wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ARDS, Terapi oksigen, Gagal Napas, Ventilasi Mekanik, Emergensi Paru, Hipertensi Pulmonal, TE Paru

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki 61 tahun ke IGD dengan keluhan demam sejak 3 hari lalu dan didiagnosis pneumonia. Pasien ada riwayat DM. Setelah 2 hari perawatan pasien mengeluh sesak napas yang makin memberat. Pasien tampak sakit berat; kesadaran apatis; TD 110/70 mmHg; laju napas 32 x/menit; frekuensi nadi 112 x/menit; suhu 39oC; terdengar ronki basah nyaring di kedua lapang paru. Analisis gas darah pH 7.38; PaCO2 38 mmHg; PaO2 70 mmHg; HCO3 24 mmol/L (dalam terapi oksigen non rebreathing mask 10 L/menit). Hasil foto toraks serial terlampir. Apakah diagnosis paling tepat bagi pasien ini?

a)

Edema paru kardiogenik

b)

Edema paru nonkardiogenik

c)

Acute lung injury

d)

Emboli paru

e)

Acute respiratory distress syndrome

2.

Seorang perempuan 38 tahun ke IGD dengan keluhan sesak napas, terasa cepat lelah dan riwayat sinkop. Pasien mengaku pernah konsumsi obat penekan nafsu makan. Tampak sakit sedang, kompos mentis, TD 100/60 mmHg, frekuensi nadi 98 x/menit, laju napas 30 x/menit, suhu 36.8oC. Distensi vena jugularis R+2 cmH2O, bunyi jantung P2 mengeras, pemeriksaan lain dalam batas normal. Foto toraks ada gambaran hilus inverted coma sign dan kardiomegali. EKG ada deviasi aksis ke kanan, Rs di V1, S di V6 dan P pulmonal. Apakah pemeriksaan baku untuk menegakkan diagnosis pasti pasien ini?

a)

angiografi paru

b)

Doppler ultrasound

c)

Analisa gas darah

d)

Ekokardiografi

e)

MRI toraks

3.

Seorang laki-laki 35 tahun dibawa ke IGD karena ditemukan di warung bakso dengan kontak tidak adekuat, tidak berbicara dan pasien memegang kerongkongannya seperti tercekik, napas tersengal-sengal dan bibir terlihat membiru. Dicurigai pasien tersedak bakso yang menyumbat saluran napas. Apakah tindakan awal yang perlu dilakukan pada kasus sumbatan saluran napas seperti ini?

a)

Trakeostomi

b)

Krikotiroidotomi

c)

Manuver Heimlich

d)

Intubasi fiber optik

e)

Ventilasi jet transtrakeal perkutan

4.

Laki-laki berusia 45 tahun dibawa ke UGD akibat tidak sadarkan diri setelah minum alkohol 2 jam sebelum masuk rumah sakit, disertai sesak napas. Kesadaran stupor, tekanan darah 90/70 mmHg, nadi 120 kali /menit, napas 32 kali/menit, suhu 36.5oC, DVS tidak meningkat, tidak terdengar ronki di kedua paru, jantung dan abdomen normal. Analisa gas darah menunjukkan pH 7.10, PCO2 55 mmHg, PaO2 150 mmHg, HCO3 20 mmol/L dengan FiO2 32% dan AaDO2 200. Apakah makna hasil analisis gas darah pada pasien ini?

a)

Asidosis respiratorik

b)

Asidosis metabolik

c)

Alkalosis metabolik

d)

Gagal napas hipoksemia

e)

Gagal napas hiperkapnia

5.

Seorang perempuan berusia 30 tahun, G1P0A0 usia kehamilan16 minggu, dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas memberat sejak 48 jam sebelum masuk rumah sakit. Ada riwayat asma sejak usia 10 tahun. Indeks massa tubuh 28.5 kg/m2, TD 110/75 mmHg; nadi 130 x/menit; napas 32 x/menit, suhu 36.8oC. Auskultasi paru vesikuler, tidak ada ronki dan wheezing. Terdapat edema pada tungkai kiri. Hasil D-dimer 3000 μg/L, AGD pH 7.46; PCO2 22 mmHg, PO2 88 mmHg, HCO3 24 mEq/L; SaO2 94%. Apakah pemeriksaan penunjang paling tepat segera dilakukan untuk menegakkan diagnosis?

a)

spirometri dan CT-scan toraks

b)

CT-scan toraks dan elektrokardiografi

c)

Foto toraks dan sidik perfusi paru

d)

Ekokardiografi dan USG Doppler tungkai

e)

Elektrokardiografi dan sidik perfusi paru

6.

