diperiksa selanjutnya adalah ....

1

A. Katup EGR

2

B. Karburator dan sistem vakum

3

C. Sistem pendingin

4

D. Alternator

​Mapil : Perawatan Berkala

By HARIS AFIATNO

media

SMK NEGERI 1 SRAGI

TEKNIK KENDARAAN RINGAN

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 56

SLIDE