WorksheetsKUIS 7
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Pada keadaan darurat setelah bencana longsor di desa, kader kesehatan dan perawat melakukan koordinasi untuk melakukan penyelamatan bencana dengan turun langsung ke area bencana setelah kondisi aman. Apakah tindakan yang perlu dilakukan segera oleh perawat dalam situasi tersebut?
Melakukan koordinasi dengan masyarakat tentang jalur penyelamatan
Berkoordinasi dengan tim dokter untuk persiapan rumah sakit lapangan
menghubungi tim SAR yang berpengalaman untuk penyelamatan
menunggu waktu yang aman untuk melakukan pertolongan
melakukan triage bencana pada korban
Setelah kejadian bencana, perawat dan keder mulai mengkaji dan mengidentifikasi berbagai masalah yang muncul untuk kesiapan dan kemandirian masyarakat jike bencana serupa datang kembali. Apakah upaya yang tepat dilakukan perawat kepada masyarakat tersebut?
pembuatan jalur evakuasi
pelatihan simulasi bencana
pembentukan desa siaga bencana
pembuatan peta evakuasi bencana
menjalin kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat
Tn K usia 43 tahun dirawat di penyakit dalam dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian TD 130/80 mmHg, nadi 88 kali/menit, napas 24 kali/menit, hasil X-ray thoraks menunjukkan adanya pleuritis dextra. saat ini perawat melakukan pemeriksaan fisik paru pada tahap auskultasi. apakah hasil pemeriksaan pada kasus tersbeut?
ronkhi
vesikuler
wheezing
bronchial
frinction rub
Seorang laki-laki berusia 39 tahun, dirawat diruangan penyakit dalam dengan keluhan sakit saat menelan. Hasil pemeriksaan didapatkan makan habis 1/3 porsi, bau napas tidak sedap, cegukan, regurgitasi makanan, rasa penuh pada epigastrium, badan terlihat kurus, IMT 15. Pasien tampak gelisah, Nilai Hb 9,0 gr/dl, hasil pemeriksaan patologi anatomi menunjukkan adanya keganasan pada esophagus. Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?
Kaji status nyeri pasien
Kaji status nyeri pasien
Berikan intake nutrisi adekuat
Ajarkan tehnik relaksasi nafas dalam
Ajarkan tehnik relaksasi nafas dalam
Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat diruangan penyakit dalam dengan keluhan mudah lelah saat beraktivitas. Hasil pengkajian didapatkan data pasien mengatakan sering terjaga saat tidur karena sesak, distensi vena jugularis, ictus cordis lebih dari 2 cm, edema pada ekstremitas bawah. Tekanan Darah 100/60 mmHg, frekuensi nadi 90x/mnt, frekuensi napas 28x/mnt, Suhu 36.50C. Apakah tindakan keperawatan yang tepat?
Batasi aktivitas
Batasi intake cairan
Monitor intake output
Kolaborasi pemberian oksigen
Kaji tingkat pengetahuan pasien
Seorang perempuan berusia 35 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan mual muntah. Hasil pengkajian didapatkan data pasien terlihat lemas dan makan hanya 2 sendok, kulit pasien kuning, sklera pasien ikterik, kuku pasien kuning. Nilai bilirubin direk: 2,5 mg/dl, SGOT: 50 unit, SGPT: 45 unit, albumin: 2,5, terdapat asites. Apakah tindakan keperawatan yang tepat?
Kaji tingkat kesadaran
Kaji tingkat toleransi aktivitas
Kaji rasa tidak nyaman pada area kulit
Berikan diet tinggi karbohidrat dengan asupan protein
Tinggikan bagian kepala tempat tidur selama pasien makan
Seorang laki-laki berusia 67 tahun, dirawat diruang penyakit syaraf dengan keluhan tibatiba tangan dan kaki kanan tidak bisa digerakkan. Hasil pemeriksaan didapatkan data wajah tidak simetris, bicara pasien tidak jelas, penglihatan kabur, disfagia dan sulit makan. TD 170/100 mmHg, frekuensi nadi 67x/mnt, frekuensi nafas 20x/mnt, suhu 36,60C. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Gangguan mobilitas fisik
Gangguan sensori persepsi
Gangguan pemenuhan nutrisi
Gangguan perfusi jaringan serebral
Gangguan kelebihan volume cairan
Seorang perempuan berusia 27 tahun dirawat diruang penyakit syaraf dengan keluhan penurunan kesadran. Hasil pemeriksaan didapatkan racoone eye, GCS 12, ada retraksi dinding dada, pernafasan cuping hidung, menggunakan otot bantu nafas, posisi tidur semi fowler, terpasang NGT, pasien gelisah. TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 103 x/mnt, frekuensi napas 28 x/mnt, suhu 36,90C. Apakah masalah keperawatan yang tepat?
Gangguan pola tidur
Pola nafas tidak efektif
Gangguan pertukaran gas
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Perubahan pemenuhan kebutuhan nutrisi
Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat di ruang penyakit dalam mendapatkan terapi cairan via infus dengan kecepatan 21 tetes/menit. Pasien mengeluhkan nyeri pada area insersi. Hasil pengkajian didapatkan pada daerah radialis berwarna merah, bengkak, hangat dan nyeri. TD 120/80mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 380 C. Apakah intervensi keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Memasang iv catheter di tempat baru
Mengompres hangat daerah insersi
Memperlambat tetesan infus
Mengubah posisi tangan
Menghentikan infus
Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke UGD dengan keluhan mencret. Hasil pengkajian diketahui frekuensi 10x per hari, perut dirasaakan nyeri melilit dengan skala 5 (0- 10) yang datang sekali kali, mual muntah, kejadian sejak 3 hari yang lalu. Pasien tampak lemah, menyatakan tidak bisa tidur, turgor kulit kurang baik. TD 100/65mmHg, frekuensi nadi 95x/menit, frekuensi napas 22x/menit, suhu 38,50C. Apakah masalah keperawatan prioritas pada kakus tersebut?
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
Kekurangan cairan dan elektrolit
Mual
Hipertermi
Nyeri
