Search Header Logo

[Sesi 94] TWK - 31 Oktober 2023

Authored by Brofesional by Bimbel YEC

Professional Development

Professional Development

Used 2+ times

[Sesi 94] TWK - 31 Oktober 2023
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

10 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Hari itu, langit cerah di desa kecil yang terletak di tengah perbukitan. Di antara pepohonan hijau, rumah-rumah kayu bersinar di bawah sinar matahari pagi. Tidak ada awan di langit, dan semuanya terasa damai.

Di sebuah rumah kayu yang terpencil, seorang wanita muda bernama Maya duduk di ambang jendela dengan mata yang kosong. Dia telah kehilangan arah dalam hidupnya. Setiap hari, dia merasa seperti ada yang hilang, seperti kehilangan cahaya di dalam dirinya.

Maya memandangi selembar foto keluarganya yang tergeletak di mejanya. Wajah bahagia orang-orang yang ada dalam foto itu mengingatkannya pada masa lalu yang penuh kebahagiaan. Tapi sekarang, dia merasa sendirian.

"Apakah aku akan pernah menemukan cahaya lagi?" gumam Maya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba, suara riuh anak-anak di luar jendela menarik perhatiannya. Maya melihat sekelompok anak-anak bermain di bawah sinar matahari. Mereka tertawa, berlari, dan mengejar-balap satu sama lain, seolah-olah tidak pernah merasakan kesedihan.

Maya tersenyum lembut, karena melihat kegembiraan anak-anak itu membawanya ke masa lalu. Dia tahu bahwa bahkan dalam kesendirian, masih ada cahaya di dunia ini. Dan mungkin, jika dia mencari dengan sungguh-sungguh, dia bisa menemukan kembali cahaya dalam hidupnya.

Demikianlah, Maya memutuskan untuk meninggalkan rumahnya, menjelajahi dunia, dan mencari makna yang hilang dalam hidupnya. Mungkin di luar sana, dia akan menemukan cahaya yang selama ini dia cari.


Sudut pandang pada kutipan cerpen tersebut adalah …

  1. Orang pertama pelaku utama

  1. Orang pertama pelaku sampingan

  1. Orang ketiga serba tahu

  1. Orang ketiga terbatas

  1. Orang kedua

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Hari itu, langit cerah di desa kecil yang terletak di tengah perbukitan. Di antara pepohonan hijau, rumah-rumah kayu bersinar di bawah sinar matahari pagi. Tidak ada awan di langit, dan semuanya terasa damai.

Di sebuah rumah kayu yang terpencil, seorang wanita muda bernama Maya duduk di ambang jendela dengan mata yang kosong. Dia telah kehilangan arah dalam hidupnya. Setiap hari, dia merasa seperti ada yang hilang, seperti kehilangan cahaya di dalam dirinya.

Maya memandangi selembar foto keluarganya yang tergeletak di mejanya. Wajah bahagia orang-orang yang ada dalam foto itu mengingatkannya pada masa lalu yang penuh kebahagiaan. Tapi sekarang, dia merasa sendirian.

"Apakah aku akan pernah menemukan cahaya lagi?" gumam Maya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba, suara riuh anak-anak di luar jendela menarik perhatiannya. Maya melihat sekelompok anak-anak bermain di bawah sinar matahari. Mereka tertawa, berlari, dan mengejar-balap satu sama lain, seolah-olah tidak pernah merasakan kesedihan.

Maya tersenyum lembut, karena melihat kegembiraan anak-anak itu membawanya ke masa lalu. Dia tahu bahwa bahkan dalam kesendirian, masih ada cahaya di dunia ini. Dan mungkin, jika dia mencari dengan sungguh-sungguh, dia bisa menemukan kembali cahaya dalam hidupnya.

Demikianlah, Maya memutuskan untuk meninggalkan rumahnya, menjelajahi dunia, dan mencari makna yang hilang dalam hidupnya. Mungkin di luar sana, dia akan menemukan cahaya yang selama ini dia cari.


Konflik pada cerpen tersebut adalah …

  1. Maya sendiri

  1. Maya sedih

  1. Maya ingin bermain bersama teman-temannya

  1. Maya teringat orang tuanya

  1. Maya ingin menemukan kebahagiaan

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

"Keesokan harinya, ketika fajar baru saja muncul dari balik cakrawala, dia sudah bangun dari tempat tidurnya yang dingin dan kelam. Dalam keheningan yang membisu, dia memandang ke luar jendela dan melihat semilir angin yang bertiup pelan dan menari-nari di antara rerumputan hijau yang bergoyang-goyang lembut. Dia merenung sejenak, mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi semalam, namun semuanya tampak kabur dan samar, seolah-olah semuanya hanyalah mimpi yang tidak nyata."

