NEW
Font size
WorksheetsMETLIT_ch 7 Pengukuran Variabel dan Skala
Total questions: 41
Worksheet time: 21mins
Operasionalisasi Variabel / Definisi Operasional dari sebuah Variabel
A. Mengoperasionalkan, atau mendefinisikan suatu konsep menjadi operasional adalah membuatnya menjadi terukur, yang dilakukan dengan cara menelaahnya pada dimensi tingkah laku atau properti yang dimiliki oleh konsep tersebut.
B. Menjelaskan dari sebuah variabel yang diturunkan kedalam dimensi kemudian diturunkan lagi kedalam Indikator
C. Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam elemen-elemen yang dapat diukur sehingga dapat dikembangkan suatu indeks pengukuran dari konsep tersebut.
D. A,B,C Benar
Perangkat atau mekanisme dimana suatu individu dibedakan dengan yang lain, bisa sangat “kasar” atau sangat teliti.
A. SKALA
B. FORMULA
C. RASIO
D. LIKERT
Ada Berapa jenis skala dalam pengukuran suatu Variabel ?
A. 3 Skala yaitu Celcius, Farenheit, Reamur
B. 4 Skala yaitu Nominal, Ordinal, Interval, Rasio
C. 5Skala yaitu Likert, Nominal, Ordinal, Interval, Rasio
D. 3 Skala yaitu Nominal, Interval, Rasio
Skala yang memungkinkan peneliti menetapkan subyek ke dalam katagori tertentu yang mutually exclusive dan collectively exhaustive.
A. Nominal
B. Ordinal
C. Rasio
D. Interval
Skala ...... selalu digunakan untuk memperoleh data personal, seperti gender atau departemen dimana seseorang bekerja
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Skala ..... tidak hanya menetapkan katagori, tetapi juga memberi urutan (rank) menurut kriteria tertentu, digunakan untuk memberi urutan preferensi atau kegunaan,dan digunakan untuk mengurutkan individu, objek, kejadian, dsb.
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Skala ...... memungkinkan untuk melakukan operasi aritmetik terhadap data yang dikumpulkan dari responden.
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Berbeda dengan skala nominal yang hanya memungkinkan kita membedakan secara kualitatif dengan cara memberi kategori yang mutually exclusive dan collectivelly exhaustive.
skala .........memungkinkan kita mengukur jarak setiap dua titik pada skala.
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Skala .......digunakan ketika repson dari berbagai butir yang mengukur variabel dapat dibagi menjadi beberapa skala, misalnya 5 skala atau 7 skala.
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Skala .......mengatasi kekurangan dari titik origin suatu skala interval, yang artinya skala interval mempunyai titik awal nol, sesuatu ukuran titik yang sangat berarti.
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Skala .....biasanya digunakan di penelitian organisasi ketika jumlah pasti suatu faktor obyektif ditentukan.
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Skala yang hanya mengukur perbedaan tanpa mengukur jarak, asal unique dan urutan
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Skala yang hanya mengukur perbedaan dan urutan
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Skala yang hanya mengukur perbedaan dan jarak serta urutan
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Skala yang mengukur perbedaan dan jarak serta urutan dan asal unique
A. Ordinal
B. Nominal
C. Rasio
D. Interval
Dalam Skala Nominal Untuk mengukur ukuran pemusatan dan uji signifikansi menggunakan
A. Mode,Mean dan X2
B. Mean dan X2
C. Mode dan X2
D. Mode,Median dan X2
Dalam Skala Ordinal Untuk mengukur ukuran pemusatan ukuran penyebaran dan uji signifikansi menggunakan
A. Median,Semi inter Quartile range dan Rank order
corelation
B. Mean,Semi inter Quartile range dan Rank order
corelation
C. Mode,Semi inter Quartile range dan Rank order
corelation
D. Median,Mean dan Rank order corelation
Dalam Skala Interval Untuk mengukur ukuran pemusatan ukuran penyebaran dan uji signifikansi menggunakan
A. Standar Deviasi,Semi inter Quartile range dan Rank order
corelation
B. Mean dan Standar deviasi; Varian; Covarian serta uji t dan F
C. Mode,Varian, covarian dan Rank order
corelation
D. Median,Mean dan Rank order corelation
Dalam Skala Rasio Untuk mengukur ukuran pemusatan ukuran penyebaran dan uji signifikansi menggunakan
A. Mode dan Standar deviasi; Varian; Covarian serta uji t dan F
B. Mean dan Standar deviasi; Varian; Covarian serta uji t dan F
C. Median dan Standar deviasi; Varian; Covarian serta uji t dan F
D. Median,Mean dan Rank order corelation
Jenis Skala Rating ....yang digunakan untuk memperoleh jawaban YA atau TIDAK
A. Kategori
B. Dikotomi
C. Likert
D. Nominal
Jenis Skala Rating ....yang menggunakan banyak butir untuk memperoleh respon tunggal (Ini juga merupakan skala nominal
A. Kategori
B. Dikotomi
C. Likert
D. Nominal
Jenis Skala Rating ....yang dirancang untuk menguji seberapa kuat suatu subyek disetujui atau tidak disetujui terhadap suatu pernyataan dengan 5 skala (Ini termasuk skala interval)nominal
A. Kategori
B. Dikotomi
C. Likert
D. Nominal
Jenis Skala Rating ....yang digunakan untuk mengkaji sikap responden terhadap merk, iklan atau obyek tertentu. Sifat dua-kutub digunakan utk memperoleh respon (Ini termasuk skala interval
A. Kategori
B. Dikotomi
C. Likert
D. Semantic Differential
Jenis Skala Rating ....yang mirip dengan skala semantic differential, dimana disediakan 5 atau 7 skala dengan kata sifat dan dua kutub diujungnya (Ini juga termasuk skala interval)
A. Kategori
B. Numeric
C. Likert
D. Semantic Differential
Jenis Skala Rating ....Responden ditanya untuk mendistribusikan suatu angka tertentu pada berbagai butir pilihan dengan jumlah tertentu (Ini lbh merupakan skala ordinal)
A. Kategori
B. Numeric
C. Constant Sum
D. Semantic Differential
Jenis Skala Rating ....Skala ini secara simultan mengukur baik arah maupun intensitas dari sikap terhadap butir-butir yg sedang dipelajari. Karakteristik yg dipelajari ditempatkan di tengah-tengah antara skala negatif dan skala positif, misal -3 dan +3
A. Stapel
B. Numeric
C. Constant Sum
D. Semantic Differential
Jenis Skala Rating ....suatu grafik membantu responden untuk menetapkan skala jawaban thd suatu pertanyaan tertentu dgn memberi tanda pada suatu titik di garis skala.
