wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tumed, Tumpar, Peny Pleura, Transplan Paru

Total questions: 40

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki laki 55 tahun ke poliklinik mengeluh batuk darah sejak 3 hari lalu disertai nyeri dada kanan yang tidak dipengaruhi aktivitas. Pasien juga mengeluh demam tidak terlalu tinggi, tidak sesak, berat badan turun 5 kg dalam sebulan terakhir. Pasien perokok aktif dan bekerja sebagai petani karet. Kesadaran komposmentis, tekanan darah120/80 mmHg, denyut nadi 86 x/menit, laju napas 22 x/menit, suhu 37,5oC. Hasil foto dan CT-scan toraks terlampir. Apakah prosedur paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien ini?

a)

Transthoracal needle aspiration (TTNA)

b)

Transbronchial needle aspiration (TBNA)

c)

Transbronchial lung biopsy (TBLB)

d)

Transthoracal biopsy (TTB)

e)

Bronkoskopi ultrasound

2.

Seorang lelaki berusia 20 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan rasa tidak nyaman di daerah dada bagian tengah sejak sebulan yang kadang-kadang disertai sesak napas. Tidak ada riwayat perawatan rumah sakit sebelumnya. Tekanan darah 130/80 mmHg; frekuensi nadi 80 x/menit; laju napas 16 x/menit; pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Darah rutin Hb 12 g/dL; leukosit 10.500/μL; trombosit 410.000/μL. Pada CT-scan dada didapatkan gambaran massa pada mediastinum superior. Apakah tes yang palingtepat dilakukan untuk menegakkan kemungkinan diagnosis?

a)

βHCG, CEA, AFP, LDH

b)

Cyfra 21-1, AFP, CEA, CA 15-3

c)

CEA, tiroglobulin, LDH, CA 15-3

d)

βHCG, CA 15-3, tiroglobulin, LDH

e)

Cyfra 21-1, CEA, CA 15-3, LDH

3.

Seorang perempuan 45 tahun ke poliklinik batuk dan sesak napas yang makin memberat dalam 3 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh sakit di punggung yang hilang timbul, berat badan turun 10 kg, dan sudah 2 kali keluar darah segar sebanyak 1 sendok makan pada saat batuk. Foto toraks tampak massa paru kiri atas diameter 3 cm dengan pelebaran mediastinum juga efusi pleura setinggi sela iga 7. Hasil sitologi cairan pleura didapatkan karsinoma paru sel kecil. USG abdomen didapatkan limfadenopati paraaorta abdominal. Apakah tatalaksana paling tepat pada pasien ini?

a)

Kemoradioterapi paliasi

b)

Pungsi berulang + pleurodesis + kemoterapi paliasi

c)

Pungsi berulang + pleurodesis + kemo/radioterapi

d)

Operasi + kemoterapi paliasi

e)

Operasi + kemoterapi konkuren

4.

Seorang laki-laki berusia 55 tahun ke poliklinik mengeluh sesak napas, sulit menelan, sulit bicara, dan lemah badan. Pemeriksan fisik didapatkan ptosis ipsilateral. Laboratorium didapatkan penurunan gammaglobulin. CT-scan didapatkan massa berbatas tegas di mediastinum anterior. Apakah diagnosis yang paling mungkin diderita pasien ini?

a)

Kista mediastinum

b)

Teratodermoid

c)

Neurofibroma

d)

Karsinoma tiroid

e)

Timoma

5.

Seorang perempuan berusia 60 tahun ke poliklinik mengeluh sesak memberat dalam 5 bulan, nyeri tenggorokan, dan batuk berdahak putih. Berat badan turun 5 kg, dan ada riwayat asma berobat teofilin dan inhalasi Ventolin®. Pemeriksaan fisik ada limfadenopati KGB supraklavikula kanan tidak nyeri tekan. CT-scan toraks menunjukkan massa diameter 7 cm di lobus bawah paru kanan bawah dan limfadenopati KGB paratrakea kanan dan subkarina. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada hasil sitologi setelah biopsi transtorakal terhadap massa paru?

a)

Limfoma sel B

b)

Mesotelioma

c)

Adenokarsinoma metastasis dari payudara

d)

Multiple endocrine neoplasia

e)

Karsinoma sel skuamos

6.

