
Asesmen Sumatif Aktivitas Manusia dan Potensi Bencana Alam
Authored by Siska Mustikawati
Social Studies
9th Grade
Used 9+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
10 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Meskipun badai tropis mungkin tidak selalu meningkat frekuensinya secara global, proyeksi menunjukkan peningkatkan intensitas ekstrem (kategori 4 dan 5) karena perubahan iklim. Implikasi paling kritis dari fenomena ini terhadap strategi mitigasi bencana adalah:
Asumsi bahwa masyarakat akan beradaptasi secara alami tanpa intervensi pemerintah.
Perlunya pengembangan infrastruktur yang lebih tangguh dan sistem peringatan dini yang lebih akurat untuk badai yang sangat merusak.
Prioritaskan relokasi seluruh komunitas pesisir ke daerah pegunungan yang aman.
Fokus hanya pada pengurangan frekuensi badai melalui intervensi iklim makro.
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Pola curah hujan ekstrem, yang dipengaruhi oleh perubahan iklim, dapat menyebabkan banjir bandang di satu wilayah dan kekeringan di wilayah lain secara bersamaan. Fenomena ini menunjukkan kompleksitas bencana yang paling tepat dijelaskan sebagai:
Normalisasi cuaca ekstrem di era modern.
Pergeseran musim yang membatalkan dampak perubahan iklim secara keseluruhan.
Amplifikasi siklus hidrologi, di mana curah hujan menjadi lebih terkonsentrasi dalam waktu dan ruang.
Bukti bahwa model iklim saat ini tidak akurat dalam memprediksi distribusi curah hujan.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya menyebabkan gagal panen, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan. Bagaimana perubahan iklim mempercepat interaksi antara kekeringan dan kebakaran hutan?
Peningkatan kelembaban atmosfer membuat vegetasi lebih mudah terbakar.
Suhu yang lebih tinggi dan periode kering yang lebih panjang menciptakan kondisi vegetasi yang sangat kering dan mudah terbakar.
Pergeseran angin global mengurangi kecepatan penyebaran api di hutan.
Penurunan kadar karbon dioksida di atmosfer mempercepat dekomposisi biomassa.
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Definisi bencana alam yang dipengaruhi perubahan iklim seringkali menyoroti peningkatan kerentanan. Manakah skenario berikut yang paling baik menggambarkan bagaimana perubahan iklim meningkatkan kerentanan suatu komunitas terhadap tanah longsor?
Pergeseran pola curah hujan menyebabkan musim hujan yang lebih singkat namun dengan intensitas hujan yang jauh lebih tinggi di daerah berlereng curam, sementara deforestasi terus berlanjut.
Peningkatan suhu rata-rata yang menyebabkan penguapan air dari tanah lereng.
Pembangunan permukiman baru di lereng gunung yang stabil dan vegetasi yang padat.
Adanya program reboisasi besar-besaran di hulu sungai yang mengurangi aliran permukaan.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Banjir yang disebabkan oleh perubahan iklim seringkali tidak hanya berupa banjir bandang atau banjir rob, tetapi juga banjir yang lebih sering dan meluas di daerah dataran rendah. Faktor perubahan iklim yang paling bertanggung jawab atas jenis banjir yang meluas ini adalah:
Pergeseran lempeng tektonik yang mengubah topografi permukaan bumi.
Penurunan suhu laut global yang memperlambat penguapan.
Kombinasi peningkatan curah hujan tahunan dan kapasitas drainase alami yang terganggu oleh urbanisasi.
Peningkatan aktivitas vulkanik yang memicu gempa bumi.
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Fenomena 'land subsidence' atau penurunan muka tanah sering terjadi di kota-kota besar pesisir, seperti Jakarta, yang diperparah oleh ekstraksi air tanah berlebihan oleh aktivitas industri dan rumah tangga. Meskipun bukan bencana alam murni, penurunan muka tanah ini secara krusial meningkatkan kerentanan kota terhadap bencana alam primer. Bencana alam primer mana yang paling signifikan diperparah oleh penurunan muka tanah?
Kekeringan yang berkepanjangan karena air tanah semakin dalam.
Badai tropis dengan kecepatan angin yang lebih tinggi.
Gempa bumi tektonik, karena perubahan tekanan di bawah tanah.
Banjir rob dan banjir pasang karena elevasi kota menjadi di bawah permukaan laut atau sungai saat pasang tinggi.
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Di suatu daerah hulu sungai yang dulunya hutan lebat, telah terjadi konversi lahan besar-besaran menjadi perkebunan kelapa sawit. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah hilir sungai tersebut mengalami peningkatan frekuensi dan keparahan banjir bandang, meskipun intensitas curah hujan relatif sama dengan dekade sebelumnya. Hubungan kausal paling tepat antara konversi lahan dan peningkatan banjir adalah:
Hilangnya fungsi hutan sebagai penahan dan penyerap air hujan alami menyebabkan peningkatan aliran permukaan yang cepat dan erosi tanah, membawa sedimen ke hilir dan memperparah sedimentasi sungai.
Penebangan hutan menyebabkan peningkatan suhu mikro yang mengubah pola angin lokal.
Pupuk kimia dari perkebunan meningkatkan volume air sungai secara permanen.
Pohon kelapa sawit mengonsumsi lebih banyak air sehingga mengurangi volume sungai.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?