Seorang laki-laki 49 tahun dengan kanker prostat stadium lanjut dibawa ke UGD dengan keluhan sesak napas memberat sejak 1 jam lalu. Pasien gelisah dan sulit diajak komunikasi. SpO2 86% dengan nasal kanul 2 L/menit. TD 70/palpasi mmHg, denyut nadi kecil dan cepat, laju napas 30 x/menit, akral pucat dan dingin. Tungkai kanan tampak edema dan lebih besar dari tungkai kiri. Pasien sudah diresusitasi adekuat namun belum berespons optimal. EKG:RAD dan P pulmonal. Foto toraks terlampir. Apakah pemeriksaan penunjang paling tepat untuk segera menegakkan diagnosis kasus ini?

a)

USG Doppler tungkai

b)

MRI toraks

c)

Ekokardiografi

d)

Analisa gas darah

e)

Arteriografi pulmonal

7.

Seorang perempuan 42 tahun dengan DM, ke IGD mengeluh sesak napas mendadak dan progresif. Tiga hari sebelumnya pasien mengunjungi saudara di propinsi lain dengan kendaraan mobil selama 9 jam. Dua hari lalu muncul rasa nyeri dan bengkak di kaki kanan. Tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 114 x/menit, laju napas 30 x/menit, SpO2 89%, akral dingin dan pucat. Desakan vena sentral R+3 cm H2O, pulsasi parasternal, dan P2 mengeras. Hasil laboratorium fungsi hepar normal, kreatinin 3.0 mg/dl, ureum 80 mg/dl. Apakah terapi inisial paling tepat bagi pasien ini?

a)

Warfarin 7.5 mg/24 jam peroral

b)

Tinzaparin 175 IU/kg/24 jam subkutan

c)

Fondaparinux 2,5 mg/24 jam subkutan

d)

Enoxaparin 1 mg/kgBB/12 jam subkutan

e)

UFH target APTT 1,5-2,5x nilai kontrol

8.

Seorang laki-laki 50 tahun datang ke UGD mengeluh sesak napas, sudah sering dirasakan sejak 3 tahun lalu,bertambah sering 5 bulan terakhir terutama saat aktivitas, dan sering cepat lelah. Menurut istrinya, pasien tidur mengorok dan mudah mengantuk saat siang hari. Pasien juga merokok sejak usia muda. Kesadaran komposmentis,TD 140/80 mmHg, nadi 100 x/menit, laju napas 24 x/menit, berat badan 92 kg, tinggi badan 168 cm, distensi vena sentral R+3 cmH2O. Suara jantung P2 mengeras, ada hepatomegali dan edema tungkai. Foto toraks tampak pelebaran hilus dan pembesaran jantung ke kanan, EKG: deviasi aksis ke kanan dan P pulmonal di lead II. Apakah salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada pasien ini?

a)

Stroke hemoragik

b)

Cor pulmonale

c)

Gagal jantung kiri

d)

Penyakit Jantung hipertensi

e)

Penyakit paru obstruktif menahun

9.

Seorang laki-laki 56 tahun dibawa ke IGD karena sesak napas memberat 2 jam terakhir. Keluhan batuk, demam, dan penurunan berat badan disangkal. Ada riwayat 4 hari lalu dilakukan biopsi jarum halus pada massa diparu. Kesadaran menurun, TD 80/palpasi, nadi 124 x/menit, respirasi 34 x/menit, suhu 37oC. Auskultasi paru terdengar wheezing, pada jantung terdengar P2 mengeras dan gallop di sisi kanan jantung, pada extremitas tungkai kanan lebih besar daripada kiri dengan akral dingin. Hasil D-dimer 700 mg/dl. Pasien telah dilakukan resusitasi adekuat tetapi belum ada respon. Apakah tatalaksana paling tepat pada pasien ini?

a)

Heparinisasi

b)

Filter IVC

c)

Trombolitik

d)

Embolektomi pulmonal

e)

Antikoagulan oral

10.

