Search Header Logo
Takdir_Menurut_AlQuran_dan_AlSunnah_Wayground

Takdir_Menurut_AlQuran_dan_AlSunnah_Wayground

Assessment

Presentation

Religious Studies

Professional Development

Practice Problem

Medium

Created by

Ama Atiby

Used 1+ times

FREE Resource

17 Slides • 8 Questions

1

media

2

Open Ended

Apa yang anda pahami tentang Qadar (takdir) ?

3

media

4

media

5

media

6

media

7

media

8

media

9

Open Ended

Diberikan kasus 1 : Orang Berbuat Dosa

Kaum Mu’tazilah : Dosa adalah akibat pilihannya sendiri. Allah tidak menakdirkan dosa.

Kaum Jabbariyyah : Dosa itu sudah ditakdirkan, manusia tidak bisa menolak.

Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah .....

10

Open Ended

Diberikan kasus 2 : Musibah (kematian, kehilangan)

Kaum Mu’tazilah : Terjadi karena sebab-sebab alami dan pilihan manusia; bukan bagian dari ketetapan sebelumnya.

Kaum Jabbariyyah : Sudah ditentukan sepenuhnya oleh Allah; manusia tidak bisa mengubahnya.

Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah .....

11

Open Ended

Diberikan kasus 1 : Usaha & Kesuksesan

Kaum Mu’tazilah : Sukses adalah hasil usaha manusia sendiri tanpa campur tangan takdir.

Kaum Jabbariyyah : Sukses adalah takdir mutlak; usaha manusia tidak berpengaruh.

Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah .....

12

Open Ended

Summarize what you have learned about the concept of fate (takdir) according to the Qur'an and Sunnah. How does this understanding affect your perspective on personal effort and gratitude?

13

  • Mu’tazilah → menekankan keadilan Allah → “manusia bebas, agar Allah adil”.

  • Jabbariyyah → menekankan kekuasaan Allah → “manusia hanya wayang dalam ketetapan Allah”.

  • Ahlus Sunnah wal Jama‘ah → menekankan keseimbangan → “Allah berkuasa, manusia berusaha”.

media
media

14

Amalan &
Takdir

media
media

15

media

16

media
media
media

17

media
media
media
media

18

media

19

media

20

media

21

Evaluasi

22

Multiple Choice

Manakah dari pernyataan berikut yang terbaik menggambarkan hubungan antara takdir (qadar) dan amalan manusia

1

Manusia benar-benar bebas dan takdir hanya bersifat statis, tanpa pengaruh terhadap amal.

2

Semua amal manusia telah ditetapkan tanpa ikhtiar, sehingga manusia tak perlu berusaha.

3

Allah menuliskan takdir sejak sebelum penciptaan, namun manusia memiliki kehendak dan akan beramal sesuai dengan takdirnya masing-masing.

4

Takdir berarti bahwa semua manusia akan beramal baik tanpa kecuali karena sudah ditetapkan.

23

Multiple Choice

Jika seseorang memahami takdir tanpa sandaran dari Al‑Qur’an dan Al‑Sunnah, maka ia berisiko masuk ke pandangan kaum Mu’tazilah atau Jabbariyyah. Hal ini menunjukkan bahwa:

1

Takdir hanya bisa dipahami dengan akal manusia semata.

2

Pemahaman takdir perlu dihubungkan dengan teks wahyu untuk menjaga keseimbangan.

3

Kaum Mu’tazilah dan Jabbariyyah memiliki otoritas utama dalam memahami takdir.

4

Amal manusia tidak relevan dalam pembahasan takdir.

24

Multiple Choice

Artikel menjelaskan bahwa takdir manusia ditulis di ‎Lauh al‑Mahfûzh sebelum penciptaan langit dan bumi. Dari penjelasan ini, manakah implikasi yang paling tepat?

1

Manusia tidak memiliki kehendak karena takdir sudah tertulis.

2

Manusia tahu penuh semua yang akan terjadi dalam hidupnya sebelum terjadi.

3

Ketetapan Allah tetap ada, namun manusia tetap harus berusaha dalam batas yang ditentukan.

4

Karena tertulis, maka manusia tidak akan diminta pertanggungjawaban.

25

​Ya Allah, kumpulkan kami bersama orang-orang yang telah ditakdirkan sebagai orang-orang yang bernasib baik di sisi-Mu, âmîn.

media
media
media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 25

SLIDE