NEW
Font size
WorksheetsSeminar Recent Update Asthma & COPD
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Bila pasien asma tetap tidak terkontrol dengan terapi Jenjang 2, maka berdasarkan GINA 2019 untuk obat pengontrol:
Perlu ditambahkan tiotropium
Perlu ditambahkan LABA (menjadi dosis rendah ICS/LABA)
Perlu diberikan dosis medium ICS/LABA
Perlu diberikan kortikosteroid dosis menengah/ tinggi dan LABA
Tujuan perubahan pada GINA 2019, kecuali:
Untuk mengurangi risiko eksaserbasi dan kematian akibat asma di semua jenjang termasuk pada pasien asma ringan
Untuk memberikan pesan konsisten mengenai tujuan pengobatan asma, termasuk pencegahan eksaserbasi, di semua jenjang asma
Untuk mencegah pasien menjadi ketergantungan SABA sejak jenjang awal
Untuk meningkatkan pemakaian SABA
Pada pasien yang mengalami eksaserbasi asma, adanya faktor – faktor berikut akan meningkatkan resiko kematian oleh karena asma kecuali
Pemakaian SABA yang tinggi (lebih dari 1 canister salbutamol/ bulan)
Pemakaian SABA yang rendah
Tidak menggunakan kortikosteroid inhalasi
Pernah dirawat oleh karena asma dalam 12 bulan terakhir
Sesuai GINA gejala asma pada 4 minggu terakhir di bawah ini dipakai untuk menentukan tingkat kontrol asma, kecuali:
Gejala asma di pagi/ siang hari lebih dari 4 kali/ minggu
Terbangun di malam hari oleh karena asma
Kebutuhan obat pelega lebih dari 2 kali/ minggu
Adanya keterbatasan aktifitas fisik oleh karena asma
Berdasarkan guideline GINA 2019, pemberian ICS/formoterol sebagai obat pelega pada pasien asma dapat diberikan pada jenjang:
Jenjang 1-2
Jenjang 2-5
Jenjang 1-5
Jenjang 3-5
Berikut merupakan karakteristik dari PPOK
PPOK didasari oleh riwayat alergi / rhinitis yang menyertai
PPOK umumnya muncul saat usia dewasa muda
PPOK secara perlahan bersifat progresif
PPOK gejalanya bervariasi dari waktu ke waktu
Berdasarkan GOLD 2019, diagnosis PPOK harus melibatkan penilaian berikut, kecuali:
Riwayat alergi
Gejala batuk berkepanjangan disertai dahak (sputum)
Faktor risiko merokok tembakau
Penilaian fungsi paru melalui alat spirometri
Berdasarkan GOLD 2019, posisi terapi ICS/LABA untuk pasien PPOK adalah sbb:
Sebagai terapi inisiasi untuk kelompok D dengan riwayat asma atau eksaserbasi
Sebagai terapi lanjutan di semua kelompok ABCD pada pasien monoterapi bronkodilator dengan riwayat atau temuan asma dan untuk pasien kombinasi LABA/LAMA yang masing mengalami eksaserbasi dengan kadar eos ≥100 sel/µL
Sebagai terapi lanjutan untuk pasien kelompok ABCD dengan ≥ 2x eksaserbasi sedang per tahun atau min 1x eksaserbasi berat yang membutuhkan hospitalisasi 1 tahun sebelumnya
Semua benar
Bila dalam 4 minggu terakhir, rata-rata pasien mengalami gejala asma siang hari 4 hari dalam seminggu, kadang terbangun malam hari oleh karena asma, membutuhkan terapi pelega untuk mengatasi gejala asma lebih 4x/minggu, tidak ada keterbatasan aktifitas oleh karena asma, maka berdasarkan GINA 2019 termasuk:
Well controlled (terkontrol)
Partly controlled (terkontrol sebagian)
Uncontrolled (tidak terkontrol)
Tidak dapat diklasifikasikan
Berdasarkan GOLD 2019, pasien PPOK dengan FEV1 paska pemberian bronkodilator 60% predicted, skor CAT (COPD Assessment Test) 8, riwayat eksaserbasi 2x dalam kurun waktu 1 tahun terakhir termasuk pasien grup:
GOLD 2, Kelompok C
GOLD 2, Kelompok D
GOLD 3, Kelompok C
GOLD 3, Kelompok D