Seorang lelaki berusia 58 tahun datang ke poliklinik mengeluh sesak sejak 2 minggu lalu. Pasien juga mengeluh batuk berdahak yang kadang bercampur sedikit darah dan nyeri dada kanan. Pasien merokok 1 bungkus/hari sejak 30 tahun lalu. Perkusi paru redup di hemitoraks kanan, dan suara napas menurun. Foto toraks tampak gambaran radioopak pada hemitoraks kanan dan pendorongan trakea juga jantung ke kiri. CT-scan toraks tampak massa pada hilus kanan yang menyangat post kontras dan efusi pleura kanan. Sitologi cairan pleura didapatkan adenokarsinoma, dan tes epidermal growth factor receptor (EGFR) menunjukkan tidak ada mutasi. Apakah tatalaksana paling tepat bagi pasien ini?

a)

Kemoterapi

b)

Operasi dan radiasi

c)

Kemoterapi dan radiasi

d)

Operasi dilanjutkan dengan kemoterapi

e)

Operasi dilanjutkan dengan kemoterapi dan radiasi

7.

Seorang laki-laki berusia 42 tahun, menjalani pemeriksaan kesehatan rutin sebagai persyaratan penerimaan kerja di satu perusahaan. Pasien tidak ada keluhan apapun, dan tidak ada riwayat sakit paru maupun riwayat merokok. Tekanan darah 110/80 mmHg, denyut nadi 80 x/menit, laju napas 16 x/menit; pemeriksaan paru dan jantung tidak ada kelainan. Foto toraks tampak nodul diameter 2 cm di parakardial kanan. Apakah tindakan evaluasi selanjutnya yang harus dilakukan?

a)

Foto toraks ulang 4 bulan kemudian

b)

Melakukan pemeriksaan CT-scan toraks

c)

Melakukan pemeriksaan PET-scan

d)

Terapi berdasarkan pola kalsifikasi dari nodul

e)

Tidak perlu pemeriksaan penunjang lanjutan

8.

Seorang laki-laki berusia 44 tahun ke poliklinik mengeluh sakit dada sejak 1 bulan lalu dan kadang disertai sesak napas. Tidak ada riwayat perawatan RS sebelumnya. Tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 80 x/menit, laju napas 20 x/menit. Pemeriksaan dada tampak ginekomastia dan auskultasi paru terdengar suara napas vesikuler, tidak ada ronki dan wheezing. Laboratorium Hb 12 g/dL; leukosit 10.500/µL; trombosit 410.000/µL; LED 70 mm/jam. Hasil foto dan CT-scan toraks terlampir. Apakah pemeriksaan penunjang paling tepat dilakukan diagnosis banding pasien ini?

a)

NSE, tiroglobulin

b)

CA 15-3, tiroglobulin

c)

β-hCG, CEA, AFP

d)

Cyfra 21-1, LDH

e)

Cyfra 21-1, NSE

9.

Seorang laki-laki 67 tahun, ke poliklinik mengeluh batuk lama semakin memberat, dan penurunan berat badan. RIwayat pernah didiagnosis tumor saat periksa di poliklinik paru, namun menolak rencana pemeriksaan lanjutan. Tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 102 x/menit regular, laju napas 30 x/menit, suhu 36,3oC. Pemeriksaan wajah didapatkan ptosis, miosis, enoftalmus dan anhidrosis hemifasial. Di manakah perkiraan lokasi tumor yang diderita pasien ini?

a)

Apeks paru kanan

b)

Lobus bawah paru kiri

c)

Mediastinum superior

d)

Mediastinum anterior

e)

Mediastinum posterior

10.