A. Stapel
B. Numeric
C. Constant Sum
D. Graphic Rating
Skala .....digunakan untuk mengukur preferensi diantara dua atau lebih obyek atau butir, sayang sekali sulit mengambil kesimpulan ketika suatu kategori telah diurutkan berdasarkan preferensi tsb, misalnya 35% memilih kategori 1, 35% memilih kategori 2, 20% masing-masing memilih kategori 3 dan kategori 4.
A. Rating
B. Ranking
C. Constant Sum
D. Graphic Rating
Jenis Skala Ranking.....digunakan jika responden diminta untuk memilih diantara dua obyek pada saat bersamaan. Ini bisa membantu menilai preferensi. Metode ini tepat jika jumlah pasangannya sedikit.
A. Paired Comparison
B. Ranking
C. Constant Sum
D. Graphic Rating
GOODNESS OF MEASURES : Koefisien reliabilitas diperoleh dgn mengulang pengukuran yang sama dikesempatan kedua, yg disebut test-retest reliablity. Kuisioner yang sama diberikan pada responden yang sama dengan waktu yang berbeda, apakah hasilnya konsisten, Itu dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor jawaban-jawaban
A. Test-Retest Reliability
B. Parallel-Form Reliability
C. Interitem Consistency Reliability
D. Split-Half Reliability
GOODNESS OF MEASURES : ketika respon dari dua pengukuran konsep yang sama sangat berkorelasi. Keduanya harus mempunyai butir yang serupa, format respon yang sama. Yang beda adalah “wording” dan urutan pertanyaan
A. Test-Retest Reliability
B. Parallel-Form Reliability
C. Interitem Consistency Reliability
D. Split-Half Reliability
GOODNESS OF MEASURES : pengujian terhadap konsistensi setiap jawaban responden. Jika butir-butir pertanyaan itu bebas satau dengan yang lain, tetapi mengukur konsep yang sama, mereka akan saling berkorelasi. Uji yang paling populer untuk ini adalah Uji Koefisien Alpha Cronbach dan formula Kuder-Richardson. Semakin tinggi korelasinya semakin baik pengukuran instrumen
A. Test-Retest Reliability
B. Parallel-Form Reliability
C. Interitem Consistency Reliability
D. Split-Half Reliability
GOODNESS OF MEASURES : korelasi antara dua bagian dari suatu instrumen. Kalau setiap indikator dibuat dua pertanyaan yang berbeda (negatif atau positif), dikorelasikan maka akan dbisa digunakan untuk menguji konsistensi instrumen.
A. Test-Retest Reliability
B. Parallel-Form Reliability
C. Interitem Consistency Reliability
D. Split-Half Reliability
GOODNESS OF MEASURES : Apakah instrumen memadai utk mengukur konsep.
A. Test-Retest Reliability
B. Parallel-Form Reliability
C. Interitem Consistency Reliability
D. Content Validity
GOODNESS OF MEASURES : Apakah ekspert memvalidasi instrumen pengukuran yg diharapkan diukur ?
A. Test-Retest Reliability
B. Parallel-Form Reliability
C. Face Validity
D. Content Validity
GOODNESS OF MEASURES : apakah pengukuran berbeda dalam membantu memprediksi suatu kriteria variabel?
A. Test-Retest Reliability
B. Criterion-related validity
C. Face Validity
D. Content Validity
GOODNESS OF MEASURES : apakah pengukuran berbeda dalam membantu memprediksi suatu krteria variabel saat ini ?
A. Concurent validty
B. Criterion-related validity
C. Face Validity
D. Content Validity
GOODNESS OF MEASURES : apakah pengukuran berbeda secara individual dalam membantu memprediksi suatu kriteria masa depan ?
A. Predictive validity
B. Criterion-related validity
C. Face Validity
D. Content Validity
GOODNESS OF MEASURES : Apakah instrumen mengukur konsep sebagai suatu teori
A. Predictive validity
B. Construct Validity
C. Face Validity
D. Content Validity
GOODNESS OF MEASURES : Apakah dua instrumen mengukur konsep berkorelasi sangat tinggi.
A. Predictive validity
B. Construct Validity
C. Convergen Validity
D. Content Validity
GOODNESS OF MEASURES : Apakah suatu pengukuran mempunyai korelasi yang rendah dgn suatu variabel yg diperkirakan tidak berkaitan.
A. Predictive validity
B. Construct Validity
C. Convergen Validity
D. Discriminat Validity