Seorang perempuan berusia 70 tahun, penderita DM tipe 2 obese yang telah mengalami komplikasi makroangiopati berupa strok dengan gejala sisa lumpuh, menyebabkan inaktivitas dalam 1 tahun terakhir. Sejak 1 minggu lalu bengkak pada tungkai kanan, terasa nyeri, tampak kemerahan dan teraba hangat. Saat ini pasien dibawa oleh keluarga ke UGD karena sesak napas mendadak, disertai nyeri dada. Kesadaran composmentis, hemodinamik stabil, pemeriksaan paru gerak napas kanan berkurang, fremitus raba mengeras, perkusi redup dan terdengar suara bronkial disertai suara gesek pleura. Apakah pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis definitif kasus ini?

a)

Ekokardiografi dan D-dimer

b)

Analisis gas darah dan CT-scan toraks

c)

Angiografi paru dan D-dimer

d)

CT-scan toraks dan ekokardiografi

e)

Sidik paru perfusi/ventilasi dan angiografi

11.

Seorang laki-laki berusia 54 tahun dengan kardiomiopati iskemik post CABG akibat lesi obstruksi proksimal berat. Pasien terventilasi mekanik dengan mode pressure support selama 1 malam. Keesokan pagi, tekanan baji arteri pulmonal yatu 18 mmHg, foto toraks tidak tampak tanda gagal jantung kongestif. Pasien lalu diekstubasi dan awalnya kondisi baik, tetapi 2 jam kemudian mengalami sesak napas dan kontrol foto toraks terdapat tanda edema paru. EKG: sinus takikardia, tidak tampak iskemik miokard. Apakah gangguan fungsional terkait ekstubasi dan penghentian ventilasi mekanik yang paling mungkin menyebabkan edema paru pasien ini?

a)

Peningkatan tekanan preload dan afterload ventrikel kiri

b)

Pergeseran septum ventrikular ke kiri karena penurunan tekanan intratoraks

c)

Peningkatan resistensi vaskular paru

d)

Peningkatan tekanan intrapleural saat inspirasi

e)

Penurunan preload ventrikel kanan akibat penurunan tekanan intratoraks

12.

Saat wabah influenza, seorang perempuan obese berusia 35 tahun dengan riwayat asma, masuk RS karena sesak progresif disertai batuk berdahak hijau dan mengi. Pasien lalu diterapi sebagai eksaserbasi asma terinduksi virus dengan kortikosteroid sistemik dan inhalasi bronkodilator. Kondisi pasien membaik dalam 48 jam pertama, lalu memburuk, sesak hebat, batuk, hitung sel darah putih netrofil meningkat, hasil AGD asidosis respiratorik, dan foto toraks tampak konsolidasi bilateral. Pasien kemudian diintubasi, rawat ICU dan diberi antibiotik spektrum luas. Meskipun terventilasi mekanik, kondisi pasien terus memburuk dengan hipoksemia berat, PaO2 45 mmHg, FiO2 1.0, dan perlu dukungan cardiac output dengan dobutamin untuk mempertahankan MAP 70 mmHg. Manakah langkah berikut yang paling tepat dilakukan pada pasien ini?

a)

Kortikosteroid inhalasi dosis tinggi

b)

Vancomycin iv

c)

Extracorporeal membran oxygenation

d)

Intra-aortic balloon pump

e)

prone ventilation

13.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun ke IGD mengeluh sesak meskipun dengan aktivitas ringan, ortopneu, dan hampir pingsan. Beberapa tahun terakhir, pasien mengalami episode berulang hematemesis dan hasil UGIE menunjukkan varises esofagus. Pasien tampak pucat, TD 110/75 mmHg, nadi 74 x/menit regular, SpO2 94%, terdengar split S2, auskultasi paru normal, terdapat asites dan edema ekstremitas inferior bilateral. Ekokardiografi: tekanan sistolik arteri pulmonal 45 mmHg, dan EF ventrikel kiri 55%. Apakah diagnosis paling mungkin pada pasien ini?

a)

Hepatopulmonary syndrome

b)

Portopulmonary hypertension

c)

Emboli paru rekuren

d)

Gagal ventrikel kiri

e)

Sklerosis sistemik

14.