Seorang laki-laki berusia 50 tahun, ke poliklinik membawa hasil foto toraks kesan massa paru kiri atas diameter 3 cm. Hasil pemeriksaan endobronchial ultrasound (EBUS) terdapat pembesaran KGB subkarina dan penyempitan B2 kiri. Dilakukan biopsi di B2 dengan hasil sitologi adenokarsinoma. Evaluasi bone scan dan USG abdomen normal. Apakah pilihan terapi paling tepat pasien ini?

a)

Radiasi + Reseksi

b)

Kemoterapi + radiasi

c)

Reseksi + Kemoterapi

d)

Reseksi + Kemoradiasi

e)

Kemoterapi + Reseksi + Kemoradiasi / Kemoterapi lini 2

11.

Seorang perempuan berusia 25 tahun, datang ke poliklinik Penyakit Dalam mengeluh 1 bulan sering nyeri dada sebelah kanan terutama saat menarik napas panjang. Perkusi paru didapatkan area pekak di dada kanan atas. CT-scan toraks menunjukkan massa mediatinum anterior disertai kalsifikasi. Histopatologi menunjukkan jaringan yang mengandung tiga lapis germinal. Apakah pernyataan paling tepat mengenai kemungkinan diagnosis pasien ini?

a)

Terdiri dari kista dermoid jinak

b)

Terdiri dari teratoma jinak dan seminoma

c)

Penurunan konsentrasi kadar beta HCG

d)

Penurunan sekresi katekolamin

e)

Penurunan kadar insulin

12.

Seorang laki-laki berusia 47 tahun datang ke IGD karena keluhan sesak napas yang dirasakan semakin berat jika pasien tidur terlentang. Pasien juga mengeluh batuk, sulit menelan, sulit bicara dan anggota tubuh lemah. Pemeriksaan fisik didapatkan pemberton sign positif. Foto toraks didapatkan gambaran sugestif massa mediastinum DD/ massa paru. Apakah pemeriksaan selanjutnya yang diperlukan untuk penegakan diagnosis pasti pasien ini?

a)

MSCT-scan toraks

b)

Endobronchial ultrasound

c)

MRI toraks

d)

CT-scan guided biopsy

e)

Torakotomi

13.

Seorang laki-laki berusia 47 tahun datang ke RS dengan keluhan wajah kemerahan dan nyeri. Tekanan darah 160/100 mmHg, Nadi 100 x/menit, laju napas 18 x/menit, suhu 37oC, didapatkan enoftalmus, anhidrosis serta paraplegia. Pada pemeriksaan penunjang urin didapatkan katekolamin dan metanefrin. CT-scan toraks didapatkan massa mediastinum posterior. Apakah diagnosis yang paling mungkin diderita pasien ini?

a)

Limfoma maligna

b)

Feokromositoma

c)

Adenoma paratiroid

d)

Kista duktus torasikus

e)

Germ cell neoplasms

14.

Seorang perempuan berusia 25 tahun dikonsulkan dari bagian neurologi dengan miastenia gravis. Mengeluh nyeri dada, batuk, sulit menelan, sulit bicara dan anggota tubuh lemah. Pemeriksaan fisik didapatkan ptosis bilateral. CT-scan toraks didapatkan gambaran massa mediastinum anterior. Apakah kelainan lain yang sering didapatkan pada pasien seperti ini?

a)

Sjogren syndrome

b)

Pancoast tumor

c)

Castleman Disease

d)

Hypergammaglobulinemia

e)

Inflammatory Bowel Disease

15.

Seorang perempuan 25 tahun mendadak sesak dan mengeluh nyeri dada. Pasien juga mengeluhkan batuk, sulit menelan, sulit bicara dan anggota tubuh lemah. Pemeriksaan fisik didapatkan ptosis. MSCT-scan toraks tampak gambaran massa berbatas tegas pada mediastinum anterior. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?

a)

Lipoma

b)

Timoma

c)

Neurofibroma

d)

Teratodermoid

e)

Kista mediastinum

16.

