Search Header Logo

TES PCK

Authored by Gede Negara

Professional Development

Professional Development

Used 5+ times

TES PCK
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

20 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Seorang guru Pendidikan Agama Hindu merancang pembelajaran tentang Nilai-Nilai Yajna dalam Kehidupan Modern, dengan alur sebagai berikut:

(1)  Ceramah tentang konsep Yajna (Korban Suci) dalam Weda.

(2)  Diskusi kelompok tentang contoh Yajña dalam ritual Hindu di Indonesia.

(3)  Praktik simbolis membuat canang sederhana di kelas.

(4)  Tugas individu menulis refleksi tentang makna Yajña dalam kehidupan sehari-hari.

(5)  Kuis online untuk menguji pemahaman konsep.

Jika mayoritas peserta didik berada pada tahap perkembangan kognitif formal operasional di usia 15+ tahun, manakah kelemahan paling kritis dalam alur pembelajaran tersebut?

Ceramah terlalu mendominasi, kurang melibatkan siswa dalam eksplorasi mandiri.

Diskusi kelompok seharusnya diganti dengan presentasi guru agar lebih terstruktur.

Praktik membuat canang terlalu sederhana dan tidak relevan dengan konteks modern.

Tugas refleksi sebaiknya dikerjakan berkelompok agar lebih interaktif.

Kuis online kurang efektif dibanding ujian tertulis untuk mengukur pemahaman.

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di kelas IV SD, Pak Made menyampaikan materi tentang “Perkembangan Agama Hindu di Nusantara". Ia menjelaskan urutan kronologis berdasarkan periode sejarah (Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, dll) melalui ceramah dan memberi latihan soal di LKS. Sebelum kelas diakhiri, Pak Made mengulang pelajaran dengan memberikan beberapa pertanyaan. Namun, banyak siswa tampak bingung dengan urutan peristiwa dan tidak dapat menjawab pertanyaan ulang. Hasil pengamatan menunjukkan jika sebagian besar siswa menunjukkan gaya belajar kinestetik. Sebagai guru reflektif,  strategi evaluasi hasil belajar yang paling sesuai untuk gaya belajar tersebut adalah?

Guru menugaskan siswa meringkas buku paket dengan mengambil poin-poin penting pada masing-masing periode sejarah.

Guru tetap memberikan materi melalui ceramah yang diselingi dengan lagu rohani.

Guru memfasilitasi siswa untuk membuat poster berisi gambar tokoh-tokoh masa kerajaan Hindu.

Guru mengajak siswa bermain peran sebagai tokoh-tokoh raja yang ada di masa perkembangan Agama Hindu di Nusantara.

Guru memutar video dokumenter tentang sejarah kerajaan Hindu di Nusantara.

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Seorang guru Pendidikan Agama Hindu kelas VII di SMP Dharma Widya akan mengajarkan materi tentang tokoh-tokoh penyebar Agama Hindu di Indonesia. Ia ingin memastikan bahwa materi ajar disusun berdasarkan struktur keilmuan dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik. Untuk itu, ia merancang alur pembelajaran dengan dimensi proses pengetahuan yang berurutan. Berikut adalah rancangan struktur materi ajar yang disusun oleh guru:

1.Menyebutkan nama-nama tokoh penyebar Agama Hindu di Indonesia

2.Menjelaskan peran masing-masing tokoh dalam penyebaran Agama Hindu

3.Mengidentifikasi nilai-nilai ajaran Hindu yang disebarkan oleh para tokoh tersebut

4.Menganalisis kontribusi tokoh-tokoh tersebut dalam perkembangan Agama Hindu di wilayah Nusantara

Berdasarkan struktur keilmuan dan dimensi proses pengetahuan, langkah penyusunan alur materi ajar yang dilakukan guru tersebut termasuk ke dalam urutan yang:

Tidak tepat karena langsung masuk ke analisis tanpa menguatkan aspek pemahaman

Tepat karena sesuai dengan struktur kognitif dari tingkat dasar hingga tingg

Tidak relevan dengan karakteristik peserta didik SMP

Terlalu kompleks dan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran

Harus dimulai dari menjelaskan peran tokoh sebelum menyebutkan namanya

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Seorang guru menyampaikan materi tentang raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanagara dengan membaca teks sejarah dari buku paket secara berurutan, lalu memberi tugas mencatat dan menjawab pertanyaan. Padahal, sebagian besar siswa kelas tersebut termasuk gaya belajar kinestetik dan visual, serta mudah bosan jika hanya membaca. Bagaimanakah Anda mengevaluasi strategi pembelajaran guru tersebut?