Seorang laki-laki 63 tahun, masuk RS karena sesak tanpa demam. Pasien mengaku sesak ringan saat aktivitas sesak tahun lalu. Sesak pada pagi, terutama saat bangun dari tempat tidur. Tampak retraksi sela iga, spider naevi, dan terdapat hepatomegaly dan asites. SpO2 86% posisi duduk dan meningkat 91% posisi berbaring. DR, D-dimer, BNP, troponin dan EKG normal. Foto toraks: kardiomegali dan efusi pleura bilateral. Torakosentesis dengan tuntunan USG berhasil evakuasi cairan pleura 1 L, hasil analisis: hitung sel PMN 100/106 sel/L, protein 3.9 g/dL, dan apusan gram negatif. Apakah diagnosis paling mungkin pada pasien ini?

a)

Pneumonia

b)

Hepatopulmonary syndrom

c)

Emboli paru

d)

Peritonitis bakterial spontan

e)

Gagal jantung kronik

15.

Seorang laki-laki 68 tahun, riwayat merokok 20 tahun dan sudah berhenti 10 tahun lalu, mengalami infark miokard akut. Analisis gas darah saat MRS PaO2 60 mmHg, PaCO2 33 mmHg, pH 7,44. Foto toraks terlampir. 18 jam kemudian pasien bertambah sesak dan diterapi oksigen 4 L/menit via nasal kanul. Tampak distensi vena juguler, nadi 128 x/menit, terdengar gallop di sela iga 6 linea aksilaris anterior, dan ronki mediobasal bilateral. Kontrol AGD PaO2 48 mmHg, PaCO2 64 mmHg, pH 7,24. Apakah penyebab hiperkapnia paling mungkin pada pasien ini?

a)

Penyakit obstruksi paru

b)

Edema laring menyebabkan obstruksi saturan napas atas

c)

Edema paru sekunder akibat peningkatan permiabilitas kapiler

d)

Edema paru kardiogenik

e)

Penurunan sensitivitas carotid body

16.

Seorang laki-laki 57 tahun dengan penyakit jantung iskemik masuk RS karena edema paru akut. TDS 140 mmHg, SpO2 89%, pH 7.34, PaO2 59 mmHg, PaCO2 26 mmHg. Pasien diberi terapi nitrat, oksigen dan loop diuretik, serta pertimbangan memakai NIV atau CPAP. Apakah pernyataan berikut yang tepat mengenai tatalaksana pasien ini?

a)

NIV mengurangi sesak napas

b)

NIP lebih baik dari CPAP dalam menurunkan mortalitas

c)

NIV bisa menurunkan risiko intubasi

d)

NIV meningkatkan risiko infark miokard akut

e)

CPAP lebih baik dari NIV dalam mengurangi sesak napas

17.

Seorang perempuan berusia 36 tahun, ke poliklinik mengeluh batuk darah warna merah segar 1/2 sendok teh, sehari sebelumnya. 3 hari lalu pasien mengalami flu dan batuk tidak berdahak, tidak ada deman, nyeri dada atau sesak. Tidak ada riwayat batak darah, namun 10 tahun sebelumnya pernah rawat inap selama 2 minggu karena pneumonia. Pasien merokok 1/2 bungkus per hari sejak usia 20 tahun. Keadaan umum tampak sehat, tanda vital, pemeriksaan toraks normal. Lab: lekosit 8.600/mmk, hematokrit 39%, trombosit 175.000/mmk, ureum 32 mg/dl, kreatinin 0,8 mg/dk. Sedimen urin didapatkan lekosit 40-50/lpb, bakteri (+), protein (-). Foto toraks normal. Apakah pemeriksaan penunjang berikut yang paling tepat pada kasus ini?

a)

Bronkoskopi fleksibel

b)

Foto toraks ulang 3 dan 6 bulan berikut

c)

CT-scan toraks

d)

Foto toraks lateral

e)

Tes ANCA dan anti-GBM

18.

