NEW
Font size
WorksheetsSindrom Koroner Akut
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Berikut diagnosis banding Sindrom Koroner Akut adalah, KECUALI
Perikarditis
Diseksi Aorta
Stroke Non Hemoragik
Emboli Paru Akut
GERD
Gambaran EKG STEMI inferior adalah
ST elevasi di lead II, III, aVF
ST elevasi di lead I, aVL
ST depresi di lead II, III, aVF
ST elevasi di lead aVR
ST elevasi di lead V1-V6
Anda tim medis di Puskesmas menangani pasien kecurigaan SKA dengan onset 1 jam, EKG menunjukkan ST elevasi V1-V6, tindakan yang dapat anda lakukan adalah
Memberikan obat isosorbid dinitrat, morfin, dan heparin kemudian merujuk ke RS
Memberikan obat heparin serta melakukan checklist fibrinolitik kemudian merujuk ke RS
Menangani ABC, persiapan resusitasi, memberikan aspirin 160 mg dan isosorbid dinitrat, kemudian merujuk ke RS
Melakukan pemeriksaan penunjang seperti enzim jantung dan ro thorax, kemudian merujuk ke RS
Melakukan checklist fibrinolitik, melanjutkan terapi fibrinolitik pra RS kemudian merujuk ke RS
Dibawah ini yang BUKAN merupakan komplikasi ACS adalah....
Gagal jantung akut
Edema paru akut
Total AV block
Mitral regurgitasi akut
Syok neurogenik
Pencegahan sekunder yang anda sarankan pada pasien pasca ACS adalah
ACE inhibitor harus dihentikan pada pasien TD 100/60 mmHg
Evaluasi LDL dengan target < 70 mg/dL
Pengobatan antiplatelet cukup 1 bulan
Target glikemik kontrol HbA1C > 7
Target tekanan darah harus > 140/90
Anda menjumpai pasien STEMI anterior onset 30 menit dengan edema paru akut di IGD, penanganan lini pertama yang diberikan adalah sebagai berikut, KECUALI
Memberikan oksigen sesuai saturasi oksigen
Memposisikan pasien setengah duduk
Nitrat sublingual bila tidak ada kontraindikasi
Furosemid injeksi 0.5-1 mg/kgBb IV
Menunggu hasil troponin sebelum memberikan terapi
Kontraindikasi absout fibrinolitik adalah
Kehamilan
TD sistolik 200 mmHg
Stroke iskemik onset 2 jam
Stroke hemoragik 3 bulan yll
Riwayat stroke kapanpun
Anda menangani pasien NSTE ACS (NSTEMI) di rumah sakit tanpa fasilitas cath lab. Dari karakteristik pasien berikut, pasien mana yang harus segera dikirim (dlm waktu kurang dari 2 jam) ke tempat PCI?
Pasien 55 tahun, post ROSC
Pasien 45 tahun, LVEF 30 persen
Pasien dengan skor GRACE risk 110
Pasien 70 tahun, GDS 400 mg/dL
Pasien 60 tahun, eGFR 35 mL/menit/1.73 m2
Dosis fibrinolitik golongan streptokinase adalah
1.5 juta unit dalam 30-60 menit
2 sampai 4 mg bolus lambat
15 mg bolus dilanjutkan 50 mg/30 menit dan 35 mg/60 menit
15 mg bolus dilanjutkan 0.75 mg/kgBB/30 menit dan 0.5 mg/kgBB/60 menit
2-20 mcg/kgBB/menit
Berikut ini yang BUKAN kriteria angina pectoris tidak stabil adalah
Decresendo angina
Angina CCS IV
Angina at rest
Angina new onset lebih dari CCS 2
Angina pasca infark
Anda melakukan fibrinolitik pada pasien STEMI anterior, efek samping yang harus segera ditangani adalah, KECUALI
Perdarahan sedang sampai berat
Aritmia mengancam nyawa
Alergi obat
Hipotensi
Aritmia reperfusi
Obat fibrinolitik yang tersedia di Indonesia adalah
Streptokinase
Tenekteplase
Alteplase
Streptokinase dan Alteplase
Streptokinase dan Tenekteplase
Anda menjumpai pasien dengan nyeri dada angina, gambaran EKG ST depresi V2-V6, dengan troponin positif (+). Diagnosis pasien ini adalah
STE-MI / STE-ACS
N-STE-MI / NSTE-ACS
Angina pectoris tidak stabil
Angina pectoris stabil
Belum dapat ditegakkan
Anda bertugas di IGD, mendapatkan pasien nyeri dada angina dengan onset 1 jam semakin memberat, EKG menunjukkan ST depresi V4-V6, dengan enzim troponin 286 (positif), diagnosis anda adalah
STE ACS anterior
NSTE ACS
Unstable Angina Pectoris
STE ACS inferior
Angina Pectoris Stabil
Anda bertugas di IGD RS dan menangani pasien STEMI anterior. Cara pemberian oksigen yang tepat pada pasien tersebut adalah
Bila saturasi O2 kurang dari 90%, titrasi O2 mulai dari 4 l/menit
Bila saturasi O2 kurang dari 94%, titrasi O2 mulai dari 4 l/menit
Bila saturasi O2 kurang dari 96%, titrasi O2 mulai dari 4 l/menit
Bila saturasi O2 kurang dari 98%, titrasi O2 mulai dari 4 l/menit
Bila saturasi O2 kurang dari 92%, titrasi O2 mulai dari 4 l/menit
