Search Header Logo

pemetaan topografi dan pemetaan geologi

Authored by Geologi Tasikmalaya

Other

KG

Used 6+ times

pemetaan topografi dan pemetaan geologi
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

1. Kelas XII Geologi Pertambangan telah melaksanakan kegiatan praktikum pemetaan di wilayah kecamatan kadipaten, setelah selesai melakukan pengambilan data kemudian tiap kelompok melakukan pengolahan pada data yang sebelumnya didapatkan. Pada peta yang mereka buat digunakan skala 1 : 500.000, yang berarti..

a. 1 cm pada peta, 50 Km di lapangan

b. 1 cm pada peta, 5 Km di lapangan

c. 1 cm pada peta, 500 Km di lapangan

d. 1 cm pada peta, 15 Km di lapangan

e. 1 cm pada peta, 0.5 Km di lapangan

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

1. Pada sebuah peta SMKN KADIPATEN terletak sejauh 16 cm dari Balai kota Tasikmalaya dengan skala 1 : 100.000, pada peta serupa ditemukan hanya berjarak 8 cm. maka skala peta tersebut menjadi…

a. 1 : 50.000

b. 1 : 100.000

c. 1 : 200.000

d. 1 : 400.000

e. 1 : 900.000

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

1. Pada kegiatan praktikum pemetaan digunakan alat ukur Total Station yang dipasang pada statif sebagai penahan sekaligus perataan kemiringan alat tersebut, berikut adalah tahapan penyiapan alat ukur untuk kegiatan praktikum pemetaan :

1. Longgarkan sekrup penyetel

2. Letakan alat ukur pada bidang level

3. Tarik bagian atas kaki statif sesuai dengan ketinggian yang diperlukan

4. Kencangkan sekrup penyetel

5. Alat siap untuk digunakan

6. Sejajarkan nivo tabung, nivo kotak dan Optical plummet eyepiece

7. Kencangkan dengan sekrup pengunci

Berdasarkan poin di atas, tahapan yang benar untuk penyiapan alat ukur adalah…

a. 1,2,3,4,5,6, dan 7

b. 1,3,4,2,7,6, dan 5

c. 2,3,4,5,6,7, dan 1

d. 4,5,6,7,1,2, dan 3

e. 7,3,4,5,6,1, dan 2

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

1. Kompas geologi adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah (azimuth) pada suatu titik atau kelurusan struktur, mengukur kemiringan lereng, maupun mengukur jurus ataupun kedudukan perlapisan dan kemiringan lapisan batuan. Berikut cara menentukan arah azimuth yang benar adalah…

a. (1) Kompas dipegang dengan tangan kiri setinggi pinggang (2). Kompas dibuat horizontal (dengan bantuan “mata lembu”) dan dipertahankan demikian selama pengamatan. (3). Cermin diatur, terbuka kurang lebih 135o menghadap ke depan dan sighting arm dibuka horizontal dengan peep sight ditegakkan (4). Badan diputar sedemikian rupa sehingga titik atau benda yang dimaksud tampak pada cermin dan berimpit dengan ujung sighting arm dan garis tengah dan garis tengah pada cermin. Sangat penting diingat bahwa : bukan hanya tangan dengan kompas yang berputar tetapi seluruh badan. (5). Baca jarum utara kompas, setelah jarum tidak bergerak.

b. (1). Tutup kompas dibuka kurang lebih 45o, sighting arm dibuka dan ujungnya di tekuk 90o. (2). Kompas dipegang dengan posisi seperti yang diperlihatkan dalam Skala klinometer harus di sebelah bawah. (3). Melalui lubang peep-sight dan sighting-window dibidik titik yang dituju. Usahakan agar titik tersebut mempunyai tinggi yang sama dengan jarak antara mata pengamat dengan tanah tempat berdiri. (4). Klinometer kemudian diatur dengan jalan memutar pengatur di bagian belakang kompas, sehingga gelembung udara dalam “clinometer level” berada tepat di tengah. Baca skala yang ditunjukkan klinometer seperti yang ditunjukkan dalam Satuan kemiringan dapat dinyatakan dalam derajat maupun dalam persen.

c. (1). Letakkan angka 0 klinometer berimpit dengan angka 0 pada skala. (2). Pegang kompas seperti, gerakan dalam arah vertikal sedemikian rupa sehingga gelembung udara berada di tengah (3). Bidiklah melalui lubang pengintip sehingga mata, lubang pengintip dan garis pada jendela panjang berada dalam satu garis lurus. Perpanjangan dari garis lurus tersebut akan “menembus” permukaan tanah di depan pada suatu titik tertentu. Ingat-ingatlah titik “tembus” ini. (4). Beda tinggi antara pengamat berdiri dan “titik tembus” tadi sama dengan tinggi pengamat dari telapak sepatu sampai mata. (5). Berpindahlah ke “titik tembus” tadi dan ulanglah prosedur no. 2 dan 3 di atas sampai daerah yang akan anda ukur selesai.

d. (1). Bukalah cermin kompas > 90o (2). Letakkan salah satu sisi kompas yang bertanda E atau W (bukan N atau S) pada bidang yang akan diukur. (3). Aturlah posisi kompas sedemikian rupa sampai horizontal dengan bantuan “mata lembu”. Tetapi harus dijaga agar sisi kompas tetap menempel pada bidang yang diukur (bila bidangnya renjul, lakukanlah itu dengan bantuan clipboard atau yang semacamnya). (4). Bacalah jarum utara dan segera catat agar tidak lupa (bila kompas diangkat, jarum akan bergerak). Angka yang anda baca adalah jurus bidang yang diukur. (5). Tandailah garis potong antara : bidang yang diukur dengan bidang dasar kompas (= bidang horizontal). Biasanya dengan menekan angka keras atau menggeser agak keras. (6). Ubahlan posisi kompas sehingga bidang dasar komp;as tegak lurus terhadap garis potong (= jurus) pada nomor 5. (7). Aturlah klinometer sehingga gelembung pengatur horizontal terletak di tengah. Kemudian bacalah angka yang ditunjukkan (dalam hal ini kompas dapat diangkat). Hasil yang diperoleh adalah besarnya kemiringan.

e. (1). Letakkan sisi kompas dengan cermin sejajar bidang yang diukur (atau sama dengan mendekatkan sisi kompas dengan tanda S) (2). Angka yang ditunjuk jarum utara adalah arah kemiringan bidang. (3). Besarnya kemiringan diketahui dengan prosedur-prosedur yang sama seperti pada cara pertama dan kedua

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

1. Peta adalah gambaran permukaan bumi yang ditampilkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Dalam jurusan geologi pertambangan dipelajari peta Topografi, penjelasan mengenai peta topografi yang benar adalah…

a. Gambaran mengenai informasi mengenai sebaran dan jenis serta sifat batuan, umur, struktur, tektonika dan lain sebagainya yang behubungan dengan sumber daya. Peta geologi ialah salah satu dari bentuk data dan informasi geologi dari suatu wilayah atau daerah dengan tingkat kualitas yang berdasarkan skala.

a. Gambaran permukaaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui system proyeksi tertentu.

a. Gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan.

a. Gambaran permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam sebuah bentuk garis kontur. Garis kontur ialah sebuah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian yang sama.

a. Gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi yang sifatnya umum, dan biasanya berskala sedang.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?