Seorang laki-laki 58 tahun mengeluh batuk sejak 5 bulan, kadang disertai bercak darah, demam dan sesak disangkal, penurunan berat badan 5 kg dalam 5 bulan terakhir,dan riwayat merokok 2 bungkus perhari sejak usia 15 tahun. Pemeriksaan fisik didapatkan pembesaran KGB supraklavikular kiri. CT scan toraks didapatkan nodul ukuran 3 cm pada paru kiri. USG abdomen tampak limfadenopati KGB paraaorta. Kemungkinan pada stadium berapa penyakit yang diderita oleh pasien ini?

a)

IIA

b)

IIB

c)

IIIA

d)

IIIB

e)

IV

17.

Seorang laki-lakiberusia 63 tahun dibawake IGD RS mengeluh sesak yang memberat. Pasien pernah didiagnosa tumor paru saat periksa di poliklinik paru, namun menolak semua pemeriksaan lanjutan dan memilih pengobatan alternatif. Tekanan darah 160/90 mmHg, denyut nadi 102 x/menit regular, laju napas 34 x/menit, suhu tubuh 36,3°C. Perkusi paru redup di apeks kanan. Apakah kemungkinan kelainan kepala leher yang dijumpai pada pasien ini?

a)

Eksoftalmus

b)

Lagoftalmus

c)

Enoftalmus

d)

Plethora

e)

Bull's neck

18.

Seorang perempuan 48 tahun datang dengan keluhan batuk darah sejak 1 bulan terakhir, sesak disangkal. CT-scan toraks didapatkan nodul paru kanan diameter 6cm, imfadenopati parahilar kanan dan paratrakeal kiri. Pemeriksaan TTB didapatkan hasil sitologi adenokarsinoma. USG abdomen tidak tampak gambaran metastasis hepar dan KGB paraaorta. Apakah tatalaksana paling tepat bagi pasien ini?

a)

Kemoterapi neoajuvan + radiasi

b)

Kemoterapi neoajuvan + reseksi

c)

Reseksi + kemoradioterapi

d)

Kemoradioterapi saja, karena tumor unresectable

e)

Reseksi tumor, tidak perlu kemoterapi atau radioterapi

19.

Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang ke RS mengeluh diare, nyeri dan muka memerah. Pemeriksaan fisik didapatkan hipertensi, ptosis, miosis pupil, enoftalmus, anhidrosis ipsilateral serta paraplegia. Pemeriksaan urin positif vanillymandelic acid. Foto toraks lateral tampak massa mediastinum posterior. Apakah kemungkinan diagnosis yang diderita pasien ini?

a)

Germ cell neoplasms

b)

Kista duktus torasikus

c)

Limfoma maligna

d)

Neuroblastoma

e)

Kista dermoid

20.

Seorang laki-laki 26 tahun dengan fibrosis kistik ke poliklinik karena sesak dan batuk progresif setelah berulang terkena infeksi saluran napas bawah. Pasien sering rawat inap untuk diterapi antibiotik intravena dan fisioterapi dada. Kultur dahak sebelumnya didapatkan Pseudomonas aeruginosa sensitif terhadap gentamisin, tobramycin dan ciprofloxacin, tetapi resisten terhadap imipenem dan antibiotik lainnya. 2 bulan sebelumnya, FVC 1,6 L (prediksi 45%) dan FEV1 0,6 L (prediksi 30%). 4 bulan lalu, pasien mengalami pneumotoraks kiri yang memerlukan insersi selang dada. Follow up 1 tahun lalu, FVC 2,3 L (prediksi 55%) dan FEV1 1,1 L (prediksi 45%). Pasien sangat kooperatif dan patuh berobat, fisioterapi dada dua kali sehari, dan follow up rutin. Kemungkinan kondisi pasien memburuk akibat depresi setelah pacarnya meninggal 3 bulan lalu. Pada saat ini, apakah pilihan tatalaksana paling ideal?

a)

Konseling dan rehabilitasi paru

b)

Pleurodesis profilaksis di hemitoraks kiri

c)

Transplan paru tunggal sebelah kanan

d)

Transplan paru bilateral

e)

Rawat inap dan lanjut follow up rutin

21.

