
LATIHAN SOAL USEK KE-1
Authored by Sutarsi, -A2
Specialty
9th - 12th Grade
Used 2+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
20 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Cermati puisi berikut untuk menjawab soal
Bencana
Kini kota menjadi mati kaku dan membeku
aku sungguh tak sanggup melihat orang menjadi ikan dihanyutkan oleh bandang
selepas gaduh di pagi benderang itu
aku benar-benar kehilangan sejarah tentang cerita yang memendam rasa
Suasana yang terdapat dalam kutipan puisi tersebut adalah ....
Kegalauan
Kekacauan
Kepiluan
Kesadisan
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Pupuk anorganik merupakan golongan agrokimia. Bahan-bahan agrokimia memang diperlukan untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi pangan. [...], bahan-bahan tersebut berisiko terhadap kesehatan. [....], intensifikasi produksi pangan tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan pupuk anorganik dan pestisida kimia tanpa batas. Telah berdampak bagi kehidupan dan lingkungan [...] perlu diperlukan pembatasan.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …
Dengan demikian, Namun, tetapi
Bahkan, Tetapi, karena
Oleh karena itu, Akan tetapi, meskipun
Namun, Oleh karena itu, sehingga
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Kerasnya upaya kami dalam menjuangkan nasib para buruh akhirnya sedikit membuahkan hasil yang signifikan.
Tentukan kata baku yangtepat dari pernyataan di atas!
Kerasnya, seharusnya sekerasnya
Menjuangkan, seharusnya memperjuangkan
Akhirnya, seharusnya akhiri
Sedikit, seharusnya sesedikit mungkin
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Bacalah teks cerpen berikut!
Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah cuplikan cerita berikut!
Ya” mau bayar berapa saja, Mas,” ucapnya. Di tikungan terakhir menuju kampungku. “Lebih enak jalan kaki,” jawabku terengah-engah. Aku merasa menang. Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya. Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan. Ah, biarin. Aku menoleh ke tkang becakyang berhenti tepat di depan gapura kampung. Ia turun dan berdiri di sana sambil etap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama Ibuku terdiam dan menatapku dan baru kemudian berkata, “Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak”.
Nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam penggalan cerpen di atas adalah ...
Kita harus memahami keadaan tukang becak
Kita harus memilih-milih tukang becak
Kita harus pandai menawar ongkos becak
Jangan memberi hati kepada tukang becak
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Bacalah kutipan berikut! Aku dan kakakku ibarat minyak dengan air. Sikap dan gagasan yang kami lontarkan selalu berbeda. Sebagai adik, aku mengalah karena ingin selalu menjaga hubungan baik. Apalagi usia kami yang semakin merambat tua.
Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Tema
tema
latar
penokohan
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Cermati kutipan cepen berikut!
Satu jam berlalu, kami terdiam dan terhanyut dalam angan masing-masing. Persoalan yang kami hadapi saat ini benar-benar di luar batas kemampuan. Tapi aku yakin bahwa Tuhan tidak memberi cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya. Namun, Ranti Istriku, tetap ngotot dan terus-menerus mendesakku. Kami masih tetap terdiam, aku berdiri dan berjalan ke sana-ke mari. “Jangan mondar-mandir, Mas, cepat cari jalan keluar, kepalaku rasanya mau copot, lagi pula persoalan ini tidak bisa menunggu, harus segera cari pinjaman karena kalau hujan turun dengan lebat takutmya rumah ini akan rubuh.”
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah . . .
saling ngotot tidak mau mengalah
butuh pinjaman uang
istri tidak sabar
sulit mencari jalan keluar
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?