Tepat karena membaca teks dapat melatih kemampuan memahami isi bacaan sejarah.

Kurang tepat karena tidak sesuai dengan gaya belajar dominan siswa yang membutuhkan aktivitas dan visualisasi.

Sesuai karena kegiatan mencatat membantu memperkuat ingatan siswa terhadap tokoh sejarah.

Tepat apabila buku yang dibaca memuat gambar dan ilustrasi yang menarik.

Kurang sesuai, sebaiknya guru menambahkan kegiatan seperti membuat poster tentang karya Purnawarman atau menonton video singkat sejarah.

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Seorang guru Agama Hindu merencanakan pembelajaran tentang kitab suci Weda untuk siswa kelas X. Dalam proses pembelajaran, guru ingin menunjukkan struktur dan hierarki kitab suci Weda secara komprehensif, menjelaskan kedudukan dan isi masing-masing bagian Weda, serta mengajak siswa menganalisis relevansi ajaran Weda dalam konteks kehidupan modern.

Siswa di kelas tersebut memiliki gaya belajar yang beragam: visual, auditori, dan kinestetik. Beberapa siswa juga memiliki kesulitan dalam memahami konsep abstrak dan istilah-istilah Sanskerta dalam kitab suci Weda. Berdasarkan situasi tersebut, media pembelajaran yang paling sesuai untuk mengakomodasi keberagaman karakteristik siswa dan mencapai tujuan pembelajaran adalah...

Peta konsep interaktif digital yang menggambarkan struktur Weda dengan hyperlink ke penjelasan, audio pembacaan sloka, dan contoh aplikasi ajaran dalam kehidupan modern.

Bahan bacaan berupa handout tentang struktur dan isi Weda yang dibagikan kepada siswa disertai dengan tugas merangkum.

Ceramah guru dengan bantuan slide presentasi yang memuat poin-poin penting tentang kitab suci Weda.

Permainan peran di mana siswa memerankan para Rsi penerima wahyu Weda dan menyampaikan ajarannya.

Diskusi kelompok dengan menggunakan literatur tentang kitab suci Weda yang tersedia di perpustakaan sekolah.

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

45 sec • 1 pt

Pak Komang adalah guru Pendidikan Agama Hindu akan merancang pembelajaran Itihasa dengan pendekatan berdiferensiasi untuk meningkatkan kecakapan komunikasi abad 21. Pak Komang membuat rancangannya meliputi aktivitas berikut:

1.Membagi siswa ke dalam kelompok berdasarkan minat terhadap tema Sejarah.

2.Memberikan pilihan produk akhir: presentasi digital, podcast, atau debat interaktif.

3.Menyediakan rubrik penilaian yang memuat kriteria kolaborasi, penggunaan teknologi, dan kejelasan penyampaian gagasan.

Dari rancangan yang sudah dipersiapkan oleh Pak Komang, manakah strategi dalam rancangan tersebut yang paling tepat mencerminkan pendekatan berdiferensiasi berorientasi kecakapan komunikasi abad 21?

Pembagian kelompok berdasarkan minat tema sejarah.

Pilihan produk akhir yang melibatkan teknologi dan kolaborasi.

Penggunaan rubrik penilaian dengan kriteria kolaborasi dan teknologi.

Pemberian materi bacaan sesuai tingkat kesulitan yang berbeda.

Penugasan individu untuk menulis refleksi berdasarkan pemahaman pribadi.

7.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, seorang guru membacakan cuplikan cerita Ramayana yang menceritakan tentang Rama, Laksmana, dan Hanoman dalam upaya menyelamatkan Dewi Sita. Setelah membaca, guru meminta siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi bentuk kerja sama antartokoh dan merefleksikan penerapannya dalam kehidupan sekolah. Kelompok siswa kemudian diminta membuat poster digital yang menampilkan nilai-nilai kolaborasi dari cerita tersebut dan kaitannya dengan kegiatan kolaboratif siswa di kelas. Strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan studi kasus di atas, jika dikaitkan dengan pendekatan abad 21 berbasis Itihasa, adalah…

Menugaskan siswa menghafal urutan peristiwa dalam kisah Ramayana

Menggunakan ceramah satu arah tentang karakter setiap tokoh dalam Ramayana

Menerapkan model pembelajaran kooperatif berbasis proyek untuk menghasilkan produk kreatif yang merefleksikan nilai kolaborasi

Memberikan soal ujian esai tentang makna kerja sama dalam kitab suci

Meminta siswa membandingkan tokoh dalam Ramayana dan Mahabharata tanpa kegiatan kelompok

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?