Seorang laki-laki 22 tahun, masuk IRD akibat trauma tumpul dada terbentur stir mobil saat kecelakaan lalu lintas. Pasien sadar, tanda vital stabil, tidak ada bukti jejas lain. Foto toraks tampak effusif pleura kanan setinggi separuh hemitoraks, tidak ada fraktur kosta atau pneumotoraks. Analisis cairan pleura: Jumlah sel 12000/uL, neutrofil 80%, limfosit 15%, makrofag 5%, protein total 5.5 g/dL, LDH 500 U/L, glukose 100 mg/dL, pH 7.38, rasio hematokrit cairan pleura/darah 60%. Apakah tatalaksana paling tepot pada pasien ini?

a)

Observasi

b)

Torakosentesis

c)

Urokinase intrapleura

d)

insersi selang dada

e)

Torakotomi

22.

Seorang laki-laki 65 tahun masuk IRD karena demam tinggi, sesak napas, dan batuk berdahak kehijauan. Perkusi dada redup di basal hemitoraks kanan dan terdengar ronki saat auskultasi. Foto toraks terdapat infiltrat suprahilar kanan dan sudut kostofrenikus kanan tumpul. Pasien kemudian dilakukan torakosentesis. Dari hasil analisis cairan pleura, apakah indikasi insersi selang dada dan drainase?

a)

Cairan serosanguinosa

b)

pH <7.2

c)

Glukosa <60 mg/dL

d)

Apusan gram negatif

e)

LDH >200 U/L

23.

Seorang perempuan, 58 tahun ke IGD mengeluh sesak dengan aktivitas ringan, berhenti merokok sejak 5 tahun lalu, dan memiliki riwayat konsumsi obat bronkodilator dan kortikosteroid inhalasi. Hasil tes faal paru: FEV1 0,41L (18%pred), FVC 0,82L (30%pred), FEV1/FVC 51%, transfer factor of the lung for carbon monoxide (TLCO) yaitu 15%. CT-scan toraks menunjukkan emfisema difus. Dalam 16 bulan terakhir, kondisi klinis stabil meskipun faal paru menurun. Apakah tatalaksana berikut yang paling tepat bagi pasien ini?

a)

Lanjut terapi medis

b)

Rujuk untuk evaluasi transplantasi paru

c)

Bronkoskopi untuk reduksi volume paru

d)

Operasi untuk reduksi volume paru

e)

Rehabilitasi paru dilanjutkan operasi untuk reduksi volume paru

24.

Seorang laki-laki usia 30 tahun masuk ke UGD dengan keluhan nyeri dada yang dirasakan tiba-tiba sejak 2 jam yang lalu, saat isitirahat. Pasien juga merasakan sesak napas semakin memberat, disertai batuk. Pasien merupakan perokok sejak 10 tahun lalu, dalam sehari mengkonsumsi 1 bungkus rokok. Tekanan darah 120/70, nadi 110 kali/menit, napas 32 kali/menit, suhu 36,7oC. Bunyi pernapasan menurun di hemitoraks kanan, peruks hipersonor, dan fremitus vokal menurun pada palpasi. Apakah prosedur selanjutnya yang penting dilakukan pada pasien ini?

a)

Foto toraks lateral

b)

Foto toraks PA

c)

Bronkoskopi emergensi

d)

CT-scan toraks dengan kontras

e)

USG toraks

25.

