Search Header Logo

team Readiness Test week 1 blok Respi

Authored by Riyan Sopiyan

Health Sciences

University

Used 1+ times

team Readiness Test week 1 blok Respi
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

3 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

  1. Seorang pasien berusia 55 tahun dengan riwayat penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) datang ke IGD dengan keluhan sesak napas yang semakin memburuk selama beberapa hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan penggunaan otot bantu napas, dan hasil analisis gas darah menunjukkan PaO2 60 mmHg, PaCO2 50 mmHg, dan pH 7,22. Dokter menjelaskan bahwa perubahan ini dipengaruhi oleh aktivitas chemoreceptor dalam mengatur pola pernapasan pasien. Pasien kemudian diberikan terapi oksigen yang berlebihan, tetapi justru mengalami penurunan frekuensi napas secara signifikan.

Berdasarkan kasus ini, jelaskan bagaimana regulasi chemoreceptor berperan dalam pengaturan respirasi, termasuk peran central dan peripheral chemoreceptor dalam merespons perubahan PaO2, PaCO2, dan pH, serta bagaimana pemberian oksigen berlebihan dapat mempengaruhi mekanisme kompensasi pasien dengan PPOK?

Central chemoreceptor merespons peningkatan PaO2 untuk mengurangi ventilasi, sementara peripheral chemoreceptor merespons peningkatan PaCO2 untuk meningkatkan ventilasi

Peripheral chemoreceptor merespons penurunan PaO2 untuk meningkatkan ventilasi, tetapi pemberian oksigen berlebihan dapat menekan respons ini sehingga menurunkan frekuensi napas

Peripheral chemoreceptor merespons peningkatan PaCO2 untuk meningkatkan ventilasi, dan pemberian oksigen berlebihan meningkatkan PaCO2 yang memicu depresi pernapasan

Central chemoreceptor tidak terlibat dalam regulasi ventilasi pada pasien dengan PPOK, hanya peripheral chemoreceptor yang berperan

Pemberian oksigen berlebihan meningkatkan ventilasi melalui stimulasi peripheral chemoreceptor yang mengurangi PaCO2 secara drastis

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

  1. Seorang wanita berusia 28 tahun datang ke IGD dengan keluhan pusing, kesemutan di tangan, dan kesulitan bernapas setelah mengalami serangan panik saat berada di tempat ramai. Pemeriksaan fisik menunjukkan pernapasan cepat dan dalam. Hasil analisis gas darah menunjukkan PaCO2 rendah, pH darah tinggi, dan HCO3 dalam batas normal. Dokter menjelaskan bahwa kondisi pasien berkaitan dengan perubahan ventilasi akibat hiperventilasi 

Berdasarkan kasus ini, mekanisme apa yang mendasari terjadinya kelainan asam basa  dan bagaimana tubuh dapat mengkompensasi perubahan ini?

Hiperventilasi menyebabkan penurunan PaCO2, yang menyebabkan penurunan ion H+ dalam darah dan peningkatan pH, dengan kompensasi jangka panjang berupa peningkatan ekskresi H+ oleh ginjal

Hiperventilasi menyebabkan peningkatan kadar HCO3 dalam darah, dengan kompensasi langsung berupa penurunan ventilasi melalui penghambatan peripheral chemoreceptor

Hiperventilasi menyebabkan penurunan PaCO2 dan peningkatan pH, yang mengurangi kadar ion kalsium terionisasi dalam darah, memicu peningkatan eksitabilitas neuromuskular dan gejala kesemutan

Penurunan pH darah akibat hiperventilasi langsung menyebabkan asidosis metabolik, diikuti oleh penurunan PaO2 yang memicu peripheral chemoreceptor untuk meningkatkan ventilasi

Hiperventilasi menyebabkan peningkatan PaO2, yang menstimulasi central chemoreceptor untuk meningkatkan frekuensi napas, dengan dampak jangka panjang berupa gangguan keseimbangan ion kalium dalam darah

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

  1. Seorang pria berusia 60 tahun dengan riwayat penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) datang ke IGD dengan keluhan sesak napas yang semakin memburuk selama beberapa hari terakhir. Hasil analisis gas darah menunjukkan PaCO2 65 mmHg, pH 7,28, dan HCO3 30 mEq/L. Dokter menjelaskan bahwa pasien mengalami kelainan asam basa akut yang disebabkan oleh retensi karbon dioksida. Dokter juga memperingatkan bahwa jika kondisi ini tidak segera ditangani, pasien dapat mengalami komplikasi lebih lanjut yang memengaruhi fungsi organ lainnya.

Berdasarkan kasus di atas, jelaskan mekanisme dasar yang menyebabkan terjadinya kelainan asam basa pada pasien dengan PPOK, serta bagaimana tubuh mencoba mengkompensasi keadaan ini. Diskusikan juga efek jangka panjang dari hal tersebut pada organ lain

Penurunan ventilasi menyebabkan retensi CO2, yang meningkatkan H+ dalam darah, dengan kompensasi berupa peningkatan ekskresi H+ oleh ginjal dan peningkatan HCO3 dalam darah

Retensi CO2 meningkatkan tekanan parsial CO2 di cairan serebrospinal, yang merangsang chemoreceptor sentral untuk menurunkan frekuensi napas

Asidosis respiratorik menyebabkan vasokonstriksi serebral, menurunkan aliran darah ke otak dan berpotensi memicu peningkatan tekanan intrakranial pada pasien PPOK

Kompensasi jangka panjang pada pasien ini melibatkan peningkatan ekskresi HCO3 oleh ginjal untuk mengurangi keasaman darah, dengan risiko terjadinya hipokalemia

Peningkatan PaCO2 menyebabkan depresi fungsi otot diafragma, yang dapat memperparah sesak napas dan memperburuk kondisi asidosis respiratorik

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?