Majas yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah …

  1. Hiperbola

  1. Personifikasi

  1. Metafora

  1. Anafora

  1. Simile

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 5 pts

Di bawah langit gelap yang berkilau bintang-bintangnya, Anna duduk di sekitar api unggun kecil. Api itu memancarkan cahaya gemerlap yang menari-nari di wajahnya, seperti kilauan bintang-bintang di langit malam. Keindahan alam sekitarnya, dengan pepohonan yang tinggi dan suara gemericik air, memberinya perasaan bahwa ia adalah bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri.

Majas pada teks tersebut terdapat pada kalimat …

pertama

kedua

ketiga

keempat

kelima

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Aku berkata, “Kamu sudah bijaksana tapi kamu bukan anak biasa. Jutaan anak biasa di luar sana nggak sebijak kamu, dan mungkin saja membuat pilihan yang salah. Dan, kalau kesalahan dia, atau kesalahan kamu, menyakiti salah satu dari kalian, bisa saja itu membekas dan berdampak parah. Luka dari masa kecil itu lebih sulit disembuhkan daripada yang kamu dapat setelah dewasa.”

Aku mengangkat bahu. "Yang kubilang barusan adalah perspektif umum orang dewasa. Tapi, kamu yang menentukan apa yang mau kamu lakukan. Aku nggak kenal anak ini. Tapi, sebagai orang yang sayang kamu, aku akan otomatis menganggap kalau nggak ada anak yang sepadan untuk kamu.”

Suki mengernyit. "Jadi, menurut kamu, aku harus bilang nggak?“

"Nggak juga. Kalau kamu mau coba, silakan saja. Tapi, kamu harus tahu kalau nggak ada orang lain yang bisa menanggung risiko dari perbuatan yang kamu pilih. Jadi, anak kecil nggak akan memberikanmu pengecualian."

Sifat tokoh “aku” digambarkan melalui …

  1. Tindakan tokoh

  1. Narasi penulis

  1. Dialog antar tokoh

  1. Diceritakan tokoh lain

  1. Tidak tergambarkan

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Aku berkata, “Kamu sudah bijaksana tapi kamu bukan anak biasa. Jutaan anak biasa di luar sana nggak sebijak kamu, dan mungkin saja membuat pilihan yang salah. Dan, kalau kesalahan dia, atau kesalahan kamu, menyakiti salah satu dari kalian, bisa saja itu membekas dan berdampak parah. Luka dari masa kecil itu lebih sulit disembuhkan daripada yang kamu dapat setelah dewasa.”

Aku mengangkat bahu. "Yang kubilang barusan adalah perspektif umum orang dewasa. Tapi, kamu yang menentukan apa yang mau kamu lakukan. Aku nggak kenal anak ini. Tapi, sebagai orang yang sayang kamu, aku akan otomatis menganggap kalau nggak ada anak yang sepadan untuk kamu.”

Suki mengernyit. "Jadi, menurut kamu, aku harus bilang nggak?“

"Nggak juga. Kalau kamu mau coba, silakan saja. Tapi, kamu harus tahu kalau nggak ada orang lain yang bisa menanggung risiko dari perbuatan yang kamu pilih. Jadi, anak kecil nggak akan memberikanmu pengecualian."

Sifat tokoh “aku” adalah …

  1. Dewasa

  1. Peduli

  1. Bijaksana

  1. Pelindung

  1. Pembohong

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

1 min • 5 pts

Bunyi langkah mendekat, pelan, Ramin membeku, sekuat-kuatnya menahan napas. Baginya lebih baik tak bernapas daripada tertangkap petugas-petugas berwajah garang itu. Bisik-bisik makin kencang. Ramin memutar otak. Kalau mereka melihat rumput-rumput rebah itu, atau kalau ada satu dua orang cukup jitu tebakannya, mungkin mereka bisa yakin kalau pelarian yang mereka kejar bersembunyi di antara akar pohon.

Apa konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut …

  1. Ramin takut

  1. Ramin bersembunyi

  1. Ramin rindu anaknya

  1. Ramin dikejar petugas

  1. Ramin ketahuan

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?