Seorang laki-laki, 49 tahun ke poliklinik penyakit dalam mengeluh wajah kemerahan dan lemah kedua tungkai. Tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 100 x/menit, napas 20 x/menit, suhu 37,2oC, pupil miosis dengan refleks lambat pada rangsang cahaya, anhidrosis dan paraplegia. CT-scan toraks tampak massa mediastinum posterior. Urinalisis terdapat asam vinil mandelik. Apakah kemungkinan diagnosis pasien ini?

a)

Germ cell neoplasma

b)

Ganglioneuroma

c)

Limfoma

d)

Teratoma

e)

Timoma

26.

Perempuan 23 tahun ke IRD dengan keluhan mendadak sesak napas disertai nyeri dada. Pasien juga batuk, sulit menelan, sulit bicara dan lemah anggota gerak tubuh. Pemeriksaan fisik didapatkan ptosis, CT-scan toraks tampak massa berbatas tegas di mediastinum anterior. Apakah diagnosis yang mungkin untuk pasien ini?

a)

Kista mediastinum

b)

Teratodermoid

c)

Neurofibroma

d)

Timoma

e)

Lipoma

27.

Laki-laki, 23 tahun ke poliklinik penyakit dalam mengeluh rasa tidak nyaman di dada bagian tengah sejak sebulan yang kadang-kadang disertai sesak napas. Tidak ada riwayat perawatan rumah sakit sebelumnya. Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 88 x/menit, napas 16 x/menit, dan pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Laboratorium: Hb 13,5 g/dL; leukosit 9.500/μL; trombosit 375.000/μL. CT-scan toraks tampak massa mediastinum anterior. Apakah pemeriksaan laboratorium yang tepat untuk menegakkan kemungkinan diagnosis?

a)

Beta-HCG, CA 15-3, Tiroglobulin, LDH

b)

CEA, Tiroglobulin, LDH, CA 15-3

c)

Cyfra 21-2, AFP, CEA, CA 15-3

d)

Tiroglobulin, CEA, AFP, LDH

e)

Beta-HCG, CEA, AFP, LDH

28.

Laki-laki, berusia 72 tahun berobat dengan keluhan batuk darah volume sekitar 1 sendok teh sehari dalam beberapa bulan terakhir yang hilang timbul. Tidak ada riwayat demam namun berat badan turun 8 kg selama 4 bulan terakhir, disertai suara serak dan sulit menelan sejak 2 minggu lalu. Pasien mengaku merokok 2 bungkus per hari dalam 50 tahun terakhir. Auskultasi toraks terdengar mengi di kedua lapangan paru, jari tabuh pada kaki dan tangan, dan tidak ada pembesaran kelenjar limfe. Foto toraks tampak pembesaran hilus kiri. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk kasus ini?

a)

PPOK

b)

Tumor paru

c)

Bronkiektasis

d)

Sindrom vena Cava superior

e)

Pneumonia dengan bronkospasme

29.

Perempuan berusia 25 tahun, datang dengan keluhan lemah kedua tangan dan kaki 1 minggu terakhir. Kelemahan dirasakan berfluktuasi dari waktu ke waktu. Dirasakan lebih ringan pagi hari, semakin memberat waktu siang hingga sore hari. Kelopak mata pasien terasa sulit diangkat, dan merasa kelemahan saat menguyah makanan dalam jangka panjang. Tidak ada riwayat konsumsi antibiotik. Pemeriksaan fisik mata ptosis; paru, jantung dan abdomen tidak ada kelainan. Kekuatan otot ekstremitas atas 3/3; otot ekstremitas bawah 4/4; Refleks patologis negatif. Lab: Na 139; K 3,9; Cl 103. CT-scan tampak massa solid berates tegas di mediastinum anterior. Apakah diagnosis paling mungkin pada pasien ini?

a)

Timoma

b)

Teratoma

c)

Limfoma maligna

d)

Tiroid retrosternal

e)

Sindrom paraneoplastik

30.