Seorang laki-laki berusia 65 tahun, perokok berat, terdiagnosis PPOK grade 3 grup D, dikonsul ke ICU karena eksaserbasi akut dengan gejala sesak hebat dan batuk berdahak purulen. Di UGD pasien telah diterapi inhalasi salbutamol, antibiotik dan kortikosteroid intravena, tetapi kondisinya terus memburuk. AGD pH 7,25, PaO2 49,5 mmHg, PaCO2 60 mmHg. Pasien gelisah, kooperatif membuka mata saat dipanggil, napas 26 x/menit. Apakah pilihan tatalaksana paling tepat bagi pasien ini?

a)

NIV dan oksigen

b)

inhalasi kortikosteroid

c)

intubasi dan ventilasi mekanik

d)

Salbutamol intravena dan morfin 2,5 mg intravena

e)

inhalasi SAMA dan SABA

19.

Seorang laki-laki 70 tahun ke UGD dengan keluhan sesak napas tiba-tiba sejak 1 jam lalu saat sedang berbaring. Pasien memiliki riwayat diabetes dan hipertensi sejak 10 tahun lalu namun tidak rutin minum obat. Sejak 3 bulan lalu pasien mendapat kemoterapi untuk karsinoma nasofaring dan sejak itu pasien lebih banyak berbaring saja. Kesadaran somnolen, TD 100/70 mmHg, nadi 116 x/menit, laju napas 30 x/menit, suhu 36,8℃. Auskultasi paru terdengar ronki basah kasar seluruh lapangan paru bilateral. Desakan vena sentral tidak meningkat, jantung dalam batas normal. AGD: pH 7.50, PCO2 25.4, PO2 30, HCO315, BE +1, SaO2 50%. Apakah diagnosis paling mungkin pada kasus ini?

a)

ADHF

b)

Pneumonia komunitas

c)

ARDS

d)

KAD

e)

Emboli paru

20.

Seorang tentara, laki-laki 36 tahun, dirawat di bangsal setelah mengalami fraktur tibia-fibula kanan saat latihan terjun payung. Pada perawatan hari ke-3, tiba-tiba mengalami sesak napas. Kesadaran composmentis, TD 120/70, nadi 104 x/menit, laju napas 28 x/menit dan tampak retraksi sela iga, suhu 36,2℃. Desakan vena sentral tidak meningkat, auskultasi paru didapatkan ronki basah halus pada kedua lapang paru, jantung dan abdomen dalam batas normal. Foto toraks: infiltrat bilateral difus. AGD: pH 7.38, PCO2 30, PO2 55, HCO3 28, BE -1, SaO2 75%. Apakah tatalaksana bantu napas yang paling tepat pada pasien ini?

a)

NIV dengan PEEP

b)

NIV tanpa PEEP

c)

Ventilasi mekanik continuous

d)

Ventilasi mekanik mode synchronised intermittent

e)

Nonrebreathing mask

21.

Seorang laki-laki 59 tahun dengan kanker prostat stadium lanjut dibawa ke UGD karena sesak napas yang memberat sejak 1 jam lalu. Pasien tampak gelisah dan sulit diajak komunikasi. Akral pucat dan dingin, SpO2 86%, napas 30 x/menit. Tungkai kanan tampak edema dan lebih besar dari tungkai kiri. Pasien sudah diresusitasi adekuat tapi belum berespons optimal. EKG tampak deviasi aksis ke kanan, P pulmonal, dan foto toraks tampak gambaran Hampton's hump. Pasien dicurigai mengalami emboli paru. Apakah pemeriksaan fisik paling tepat ditemukan pada kasus ini?

a)

Denyut nadi kecil dan cepat

b)

Tekanan darah 130/90 mmHg

c)

Bunyi jantung P2 menghilang

d)

Auskultasi terdengar wheezing

e)

Refluks hepatojugular negatif

22.