Perempuan berusia 25 tahun, datang ke poliklinik untuk berkonsultasi membawa hasil medical check-up. Pasien tidak ada keluhan sebelumnya. CT-scan toraks tampak massa solid berbatas tegas dan kalsifikasi di mediastinum anterior. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?

a)

Timoma

b)

Schwannoma

c)

Neurofibroma

d)

Kista bronkogenik

e)

Tiroid lobus piramid

31.

Perempuan berusia 25 tahun datang ke poliklinik untuk berkonsultasi, setelah menjalani total reseksi tumor kelenjar thymus 1 bulan lalu. Histopatologi jaringan didapatkan timoma tanpa invasi kapsul (totally encapsulated). Apakah tatalaksana paling tepat bagi pasien ini?

a)

Radioterapi

b)

Kemoterapi

c)

Reseksi tumor ulang

d)

Skrining CT-scan toraks berkala

e)

Kemoterapi dilanjutkan radioterapi

32.

Laki-laki berusia 58 tahun datang mengeluh sesak napas disertai nyeri dada dan batuk sejak 2 bulan yang lalu. Pasien merupakan perokok aktif >30 tahun. Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 88 kali/menit, napas 24 kali/menit dan suhu 37,2°C. Pemeriksaan fisik toraks didapatkan Hamman’s sign, sehingga pasien dicurigai mengalami emfisema mediastinum. Berikut ini, manakah yang termasuk kelainan pada mediastinum posterior?

a)

Schwannoma, ganglioneuroma

b)

Germ cell neoplasma, seminoma

c)

Kista enterik, timoma, neuroendokrin tumor

d)

Kista perikard, limfoma, kista bronkogenik

e)

Karsinoma primer, limfoma, tumor mesenkimal

33.

Laki-laki berusia 52 tahun ke IRD dengan keluhan sesak napas dan didapatkan efusi pleura pada pemeriksaan fisik. Setelah dilakukan torakosintesis, didapatkan hematotoraks. Manakah yang menjadi representasi hasil analisa cairan pleura pada pasien ini?

a)

pH cairan pleura <7,30

b)

Hitung limfosit 90-95%

c)

Kadar glukosa <30 mg/dL

d)

Rasio glukosa efusi/serum <0,5

e)

Hematokrit efusi/serum >0,5

34.

Laki-laki berusia 52 tahun ke IRD dengan keluhan sesak napas dan didapatkan efusi pleura pada pemeriksaan fisik. Setelah dilakukan torakosintesis, didapatkan empiema. Manakah yang menjadi representasi hasil analisa cairan pleura pada pasien ini?

a)

pH cairan pleura >7,30

b)

Hitung limfosit 90-95%

c)

Kadar glukosa >60 mg/dL

d)

Kadar LDH >1000 IU/L

e)

Hematokrit efusi/serum >0,5

35.

Laki-laki berusia 26 tahun datang ke IRD dengan keluhan sesak napas, muka dan leher membengkak, suara serak, nyeri kepala dan nyeri dada. Pemeriksaan fisik didapatkan bengkak pada wajah, ptosis unilateral, serta venaktasi area leher dan dada. CT-scan tampak massa mediastinum anterior. Pasien direncanakan dilakukan tindakan biopsi. Apakah tatalaksana paling tepat bagi pasien saat ini?

a)

Inhalasi kortikosteroid

b)

Inhalasi SABA 3x dalam 60 menit

c)

Inhalasi albuterol+ipratropium bromida

d)

Intubasi dan ventilasi mekanik

e)

Radioterapi 1x8 Gy

36.

Laki-laki berusia 70 tahun ke poliklinik dengan keluhan sesak napas dan batuk berdahak disertai bercak darah sejak beberapa minggu lalu. Pasien juga menderita diabetes melitus dan kolesterol tinggi dengan obat yang rutin dikonsumsi yaitu glibenklamid dan simvastatin. Ada riwayat merokok 2 bungkus per hari sejak usia muda dan riwayat keluarga dengan hipertensi. Tanda vital dalam batas normal, tampak abdominal striae, moon face, dan obesitas trunkal disertai peningkatan hormon ACTH. Foto toraks tampak nodul soliter di area sentral, dan CT-scan toraks menunjukkan multinodul di hepar. Apakah kemungkinan diagnosis pasien ini?

a)

Adenocarcinoma paru

b)

Squamous cell carcinoma paru

c)

Metastatis karsinoma paru

d)

Large cell carcinoma paru

e)

Small cell carcinoma paru

37.

Laki-laki berusia 67 tahun datang ke poliklinik dengan batuk kronis, kebingungan dan sering mengantuk yang semakin memberat dalam beberapa hari terakhir. Pasien mengaku merokok aktif 30 batang per hari sejak usia 15 tahun. Tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 74 kali/menit, auskultasi dada terdengar ronki dan wheezing sesuai dengan PPOK. Hb 10,9 g/dl, leukosit 10.200 mmk, trombosit 189.000 mmk, natrium 126 mEq/l, kalium 4,5 mEq/l. Foto toraks tampak massa hilus kanan disertai atelektasis distal hilus. CT-scan toraks tampak massa tumor ukuran 5 cm dan limfadenopati di hilus kiri. USG abdomen tidak ada massa di hati. Berapakah stadium TNM paling sesuai untuk kasus ini?

a)

IIA

b)

IIB

c)

IIIA

d)

IIIB

e)

IV

38.

Seorang laki-laki 68 tahun, perokok berat mengeluh batuk dialami 1 bulan terakhir disertai nyeri dada khususnya di daerah sternum. Penurunan berat badan sekitar 5 kg dalam 2 bulan terakhir. Hb 10,5 mg/dL, Leukosit 4.900/mmk, trombosit 315.000/mmk, LED 20 mm/jam. Foto toraks tampak massa paru kiri setinggi bifurkatio trakea. Histopatologi dari TTNA menunjukkan adenocarsinoma paru. Pasien menolak kemoterapi dan memilih untuk diperiksakan biomarker di mana diperoleh mutasi EGFR positif. Apakah pilihan terapi paling tepat bagi kasus ini?

a)

Alectinib

b)

Crizotinib

c)

Erlotinib

d)

Bevacizumab

e)

Pembrolizumab

39.

Perempuan berusia 24 tahun, mengeluh nyeri dada sebelah kanan dan menyebabkan sesak napas saat beraktifitas yang dialami selama 2 minggu terakhir. Pasien juga mengeluhkan mudah lelah, badan lemas, rambut rontok dan sering nyeri sendi dalam 3 bulan terakhir. Tekana darah 120/70 mmHg, nadi 88x/menit, suhu 38oC, tampak ruam kemerahan di pipi, perkusi toraks didapatkan beda pada lapangan bawah paru kanan, dan auskultasi terdengar friction rub. Tes autoantibodi hasilnya sesuai systemic lupus erythematosus. Apakah manifestasi pulmonal yang paling mungkin terjadi pada kasus ini?

a)

Pneumonia komunitas

b)

Pneumonitis akut

c)

Pleuritis akut

d)

Perdarahan paru

e)

Penyakit paru interstitiel

40.

Perempuan berusia 35 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak napas dan nyeri dada sejak 2 hari lalu. Nyeri dada dirasakan hampir setiap bulan terutama saat menstruasi. Keluhan ini disertai nyeri panggul, pusing dan kelelahan. Tidak ada riwayat demam atau menggigil sebelumnya. Pasien mengaku pernah menderita endometriosis 2 tahun yang lalu. Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 84 x/menit, napas 24x/menit, SpO2 perifer 94%, suhu 36,7oC. Suara napas menurun di paru kanan dan hipersonor pada perkusi. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?

a)

Fibrosis kistik

b)

Emfisema pulmonum

c)

Tension pneumotoraks

d)

Empiema toraks kanan

e)

Pneumotoraks katamenial