Seorang laki-laki 59 tahun dengan kanker prostat stadium lanjut dibawa ke UGD karena sesak napas yang memberat sejak 1 jam lalu. Pasien tampak gelisah dan sulit diajak komunikasi. Akral pucat dan dingin, SpO2 86%, napas 30 x/menit. Tungkai kanan tampak edema dan lebih besar dari tungkai kiri. Pasien sudah diresusitasi adekuat tapi belum berespons optimal. EKG tampak deviasi aksis ke kanan, P pulmonal, dan foto toraks tampak gambaran Hampton's hump. Pasien dicurigai mengalami emboli paru. Manakah pernyataan paling tepat untuk kasus ini?

a)

Terjadi refleks bronkodilatasi di area paru yang mengalami emboli

b)

Peningkatan produksi surfaktan oleh alveolus area paru yang terkena

c)

Terjadi vasokonstriksi cabang-cabang arteri pulmonalis

d)

Terjadi emboli di vena pulmonalis

e)

Terjadi hiperkapnia arterial

23.

Laki-laki berusia 27 tahun dibawa ke IGD setelah keluarga menemukannya tidak sadar di rumah. Pasien memiliki riwayat penyalahgunaan obat narkotika suntik, terinfeksi HIV, namun tidak teratur minum ARV. CD4 terakhir 170/μL. Tekanan darah 100/60 mmHg, nadi 105 kali/menit, napas 8 kali/menit, SpO2 83%, dan suhu 36,0°C. Analisis gas darah: pH 7.16, PCO2 42 mmHg, dan PO2 52 mmHg. Apakah mekanisme patofisologi paling mungkin terjadi pada kondisi ini?

a)

Meningkatnya PAO2 akibat hiperventilasi alveolar

b)

Meningkatnya PaCO2 akibat hipoventilasi alveolar

c)

Berkurangnya PAO2 akibat hipoventilasi alveolar

d)

Berkurangnya PaCO2 akibat hiperventilasi alveolar

e)

Berkurangnya gradien PO2 alveolar-arterial

24.

Perempuan berusia 45 tahun dengan riwayat Diabetes Melitus datang ke IGD dengan sesak napas tiba-tiba disertai nyeri dada tengah. Dua hari lalu pasien merasakan nyeri dan bengkak di kaki kanannya setelah melakukan perjalanan jauh dengan mobil selama 12 jam. Saat di IGD sesak nafas pasien semakin memberat. Tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 116 x/menit, napas 30 x/menit, SpO2 88%, akral dingin dan pucat. Tekanan vena juguler meningkat, P2 mengeras dan hepatojuguler refluks positif. Fungsi hepar dalam batas normal, kreatinin 3,0 mg/dL, ureum 80 mg/dL. Apakah tatalaksana awal paling tepat diberikan bagi pasien ini?

a)

Tinzaparin 175 IU/kg/24 jam subkutan diberikan 5 hari

b)

Fondaparinux 2,5 mg/24 jam subkutan diberikan 8 hari

c)

Enoxaparin 1 mg/kgBB/12 jam subkutan diberikan 5 hari

d)

UFH 3000-5000 unit bolus i.v bersamaan suntikan subkutan pertama

e)

Streptokinase 250.000 unit dalam NaCl 0,9% diberikan i.v 30 menit

25.

Seorang laki-laki 65 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak, sudah dialami sejak 3 tahun lalu namun memberat dalam 5 bulan terakhir. Sesak terutama saat aktifitas dan merasa mudah lelah. Menurut istrinya, pasien tidur mengorok dan mudah mengantuk di siang hari. Pasien merokok sejak usia muda. Kesadaran komposmentis, tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 100 x/menit, napas 28 x/menit, berat badan 92 kg, tinggi badan 168 cm, ada distensi vena leher. Auskultasi jantung terdengar P2 mengeras. Didapatkan pula gejala fenomena Raynaud. Foto toraks tampak pelebaran hilus dan pembesaran jantung kanan. EKG menunjukkan deviasi aksis kanan dan P pulmonal di sandapan II. Apakah komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?

a)

Strok hemoragik

b)

Penyakit jantung hipertensi

c)

Gagal jantung kiri

d)

Cor pulmonale

e)

PPOK